kerjasama

Riwayat Berdirinya Universitas Diponegoro

Kegiatan Fakultas

Penandatangan Perjanjian Kerjasama Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia

Semarang, 03 Januari 2023. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro kembali melakukan Perjanjian Kerjasama Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia dengan PT Bursa Efek Indonesia dan PT Phillip Sekuritas Indonesia. Dimana Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan sarana untuk memperkenalkan Pasar Modal kepada dunia akademisi sejak dini. Agenda kerjasama ini ditandai dengan penanda tanganan perjanjian kerjasama atau Memorandum of Agreement oleh Prof. Dr. Suharnomo, SE., M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro, Jeffrey Hendrick dan Risa Effenita Rustam masing-masing selaku Direktur PT Bursa Efek Indonesia, dan Daniel Tedja selaku Presiden Direktur PT Phillip Sekuritas Indonesia (PSI). Terlaksananya kemitraan/kerjasama ini, sebagai bentuk pelaksanaan tugas Fakultas Ekonomika dan Bisnis guna memberikan kualitas pendidikan yang terbaik. Dengan berdirinya Galeri Investasi ini diharapkan dapat menjadi sarana sosialisasi & edukasi di kalangan akademisi umum terlebihnya untuk kelompok studi pasar modal Universitas Diponegoro, sebagai unit kegiatan mahasiswa yang fokus mempelajari dunia pasar modal Indonesia. Sehingga diharapkan civitas akademika tidak hanya mengenal Pasar Modal dari sisi teori saja akan tetapi dapat langsung melakukan prakteknya.

Menambah Fasilitas Belajar di Luar Ruang Kampus, FEB UNDIP Launching Pakardo Coffee Shop

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) pada triwulan 3 tahun 2022 telah me-launching Pakardo Coffee Shop. Pakardo Coffee Shop merupakan hasil kerjasama antara FEB Undip dengan Koperasi Pakardo. Launching Coffee Shop ini, adalah suatu pelayanan dari FEB Undip untuk menambah fasilitas pendukung kegiatan bekerja dan belajar di luar ruangan kampus. Warga kampus FEB dapat menikmati suasana sekitar coffee shop yaitu embung, pertandingan olah raga dan taman sehingga dapat menjadikan suasana bekerja, belajar dan berolahraga menjadi lebih asyik. Diharapkan dengan adanya fasilitas baru ini warga kampus betah berlama-lama kongkow. Selain sebagai kongkow warga kampus, pada tanggal 6 Oktober 2022 FEB Undip menerima kunjungan dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi. Kunjungan diisi dengan bincang-bincang seputar akademik dan menilik fasilitas kampus termasuk coffee shop yang ada di FEB Undip. Untuk pengunjung umum tentu diperbolehkan untuk mengunjungi Pakardo Coffee shop. Lokasi Pakardo Coffee Shop berada di Dome Area Parkir Kampus FEB Undip Jl. Prof. Moeljono Trastotenojo, Tembalang Semarang, Indonesia lebih tepatnya di belakang embung, lapangan basket FEB Undip, Tembalang pada hari Senin-Sabtu jam 07.00 – 19.00 WIB.

FEB Undip Menerima Kunjungan Kerjasama Pendidikan KIAS-Busan University, Korea Selatan

Pada Rabu, 20 Juli 2022, Korea Institute for ASEAN Studies, Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan (KIAS-BUFS) dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menandatangani nota kesepakatan. Penandatanganan Nota kesepakatan dilaksanakan di Ruang Sidang Senat Gedung Dekanat FEB Undip dihadiri oleh Dekan FEB Undip, Prof. Dr. Suharnomo, Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan Firmansyah, Ph.D., Kepala Departemen dan Ketua Program Studi serta dosen di lingkungan FEB Undip. Perwakilan KIAS-BUFS yang hadir dalam kegiatan ini adalah Prof. Kim Dong-Yeob (Director of Korea Institute for ASEAN Studies), Prof. Gu Bokyung (Research Professor, Korea Institute for ASEAN Studies), Dr. Muhammad Zulfikar Rakhmat (Research Professor, Korea Institute for ASEAN Studies), Moon Sun Park (Research Assistant, Korea Institute for ASEAN Studies). FEB UNDIP menyambut dengan baik kunjungan kerjasama ini. Perjanjian nota kesepatakan yang akan dilaksanakan mencangkup pertukaran pelajar dan dosen, pertukaran informasi dan data, partisipasi program konferensi penelitian dan pendidikan, dan kolaborasi untuk peningkatan penelitian. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan kedua belah pihak dapat membangun hubungan yang saling menguntungkan untuk memajukan keilmuan dan dunia pendidikan.

FEB Undip Gandeng INDEF Menggelar INDEF School of Political Economy: Politik dan Pembangunan Daerah

Hari ini (12/07), Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) berkerjasama dengan INDEF (Institute For Development of Economics and Finance) melaksanakan kegiatan INDEF School of Political Economy. INDEF School of Political Economy (ISPE) adalah program pelatihan ekonomi-politik dengan tujuan memberikan pemahaman tentang konsep dasar ekonomi dan metodologi untuk melakukan analisis terhadap suatu fenomena ekonomi serta memahami praktik ekonomi-politik yang terjadi di Indonesia. Perhelatan kegiatan ISPE tidak hanya dilaksanakan di Jakarta, tetapi di beberapa daerah lain di Indonesia dan juga luar negeri. INDEF School of Political Economy dengan tajuk Politik dan Pembangunan Daerah kali ini digelar di kalangan kampus. Bertempat di Ruang Sidang Departemen Akuntansi FEB Undip acara dilaksanakan secara tatap muka. Acara ini dihadiri oleh para dosen, peneliti, mahasiswa dan pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FEB Undip, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah serta para dosen, peneliti dan mahasiswa. Acara yang digelar selama 3 hari mulai 12 – 14 Juli 2022 dibuka oleh Prof. Dr. Suharnomo selaku Dekan FEB Undip. “Kegiatan ini adalah merupakan forum yang sangat baik, dan dapat memberikan bekal ilmu” ujarnya. Prof. Dr. Suharnomo mengucapkan terimakasih kepada INDEF, Sekretaris Daerah Jawa Tengah (Sekda Jateng) dan para pembicara yang sudah hadir dalam acara ini. Sekda Jateng, Sumarno, S.E., M.M. yang mewakili Gubernur Jawa Tengah menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena ini adalah bagian peran serta peserta untuk dapat melihat kondisi ekonomi dunia saat ini, dan ada tantangan-tantangan yang harus dihadapi antara lain krisis energi akibat perang antara Rusia dan Ukraina yang berdampak sangat luar biasa. Kegiatan ini menghadirkan pembicara ternama di bidang ekonomi antara lain: Esther Sri Astuti, Ph.D. (FEB Undip dan Research Director INDEF); Faisal H. Basri (INDEF); Prof. F.X. Sugiyanto (FEB Undip); Akhmad Syakir Kurnia, Ph.D. (FEB Undip); Kementerian Dalam Negeri RI; dan Rusli Abdullah (INDEF). Kegiatan ini merupakan langkah FEB dalam mendukung Universitas Diponegoro untuk pelaksanaan aksi SDGs Poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

BRI Kembali Menggelar Program Pemberdayaan Desa Melalui Program Desa Brilian 2022

Bank BRI bekerjasama dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro melaksanakan pelatihan kepada desa binaan BRI pada tahun 2022. Kegiatan pemberdayaan desa ini dinamakan Program Desa Brilian yang telah dilakukan oleh Bank BRI mulai tahun 2020. Pada Tahun 2022, Bank BRI menargetkan 1.000 desa di seluruh Indonesia yang akan diberikan pelatihan dan dilaksanakan pada Bulan April 2022 sampai dengan November 2022. Program “Desa Brilian” merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul dan semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis SDG’s. Desa – desa yang tergabung dalam program “Desa Brilian” diharapkan menjadi sumber inspirasi kemajuan desa yang dapat direplikasi ke desa-desa lainnya. Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK, Supari, menjelaskan bahwa Program Desa Brilian ini adalah merupakan salah satu partisipasi Bank BRI dalam membangun Indonesia. Peran BRI tidak terbatas pada fungsi Financial Intermediary saja tetapi juga memiliki fungsi dalam pemberdayaan (empowerment) bagi UMKM dan juga perekonomian Desa. Sedangkan Profesor Dr. Suharnomo S.E., M.Si. selaku Dekan FEB Undip dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Desa Brilian yang dijalankan oleh BRI ini merupakan program yang sangat bagus dalam membangun Desa. Desa merupakan salah satu elemen pemerintahan mini yang harapannya Desa menjadi pondasi dalam membangun Indonesia. Membangun desa bukan hanya melalui fisik saja tetapi juga membangun sumber daya manusianya. Sehingga seluruh elemen dapat adaptif dengan perkembangan teknologi dan zaman sebagai modal utama untuk membangun Desa. BRI juga hadir dalm Penguatan Ekonomi Desa dibarengi dengan pembuatan platform Pasar.id dan juga Platform Pemberdayaan Online melalui Platform LinkUKM Program Desa Brilian fokus terhadap pengembangan 4 aspek penting yang terdapat di desa yaitu BUMDes sebagai motor ekonomi desa, Digitalisasi, Sustainability & Innovation dengan objek pemberdayaan meliputi : Perangkat desa, Pengurus BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa, Pelaku Usaha Desa dan Pegiat Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Program Desa Brilian ini memiliki tiga tahapan; Tahap pertama adalah tahap Empowerment. Tahapan kedua adalah Assistance, dan tahapan ketiga adalah Graduation. Dalam tahap Empowerment ini Desa diberikan pelatihan soft competencies maupun hard competencies untuk membangun mindset membangun desa. Terdapat 5 materi empowerment yang sangat relevan yang perlu dikuasai oleh perangkat desa, pengurus BUMDes, dan pelaku UMKM di desa yaitu: 1. Kepemimpinan (leadership) 2. Penguasaan Kompetensi Manajerial 3. Entrepreneurship 4. Teknik Komunikasi 5. Penguasaan Aspek Tanggung Jawab Sosial Begitu tahapan Empowerment selesai, selanjutnya desa peserta akan dinilai oleh Pelaksana Pendampingan Desa Brilian ini melalui tahapan Graduation. Dalam tahapan ini desa akan dipilih 10 desa terbaik yang mana kesepuluh desa terbaik ini akan mendapatkan keuntungan dengan di inkubasi oleh Inkubator Bisnis KKIB Undip dalam program pengembangan desa. Selain itu desa akan dibantu dan di dampingi dalam mengembangkan website dDesa. Keuntungan lainnya desa kan mendapatkan bantuan pengembangan desa senilai 10 juta untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa dalam bentuk peralatan yang dibutuhkan oleh BUMdes untuk mengembangkan potensi bisnisnya. Setelah tahap Graduation, program pendampingan Desa Brilian ini ditutup dengan tahap asistensi Desa Brilian. Tahap ini merupakan aktivitas pendampingan intensif peserta Desa Brilian dimana akan dipilih 10 Desa Brilian terbaik di setiap batch-nya. Pelaksanaan pendampingan ini dilakukan secara online dan onsite dengan pelaksanaan minimal adalah 12 kali dalam waktu 3 bulan. Dalam asistensi ini akan diberikan minimal 1 orang tenaga pendamping untuk setiap desa. Desa-Desa Brilian terbaik dari tiap batch di Program Desa Brilian 2022 akan kembali diseleksi dan diberikan apresiasi pada acara Pagelaran Desa Brilian 2022 yang menjadi event puncak Program Desa Brilian Bank BRI dimana Juara Desa Brilian 2022 akan menerima piala bergilir Desa Brilian BRI yang sebelumnya dimenangkan oleh Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat.

Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro menandatangani LoI dengan National University of Singapore

Universitas Diponegoro (Undip) sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia bekerja sama dengan National University of Singapore yang merupakan universitas dengan peringkat ke-11 terbaik di dunia berdasarkan QS World University Rankings 2020-2021. Acara penandatanganan Kerjasama ini dilaksanakan pada Selasa, 4 Mei 2021 secara online (daring) dengan tempat di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro dan National University of Singapore. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro dan Prof. Paul Cheung selaku Director of Asia Competitiveness Institute, Lee Kuan Yew School of Public Policy National University of Singapore. Setelah itu acara dilanjutkan dengan Guest Lecture oleh Prof. Paul Cheung dengan tema “Measuring Competitiveness in The Field of Human Resource: Asia Competitiveness Institute Approach”. Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dalam Dies Natalis ke-61 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro dan dihadiri oleh lebih dari 550 peserta yang merupakan akademisi, peneliti, mahasiswa serta alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Prakarsa kerjasama ini dilakukan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro dengan Asia Competitiveness Institute (selanjutnya disebut ACI), Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore. Dalam Kerjasama tersebut berisi 4 (empat) poin penting dalam rangka pengembangan pengetahuan daya saing di Asia antara lain: Universitas Diponegoro akan berpartisipasi dalam penelitian ACI-led pada “Annual Competitiveness Analysis and Development Strategies for Indonesian Provinces” dengan mengundang akademisi (dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana) sebagai partisipan survey, setiap tahun. ACI akan menyampaikan hasil penelitiannya pada “Annual Competitiveness Analysis and Development Strategies for Indonesian Provinces” dengan Undip, setiap tahun. ACI akan menyampaikan publikasinya (buku, artikel penelitian, dll) dengan Undip sebagai sumber daya akademisi untuk meningkatkan pengetahuan tentang daya saing dan isu-isu terkait di Asia. ACI dan Undip akan memfasilitasi pertukaran kunjungan akademik oleh staf peneliti dari kedua institusi.

Budget Goes To Campus Sebagai Sarana Edukasi Sadar APBN

Rabu (14/11) Bertempat di Gedung Laboratorium Kewirausahaan lt. 4 FEB Undip, Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Republik Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro menyelenggarakan sosialisasi APBN 2019 dalam agenda tahunan Budget Goes To Campus. Mengusung tema Let’s Talk About Budget,  seminar yang bertajuk diskusi panel ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman audiens mengenai APBN. Acara ini diawali dengan sambutan oleh Firmansyah, SE., M.Si., Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Riset dan Inovasi FEB Undip. Dalam sambutannya, Firman berpesan kepada para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik guna mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dari pelaku praktisi secara langsung. Sebelum seminar dimulai, selingan kuis APBN menjadi pengasah pengetahuan umum 223 peserta yang hadir. Diskusi panel dimoderatori oleh Iman Tri Mulya, Kepala Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II. Narasumber pertama Raden Agus Sudrajat memaparkan materi mengenai siklus dan proses penyusunan APBN. “APBN sebagai instrumen untuk mencapai tujuan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur” ujar Raden. Selanjutnya Dyah Kusumawati, Kasubdit Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Perhitungan Resiko Fiskal selaku narasumber kedua menyampaikan  materi tentang APBN 2019. Dalam pemaparannya Dyah menekankan fokus APBN 2019 kini bertujuan untuk mendorong investasi dan daya saing sumberdaya manusia, beserta rincian program-program prioritas yang akan direalisasikan mendatang. Sebagai pemateri terakhir I.G.A Krisna Murti, Kepala Analisis Data dan Informasi APBN menyampaikan capaian dan kinerja pengelolaan fiskal 2014-2018. Penyampaian materi yang berlangsung secara interaktif ini membahas tentang indikator ekonomi (pertumbuhan ekonomi dan inflasi), indikator kesejahteraan (tingkat kemiskinan, tingkat penganguran, rasio gini, dan IPM) dan indeks kemudahan berusaha yang tampak menunjukkan tren positif. Melalui penyampaian kebijakan, proses penyusunan, serta siklus APBN kepada civitas akademika dan masyarakat umum, Budget Goes To Campus diharapkan dapat memunculkan feedback berupa bahan masukan dalam penyusunan APBN guna meminimalkan kebocoran serta resiko penggunaan APBN.

DJPK Goes To Campus (DGTC) Sebagai Wujud Transparansi Pemerintah / DJPK Goes To Campus (DGTC) Sebagai Wujud Transparansi Pemerintah

Selasa (27/11) Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan (DJPK) mengadakan kegiatan DJPK Goes To Campus (DGTC) dengan mengangkat tema “Pengelolaan APBN, APBD dan Pelayanan Publik”. Kegiatan ini bertujuan sebagai wujud transparasi pemerintah Indonesia khususnya Kementrian Keuangan RI dalam pengelolaan APBN, APBD dan alokasinya untuk penyelenggaraan pelayanan publik. Acara yang diselenggarakan di Hall Gedung Laboratorium  Kewirausaahan lt. 4 FEB Undip ini dibuka langsung oleh Dekan FEB Undip Dr. Suharnomo, S.E., M.Si dan dihadiri oleh Putut Hari Satyaka selaku Direktur DJPK. Turut hadir juga Civitas Akademika dari UIN Salatiga, UNAKI, UIN Walisongo, dan peserta dari kalangan mahasiswa FEB, FH, dan Fisip Undip dan mahasiswa universitas di Semarang. Penyampaian materi dibagi kedalam dua sesi yang tiap-tiap sesi mengangkat topik yang berbeda dan disampaikan langsung oleh Putut Hari Satyaka selaku Direktur DJPK. Pada sesi pertama membahas mengenai banyak hal salah satunya adalah peran DJPK sebagai pengelola dan transfer ke daerah dan dana desa sebagai instrument kebijakan desentralisasi fiskal untuk pelayan publik dan kesejahteraan masyarakat. Dalam sesi ini dijelaskan jenis dana dan tujuannya seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah, peningkatan kemampuan keuangan daerah dalam mendanai segala urusan daerah, Dana Alokasi Khusus (Fisik) dan nonfisik yang bertujuan untuk memacu pembagunan infrastruktur daerah dan pelayanan publik yang merupakan urusan daerah, dan Dana Desa yang diperuntukan untuk kemajuan desa. Pada tahun 2019 transfer ke daerah naik dari 697,0 triliun menjadi 756,8 triliun sehingga diharapkan dapat memajukan daerah. Pada sesi kedua dijelaskan mengenai tantangan pengelolaan keuangan daerah seperti ketergantungan APBD terhadap Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dan sebagai contoh untuk Jawa Tengah angka ketergantungan mencapai 46,68% dan cukup baik dibanding rata-rata nasional yaitu 79,84%, kemudian tantangan kedua yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan rata rata nasional hanya 13,08% yang artinya sangat kecil porsi PAD dalam APBD dan untuk jawa tengah rata-rata PAD yautu 53,23% yang artinya sangat baik, kemudian porsi belanja nasional dengan rata rata nasional hanya 20,77%  yang artinya masih kecil belanja daerah untuk daerah dan porsi belanja pegawai dengan rata-rata nasional 38,57%.

Program Studi IESP FEB Undip Menerima Kunjungan Visitasi Dari BAN PT

BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) melalui fungsinya sebagai penyelenggara akreditasi melakukan asesmen lapangan ke Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Pada hari Rabu (26/6) asesor dari BAN-PT melakukan visitasi ke Program Studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (IESP FEB Undip). BAN PT mengirimkan tim asesor, Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc. dan Dr. Retno Agusti Ekaputri, SE., M.Sc. untuk melakukan asesmen lapangan. Visitasi ini dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Gedung Dekanat FEB Undip, Tembalang pada pukul 09.00 – 17.00 WIB. Visitasi ini dihadiri oleh Rektor yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Budi Setiyono, Ph.D., Dekan FEB Dr. Suharnomo, Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan Anis Chariri, Ph.D., Wakil Dekan Sumber Daya Wahyu Meiranto, M.Si., Wakil Dekan Komunikasi dan Bisnis Amie Kusumawardhani, Ph.D., Wakil Dekan Riset dan Inovasi Firmansyah, Ph.D., Ketua TPMF FEB Undip Drs. Bagio Mudakir MSP., Ketua Depart. IESP Akhmad Syakir Kurnia, Ph.D., Sekretaris Dept. IESP Evi Yulia P., M.Si., Ketua Tim Borang Dr. Jaka Aminata, dosen, tendik dan mahasiswa FEB Undip. Sambutan dari asesor oleh Prof. Samsubar menjelaskan bahwa kegiatan visitasi yang dilakukan akan dibagi menjadi dua kelompok, kelompok borang 3A untuk program studi dan borang 3B untuk fakultas. Asesor juga akan bertemu secara langsung untuk wawancara dengan dosen, mahasiswa, pengguna dan alumni yang akan hadir dalam visitasi ini. “Mudah-mudahan kerjasama antara kami dan tim penyusun borang dapat berjalan dengan lancar, dapat selesai dan mendapatkan hasil”, jelasnya.

FEB Undip dan Lion Air Mengadakan Acara “Hi Millennials, CEO Goes to Campus”

Pada hari Selasa (16/07), Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro bekerjasama dengan Lion Air Group melaksanakan program “Hi Millennials, CEO Goes to Campus”. Acara dilaksanakan di Hall Kewirausahaan Lantai 4 Gedung Laboatorium Kewirausahaan FEB Undip, Tembalang. Acara ini dihadiri oleh peserta alumni Universitas Diponegoro, Brawijaya, Unpad dan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Acara ini sebagai salah satu program unggulan yang dilatarbelakangi bentuk kepedulian perusahaan pada lingkungan pendidikan perguruan tinggi sejalan kesungguhan perusahaan Lion Air Group mengakomodir pengalaman ke milenial dalam berbagai literasi (sumber). Acara CEO Goes to Campus FEB Undip menghadirkan narasumber Dr. Suharnomo selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Edward Sirait selaku Presiden Direktur Lion Air Group, dan Capt. Wamildan Tsani Panjaitan selaku Direktur Keselamatan, Keamanan dan Kualitas (Safety, Security and Quality) Batik Air. Acara ini mengusung topik tentang perkembangan bisnis penerbangan dan karir profesional di era kekinian. Acara yang diramaikan sebanyak 500 peserta dilaksanakan selama 2 hari, untuk hari pertama (15/7) yaitu SNAP! Sharing and Expressing atau aktivitas berbagi pengetahuan, wawasan, keahlian aspek bisnis dan keselamatan penerbangan serta hari kedua (16/7) masuk ke proses recruitment calon karyawan berlatar belakang pendidikan teknik dan non-teknik dari 31 program studi jenjang diploma 3 – strata 1. Program studi yang dibutuhkan dalam perekrutan ini meliputi teknik penerbangan, teknik industri, teknik mesin, teknik informatika, teknik pembekalan, statistika, psikologi, informatika, akuntansi, sistem komputer, hukum, sastra Korea, sastra Mandarin, manajemen transportasi udara, teknologi pangan. Lion Air Group berupaya merancang Hi Millennials, CEO Goes to Campus menjadi atraktif, menarik dan sesuai dengan minat pengembangan bakat mahasiswa. Program tersebut akan terus dijalankan secara terstruktur dan kesinambungan di kota-kota berikutnya.