kerjasama

Riwayat Berdirinya Universitas Diponegoro

Kegiatan Fakultas

FEB Undip dan Kementerian Perdagangan RI Gelar Konsultasi Publik Bahas Respons Strategis terhadap Kebijakan Tarif Amerika Serikat

Semarang, 2 Juni 2025 — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menyelenggarakan Konsultasi Publik bertajuk “Kebijakan Perdagangan Internasional Indonesia untuk Menindaklanjuti Kebijakan Tarif Amerika Serikat.” Kegiatan ini berlangsung di Hall Pertamina FEB Undip sebagai bagian dari forum diskusi strategis antara akademisi dan pemerintah dalam merespons dinamika perdagangan global. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah penting untuk menjembatani kontribusi sivitas akademika terhadap kebijakan nasional. “FEB Undip berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi berbasis akademik dalam penyusunan kebijakan publik, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan internasional,” ungkap Prof. Faisal. kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuliah umum oleh Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag), Rusmin Amin. Dalam paparannya, Rusmin Amin menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan untuk terus bersinergi dengan kalangan universitas dan akademisi dalam menghadapi tantangan global di sektor perdagangan. Ia menyoroti kebijakan tarif Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump yang berdampak pada beberapa sektor ekspor unggulan Indonesia. “Kolaborasi antara pemerintah dan kampus sangat penting dalam merumuskan langkah strategis untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan ekspor nasional,” tegasnya. Adapun sesi diskusi publik ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kementerian Perdagangan RI dan akademisi dari FEB Undip. Turut hadir dan memberikan paparan antara lain: Olvy Andrianita – Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional (Puska PI) BKPerdag, Steven Raja Ingot, S.E., M.E. – Analis Perdagangan Ahli Muda, Ridho Meyrandoyo Hastjarjo, S.E., M.Pub.Pol. – Analis Perdagangan Ahli Muda, Dr. Jaka Aminata, S.E., M.A. – Ketua Program Studi S1 Ekonomi FEB Undip. Diskusi dipandu oleh Fathimah Kurniawati, S.E., M.Ec.Dev., dosen FEB Undip. Dimana dalam sesi diskusi, para narasumber menyampaikan hasil analisis mendalam mengenai dampak kebijakan perdagangan internasional terhadap ekspor Indonesia serta berbagai skenario kebijakan untuk memitigasi risiko tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Hasil kajian ini diharapkan menjadi masukan konkret dalam penyusunan kebijakan perdagangan nasional yang lebih adaptif dan resilien. Melalui kegiatan ini, FEB Undip menegaskan kembali perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan kebijakan berbasis riset, serta menjadi pusat pemikiran yang mendorong lahirnya solusi kebijakan yang aplikatif dan berdampak nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.

FEB Undip Gelar Pelatihan Platform Workspace LSEG untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa dan Dosen

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan pelatihan penggunaan platform Workspace LSEG (London Stock Exchange Group) bagi mahasiswa dan dosen. Kegiatan yang digelar di Gedung Lab Komputer FEB pada Rabu (19/2) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam analisis data dan keuangan, sekaligus memperkenalkan teknologi terkini dalam pengolahan data finansial. Platform LSEG Workspace merupakan alat yang banyak digunakan di industri keuangan global untuk analisis data real-time, riset pasar, dan pengambilan keputusan berbasis data. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dan dosen FEB Undip dengan keterampilan yang relevan di era digital, serta meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB Undip, menyatakan “Melalui pelatihan ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami cara kerja industri keuangan global dan meningkatkan kompetensi mereka,” ujarnya. Pelatihan ini menghadirkan Gabriela Sutisna, Client Success Manager LSEG, sebagai pemateri. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk mengenal berbagai fitur utama platform LSEG Workspace, termasuk simulasi penggunaan untuk analisis keuangan. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik langsung guna memahami cara kerja platform tersebut secara lebih mendalam. Danes Quirira Octavio, seorang dosen dari prodi Manajemen FEB Undip yang mengikuti pelatihan, menyatakan bahwa platform LSEG sangat mendukung kegiatan penelitian. “Dengan adanya database LSEG, kami berharap kualitas dan kuantitas penelitian akademisi FEB Undip dapat meningkat,” ujarnya. Sementara itu, Angela Constantine, peserta dari perwakilan mahasiswa FEB Undip, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat. “Materinya cukup insightful dan relevan, terutama dalam memahami bagaimana platform ini dapat membantu analisis keuangan dan pengambilan keputusan investasi. Selain itu, data yang disediakan sangat lengkap dan up-to-date untuk analisis pasar dan risiko,” katanya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FEB Undip dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi serta menjalin kerja sama dengan institusi internasional. Pelatihan ini juga menunjukkan komitmen FEB Undip dalam membekali mahasiswa dan dosen dengan keterampilan yang dibutuhkan di era digital, sekaligus memperkuat reputasi FEB Undip sebagai institusi pendidikan yang berorientasi global. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus berlanjut untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen dalam menghadapi dinamika industri global.   sumber : ANTARA

FEB Undip dan FEB Andalas Tingkatkan Kerja Sama Strategis di Bidang Tridharma

Padang (22/11) – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB Andalas) resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan kurikulum, dengan tujuan memperkuat pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.) Mengikuti nilai-nilai yang terdapat di dalam Perjanjian Kerja Sama tersebut, maka diadakan kuliah dosen tamu oleh Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., Dekan FEB Undip. Kuliah tersebut mengangkat tema “Tips dan Trik Menyelesaikan Studi Tepat Waktu serta Mempersiapkan Metode Pengajaran.” Kegiatan ini dilakasanakan di Ruang Seminar Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas pada 22 November 2024. Serta dihadiri oleh 300 peserta, termasuk mahasiswa pascasarjana dan dosen FEB Andalas. Kuliah ini merupakan bentuk dari Implementation Arrangement antara Program Studi Doktor Ekonomi dan Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomika & Bisnis Universitas Diponegoro dengan Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis Andalas, yang dirancang untuk mempererat sinergi akademik antar Universitas. Dengan komitmen ini, kedua institusi berupaya memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan dunia pendidikan tinggi. FEB Undip dan FEB Andalas optimis, langkah strategis ini akan menghasilkan kontribusi nyata tidak hanya bagi institusi masing-masing, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.

Langkah Awal Kolaborasi Internasional: Inisiasi Kerja sama Antara University Sains Malaysia dan FEB UNDIP

Kamis, 21 Maret 2024. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) mengadakan audiensi dengan perwakilan dari Universiti Sains Malaysia. Pertemuan terbatas ini dilangsungkan di Ruang Sidang Senat FEB Undip, sebagai awal dari serangkaian langkah strategis untuk mengeksplorasi berbagai potensi kolaborasi antara kedua institusi pendidikan tinggi. Hadir dalam pertemuan tersebut Prof. Faisal selaku Dekan FEB UNDIP beserta jajarannya, dan Assoc. Prof. Zulnaidi Yaacob selaku Dekan dari School of Distance Education Universiti Sains Malaysia. Menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, FEB Undip dan USM telah mengidentifikasi sejumlah bidang kolaborasi potensial yang dapat diperkuat untuk saling mendukung dan memajukan visi & misi tridharma perguruan tinggi. Assoc. Prof. Zulnaidi Yaacob, Dekan dari School of Distance Education Universiti Sains Malaysia, menyampaikan antusiasmenya atas prospek kolaborasi yang lebih mendalam dengan FEB Undip. “Kami hadir di sini dengan niat yang sungguh-sungguh, bukan hanya sebagai kunjungan biasa, dan kami berharap untuk melihat kedatangan balik dari FEB Undip,” ungkapnya dengan antusias. kuliah dosen tamu dengan topik yang relevan dengan tantangan global saat ini, yakni kewirausahaan berkelanjutan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dengan demikian, langkah ini bukan hanya sekadar upaya memperluas jejaring, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mendukung perkembangan akademik. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya akan membawa manfaat bagi kedua institusi, tetapi juga akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan kampus secara keseluruhan.

FEB Undip dan SD Negeri Tembalang Bersatu Untuk Keberlanjutan: Mewujudkan SDGs Melalui Tabur Benih Ikan

Semarang, 19 Januari 2024 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kerjasama dengan SD Negeri Tembalang. Dalam kunjungan ini, siswa-siswi SD Negeri Tembalang ikut serta dalam kegiatan penaburan benih ikan di kolam dan embung kampus, menciptakan dampak positif pada GreenMetric kampus. FEB Undip, dengan strategi ini, tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas tetapi juga menyebarkan kesadaran lingkungan ke masyarakat sejak tingkat dasar. Selain kegiatan tabur benih ikan, para siswa juga mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Terutama Embung FEB Undip menjadi contoh untuk masyarakat sebagai Konsevari Air di lingkungan kampus. Guru SD Negeri Tembalang dan Tendik dari FEB Undip juga memainkan peran penting sebagai agen perubahan, membimbing siswa-siswi dalam pemahaman akan keberlanjutan. Inisiatif ini bukan hanya komitmen FEB Undip untuk melaksanakan point GreenMetric, tetapi juga mengokohkan citra FEB Undip sebagai lembaga yang berkontribusi pada pembentukan generasi peduli lingkungan. Dengan inisiatif ini, FEB Undip terus berkomitmen bahwa mereka bukan hanya pusat pendidikan tinggi tetapi juga lembaga yang berperan dalam membentuk generasi penerus yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan demikian, FEB Undip juga akan selalu aktif untuk menjadi kontributor utama dalam mencapai tujuan-tujuan SDGs dan meningkatkan peringkat GreenMetric untuk mencapai “kampus hijau” yang lebih berkelanjutan.    

Perwakilan Kemenkeu Bahas Kinerja APBN Jawa Tengah bersama FEB Undip

Semarang, 29 November 2023, Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Tengah bersama Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar pertemuan di Ruang Pojok Kemenkeu FEB Undip untuk membahas kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Jawa Tengah hingga periode akhir Oktober 2023. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat terkemuka, termasuk Kepala Kanwil DJPb Jawa Tengah, Kepala Kanwil DJKN Jateng dan DIY, Local Expert dari FEB Undip, Wahyu Widodo, serta beberapa perwakilan dari organisasi – organisasi mahasiswa FEB Undip. Pertemuan ini menjadi kegiatan pertama pihak Kemenkeu dan FEB Undip menggunakan Ruang Pojok Kemenkeu yang dimana tidak lama sebelumnya telah di resmikan oleh Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani. Adapun agenda utama dalam forum ini yaitu untuk membahas perkembangan ekonomi dan indikator kesejahteraan di Jawa Tengah. Dimana perekonomian global yang masih dihadapkan pada berbagai risiko ketidakpastian dan kondisi geopolitik mempengaruhi pertumbuhan ekonomi wilayah ini. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga menunjukkan penurunan, namun tetap terkendali dengan inflasi yang tetap terjaga. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga aktivitas ekonomi domestik dan mewaspadai dampak perlambatan global yang mungkin terjadi. Kinerja Fiskal Regional: Defisit dan Tren Surplus Anggaran Dalam pembahasan kinerja APBN Jawa Tengah, terungkap bahwa realisasi belanja semakin meningkat, dan APBN mencatatkan defisit sebesar Rp141,36 miliar. Penerimaan APBN Jawa Tengah hingga Oktober 2023 berhasil mencapai Rp86,07 triliun (82,94% dari target), sementara realisasi belanja mencapai Rp86,22 triliun (79,01% dari pagu). Defisit ini mengakhiri tren surplus anggaran yang berlangsung sejak awal tahun 2023. Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan dan mengakselerasi kinerja APBN Jawa Tengah guna menjaga aktivitas perekonomian dan mengoptimalkan APBN sebagai shock absorber. Meskipun terdapat defisit, perekonomian Jawa Tengah diperkirakan tetap optimis dan stabil. Pelaksanaan APBN untuk pembangunan di wilayah ini menjadi fokus utama dalam upaya menjaga ketahanan ekonomi di tengah dinamika global. Pertemuan ini juga diharapkan akan membangun sinergi antara Kementerian Keuangan dan FEB Undip dalam mendukung pembangunan ekonomi Jawa Tengah. Keahlian dan kontribusi Local Expert dari FEB Undip, Wahyu Widodo, diharapkan dapat memberikan perspektif yang berharga untuk memajukan kebijakan ekonomi di tingkat regional.

Festival Riset Akuntansi 2023: Peran Penting Akuntansi Dalam Menghadapi Tantangan Dari Perkembangan Ekonomi Kontemporer

Semarang, 23 November 2023 – Prodi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan Accounting Research Festival edisi ketiga. Acara dengan judul “The Role of Accounting Competency Development in Sustainable Economic Recovery and Digital Economy” bertujuan untuk mengungkap peran penting akuntansi dalam menghadapi tantangan yang muncul dari perkembangan dunia ekonomi kontemporer. Festival Riset Akuntansi tahun ini diselenggarakan secara hybrid. Livestreaming melalui channel Youtube FEB Undip (@FEBUNDIPSMG) dan tatap muka yang dilaksanakan di Ruang Serba Guna Program Studi Magister Akuntansi FEB Undip, Hayam Wuruk, Semarang. Acara ini menjadi forum bagi para akademisi, praktisi, dan mahasiswa yang memiliki minat bersama dalam bidang akuntansi, pemulihan ekonomi berkelanjutan, dan ekonomi digital. Acara dimulai dengan sambutan dari Surya Raharja, Ph.D., selaku ketua program studi Magister Akuntansi FEB Undip. Beliau menyatakan bahwa “kesempatan ini menjadi peluang yang luar biasa bagi kita semua untuk memperluas pengetahuan, mengingat adanya pembicara yang sangat berkompeten di bidangnya. Saya merasa sangat bersyukur karena kita mampu menyelenggarakan acara berharga ini.” Salah satu sorotan dalam festival ini adalah dari sesi keynote yang menghadirkan para ahli baik dari luar maupun dalam negeri. Para narasumber dalam kegiatan ini mencakup Prof. Khaled Hussainey dari Faculty of Business and Law, University of Portsmouth (UK), Prof. Che Ruhana Isa dari Faculty of Business and Economics, Universiti Malaya (Malaysia), serta Dr. Darsono, seorang pengajar dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Para narasumber dalam kegiatan ini mencakup Prof. Khaled Hussainey dari Faculty of Business and Law, University of Portsmouth (UK), Prof. Che Ruhana Isa dari Faculty of Business and Economics, Universiti Malaya (Malaysia), serta Dr. Darsono, seorang pengajar dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Para peserta berkesempatan mendengarkan pemikiran dari para pemimpin ini, yang berbagi perspektif mengenai tantangan dan peluang terkini dalam dunia akuntansi. Diskusi khususnya terfokus pada konteks pembangunan ekonomi berkelanjutan dan era digital. Acara ini memperkuat komitmen universitas untuk berkontribusi secara signifikan pada kemajuan pengetahuan akuntansi dan aplikasinya dalam menghadapi tantangan ekonomi kontemporer. *dokumentasi : Prodi Maksi FEB Undip

Dampak Keuangan dari Inisiatif Keberlanjutan: Pembelajaran Berharga dari Profesor Tamu Luar Negeri di FEB Undip

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro telah sukses menyelenggarakan program visiting professor dengan tema “Financial Implications of Sustainability Initiatives.” Dalam kegiatan ini, FEB Undip mengundang pembicara dari Universiti Malaya (Malaysia), yaitu Prof. Che Ruhana dan Dr. Ervina binti Alfan. Acara berlangsung pada tanggal 22 November 2023 di Hall gedung KWU FEB Undip, bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya nomor 4 tentang Kualitas Pendidikan, nomor 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta nomor 17 tentang Kemitraan untuk mencapai Tujuan. Dalam kuliah umum ini, sebagai pembicara pertama yaitu Dr. Ervina binti Alfan dimanamembahas materi mengenai implikasi keuangan dari inisiatif keberlanjutan. Sebelum memasuki inti materi tentang keuangan dan keberlanjutan, beliau menekankan pentingnya memahami konsep keberlanjutan terlebih dahulu. “Pembangunan Berkelanjutan dapat diartikan sebagai setiap keputusan yang diambil oleh stakeholders yang dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan tanpa membahayakan generasi manusia di masa depan,” jelasnya. Prof. Che Ruhana membawakan materi tentang Sustainability and Management Accounting, menyoroti pentingnya integrasi antara isu lingkungan dengan Manajemen Akuntansi. “Environmental Management Accounting (EMA) adalah metode yang membantu stakeholder dalam pengambilan keputusan terkait investasi pengendalian dampak lingkungan, membangun budaya pengurangan polusi, dan minimalisasi limbah industri, serta meningkatkan efisiensi ekonomi,” ungkapnya. Dalam pembahasannya, Prof. Che Ruhana menekankan empat aspek yang perlu diperhatikan untuk menciptakan distribusi nilai yang seimbang, yakni aspek financial, stakeholder, Internal Business Process, dan Learning and Growth. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Danes Quirira Octavio, dosen muda dan koordinator Lab Bloomberg FEB Undip, yang telah membimbing acara bersama kedua pembicara. Sebagai penutup acara, diadakan sesi tanya jawab dan diskusi antara peserta dan pembicara yang hadir.     ( tiga dari tujuh belas goals sustainability)

Kunjungan Kerja FEB Universitas Cenderawasih ke FEB Universitas Diponegoro

Fakutas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (FEB Uncen) Papua melakukan kunjungan kerja di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) Semarang untuk memperdalam kerjasama di pendidikan dan penelitian. Delegasi dari Universitas Cenderawasih, dipimpin oleh dekan dan anggota fakultas, adapun kunjungan kerja ini berlangsung selama 2 hari dimulai dari tanggal 13 hingga 14 Nopember 2023. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FEB Undip ini dimulai dengan acara seremonial sambutan oleh Dekan dari kedua Fakultas yang berlangsung di ruang siding utama gedung dekanat FEB Undip dimana keduanya menyampaikan tekad mereka untuk memperkuat sinergi yang dapat memberikan dampak positif pada pengembangan akademis. Acara dilanjutkan dengan diskusi antar fakultas yang melibatkan dekan, dosen dan tendik. Diskusi ini menyoroti potensi kolaborasi dalam pertukaran mahasiswa/dosen, penelitian bersama, dan pengembangan program akademis. Selain kegiatan seremonial dan diskusi yang telah dilaksanakan, para tamu dari FEB Uncen juga berkesempatan untuk memberi kuliah dosen tamu kepada mahasiswa/i FEB Undip. Kuliah yang bertajuk Pembangunan Ekonomi dalam Persepktif Kontekstual Papua disampaikan oleh Prof. Dr. Mesak Iek, S.E., M.Si. selaku dekan FEB Uncen. Kunjungan ini juga diperkuat melalui pelatihan mengenai analisis pasar keuangan yang dilaksanakan di Laboratorium Bloomberg FEB Undip. Pelatihan ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan peserta tentang dinamika pasar keuangan global dan meningkatkan keterampilan praktis yang relevan. Tidak ketinggalan untuk membantu mengolah big data yang diperoleh dari Bloomberg, kegiatan selanjutnya mengenai pelatihan tentang penggunaan perangkat lunak analisis statistik, Stata. Peserta diberikan kesempatan untuk memahami aplikasi praktis dari alat ini dalam konteks riset akademis. Kunjungan ini menjadi babak baru dalam kolaborasi antara Universitas Cenderawasih dan Universitas Diponegoro, menandai komitmen mereka untuk meningkatkan standar pendidikan dan penelitian melalui kemitraan yang kuat dan berkelanjutan.

Kuliah Umum Menkeu di Undip : Bersama Jaga Keuangan Negara

Semarang, 23 Oktober 2023 – Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) hadir dan memberikan Kuliah Umum di Universitas Diponegoro. Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan (Menkeu) memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Diponegoro dan Universitas  Negeri Semarang dengan mengangkat tema “Kebijakan Fiskal di Tengah Konstelasi Ketidakpastian Global”, Senin (23/10) di Gedung Prof. Soedarto, S.H. Tembalang. Mewakili Rektor Universitas Diponegoro, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si menyampaikan masa depan perekonomian global terlihat penuh ketidakpastiaan dan ketidakpastiaan ekonomi global selalu menarik perhatian di dalam dunia bisnis keuangan. “Ketegangan perdagangan internasional, fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim, serta krisis kesehatan yang kita hadapi semuanya menciptakan tantangan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam situasi global seperti ini, penerapan kebijakan fiskal yang bijak menjadi sangat penting. Dengan sumber daya yang terbatas kita harus menjaga keseimbangan antara memenuhi kebutuhan masyarakat, membiayai proyek-proyek pembangunan dan menjaga stabilitas fiskal,” ungkap Prof Suharnomo. “Semoga kuliah umum ini menjadi wadah yang inspiratif yang memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran penting kebijakan fiskal dalam dunia yang berubah,” lanjutnya. Sementara itu, Sri Mulyani dalam kuliah umum menyampaikan mengenai peran APBN sebagai instrumen yang bekerja untuk menghadapi tantangan dan capaian pembangunan ekonomi, berbagi pengalaman Indonesia bertahan dalam pandemi sampai konstelasi global, serta strategi transformasi ekonomi yang dilakukan Indonesia di tengah ketidakpastian global. Menkeu juga menyampaikan bahwa Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan, seperti guncangan global, kemiskinan, dan kesenjangan. Namun demikian, Indonesia dengan menggunakan instrumen APBN telah mampu menangani berbagai tantangan tersebut dengan relatif baik. Dalam konstelasi global, Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan mengurangi kemiskinan selama pandemi COVID-19. “Indonesia memulihkan kesehatan ekonomi keuangan menstabilkan sosial menggunakan APBN namun tidak mengorbankan APBN sebagai instrumen. Nah ini adalah perjalanan APBN kita, dari dia harus menjadi shock absorber, countercyclical, dan sekarang dia sendiri harus menjadi sehat, dan kita lihat kita memulainya dengan shock dan kemudian memulihkan atau yang disebut konsolidasi.”, ungkap Menkeu. Di akhir sesi, Menkeu secara simbolik dengan pemukulan gong meresmikan peluncuran Pojok Kemenkeu yang berada di Kampus Undip, tepatnya di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. sumber : Undip & Kemenkeu RI