Fairid Naparin, S.E.: Alumni FEB Undip yang Kembali Dipercaya Memimpin Kota Palangka Raya

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali mencatat kiprah membanggakan alumninya melalui perjalanan Fairid Naparin, S.E., yang saat ini mengemban amanah sebagai Wali Kota Palangka Raya untuk periode 2025–2030. Sebelumnya, Fairid juga memimpin Kota Palangka Raya pada periode 2018–2023, menjadikannya sebagai salah satu alumni FEB Undip yang terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kepemimpinan di sektor pemerintahan. Lahir di Palangka Raya pada 28 Agustus 1985, Fairid menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Pada tahun 2008, ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan meraih gelar Sarjana Ekonomi. Bekal akademik yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FEB Undip menjadi fondasi dalam membangun kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, serta pemahaman mengenai tata kelola organisasi dan pembangunan daerah. Karier Fairid di dunia pemerintahan berkembang melalui berbagai peran strategis hingga dipercaya masyarakat untuk memimpin Kota Palangka Raya. Pada Pemilihan Wali Kota Palangka Raya 2018, ia terpilih sebagai Wali Kota setelah memperoleh dukungan mayoritas masyarakat. Kepercayaan tersebut kembali diberikan pada Pemilihan Wali Kota Palangka Raya 2024, ketika Fairid bersama Achmad Zaini berhasil memenangkan kontestasi dan kembali memimpin Kota Palangka Raya untuk periode 2025–2030. Selain menjalankan tugas sebagai kepala daerah, Fairid juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemimpinan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya, kemudian dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Tengah, serta mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Palangka Raya dan Ketua Dewan Adat Dayak Kota Palangka Raya. Beragam peran tersebut menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara pemerintahan, organisasi, dan masyarakat. Perjalanan Fairid Naparin menjadi cerminan bahwa alumni FEB Undip mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang, termasuk pemerintahan daerah. Melalui dedikasi, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat, Fairid terus menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat menjadi bekal untuk menghadirkan perubahan dan pembangunan yang berkelanjutan. Kiprahnya menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dan mahasiswa FEB Undip untuk terus berkarya, memimpin, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kiprah Alumni FEB Undip dalam Pemerintahan Daerah: Dyah Kartika Permanasari

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menghadirkan kisah inspiratif alumninya melalui perjalanan Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Bupati Kendal untuk masa jabatan 2025–2030. Kiprahnya mencerminkan dedikasi seorang alumni FEB Undip dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Lahir di Purworejo pada 4 April 1967, Dyah Kartika Permanasari menempuh pendidikan Diploma III di Akademi Manajemen Perusahaan YKPN Yogyakarta, kemudian melanjutkan pendidikan Sarjana di Universitas Islam Sultan Agung. Komitmennya untuk terus mengembangkan kompetensi manajerial membawanya melanjutkan studi Magister Manajemen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, yang diselesaikan pada tahun 2007. Bekal akademik tersebut menjadi landasan dalam membangun kapasitas kepemimpinan serta pengambilan keputusan di berbagai bidang pengabdian. Sebelum mengemban amanah sebagai kepala daerah, Dyah Kartika memiliki pengalaman profesional di sektor swasta dan aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah bekerja di Yoshida Kogyo Kabushiki Kaisha Jakarta Finance, kemudian berkiprah dalam organisasi kewirausahaan dan dunia usaha, di antaranya sebagai Sekretaris DPD IWAPI Provinsi Jawa Tengah serta Bidang Organisasi Kadin Jawa Tengah. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan olahraga, termasuk menjabat sebagai Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Tengah. Pengalaman kepemimpinannya semakin matang ketika dipercaya menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah pada periode 2019–2024. Pada Pemilihan Legislatif Tahun 2024, ia kembali memperoleh kepercayaan masyarakat dengan meraih 96.984 suara, sebelum akhirnya maju dalam Pemilihan Bupati Kendal 2024. Bersama Benny Karnadi, Dyah Kartika berhasil memenangkan kontestasi tersebut dan resmi dilantik sebagai Bupati Kendal pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta. Perjalanan Dyah Kartika Permanasari menunjukkan bahwa penguasaan ilmu manajemen, pengalaman organisasi, serta dedikasi dalam pelayanan publik merupakan bekal penting dalam membangun kepemimpinan yang efektif. Kiprahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip bahwa pendidikan tidak hanya membuka peluang karier, tetapi juga menjadi fondasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa.
Adimas Immanuel, Alumni FEB Undip dengan Jejak Prestasi di Dunia Sastra

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menghadirkan kisah inspiratif melalui perjalanan salah satu alumninya, Adimas Immanuel, yang dikenal sebagai penyair, penulis, dan sastrawan Indonesia. Kiprahnya menunjukkan bahwa lulusan FEB Undip tidak hanya berkontribusi di bidang ekonomi dan bisnis, tetapi juga mampu berkarya serta memberikan warna bagi perkembangan sastra dan kebudayaan Indonesia. Lahir pada 8 Juli 1991, Adimas Immanuel menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro sebelum menekuni dunia kepenulisan secara profesional. Minatnya terhadap sastra telah melahirkan berbagai karya yang mendapat apresiasi di tingkat nasional, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu penulis muda Indonesia yang diperhitungkan dalam perkembangan sastra kontemporer. Perjalanan kariernya sebagai penulis diwarnai oleh sejumlah capaian membanggakan. Antologi puisi Pelesir Mimpi masuk dalam daftar panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2014, salah satu penghargaan sastra paling bergengsi di Indonesia. Selanjutnya, kumpulan puisi Karena Cinta Kuat Seperti Maut berhasil masuk daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2019, memperkuat posisinya sebagai penyair dengan karya yang mendapat pengakuan luas dari kalangan sastra nasional. Karya-karya Adimas Immanuel juga menjangkau dunia seni pertunjukan. Lima puisi dalam buku Di Hadapan Rahasia diadaptasi menjadi tembang puitik oleh komponis Ananda Sukarlan dan dibawakan oleh penyanyi soprano Mariska Setiawan, menghadirkan kolaborasi antara sastra dan musik klasik. Selain puisi, ia juga menerbitkan novel Surga Anjing Liar pada tahun 2020 yang semakin memperkaya perjalanan kreatifnya sebagai seorang penulis. Perjalanan Adimas Immanuel menjadi bukti bahwa pendidikan di FEB Undip mampu melahirkan lulusan dengan beragam pilihan karier dan kontribusi. Melalui dedikasi, kreativitas, dan konsistensi dalam berkarya, ia menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat berpadu dengan seni untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Kisahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berkarya, dan memberikan kontribusi di bidang yang mereka tekuni.
Alumni Story, Fauzie Rizal: Mengawal Transformasi Perusahaan Lewat Kepemimpinan Finansial

Selama lebih dari dua dekade berkarier di industri telekomunikasi, Fauzie Rizal, alumni Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) angkatan 1995, telah membuktikan bahwa kompetensi di bidang keuangan, strategi bisnis, dan kepemimpinan menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika dunia industri. Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Director Finance & Chief Financial Officer PT Hypernet Technology, perusahaan yang tergabung dalam Group XLSMART. Perjalanan profesional Fauzie dimulai setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi di FEB Undip pada tahun 2000. Karier pertamanya ditempuh sebagai Finance Planning and Report Analysis Senior Supervisor di PT LG Display Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk melanjutkan kiprah di PT XL Axiata—kini menjadi XLSMART—yang dijalaninya selama lebih dari 17 tahun melalui berbagai posisi strategis di bidang perencanaan keuangan, analisis bisnis, pengendalian keuangan, hingga tata kelola komersial. Seiring meningkatnya tanggung jawab, Fauzie dipercaya memimpin berbagai inisiatif transformasi keuangan perusahaan. Dalam perjalanan kariernya, ia berperan dalam penguatan strategi keuangan, implementasi sistem ERP berbasis SAP, optimalisasi biaya, serta pengembangan tata kelola bisnis yang mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. Pengalaman tersebut mengantarkannya dipercaya sebagai Director Finance & Chief Financial Officer PT Hypernet Technology sejak tahun 2022 dengan tanggung jawab memimpin fungsi keuangan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, pelaporan, hingga pengelolaan modal perusahaan. Di bawah kepemimpinannya, berbagai inisiatif strategis berhasil memberikan dampak positif bagi perusahaan, di antaranya pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas melalui optimalisasi portofolio bisnis serta efisiensi biaya, implementasi transformasi digital di bidang keuangan, hingga penguatan struktur keuangan perusahaan melalui peningkatan aset, ekuitas, dan likuiditas. Capaian tersebut mencerminkan pentingnya kepemimpinan yang berpadu dengan kemampuan analitis, pengambilan keputusan berbasis data, serta tata kelola perusahaan yang kuat. Perjalanan Fauzie Rizal menjadi salah satu gambaran bagaimana lulusan FEB Undip mampu berkembang menjadi pemimpin di tingkat nasional. Bekal akademik yang dipadukan dengan semangat belajar sepanjang hayat, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan telah mengantarkannya memberikan kontribusi nyata bagi industri. Kisahnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, serta menghadirkan dampak positif melalui kepemimpinan yang berorientasi pada inovasi dan keberlanjutan.
Hery Murahmanta: Dari Ruang Kuliah FEB Undip Menuju Kepemimpinan Infrastruktur Energi Nasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah salah satu alumninya, Hery Murahmanta, yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PGN pada tahun 2025, sebagai bagian dari transformasi dan penguatan kepemimpinan perusahaan energi strategis nasional. Perjalanan profesional Hery Murahmanta berakar dari pendidikan yang ditempuh di Universitas Diponegoro. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro sebelum melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) dalam bidang Strategic Business di Universitas Gadjah Mada. Fondasi akademik tersebut menjadi bekal penting dalam membangun karier yang memadukan keahlian keuangan, manajemen strategis, dan pengelolaan proyek berskala besar. Sebelum menduduki posisi direksi di PGN, Hery membangun karier panjang di lingkungan Pertamina selama lebih dari dua dekade. Dalam perjalanan tersebut, ia mengemban berbagai posisi penting yang memperkaya perspektifnya dalam pengelolaan bisnis energi nasional. Pengalamannya mencakup bidang analisis keuangan, manajemen proyek, transformasi proses bisnis, pengadaan strategis, hingga pengelolaan layanan keuangan korporasi. Pengangkatan Hery Murahmanta sebagai Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN menandai babak baru dalam perjalanan kariernya. Dalam peran ini, ia bertanggung jawab terhadap pengembangan infrastruktur gas bumi nasional yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi dan transisi menuju energi yang lebih bersih. Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya gas bumi sebagai energi transisi dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia. Menurutnya, penguatan infrastruktur gas bumi tidak hanya berkontribusi pada ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi langkah penting menuju sistem energi yang lebih ramah lingkungan. Perjalanan Hery Murahmanta menunjukkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak dibangun dari satu bidang keahlian semata. Kemampuannya beradaptasi dari bidang keuangan, pengadaan, transformasi proses bisnis, hingga pengembangan infrastruktur mencerminkan pentingnya pembelajaran berkelanjutan dalam menghadapi dinamika industri yang terus berubah. Kisah Hery Murahmanta menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip bahwa pendidikan ekonomi dan bisnis tidak terbatas pada sektor keuangan atau perbankan semata. Kompetensi yang dibangun selama masa perkuliahan dapat menjadi landasan untuk berkontribusi di berbagai sektor strategis, termasuk energi, infrastruktur, teknologi, dan pembangunan nasional.
Rensi Eka Prasttistia : Alumni FEB Undip yang Membawa Kalingga Jati Furniture Menembus Pasar Global

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menghadirkan kisah inspiratif alumninya melalui perjalanan Rensi Eka Prasttistia, S.E., seorang wirausahawan muda yang berhasil membawa perusahaan keluarga bangkit dan berkembang hingga menjadi salah satu eksportir furnitur terkemuka di Jepara. Kiprahnya menunjukkan bahwa inovasi, keberanian mengambil keputusan, dan semangat pantang menyerah merupakan bekal penting dalam membangun bisnis yang berdaya saing global. Lahir di Jepara, Rensi Eka Prasttistia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro sebelum melanjutkan studi Magister Administrasi Bisnis di Universitas Gadjah Mada. Kombinasi keilmuan di bidang ekonomi, manajemen, dan administrasi bisnis menjadi fondasi yang memperkuat kapasitasnya dalam mengelola perusahaan serta menghadapi dinamika dunia usaha yang terus berkembang. Sebagai Wakil Direktur CV Kalingga Jati Furniture, Rensi bergabung dengan bisnis keluarga pada masa yang penuh tantangan. Saat itu, perusahaan tengah menghadapi kondisi yang sulit dengan jumlah tenaga kerja yang terus menurun dan aktivitas bisnis yang belum stabil. Berbekal strategi bisnis yang adaptif serta komitmen untuk melakukan pembenahan, ia bersama tim berhasil menghidupkan kembali perusahaan hingga berkembang pesat. Di bawah kepemimpinannya, CV Kalingga Jati Furniture berhasil bertransformasi dari perusahaan dengan sekitar 30 karyawan menjadi industri furnitur yang mempekerjakan lebih dari 800 tenaga kerja. Rensi juga mendorong modernisasi model bisnis dan memperluas jaringan pemasaran ke pasar internasional, sehingga produk-produk furnitur Jepara mampu menembus berbagai negara di Eropa dan Amerika Serikat. Berkat pencapaian tersebut, CV Kalingga Jati Furniture kini dikenal sebagai salah satu 10 eksportir furnitur terbesar di Jepara. Perjalanan Rensi Eka Prasttistia menjadi bukti bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat menjadi landasan dalam membangun inovasi dan menghadirkan dampak nyata bagi dunia usaha. Kiprahnya sebagai alumni FEB Undip mencerminkan semangat kewirausahaan, kepemimpinan, serta keberanian menghadapi tantangan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Kisah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip untuk terus berinovasi, mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi bagi kemajuan dunia bisnis dan perekonomian Indonesia. sumber : Universitas Diponegoro
Alumni FEB Undip Primadi Wahyuwidagdo Soerjosoemanto Bangun Kolaborasi Internasional di Bidang Perdagangan, Investasi, dan Pendidikan Global

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus melahirkan alumni yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya adalah Primadi Wahyuwidagdo Soerjosoemanto, alumni FEB Undip yang dikenal melalui kiprahnya dalam pengembangan perdagangan internasional, investasi global, pendidikan, serta kolaborasi lintas negara. Melalui berbagai inisiatif yang dijalankannya, Primadi turut membangun jejaring kerja sama yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai institusi dan pemangku kepentingan di tingkat global. Sebagai Alumni FEB Undip, Primadi menunjukkan bahwa kompetensi di bidang ekonomi dan bisnis dapat menjadi modal penting untuk menjawab tantangan dunia yang semakin terhubung. Perjalanan profesionalnya berfokus pada upaya mempertemukan sektor pendidikan, dunia usaha, organisasi internasional, hingga investor dalam berbagai bentuk kerja sama yang mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, serta pertukaran pengetahuan antarnegara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendirian BI International pada tahun 2008. Sebagai Co-Founder, President, dan Principal Partner, Primadi mengembangkan perusahaan tersebut menjadi mitra strategis dalam bidang perdagangan internasional dan investasi. Di bawah kepemimpinannya, BI International membantu membangun berbagai kolaborasi bisnis dan ekonomi lintas negara yang mempertemukan pelaku usaha, institusi pendidikan, organisasi, serta investor dari berbagai kawasan dunia. Kehadiran perusahaan tersebut menjadi salah satu wujud nyata kontribusi alumni Universitas Diponegoro dalam memperkuat jejaring internasional yang mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya berkiprah dalam sektor bisnis dan investasi, Primadi juga aktif mendorong pengembangan generasi muda melalui keterlibatannya dalam AIESEC, organisasi kepemudaan internasional terbesar di dunia. Melalui organisasi tersebut, ia mendukung pengembangan kepemimpinan, kolaborasi lintas budaya, serta pemberdayaan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan dinamika global. Baginya, pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu berkolaborasi, berinovasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Kisah Primadi Wahyuwidagdo Soerjosoemanto menjadi salah satu contoh bagaimana Alumni FEB Undip dapat mengambil peran strategis di tingkat internasional. Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi global, kemampuan membangun jejaring, menjembatani perbedaan budaya, serta menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan menjadi kompetensi yang semakin penting. Melalui kiprahnya di bidang perdagangan internasional, investasi global, dan pendidikan, Primadi membuktikan bahwa lulusan FEB Undip memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan global sekaligus membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Perjalanan tersebut juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan internasional, serta membangun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari ruang kuliah di FEB Undip hingga jejaring global, Primadi menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang menciptakan kontribusi nyata yang mampu menghubungkan Indonesia dengan dunia.
Alumni FEB Undip Berkiprah di Industri Energi Nasional, Hanny Retno Hapsari Jabat VP Finance & Treasury PT Elnusa Tbk

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan kiprah alumninya di tingkat nasional melalui perjalanan profesional Hanny Retno Hapsari, alumni Program Studi Akuntansi FEB Undip, yang saat ini menjabat sebagai Vice President Finance & Treasury PT Elnusa Tbk. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang corporate strategy, corporate finance, corporate transaction, dan subsidiaries management, Hanny telah menempati berbagai posisi strategis di lingkungan PT Elnusa Group. Sebelum menjabat sebagai VP Finance & Treasury, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi penting, di antaranya Director of Finance & Administration PT Elnusa Petrofin serta VP Strategic Planning & Corporate Management PT Elnusa Tbk. Perjalanan karier tersebut didukung oleh latar belakang akademik yang kuat. Hanny menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi di Universitas Diponegoro dan melanjutkan studi Magister Finance di Universitas Prasetiya Mulya. Selain itu, ia juga memiliki sertifikasi profesional, di antaranya Certified Risk Professional (CRP) dari BNSP dan Certified Professional in Organization Development (CPOD). Atas kontribusinya di bidang keuangan korporasi, Hanny meraih penghargaan Best CFO dari SWA Media pada tahun 2023. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan organisasi dan mentoring profesional, termasuk keterlibatannya di AIESEC Indonesia. Capaian Hanny Retno Hapsari menjadi representasi kontribusi alumni FEB Undip dalam industri energi dan keuangan nasional sekaligus diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan profesionalisme di tingkat global.
Kiprah Alumni FEB Undip dalam Pemerintahan Daerah: Balqis Diab

Balqis Diab (lahir 22 Juli 1970) adalah politikus Partai Golongan Karya yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Pekalongan masa jabatan 2025–2030. Ia menjabat sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Ia merupakan istri dari Wali Kota Pekalongan Muhammad Basyir Ahmad Syawie. Balqis sempat menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pekalongan. Balqis menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Unikal tahun 1993, kemudian melanjutkan kembali Sarjana Agama Islam di IAIN Walisongo Semarang dan lulus tahun 1996. Tahun 2009, Balqis berhasil meraih gelar Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis di Universitas Diponegoro. Berpasangan dengan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., Balqis berhasil memenangkan pemilu tahun 2024 untuk menjadi pasangan walikota dan wakil walikota Pekalongan. sumber : undip
Esther Sri Astuti: Dari Alumni Sarjana Ekonomi FEB Undip Menjadi Direktur Eksekutif INDEF

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menunjukkan kontribusinya dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang berkiprah di tingkat nasional. Salah satu sosok inspiratif tersebut adalah Dr. Esther Sri Astuti Soeryaningrum Agustin, S.E., M.S.E., Ph.D., alumni Program Studi Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang saat ini dipercaya menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), salah satu lembaga kajian ekonomi paling berpengaruh di Indonesia. Perjalanan Esther menjadi bukti bahwa lulusan FEB Undip tidak hanya mampu berkarier di dunia bisnis dan pemerintahan, tetapi juga berkontribusi sebagai pemikir dan penggerak kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Berawal dari bangku kuliah Program Studi Sarjana Ekonomi Universitas Diponegoro, Esther mengembangkan ketertarikan yang kuat terhadap isu-isu pembangunan ekonomi, perdagangan internasional, dan kebijakan publik. Fondasi keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FEB Undip menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik dan profesionalnya. Sebagai bagian dari tradisi akademik Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB Undip, ia tumbuh dengan semangat untuk memahami berbagai persoalan ekonomi secara kritis dan berbasis data. Semangat belajar tersebut membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan magister, Esther berhasil meraih gelar doktor dari Maastricht University, Belanda. Pengalaman akademik internasional tersebut memperkaya perspektifnya dalam memahami berbagai tantangan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun global. Karier profesional Esther berkembang melalui perpaduan antara aktivitas akademik, penelitian, dan advokasi kebijakan. Ia dikenal sebagai ekonom yang aktif meneliti berbagai isu strategis seperti pembangunan ekonomi, industri, perdagangan, ketahanan pangan, hingga transformasi ekonomi nasional. Konsistensinya dalam menghasilkan kajian yang relevan dan berbasis bukti menjadikannya salah satu ekonom yang banyak menjadi rujukan dalam diskursus kebijakan publik di Indonesia. Sejak bergabung dengan INDEF pada tahun 2008, Esther terus menunjukkan dedikasi dalam mengembangkan riset ekonomi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional. Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun sebagai peneliti ekonomi, khususnya pada bidang pertanian dan pangan, ia dipercaya memimpin INDEF sebagai Direktur Eksekutif. Amanah tersebut menempatkannya pada posisi strategis untuk mengarahkan berbagai kajian dan rekomendasi kebijakan yang menjadi referensi bagi pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat luas. Perjalanan Esther Sri Astuti menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari posisi di korporasi atau pemerintahan. Menjadi pemikir, peneliti, dan penggerak kebijakan publik juga merupakan bentuk kepemimpinan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.
