Success Story

Riwayat Berdirinya Universitas Diponegoro

Kegiatan Fakultas

Alumni FEB Undip Berkiprah di Industri Energi Nasional, Hanny Retno Hapsari Jabat VP Finance & Treasury PT Elnusa Tbk

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan kiprah alumninya di tingkat nasional melalui perjalanan profesional Hanny Retno Hapsari, alumni Program Studi Akuntansi FEB Undip, yang saat ini menjabat sebagai Vice President Finance & Treasury PT Elnusa Tbk. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang corporate strategy, corporate finance, corporate transaction, dan subsidiaries management, Hanny telah menempati berbagai posisi strategis di lingkungan PT Elnusa Group. Sebelum menjabat sebagai VP Finance & Treasury, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi penting, di antaranya Director of Finance & Administration PT Elnusa Petrofin serta VP Strategic Planning & Corporate Management PT Elnusa Tbk. Perjalanan karier tersebut didukung oleh latar belakang akademik yang kuat. Hanny menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi di Universitas Diponegoro dan melanjutkan studi Magister Finance di Universitas Prasetiya Mulya. Selain itu, ia juga memiliki sertifikasi profesional, di antaranya Certified Risk Professional (CRP) dari BNSP dan Certified Professional in Organization Development (CPOD). Atas kontribusinya di bidang keuangan korporasi, Hanny meraih penghargaan Best CFO dari SWA Media pada tahun 2023. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan organisasi dan mentoring profesional, termasuk keterlibatannya di AIESEC Indonesia. Capaian Hanny Retno Hapsari menjadi representasi kontribusi alumni FEB Undip dalam industri energi dan keuangan nasional sekaligus diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan profesionalisme di tingkat global.

Alumni FEB Undip Berkiprah di LPS, Wening Cahyaningtyas Jabat Treasury Group Director

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali mencatat kiprah alumninya di tingkat nasional melalui perjalanan karier Wening Cahyaningtyas, alumni Program Studi Akuntansi FEB Undip, yang saat ini menjabat sebagai Treasury Group Director di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan pengalaman profesional lebih dari dua dekade, Wening memiliki kompetensi di bidang treasury management, strategic planning, risk management, serta tata kelola keuangan institusi. Dalam perannya di LPS, ia bertanggung jawab terhadap pengelolaan treasury, strategi pendanaan, investasi, serta penguatan ketahanan finansial lembaga. Sebelum menempati posisi tersebut, Wening juga pernah menjabat sebagai Division Head of Corporate Performance and Reporting serta Division Head of Strategic Planning di LPS. Selain itu, ia memiliki pengalaman profesional di Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam pengembangan standar akuntansi dan sertifikasi profesi akuntan. Dalam bidang akademik, Wening menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi di FEB Undip, kemudian melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) in Global Financial Services di Coventry University of London serta Master of Law (MH) in Business Law di Universitas Gadjah Mada. Ia juga merupakan Registered Accountant yang terdaftar di Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Capaian tersebut menjadi representasi kontribusi alumni FEB Undip dalam sektor keuangan nasional sekaligus diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi akademik, profesionalisme, dan daya saing global.

Success Story Prof. Mohamad Nasir : Dari Kampus ke Kabinet, Mengabdi untuk Negeri

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah salah satu alumninya, Prof. Mohamad Nasir, Ak., M.Si., Ph.D., sosok akademisi dan negarawan yang menapaki perjalanan karier dari dunia kampus hingga level kebijakan nasional. Perjalanan beliau mencerminkan nilai-nilai utama Universitas Diponegoro—intelektualitas, integritas, dan pengabdian—yang terinternalisasi kuat dalam setiap peran yang dijalani, baik sebagai pendidik, pemimpin akademik, maupun pejabat negara. Lahir di Ngawi, Jawa Tengah, pada 27 Juni 1960, Prof. Mohamad Nasir menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Semangat akademiknya kemudian membawanya melanjutkan studi magister di Universitas Gadjah Mada dan pendidikan doktoral di Universiti Sains Malaysia. Karier akademik beliau dimulai di almamater tercinta sebagai dosen FEB Undip, sebelum dipercaya mengemban amanah strategis sebagai Dekan FEB Undip dan selanjutnya terpilih sebagai Rektor Universitas Diponegoro. Pengabdian Prof. Mohamad Nasir tidak berhenti di ranah akademik. Pada tahun 2014, beliau dipercaya oleh Presiden Republik Indonesia untuk menjabat sebagai Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja periode 2014–2019. Dalam peran tersebut, beliau berkontribusi aktif dalam memperkuat tata kelola pendidikan tinggi dan riset nasional, mendorong sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah, serta mengakselerasi pengembangan inovasi berbasis riset di Indonesia. Sebagai Guru Besar di bidang Akuntansi Perilaku dan Manajemen Akuntansi FEB Undip, Prof. Mohamad Nasir terus berperan dalam pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Kiprahnya menjadi teladan bagi sivitas akademika bahwa pencapaian akademik sejati tidak hanya diukur dari prestasi personal, tetapi juga dari kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara. Kisah Prof. Mohamad Nasir menegaskan bahwa FEB Undip telah melahirkan alumni yang mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa. Dari ruang kelas hingga kabinet negara, perjalanan beliau menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip untuk terus berkomitmen pada keunggulan akademik, kepemimpinan berintegritas, dan pengabdian bagi Indonesia.

SUCCESS STORY : Imam Apriyanto Putro dan Kepemimpinan Nasional di PT Pupuk Indonesia

Imam Apriyanto Putro merupakan alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) yang menorehkan karier panjang dan strategis di sektor pemerintahan serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), holding BUMN pupuk nasional yang memiliki peran krusial dalam ketahanan pangan Indonesia. Lahir di Cilacap pada tahun 1964, Imam Apriyanto Putro menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Manajemen di Universitas Diponegoro, Semarang, pada tahun 1988. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Manajemen di Sekolah Tinggi Ekonomi IBII Jakarta, yang diselesaikannya pada tahun 2000, guna memperkuat kompetensi manajerial dan kepemimpinannya. Karier profesional Imam Apriyanto Putro diawali di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, tempat ia mengabdi selama lebih dari dua dekade, yakni pada periode 1991–2013. Di lingkungan Kementerian Keuangan, ia menduduki berbagai posisi strategis, antara lain sebagai Kepala Seksi Analis Pendanaan dan Sumber Daya (1993–2010) serta Asisten Deputi Bidang Penelitian dan Informasi (2010–2012). Pengalaman panjang tersebut membentuk fondasi kuat dalam pengelolaan keuangan negara dan perumusan kebijakan publik. Selanjutnya, ia dipercaya mengemban jabatan Kepala Biro Perencanaan dan Sumber Daya Manusia (2012–2019) serta Sekretaris Kementerian BUMN Republik Indonesia (2013–2019). Dalam periode tersebut, Imam Apriyanto Putro juga menjalankan peran penting di sektor korporasi negara, antara lain sebagai Wakil Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada tahun 2015–2019. Pengalaman lintas sektor pemerintahan dan korporasi BUMN mengantarkannya pada posisi kepemimpinan di industri pupuk nasional. Ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang pada periode 2020–2022, sebelum kemudian dipercaya sebagai Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak 19 November 2019. Kiprah Imam Apriyanto Putro mencerminkan kontribusi nyata alumni FEB Undip dalam mengisi posisi strategis di tingkat nasional. Perjalanannya menunjukkan bagaimana fondasi akademik di bidang ekonomi dan manajemen, yang diperoleh di Undip, dapat bertransformasi menjadi kepemimpinan yang berdampak langsung pada pengelolaan BUMN dan pembangunan sektor strategis negara.

Alumnus FEB Undip Fina Eliani Kembali Terpilih sebagai Direktur PT Timah Tbk

Fina Eliani, alumnus Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah terpilih sebagai Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PT Timah Tbk. Fina menempuh pendidikan di FEB Undip sejak tahun 2000 dan berhasil menyelesaikan studi Sarjana (S-1) pada tahun 2004. Perjalanan karier Fina mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan, profesionalisme, dan integritas yang menjadi dasar pembentukan karakter di FEB Undip. Dengan pengalaman panjang di dunia keuangan dan manajemen risiko, ia terus menunjukkan dedikasi dalam mengelola tantangan bisnis yang kompleks dengan visi yang berorientasi pada keberlanjutan perusahaan. FEB Undip mengucapkan selamat kepada Fina Eliani atas pencapaiannya. Semoga amanah yang diemban membawa kesuksesan yang lebih besar dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus berkarya dan berkontribusi pada kemajuan bangsa.

SUCCESS STORY ALUMNI FEB UNDIP : Dari Bangku Kuliah Menuju Kepemimpinan Nasional di BUMN

Saiful Bahri, Direktur Operasional Perum Peruri, merupakan alumni Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (UNDIP) angkatan 1994. Ia bekerja di Aneka Ilmu sebagai manajer pemasaran selama 9 tahun. Menjadi Direktur Operasi di Perum Peruri, Saiful Bahri adalah manajer pemasaran selama 9 tahun. Lahir di Cilacap, pada tahun 1971, Saiful Bahri lulus dengan gelar Diploma Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) pada tahun 1994. Lima tahun kemudian, pada tahun 1999, ia mengejar gelar Sarjana di fakultas yang sama dan berhasil memperoleh gelar sarjana pada tahun 2001. Di tengah perannya yang menuntut dalam merestrukturisasi keuangan BUMN di ambang kehancuran, ia menyelesaikan gelar Magister Manajemen Bisnis di Institut Pertanian Bogor, IPB, pada tahun 2014. Saat ini beliau sedang menempuh Program Doktor (Ph.D.) di lembaga yang sama, Sekolah Bisnis IPB, dengan fokus pada Manajemen Strategis. Saiful Bahuri memulai karirnya pada tahun 1994 sebagai staf pemasaran di Aneka Ilmu, sebuah perusahaan penerbitan dan percetakan di Semarang. Dia bekerja hingga menjadi Manajer Pemasaran sebelum pindah ke Jakarta pada tahun 2002. Di sana, beliau bergabung dengan Ganeca Exact Group (GE), di mana beliau memainkan peran kunci dalam revitalisasi perusahaan, memegang posisi seperti Direktur Pemasaran (2002-2006) dan CEO PT Widya Pustaka (2006-2008). Sejak 2017, Saiful Bahri menjabat sebagai Direktur Operasi di Perum Peruri (Perusahaan Percetakan dan Percetakan Negara Indonesia). Dia mengawasi pasokan mata uang rupiah ke Bank Indonesia, memastikan standar keamanan tinggi untuk mencegah pemalsuan, dan mengatasi tantangan seperti pergeseran ke arah pembayaran digital. Beliau juga pernah memegang peran kepemimpinan lainnya, termasuk Chairman PT Peruri Property (2018-2020) dan PT Kertas Padalarang (2020-sekarang).

Alumnus Success Story : Kepemimpinan Publik Berbasis Profesionalisme dan Prestasi

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) turut bangga atas kiprah Dr. H. Hendrar Prihadi, S.E., M.M., atau yang akrab disapa Mas Hendi, sosok pemimpin publik nasional yang konsisten menunjukkan dedikasi dan kinerja unggul dalam berbagai jabatan strategis. Perjalanan karier beliau mencerminkan perpaduan antara kapasitas akademik, kepemimpinan, dan komitmen kuat dalam tata kelola pemerintahan yang profesional dan berdampak bagi masyarakat. Dr. Hendrar Prihadi menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada periode 2022–2024. Sebelumnya, beliau mengemban amanah sebagai Wali Kota Semarang selama dua periode, yakni 2016–2021 dan 2021–2022, serta pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Semarang pada periode 2010–2013. Kepemimpinannya di tingkat daerah dikenal progresif dan berorientasi pada pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta pembangunan kota yang inklusif. Dari sisi akademik, Dr. Hendrar Prihadi menempuh pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Katolik Soegijapranata pada tahun 1997, kemudian melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Diponegoro dan lulus pada tahun 2002. Komitmennya terhadap pengembangan keilmuan berlanjut hingga jenjang doktoral di Universitas Diponegoro, yang berhasil diselesaikan pada tahun 2021 dengan predikat cumlaude. Latar belakang akademik inilah yang menjadi fondasi kuat dalam setiap kebijakan dan keputusan strategis yang diambil sepanjang kariernya. Berbagai capaian prestasi turut mengiringi kiprah beliau. Pada tahun 2019, Dr. Hendrar Prihadi dianugerahi penghargaan Asia Best Mayor of the Year 2019 dalam ajang Asia Global Award oleh Asia Global Council, sebagai bentuk apresiasi atas kegigihan, inovasi, dan kontribusinya dalam pembangunan Kota Semarang. Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kota Semarang juga meraih sejumlah penghargaan bergengsi, antara lain dari European Society for Quality Research (ESQR) dalam kategori inisiasi strategi manajemen organisasi, penghargaan Gold Infrastruktur dari Indonesia Attractiveness Index (IAI) 2019, serta predikat Kota Layak Anak yang diraih tiga kali berturut-turut. Kisah Dr. H. Hendrar Prihadi menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FEB Undip bahwa penguasaan ilmu ekonomi dan manajemen, ketika dipadukan dengan integritas serta kepemimpinan yang visioner, mampu melahirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. Perjalanan beliau menegaskan peran pendidikan tinggi sebagai fondasi penting dalam mencetak pemimpin publik yang berdaya saing dan berorientasi pada kemajuan masyarakat.

SUCCESS STORY : Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, Alumnus Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro

Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.Ak., M.PKP., merupakan salah satu alumni Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) yang menorehkan kiprah strategis di tingkat nasional. Ia dikenal sebagai politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), ekonom, pemerhati kebijakan publik, serta figur yang aktif dalam komunikasi kebijakan pemerintahan. Lahir pada 10 April 1982, Dahnil menempuh pendidikan sarjana di bidang Ilmu Akuntansi Publik di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta. Minatnya pada isu kebijakan publik membawanya melanjutkan studi ke Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP) dengan konsentrasi Desentralisasi Keuangan Pusat dan Daerah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2005. Selama menempuh pendidikan magister, Dahnil juga aktif sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). Setelah menyelesaikan studi S2, ia diterima sebagai Dosen Pegawai Negeri Sipil di Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten, yang semakin memperkuat rekam jejak akademiknya sebagai pendidik dan peneliti di bidang ekonomi dan kebijakan publik. Komitmennya terhadap pengembangan keilmuan mendorong Dahnil melanjutkan studi doktoral di Universitas Diponegoro, Semarang, pada tahun 2018. Di lingkungan akademik Undip, ia mendalami Ilmu Ekonomi dengan perspektif kebijakan publik dan sosial ekonomi, yang kemudian menjadi fondasi penting dalam perannya di ruang publik dan pemerintahan. Pada tahun yang sama, Dahnil dipercaya sebagai Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo–Sandi dalam Pemilihan Presiden 2019. Keputusan tersebut membuatnya mengundurkan diri dari posisi dosen PNS, menandai transisi dari dunia akademik menuju peran strategis dalam komunikasi politik nasional. Pasca Pemilu 2019, Dahnil resmi bergabung dengan Partai Gerindra dan ditunjuk sebagai juru bicara resmi Prabowo Subianto. Seiring pengangkatan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Dahnil dipercaya mengemban amanah sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan bidang Komunikasi Publik, Sosial Ekonomi, dan Hubungan Antarlembaga. Kiprah Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak mencerminkan kontribusi nyata alumni Universitas Diponegoro, khususnya dari disiplin ilmu ekonomi, dalam menjembatani dunia akademik, kebijakan publik, dan kepemimpinan nasional. Prestasi ini sekaligus menegaskan peran FEB Undip dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang berdampak luas bagi masyarakat dan negara.

SUCCESS STORY : Dari Dunia Teknik dan Politik Menuju Kepemimpinan Bisnis Nasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menampilkan kiprah inspiratif alumninya, Ir. Daniel Budi Setiawan, M.M., sosok pemimpin yang menorehkan perjalanan karier lintas sektor, mulai dari teknik, politik, hingga dunia bisnis. Saat ini, beliau menjabat sebagai Ketua Dewan di SIBA Group, salah satu perusahaan transportasi nasional yang terus berkembang. Ir. Daniel Budi Setiawan menempuh pendidikan sarjana di bidang Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1980. Semangatnya dalam memperkuat kompetensi manajerial membawanya melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Diponegoro dan lulus pada tahun 1996. Pendidikan di FEB Undip menjadi fondasi penting dalam membentuk perspektif kepemimpinan dan pengambilan keputusan strategis dalam perjalanan profesionalnya. Karier profesional beliau diawali di dunia teknik sebagai Engineering Manager di Tjokro Bersaudara, sebelum kemudian terjun sebagai wirausahawan. Dedikasi dan pengalaman yang matang mengantarkannya ke dunia politik nasional, dengan dipercaya sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk Daerah Pemilihan Jawa Tengah I pada periode 1999–2004. Selain kiprah politik, Ir. Daniel Budi Setiawan juga memiliki rekam jejak panjang di dunia bisnis. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur SIBA Group hingga tahun 1999 dan Komisaris Utama PT Siba Surya Group. Hingga kini, beliau dipercaya memimpin sebagai Ketua Dewan di SIBA Group, berperan strategis dalam pengembangan perusahaan dan penguatan tata kelola bisnis. Perjalanan karier Ir. Daniel Budi Setiawan mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan, profesionalisme, dan integritas yang sejalan dengan karakter lulusan FEB Undip. Kiprahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni bahwa perpaduan keilmuan, pengalaman lintas sektor, serta komitmen berkelanjutan dapat mengantarkan lulusan FEB Undip berkontribusi nyata di tingkat nasional.

SUCCESS STORY : Arief Witjaksono Juwono Putro, Alumnus FEB Undip 1996

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah alumninya, Arief Witjaksono Juwono Putro, S.E., M.M., M.Hum., C.S.A., AAAK., sosok profesional yang menapaki perjalanan karier panjang dan strategis di sektor jaminan sosial nasional. Dedikasi, kompetensi, serta kepemimpinan yang ia bangun menjadi cerminan kualitas lulusan FEB Undip yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Lahir di Wonosobo pada 10 Mei 1972, Arief Witjaksono menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro dan lulus pada tahun 1996. Semangat pengembangan diri membawanya melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Gadjah Mada (1998), kemudian memperdalam wawasan humaniora melalui program Magister Humaniora di universitas yang sama pada tahun 2007. Kombinasi latar belakang ekonomi, manajemen, dan humaniora membentuk perspektif kepemimpinan yang komprehensif dan berimbang. Karier profesionalnya dimulai di PT Askes (Persero) pada tahun 2000 sebagai staf Kantor Cabang Jawa Tengah. Seiring waktu, ia dipercaya mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Bidang Pengembangan Kemitraan Strategis pada tahun 2008, Kepala Departemen Investasi Langsung pada tahun 2012, hingga Kepala Grup Investasi PT Askes (Persero) pada tahun 2013. Perjalanan karier tersebut menunjukkan konsistensi dan kepercayaan institusi terhadap kapasitas kepemimpinannya. Puncak pengabdian di PT Askes (Persero) ditandai dengan penunjukannya sebagai Deputi Direksi Bidang Treasury dan Investasi pada tahun 2019. Berkat rekam jejak profesional dan integritas yang kuat, pada 22 Februari 2021 Arief Witjaksono Juwono Putro secara resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Direktur BPJS Kesehatan. Amanah tersebut menempatkannya pada peran strategis dalam mengelola sistem jaminan kesehatan nasional yang berdampak langsung bagi jutaan masyarakat Indonesia. Kisah perjalanan Arief Witjaksono Juwono Putro menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FEB Undip bahwa pendidikan yang kuat, pembelajaran berkelanjutan, serta dedikasi dalam pengabdian dapat mengantarkan lulusan untuk berkiprah di tingkat nasional. Dari ruang kuliah hingga jabatan strategis negara, ia membuktikan bahwa alumni FEB Undip siap mengambil peran penting dalam mewujudkan tata kelola publik yang profesional dan berintegritas.