seputar feb

Riwayat Berdirinya Universitas Diponegoro

Kegiatan Fakultas

Strategi Penguatan Sektor Keuangan dan UMKM Menghadapi MEA

Economics Finance Study Club (ECOFINSC) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) mengadakan Seminar Nasional bertema ” Strengthening Strategy Sektor Keuangan dan UMKM Pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN” pada Sabtu, 24 September 2016. Acara yang diadakan di Ball Room Oaktree Emerald Semarang menghadirkan pembicara antara lain Chairul Djumhari (Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UMKM RI), Randi Anto (Direktur Human Capital and Management Asset PT. BRI (Persero), Tbk.), Ceriandri Widuri (Ka.Div.Penjaminan Syariah Jamkrindo) dan Nilam Sari (Owner dan Marketing Director Baba Rafi Indonesia). Tujuan diadakannya Seminar Nasional ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan mahasiswa tentang peranan dan kontribusi UMKM sebagai pendapatan terbesar di Indonesia. Agar UMKM tetap bertahan maka diperlukan perhatian khusus dari pemerintah, lembaga keuangan dan masyarakat. Keempat narasumber yang dihadirkan merupakan tokoh – tokoh terbaik  dalam pengembangan UMKM di Indonesia. Pembicara pertama Chairul Djumhari memaparkan Literasi Koperasi Dalam Integrasi Ekonomi Regional tentang tiga masalah penting dalam resiko likuiditas di Indonesia yaitu menghadapi financial inclusion yang rendah, rendahnya angka financial literasi mengenai pengetahuan UMKM maupun kredit, dan masalah financial depending mengenai keengganan bank. Strategi untuk ketiga masalah tersebut yaitu memperbanyak layanan/outlet akses lembaga keuangan untuk literasi keuangan masyarakat, kerjasama pemerintah dengan perbankan untuk memberikan pelayanan keuangan di daerah terpencil dengan teknologi. Direktur BRI, Randi Anto mengisi presentasi tentang peranan BRI dalam memajukan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu pinjaman kemitraan sampai 20 juta tanpa jaminan. Dengan adanya KUR diharapkan dapat menyerap tenaga kerja melalui wirausaha dan kesempatan berusaha bagi masyarakat umum dan mahasiswa. Pembicara Ketiga Ceriandri Widuri tentang peran Jamkrindo dalam manajemen risiko dan jaminan usaha bagi UMKM. Jamkrindo memberikan dua jenis penjaminan bagi nasabah yaitu penjaminan syariah dan konvensional. Dari pelaku usaha, hadir mengisi Nilam Sari, owner dari Baba Rafi memberikan paparan tentang “Pengembangan Pemasaran Digital  Dalam Memperkuat Pemasaran dan Menambah Daya Saing UMKM”. Nilam yang sudah memiliki gerai Baba Rafi di berbagai negara antara lain Malaysia, Filipina, Brunei, Belanda dan lainnya, memberikan tips agar meningkatkan pemasaran produk sehingga bisa mendunia. “Baba Rafi tetap bangkit dengan inovasi pemasaran produknya”, ungkapnya.

FEB Mengadakan Seminar Terbatas : FGD Peranan Sektor Kemaritiman

Hari Kamis lalu (22/09/2016), Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) mengadakan acara Seminar Terbatas : FGD Peranan Sektor Kemaritiman Dalam Menunjang Pembangunan Ekonomi Yang Berkelanjutan di Ruang Sidang Utama FEB UNDIP, Tembalang. Acara yang terselenggara atas kerja sama antara FEB UNDIP dengan Bank Indonesia (BI) dan APINDO menghadirkan narasumber yaitu Dwi Pranoto (Ka.Dept.Regional II – BI),  Firmansyah, Ph.D. (Akademisi FEB UNDIP) dan Ir. Thomas Darmawan (APINDO – Bidang Perikanan). Seminar Terbatas ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi dan dapat diimplementasikan di lapangan agar dapat memajukan ekonomi berkelanjutan di sektor kemaritiman dan dapat menghasilkan catatan yang berguna untuk pemerintah guna mengambil kebijakan. Acara dilanjutkan dengan diskusi serta penyampaian ide-ide dari peserta seminar dan ditutup dengan kegiatan ramah tamah pembicara dan peserta.

International Office FEB Mengadakan Sharing Day Beasiswa ‘’Achieving Your Dream Through Scholarship’’

Sabtu, 3 September yang lalu Hall Gedung C lantai 4 Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro dipadati oleh mahasiswa yang tertarik untuk mendengarkan informasi dan pengalaman dari narasumber mengenai  beasiswa dan studi  di luar negeri melalui seminar yang bertopik ‘’Achieving Your Dream Through Scholarship’’.   Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Komunikasi dan Bisnis FEB, Dra. Amie Kusumawardhani, MSc., PhD. I Made Andi Arsana, PhD. , dosen FT UGM yang juga penulis berbagai  buku, memotivasi para peserta seminar untuk menjadi warga negara dunia (global citizen)  melalui pendidikan dengan memanfaatkan berbagai beasiswa yang tersedia. Andi menceritakan dirinya sebagai anak desa yang berasal dari keluarga yang miskin tapi berkat kerja keras dan kegigihannya mampu untuk merebut kesempatan mengunjungi berbagai negara dan melanjutkan studinya di Australia dengan beasiswa. Keinginan dan tekad yang kuat disertai dengan usaha keras membuktikan bahwa apa yang tadinya dianggap tidak mungkin menjadi mungkin. Pada kesempatan yang sama, Jaka Aminata, PhD., dosen FEB UNDIP yang baru saja menyelesaikan studi doktoralnya di Le Havre University di Perancis memperkenalkan kesempatan untuk bersekolah di berbagai universitas di Eropa bagi mereka yang mempunyai dana terbatas. Jaka menambahkan bahwa biaya untuk studi di Perancis, negara yang dikenal dengan sistem sosialisnya, relative lebih murah bila dibandingkan dengan studi di negara-negara lain seperti di Australia, Amerika, Inggris dan lain-lain. Sharing pengalaman studi di luar negeri juga dilakukan oleh Nyimas Melia dan Anastasia Angesti, keduanya  dari Departemen Akuntansi FEB Undip, yang memperoleh kesempatan untuk mengikuti summer course di Vrije University di Belanda beberapa waktu yang lalu. Terakhir, 2 (dua) alumni FEB Undip yang berhasil memperoleh beasiswa dari Luar Negeri dan Dalam Negeri (LPDP) menceritakan pengalamannya dalam memperoleh beasiswa tersebut. Dewi Safitri, yang saat ini bekerja di CNN Indonesia, memperoleh beasiswa Chevening untuk  melanjutkan studinya di Inggris. Sedangkan Fahmi Priatna (saat ini bekerja di bank Indonesia) memperoleh beasiswa LPDP melanjutkan studi Master nya di Universitas Indonesia. Antusiasme peserta dalam acara tersebut tidak hanya dilihat dari jumlah peserta yang memenuhi Hall Gedung C FEB UNDIP, tetapi juga dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh mereka. Diharapkan bahwa dengan mengundang para nara sumber ini dapat memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk berusaha keras menggapai mimpi mereka, khususnya untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

DAC Diramaikan Dengan Peserta Mahasiswa Universitas Se-Indonesia

Keluarga Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (KMA FEB UNDIP) melaksanakan kegiatan Diponegoro Accounting Competition (DAC) pada minggu lalu tanggal Kamis – Sabtu, 8 – 10 September 2016. Kegiatan yang merupakan rangkaian dari DASH (Diponegoro Accounting’s Harmony) 2016 ini mengusung tema “Challenge and Prepare Yourself For Glory Era of Accounting“. Digelar di Hall Dekanat FEB UNDIP Lantai 3, Roy Handsend Gultom selaku ketua KMA FEB UNDIP menyampaikan selamat datang kepada 28 tim dari mahasiswa akuntansi universitas yang ada di Indonesia yang telah hadir dalam acara ini. “Semoga peserta dapat berkompetisi dengan baik dan bersainglah untuk mencapai prestasi”, tuturnya. Acara dilanjutkan dengan sambutan Dekan FEB UNDIP, Dr. Suharnomo yang sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, Dr. Suharnomo mempersilakan untuk menikmati kampus FEB UNDIP dan Kota Semarang, semoga memberikan kenangan yang baik dan untuk pelaksanaan kegiatan kompetisi DAC dapat menghasilkan kontribusi ilmu dan gagasan baru guna membangun bangsa. Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan sesi kompetisi yang akan diadakan di dua gedung di kampus FEB UNDIP, Gedung Laboratorium dan Gedung Lab. Kewirausahaan. Di dua kelompok gedung dibagi beberapa tim yang akan melaksanakan presentasi. Untuk acara pada tanggal 9 September 2016 akan diadakan City Tour yaitu dengan tujuan mengenalkan berbagai daya tarik pariwisata yang dimiliki kota Semarang dan pada hari terakhir, 10 September 216 akan dilaksanakan Awarding Night yang diselenggarakan untuk mengumumkan para pemenang acara Diponegoro Accounting Competition (DAC) serta pertemuan peserta dan panitia agar dapat menciptakan hubungan dan kerja sama yang baik di masa depan. Pemenang Diponegoro Accounting Competition 2016 adalah : Juara 1. Trisakti School of Management – Recalculate, Juara 2. Universitas Indonesia – Parahita 3. Trisakti School of Management – Zumba. Selamat kepada para pemenang, Sampai jumpa di kompetisi berikutnya. “Akuntansi!! – Satu Keluarga”.

The 8th Enfution Bertabur Tokoh Inspiratif

Minggu, 4 September 2016, telah terselenggara acara Seminar and Talkshow The 8th Enfution 2016 di Gedung Prof. Soedarto, S.H., Universitas Diponegoro. Tema  yang diangkat pada The 8th Enfution ini yaitu “Youth, Innovation, and Inspires”. Sementara itu, tema yang diangkat dalam Seminar and Talkshow ini yaitu  “Design Your Career, Make Your Own Future”. Tujuan dari diangkatnya tema tersebut yaitu untuk mendorong dan menginspirasi para pemuda untuk turut berpartisipasi dengan lebih aktif dan kreatif dalam perkembangan ekonomi di Indonesia guna menghadapi bonus demografi pada tahun 2030. Seminar and Talkshow tersebut mengundang lima pembicara sekaligus yang dibagi menjadi 2 sesi. Sesi Pertama dengan konsep Seminar diisi oleh Fransiscus Budi Pranata (CFO of Zalora Indonesia dan Indonesian Best CFO 2013 & 2015 by Swa Magz) dan Rahmat Danu Andika (Head of Business Partner of Bukalapak.com), sedangkan untuk sesi kedua dengan konsep Talkshow diisi oleh Danny Syah Aryaputra (CMO of Infia Media Pratama/Dagelan), Arief Muhammad (Founder of Nyunyu.com, Entertainer, YouTuber), dan Keenan Pearce (Co-Founder of Makna Creative). Selain itu acara ini juga diselingi hiburan berupa Tari Saman yang dibawakan UPK Tari FEB Undip, Penampilan dari Economics Voice, dan juga Accoustic Performance dari mahasiswa/i FEB Undip. Acara tersebut juga dihadiri oleh lebih dari 650 peserta yang berasal Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Jakarta, Bandung, Salatiga, dan berbagai daerah lain di Indonesia. Selain peserta, turut hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Perwakilan Gubernur), Dekan FEB UNDIP, Pimpinan PT. Tugu Pratama Indonesia, dan Sekretaris Jurusan Manajemen FEB UNDIP. Acara berjalan dengan lancar dan para peserta terlihat sangat antusias sepanjang berlangsungnya kegiatan. Seminar and Talkshow tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dari The 8th Enfution yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (HMJM FEB Undip), dimana event ini merupakan salah satu event ormawa terbesar dan tertua di FEB Undip. Di tahun kedelapan ini, Enfution diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran mengenai kreativitas dan inovasi yang diperuntukan bagi masyarakat umum dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Acara ini sendiri mendapatkan banyak apresiasi dan pujian dari pihak instansi pemerintahan, fakultas, sponsor, peserta umum, dan berbagai kalangan lainnya.

Mahasiswa S1 Se-Indonesia Berlaga Dalam Diponegoro Business Case Competition 2016

Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) sukses menggelar Diponegoro Business Case Competition (DBCC) 2016. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari, yaitu pada tanggal 1-4 September 2016. Tujuan  diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah di bidang bisnis. Tema yang diangkat dalam DBCC tahun ini ialah “Encourage Yourself to Empower Sustainable Economics Development”. Partisipan dari kegiatan ini merupakan mahasiswa S-1 dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Acara ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu Preliminary Case, Presentation for First Case, Company Visit, Impromptu Case, Insight Session, Field Trip, Seminar, dan Awarding. Pada tahap Preliminary Round diikuti oleh 150 tim dari berbagai universitas di Seluruh Indonesia yang diberikan kasus bisnis global mengenai “Canon Inc.: Ambitious Acquisitions in the Video Surveillance Market”. Kasus yang diberikan harus dipecahkan dalam bentuk paper, kemudian ditindaklanjuti melalui terpilihnya sepuluh tim dengan hasil penilaian paper terbaik dimana tim-tim tersebut di undang ke Semarang. Sepuluh tim yang berhasil masuk final dihari pertama mengikuti Technical Meeting dan Team Bonding. Kemudian di hari kedua, kesepuluh tim ini diminta untuk mempresentasikan Paper mereka di tahap Preliminary kepada para juri dalam Sesi Presentation for First Case dan dilanjutkan dengan kegiatan Company Visit ke PT. Sidomuncul. Setelah itu di hari ketiga mereka kembali di adu pada tahap Impromptu Case, dimana kasus yang diberikan merupakan masalah bisnis yang terjadi di PT. Sidomuncul berdasarkan hasil observasi yang mereka lakukan ketika Company Visit sebelumnya. Solusi dari Impromptu Case yang telah didiskusikan kemudian dituangkan kedalam flipchart masing-masing tim. Selanjutnya, mereka mengikuti Field Trip ke beberapa objek wisata di Semarang dan juga Insight Session yang disi oleh Muhammad Yukka Harlanda (CEO of Brodo Footwear) serta Bapak Idris, S.E., M.Si. (Akademisi FEB Undip). Di hari terakhir, kesepuluh tim ini diikutsertakan dalam acara Seminar and Talkshow The 8th Enfution dan selanjutnya mereka dibawa ke Hotel Muria untuk mengikuti acara Awarding, dimana dalam acara tersebut terdapat persembahan terakhir dari para panitia dan juga pengumuman para pemenang. Hasil DBCC 2016 ini adalah Gelar Juara 1 diraih oleh Tim Greysquad dari Universitas Indonesia, Juara 2 oleh Tim Airlangga dari Universitas Airlangga, Juara 3 oleh Tim The Jefferson dari Universitas Gadjah Mada, dan Best Team diraih oleh Tim UImprove dari Universitas Indonesia. Perlombaan DBCC ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang tergabung dalam rangkaian acara The 8th Enfution 2016 dan total hadiah yang diberikan kepada para pemenang berjumlah $USD 1000.

HMJM FEB UNDIP Mengadakan Management Conference Indonesia (MANCOF) 2016

Bertempat di Balai Diklat Provinsi Jawa Tengah, Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) FEB Undip menyelenggarakan Management Conference Indonesia (Mancof) yang bertajuk “Youth Role in Developing Creative Economy”.  Event yang merupakan salah satu dari rangkaian acara The 8th Enfution ini berlangsung selama 3 hari, yaitu pada tanggal 2-4 Agustus 2016. Kegiatan yang diselenggarakan berupa Forum Konferensi Mahasiswa Manajemen dari seluruh Indonesia dengan topik bahasan utama yaitu tentang Ekonomi Kreatif. Dalam kegiatan ini, acara pertama dibuka dengan pemaparan dan pembekalan materi mengenai Ekonomi Kreatif yang dibawakan oleh Dra. Litani Satyawati selaku Kepala Dinas Koperasi dan UMKM. Selanjutnya dilangsungkan forum konferensi yang diikuti oleh 50 orang delegasi dari berbagai Universitas di Indonesia, dimana selama berlangsungnya forum, dipimpin oleh seorang moderator dan tiga orang panelis. Kelimapuluh delegasi tersebut sebelumnya telah membuat essay yang bertemakan peran pemuda dalam memajukan ekonomi kreatif. Selanjutnya, mereka dibagi ke dalam beberapa tim yang terdiri dari 4-5 orang dari universitas yang berbeda di tiap timnya. Setelah tim terbentuk, mereka diminta untuk menuangkan idenya berdasarkan essay yang telah dibuat secara individual ke dalam bentuk mindmap. Kemudian para tim diberikan kesempatan untuk mempresentasikan gagasannya ke panelis dan para delegasi lainnya yang dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Insight Session yang dibawakan oleh Idris., S.E., M.Si. dengan pemaparan materi mengenai Inovasi Bisnis di bidang Ekonomi Kreatif. Setelah itu, M. Yukka Harlanda juga mengisi Insight Session dengan membagikan pengalamannya sebagai CEO Brodo Footwear dalam mengembangkan bisnisnya yang juga termasuk kedalam bisnis ekonomi kreatif. Para delegasi Mancof juga diberi kesempatan untuk mengikuti Field Trip ke beberapa objek wisata yang ada di Semarang. Dihari terakhir, para delegasi diikutsetakan kedalam puncak rangkaian acara The 8th Enfution yaitu Seminar and Talkshow dan Festival Marketplace. Di penghujung acara, terdapat sesi Awarding dimana diumumkan beberapa penghargaan kepada delegasi Mancof terbaik. Untuk kategori Best Delegates diraih oleh Muhammad Jumadil Ichsan dari Universitas Islam Negeri Jakarta, sedangkan untuk kategori Outstanding Delegates diraih oleh Adhianti Laras dari Universitas Islam Negeri Jakarta, dan untuk kategori The Hounorable Mention diraih oleh Maria Catharina Laras dari Universitas Katholik Soegijapranata Kemudian untuk Best Conference Team didapat oleh Kelompok 10 dengan 4 orang delegasi didalamnya yaitu atas nama Muhammad Jumadil Ichsan (Universitas Islam Negeri Jakarta), Cyntia Tiodora (Universitas Diponegoro), Olivia Shafira Efani (Universitas Diponegoro), dan Fitria Luthfiatu (Universitas Diponegoro). Management Conference Indonesia sendiri sudah terselenggara untuk keduakalinya dimana pada penyelenggaraan pertama, Mancof juga sukses mendatangkan Ketua Dewan Komisioner OJK, CEO PT. Sidomuncul, dan Ketua Perbanas. Acara ini juga merupakan salah satu dari empat sub-event The 8th Enfution. Output dari kegiatan ini akan dijadikan bahan pertimbangan bagi instansi terkait dalam kaitan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Seminar Pengembangan Mata Kuliah Kewirausahaan : Ekosistem Kewirausahaan

Bertempat di Hall Gedung C, FEB UNDIP Tembalang Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro mengadakan Seminar Pengembangan Mata Kuliah Kewirausahaan : Ekosistem Kewirausahaan. Seminar ini menghadirkan narasumber antara lain : Diza Biondi (Biondi Shoes), Gatot Hendraputra (Impala Space) dan Raisa (Bank Mandiri). Melalui seminar ini Ketua KKIB FEB UNDIP Rizal Harimagnadi menyampaikan diharapkan akan adanya pemutakhiran mata kuliah dan pembelajaran kewirausahaan setelah menyerap dan memahami fenomena kewirausahaan terkini. Kegiatan seminar yang dihadiri peserta dari mahasiswa dan pengajar di lingkungan UNDIP. Hasil akhir dari rangkaian seminar kewirausahaan yang diadakan akan menjadi bahan pembuatan modul, artikel atau produk ilmiah dan populer lainnya sebagai bagian dari keberadaan Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis FEB Undip.

MM FEB UNDIP Mengadakan Seminar Pasar Modal Syariah dengan Pembicara Direktur SMF dan Guru Besar FEB UNDIP

Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (MM FEB UNDIP) melaksanakan Seminar Nasional yang bertema Pasar Modal Syariah Sebagai Sumber Pendanaan Perusahaan dan Sarana Investasi pada tanggal 20 Agustus 2016. Seminar Nasional yang dimotori Kelompok Studi Pasar Modal MM FEB UNDIP menghadirkan narasumber yang kompeten yaitu Sutomo dari PT. SMF (Persero) dan Prof. Sugeng Wahyudi (Guru Besar FEB UNDIP). Kegiatan ini disambut oleh Direktur Pascasarjana MM FEB UNDIP, Dr. Susilo Toto R., yang menyampaikan “Seminar ini salah satu bentuk upaya untuk mewujudkan janji kepada mahasiswa untuk membuat mahasiswa menjadi seorang profesional kelak, kegiatan seminar akan diadakan rutin agar dapat  memberikan pengetahuan bagi mahasiswa”. Acara yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna Pascasarjana Undip – Hayam Wuruk ini, dilanjutkan oleh paparan pembicara pertama dari Direktur Pembiayaan dan Sekuritisasi PT. SMF (Persero), Sutomo dengan tema Efek Beragun Aset Syariah Surat Partisipasi (EBAS SP), menjelaskan mengenai kebijakan OJK saat ini terkait Efek Beragun Aset Syariah (EBAS). Efek syariah yang dimaksud adalah efek dalam undang-undang pasar modal dan peraturan pelaksanaan akad serta tata cara dan kegiatan usaha yang menjadi landasan penerbitannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal. Dengan penerbitan EBAS SP tersebut, diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pasar modal syariah di Indonesia dengan cara memperoleh kembali dana yang telah disalurkan ke KPR Syariah oleh perbankan dan akan digantikan dengan dana investor pasar modal yang berjangka panjang sehingga akan mengurangi maturity mismatch dan membantu meringankan resiko pembiayaan untuk bank syariah. Masuk dalam sesi pembicara kedua, Prof. Sugeng Wahyudi menyampaikan beberapa unsur-unsur yang dilarang  dalam konsep syariah yaitu : riba, penipuan, judi dan perdagangan barang terlarang. Unsur – unsur tersebut dapat diketahui dari profil perusahaan yang good governance, social responsibility, sustainability dan behaviour. Prof. Sugeng juga menjelaskan mengapa kurang optimalnya keuntungan dari investasi investor adalah investor harus mampu membaca sinyal arah pasar secara lebih baik, sehingga tidak bertentangan dengan arah dari pasar. Investor juga cenderung melepas saham di daerah gain (risk aversion), sebaliknya investor cenderung memagang saham sangat lama pada zona loss (risk seeking) menurut teori prospek dari Kahneman dan Twersky.