Dua Mahasiswa FEB Undip Raih Silver Medal di Japan Design and Invention Expo 2026

Dua mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro, Bintang Timur (FEB, Ekonomi Islam 2023) dan Moch Maulana Zaki (FEB, Ekonomi Islam 2024), berhasil meraih Silver Medal dalam ajang Japan Design and Invention Expo (JDIE) 2026 yang berlangsung pada 3–4 Juli 2026 di Kansai Airport Conference Hall, Osaka, Jepang. Keduanya menjadi bagian dari Tim Insani, yang beranggotakan mahasiswa lintas fakultas Universitas Diponegoro. Tim tersebut membawa inovasi yang memanfaatkan dunia game Roblox sebagai media pembelajaran interaktif, dengan Bintang Timur dan Moch Maulana Zaki menjadi dua mahasiswa FEB Undip dari Program Studi Ekonomi Islam yang terlibat dalam pengembangan inovasi tersebut. JDIE 2026 merupakan pameran inovasi internasional yang diselenggarakan oleh World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA). Ajang ini mempertemukan peneliti, mahasiswa, dan pelajar dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya inovasi. Selain kompetisi, JDIE juga menghadirkan lokakarya, konferensi internasional, serta seminar yang berkaitan dengan hak kekayaan intelektual dan paten. Pada penyelenggaraan tahun ini, JDIE menghadirkan 328 inovasi dari 23 negara. Kontribusi Mahasiswa Ekonomi Islam dalam Inovasi Berbasis Game Bagi Bintang Timur, keterlibatannya dalam Tim Insani menunjukkan bahwa latar belakang keilmuan tidak menjadi batas untuk berkontribusi dalam pengembangan inovasi teknologi. Sebagai mahasiswa Ekonomi Islam FEB Undip, ia mengambil peran pada aspek pendidikan dan pengembangan konten pembelajaran. Bintang terlibat dalam penyusunan modul pendidikan karakter, mulai dari pengembangan materi, kuis, tahapan pembelajaran dengan tingkat kesulitan yang berjenjang, hingga konsep penyampaian pendidikan karakter secara interaktif melalui Roblox. Kontribusi tersebut diarahkan untuk mengemas nilai-nilai pendidikan karakter ke dalam learning-based game, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif. “Latar belakang saya tidak menjadi batasan untuk bisa berkontribusi dalam inovasi teknologi seperti INSANI. Justru, saya berkontribusi dari sisi pendidikan dan pengembangan konten pembelajaran,” ujar Bintang. Keterlibatan dua mahasiswa FEB Undip dalam Tim Insani juga memperlihatkan ruang kontribusi mahasiswa ekonomi dalam proyek inovasi yang bersifat lintas disiplin. Pengembangan inovasi tidak hanya membutuhkan aspek teknologi, tetapi juga pemahaman terhadap substansi, konten, dan cara menyampaikan pembelajaran kepada pengguna. Membawa Inovasi Mahasiswa Indonesia ke Panggung Internasional Bagi Bintang, pengalaman mengikuti JDIE 2026 memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan inovasi dari berbagai negara. Pertemuan dengan para inovator dari Asia, Eropa, dan berbagai negara lainnya memperluas perspektifnya mengenai perkembangan riset dan teknologi di tingkat internasional. Menurutnya, kesempatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman penting karena inovasi yang dikembangkan mahasiswa Universitas Diponegoro dari Indonesia dapat dipresentasikan dan disandingkan dengan berbagai karya dari negara lain. “Hal tersebut justru menjadi motivasi bagi saya bahwa sebagai mahasiswa Indonesia, kita juga memiliki kesempatan untuk bersaing dan membawa inovasi kita ke tingkat internasional,” ungkapnya. Capaian Silver Medal yang diraih Tim Insani menjadi bagian dari pengalaman akademik dan inovasi mahasiswa Undip di tingkat global. Bagi mahasiswa FEB Undip, pengalaman tersebut juga membuka perspektif bahwa kompetensi di bidang ekonomi dan bisnis dapat dipadukan dengan bidang lain dalam menghasilkan inovasi yang memiliki nilai pembelajaran. Mendorong Mahasiswa Berani Melangkah Pengalaman di JDIE 2026 juga menjadi dorongan bagi Bintang untuk mengajak mahasiswa FEB Undip lebih terbuka terhadap berbagai kesempatan pengembangan diri, termasuk mengikuti kompetisi dan ajang internasional. Menurut Bintang, mahasiswa tidak perlu membatasi diri berdasarkan latar belakang atau asal institusinya. Hal yang lebih penting adalah kemampuan untuk menunjukkan nilai dari diri dan karya yang dibawa. “Jangan takut untuk melangkah. Kita semua punya kesempatan untuk berkembang dan kita juga layak untuk mengikuti kompetisi internasional,” pesannya. Partisipasi mahasiswa FEB Undip dalam ajang internasional seperti JDIE menjadi salah satu ruang pembelajaran di luar kelas yang mempertemukan pengetahuan, kreativitas, kerja lintas disiplin, dan pengalaman global. Capaian tersebut sekaligus memperkaya pengalaman mahasiswa dalam membawa gagasan dan inovasi dari lingkungan kampus ke forum internasional.

Bazaar Ramaikan ESCAPE, Kuliah di FEB Undip Makin Seru dan Penuh Pengalaman

Aktivitas mahasiswa menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman selama menjalani perkuliahan. Selain kegiatan akademik di ruang kelas, berbagai kegiatan kemahasiswaan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, sekaligus membangun pengalaman di lingkungan kampus. Pada 8–10 September 2026, suasana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro turut diramaikan dengan kegiatan bazaar yang diselenggarakan dalam rangka mendukung Entrepreneurship and Capability Through Interest and Talents Parade (ESCAPE) oleh Management Student Association (MSA) FEB Undip. Kehadiran bazaar menjadi salah satu bagian yang melengkapi rangkaian kegiatan ESCAPE. Di sela aktivitas perkuliahan, mahasiswa dapat menikmati berbagai pilihan produk sekaligus memberikan dukungan terhadap aktivitas kewirausahaan yang dikembangkan oleh mahasiswa. ESCAPE menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakat melalui berbagai aktivitas di luar kegiatan akademik. Kehadiran kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa proses pembelajaran di FEB Undip juga berlangsung melalui pengalaman, interaksi, dan keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan kampus. Dengan beragam aktivitas kemahasiswaan yang hadir di lingkungan FEB Undip, pengalaman perkuliahan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Menjadi bagian dari FEB Undip berarti memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang, berkreasi, dan mendapatkan pengalaman yang bermanfaat

FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Pentingnya Literasi Dana Pensiun bagi Mahasiswa

Literasi mengenai dana pensiun menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan kondisi finansial jangka panjang. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kuliah umum hasil kolaborasi FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan yang membahas Literasi Dana Pensiun pada Program Jaminan Pensiun di Indonesia, Senin 07 September 2026 di Hall Gedung C FEB Undip. Kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB Undip, Prof. Harjum Muharam. Dalam sambutannya, Prof. Harjum menyampaikan pengantar mengenai pentingnya mahasiswa memahami berbagai aspek pengelolaan keuangan yang berkaitan dengan perjalanan mereka setelah menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia kerja. Kuliah umum tersebut menghadirkan Dr. Trisna Sonjaya, M.Pd., Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, sebagai narasumber. Kehadiran praktisi dari BPJS Ketenagakerjaan memberikan perspektif mengenai penyelenggaraan jaminan pensiun sekaligus memperluas pemahaman mahasiswa terhadap perlindungan sosial ketenagakerjaan. Bagi mahasiswa bidang ekonomi dan bisnis, pemahaman mengenai dana pensiun tidak berhenti pada pengetahuan tentang program jaminan sosial. Literasi ini berkaitan dengan kemampuan melihat kebutuhan finansial dalam jangka panjang dan mempertimbangkan perlindungan finansial sebagai bagian dari perencanaan kehidupan setelah memasuki dunia profesional. Kolaborasi FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan melalui kegiatan ini juga mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis di bidang jaminan sosial ketenagakerjaan. Pembahasan mengenai Program Jaminan Pensiun diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus membangun kesadaran bahwa perencanaan finansial perlu dipersiapkan sejak awal perjalanan karier. Bagi FEB Undip, penguatan literasi semacam ini menjadi bagian dari pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan akademik, tetapi juga pada kesiapan mahasiswa menghadapi persoalan nyata dalam kehidupan profesional dan ekonomi.

PPK Ormawa BEM FEB Undip Dorong Legalitas UMKM Desa Bejaten melalui Pendampingan NIB

Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip melalui Pilar Titian Wirausaha menggelar kegiatan Pojok Literasi Bijak Usaha dengan tema “Pembuatan NIB melalui OSS“. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026 ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK Desa Bejaten dan pelaku UMKM rumah tangga, dengan tujuan memberikan pendampingan dalam proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas usaha. Kegiatan ini didukung langsung oleh Diskumperindag Kabupaten Semarang dalam bentuk pemateri dan sosialisasi, serta dukungan perangkat dan kelompok PKK Desa berupa sarana dan prasarana keberlangsungan program. Bertempat di Gedung Balai Desa Bejaten, kegiatan dimulai dengan sambutan dari tim PPK Ormawa BEM FEB Undip sekaligus penyampaian tujuan pelaksanaan kegiatan. Sebelum memasuki sesi utama, peserta mengerjakan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mereka mengenai proses pembuatan NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS). Kegiatan inti berupa praktik “Pembuatan NIB melalui OSS” dipandu oleh narasumber dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan, Moh. Abdur Rozaq dan Jazilah. Para peserta didampingi secara langsung dalam proses pendaftaran akun, pengisian data usaha, hingga pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS. Tim PPK Ormawa juga turut mendampingi setiap tahapan agar peserta dapat mengikuti proses pendaftaran dengan baik. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan peserta. Pada pertanyaan mengenai pengertian dan manfaat NIB, jumlah jawaban benar meningkat dari 17 menjadi 29 peserta. Pemahaman bahwa NIB dapat dibuat secara online melalui sistem OSS juga meningkat dari 17 menjadi 29 peserta. Sementara itu, pemahaman bahwa usaha mikro dan kecil dapat memiliki NIB melonjak dari 15 menjadi 30 peserta. Sebagian besar peserta (85%) terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan, aktif bertanya, dan berbagi pengalaman selama sesi berlangsung. Meskipun beberapa peserta mengalami kesulitan dalam mengakses sistem OSS dan melengkapi data yang diperlukan, tim pelaksana memberikan pendampingan secara langsung pada setiap tahapan pendaftaran serta memfasilitasi sesi tanya jawab untuk mengatasi kendala yang dihadapi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip 2026 dengan tajuk “Transformasi Desa Bejaten Menuju Desa Cerdas, Berdaya, dan Berkelanjutan melalui Pojok Literasi MENITI (Mentari Cendekia, Nawasena Tani, Titian Wirausaha)”. Sebagai tindak lanjut, peserta didorong untuk menyelesaikan proses penerbitan NIB hingga memperoleh legalitas usaha serta memanfaatkannya sebagai dasar untuk mengembangkan usaha dan mengakses berbagai program pembinaan UMKM.

EduClass FEB Undip Dorong Mahasiswa Lebih Cakap Mengelola Keuangan dan Mempersiapkan Karier

Literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan setelah perguruan tinggi. Kemampuan mengelola keuangan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga dengan kecakapan menilai pilihan, mempertimbangkan risiko, dan mengambil keputusan secara rasional. Hal tersebut menjadi bahasan dalam EduClass bertema “Literasi Keuangan dan Career Preparation” yang diselenggarakan pada 2 September 2026 di Hall Gedung C FEB Undip. Kegiatan ini menghadirkan Eska Setia Kuncara, Analis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK dan EPK di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah, sebagai narasumber. Turut memberikan sambutan Aulia Vidya Almadana, S.E., M.M., Sekretaris Program Studi Manajemen FEB Undip, dan Luthfi Naim, Branch Manager Astra Credit Companies (ACC) Semarang. Dalam pemaparannya, Eska menempatkan literasi keuangan sebagai kemampuan yang berkaitan langsung dengan kualitas pengambilan keputusan. Pengetahuan mengenai keuangan, menurut materi yang disampaikan, perlu diikuti dengan keterampilan dan keyakinan yang membentuk sikap serta perilaku dalam mengelola keuangan. Data SNLIK yang dipaparkan menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen, sementara Jawa Tengah mencapai 73,83 persen. Persoalan tersebut kemudian dikaitkan dengan perencanaan keuangan dan keputusan investasi. Mahasiswa perlu memahami tujuan keuangan, menentukan prioritas, serta memperhitungkan kondisi dan risiko sebelum menentukan pilihan. Sikap kritis juga diperlukan agar keputusan finansial tidak didasarkan pada keinginan memperoleh keuntungan secara cepat, keputusan tanpa analisis, ataupun penggunaan produk yang legalitasnya belum dipastikan. Perubahan lanskap digital turut memperluas tantangan dalam pengelolaan keuangan. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), misalnya, membuka peluang munculnya bentuk penipuan baru melalui deepfake, voice cloning, impersonation, phishing berbasis AI, hingga bukti dan testimoni yang direkayasa. Dalam konteks tersebut, peserta diperkenalkan pada prinsip ” Waspada, Legal, dan Logis ” sebagai dasar dalam menilai tawaran maupun layanan keuangan yang ditemui. Kecakapan mengambil keputusan secara rasional, mengenali risiko, dan menyusun perencanaan menjadi bagian dari kesiapan memasuki kehidupan profesional. Melalui EduClass ini, literasi keuangan ditempatkan sebagai salah satu kompetensi yang mendukung mahasiswa dalam membangun kemandirian serta merencanakan masa depan secara lebih terukur.

FEB Undip Gelar Kajian Maulid Nabi, Bahas Institusionalisasi Risalah Rasulullah

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar kajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada 27 Agustus 2026 di Masjid At-Taqwa (Maseko) FEB Undip. Mengangkat tema “Rasulullah dan Institusionalisasi Risalah”, kajian menghadirkan Prof. Akhmad Syakir Kurnia sebagai pemateri. Kajian tersebut mengajak sivitas akademika untuk tidak berhenti pada pemaknaan keteladanan Rasulullah SAW secara personal, tetapi juga melihat bagaimana nilai-nilai risalah dapat dihadirkan dalam kehidupan bersama dan lingkungan institusi. Nilai amanah, kepedulian, serta kemanfaatan menjadi bagian penting dalam membangun budaya kelembagaan yang berorientasi pada kebaikan. Melalui kegiatan ini, FEB Undip mendorong agar peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi untuk menerjemahkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW ke dalam sikap dan praktik kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai keislaman dapat terus hadir dalam membentuk lingkungan akademik yang berintegritas dan memberikan kemanfaatan bagi sesama.

FEB Undip dan UNISRI Perkuat Pengembangan Program Studi Bisnis Digital melalui Benchmarking

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menerima kunjungan benchmarking dari Program Studi S-1 Bisnis Digital Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026, di Ruang Sidang Senat FEB Undip. Pertemuan ini menjadi ruang bagi kedua institusi untuk bertukar pengalaman dalam mengembangkan pendidikan Bisnis Digital sekaligus memperkuat tata kelola akademik yang relevan dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha dan industri. Kegiatan dihadiri Putri Oktovita Sari, S.E., MBA., selaku Ketua Program Studi Bisnis Digital UNISRI beserta tim. Dari FEB Undip, hadir Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E., Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan; Dr. Wahyu Meiranto, S.E., Akt., M.Si., Wakil Dekan Sumber Daya; serta Dr. Kardison Lumban Batu, S.E., M.Sc., Ketua Program Studi Bisnis Digital FEB Undip beserta tim. Melalui benchmarking, kedua institusi berbagi pengalaman dan wawasan mengenai pengembangan Program Studi Bisnis Digital, termasuk berbagai aspek yang mendukung penyelenggaraan pendidikan dan tata kelola akademik. Pertukaran praktik dan pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi masing-masing institusi dalam melakukan penguatan dan pengembangan program studi secara berkelanjutan. Bagi FEB Undip, forum semacam ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya berbagi pengetahuan dan memperluas jejaring antarp perguruan tinggi. Kolaborasi dan pertukaran praktik baik menjadi penting untuk memastikan pendidikan Bisnis Digital terus berkembang sejalan dengan perubahan teknologi, kebutuhan industri, serta dinamika dunia kerja.

FEB UNDIP TETAPKAN KETUA DAN SEKRETARIS SENAT PERIODE 2026–2031

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menetapkan kepemimpinan baru Senat Fakultas untuk periode 2026–2031 melalui sidang pemilihan yang berlangsung di Ruang Sidang Senat FEB Undip pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam sidang tersebut, Dr. Mahfudz, S.E., M.T. terpilih sebagai Ketua Senat FEB Undip, sedangkan Mirwan Surya Perdhana, S.E., M.M., Ph.D. dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Senat FEB Undip. Pemilihan diikuti oleh unsur pimpinan fakultas dan departemen yang terdiri atas Dekan, Wakil Dekan, Ketua Departemen, serta Ketua Program Studi. Proses pemilihan berlangsung sebagai bagian dari mekanisme tata kelola fakultas dalam menentukan kepemimpinan Senat untuk lima tahun ke depan. Terpilihnya Dr. Mahfudz menandai estafet kepemimpinan dari Prof. Anis Chariri, S.E., M.Com., Ph.D., Akt., yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Senat FEB Undip periode 2021–2026. Sementara itu, jabatan Sekretaris Senat yang sebelumnya diemban oleh Dr. Mahfudz selanjutnya diteruskan oleh Mirwan Surya Perdhana. Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari keberlanjutan tata kelola akademik yang mendukung pelaksanaan fungsi Senat sebagai salah satu organ penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan fakultas. Senat Fakultas memiliki peran strategis dalam memberikan pertimbangan dan masukan terhadap berbagai kebijakan akademik, menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan, serta mendukung pengembangan institusi sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik. Melalui kepemimpinan baru ini, FEB Undip diharapkan terus memperkuat perannya dalam mewujudkan lingkungan akademik yang unggul, adaptif, dan berintegritas. Keluarga besar FEB Undip mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Mahfudz, S.E., M.T. sebagai Ketua Senat FEB Undip dan Mirwan Surya Perdhana, S.E., M.M., Ph.D. sebagai Sekretaris Senat FEB Undip periode 2026–2031. Amanah yang diemban diharapkan semakin memperkuat sinergi sivitas akademika dalam mendukung kemajuan FEB Undip sebagai fakultas yang unggul dan bereputasi di tingkat nasional maupun internasional.

MAHASISWA FEB UNDIP RAIH EMPAT MEDALI EMAS DI KEJUARAAN INTERNASIONAL SPEED ROLLER SKATING DI CHINA

Muhamad Athaya Rizky Prasetya mengharumkan nama Indonesia dan FEB Undip melalui empat Medali Emas pada ajang Belt and Road China–ASEAN City Speed Roller Skating. Empat medali emas dibawa pulang Muhamad Athaya Rizky Prasetya dari ajang Belt and Road China – ASEAN City Speed Roller Skating Invitational 2026 di China. Mahasiswa Program Studi S-1 Bisnis Digital FEB Undip tersebut mendominasi nomor-nomor sprint dan mengantarkan Indonesia meraih hasil membanggakan pada kejuaraan internasional yang berlangsung pada 4–11 Agustus 2026. Empat medali emas tersebut diraih Athaya pada nomor Senior Men 200 Meter, Senior Men 500 Meter + Distance, Senior Men 1.000 Meter, serta Sprint Relay bersama tim Indonesia. Dominasi di nomor-nomor sprint tersebut menempatkan Athaya sebagai salah satu atlet terbaik pada kejuaraan yang mempertemukan atlet sepatu roda dari berbagai negara di kawasan Asia. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB Undip mampu mengembangkan prestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di tingkat internasional melalui olahraga. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Athaya mampu menjaga konsistensi latihan hingga berhasil membawa pulang empat medali emas sekaligus mengharumkan nama Indonesia dan Universitas Diponegoro di panggung internasional. Prestasi Athaya turut mencerminkan semangat mahasiswa FEB Undip untuk terus berprestasi di berbagai bidang. Dukungan terhadap pengembangan potensi akademik maupun nonakademik menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran di FEB Undip dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing global, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

FEB UNDIP SAMBUT 1.334 MAHASISWA BARU PROGRAM SARJANA TAHUN AKADEMIK 2026/2027

Sebanyak 1.334 mahasiswa baru Program Sarjana resmi memulai perjalanan akademik di FEB UNDIP melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyambut 1.334 mahasiswa baru Program Sarjana Tahun Akademik 2026/2027 yang resmi memulai perjalanan akademiknya melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Senin (10/8). Kehadiran ribuan mahasiswa baru ini menjadi awal terbentuknya generasi baru yang akan menempuh proses pembelajaran, mengembangkan karakter, serta membangun kompetensi sebagai calon ekonom, akuntan, dan pelaku bisnis masa depan. Dalam sambutannya, Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., menyambut kehadiran para mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Kampus Kuning. Ia mengajak seluruh mahasiswa memanfaatkan setiap kesempatan selama berkuliah untuk memperkaya wawasan, mengasah kepemimpinan, serta membangun jejaring. Menurutnya, pengalaman di bangku kuliah akan menjadi bekal penting untuk melahirkan lulusan yang berintegritas, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sebagai gerbang awal kehidupan di perguruan tinggi, PKKMB menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, nilai-nilai kemahasiswaan, serta lingkungan belajar di FEB Undip. Melalui berbagai sesi yang disiapkan, mahasiswa diperkenalkan pada sistem pembelajaran, layanan akademik, etika kehidupan kampus, hingga berbagai peluang pengembangan diri yang dapat diikuti selama menempuh pendidikan di FEB Undip. Pada tahun 2026, FEB UNDIP menerima 1.334 mahasiswa baru yang tersebar di lima program studi sarjana, terdiri atas 376 mahasiswa Program Studi S-1 Akuntansi, 120 mahasiswa Program Studi S-1 Bisnis Digital, 287 mahasiswa Program Studi S-1 Ekonomi, 177 mahasiswa Program Studi S-1 Ekonomi Islam, dan 374 mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen. Bertambahnya keluarga besar FEB UNDIP menjadi momentum untuk menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif, kolaboratif, dan inovatif. Melalui proses pendidikan yang mengintegrasikan keunggulan akademik, pengembangan karakter, serta pengalaman kemahasiswaan, FEB Undip terus berupaya menyiapkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi bagi dunia usaha, masyarakat, dan pembangunan bangsa.