FEB Undip Jajaki Kerja Sama Mobilitas Akademik Bidang Ilmu Ekonomi dengan College of Social Sciences NCCU Taiwan

Taipei – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus memperkuat jejaring internasional melalui penjajakan kerja sama strategis dengan College of Social Sciences, National Chengchi University (NCCU), Taiwan, khususnya dalam pengembangan bidang ilmu ekonomi. Pertemuan berlangsung di General Building, College of Social Sciences, National Chengchi University pada Selasa, 14 Juli 2026. Delegasi FEB Undip dipimpin oleh Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, didampingi Koordinator Bidang Reputasi, Kerja Sama, dan Konektivitas Global, Aktsar Hamdi Tsalits, Ph.D. Sementara itu, delegasi College of Social Sciences NCCU diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Riset, Prof. Tzu-Chin Lin, serta Direktur International Master Program on Applied Economics, Prof. Wen-Chieh Wu. Pertemuan tersebut menghasilkan pembahasan mengenai peluang kerja sama internasional yang pada tahap awal akan difokuskan pada program mobilitas dosen dan mahasiswa di bidang ilmu ekonomi, baik inbound maupun outbound. Untuk program staff mobility inbound, FEB Undip mengundang para profesor bidang ekonomi dari College of Social Sciences NCCU untuk berkontribusi sebagai guest lecturer dalam program Undip Global Classroom, serta sebagai visiting professor maupun adjunct professor di FEB Undip. Sebagai bentuk timbal balik, NCCU juga membuka kesempatan bagi dosen FEB Undip, khususnya dari Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, untuk mengikuti program visiting researcher maupun visiting lecturer di National Chengchi University. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik dosen sekaligus mendorong kolaborasi riset internasional di bidang ekonomi. Selain mobilitas dosen, kedua institusi juga menjajaki kerja sama student mobility melalui skema Credit Transfer System (CTS). NCCU membuka peluang bagi mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi FEB Undip untuk mengikuti perkuliahan di NCCU, sementara FEB Undip juga menawarkan kesempatan bagi mahasiswa bidang ekonomi dari NCCU untuk mengikuti perkuliahan melalui program credit transfer di FEB Undip. Kedua institusi berharap kolaborasi awal yang berfokus pada mobilitas akademik di bidang ilmu ekonomi ini dapat menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih luas di masa mendatang, termasuk pengembangan program double degree, kolaborasi penelitian, penyelenggaraan seminar internasional, serta berbagai bentuk kerja sama akademik lainnya. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam memperluas kemitraan global sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian yang berdaya saing internasional.

Fairid Naparin, S.E.: Alumni FEB Undip yang Kembali Dipercaya Memimpin Kota Palangka Raya

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali mencatat kiprah membanggakan alumninya melalui perjalanan Fairid Naparin, S.E., yang saat ini mengemban amanah sebagai Wali Kota Palangka Raya untuk periode 2025–2030. Sebelumnya, Fairid juga memimpin Kota Palangka Raya pada periode 2018–2023, menjadikannya sebagai salah satu alumni FEB Undip yang terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kepemimpinan di sektor pemerintahan. Lahir di Palangka Raya pada 28 Agustus 1985, Fairid menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Pada tahun 2008, ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan meraih gelar Sarjana Ekonomi. Bekal akademik yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FEB Undip menjadi fondasi dalam membangun kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, serta pemahaman mengenai tata kelola organisasi dan pembangunan daerah. Karier Fairid di dunia pemerintahan berkembang melalui berbagai peran strategis hingga dipercaya masyarakat untuk memimpin Kota Palangka Raya. Pada Pemilihan Wali Kota Palangka Raya 2018, ia terpilih sebagai Wali Kota setelah memperoleh dukungan mayoritas masyarakat. Kepercayaan tersebut kembali diberikan pada Pemilihan Wali Kota Palangka Raya 2024, ketika Fairid bersama Achmad Zaini berhasil memenangkan kontestasi dan kembali memimpin Kota Palangka Raya untuk periode 2025–2030. Selain menjalankan tugas sebagai kepala daerah, Fairid juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemimpinan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya, kemudian dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Tengah, serta mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Palangka Raya dan Ketua Dewan Adat Dayak Kota Palangka Raya. Beragam peran tersebut menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara pemerintahan, organisasi, dan masyarakat. Perjalanan Fairid Naparin menjadi cerminan bahwa alumni FEB Undip mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang, termasuk pemerintahan daerah. Melalui dedikasi, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat, Fairid terus menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat menjadi bekal untuk menghadirkan perubahan dan pembangunan yang berkelanjutan. Kiprahnya menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dan mahasiswa FEB Undip untuk terus berkarya, memimpin, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

FEB Undip dan Kementerian PPN/Bappenas Perkuat Ekosistem Think Tank untuk Mendukung Indonesia Emas 2045

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset melalui kolaborasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, di Ruang Senat Gedung Dekanat FEB Undip, sebagai langkah awal memperkuat kapasitas dan fungsi think tank perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Priyanto Rohmattullah, Sekretaris Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, bersama tim, dan disambut oleh Wakil Dekan I FEB Undip, Prof. Harjum Muharam, beserta jajaran pimpinan fakultas. Diskusi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan fokus pada penguatan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang mencakup penguatan riset kolaboratif, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta program magang mahasiswa. Selain itu, FEB Undip dan Kementerian PPN/Bappenas juga menjajaki kerja sama dalam pengembangan kajian strategis di bidang perencanaan pembangunan, pemodelan ekonomi, serta isu-isu pembangunan berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi akademik terhadap penyusunan kebijakan nasional dan daerah. Kolaborasi ini semakin menegaskan peran FEB Undip sebagai think tank akademik yang tidak hanya menghasilkan penelitian berkualitas, tetapi juga mampu menghadirkan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan. Dengan mengintegrasikan keunggulan akademik, riset, dan jejaring kemitraan, FEB Undip berupaya memperkuat kontribusinya dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Ke depan, sinergi antara FEB Undip dan Kementerian PPN/Bappenas diharapkan terus berkembang melalui berbagai program kolaboratif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui penguatan fungsi think tank, pengembangan riset, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, kedua institusi berkomitmen mendukung terwujudnya pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

FEB Undip Perkenalkan Digital Library, Perluas Akses Literasi Digital bagi Mahasiswa

akultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus memperkuat transformasi layanan akademik melalui kehadiran FEB Undip Digital Library, sebuah perpustakaan digital yang memungkinkan mahasiswa mengakses berbagai koleksi e-book secara praktis melalui aplikasi maupun website. Layanan ini menjadi salah satu upaya fakultas dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan selaras dengan perkembangan teknologi digital. FEB Undip Digital Library dibangun menggunakan platform MOCO yang dikembangkan oleh PT Woolu Aksara Maya (Aksaramaya). Melalui platform tersebut, mahasiswa dapat mencari, meminjam, dan membaca koleksi buku digital kapan pun dan di mana pun. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu memperluas akses terhadap sumber referensi akademik sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi digital di lingkungan FEB Undip. Sebagai bagian dari implementasi layanan tersebut, FEB Undip menggelar kegiatan pengenalan aplikasi dan website Digital Library pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti hampir 60 peserta ini memperkenalkan berbagai fitur utama platform, mulai dari proses registrasi, pencarian koleksi, hingga mekanisme peminjaman dan pembacaan e-book secara digital. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan layanan perpustakaan yang mudah diakses dan mendukung aktivitas belajar secara mandiri. Hadirnya FEB Undip Digital Library menjadi langkah nyata fakultas dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi. Lebih dari sekadar menghadirkan aplikasi baru, layanan ini merupakan bagian dari komitmen FEB Undip untuk menyediakan sumber belajar yang semakin mudah dijangkau, mendukung kegiatan perkuliahan dan penelitian, serta memperkuat kualitas layanan akademik bagi seluruh sivitas akademika.

Adimas Immanuel, Alumni FEB Undip dengan Jejak Prestasi di Dunia Sastra

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menghadirkan kisah inspiratif melalui perjalanan salah satu alumninya, Adimas Immanuel, yang dikenal sebagai penyair, penulis, dan sastrawan Indonesia. Kiprahnya menunjukkan bahwa lulusan FEB Undip tidak hanya berkontribusi di bidang ekonomi dan bisnis, tetapi juga mampu berkarya serta memberikan warna bagi perkembangan sastra dan kebudayaan Indonesia. Lahir pada 8 Juli 1991, Adimas Immanuel menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro sebelum menekuni dunia kepenulisan secara profesional. Minatnya terhadap sastra telah melahirkan berbagai karya yang mendapat apresiasi di tingkat nasional, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu penulis muda Indonesia yang diperhitungkan dalam perkembangan sastra kontemporer. Perjalanan kariernya sebagai penulis diwarnai oleh sejumlah capaian membanggakan. Antologi puisi Pelesir Mimpi masuk dalam daftar panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2014, salah satu penghargaan sastra paling bergengsi di Indonesia. Selanjutnya, kumpulan puisi Karena Cinta Kuat Seperti Maut berhasil masuk daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2019, memperkuat posisinya sebagai penyair dengan karya yang mendapat pengakuan luas dari kalangan sastra nasional. Karya-karya Adimas Immanuel juga menjangkau dunia seni pertunjukan. Lima puisi dalam buku Di Hadapan Rahasia diadaptasi menjadi tembang puitik oleh komponis Ananda Sukarlan dan dibawakan oleh penyanyi soprano Mariska Setiawan, menghadirkan kolaborasi antara sastra dan musik klasik. Selain puisi, ia juga menerbitkan novel Surga Anjing Liar pada tahun 2020 yang semakin memperkaya perjalanan kreatifnya sebagai seorang penulis. Perjalanan Adimas Immanuel menjadi bukti bahwa pendidikan di FEB Undip mampu melahirkan lulusan dengan beragam pilihan karier dan kontribusi. Melalui dedikasi, kreativitas, dan konsistensi dalam berkarya, ia menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat berpadu dengan seni untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Kisahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berkarya, dan memberikan kontribusi di bidang yang mereka tekuni.

Mahasiswa Ekonomi FEB Undip Raih Gold Medal dan Best Inventors Award di Malaysia Lewat Inovasi SnugsyNest

Mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Melalui ajang 10th World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung pada 17–20 Mei 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, tim mahasiswa lintas disiplin berhasil meraih Gold Medal dan Best Inventors Award (Tertiary Category) berkat inovasi platform digital bernama SnugsyNest, sebuah solusi terpadu yang dirancang untuk membantu keluarga dengan anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas mental. Keberhasilan tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas Ni Nyoman Rara Maharani T. (Ekonomi 2024) dari FEB Undip bersama Ainun (Ilmu Komunikasi 2023), Nazwa (Administrasi Publik 2023), dan Dandy (Informatika 2023). Kolaborasi lintas fakultas ini menghadirkan SnugsyNest pada kategori Household and Personal Care, sebuah platform berbasis teknologi yang mengintegrasikan layanan informasi sekolah inklusif, pusat terapi, direktori profesional pendamping, hingga fitur Artificial Intelligence (AI) Virtual Assistant yang dapat membantu orang tua memperoleh informasi mengenai berbagai kondisi disabilitas mental dan kebutuhan pendampingan anak secara lebih mudah dan cepat. Inovasi tersebut lahir dari kepedulian tim terhadap masih terbatasnya akses informasi bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan berbagai temuan dan data yang menunjukkan masih banyak orang tua mengalami kesulitan memperoleh informasi terkait sekolah inklusif, layanan terapi, maupun pendampingan yang sesuai, tim melihat perlunya sebuah platform yang mampu menghubungkan seluruh kebutuhan tersebut dalam satu ekosistem digital. Melalui SnugsyNest, orang tua tidak lagi harus mencari informasi secara terpisah melalui berbagai platform, melainkan dapat mengakses layanan yang lebih terintegrasi dalam satu sistem yang dirancang khusus sesuai kebutuhan mereka. Persiapan menuju kompetisi internasional ini dilakukan sejak Maret 2026. Tim tidak hanya mengembangkan platform dan menyusun proyeksi bisnis sebagai bagian dari strategi peluncuran produk ke pasar, tetapi juga mempersiapkan aspek legalitas melalui perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), menyempurnakan model bisnis, serta menjalani berbagai sesi latihan presentasi dan pitching dalam bahasa Inggris. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa SnugsyNest tidak hanya memiliki nilai inovasi, tetapi juga memiliki potensi implementasi dan keberlanjutan sebagai solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Selama pameran inovasi internasional di Malaysia, tim mempresentasikan konsep, model bisnis, serta dampak sosial yang ditawarkan SnugsyNest di hadapan dewan juri dan pengunjung dari berbagai negara. Inovasi yang menggabungkan teknologi digital dengan pendekatan layanan sosial tersebut mendapatkan apresiasi tinggi karena dinilai mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan akses informasi bagi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Keberhasilan meraih Gold Medal dan Best Inventors Award menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Diponegoro tidak hanya mampu menghasilkan inovasi berbasis teknologi, tetapi juga menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Prestasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menciptakan inovasi yang relevan, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global. Melalui SnugsyNest, tim berharap dapat terus mengembangkan platform tersebut sehingga dapat segera digunakan secara luas dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga, anak berkebutuhan khusus, serta ekosistem pendidikan dan layanan inklusif di Indonesia.  

Undip Global Classroom 2026 Hadirkan Akademisi dari Inggris, Selandia Baru, Malaysia, hingga Thailand

Sebanyak 10 akademisi dari berbagai universitas terkemuka dunia berkolaborasi dengan Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) dalam program Undip Global Classroom (UGC) 2026 yang berlangsung pada April hingga Juni 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan bersama dosen internasional dan memperoleh perspektif global mengenai perkembangan akuntansi, bisnis, serta praktik profesional di berbagai negara. Melalui skema co-teaching yang dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom dan Microsoft Teams, mahasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan dari dosen FEB Undip, tetapi juga berinteraksi langsung dengan akademisi luar negeri yang memiliki pengalaman mengajar dan meneliti di lingkungan internasional. Kehadiran para dosen tamu tersebut menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih dinamis sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai berbagai isu global yang relevan dengan perkembangan dunia usaha, akuntansi, tata kelola, keberlanjutan, hingga riset kontemporer. Akademisi yang terlibat dalam program ini berasal dari sejumlah perguruan tinggi bereputasi internasional, di antaranya University of Auckland (Selandia Baru), Bangor Business School (Inggris), University of Essex (Inggris), Universiti Malaya, Universiti Sains Malaysia, Universiti Malaysia Sabah, Universiti Tunku Abdul Rahman (Malaysia), serta Prince of Songkla University (Thailand). Keterlibatan para akademisi tersebut memberikan akses bagi mahasiswa FEB Undip untuk memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik profesional dari berbagai perspektif internasional tanpa harus meninggalkan ruang kelas. Bagi mahasiswa, program ini menjadi kesempatan berharga untuk merasakan atmosfer pembelajaran global sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi akademik lintas budaya. Interaksi dengan dosen internasional mendorong mahasiswa untuk lebih aktif berdiskusi, berpikir kritis, dan memahami bagaimana berbagai tantangan ekonomi dan bisnis dipandang dari sudut pandang yang berbeda. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan yang akan berkarier di lingkungan kerja yang semakin terhubung secara global. Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, Undip Global Classroom 2026 juga memperkuat jejaring akademik internasional Departemen Akuntansi FEB Undip. Kolaborasi pengajaran yang terbangun melalui program ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, serta program akademik internasional lainnya. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat posisi FEB Undip dalam jejaring pendidikan tinggi global. Sebagai salah satu program unggulan Universitas Diponegoro dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi, Undip Global Classroom menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pengalaman belajar berstandar internasional bagi mahasiswa. Melalui kolaborasi dengan akademisi dunia, FEB Undip terus memperluas ruang pembelajaran global sekaligus mendukung visi Universitas Diponegoro menuju World Class University yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan kolaborasi internasional.

FEB Undip Dorong Literasi Digital melalui Pelatihan AI dalam Penulisan Ilmiah

Perpustakaan Fakultas Ekonomika dan Business Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Penggunaan AI dalam Penulisan Ilmiah” sebagai bagian dari program Smart Literacy Collaboration pada Kamis, 21 Mei 2026 di Ruang Sidang Utama Dekanat FEB Undip. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Fahimah, S.Sos., yang membagikan berbagai pemahaman mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung proses penelitian dan penulisan ilmiah. Pelatihan ini diikuti oleh peserta yang antusias untuk mempelajari penggunaan AI secara efektif dan etis dalam dunia akademik. Dalam pemaparannya, Fahimah menjelaskan bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk membantu brainstorming dan diskusi riset, teknik parafrase, hingga eksplorasi ide dalam proses penyusunan karya ilmiah. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penggunaan AI secara bijak agar tetap menjunjung integritas akademik. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi dan diskusi bersama peserta. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi terkait implementasi AI dalam mendukung produktivitas akademik serta tantangan etika dalam penggunaannya. Melalui kegiatan ini, Perpustakaan FEB Undip berharap dapat meningkatkan literasi digital sivitas akademika sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara adaptif dan bertanggung jawab dalam kegiatan penelitian dan penulisan ilmiah. Di akhir kegiatan, pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menyukseskan acara. Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung pengembangan kompetensi akademik di lingkungan FEB Undip.

FEB Undip Terima Kunjungan Edukasi dari SMA Islam PB Soedirman Jakarta Timur

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menerima kunjungan edukasi dari SMA Islam PB Soedirman pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FEB Undip ini menjadi bagian dari upaya pengenalan dunia perguruan tinggi kepada siswa sebagai bekal dalam merencanakan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Dalam kunjungan tersebut, Dr. Kardison Lumban Batu, S.E., M.Sc. selaku Ketua Program Studi Bisnis Digital FEB Undip menyampaikan materi mengenai dunia perkuliahan, sistem pembelajaran di perguruan tinggi, serta informasi tentang Universitas Diponegoro, khususnya FEB Undip. Pemaparan tersebut memberikan gambaran kepada siswa mengenai lingkungan akademik, peluang pengembangan kompetensi, hingga berbagai program pendidikan yang tersedia di FEB Undip. Selain memperoleh informasi akademik, para siswa juga diajak memahami pentingnya perencanaan pendidikan dan pengembangan diri sejak dini dalam menghadapi persaingan global. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa mengenali minat dan potensi yang dimiliki sebelum menentukan pilihan program studi di perguruan tinggi. Melalui kegiatan kunjungan edukasi ini, FEB Undip terus berkomitmen mendukung penyebaran informasi pendidikan tinggi kepada masyarakat sekaligus memperkuat peran institusi sebagai ruang pembelajaran yang terbuka, inspiratif, dan adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan.

Alumni FEB Undip Primadi Wahyuwidagdo Soerjosoemanto Bangun Kolaborasi Internasional di Bidang Perdagangan, Investasi, dan Pendidikan Global

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus melahirkan alumni yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya adalah Primadi Wahyuwidagdo Soerjosoemanto, alumni FEB Undip yang dikenal melalui kiprahnya dalam pengembangan perdagangan internasional, investasi global, pendidikan, serta kolaborasi lintas negara. Melalui berbagai inisiatif yang dijalankannya, Primadi turut membangun jejaring kerja sama yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai institusi dan pemangku kepentingan di tingkat global. Sebagai Alumni FEB Undip, Primadi menunjukkan bahwa kompetensi di bidang ekonomi dan bisnis dapat menjadi modal penting untuk menjawab tantangan dunia yang semakin terhubung. Perjalanan profesionalnya berfokus pada upaya mempertemukan sektor pendidikan, dunia usaha, organisasi internasional, hingga investor dalam berbagai bentuk kerja sama yang mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, serta pertukaran pengetahuan antarnegara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendirian BI International pada tahun 2008. Sebagai Co-Founder, President, dan Principal Partner, Primadi mengembangkan perusahaan tersebut menjadi mitra strategis dalam bidang perdagangan internasional dan investasi. Di bawah kepemimpinannya, BI International membantu membangun berbagai kolaborasi bisnis dan ekonomi lintas negara yang mempertemukan pelaku usaha, institusi pendidikan, organisasi, serta investor dari berbagai kawasan dunia. Kehadiran perusahaan tersebut menjadi salah satu wujud nyata kontribusi alumni Universitas Diponegoro dalam memperkuat jejaring internasional yang mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya berkiprah dalam sektor bisnis dan investasi, Primadi juga aktif mendorong pengembangan generasi muda melalui keterlibatannya dalam AIESEC, organisasi kepemudaan internasional terbesar di dunia. Melalui organisasi tersebut, ia mendukung pengembangan kepemimpinan, kolaborasi lintas budaya, serta pemberdayaan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan dinamika global. Baginya, pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu berkolaborasi, berinovasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Kisah Primadi Wahyuwidagdo Soerjosoemanto menjadi salah satu contoh bagaimana Alumni FEB Undip dapat mengambil peran strategis di tingkat internasional. Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi global, kemampuan membangun jejaring, menjembatani perbedaan budaya, serta menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan menjadi kompetensi yang semakin penting. Melalui kiprahnya di bidang perdagangan internasional, investasi global, dan pendidikan, Primadi membuktikan bahwa lulusan FEB Undip memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan global sekaligus membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Perjalanan tersebut juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan internasional, serta membangun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari ruang kuliah di FEB Undip hingga jejaring global, Primadi menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang menciptakan kontribusi nyata yang mampu menghubungkan Indonesia dengan dunia.