The 8th Enfution Bertabur Tokoh Inspiratif

Minggu, 4 September 2016, telah terselenggara acara Seminar and Talkshow The 8th Enfution 2016 di Gedung Prof. Soedarto, S.H., Universitas Diponegoro. Tema  yang diangkat pada The 8th Enfution ini yaitu “Youth, Innovation, and Inspires”. Sementara itu, tema yang diangkat dalam Seminar and Talkshow ini yaitu  “Design Your Career, Make Your Own Future”. Tujuan dari diangkatnya tema tersebut yaitu untuk mendorong dan menginspirasi para pemuda untuk turut berpartisipasi dengan lebih aktif dan kreatif dalam perkembangan ekonomi di Indonesia guna menghadapi bonus demografi pada tahun 2030. Seminar and Talkshow tersebut mengundang lima pembicara sekaligus yang dibagi menjadi 2 sesi. Sesi Pertama dengan konsep Seminar diisi oleh Fransiscus Budi Pranata (CFO of Zalora Indonesia dan Indonesian Best CFO 2013 & 2015 by Swa Magz) dan Rahmat Danu Andika (Head of Business Partner of Bukalapak.com), sedangkan untuk sesi kedua dengan konsep Talkshow diisi oleh Danny Syah Aryaputra (CMO of Infia Media Pratama/Dagelan), Arief Muhammad (Founder of Nyunyu.com, Entertainer, YouTuber), dan Keenan Pearce (Co-Founder of Makna Creative). Selain itu acara ini juga diselingi hiburan berupa Tari Saman yang dibawakan UPK Tari FEB Undip, Penampilan dari Economics Voice, dan juga Accoustic Performance dari mahasiswa/i FEB Undip. Acara tersebut juga dihadiri oleh lebih dari 650 peserta yang berasal Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Jakarta, Bandung, Salatiga, dan berbagai daerah lain di Indonesia. Selain peserta, turut hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Perwakilan Gubernur), Dekan FEB UNDIP, Pimpinan PT. Tugu Pratama Indonesia, dan Sekretaris Jurusan Manajemen FEB UNDIP. Acara berjalan dengan lancar dan para peserta terlihat sangat antusias sepanjang berlangsungnya kegiatan. Seminar and Talkshow tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dari The 8th Enfution yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (HMJM FEB Undip), dimana event ini merupakan salah satu event ormawa terbesar dan tertua di FEB Undip. Di tahun kedelapan ini, Enfution diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran mengenai kreativitas dan inovasi yang diperuntukan bagi masyarakat umum dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Acara ini sendiri mendapatkan banyak apresiasi dan pujian dari pihak instansi pemerintahan, fakultas, sponsor, peserta umum, dan berbagai kalangan lainnya.

Mahasiswa S1 Se-Indonesia Berlaga Dalam Diponegoro Business Case Competition 2016

Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) sukses menggelar Diponegoro Business Case Competition (DBCC) 2016. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari, yaitu pada tanggal 1-4 September 2016. Tujuan  diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah di bidang bisnis. Tema yang diangkat dalam DBCC tahun ini ialah “Encourage Yourself to Empower Sustainable Economics Development”. Partisipan dari kegiatan ini merupakan mahasiswa S-1 dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Acara ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu Preliminary Case, Presentation for First Case, Company Visit, Impromptu Case, Insight Session, Field Trip, Seminar, dan Awarding. Pada tahap Preliminary Round diikuti oleh 150 tim dari berbagai universitas di Seluruh Indonesia yang diberikan kasus bisnis global mengenai “Canon Inc.: Ambitious Acquisitions in the Video Surveillance Market”. Kasus yang diberikan harus dipecahkan dalam bentuk paper, kemudian ditindaklanjuti melalui terpilihnya sepuluh tim dengan hasil penilaian paper terbaik dimana tim-tim tersebut di undang ke Semarang. Sepuluh tim yang berhasil masuk final dihari pertama mengikuti Technical Meeting dan Team Bonding. Kemudian di hari kedua, kesepuluh tim ini diminta untuk mempresentasikan Paper mereka di tahap Preliminary kepada para juri dalam Sesi Presentation for First Case dan dilanjutkan dengan kegiatan Company Visit ke PT. Sidomuncul. Setelah itu di hari ketiga mereka kembali di adu pada tahap Impromptu Case, dimana kasus yang diberikan merupakan masalah bisnis yang terjadi di PT. Sidomuncul berdasarkan hasil observasi yang mereka lakukan ketika Company Visit sebelumnya. Solusi dari Impromptu Case yang telah didiskusikan kemudian dituangkan kedalam flipchart masing-masing tim. Selanjutnya, mereka mengikuti Field Trip ke beberapa objek wisata di Semarang dan juga Insight Session yang disi oleh Muhammad Yukka Harlanda (CEO of Brodo Footwear) serta Bapak Idris, S.E., M.Si. (Akademisi FEB Undip). Di hari terakhir, kesepuluh tim ini diikutsertakan dalam acara Seminar and Talkshow The 8th Enfution dan selanjutnya mereka dibawa ke Hotel Muria untuk mengikuti acara Awarding, dimana dalam acara tersebut terdapat persembahan terakhir dari para panitia dan juga pengumuman para pemenang. Hasil DBCC 2016 ini adalah Gelar Juara 1 diraih oleh Tim Greysquad dari Universitas Indonesia, Juara 2 oleh Tim Airlangga dari Universitas Airlangga, Juara 3 oleh Tim The Jefferson dari Universitas Gadjah Mada, dan Best Team diraih oleh Tim UImprove dari Universitas Indonesia. Perlombaan DBCC ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang tergabung dalam rangkaian acara The 8th Enfution 2016 dan total hadiah yang diberikan kepada para pemenang berjumlah $USD 1000.

HMJM FEB UNDIP Mengadakan Management Conference Indonesia (MANCOF) 2016

Bertempat di Balai Diklat Provinsi Jawa Tengah, Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) FEB Undip menyelenggarakan Management Conference Indonesia (Mancof) yang bertajuk “Youth Role in Developing Creative Economy”.  Event yang merupakan salah satu dari rangkaian acara The 8th Enfution ini berlangsung selama 3 hari, yaitu pada tanggal 2-4 Agustus 2016. Kegiatan yang diselenggarakan berupa Forum Konferensi Mahasiswa Manajemen dari seluruh Indonesia dengan topik bahasan utama yaitu tentang Ekonomi Kreatif. Dalam kegiatan ini, acara pertama dibuka dengan pemaparan dan pembekalan materi mengenai Ekonomi Kreatif yang dibawakan oleh Dra. Litani Satyawati selaku Kepala Dinas Koperasi dan UMKM. Selanjutnya dilangsungkan forum konferensi yang diikuti oleh 50 orang delegasi dari berbagai Universitas di Indonesia, dimana selama berlangsungnya forum, dipimpin oleh seorang moderator dan tiga orang panelis. Kelimapuluh delegasi tersebut sebelumnya telah membuat essay yang bertemakan peran pemuda dalam memajukan ekonomi kreatif. Selanjutnya, mereka dibagi ke dalam beberapa tim yang terdiri dari 4-5 orang dari universitas yang berbeda di tiap timnya. Setelah tim terbentuk, mereka diminta untuk menuangkan idenya berdasarkan essay yang telah dibuat secara individual ke dalam bentuk mindmap. Kemudian para tim diberikan kesempatan untuk mempresentasikan gagasannya ke panelis dan para delegasi lainnya yang dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Insight Session yang dibawakan oleh Idris., S.E., M.Si. dengan pemaparan materi mengenai Inovasi Bisnis di bidang Ekonomi Kreatif. Setelah itu, M. Yukka Harlanda juga mengisi Insight Session dengan membagikan pengalamannya sebagai CEO Brodo Footwear dalam mengembangkan bisnisnya yang juga termasuk kedalam bisnis ekonomi kreatif. Para delegasi Mancof juga diberi kesempatan untuk mengikuti Field Trip ke beberapa objek wisata yang ada di Semarang. Dihari terakhir, para delegasi diikutsetakan kedalam puncak rangkaian acara The 8th Enfution yaitu Seminar and Talkshow dan Festival Marketplace. Di penghujung acara, terdapat sesi Awarding dimana diumumkan beberapa penghargaan kepada delegasi Mancof terbaik. Untuk kategori Best Delegates diraih oleh Muhammad Jumadil Ichsan dari Universitas Islam Negeri Jakarta, sedangkan untuk kategori Outstanding Delegates diraih oleh Adhianti Laras dari Universitas Islam Negeri Jakarta, dan untuk kategori The Hounorable Mention diraih oleh Maria Catharina Laras dari Universitas Katholik Soegijapranata Kemudian untuk Best Conference Team didapat oleh Kelompok 10 dengan 4 orang delegasi didalamnya yaitu atas nama Muhammad Jumadil Ichsan (Universitas Islam Negeri Jakarta), Cyntia Tiodora (Universitas Diponegoro), Olivia Shafira Efani (Universitas Diponegoro), dan Fitria Luthfiatu (Universitas Diponegoro). Management Conference Indonesia sendiri sudah terselenggara untuk keduakalinya dimana pada penyelenggaraan pertama, Mancof juga sukses mendatangkan Ketua Dewan Komisioner OJK, CEO PT. Sidomuncul, dan Ketua Perbanas. Acara ini juga merupakan salah satu dari empat sub-event The 8th Enfution. Output dari kegiatan ini akan dijadikan bahan pertimbangan bagi instansi terkait dalam kaitan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Seminar Pengembangan Mata Kuliah Kewirausahaan : Ekosistem Kewirausahaan

Bertempat di Hall Gedung C, FEB UNDIP Tembalang Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro mengadakan Seminar Pengembangan Mata Kuliah Kewirausahaan : Ekosistem Kewirausahaan. Seminar ini menghadirkan narasumber antara lain : Diza Biondi (Biondi Shoes), Gatot Hendraputra (Impala Space) dan Raisa (Bank Mandiri). Melalui seminar ini Ketua KKIB FEB UNDIP Rizal Harimagnadi menyampaikan diharapkan akan adanya pemutakhiran mata kuliah dan pembelajaran kewirausahaan setelah menyerap dan memahami fenomena kewirausahaan terkini. Kegiatan seminar yang dihadiri peserta dari mahasiswa dan pengajar di lingkungan UNDIP. Hasil akhir dari rangkaian seminar kewirausahaan yang diadakan akan menjadi bahan pembuatan modul, artikel atau produk ilmiah dan populer lainnya sebagai bagian dari keberadaan Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis FEB Undip.

MM FEB UNDIP Mengadakan Seminar Pasar Modal Syariah dengan Pembicara Direktur SMF dan Guru Besar FEB UNDIP

Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (MM FEB UNDIP) melaksanakan Seminar Nasional yang bertema Pasar Modal Syariah Sebagai Sumber Pendanaan Perusahaan dan Sarana Investasi pada tanggal 20 Agustus 2016. Seminar Nasional yang dimotori Kelompok Studi Pasar Modal MM FEB UNDIP menghadirkan narasumber yang kompeten yaitu Sutomo dari PT. SMF (Persero) dan Prof. Sugeng Wahyudi (Guru Besar FEB UNDIP). Kegiatan ini disambut oleh Direktur Pascasarjana MM FEB UNDIP, Dr. Susilo Toto R., yang menyampaikan “Seminar ini salah satu bentuk upaya untuk mewujudkan janji kepada mahasiswa untuk membuat mahasiswa menjadi seorang profesional kelak, kegiatan seminar akan diadakan rutin agar dapat  memberikan pengetahuan bagi mahasiswa”. Acara yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna Pascasarjana Undip – Hayam Wuruk ini, dilanjutkan oleh paparan pembicara pertama dari Direktur Pembiayaan dan Sekuritisasi PT. SMF (Persero), Sutomo dengan tema Efek Beragun Aset Syariah Surat Partisipasi (EBAS SP), menjelaskan mengenai kebijakan OJK saat ini terkait Efek Beragun Aset Syariah (EBAS). Efek syariah yang dimaksud adalah efek dalam undang-undang pasar modal dan peraturan pelaksanaan akad serta tata cara dan kegiatan usaha yang menjadi landasan penerbitannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal. Dengan penerbitan EBAS SP tersebut, diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pasar modal syariah di Indonesia dengan cara memperoleh kembali dana yang telah disalurkan ke KPR Syariah oleh perbankan dan akan digantikan dengan dana investor pasar modal yang berjangka panjang sehingga akan mengurangi maturity mismatch dan membantu meringankan resiko pembiayaan untuk bank syariah. Masuk dalam sesi pembicara kedua, Prof. Sugeng Wahyudi menyampaikan beberapa unsur-unsur yang dilarang  dalam konsep syariah yaitu : riba, penipuan, judi dan perdagangan barang terlarang. Unsur – unsur tersebut dapat diketahui dari profil perusahaan yang good governance, social responsibility, sustainability dan behaviour. Prof. Sugeng juga menjelaskan mengapa kurang optimalnya keuntungan dari investasi investor adalah investor harus mampu membaca sinyal arah pasar secara lebih baik, sehingga tidak bertentangan dengan arah dari pasar. Investor juga cenderung melepas saham di daerah gain (risk aversion), sebaliknya investor cenderung memagang saham sangat lama pada zona loss (risk seeking) menurut teori prospek dari Kahneman dan Twersky.

Berita Acara Pemilihan Tenant Kantin Lantai Dasar Gd.C FEB UNDIP

Pada hari Senin, 22 Agustus 2016, telah diputuskan tenant kantin lolos seleksi sebagai berikut : No Nama Tenant Nama Pengelola Menu Unggulan 1 Ludo Cafe & Catering MM. Lusiana Japanese Food & Indonesian Food 2 Teh poci Ani Minuman Teh poci 3 Ladang Coklat Yolis Arhamni Minuman dan snack berbahan dasar coklat 4 BEM & KMW M. Syaikhul Print da Colour, Ambrosia Catering, Aesthetic Works, Wisuda Package, Gantungan Kunci, Boneka Maskot 5 Restorasi Club PT. Reska Javanese Food dan Drink 6 Pempek Palembang RA. Dian Siti Rochkaryaniasih Z. Palembang Food 7 Kedai Kopi Tora Bika H. Imanul Yaqin, SE., MM Kopi dan Fast Food Tenant terpilih dimohon hadir pada hari Senin, 29 Agustus 2016 jam 13.00 WIB di Ruang Sidang Senat Lantai 1 Gd. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Untuk mengunduh dokumen berita acara dapat merujuk ke tautan berikut [unduh_dokumen]

FEB Meriahkan HUT RI ke 71 Dengan Lomba Bersama Sivitas Akademika

Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro berlangsung meriah. Pada HUT Kemerdekaan RI Ke-71  ini diselenggarakan perlombaan yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, pegawai dan pimpinan Fakultas. Perlombaan ini dilaksanakan setelah acara Senam Bersama Keluarga Besar UNDIP pada hari ini (19/08/2016). Jenis-jenis permainan yang dilombakan adalah lomba egrang, lomba makan kerupuk, lomba memecah air dalam plastik dan lomba tim memindah air dengan gayung secara berbaris. Lomba – lomba ini terselenggara atas dana kolektif dari pimpinan dan pegawai yang telah dikumpulkan sebelum kegiatan. Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan depan Gedung Dekanat FEB UNDIP pada tanggal 19 Agustus 2016 dalam rangka untuk meningkatkan kekompakan, semangat dan  kebersamaan di sivitas akademi FEB UNDIP. Dirgahayu Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-71.. Merdeka.. Merdeka.. Merdeka..

PERSYARATAN SEWA KANTIN BARU TH 2016 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNDIP

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro membuka kesempatan untuk menjadi tenant di lingkungan kampus FEB Undip Tembalang. Tersedia tempat usaha kantin di Gedung C lantai 1 Fakultas Ekonomika dan Bisnis dengan biaya sewa berkisar antara Rp. 10.000.000, – s.d Rp. 13.000.000,- per tahun (sewa lahan dan air), sedangkan untuk dana kebersihan dan keamanan di kelola secara mandiri oleh kantin secara kolektif. Jangka waktu sewa adalah 2  (dua) tahun dan tidak dapat dialihkan. Persyaratan pendaftaran: Foto Copy Identitas (KTP/SIM) Surat Permohonan Sewa Kantin Proposal Usaha Kantin (2 Eksemplar) Persyaratan pendaftaran dapat diserahkan kepada Sdr. Yonathan Aditya Saputra di gedung Dekanat FEB Lantai 1 Ruang Kerjasama paling lambat tanggal 16 Agustus 2016 jam 15.30 WIB. Seleksi dan presentasi mengenai produk dan sampel makanan yang akan diperjualbelikan di kantin pada hari Jumat, 19 Agustus 2016 jam 08.00 WIB di Ruang Sidang Senat Lantai 1 FEB Undip Kampus Tembalang. Proposal lolos seleksi akan diumumkan di website www.feb.undip.ac.id pada tanggal 22 Agustus 2016.

Halal bi halal Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) Undip 2016 Berlangung Meriah

Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) Undip mengadakan halal bi halal pada hari Minggu 31 Juli 2016 di  bertempat di BRI Corporate University di Jalan Harsono RM no. 2, Ragunan Jakarta Selatan. Silaturahmi yang sangat meriah dalam suasana yang guyub dan gayeng ini dihadiri oleh sekitar 600 orang alumni FE Undip mulai dari angkatan 1960 sampai dengan angkatan 2010. Menristekdikti, Prof. Drs. M. Nasir, M.Si., Akt., Ph.D. yang merupakan alumni FE Undip tahun 1983, ikut hadir memeriahkan acara ini. Gelak tawa terdengar dimana-mana, diselingi dengan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh masing-masing angkatan menambah semarak acara ini. Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Senat Mahasiswa FEB Undip pun ikut hadir untuk menyaksikan dan merasakan keeratan hubungan ‘kakak-kakak’mereka dan kebanggaan mereka. Dekan FEB Undip, Dr. Suharnomo, pada kesempatan tersebut menjelaskan mengenai program-program dan kemajuan yang telah dicapai oleh FEB selama ini. Dr. Suharnomo mengharapkan agar sinergi yang telah terjalin dengan baik dengan IKAFE dapat terus dilanjutkan. IKAFE bukan hanya sarana bagi alumni untuk memperluas networking, tetapi yang utama keberadaan IKAFE ini mendukung dan membantu program-program yang dilaksanakan oleh FEB Undip, fakultas yang menjadi kebanggaan para alumni. Pada acara ini sekaligus diperkenalkan kepengurusan IKAFE 2016-2010, yang antara lain terdiri dari Ketua : Randi Anto (FE 79), Wakil Ketua 1 : Saiful Rachman (FE 90), Wakil Ketua 2 : Wahju Prasetya (FE 88), Sekretaris : Dwi Setiawan (FE 88), Wakil Sekretaris : Widuri (FE 90), Bendahara : Sugiarti (FE 82), Wakil Bendahara: Apriati Resmani (FE 82). Kepengurusan ini juga dilengkapi dengan alumni-alumni yang mengurusi berbagai bidang yaitu networking, kajian & pengembangan kapasitas, pengembangan bisnis, dan kewirausahaan. Lagu wajib FEB Undip pun bergema dengan riang…Economy…economy…goes marching in….Oh I want to be in a number….economy goes marching in….

KKIB FEB UNDIP Mengadakan Seminar Kolaborasi Data dan Informasi Kewirausahaan Kota Semarang

Pada hari Jumat, 29 Juli 2016 Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (KKIB) FEB UNDIP, mengadakan kegiatan Seminar dengan tema “Kolaborasi Data dan Informasi Kewirausahaan Kota Semarang”. Seminar ini diadakan dengan tujuan untuk membentuk kolaborasi antara instansi pemerintah pemilik data dan informasi dengan peneliti dari dosen atau mahasiswa kewirausahaan sebagai pengguna data. Seminar yang diadakan di Hall Gedung C dipesertai oleh staf pengajar dan mahasiswa wirausaha se-Undip. Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut wakil dari tiga instansi pemerintah yaitu Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik dan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang. Pembicara pertama seminar dari Badan Pusat Statistik, Dewi Fenty menjelaskan dalam pengumpulan data metode yang dilakukan adalah dengan survey industri mikro dan kecil (IMK) secara sampel dan survey industri mikro dan kecil triwulanan dilakukan dengan mengamati panel sampel selama satu tahun. Di pembicara kedua hadir Adief Aljohsa dari Bank Indonesia (BI). Adief menyampaikan bahwa UKM berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadikan Bank Indonesia untuk  turut memajukan sektor Usaha Kecil Menengah (UKM). Adief Aljohsa menuturkan bagi peneliti yang membutuhkan data dan informasi mengenai UKM, BI menyediakan database UKM uang dapat diakses secara gratis melalui website www.bi.go.id/id/umkm dan melalui publikasi di perpustakaan BI. Informasi tersebut diharapkan berguna untuk UKM, Pemerintah dan Masyarakat. Dinas Koperasi dan UMKM  Kota Semarang menjelaskan bahwa masih kesulitan dalam mengklasifikasikan UMKM dan saat ini dari Dinas Koperasi dan UMKM berencana untuk menyempurnakan data dengan memanfaatkan Ijin Usaha Menengah Kecil (IUMK) sebagai syarat perizinan yang harus dimiliki setiap UKM. Fungsi lain dari IUMK selain sebagai syarat perizinan yaitu IUMK dapat memberikan kepastian dan perlindungan usaha, mendapat pendampingan usaha dan kemudahan akses dalam pembiayaan.