Pengukuhan Guru Besar FEB Undip Prof. Dr. Drs. M. Chabachib. M.Si., Akt.

Universitas Diponegoro menyelenggarakan Rapat Senat dalam rangka Pengukuhan Prof. Dr. Drs. M. Chabachib. M.Si., Akt. sebagai Guru Besar di Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip). Acara pengukuhan dilaksanakan di Gedung Prof. Soedarto, S.H., Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang pada hari Kamis, 10 Juni 2020. Capaian tersebut menambah daftar guru besar di FEB Undip menjadi 17 orang. Dalam acara tersebut Prof. Dr. Drs. M. Chabachib. M.Si., Akt. membawakan pidato berjudul “Kebijakan Keuangan Perusahaan Menuju Penerapan Akhlakul Karimah di Indonesia”. Pada tahun ini guru besar FEB Undip yang telah dikukuhkan dari FEB Undip sebanyak 3 orang antara lain: Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., Prof. Dr. Indira Januarti, S.E., M.Si., Akt. dan Prof. Dr. Drs. M. Chabachib, M.Si., Akt.. Dalam rapat senat ini dikukuhkan pula guru besar lain yaitu Prof. Drs. Sapto Purnomo Putro, M.Si., Ph.D. dari Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro dan Prof. Dr. dr. Dwi Pudjonarko, M.Kes., Sp.S. dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Selamat kepada para Guru Besar dan selamat kepada Universitas Diponegoro.

Pengukuhan Guru Besar: Prof. Dr. Indira Januarti, S.E., M.Si., Ak.

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro kembali melahirkan Guru Besar di lingkungannya. Universitas Diponegoro hari ini, Jumat, 4 Juni 2021 bertempat di gedung Prof. Soedarto, S.H. mengukuhkan Prof. Dr. Indira Januarti, S.E., M.Si., Ak. sebagai salah Guru Besar di bidang Ilmu Akuntansi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Prof. Dr. Indira Januarti, S.E., M.Si., Ak. menambah daftar Guru Besar tetap di bidang Ilmu Akuntansi yang dimiliki oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, saat ini jumlah Guru Besar/Profesor adalah sebanyak 16 orang. Di acara ini Prof. Dr. Indira Januarti, S.E., M.Si menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Pencegahan Fraud Melalui Implementasi Tata Kelola Berbasis Etika. Acara pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Indira Januarti, S.E., M.Si., Ak. tidak hanya dihadiri oleh Senat Universitas Diponegoro, tetapi juga dihadiri oleh kerabat serta kolega. Dalam era new normal ini, pengukuhan dilakukan secara luring terbatas dan juga bisa disaksikan secara daring melalui kanal youtube dari Universitas Diponegoro TV. Selamat kepada Prof. Dr. Indira Januarti, S.E., M.Si., Ak. sukses selalu dan selamat atas capaian yang membanggakan FEB Undip. Semoga dapat memberikan sumbangsih untuk kemajuan Undip dan negara Indonesia.

Selamat dan Sukses atas Pengukuhan Guru Besar: Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si.

Pada tanggal 25 Mei 2021 adalah hari yang sangat membanggakan bagi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), karena pada tanggal tersebut FEB Undip telah menambah kembali guru besar. Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. yang telah dikukuhkan menjadi guru besar bidang Manajemen Sumber Daya Manusia melalui Pidato pengukuhannya berjudul “Strategi Pengelolaan Sumber Daya Manusia Unggul dalam Perspektif Budaya Nasional Indonesia”. Selain Prof. Dr. Suharnomo, pada acara tersebut juga dilaksanakan pengukuhan 2 (tiga) guru besar dari Fakultas Teknik Prof. Dr. Ir. Hargono, M.T. dan Prof. Dr. Dra. Meiny Suzery, M.S. dari Fakultas Sains dan Matematika. Acara pengukuhan dilaksanakan bertempat di Gd. Prof. Soedarto, S.H., Tembalang pada jam 08.00 WIB sd. 12.00 WIB. Semoga capaian ini dapat menjadikan Universitas Diponegoro semakin jaya di tingkat nasional maupun internasional. Undip.. Jaya.. Jaya.. Undip..

Rp 8.500.000 FROM DIPONEGORO ECONOMIC FESTIVAL 2021

Dalam rangka mempercepat pemulihan (recovery) ekonomi, pemerintah telah menetapkan rencana kerja 2021 dengan tema “Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial” guna mengejar pemulihan ekonomi jangka menengah dan panjang. Namun, selain kebijakan-kebijakan yang diterbitkan pemerintah, diperlukan sinergitas antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menyokong percepatan pemulihan ekonomi di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, dalam rangka menyambut Dies Natalis ke – 61, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro mempersembahkan kegiatan mini research competition yang memiliki tujuan agar mahasiswa memiliki kepekaan terhadap isu dan permasalahan yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis menyelenggarakan acara DEFEST (Diponegoro Economic Festival) Acara ini merupakan ajang perlombaan karya tulis bergengsi tingkat nasional dan internasional yang akan di ikuti oleh peserta tingkat Mahasiswa S1/D3 dari berbagai perguruan tinggi dalam rangka memperingati Dies Natalis FEB Universitas Diponegoro ke 61. Pada tahun 2021 ini DEFEST mengangkat tema “Economic Recovery and Strengthening Transformation in Realizing SDGs Amidst Global Uncertainty” dan sub tema yang dapat dipilih adalah: 1. Economics 2. Bussiness and Management 3. Accounting, Finance, and Islamic Finance Akses link booklet bit.ly/BookletPesertaDefest2021 Untuk mendaftar, dapat mengakses link pendaftaran berikut bit.ly/PendaftaranDefest2021  Ayo gabung dan daftarkan tim kamu secepatnya! Karena akan ada total hadiah senilai Rp8.500.000 Contact Person: Arilia: 085740509332 (WA) /  ariliahfd_ (line) Vita: 0895359670092 (WA) /  vtprmtsr0 (line) Bidang Akademik dan Keilmuan BEM FEB Undip

FEB Undip Gelar Forum Diskusi “Perencanaan Pembangunan Dalam Rangka Persiapan Penyusunan RPJMN 2020-2024” Bersama Bappenas

Kamis (24/1) bertempat di Ruang Sidang Utama Lt. II Gedung Dekanat FEB UNDIP, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengadakan forum diskusi dengan tema Perencanaan Pembangunan dalam Rangka Penyusunan RPJMN 2020-2024. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa S1, S2, dan S3 Universitas Diponegoro, serta mahasiswa dari Universitas USM dan UIN Walisongo. Forum diskusi kali ini menghadirkan dua keynote speaker, yaitu Dr.Muhammad Cholifihani, S.E., M.A. selaku Direktur Jasa Keuangan dan BUMN – Bappenas RI dan Eka Chandra Buana, S.E., M.A. selaku Direktur Perencanaan Makro dan Analis Statistik – Bappenas RI. Masing-masing keynote speaker membawakan materi yang berbeda. Eka Chandra Buana, S.E., M.A. menyampaikan materi seputar “Kerangka Ekonomi Makro 2020-2024”. Eka menyebutkan beberapa alasan yang menyebabkan tidak berjalannya transformasi struktural, diantaranya adalah regulasi yang tumpang tindih dan birokrasi yang menghambat, rendahnya kualitas SDM & produktivitas tenaga kerja, dan kualitas infrastruktur yang masih rendah. Faktor-faktor tersebut merupakan penyebab rendahnya inovasi dan kualitas investasi. Berbagai upaya yang dapat  ditempuh guna mengatasi permasalahan ini adalah dengan memfasilitasi transformasi struktural melalui peningkatan efisiensi, produktivitas dan nilai tambah. Perbaikan di sisi suplai juga diperlukan, diimbangi dengan penguatan permintaan domestik serta peningkatan kinerja perdagangan internasional. Sementara materi kedua yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Cholifihani, S.E., M.A. berkaitan dengan “Pendalaman Keuangan Di Indonesia dan Arah Kebijakan Keuangan Inklusif”. Dalam pemaparannya Cholifihani menyampaikan bahwa kebijakan keuangan inklusif adalah suatu bentuk pendalaman keuangan (financial deepening) yang ditujukan pada masyarakat in the bottom of the pyramid untuk memanfaatkan layanan keuangan formal.  Terdapat dua indikator utama dalam keuangan inklusif, yaitu DPK/ PDB dan Kredit/ PDB.  Pemerintah dalam hal ini telah menyusun arah kebijakan terkait dua indikator tersebut, salah satunya seputar arah kebijakan untuk mendorong berkembangnya UMKM.

FEB Undip Gelar Acara “Guest Lecturer: Global Leadership” dalam Rangkaian Peringatan Hari Jadi FEB Ke-59 Tahun / uest Lecturer: Global Leadership” dalam Rangkaian Peringatan Hari Jadi FEB Ke-59 Tahun

Pada Kamis minggu lalu (14/03), bertempat di Hall Gedung C Fakultas Ekonomika dan Bisnis, telah berlangsung acara Kuliah Dosen Tamu dengan tema Global Leadership. Pada kesempatan kali ini, International Office FEB Undip menghadirkan Professor Robert Evans selaku Dekan Internasional Fakultas Bisnis dan Hukum Universitas Curtin sebagai narasumber. Acara ini mendapat respon yang positif dari kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa FEB. Hal tersebut dibuktikan dari banyaknya peserta yang turut hadir dalam acara ini. Sejalan dengan tema yang diusung, Professor Robert menyampaikan materi seputar Global Leadership kepada pada audience. Pada kesempatan tersebut, beliau menjelaskan bagaimana perbedaan kepemimpinan dengan manajemen dari berbagai aspek. Guna memberi penjelasan yang mendalam terkait Global Leadership, Professor Robert juga memaparkan berbagai hal yang menjadi tantangan dalam Global Leadership. Berdasarkan pemaparan beliau, setidaknya terdapat 7 hal yang menjadi tantangan dalam mengelola kepemimpinan global, salah satunya adalah perbedaan budaya. Demi mendukung pemaparan materinya, Professor Robert memberikan kutipan tayangan tentang bagaimana Sundar Pichai selaku CEO Google dalam menjalankan kepemimpinan globalnya. Dengan penayangan video tersebut, mampu memberikan gambaran kepada audience tentang kunci sukses dalam menjadi seorang pemimpin global. Salah satu hal yang identik dengan kepemimpinan global ialah faktor perbedaan budaya. Berkaitan dengan perbedaan budaya, beliau mencoba membandingkan kebudayaan Indonesia dengan Australia berdasarkan kerangka kebudayaan menurut Hofstede. Mengacu pada materi yang diberikan Professor Robert, kita dapat mengetahui bahwa antara Indonesia dengan Australia memiliki kebudayaan yang sangat berbeda.

Dekan dan Direktur Internasional Office FEB UNDIP Melepas Mahasiswa Double Degree Ke Paris, Perancis

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro kembali mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program double degree di luar negeri. Kelas Internasional FEB Undip juga telah mengirimkan delapan mahasiswa untuk melaksanakan Credit Transfer System (CTS) ke Universiti Teknologi Malaysia pada bulan Januari 2019 selama 1 semester. Pada bulan Februari 2019, lima mahasiswa Kelas Internasional FEB Undip dikirimkan untuk melaksanakan program double degree ke Medicis Business School and University of Reunion, Paris, France, berkoordinasi dengan lembaga A2ID (Association Internationale et Interdiciplinaire de la Decision). Mereka adalah mahasiswa kelas internasional Accounting dan International Business angkatan 2016 dan 2017. Kelima mahasiswa tersebut adalah Ong Teenya Augustine, Liana Novani Putri, Kristian Benardo, Muhammad Izudin Irfan, dan Kevin Naufal Nadhif. Kelima mahasiswa ini akan menjalani 1 tahun masa perkuliahannya di Medicis Business School and University of Reunion, Paris, France. Pelepasan mahasiswa Program double degree oleh Dekan FEB Undip Dr. Suharnomo dan Direktur International Office FEB Undip Dr. Jaka Aminata di Ruang Dekan pada 15 Februari 2019. Diharapkan mahasiswa yang mengikuti program double degree  akan mendapatkan banyak pengetahuan dan keterampilan untuk sukses dalam lingkungan bisnis global serta mengharumkan nama institusi FEB Undip pada tataran Internasional.

Pembukaan Dies Natalis ke-59 FEB Mengadakan Talkshow Tumbuh Kembangkan Usaha Mikro Kecil

Di Hall Gedung C Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro telah digelar Talk Show Tumbuh Kembangkan Usaha Mikro Kecil pada hari Senin, 11 Maret 2019. Talk Show yang menjadi pembukaan kegiatan Dies Natalis FEB Undip ke-59 ini mengundang Achsin Ma’ruf (Komisi B DPRD Jateng), Bima Kartika (Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Jateng), Suharnomo (Dosen dan Dekan FEB Undip), dan Wakhyu Hidayat (Kepala Kanwil V Jamkrindo). Acara talkshow dipadati oleh peserta dari dosen, karyawan dan mahasiswa dari FEB Undip dan peserta dari umum. Achsin Ma’ruf sebagai narasumber pertama menjelaskan bahwa di Indonesia memiliki jumlah 3% pengusaha dari total penduduk Indonesia. Jumlah ini masih sedikit daripada negara di Asia seperti Thailand dengan jumlah pengusaha sebanyak 4.5%, Malaysia 5% pengusaha dan Singapura 7% pengusaha. “Tantangan kesejahteraan masyarakat dilihat dari sektor pengusaha. Jika pengusaha tinggi maka negara nya akan sejahtera”, jelasnya. Upaya pemerintah pusat dan provinsi sudah konsisten terkait menumbuhkembangkan UMKM dan pengusaha. Pemerintah harus hadir sehingga jumlah pengusaha yang ada bertambah dan menstimultan masyarakat untuk ber-entrepreneur. Achsin juga menambahkan bahwa market pasar di era industri 4.0, UMKM harus mengikuti arah market ke industri 4.0, pasar offline akan tergerus bisa jadi mati dengan hadir nya pasar online. Pembicara kedua Suharnomo menyampaikan kutipan tren dunia global buku karya Dr. Richard Florida – The Rise of the Creative Class, “Pada akhirnya bangsa-bangsa/kota-kota ditentukan oleh masyarakat elit kreatif-nya, semakin banyak elit kreatif yang menggerakan kota tersebut akan menjadikan kota tersebut menjadi kompetitif di area global”, ungkapnya. Kampus FEB Undip melalui Inkubator Bisnis Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Undip menampung startup bisnis yang mengarah pada start up digital, take a lead economy ke depan adalah berbasis kreatifitas dan inovation. Kampus memiliki produk riset dan inovasi tapi sebagian besar belum di hilirisasi atau di implementasikan ke masyarakat. Menurut Suharnomo, Pengembangan UMKM harus di dasarkan pada riset untuk mendapatkan keunggulan, jika tidak produk akan menjadi tidak kompetitif di pasar. Tren yang harus diubah dari product dan production approach menjadi market approach terlebih dahulu, kemudian baru membicarakan packaging dan meng-online kan produk dalam penjualan. “Riset pasar wajib hukumnya, karena lebih mudah memenuhi dengan adanya kebutuhan pasar dan kemudian memenuhi yang dibutuhkan pasar, tambah Suharnomo. Pembicara selanjutnya dari Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Bima Kartika mengungkapkan bahwa tugas berat Dinas Koperasi adalah untuk mendorong UMKM yang ada untuk tumbuh dengan cepat. Cara yang dilakukan yaitu mendorong sumber daya manusia, karena SDM adalah kunci dari berkembangnya dari sebuah UMKM, pendekatan kualitas SDM dipercepat dengan strategi melalui kelompok atau sentra kelompok, dan Balatkop (Balai Latihan Koperasi) untuk menumbuhkan UMKM yang dapat menyentuh manajerial, vokasional dan kompetensi UMKM. Berikutnya, melalui pembiayaan dengan cara mempermudah akses permodalan UMKM. “Setiap hari sosialisasi dan fasilitasi UMKM di Jateng kita pertemukan dengan sumber pembiayaan bank dan non bank, Jamkrida, Jamkrindo, Bank Jateng untuk mempermudah akses pembiayaan bagi UMKM”, ungkapnya. Kepala Kantor Wilayah V Jamkrindo, Wakhyu Hidayatullah, menyampaikan bahwa UMKM tidak lepas keterbatasan pemasaran, sumber daya manusia, finansial, teknologi, maka UMKM wajib dibantu. Jamkrindo dalam hal ini membantu UMKM di masalah finansial bagi UMKM yang kekurangan agunan dan punya usaha yang layak agar dapat mengakses ke perbankan dan non perbankan. Saat ini, Jamkrindo Kanwil V sudah melakukan penjaminan 27 trilyun di Jateng untuk 574 ribu nasabah, dan masih ada yang belum melakukan penjaminan ke Jamkrindo dan masih banyak peluang untuk UMKM. Wakhyu menyampaikan “Yang menjadi masalah dari sisi pembinaan, saat ini departemen banyak pihak yang melakukan pendampingan UMKM tetapi belum terintegrasi akhirnya UMKM tidak terurus dengan baik, tantangan saat ini pembina – pembina yang ada bisa terintegrasi untuk membina UMKM”. Jamkrindo ke depannya akan membuka marketplace guarantee, di market place ini UMKM akan dirating dan dipajang agar lembaga pembiayaan dapat memilih UMKM yang diinginkan.

Live Streaming Pidato Ilmiah Dies Natalis FEB Undip ke-59

Link : https://youtu.be/bDqgtldWArQ Dalam rangka Dies Natalis FEB Undip ke-59, FEB Undip akan menghelat Pidato Ilmiah Dies Natalis. Narasumber pada acara pidato ilmiah ini: 1. Menristekdikti RI: Prof. Moh. Nasir, Ph.D. 2. Rektor Universitas Nasional: Dr. El Amri Bermawi Putra 3. Cyber Edu Inkor: Prof. Jang Youn Cho, Ph.D.