Kemahasiswaan

Prestasi Mahasiswa

Selamat dan Sukses atas Pengukuhan Guru Besar: Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si.

Pada tanggal 25 Mei 2021 adalah hari yang sangat membanggakan bagi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), karena pada tanggal tersebut FEB Undip telah menambah kembali guru besar. Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. yang telah dikukuhkan menjadi guru besar bidang Manajemen Sumber Daya Manusia melalui Pidato pengukuhannya berjudul “Strategi Pengelolaan Sumber Daya Manusia Unggul dalam Perspektif Budaya Nasional Indonesia”. Selain Prof. Dr. Suharnomo, pada acara tersebut juga dilaksanakan pengukuhan 2 (tiga) guru besar dari Fakultas Teknik Prof. Dr. Ir. Hargono, M.T. dan Prof. Dr. Dra. Meiny Suzery, M.S. dari Fakultas Sains dan Matematika. Acara pengukuhan dilaksanakan bertempat di Gd. Prof. Soedarto, S.H., Tembalang pada jam 08.00 WIB sd. 12.00 WIB. Semoga capaian ini dapat menjadikan Universitas Diponegoro semakin jaya di tingkat nasional maupun internasional. Undip.. Jaya.. Jaya.. Undip..

Rp 8.500.000 FROM DIPONEGORO ECONOMIC FESTIVAL 2021

Dalam rangka mempercepat pemulihan (recovery) ekonomi, pemerintah telah menetapkan rencana kerja 2021 dengan tema “Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial” guna mengejar pemulihan ekonomi jangka menengah dan panjang. Namun, selain kebijakan-kebijakan yang diterbitkan pemerintah, diperlukan sinergitas antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menyokong percepatan pemulihan ekonomi di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, dalam rangka menyambut Dies Natalis ke – 61, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro mempersembahkan kegiatan mini research competition yang memiliki tujuan agar mahasiswa memiliki kepekaan terhadap isu dan permasalahan yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis menyelenggarakan acara DEFEST (Diponegoro Economic Festival) Acara ini merupakan ajang perlombaan karya tulis bergengsi tingkat nasional dan internasional yang akan di ikuti oleh peserta tingkat Mahasiswa S1/D3 dari berbagai perguruan tinggi dalam rangka memperingati Dies Natalis FEB Universitas Diponegoro ke 61. Pada tahun 2021 ini DEFEST mengangkat tema “Economic Recovery and Strengthening Transformation in Realizing SDGs Amidst Global Uncertainty” dan sub tema yang dapat dipilih adalah: 1. Economics 2. Bussiness and Management 3. Accounting, Finance, and Islamic Finance Akses link booklet bit.ly/BookletPesertaDefest2021 Untuk mendaftar, dapat mengakses link pendaftaran berikut bit.ly/PendaftaranDefest2021  Ayo gabung dan daftarkan tim kamu secepatnya! Karena akan ada total hadiah senilai Rp8.500.000 Contact Person: Arilia: 085740509332 (WA) /  ariliahfd_ (line) Vita: 0895359670092 (WA) /  vtprmtsr0 (line) Bidang Akademik dan Keilmuan BEM FEB Undip

FEB Undip Gelar Forum Diskusi “Perencanaan Pembangunan Dalam Rangka Persiapan Penyusunan RPJMN 2020-2024” Bersama Bappenas

Kamis (24/1) bertempat di Ruang Sidang Utama Lt. II Gedung Dekanat FEB UNDIP, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengadakan forum diskusi dengan tema Perencanaan Pembangunan dalam Rangka Penyusunan RPJMN 2020-2024. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa S1, S2, dan S3 Universitas Diponegoro, serta mahasiswa dari Universitas USM dan UIN Walisongo. Forum diskusi kali ini menghadirkan dua keynote speaker, yaitu Dr.Muhammad Cholifihani, S.E., M.A. selaku Direktur Jasa Keuangan dan BUMN – Bappenas RI dan Eka Chandra Buana, S.E., M.A. selaku Direktur Perencanaan Makro dan Analis Statistik – Bappenas RI. Masing-masing keynote speaker membawakan materi yang berbeda. Eka Chandra Buana, S.E., M.A. menyampaikan materi seputar “Kerangka Ekonomi Makro 2020-2024”. Eka menyebutkan beberapa alasan yang menyebabkan tidak berjalannya transformasi struktural, diantaranya adalah regulasi yang tumpang tindih dan birokrasi yang menghambat, rendahnya kualitas SDM & produktivitas tenaga kerja, dan kualitas infrastruktur yang masih rendah. Faktor-faktor tersebut merupakan penyebab rendahnya inovasi dan kualitas investasi. Berbagai upaya yang dapat  ditempuh guna mengatasi permasalahan ini adalah dengan memfasilitasi transformasi struktural melalui peningkatan efisiensi, produktivitas dan nilai tambah. Perbaikan di sisi suplai juga diperlukan, diimbangi dengan penguatan permintaan domestik serta peningkatan kinerja perdagangan internasional. Sementara materi kedua yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Cholifihani, S.E., M.A. berkaitan dengan “Pendalaman Keuangan Di Indonesia dan Arah Kebijakan Keuangan Inklusif”. Dalam pemaparannya Cholifihani menyampaikan bahwa kebijakan keuangan inklusif adalah suatu bentuk pendalaman keuangan (financial deepening) yang ditujukan pada masyarakat in the bottom of the pyramid untuk memanfaatkan layanan keuangan formal.  Terdapat dua indikator utama dalam keuangan inklusif, yaitu DPK/ PDB dan Kredit/ PDB.  Pemerintah dalam hal ini telah menyusun arah kebijakan terkait dua indikator tersebut, salah satunya seputar arah kebijakan untuk mendorong berkembangnya UMKM.

FEB Undip Gelar Acara “Guest Lecturer: Global Leadership” dalam Rangkaian Peringatan Hari Jadi FEB Ke-59 Tahun / uest Lecturer: Global Leadership” dalam Rangkaian Peringatan Hari Jadi FEB Ke-59 Tahun

Pada Kamis minggu lalu (14/03), bertempat di Hall Gedung C Fakultas Ekonomika dan Bisnis, telah berlangsung acara Kuliah Dosen Tamu dengan tema Global Leadership. Pada kesempatan kali ini, International Office FEB Undip menghadirkan Professor Robert Evans selaku Dekan Internasional Fakultas Bisnis dan Hukum Universitas Curtin sebagai narasumber. Acara ini mendapat respon yang positif dari kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa FEB. Hal tersebut dibuktikan dari banyaknya peserta yang turut hadir dalam acara ini. Sejalan dengan tema yang diusung, Professor Robert menyampaikan materi seputar Global Leadership kepada pada audience. Pada kesempatan tersebut, beliau menjelaskan bagaimana perbedaan kepemimpinan dengan manajemen dari berbagai aspek. Guna memberi penjelasan yang mendalam terkait Global Leadership, Professor Robert juga memaparkan berbagai hal yang menjadi tantangan dalam Global Leadership. Berdasarkan pemaparan beliau, setidaknya terdapat 7 hal yang menjadi tantangan dalam mengelola kepemimpinan global, salah satunya adalah perbedaan budaya. Demi mendukung pemaparan materinya, Professor Robert memberikan kutipan tayangan tentang bagaimana Sundar Pichai selaku CEO Google dalam menjalankan kepemimpinan globalnya. Dengan penayangan video tersebut, mampu memberikan gambaran kepada audience tentang kunci sukses dalam menjadi seorang pemimpin global. Salah satu hal yang identik dengan kepemimpinan global ialah faktor perbedaan budaya. Berkaitan dengan perbedaan budaya, beliau mencoba membandingkan kebudayaan Indonesia dengan Australia berdasarkan kerangka kebudayaan menurut Hofstede. Mengacu pada materi yang diberikan Professor Robert, kita dapat mengetahui bahwa antara Indonesia dengan Australia memiliki kebudayaan yang sangat berbeda.

Dekan dan Direktur Internasional Office FEB UNDIP Melepas Mahasiswa Double Degree Ke Paris, Perancis

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro kembali mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program double degree di luar negeri. Kelas Internasional FEB Undip juga telah mengirimkan delapan mahasiswa untuk melaksanakan Credit Transfer System (CTS) ke Universiti Teknologi Malaysia pada bulan Januari 2019 selama 1 semester. Pada bulan Februari 2019, lima mahasiswa Kelas Internasional FEB Undip dikirimkan untuk melaksanakan program double degree ke Medicis Business School and University of Reunion, Paris, France, berkoordinasi dengan lembaga A2ID (Association Internationale et Interdiciplinaire de la Decision). Mereka adalah mahasiswa kelas internasional Accounting dan International Business angkatan 2016 dan 2017. Kelima mahasiswa tersebut adalah Ong Teenya Augustine, Liana Novani Putri, Kristian Benardo, Muhammad Izudin Irfan, dan Kevin Naufal Nadhif. Kelima mahasiswa ini akan menjalani 1 tahun masa perkuliahannya di Medicis Business School and University of Reunion, Paris, France. Pelepasan mahasiswa Program double degree oleh Dekan FEB Undip Dr. Suharnomo dan Direktur International Office FEB Undip Dr. Jaka Aminata di Ruang Dekan pada 15 Februari 2019. Diharapkan mahasiswa yang mengikuti program double degree  akan mendapatkan banyak pengetahuan dan keterampilan untuk sukses dalam lingkungan bisnis global serta mengharumkan nama institusi FEB Undip pada tataran Internasional.

Pembukaan Dies Natalis ke-59 FEB Mengadakan Talkshow Tumbuh Kembangkan Usaha Mikro Kecil

Di Hall Gedung C Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro telah digelar Talk Show Tumbuh Kembangkan Usaha Mikro Kecil pada hari Senin, 11 Maret 2019. Talk Show yang menjadi pembukaan kegiatan Dies Natalis FEB Undip ke-59 ini mengundang Achsin Ma’ruf (Komisi B DPRD Jateng), Bima Kartika (Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Jateng), Suharnomo (Dosen dan Dekan FEB Undip), dan Wakhyu Hidayat (Kepala Kanwil V Jamkrindo). Acara talkshow dipadati oleh peserta dari dosen, karyawan dan mahasiswa dari FEB Undip dan peserta dari umum. Achsin Ma’ruf sebagai narasumber pertama menjelaskan bahwa di Indonesia memiliki jumlah 3% pengusaha dari total penduduk Indonesia. Jumlah ini masih sedikit daripada negara di Asia seperti Thailand dengan jumlah pengusaha sebanyak 4.5%, Malaysia 5% pengusaha dan Singapura 7% pengusaha. “Tantangan kesejahteraan masyarakat dilihat dari sektor pengusaha. Jika pengusaha tinggi maka negara nya akan sejahtera”, jelasnya. Upaya pemerintah pusat dan provinsi sudah konsisten terkait menumbuhkembangkan UMKM dan pengusaha. Pemerintah harus hadir sehingga jumlah pengusaha yang ada bertambah dan menstimultan masyarakat untuk ber-entrepreneur. Achsin juga menambahkan bahwa market pasar di era industri 4.0, UMKM harus mengikuti arah market ke industri 4.0, pasar offline akan tergerus bisa jadi mati dengan hadir nya pasar online. Pembicara kedua Suharnomo menyampaikan kutipan tren dunia global buku karya Dr. Richard Florida – The Rise of the Creative Class, “Pada akhirnya bangsa-bangsa/kota-kota ditentukan oleh masyarakat elit kreatif-nya, semakin banyak elit kreatif yang menggerakan kota tersebut akan menjadikan kota tersebut menjadi kompetitif di area global”, ungkapnya. Kampus FEB Undip melalui Inkubator Bisnis Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Undip menampung startup bisnis yang mengarah pada start up digital, take a lead economy ke depan adalah berbasis kreatifitas dan inovation. Kampus memiliki produk riset dan inovasi tapi sebagian besar belum di hilirisasi atau di implementasikan ke masyarakat. Menurut Suharnomo, Pengembangan UMKM harus di dasarkan pada riset untuk mendapatkan keunggulan, jika tidak produk akan menjadi tidak kompetitif di pasar. Tren yang harus diubah dari product dan production approach menjadi market approach terlebih dahulu, kemudian baru membicarakan packaging dan meng-online kan produk dalam penjualan. “Riset pasar wajib hukumnya, karena lebih mudah memenuhi dengan adanya kebutuhan pasar dan kemudian memenuhi yang dibutuhkan pasar, tambah Suharnomo. Pembicara selanjutnya dari Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Bima Kartika mengungkapkan bahwa tugas berat Dinas Koperasi adalah untuk mendorong UMKM yang ada untuk tumbuh dengan cepat. Cara yang dilakukan yaitu mendorong sumber daya manusia, karena SDM adalah kunci dari berkembangnya dari sebuah UMKM, pendekatan kualitas SDM dipercepat dengan strategi melalui kelompok atau sentra kelompok, dan Balatkop (Balai Latihan Koperasi) untuk menumbuhkan UMKM yang dapat menyentuh manajerial, vokasional dan kompetensi UMKM. Berikutnya, melalui pembiayaan dengan cara mempermudah akses permodalan UMKM. “Setiap hari sosialisasi dan fasilitasi UMKM di Jateng kita pertemukan dengan sumber pembiayaan bank dan non bank, Jamkrida, Jamkrindo, Bank Jateng untuk mempermudah akses pembiayaan bagi UMKM”, ungkapnya. Kepala Kantor Wilayah V Jamkrindo, Wakhyu Hidayatullah, menyampaikan bahwa UMKM tidak lepas keterbatasan pemasaran, sumber daya manusia, finansial, teknologi, maka UMKM wajib dibantu. Jamkrindo dalam hal ini membantu UMKM di masalah finansial bagi UMKM yang kekurangan agunan dan punya usaha yang layak agar dapat mengakses ke perbankan dan non perbankan. Saat ini, Jamkrindo Kanwil V sudah melakukan penjaminan 27 trilyun di Jateng untuk 574 ribu nasabah, dan masih ada yang belum melakukan penjaminan ke Jamkrindo dan masih banyak peluang untuk UMKM. Wakhyu menyampaikan “Yang menjadi masalah dari sisi pembinaan, saat ini departemen banyak pihak yang melakukan pendampingan UMKM tetapi belum terintegrasi akhirnya UMKM tidak terurus dengan baik, tantangan saat ini pembina – pembina yang ada bisa terintegrasi untuk membina UMKM”. Jamkrindo ke depannya akan membuka marketplace guarantee, di market place ini UMKM akan dirating dan dipajang agar lembaga pembiayaan dapat memilih UMKM yang diinginkan.

Live Streaming Pidato Ilmiah Dies Natalis FEB Undip ke-59

Link : https://youtu.be/bDqgtldWArQ Dalam rangka Dies Natalis FEB Undip ke-59, FEB Undip akan menghelat Pidato Ilmiah Dies Natalis. Narasumber pada acara pidato ilmiah ini: 1. Menristekdikti RI: Prof. Moh. Nasir, Ph.D. 2. Rektor Universitas Nasional: Dr. El Amri Bermawi Putra 3. Cyber Edu Inkor: Prof. Jang Youn Cho, Ph.D.

Pidato Ilmiah Menristekdikti RI Dies Natalis FEB Undip ke-59

Rabu (13/03), bertempat di Hall Ged. Kewirausahaan Lt. 4, FEB Undip merayakan dies natalis yang ke 59. Pada dies natalis kali ini Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia Prof. H. Muhammad Nasir, Ph.D., AK menyampaikan pidato ilmiah dengan tema “Dampak Revolusi Industri 4.0 pada Pendidikan Tinggi di Indonesia”. Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Dr. Darsono, S.E., Akt., MBA dan dihadiri juga oleh Dr. Suharnomo., S.E., M.Si. selaku Dekan FEB Undip, Sekjen Kemenristekdikti Prof. Ainun Na’im, Ph.D M.B.A serta guru besar dan tamu undangan lainnya. Dalam pidatonya Menteri Nasir mengungkapkan banyak hal mengenai tantangan perguruan tinggi ke depannya akibat revolusi industri 4.0 seperti meningkatkan indeks pembangunan manusia dan perlunya pemotongan struktur organisasi di tingkat universitas, pendirian program studi baru yang berorientasi masa depan dan berpesan kepada perguruan tinggi agar dapat memberikan terobosan baru dalam hal program studi. Ia juga berpesan agar perguruan tinggi bisa mencetak mahasiswa menjadi wirausaha yang kreatif dan berkontribusi pada pembangunan sumber daya bangsa. Selain pidato ilmiah yang disampaikan oleh Menteri Ristekdikti, acara dilanjutkan dengan diskusi panel yang disampaikan langsung oleh selaku Rektor Universitas Nasional, Jakarta yang diwakili oleh Wakil Rektor I Universitas Nasional Prof. Dr. Iskandar Fitri, ST., MT. dan Prof. Jang Youn Cho, Ph.D dari Hankuk University of Foreign Studies Korea dengan tema Pengelolaan Pendidikan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0 Prof. Cho menjelaskan mengenai perbedaan Pendidikan tinggi di Korea dengan di Indonesia, beliau juga menjelaskan mengenai pengelolaan pendidikan tinggi di Korea yang diharapkan dapat diterapkan di Indonesia. Prof. Iskandar juga menegaskan mengenai dampak-dampak revolusi industri 4.0 dan persiapan pendidikan tinggi menuju revolusi industri 5.0 yaitu dimana Internet of Things dan Internet of Humans saling berkorelasi.

Fun Walk Dalam Rangka Dies Natalis FEB Undip Ke-59

Sabtu (16/03/19). Dalam rangka memperingati Dies Natalis yang ke-59, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip menyelenggarakan acara fun walk yang bertempat di Dome FEB Undip. Acara diawali dengan senam bersama di Lapangan Dekanat FEB Undip pada pukul 06.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat yang dibuka dengan pelepasan balon oleh Dekan FEB Undip Dr Suharnomo., SE., M.Si. Jalan sehat diikuti oleh kurang lebih 263 peserta yang terdiri dari dosen, karyawan, alumni, dan mahasiswa FEB Undip. Fun walk tahun ini mengambil rute dengan garis start Lapangan Dekanat FEB Undip – FIB Undip – Widya Puraya – Teknik Elektro – Fakultas Kesehatan Masyarakat – Fakultas Psikologi dan garis finish di pintu masuk FEB. Setelah pelaksanaan jalan sehat, tibalah pada acara hiburan. Acara ini dibuka oleh sambutan dari Ketua Departemen Akuntansi Fuad., M.Si.,Ph.D selaku Ketua Panitia Dies Natalis FEB Undip ke-59. Selain Dekan FEB Undip Dr. Suharnomo., SE., M.Si. turut hadir pula Ausi Kurnia Kawoco selaku perwakilan dari Ikafe Undip. Agenda dilanjutkan dengan sarapan bersama yang diiringi oleh penampilan band dari mahasiswa dan karyawan. Acara fun walk kali ini semakin menarik dengan adanya pembagian doorprize tiga unit sepeda motor, televisi, kulkas, sepeda gunung, beasiswa, dan berbagai hadiah lainnya. Terima kasih kepada para sponsor dan para pihak yang telah berpartisipasi dalam seluruh kegiatan sehingga acara berjalan lancar dan sukses.

seputar feb

Riwayat Berdirinya Universitas Diponegoro

Kegiatan Fakultas

Selamat dan Sukses atas Pengukuhan Guru Besar: Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si.

Pada tanggal 25 Mei 2021 adalah hari yang sangat membanggakan bagi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), karena pada tanggal tersebut FEB Undip telah menambah kembali guru besar. Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. yang telah dikukuhkan menjadi guru besar bidang Manajemen Sumber Daya Manusia melalui Pidato pengukuhannya berjudul “Strategi Pengelolaan Sumber Daya Manusia Unggul dalam Perspektif Budaya Nasional Indonesia”. Selain Prof. Dr. Suharnomo, pada acara tersebut juga dilaksanakan pengukuhan 2 (tiga) guru besar dari Fakultas Teknik Prof. Dr. Ir. Hargono, M.T. dan Prof. Dr. Dra. Meiny Suzery, M.S. dari Fakultas Sains dan Matematika. Acara pengukuhan dilaksanakan bertempat di Gd. Prof. Soedarto, S.H., Tembalang pada jam 08.00 WIB sd. 12.00 WIB. Semoga capaian ini dapat menjadikan Universitas Diponegoro semakin jaya di tingkat nasional maupun internasional. Undip.. Jaya.. Jaya.. Undip..

Rp 8.500.000 FROM DIPONEGORO ECONOMIC FESTIVAL 2021

Dalam rangka mempercepat pemulihan (recovery) ekonomi, pemerintah telah menetapkan rencana kerja 2021 dengan tema “Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial” guna mengejar pemulihan ekonomi jangka menengah dan panjang. Namun, selain kebijakan-kebijakan yang diterbitkan pemerintah, diperlukan sinergitas antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menyokong percepatan pemulihan ekonomi di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, dalam rangka menyambut Dies Natalis ke – 61, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro mempersembahkan kegiatan mini research competition yang memiliki tujuan agar mahasiswa memiliki kepekaan terhadap isu dan permasalahan yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis menyelenggarakan acara DEFEST (Diponegoro Economic Festival) Acara ini merupakan ajang perlombaan karya tulis bergengsi tingkat nasional dan internasional yang akan di ikuti oleh peserta tingkat Mahasiswa S1/D3 dari berbagai perguruan tinggi dalam rangka memperingati Dies Natalis FEB Universitas Diponegoro ke 61. Pada tahun 2021 ini DEFEST mengangkat tema “Economic Recovery and Strengthening Transformation in Realizing SDGs Amidst Global Uncertainty” dan sub tema yang dapat dipilih adalah: 1. Economics 2. Bussiness and Management 3. Accounting, Finance, and Islamic Finance Akses link booklet bit.ly/BookletPesertaDefest2021 Untuk mendaftar, dapat mengakses link pendaftaran berikut bit.ly/PendaftaranDefest2021  Ayo gabung dan daftarkan tim kamu secepatnya! Karena akan ada total hadiah senilai Rp8.500.000 Contact Person: Arilia: 085740509332 (WA) /  ariliahfd_ (line) Vita: 0895359670092 (WA) /  vtprmtsr0 (line) Bidang Akademik dan Keilmuan BEM FEB Undip

FEB Undip Gelar Forum Diskusi “Perencanaan Pembangunan Dalam Rangka Persiapan Penyusunan RPJMN 2020-2024” Bersama Bappenas

Kamis (24/1) bertempat di Ruang Sidang Utama Lt. II Gedung Dekanat FEB UNDIP, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengadakan forum diskusi dengan tema Perencanaan Pembangunan dalam Rangka Penyusunan RPJMN 2020-2024. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa S1, S2, dan S3 Universitas Diponegoro, serta mahasiswa dari Universitas USM dan UIN Walisongo. Forum diskusi kali ini menghadirkan dua keynote speaker, yaitu Dr.Muhammad Cholifihani, S.E., M.A. selaku Direktur Jasa Keuangan dan BUMN – Bappenas RI dan Eka Chandra Buana, S.E., M.A. selaku Direktur Perencanaan Makro dan Analis Statistik – Bappenas RI. Masing-masing keynote speaker membawakan materi yang berbeda. Eka Chandra Buana, S.E., M.A. menyampaikan materi seputar “Kerangka Ekonomi Makro 2020-2024”. Eka menyebutkan beberapa alasan yang menyebabkan tidak berjalannya transformasi struktural, diantaranya adalah regulasi yang tumpang tindih dan birokrasi yang menghambat, rendahnya kualitas SDM & produktivitas tenaga kerja, dan kualitas infrastruktur yang masih rendah. Faktor-faktor tersebut merupakan penyebab rendahnya inovasi dan kualitas investasi. Berbagai upaya yang dapat  ditempuh guna mengatasi permasalahan ini adalah dengan memfasilitasi transformasi struktural melalui peningkatan efisiensi, produktivitas dan nilai tambah. Perbaikan di sisi suplai juga diperlukan, diimbangi dengan penguatan permintaan domestik serta peningkatan kinerja perdagangan internasional. Sementara materi kedua yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Cholifihani, S.E., M.A. berkaitan dengan “Pendalaman Keuangan Di Indonesia dan Arah Kebijakan Keuangan Inklusif”. Dalam pemaparannya Cholifihani menyampaikan bahwa kebijakan keuangan inklusif adalah suatu bentuk pendalaman keuangan (financial deepening) yang ditujukan pada masyarakat in the bottom of the pyramid untuk memanfaatkan layanan keuangan formal.  Terdapat dua indikator utama dalam keuangan inklusif, yaitu DPK/ PDB dan Kredit/ PDB.  Pemerintah dalam hal ini telah menyusun arah kebijakan terkait dua indikator tersebut, salah satunya seputar arah kebijakan untuk mendorong berkembangnya UMKM.

FEB Undip Gelar Acara “Guest Lecturer: Global Leadership” dalam Rangkaian Peringatan Hari Jadi FEB Ke-59 Tahun / uest Lecturer: Global Leadership” dalam Rangkaian Peringatan Hari Jadi FEB Ke-59 Tahun

Pada Kamis minggu lalu (14/03), bertempat di Hall Gedung C Fakultas Ekonomika dan Bisnis, telah berlangsung acara Kuliah Dosen Tamu dengan tema Global Leadership. Pada kesempatan kali ini, International Office FEB Undip menghadirkan Professor Robert Evans selaku Dekan Internasional Fakultas Bisnis dan Hukum Universitas Curtin sebagai narasumber. Acara ini mendapat respon yang positif dari kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa FEB. Hal tersebut dibuktikan dari banyaknya peserta yang turut hadir dalam acara ini. Sejalan dengan tema yang diusung, Professor Robert menyampaikan materi seputar Global Leadership kepada pada audience. Pada kesempatan tersebut, beliau menjelaskan bagaimana perbedaan kepemimpinan dengan manajemen dari berbagai aspek. Guna memberi penjelasan yang mendalam terkait Global Leadership, Professor Robert juga memaparkan berbagai hal yang menjadi tantangan dalam Global Leadership. Berdasarkan pemaparan beliau, setidaknya terdapat 7 hal yang menjadi tantangan dalam mengelola kepemimpinan global, salah satunya adalah perbedaan budaya. Demi mendukung pemaparan materinya, Professor Robert memberikan kutipan tayangan tentang bagaimana Sundar Pichai selaku CEO Google dalam menjalankan kepemimpinan globalnya. Dengan penayangan video tersebut, mampu memberikan gambaran kepada audience tentang kunci sukses dalam menjadi seorang pemimpin global. Salah satu hal yang identik dengan kepemimpinan global ialah faktor perbedaan budaya. Berkaitan dengan perbedaan budaya, beliau mencoba membandingkan kebudayaan Indonesia dengan Australia berdasarkan kerangka kebudayaan menurut Hofstede. Mengacu pada materi yang diberikan Professor Robert, kita dapat mengetahui bahwa antara Indonesia dengan Australia memiliki kebudayaan yang sangat berbeda.

Dekan dan Direktur Internasional Office FEB UNDIP Melepas Mahasiswa Double Degree Ke Paris, Perancis

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro kembali mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program double degree di luar negeri. Kelas Internasional FEB Undip juga telah mengirimkan delapan mahasiswa untuk melaksanakan Credit Transfer System (CTS) ke Universiti Teknologi Malaysia pada bulan Januari 2019 selama 1 semester. Pada bulan Februari 2019, lima mahasiswa Kelas Internasional FEB Undip dikirimkan untuk melaksanakan program double degree ke Medicis Business School and University of Reunion, Paris, France, berkoordinasi dengan lembaga A2ID (Association Internationale et Interdiciplinaire de la Decision). Mereka adalah mahasiswa kelas internasional Accounting dan International Business angkatan 2016 dan 2017. Kelima mahasiswa tersebut adalah Ong Teenya Augustine, Liana Novani Putri, Kristian Benardo, Muhammad Izudin Irfan, dan Kevin Naufal Nadhif. Kelima mahasiswa ini akan menjalani 1 tahun masa perkuliahannya di Medicis Business School and University of Reunion, Paris, France. Pelepasan mahasiswa Program double degree oleh Dekan FEB Undip Dr. Suharnomo dan Direktur International Office FEB Undip Dr. Jaka Aminata di Ruang Dekan pada 15 Februari 2019. Diharapkan mahasiswa yang mengikuti program double degree  akan mendapatkan banyak pengetahuan dan keterampilan untuk sukses dalam lingkungan bisnis global serta mengharumkan nama institusi FEB Undip pada tataran Internasional.

Pembukaan Dies Natalis ke-59 FEB Mengadakan Talkshow Tumbuh Kembangkan Usaha Mikro Kecil

Di Hall Gedung C Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro telah digelar Talk Show Tumbuh Kembangkan Usaha Mikro Kecil pada hari Senin, 11 Maret 2019. Talk Show yang menjadi pembukaan kegiatan Dies Natalis FEB Undip ke-59 ini mengundang Achsin Ma’ruf (Komisi B DPRD Jateng), Bima Kartika (Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Jateng), Suharnomo (Dosen dan Dekan FEB Undip), dan Wakhyu Hidayat (Kepala Kanwil V Jamkrindo). Acara talkshow dipadati oleh peserta dari dosen, karyawan dan mahasiswa dari FEB Undip dan peserta dari umum. Achsin Ma’ruf sebagai narasumber pertama menjelaskan bahwa di Indonesia memiliki jumlah 3% pengusaha dari total penduduk Indonesia. Jumlah ini masih sedikit daripada negara di Asia seperti Thailand dengan jumlah pengusaha sebanyak 4.5%, Malaysia 5% pengusaha dan Singapura 7% pengusaha. “Tantangan kesejahteraan masyarakat dilihat dari sektor pengusaha. Jika pengusaha tinggi maka negara nya akan sejahtera”, jelasnya. Upaya pemerintah pusat dan provinsi sudah konsisten terkait menumbuhkembangkan UMKM dan pengusaha. Pemerintah harus hadir sehingga jumlah pengusaha yang ada bertambah dan menstimultan masyarakat untuk ber-entrepreneur. Achsin juga menambahkan bahwa market pasar di era industri 4.0, UMKM harus mengikuti arah market ke industri 4.0, pasar offline akan tergerus bisa jadi mati dengan hadir nya pasar online. Pembicara kedua Suharnomo menyampaikan kutipan tren dunia global buku karya Dr. Richard Florida – The Rise of the Creative Class, “Pada akhirnya bangsa-bangsa/kota-kota ditentukan oleh masyarakat elit kreatif-nya, semakin banyak elit kreatif yang menggerakan kota tersebut akan menjadikan kota tersebut menjadi kompetitif di area global”, ungkapnya. Kampus FEB Undip melalui Inkubator Bisnis Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Undip menampung startup bisnis yang mengarah pada start up digital, take a lead economy ke depan adalah berbasis kreatifitas dan inovation. Kampus memiliki produk riset dan inovasi tapi sebagian besar belum di hilirisasi atau di implementasikan ke masyarakat. Menurut Suharnomo, Pengembangan UMKM harus di dasarkan pada riset untuk mendapatkan keunggulan, jika tidak produk akan menjadi tidak kompetitif di pasar. Tren yang harus diubah dari product dan production approach menjadi market approach terlebih dahulu, kemudian baru membicarakan packaging dan meng-online kan produk dalam penjualan. “Riset pasar wajib hukumnya, karena lebih mudah memenuhi dengan adanya kebutuhan pasar dan kemudian memenuhi yang dibutuhkan pasar, tambah Suharnomo. Pembicara selanjutnya dari Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Bima Kartika mengungkapkan bahwa tugas berat Dinas Koperasi adalah untuk mendorong UMKM yang ada untuk tumbuh dengan cepat. Cara yang dilakukan yaitu mendorong sumber daya manusia, karena SDM adalah kunci dari berkembangnya dari sebuah UMKM, pendekatan kualitas SDM dipercepat dengan strategi melalui kelompok atau sentra kelompok, dan Balatkop (Balai Latihan Koperasi) untuk menumbuhkan UMKM yang dapat menyentuh manajerial, vokasional dan kompetensi UMKM. Berikutnya, melalui pembiayaan dengan cara mempermudah akses permodalan UMKM. “Setiap hari sosialisasi dan fasilitasi UMKM di Jateng kita pertemukan dengan sumber pembiayaan bank dan non bank, Jamkrida, Jamkrindo, Bank Jateng untuk mempermudah akses pembiayaan bagi UMKM”, ungkapnya. Kepala Kantor Wilayah V Jamkrindo, Wakhyu Hidayatullah, menyampaikan bahwa UMKM tidak lepas keterbatasan pemasaran, sumber daya manusia, finansial, teknologi, maka UMKM wajib dibantu. Jamkrindo dalam hal ini membantu UMKM di masalah finansial bagi UMKM yang kekurangan agunan dan punya usaha yang layak agar dapat mengakses ke perbankan dan non perbankan. Saat ini, Jamkrindo Kanwil V sudah melakukan penjaminan 27 trilyun di Jateng untuk 574 ribu nasabah, dan masih ada yang belum melakukan penjaminan ke Jamkrindo dan masih banyak peluang untuk UMKM. Wakhyu menyampaikan “Yang menjadi masalah dari sisi pembinaan, saat ini departemen banyak pihak yang melakukan pendampingan UMKM tetapi belum terintegrasi akhirnya UMKM tidak terurus dengan baik, tantangan saat ini pembina – pembina yang ada bisa terintegrasi untuk membina UMKM”. Jamkrindo ke depannya akan membuka marketplace guarantee, di market place ini UMKM akan dirating dan dipajang agar lembaga pembiayaan dapat memilih UMKM yang diinginkan.

Live Streaming Pidato Ilmiah Dies Natalis FEB Undip ke-59

Link : https://youtu.be/bDqgtldWArQ Dalam rangka Dies Natalis FEB Undip ke-59, FEB Undip akan menghelat Pidato Ilmiah Dies Natalis. Narasumber pada acara pidato ilmiah ini: 1. Menristekdikti RI: Prof. Moh. Nasir, Ph.D. 2. Rektor Universitas Nasional: Dr. El Amri Bermawi Putra 3. Cyber Edu Inkor: Prof. Jang Youn Cho, Ph.D.

Pidato Ilmiah Menristekdikti RI Dies Natalis FEB Undip ke-59

Rabu (13/03), bertempat di Hall Ged. Kewirausahaan Lt. 4, FEB Undip merayakan dies natalis yang ke 59. Pada dies natalis kali ini Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia Prof. H. Muhammad Nasir, Ph.D., AK menyampaikan pidato ilmiah dengan tema “Dampak Revolusi Industri 4.0 pada Pendidikan Tinggi di Indonesia”. Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Dr. Darsono, S.E., Akt., MBA dan dihadiri juga oleh Dr. Suharnomo., S.E., M.Si. selaku Dekan FEB Undip, Sekjen Kemenristekdikti Prof. Ainun Na’im, Ph.D M.B.A serta guru besar dan tamu undangan lainnya. Dalam pidatonya Menteri Nasir mengungkapkan banyak hal mengenai tantangan perguruan tinggi ke depannya akibat revolusi industri 4.0 seperti meningkatkan indeks pembangunan manusia dan perlunya pemotongan struktur organisasi di tingkat universitas, pendirian program studi baru yang berorientasi masa depan dan berpesan kepada perguruan tinggi agar dapat memberikan terobosan baru dalam hal program studi. Ia juga berpesan agar perguruan tinggi bisa mencetak mahasiswa menjadi wirausaha yang kreatif dan berkontribusi pada pembangunan sumber daya bangsa. Selain pidato ilmiah yang disampaikan oleh Menteri Ristekdikti, acara dilanjutkan dengan diskusi panel yang disampaikan langsung oleh selaku Rektor Universitas Nasional, Jakarta yang diwakili oleh Wakil Rektor I Universitas Nasional Prof. Dr. Iskandar Fitri, ST., MT. dan Prof. Jang Youn Cho, Ph.D dari Hankuk University of Foreign Studies Korea dengan tema Pengelolaan Pendidikan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0 Prof. Cho menjelaskan mengenai perbedaan Pendidikan tinggi di Korea dengan di Indonesia, beliau juga menjelaskan mengenai pengelolaan pendidikan tinggi di Korea yang diharapkan dapat diterapkan di Indonesia. Prof. Iskandar juga menegaskan mengenai dampak-dampak revolusi industri 4.0 dan persiapan pendidikan tinggi menuju revolusi industri 5.0 yaitu dimana Internet of Things dan Internet of Humans saling berkorelasi.

Fun Walk Dalam Rangka Dies Natalis FEB Undip Ke-59

Sabtu (16/03/19). Dalam rangka memperingati Dies Natalis yang ke-59, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip menyelenggarakan acara fun walk yang bertempat di Dome FEB Undip. Acara diawali dengan senam bersama di Lapangan Dekanat FEB Undip pada pukul 06.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat yang dibuka dengan pelepasan balon oleh Dekan FEB Undip Dr Suharnomo., SE., M.Si. Jalan sehat diikuti oleh kurang lebih 263 peserta yang terdiri dari dosen, karyawan, alumni, dan mahasiswa FEB Undip. Fun walk tahun ini mengambil rute dengan garis start Lapangan Dekanat FEB Undip – FIB Undip – Widya Puraya – Teknik Elektro – Fakultas Kesehatan Masyarakat – Fakultas Psikologi dan garis finish di pintu masuk FEB. Setelah pelaksanaan jalan sehat, tibalah pada acara hiburan. Acara ini dibuka oleh sambutan dari Ketua Departemen Akuntansi Fuad., M.Si.,Ph.D selaku Ketua Panitia Dies Natalis FEB Undip ke-59. Selain Dekan FEB Undip Dr. Suharnomo., SE., M.Si. turut hadir pula Ausi Kurnia Kawoco selaku perwakilan dari Ikafe Undip. Agenda dilanjutkan dengan sarapan bersama yang diiringi oleh penampilan band dari mahasiswa dan karyawan. Acara fun walk kali ini semakin menarik dengan adanya pembagian doorprize tiga unit sepeda motor, televisi, kulkas, sepeda gunung, beasiswa, dan berbagai hadiah lainnya. Terima kasih kepada para sponsor dan para pihak yang telah berpartisipasi dalam seluruh kegiatan sehingga acara berjalan lancar dan sukses.