Uncategorized

Riwayat Berdirinya Universitas Diponegoro

Kegiatan Fakultas

Vice President Bukalapak.com Mengisi National Seminar di FEB Undip

Pada hari Kamis, 30 Maret 2017 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) mengadakan National Seminar : Young Entrepreneur – Start, Grow Survive in Digital Era. Acara ini menghadirkan pembicara – pembicara wirausaha muda antara lain Anastasia Dwifebri (Owner Srikandi Recipe), Primo Rizky (Founder Hello Eskimomo), Jezzie Setiawan (CEO & Co Founder gandengtangan.org) dan Bayu Syerli (Vice President Marketing bukalapak.com). Acara yang dihelat oleh FEB Undip dan bekerjasama dengan IKAFE Undip (Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Undip) ini dilaksanakan di Auditorium Gd. Laboratorium Kewirausahaan Lt.3 FEB Undip Tembalang. Tema Young Entrepreneur yang diambil kali ini dapat menjadi jawaban dari pertanyaan wirausaha tentang bagaimana cara memulai, mengembangkan dan mempertahankan usaha dalam era digital. Wakil Dekan Komunikasi dan Bisnis FEB Undip, Amie Kusumawardhani, Ph.D. yang hadir dalam acara ini memberikan sambutan dan membuka acara National Seminar. “Semoga seminar nasional ini dapat menjadi sharing knowledge antara pembicara dan peserta seminar tentang bagaimana menghadapi tantangan dan menjangkau pasar di era digitalisasi”, sambut Amie Kusumawardhani, Ph.D.. Auditorium yang dipenuhi oleh 400 peserta juga memamerkan produk – produk unggulan dari mahasiswa wirausaha di Undip.

FEB Undip Mengadakan Seminar dan Talkshow Pasar Modal : Pasar Modal Sebagai Pilihan Investasi

Masih sedikitnya peran masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal menjadikan belum maksimalnya pasar modal dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kerja keras tentang edukasi pasar modal di masyarakat masih sangat dibutuhkan. Untuk berperan aktif dalam edukasi pasar modal, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar acara “Seminar dan Talkshow Pasar Modal : Pasar Modal Sebagai Pilihan Investasi”. Seminar ini terlaksana atas kerjasama antara OJK, Bursa Efek Indonesia dengan FEB Undip dilaksanakan bertempat di Hall Gd.C Lt.4 FEB Undip, Tembalang. Seminar ini dilaksanakan pada hari ini (8/3), mengundang empat narasumber antara lain Farhan Nugroho (OJK), Yahuda Nawa (Dana Reksa), Prof. Sugeng Wahyudi (FEB Undip), dan Ryan Filbert (Entrepreneur dan Penulis Buku Pasar Modal). Masuk dalam sesi pertama narasumber, Farhan Nugroho memaparkan tentang profil Otoritas Jasa Keuangan, data survey indeks literasi dan inklusi keuangan nasional dan daerah dan pengenalan pasar modal serta peran OJK di pasar modal. Farhan menyampaikan “Investor domestik masih sedikit dibanding dengan investor asing, hal ini menjadikan pekerjaan rumah untuk Regulator, Bursa Efek Indonesia dan masyarakat untuk meningkatkan jumlah investor domestik supaya tidak tergantung pada investor asing”. Narasumber kedua, Yahuda Nawa memaparkan tentang prospek investasi pasar modal di Indonesia di bandingkan dengan di luar negeri. “Sangat menguntungkan, karena dalam periode 10 tahun pasar modal Indonesia meningkat menjadi 194%”, ungkapnya. Yahuda juga menjelaskan pentingnya menggalakkan gerakan “Yuk Nabung Saham” hanya dengan menyetor 100 ribu rupiah ke lembaga sekuritas yang tersedia. Ryan Filbert yang mengisi sesi ketiga memberikan motivasi tentang bagaimana cara memulai investasi. “Apapun profesi anda, semua bisa kaya tetapi selama pendapatan lebih besar daripada biaya hidup dan hutang”, ujarnya. Ryan menjelaskan untuk menjadi sukses dan kaya dengan menggunakan “mesin uang” dengan investasi baik melalui investasi pasar riil atau dengan pasar modal. Untuk pembicara terakhir, Prof. Sugeng Wahyudi memaparkan tentang bagaimana cara menjadi emiten yang cerdas.

Alumni Berbagi : Chasing Dream Job, What Skill, Knowledge and Attitude Should You Have?

Hari ini (7/3) FEB Undip melaksanakan Seminar Alumni Berbagi yang diadakan di Hall Lt.4 Gd. C FEB Undip Tembalang. Acara yang dikemas dalam bentuk talkshow ini bertajuk : Chasing Dream Job, What Skill, Knowledge and Attitude Should You Have?. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini alumni – alumni dari FEB Undip antara lain Dede Parasade (Former Country Manager Money Gram International), E. Driemirda Primasari (Regional Manager Kompas Gramedia), dan Frisca Devi Choirina (Co Founder Investor Saham Pemula). Acara ini bertujuan untuk sarana berbagi pengalaman dari alumni kepada mahasiswa tentang bagaimana cara mempersiapkan diri di dunia pekerjaan saat ini. Acara dipenuhi oleh mahasiswa FEB Undip. Dede Parasade menyampaikan lulusan dari FEB Undip mempunyai banyak kesempatan di dunia pekerjaan dan bisnis. “FEB mempunyai banyak kesempatan di banyak industri, semua itu tidak lepas dari seberapa usaha untuk mencapainya”, ungkapnya. Usaha saat ini yang bisa dilakukan yaitu dengan mencari pengalaman di organisasi mahasiswa yang ada di kampus dan dalam hal public speaking. Dengan adanya pengalaman berorganisasi dan public speaking diharapkan akan memberikan kemudahan lulusan dalam mencari pekerjaan saat interview di sebuah perusahaan. Di sesi yang kedua, E. Driemirda Primasari menjelaskan untuk berhasil dalam dunia pekerjaan, seseorang harus mencintai pekerjaan tersebut dan bekerja dengan bersungguh – sungguh. Wanita yang dipanggil Mbak Ida ini, juga memberikan resep tentang tips dan trik untuk mencari pekerjaaan, dimulai dari melamar sampai dengan tahap akhir wawancara kerja. Untuk narasumber yang ketiga, Frisca Devi Choirina membagi pengalamannya dalam bidang wirausaha. “Untuk mencapai kesuksesan dalam dunia wiraswasta, kita harus menemukan passion kita dari waktu awal kuliah”, jelas wirausaha yang juga seorang penulis buku Pasar Modal ini. Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab, foto bersama dan penyerahan kenang – kenangan.

FEB Undip Mendapatkan Kunjungan Akademik dari Linnaeus University, Swedia

Pada tanggal 1 Maret 2017 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menerima kunjungan dari Linnaeus University, Swedia di Hall Pertamina Dekanat FEB Undip Tembalang. Kunjungan ini dalam rangka pengenalan tentang program akademik Linnaeus University. Acara kunjungan ini dibuka oleh Wakil Direktur International Office FEB Undip Adi Firman Ramadhan, SE., M.Ak., Akt. dan dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari seluruh Fakultas di Universitas Diponegoro. Dalam acara ini Tim International Office Linnaeus University, Hendrik dan Stefaan Haglund mempresentasikan tentang biaya dan kualitas studi di Swedia sangat kompetitif dibandingkan negara lain, oleh karena itu banyak mahasiswa tertarik untuk mengikuti berbagai program yang ditawarkan seperti summer course, credit transfer, dan lainnya. Mahasiswa asing yang saat ini berkuliah di Linnaeus University berasal dari Korea, Cina, Iran dan beberapa negara lain di Asia. Linneaus University yang juga merupakan salah satu universitas negeri terbaik di Swedia menawarkan beberapa point menarik tentang beasiswa studi untuk mahasiswa nya baik berupa potongan uang sekolah maupun penanggungan biaya sepenuhnya oleh Linnaeus University dengan syarat tertentu. Di kunjungan yang akan datang Pimpinan dari Fakultas Ekonomi Linnaeus University akan berkunjung ke FEB Undip untuk membahas mengenai persamaan kurikulum untuk rencana pelaksanaan program double degree baik di tingkat Sarjana maupun Magister. Program kerjasama ini terdiri dari student exchange, joint research dan staff exchange.

Muliaman D. Hadad, Ph.D. Mengisi Acara Kuliah Umum di FEB Undip

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), mengadakan Kuliah Umum pada Hari Jumat (17/02/2017). Kegiatan yang merupakan Rangkaian Dies Natalis FEB Undip ke-57 dilaksanakan bertempat di Auditorium Lt.3 – Gedung Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip yang dimulai pada pada pukul 13.30 WIB. Kuliah umum menghadirkan Narasumber Muliaman D. Hadad, Ph.D. (Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia dan Ketua Majelis Wali Amanat Undip) yang bertema “Integrasi  Pasar  Keuangan  Global  dan   Dampaknya  Terhadap  Ekonomi  dan  Bisnis  di  Indonesia”. Ruang Auditorium Lab. Kewirausahaan yang berkapasistas 400 orang dipenuhi oleh tamu undangan yang berasal dari Pimpinan Undip yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Wakil Rektor III Bidang Komunikasi dan Bisnis Undip, Dekan Fakultas di Lingkungan Undip, Pimpinan  dan Staf dari OJK, serta para tamu undangan dari Perbankan dan Mahasiswa jenjang Sarjana, Magister dan Doktor. Dekan FEB Undip yang memberikan sambutan dalam acara ini mengucapkan Selamat datang dan terima kasih atas kehadiran untuk para tamu undangan. Semoga dengan adanya kuliah umum ini dapat memberikan sharing pengetahuan dari narasumber kepada para peserta Kuliah Umum. Untuk sambutan yang kedua,  Rektor Undip yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA menyampaikan dengan berkenan hadirnya Muliaman D. Hadad untuk menjadi narasumber di acara Kuliah Umum ini merupakan suatu kehormatan bagi Universitas Diponegoro dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Memasuki acara inti Kuliah Umum, Muliaman D. Hadad dipersilahkan untuk mengisi dengan didampingi oleh moderator Dekan FEB, Dr. Suharnomo yang akan menghantar ke topik Kuliah Umum. Beliau akan membahas dan menjelaskan mengenai situasi kondisi perekonomian di Indonesia dan dampaknya terhadap dunia bisnis, keadaan ekonomi global dan ekonomi Indonesia serta pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun – tahun yang akan datang. Acara Kuliah Umum dilanjutkan dengan pemberian kenang – kenangan kepada Narasumber yang diberikan oleh Wakil Rektor III Undip, Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D serta didampingi oleh Wakil Rektor I, Ketua Senat Akademik dan Dekan FEB dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Direktur BRI Mengisi Kuliah Umum di MM FEB Undip

Pada hari Sabtu, 11 Februari 2017, Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (MM FEB Undip) mengadakan Kuliah Perdana Mahasiswa bertajuk Orientasi Mahasiswa Baru dan Kuliah Umum. Kuliah Perdana ini diikuti oleh 135 mahasiswa baru Prodi MM FEB Undip angkatan 50. Kuliah Perdana dilaksanakan di Hall MM FEB Undip Jl. Hayam Wuruk, Semarang. Acara ini menghadirkan alumni MM dan FEB Undip sebagai narasumber yaitu Randi Anto yang saat ini menjabat sebagai Direktur BRI dan Robiyanto Dosen UKSW, MM FEB Undip dan AE Terang Bangsa. Dalam acara ini juga dilaksanakan beberapa kegiatan yang berhubungan dengan bidang akademik di FEB Undip yaitu Pengenalan SIMAWEB (Sistem Informasi Mahasiswa Berbasis Web) oleh Sidiq M. Asnan, ST., MM. (Ka.Sub.Bag. Akademik FEB Undip) yang didampingi oleh Puji Sutrisno. Acara dilanjutkan dengan pengenalan dan penjelasan tentang lingkungan kampus antara lain aktivitas perkuliahan, keuangan, perpustakaan serta kegiatan Himpunan Mahasiswa yang ada di MM FEB Undip.

Pengumuman Mahasiswa Lolos Tes Wawancara International Office Team 2017

Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Febuari 2017 terhadap 12 orang mahasiswa yang lolos pada tahap wawancara, dewan penilai yang terdiri dari : Jaka Aminata , SE, MA, PhD Adi Firman Ramadhan, SE, MAk, Akt Cahyaningratri, SE, M.Bus Memutuskan bahwa mahasiswa berikut : Hasya Arsitarini  (Akuntansi 2014) Javier F Sujarto (IUP Akuntansi 2016) Catra Lestari   (IUP Akuntansi 2016) Ayu Hafizha Kusno (IUP Manajemen 2016) Shafira Alzzahra  (IUP Manajemen 2016) Stevanie Labitha  (IUP Manajemen 2016) Dinyatakan terpilih untuk bergabung bersama IO Team 2017 dan diminta untuk hadir dalam rapat koordinasi pada hari Senin, 6 Febuari 2017 Jam 10.00 WIB di R International Office Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.

European Union And ASEAN Award 134 Scholarships To ASEAN Undergraduate Students

Furthering its commitments towards strengthening regional cooperation, enhancing the quality, regional competitiveness and internationalisation of ASEAN higher education institutions, ASEAN and the European Union (EU) are pleased to announce the awardees of the second batch of the “EU Support to Higher Education in the ASEAN Region” (SHARE) scholarships. A total of 134 ASEAN undergraduate students from 29 ASEAN Universities in 8 ASEAN Member States, will receive a fully funded scholarship to spend one semester of study abroad in another ASEAN country. “ASEAN Community is all about the future of young generation of ASEAN who will soon become the leaders and the workforce of this region. As such, we continuously work towards giving them opportunity to develop themselves, discover new knowledge, meet new friends and appreciate better their region. The SHARE scholarship is an excellent scheme that allows them to do just that. Student mobility within ASEAN forms the very foundation that allows our students to define  their  identity  and  appreciate  their  community”,  said  Mr.  Vongthep  Arthakaivalvatee, Deputy Secretary-General for the ASEAN Socio-Cultural Community. Inspired by the European Bologna Process and Erasmus Scholarship, SHARE has established a scholarship scheme to support the region’s graduates and regional leaders of tomorrow. On behalf of ASEAN, 500 scholarships are made available to be distributed in four batches, with 400 allocated for inner-ASEAN mobility and another 100 for ASEAN students to study in the EU. As well as assisting with mobility, the scholarship is designed to test the application of an ASEAN- wide credit transfer systems (ACTS) and an ASEAN-European credit transfer system (AECTS), where  students  will  receive  transferable  credits  from  the  overseas  courses  which  will  count towards their studies back home. [ ….read more ]

European Union And ASEAN Award 134 Scholarships To ASEAN Undergraduate Students

Furthering its commitments towards strengthening regional cooperation, enhancing the quality, regional competitiveness and internationalisation of ASEAN higher education institutions, ASEAN and the European Union (EU) are pleased to announce the awardees of the second batch of the “EU Support to Higher Education in the ASEAN Region” (SHARE) scholarships. A total of 134 ASEAN undergraduate students from 29 ASEAN Universities in 8 ASEAN Member States, will receive a fully funded scholarship to spend one semester of study abroad in another ASEAN country. “ASEAN Community is all about the future of young generation of ASEAN who will soon become the leaders and the workforce of this region. As such, we continuously work towards giving them opportunity to develop themselves, discover new knowledge, meet new friends and appreciate better their region. The SHARE scholarship is an excellent scheme that allows them to do just that. Student mobility within ASEAN forms the very foundation that allows our students to define  their  identity  and  appreciate  their  community”,  said  Mr.  Vongthep  Arthakaivalvatee, Deputy Secretary-General for the ASEAN Socio-Cultural Community. Inspired by the European Bologna Process and Erasmus Scholarship, SHARE has established a scholarship scheme to support the region’s graduates and regional leaders of tomorrow. On behalf of ASEAN, 500 scholarships are made available to be distributed in four batches, with 400 allocated for inner-ASEAN mobility and another 100 for ASEAN students to study in the EU. As well as assisting with mobility, the scholarship is designed to test the application of an ASEAN- wide credit transfer systems (ACTS) and an ASEAN-European credit transfer system (AECTS), where  students  will  receive  transferable  credits  from  the  overseas  courses  which  will  count towards their studies back home. 16 students from 8 ASEAN universities pioneered the SHARE Scholarship in 2016. Following the success  of  this  pilot  batch,  SHARE  launched  a  second  call  and  received  more  than  300 applications from ASEAN students, of which more than 50% came from CLMV Countries (Cambodia, Lao PDR, Myanmar, and Viet Nam), and a majority were female applicants. After the pilot batch and the second batch of scholarships have been awarded, SHARE will be calling for applications from undergraduate students in ASEAN for two more batches in 2017-18. “In Europe, 3 million students have received Erasmus scholarships to study in other European Union countries during the past 30 years. The Erasmus programme has greatly contributed to the harmonisation of higher education in Europe. Similarly in ASEAN, following the first batch of 16 SHARE Scholarship Awardees, 134 Awardees have been selected for the second batch, aiming to put  to  the  test  an  ASEAN-wide  scholarships  scheme  and  credit  recognition  system  among ASEAN higher education institutions. For the Awardees, I hope that a semester abroad will enrich their academic experience and allow them to feel the hospitality, culture and diversity of ASEAN. Beyond their personal experience, I also hope that SHARE scholarships will contribute to the ASEAN Connectivity through creating people-to-people linkages”, said EU Ambassador to ASEAN, Mr. Francisco Fontan. “The SHARE Scholarship is the great chance for me to gain experience and more skills by being abroad, while discovering the beauty of other ASEAN countries. I am a student volunteer in my summer holidays and embarking on SHARE Scholarship will further improve my communication skills by being exposed to different people and situations,” said Htet Mon Thar of Mandalay University, Myanmar, who was awarded a SHARE Scholarship to study at Phnom Penh International University, Cambodia. Officially launched in May 2015, SHARE is a €10 million EU grant funded programme with the principal objective of strengthening regional cooperation, enhancing the quality, competitiveness and internationalisation of ASEAN higher education institutions and students, and contributing to an ASEAN Community. From 2016 onwards, SHARE is providing some 500 scholarships for ASEAN university students to put the improved systems to the test, mainly by supporting student exchange and credit recognition within the ASEAN region. ASEAN is working with an EU consortium of institutions led by British Council and comprising the DAAD, EP-Nuffic, Campus France, ENQA and EUA between 2015 and 2018 to implement SHARE. EP-Nuffic is in charge of managing the SHARE scholarship programme. ### For media inquiries, please contact: SHARE Programme Management Office : Nadya Anette, Tel.: +62 (21) 515 5561, Email address :  nadya.anette@britishcouncil.or.id ASEAN Secretariat : Abigail C. Lanceta, Tel.: +62 21 726 2991 ext. 418, Email:  abigail.lanceta@asean.org Delegation of the European Union to Indonesia and Brunei Darussalam :Destriani Nugroho, Tel.: +62 (0) 21 2554 6200, Email: destriani.nugroho@eeas.europa.eu