Mahasiswa S1 Se-Indonesia Berlaga Dalam Diponegoro Business Case Competition 2016
Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) sukses menggelar Diponegoro Business Case Competition (DBCC) 2016. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari, yaitu pada tanggal 1-4 September 2016. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah di bidang bisnis. Tema yang diangkat dalam DBCC tahun ini ialah “Encourage Yourself to Empower Sustainable Economics Development”. Partisipan dari kegiatan ini merupakan mahasiswa S-1 dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Acara ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu Preliminary Case, Presentation for First Case, Company Visit, Impromptu Case, Insight Session, Field Trip, Seminar, dan Awarding. Pada tahap Preliminary Round diikuti oleh 150 tim dari berbagai universitas di Seluruh Indonesia yang diberikan kasus bisnis global mengenai “Canon Inc.: Ambitious Acquisitions in the Video Surveillance Market”. Kasus yang diberikan harus dipecahkan dalam bentuk paper, kemudian ditindaklanjuti melalui terpilihnya sepuluh tim dengan hasil penilaian paper terbaik dimana tim-tim tersebut di undang ke Semarang. Sepuluh tim yang berhasil masuk final dihari pertama mengikuti Technical Meeting dan Team Bonding. Kemudian di hari kedua, kesepuluh tim ini diminta untuk mempresentasikan Paper mereka di tahap Preliminary kepada para juri dalam Sesi Presentation for First Case dan dilanjutkan dengan kegiatan Company Visit ke PT. Sidomuncul. Setelah itu di hari ketiga mereka kembali di adu pada tahap Impromptu Case, dimana kasus yang diberikan merupakan masalah bisnis yang terjadi di PT. Sidomuncul berdasarkan hasil observasi yang mereka lakukan ketika Company Visit sebelumnya. Solusi dari Impromptu Case yang telah didiskusikan kemudian dituangkan kedalam flipchart masing-masing tim. Selanjutnya, mereka mengikuti Field Trip ke beberapa objek wisata di Semarang dan juga Insight Session yang disi oleh Muhammad Yukka Harlanda (CEO of Brodo Footwear) serta Bapak Idris, S.E., M.Si. (Akademisi FEB Undip). Di hari terakhir, kesepuluh tim ini diikutsertakan dalam acara Seminar and Talkshow The 8th Enfution dan selanjutnya mereka dibawa ke Hotel Muria untuk mengikuti acara Awarding, dimana dalam acara tersebut terdapat persembahan terakhir dari para panitia dan juga pengumuman para pemenang. Hasil DBCC 2016 ini adalah Gelar Juara 1 diraih oleh Tim Greysquad dari Universitas Indonesia, Juara 2 oleh Tim Airlangga dari Universitas Airlangga, Juara 3 oleh Tim The Jefferson dari Universitas Gadjah Mada, dan Best Team diraih oleh Tim UImprove dari Universitas Indonesia. Perlombaan DBCC ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang tergabung dalam rangkaian acara The 8th Enfution 2016 dan total hadiah yang diberikan kepada para pemenang berjumlah $USD 1000.
HMJM FEB UNDIP Mengadakan Management Conference Indonesia (MANCOF) 2016
Bertempat di Balai Diklat Provinsi Jawa Tengah, Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) FEB Undip menyelenggarakan Management Conference Indonesia (Mancof) yang bertajuk “Youth Role in Developing Creative Economy”. Event yang merupakan salah satu dari rangkaian acara The 8th Enfution ini berlangsung selama 3 hari, yaitu pada tanggal 2-4 Agustus 2016. Kegiatan yang diselenggarakan berupa Forum Konferensi Mahasiswa Manajemen dari seluruh Indonesia dengan topik bahasan utama yaitu tentang Ekonomi Kreatif. Dalam kegiatan ini, acara pertama dibuka dengan pemaparan dan pembekalan materi mengenai Ekonomi Kreatif yang dibawakan oleh Dra. Litani Satyawati selaku Kepala Dinas Koperasi dan UMKM. Selanjutnya dilangsungkan forum konferensi yang diikuti oleh 50 orang delegasi dari berbagai Universitas di Indonesia, dimana selama berlangsungnya forum, dipimpin oleh seorang moderator dan tiga orang panelis. Kelimapuluh delegasi tersebut sebelumnya telah membuat essay yang bertemakan peran pemuda dalam memajukan ekonomi kreatif. Selanjutnya, mereka dibagi ke dalam beberapa tim yang terdiri dari 4-5 orang dari universitas yang berbeda di tiap timnya. Setelah tim terbentuk, mereka diminta untuk menuangkan idenya berdasarkan essay yang telah dibuat secara individual ke dalam bentuk mindmap. Kemudian para tim diberikan kesempatan untuk mempresentasikan gagasannya ke panelis dan para delegasi lainnya yang dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Insight Session yang dibawakan oleh Idris., S.E., M.Si. dengan pemaparan materi mengenai Inovasi Bisnis di bidang Ekonomi Kreatif. Setelah itu, M. Yukka Harlanda juga mengisi Insight Session dengan membagikan pengalamannya sebagai CEO Brodo Footwear dalam mengembangkan bisnisnya yang juga termasuk kedalam bisnis ekonomi kreatif. Para delegasi Mancof juga diberi kesempatan untuk mengikuti Field Trip ke beberapa objek wisata yang ada di Semarang. Dihari terakhir, para delegasi diikutsetakan kedalam puncak rangkaian acara The 8th Enfution yaitu Seminar and Talkshow dan Festival Marketplace. Di penghujung acara, terdapat sesi Awarding dimana diumumkan beberapa penghargaan kepada delegasi Mancof terbaik. Untuk kategori Best Delegates diraih oleh Muhammad Jumadil Ichsan dari Universitas Islam Negeri Jakarta, sedangkan untuk kategori Outstanding Delegates diraih oleh Adhianti Laras dari Universitas Islam Negeri Jakarta, dan untuk kategori The Hounorable Mention diraih oleh Maria Catharina Laras dari Universitas Katholik Soegijapranata Kemudian untuk Best Conference Team didapat oleh Kelompok 10 dengan 4 orang delegasi didalamnya yaitu atas nama Muhammad Jumadil Ichsan (Universitas Islam Negeri Jakarta), Cyntia Tiodora (Universitas Diponegoro), Olivia Shafira Efani (Universitas Diponegoro), dan Fitria Luthfiatu (Universitas Diponegoro). Management Conference Indonesia sendiri sudah terselenggara untuk keduakalinya dimana pada penyelenggaraan pertama, Mancof juga sukses mendatangkan Ketua Dewan Komisioner OJK, CEO PT. Sidomuncul, dan Ketua Perbanas. Acara ini juga merupakan salah satu dari empat sub-event The 8th Enfution. Output dari kegiatan ini akan dijadikan bahan pertimbangan bagi instansi terkait dalam kaitan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.
Bank Syariah Mandiri Siap Berkontribusi Dalam Penyiapan SDM Perbankan Syariah yang Kompeten
Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro pada Sabtu, 3 September 2016 menggadakan Pelatihan Perbankan Syariah dengan judul Workshop Syaria Banking. Workshop ini diselenggarakan Laboratorium Keuangan Islam Prodi Ekonomi Islam FEB UNDIP bekerjasama dengan pihak Bank Syariah Mandiri. Workshop ini dibuka oleh, Suharnomo selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Saat ini industri perbankan syariah semakin berkembang pesat di dunia. Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim diharapkan mampu memberikan sumbangsih bagi pengembangan perekonomian dunia yang berdasar atas ilmu ekonomi Islam. Kharakteristik sistem perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil memberikan alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan perbankan. Tetapi sayangnya di masyarakat Indonesia sendiri, masih terdapat perdebatan mengenai kesyariahan dari perbankan syariah yang akhirnya membawa sikap apatis terhadap industri perbankan syariah. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Suharnomo dalam pidato pembukaannya, dimana dikatakan bahwa mahasiswa diharapkan mampu memberikan literasi keuangan syariah bagi masyarakat Indonesia, sehingga segala bentuk pertanyaan masyarakat terhadap industri perbankan syariah dapat semakin dikurangi dengan semakin mengertinya masyarakat terhadap pengembangan industri syariah. Perkembangan perekonomian syariah khususnya perbankan syariah di Indonesia tentunya juga dibarengi dengan kebutuhan SDM perbankan syariah yang kompeten. Oleh karena itu Perguruan Tinggi yang merupakan tonggak bagi pencipta lulusan dengan kompetensinya diharapkan mampu memberikan sumbangsih bagi pengembangan perbankan syariah di Indonesia, baik dalam penyediaan SDM maupun dalam pengembangan ilmu perbankan syariah. Untuk itu Bank Syariah Mandiri, memberikan sumbangsih terhadap pengembangan dan penyediaan SDM yang siap bagi perbankan syariah dengan masuk ke Perguruan Tinggi melalui laboratorium Perbankan syariah. Di Semarang sendiri ada dua Perguruan Tinggi Negeri yang sudah berkerjasama dengan Bank Syariah Mandiri Semarang, yaitu Universitas Diponegoro dan Politeknik Negeri Semarang. Hal ini ditegaskan oleh Agung Trisno Yuwono selaku Area Manager Bank Syariah Mandiri Semarang. Dikatakan oleh Agung, bahwa BSM siap untuk berkontribusi dalam hal membangun penyiapan SDM perbankan syariah yang kompeten dan mumpuni. Bahkan menurut Agung, untuk workshop kali ini, dia menerjunkan 12 trainer dari BSM, harapannya agar output yang dihasilkan dari workshop ini dapat dicapai. Sedangkan menurut Ketua Prodi Ekonomi Islam, Workshop ini merupakan rangkaian program Prodi Ekonomi Islam FEB UNDIP dalam membekali lulusannya, sehingga lulusan Prodi Ekonomi Islam memiliki kompetensi dalam pengembangan perekoniman Islam. Shoi/2016
Seminar Pengembangan Mata Kuliah Kewirausahaan : Ekosistem Kewirausahaan
Bertempat di Hall Gedung C, FEB UNDIP Tembalang Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro mengadakan Seminar Pengembangan Mata Kuliah Kewirausahaan : Ekosistem Kewirausahaan. Seminar ini menghadirkan narasumber antara lain : Diza Biondi (Biondi Shoes), Gatot Hendraputra (Impala Space) dan Raisa (Bank Mandiri). Melalui seminar ini Ketua KKIB FEB UNDIP Rizal Harimagnadi menyampaikan diharapkan akan adanya pemutakhiran mata kuliah dan pembelajaran kewirausahaan setelah menyerap dan memahami fenomena kewirausahaan terkini. Kegiatan seminar yang dihadiri peserta dari mahasiswa dan pengajar di lingkungan UNDIP. Hasil akhir dari rangkaian seminar kewirausahaan yang diadakan akan menjadi bahan pembuatan modul, artikel atau produk ilmiah dan populer lainnya sebagai bagian dari keberadaan Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis FEB Undip.
Kuliah Umum Departemen IESP : Peran Kebijakan Fiskal Dalam Mendukung Pengembangan Blue/Green Economy
Senin, 29 Agustus 2016, Departemen IESP FEB UNDIP mengadakan acara kuliah umum mahasiswa baru dengan tema “Peran Kebijakan Fiskal Dalam Mendukung Pengembangan Blue/Green Economy”. Kuliah umum ini adalah agenda rutin yang dilaksanakan Departemen IESP FEB UNDIP setiap tahun nya untuk menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2015/2016 yang sudah memulai perkuliahan pada 15 Agustus lalu. Untuk kegiatan kuliah umum kali ini dihadirkan pembicara dari Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim – Badan Kebijakan Fiskal : Joko Tri Haryanto. Joko menjelaskan mengenai isu – isu yang terjadi dengan perubahan iklim di Indonesia yaitu dalam pola pemanfaatan sumber daya alam seperti air, laut, hutan, perkebunan, transportasi dll, yang tidak terkendali sehingga berpengaruh terhadap perubahan iklim yang terjadi di Indonesia. Peran kebijakan fiskal dalam menanggulangi isu-isu perubahan iklim yaitu untuk melakukan konservasi dan perlindungan sumber daya alam dapat didukung dari kebijakan anggaran fiskal baik dari sisi pendapatan, belanja dan pembiayaan. Dengan dibuatnya instrumen fiskal, pemerintah berupaya untuk mendorong perubahan perilaku dari masyarakat, komunitas dan perusahaan untuk menurunkan aktifitas yang merusak ingkungan dan mendorong peningkatan aktifitas yang berdampak memulihkan lingkungan. Dalam komitmen untuk penurunan efek gas rumah kaca, pemerintah mengalokasikan penurunan emisi di lima sektor utama di tahun 2020, yaitu bidang kehutanan dan lahan gambut, pertanian, energi dan transportasi, industri dan limbah. Namun, jumlah investasi dan aliran dana yang diperlukan untuk mencapai target pengurangan emisi dan peningkatan kemampuan adaptasi jauh lebih besar dibandingkan dengan dana yang tersedia dari dana publik, maka diperlukan peran serta dan investasi dari swasta dan pasar.
Penguatan Kemampuan Sumber Daya Insani Melalui Program TOT Keuangan Syariah
Kamis 25 Agustus 2016, Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro bekerja sama dengan OJK Jawa Tengah dan DIY mengadakan Program Training Of Trainers (TOT) Keuangan Syariah. Program TOT Keuangan Syariah ini bertujuan untuk mendorong penguatan kemampuan sumber daya insani keuangan syariah di Jawa Tengah. Program TOT Keuangan Syariah diikuti oleh kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Tengah serta para praktisi di bidang ekonomi syariah dari sektor perbankan, asuransi dan lembaga keuangan lainnya. Melalui program TOT diharapkan juga mampu mengitegrasikan pengalaman akademis dan pengalaman praktik lembaga keuangan syariah. Pada pembukaan program TOT yang dilaksanakan di Kampus Undip Tembalang Semarang, Dekan FEB Undip Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. menyampaikan bahwa tantangan ketersediaan Sumber Daya Insani (SDI) keuangan syariah Indonesia bukan hanya pemenuhan dari segi kuantitas namun dari segi kualitas juga harus diperhatikan. SDI keuangan syariah Indonesia dituntut tidak hanya memiliki penguasaan operasional, namun juga harus memperhatikan kualitas SDI dari aspek syariah. Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan pelantikan kepengurusan Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (FORDEBI) Jawa Tengah Periode 2016-2018. Kaprodi Ekonomi Islam FEB Undip Darwanto, S.E., M.Si., M.Sy. yang juga selaku Ketua FORDEBI Jawa Tengah, mengungkapkan forum ini merupakan wadah silaturahmi bagi dosen dosen mengembangkan pengajaran dan riset di bidang Ekonomi Islam. Dalam penjelasan selanjutnya, kajian tentang Ekonomi Islam di Indonesia masih sangat terbatas untuk itu diperlukan adanya sharing pengalaman dan pengetahuan yang lebih intensif dari para anggota sehingga mampu memperkaya khasanah keilmuan Ekonomi Islam di Indonesia.
Tawaran Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dan Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestari Akademik (BPP-PPA)
Berkenaan dengan surat dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti nomor : 445/B/BW/2016 tanggal 12 Agustus 2016 perihal Kuota Beasiswa/Bantuan Biaya Pendidikan PPA Tahun 2016, bersama ini kami sampaikan bahwa Direktorat Jenderal Kemenristekdikti memberikan Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dan Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestari Akademik (BPP-PPA) dengan alokasi kuota sebanyak : 24 orang (PPA) dan 4 orang (BPP-PPA) untuk mahasiswa S1 dan D3. Persyaratan untuk pengajuan beasiswa tersebut : A. Beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik). Mengisi formulir permohonan beasiswa PPA; Mahasiswa Reguler bukan mahasiswa Ekstensi/ transfer dari Program Diploma Tiga (D3) ke Mahasiswa Mahasiswa Program S1 min. duduk di semester II duduk di semester VII dan mahasiswa Program D3 min. duduk di semester II max. duduk di semester V pada waktu mengajukan permohonan beasiswa; Mahasiswa Aktif dibuktikan dengan Copy KRS (Kartu Rencana Studi) yang disyahkan oleh pejabat yang berwenang; Copy Kartu Mahasiswa (KTM); Copy KHS (Kartu Hasil Studi) terakhir dengan IPK min. 3.00 yang disyahkan oleh pejabat yang berwenang; Copy Kartu Keluarga (KK); Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari Fakultas, disyahkan oleh pejabat yang berwenang; Surat Keterangan Rincian Gaji Orang Tua/ Wali; Copy piagam/ sertifikat Penghargaan prestasi yang dicapai; Copy Pajak Rekening Listrik bulan terakhir; Surat keterangan tidak/ sedang mengajukan beasiswa dari instansi lain dan atau mengajukan permohonan bebas SPP atau keringanan SPP; Penulisan nama calon penerima Beasiswa PPA harus sesuai dengan nama yang tercantum dalam buku rek. PT. Bank BTN KCP UNDIP Tembalang; Membuat Proposal (PKM) Program Kreativitas Mahasiswa, Pedoman dapat diunduh di website : www.bak.undip.ac.id dan www.bakundip.blogspot Nomor rekening BTN yang tercantum pada long list harus valid dan sesuai data (nama mahasiswa) yang disusulkan agar tidak gagal transfer. B. Bantuan Biaya Pendidikan PPA (BBP-PPA). Mengisi formulir permohonan Bantuan Biaya Pendidikan PPA; Mahasiswa Reguler bukan mahasiswa Ekstensi/ transfer dari Program Diploma Tiga (D3) ke Program Sarjana (S1) pada waktu mengajukan permohonan beasiswa; Mahasiswa Program S1 min. duduk di semester II max. duduk di semester VII dan mahasiswa Program D3 min. duduk di semester II max. duduk di semester V pada waktu mengajukan permohonan beasiswa; Mahasiswa Aktif dibuktikan dengan Copy KRS (Kartu Rencana Studi) yang disyahkan oleh pejabat yang berwenang; Copy Kartu Mahasiswa (KTM); Copy KHS (Kartu Hasil Studi) terakhir dengan IPK min. 2,75 yang disyahkan oleh pejabat yang berwenang; Copy Kartu Keluarga (KK); Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari Fakultas, disyahkan oleh pejabat yang berwenang; Surat Keterangan Tidak Mampu dari Kelurahan/ Kepala Desa; Copy Pajak Rekening Listrik bulan terakhir; Surat keterangan tidak/ sedang mengajukan beasiswa dari instansi lain dan atau mengajukan permohonan bebas SPP atau keringanan SPP; Copy piagam/ sertifikat Penghargaan prestasi yang dicapai; Penulisan nama calon penerima Bantuan Biaya Pendidikan PPA harus sesuai dengan nama yang tercantum dalam buku rek. PT. Bank BTN KCP UNDIP Tembalang; Membuat Proposal (PKM) Program Kreativitas Mahasiswa, Pedoman dapat diunduh di website www.bak.undip.ac.id dan www.bakundip.blogspot Nomor rekening BTN yang tercantum pada long list harus valid dan sesuai data (nama mahasiswa) yang disusulkan agar tidak gagal transfer. Bagi mahasiswa yang berminat dapat mengumpulkan persyaratan di atas dalam bentuk hardcopy dan softcopy ke Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNDIP, Gd. Dekanat FEB UNDIP Lt.1 Tembalang paling lambat tanggal 30 Agustus 2016 jam 16.00 WIB.
Penambahan Kuota Beasiswa Bidik Misi Kemenristekdikti RI
Berkenaan dengan surat dari Kemenristek Dikti nomor : 338/B/BW/201 tanggal 12 Agustus 2016 perihal Tawaran Beasiswa Bidik Misi, dengan ini kami beritahukan bahwa masih ada kuota Beasiswa Bidikmisi bagi mahasiswa baru Undip tahun akademik 2016/2017 dengan ketentuan sebagai berikut : Mahasiswa baru S1 maupun D3 lulusan SMA/SMK tahun 2015 dan 2016 Surat Rekomendari dari fakultas Formulir Pendaftaran Bidikmisi bisa di download di internet dilengkapi dengan pas foto 3×4 cm Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM); Diutamakan UKT 1-2 Surat Keterangan Penghasilan orang tua/wali yang dikeluarkan oleh instansi terkait/kelurahan; Fotokopi Kartu Keluarga (KK); Fotokopi raport semester 1 s.d 5 dilegalisir kepala sekolah; Fotokopi rekening listrik bulan terakhir Fotokopi bukti pembayaran PBB dari orang tua/wali; Fotokopi Kartu Mahasiswa (KTM) Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat datang langsung dan membawa berkas tersebut ke bagian Kesma Gd. Rektorat Undip.
MM FEB UNDIP Mengadakan Seminar Pasar Modal Syariah dengan Pembicara Direktur SMF dan Guru Besar FEB UNDIP
Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (MM FEB UNDIP) melaksanakan Seminar Nasional yang bertema Pasar Modal Syariah Sebagai Sumber Pendanaan Perusahaan dan Sarana Investasi pada tanggal 20 Agustus 2016. Seminar Nasional yang dimotori Kelompok Studi Pasar Modal MM FEB UNDIP menghadirkan narasumber yang kompeten yaitu Sutomo dari PT. SMF (Persero) dan Prof. Sugeng Wahyudi (Guru Besar FEB UNDIP). Kegiatan ini disambut oleh Direktur Pascasarjana MM FEB UNDIP, Dr. Susilo Toto R., yang menyampaikan “Seminar ini salah satu bentuk upaya untuk mewujudkan janji kepada mahasiswa untuk membuat mahasiswa menjadi seorang profesional kelak, kegiatan seminar akan diadakan rutin agar dapat memberikan pengetahuan bagi mahasiswa”. Acara yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna Pascasarjana Undip – Hayam Wuruk ini, dilanjutkan oleh paparan pembicara pertama dari Direktur Pembiayaan dan Sekuritisasi PT. SMF (Persero), Sutomo dengan tema Efek Beragun Aset Syariah Surat Partisipasi (EBAS SP), menjelaskan mengenai kebijakan OJK saat ini terkait Efek Beragun Aset Syariah (EBAS). Efek syariah yang dimaksud adalah efek dalam undang-undang pasar modal dan peraturan pelaksanaan akad serta tata cara dan kegiatan usaha yang menjadi landasan penerbitannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal. Dengan penerbitan EBAS SP tersebut, diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pasar modal syariah di Indonesia dengan cara memperoleh kembali dana yang telah disalurkan ke KPR Syariah oleh perbankan dan akan digantikan dengan dana investor pasar modal yang berjangka panjang sehingga akan mengurangi maturity mismatch dan membantu meringankan resiko pembiayaan untuk bank syariah. Masuk dalam sesi pembicara kedua, Prof. Sugeng Wahyudi menyampaikan beberapa unsur-unsur yang dilarang dalam konsep syariah yaitu : riba, penipuan, judi dan perdagangan barang terlarang. Unsur – unsur tersebut dapat diketahui dari profil perusahaan yang good governance, social responsibility, sustainability dan behaviour. Prof. Sugeng juga menjelaskan mengapa kurang optimalnya keuntungan dari investasi investor adalah investor harus mampu membaca sinyal arah pasar secara lebih baik, sehingga tidak bertentangan dengan arah dari pasar. Investor juga cenderung melepas saham di daerah gain (risk aversion), sebaliknya investor cenderung memagang saham sangat lama pada zona loss (risk seeking) menurut teori prospek dari Kahneman dan Twersky.
Berita Acara Pemilihan Tenant Kantin Lantai Dasar Gd.C FEB UNDIP
Pada hari Senin, 22 Agustus 2016, telah diputuskan tenant kantin lolos seleksi sebagai berikut : No Nama Tenant Nama Pengelola Menu Unggulan 1 Ludo Cafe & Catering MM. Lusiana Japanese Food & Indonesian Food 2 Teh poci Ani Minuman Teh poci 3 Ladang Coklat Yolis Arhamni Minuman dan snack berbahan dasar coklat 4 BEM & KMW M. Syaikhul Print da Colour, Ambrosia Catering, Aesthetic Works, Wisuda Package, Gantungan Kunci, Boneka Maskot 5 Restorasi Club PT. Reska Javanese Food dan Drink 6 Pempek Palembang RA. Dian Siti Rochkaryaniasih Z. Palembang Food 7 Kedai Kopi Tora Bika H. Imanul Yaqin, SE., MM Kopi dan Fast Food Tenant terpilih dimohon hadir pada hari Senin, 29 Agustus 2016 jam 13.00 WIB di Ruang Sidang Senat Lantai 1 Gd. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Untuk mengunduh dokumen berita acara dapat merujuk ke tautan berikut [unduh_dokumen]
