+6224-76486841 / 76486850 feb@live.undip.ac.id

http://182.255.0.178/admin/tmp/1473040573_Workshop%20Perbankan%20syariah%20Prodi%20Ekis%20FEB%20UNDIP.jpgProgram Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro pada Sabtu, 3 September 2016 menggadakan Pelatihan Perbankan Syariah dengan judul Workshop Syaria Banking. Workshop ini diselenggarakan Laboratorium Keuangan Islam Prodi Ekonomi Islam FEB UNDIP bekerjasama dengan pihak Bank Syariah Mandiri. Workshop ini dibuka oleh, Suharnomo selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.

Saat ini industri perbankan syariah semakin berkembang pesat di dunia. Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim diharapkan mampu memberikan sumbangsih bagi pengembangan perekonomian dunia yang berdasar atas ilmu ekonomi Islam.  Kharakteristik sistem perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil memberikan alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan perbankan. Tetapi sayangnya di masyarakat Indonesia sendiri, masih terdapat perdebatan mengenai kesyariahan dari perbankan syariah yang akhirnya membawa sikap apatis terhadap industri perbankan syariah. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Suharnomo dalam pidato pembukaannya, dimana dikatakan bahwa mahasiswa diharapkan mampu memberikan literasi keuangan syariah bagi masyarakat Indonesia, sehingga segala bentuk pertanyaan masyarakat terhadap industri perbankan syariah dapat semakin dikurangi dengan semakin mengertinya masyarakat terhadap pengembangan industri syariah.

Perkembangan perekonomian syariah khususnya perbankan syariah di Indonesia tentunya juga dibarengi dengan kebutuhan SDM perbankan syariah yang kompeten. Oleh karena itu Perguruan Tinggi yang merupakan tonggak bagi pencipta lulusan dengan kompetensinya diharapkan mampu memberikan sumbangsih bagi pengembangan perbankan syariah di Indonesia, baik dalam penyediaan SDM maupun dalam pengembangan ilmu perbankan syariah. Untuk itu Bank Syariah Mandiri, memberikan sumbangsih terhadap pengembangan dan penyediaan SDM yang siap bagi perbankan syariah dengan masuk ke Perguruan Tinggi melalui laboratorium Perbankan syariah. Di Semarang sendiri ada dua Perguruan Tinggi Negeri yang sudah berkerjasama dengan Bank Syariah Mandiri Semarang, yaitu Universitas Diponegoro dan Politeknik Negeri Semarang. Hal ini ditegaskan oleh Agung Trisno Yuwono selaku Area Manager Bank Syariah Mandiri Semarang. Dikatakan oleh Agung, bahwa BSM siap untuk berkontribusi dalam hal membangun penyiapan SDM perbankan syariah yang kompeten dan mumpuni. Bahkan menurut Agung, untuk workshop kali ini, dia menerjunkan 12 trainer dari BSM, harapannya agar output yang dihasilkan dari workshop ini dapat dicapai. Sedangkan menurut Ketua Prodi Ekonomi Islam, Workshop ini merupakan rangkaian program Prodi Ekonomi Islam FEB UNDIP dalam membekali lulusannya, sehingga lulusan Prodi Ekonomi Islam memiliki kompetensi dalam pengembangan perekoniman Islam. Shoi/2016