SUCCESS STORY : Dari Dunia Teknik dan Politik Menuju Kepemimpinan Bisnis Nasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menampilkan kiprah inspiratif alumninya, Ir. Daniel Budi Setiawan, M.M., sosok pemimpin yang menorehkan perjalanan karier lintas sektor, mulai dari teknik, politik, hingga dunia bisnis. Saat ini, beliau menjabat sebagai Ketua Dewan di SIBA Group, salah satu perusahaan transportasi nasional yang terus berkembang. Ir. Daniel Budi Setiawan menempuh pendidikan sarjana di bidang Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1980. Semangatnya dalam memperkuat kompetensi manajerial membawanya melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Diponegoro dan lulus pada tahun 1996. Pendidikan di FEB Undip menjadi fondasi penting dalam membentuk perspektif kepemimpinan dan pengambilan keputusan strategis dalam perjalanan profesionalnya. Karier profesional beliau diawali di dunia teknik sebagai Engineering Manager di Tjokro Bersaudara, sebelum kemudian terjun sebagai wirausahawan. Dedikasi dan pengalaman yang matang mengantarkannya ke dunia politik nasional, dengan dipercaya sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk Daerah Pemilihan Jawa Tengah I pada periode 1999–2004. Selain kiprah politik, Ir. Daniel Budi Setiawan juga memiliki rekam jejak panjang di dunia bisnis. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur SIBA Group hingga tahun 1999 dan Komisaris Utama PT Siba Surya Group. Hingga kini, beliau dipercaya memimpin sebagai Ketua Dewan di SIBA Group, berperan strategis dalam pengembangan perusahaan dan penguatan tata kelola bisnis. Perjalanan karier Ir. Daniel Budi Setiawan mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan, profesionalisme, dan integritas yang sejalan dengan karakter lulusan FEB Undip. Kiprahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni bahwa perpaduan keilmuan, pengalaman lintas sektor, serta komitmen berkelanjutan dapat mengantarkan lulusan FEB Undip berkontribusi nyata di tingkat nasional.

SUCCESS STORY : Arief Witjaksono Juwono Putro, Alumnus FEB Undip 1996

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah alumninya, Arief Witjaksono Juwono Putro, S.E., M.M., M.Hum., C.S.A., AAAK., sosok profesional yang menapaki perjalanan karier panjang dan strategis di sektor jaminan sosial nasional. Dedikasi, kompetensi, serta kepemimpinan yang ia bangun menjadi cerminan kualitas lulusan FEB Undip yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Lahir di Wonosobo pada 10 Mei 1972, Arief Witjaksono menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro dan lulus pada tahun 1996. Semangat pengembangan diri membawanya melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Gadjah Mada (1998), kemudian memperdalam wawasan humaniora melalui program Magister Humaniora di universitas yang sama pada tahun 2007. Kombinasi latar belakang ekonomi, manajemen, dan humaniora membentuk perspektif kepemimpinan yang komprehensif dan berimbang. Karier profesionalnya dimulai di PT Askes (Persero) pada tahun 2000 sebagai staf Kantor Cabang Jawa Tengah. Seiring waktu, ia dipercaya mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Bidang Pengembangan Kemitraan Strategis pada tahun 2008, Kepala Departemen Investasi Langsung pada tahun 2012, hingga Kepala Grup Investasi PT Askes (Persero) pada tahun 2013. Perjalanan karier tersebut menunjukkan konsistensi dan kepercayaan institusi terhadap kapasitas kepemimpinannya. Puncak pengabdian di PT Askes (Persero) ditandai dengan penunjukannya sebagai Deputi Direksi Bidang Treasury dan Investasi pada tahun 2019. Berkat rekam jejak profesional dan integritas yang kuat, pada 22 Februari 2021 Arief Witjaksono Juwono Putro secara resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Direktur BPJS Kesehatan. Amanah tersebut menempatkannya pada peran strategis dalam mengelola sistem jaminan kesehatan nasional yang berdampak langsung bagi jutaan masyarakat Indonesia. Kisah perjalanan Arief Witjaksono Juwono Putro menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FEB Undip bahwa pendidikan yang kuat, pembelajaran berkelanjutan, serta dedikasi dalam pengabdian dapat mengantarkan lulusan untuk berkiprah di tingkat nasional. Dari ruang kuliah hingga jabatan strategis negara, ia membuktikan bahwa alumni FEB Undip siap mengambil peran penting dalam mewujudkan tata kelola publik yang profesional dan berintegritas.

Universitas Diponegoro dan Universiti Tun Abdul Razak Memperkuat Kolaborasi Internasional di Bidang Riset dan Pendidikan

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Universiti Tun Abdul Razak (UNIRAZAK), Malaysia, resmi memperkuat kerja sama strategis mereka melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) dan pembahasan rencana kolaborasi internasional jangka panjang. Pertemuan tatap muka ini diselenggarakan di kampus UNIRAZAK, Kuala Lumpur, dan dihadiri oleh para pimpinan universitas, dosen, serta asisten peneliti dari kedua institusi. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 8 Juli 2025 di Kuala Lumpur. Pertemuan dibuka oleh Prof. Gazi selaku moderator, yang menekankan pentingnya sinergi lintas negara dalam menjawab tantangan global di bidang ekonomi dan pendidikan. Prof. Zulkiflee dari UNIRAZAK memaparkan komitmen institusinya terhadap kolaborasi riset antar universitas, sementara Prof. Indah Susilowati dari UNDIP memperkenalkan kerangka riset World Class Research Unit (WCRU) yang akan menjadi platform utama kerja sama riset ini. Rangkaian diskusi pagi mencakup perencanaan publikasi ilmiah bersama di jurnal bereputasi internasional (Q1/Q2), dengan tanggung jawab penulisan dibagi antara Prof. Faisal dan Prof. Zulkiflee, serta Prof. Indah dan Prof. Gazi. Mahasiswa peneliti seperti Zulfikar Al Hafidz, Aini Nur Furoida, dan Adelia Petra Julieta turut berperan aktif dalam mendukung proses penulisan dan penyusunan laporan kegiatan. Selain publikasi bersama, pertemuan ini juga membahas pengembangan program double degree, di mana penyesuaian kurikulum dan sistem pembelajaran jarak jauh menjadi kunci keberhasilan. Program ini menyasar WNI yang bekerja di luar negeri, dengan dukungan pengakuan pembelajaran lampau (RPL) dan fleksibilitas intake antara kedua institusi. Diskusi sore hari difokuskan pada kolaborasi jurnal dan peningkatan output publikasi UNIRAZAK melalui kerja sama dengan FEB UNDIP. Sebanyak 15 jurnal kolaboratif telah diidentifikasi, dengan target pengiriman artikel pada September 2025. UNIRAZAK juga berkomitmen menanggung biaya publikasi (APC) untuk artikel kolaboratif pada tahun 2026, dengan alokasi anggaran hingga RM 2000. Prof. Faisal dari UNDIP menegaskan bahwa kolaborasi tidak hanya berhenti pada riset dan publikasi, tetapi juga mencakup pengembangan kapasitas dosen melalui kegiatan pengajaran bersama, pelatihan, serta peluang sebagai dosen tamu dan adjunct professor. Pertemuan ini ditutup dengan pernyataan apresiasi dari Prof. Gazi atas antusiasme dan kontribusi seluruh peserta. Kolaborasi UNDIP–UNIRAZAK ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun jaringan akademik global yang berkelanjutan dan bermakna.

PKKMB 2025: FEB Undip Sambut Mahasiswa Baru dengan Semangat dan Harapan Baru

Semarang, 19 Agustus 2025 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) resmi menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar pada 19 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi pintu awal bagi para mahasiswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan kampus, budaya akademik, serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi di FEB Undip. Dalam sambutannya, Dekan FEB Undip Prof. Faisal menegaskan rasa bangganya atas bergabungnya mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar FEB Undip. “Selamat datang bagi mahasiswa baru di salah satu kampus paling keren di universitas ini,” ujarnya. Ungkapan tersebut mencerminkan semangat dan optimisme bahwa mahasiswa baru akan tumbuh serta bertransformasi di lingkungan akademik yang unggul. PKKMB 2025 tidak hanya memperkenalkan fasilitas, layanan, dan organisasi mahasiswa, tetapi juga membekali peserta dengan materi penting terkait budaya akademik, etika pergaulan, revolusi mental, hingga norma kehidupan kampus. Dengan demikian, mahasiswa baru diharapkan dapat lebih cepat beradaptasi dan siap menghadapi dinamika kehidupan perkuliahan. Selain orientasi akademik, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai sesi yang menekankan pentingnya kolaborasi, kepemimpinan, dan partisipasi aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Hal ini sejalan dengan komitmen FEB Undip untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berdaya saing global dan memiliki karakter yang kuat. Dengan berakhirnya kegiatan pengenalan kampus ini, besar harapan kami kepada adik-adik mahasiswa baru yang dimana dapat membawa energi baru sekaligus melanjutkan tradisi prestasi dan semangat kebersamaan yang telah lama menjadi ciri khas FEB Undip.

Peran Alumni FEB Undip dalam Kepemimpinan Bisnis dan Legislatif Nasional: Kiprah Ir. Daniel Budi Setiawan

Ir. Daniel Budi Setiawan, M.M., merupakan alumni Program Magister Manajemen Universitas Diponegoro yang memiliki pengalaman panjang di bidang bisnis dan politik nasional. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Dewan SIBA Group, salah satu kelompok usaha transportasi dan logistik yang berkembang di Indonesia. Daniel Budi Setiawan menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1980. Untuk memperkuat kompetensi manajerial dan kepemimpinan, ia melanjutkan studi ke jenjang Magister Manajemen di Universitas Diponegoro, yang diselesaikannya pada tahun 1996. Pendidikan di Undip menjadi bekal penting dalam perjalanan profesionalnya di dunia korporasi dan pengambilan kebijakan strategis. Karier Daniel Budi Setiawan diawali di sektor industri sebagai Engineering Manager di Tjokro Bersaudara. Ia kemudian mengembangkan kiprahnya sebagai wiraswasta, sebelum terjun lebih jauh ke dunia bisnis dan politik. Di lingkungan SIBA Group, ia pernah menjabat sebagai Direktur hingga tahun 1999, serta dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Siba Surya Group, sebelum akhirnya mengemban peran sebagai Ketua Dewan SIBA Group hingga saat ini. Selain berkiprah di dunia usaha, Ir. Daniel Budi Setiawan juga memiliki pengalaman di lembaga legislatif. Ia tercatat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) untuk Daerah Pemilihan Jawa Tengah I pada periode 1999–2004. Pengalaman tersebut memperkaya perspektifnya dalam memadukan kepemimpinan bisnis dengan pemahaman kebijakan publik. Kiprah Ir. Daniel Budi Setiawan mencerminkan kontribusi alumni FEB Undip dalam mengisi peran strategis di sektor bisnis dan politik nasional. Perjalanan kariernya menegaskan bahwa penguatan kompetensi manajerial yang diperoleh di Undip mampu menjadi fondasi kepemimpinan yang adaptif dan berdampak luas bagi masyarakat.

FEB One Hadirkan Layanan Persuratan dan Pemberkasan Online Terintegrasi bagi Mahasiswa FEB Undip

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menghadirkan FEB One, sebuah platform digital persuratan dan pemberkasan online yang dirancang khusus untuk memudahkan mahasiswa dalam mengajukan berbagai kebutuhan administrasi akademik maupun kemahasiswaan secara daring. Kehadiran FEB One menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam meningkatkan kualitas layanan yang efektif, efisien, dan terstandar. Melalui sistem ini, mahasiswa tidak lagi perlu melakukan pengajuan surat secara manual maupun bolak-balik revisi. Mahasiswa cukup mengisi data yang dibutuhkan secara online, kemudian sistem akan secara otomatis menghasilkan dokumen persuratan sesuai format dan standar resmi FEB Undip. Dengan demikian, proses administrasi menjadi lebih cepat, rapi, dan transparan. Untuk dapat memanfaatkan layanan FEB One, mahasiswa perlu melakukan registrasi akun terlebih dahulu melalui laman resmi https://feb.apps.undip.ac.id/ dengan mengikuti tahapan sebagai berikut: No Tahapan Uraian 1 Akses Pendaftaran Buka laman pendaftaran FEB One melalui https://feb.apps.undip.ac.id/register 2 Pengisian Nama Isikan nama lengkap sesuai data resmi 3 Pengisian Email Masukkan email SSO Undip yang aktif 4 Nomor Handphone Tuliskan nomor handphone yang dapat dihubungi 5 Identitas Pengguna Isikan NIM/NIP/NPPU sesuai status pengguna 6 Program Studi Pilih program studi sesuai data akademik 7 Pembuatan Password Buat password 8–12 karakter dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter khusus, lalu konfirmasi ulang 8 Persetujuan Ketentuan Centang persetujuan Terms & Condition 9 Submit Pendaftaran Klik tombol Submit untuk menyelesaikan registrasi 10 Aktivasi Akun Buka email SSO terdaftar dan klik tautan aktivasi dari FEB One 11 Akun Aktif Akun FEB One siap digunakan untuk layanan persuratan dan pemberkasan online Melalui implementasi FEB One, FEB Undip berharap dapat memberikan pengalaman layanan administrasi yang lebih modern, akurat, dan ramah pengguna, sekaligus mendukung transformasi digital di lingkungan fakultas secara berkelanjutan.

Asesmen Lapangan Prodi Bisnis Digital FEB UNDIP oleh LAMEMBA

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) melaksanakan asesmen lapangan untuk Program Studi Bisnis Digital pada tanggal 14–15 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Program Studi Bisnis Digital di Universitas Diponegoro merupakan program baru yang dibuka pada tahun 2023 di bawah Departemen Manajemen FEB UNDIP. Program ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang bisnis digital, dengan fokus pada penerapan teknologi dalam konteks bisnis. Kurikulum mencakup materi seperti e-commerce, big data analytics, dan manajemen risiko informasi. Kegiatan asesmen dihadiri oleh tim asesor LAMEMBA, yaitu Prof. Dr. Sri Hartini, S.E., M.Si. dari Universitas Airlangga (UNAIR) dan Dr. I Gusti Ngurah Agung Suaryana, S.E., M.Si. dari Universitas Udayana (UNUD). Kedua asesor melakukan penilaian terhadap mutu, tata kelola, serta kesiapan Program Studi Bisnis Digital dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi berbasis digital. Selama dua hari pelaksanaan, asesmen berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kolaboratif antara tim asesor dan sivitas akademika FEB UNDIP. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan kualitas dan daya saing program studi di tingkat nasional maupun internasional. Semoga asesmen yang telah dilaksanakan membawa hasil terbaik bagi Program Studi Bisnis Digital dan menjadi langkah strategis dalam mendukung visi FEB UNDIP sebagai bagian dari World Class University. (tim humas)  

Alumni Success Story : BAMBANG PRAMONO of BANK INDONESIA

Bambang Pramono lahir di Jakarta pada 6 September 1971. Perjalanan akademiknya di bidang ekonomi dimulai di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, tempat ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan lulus pada tahun 1995. Bekal pendidikan di FEB Undip menjadi fondasi penting dalam membentuk cara berpikir analitis, profesionalisme, serta pemahaman manajerial yang kemudian mewarnai kiprah kariernya. Komitmen untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan membawanya menempuh pendidikan lanjutan di tingkat internasional. Bambang Pramono meraih gelar Master of Economics dari International University of Japan pada tahun 2004, kemudian menyelesaikan studi doktoral di bidang ekonomi di Nagoya University, Jepang, pada tahun 2014. Pengalaman akademik lintas negara tersebut memperkaya perspektifnya dalam memahami dinamika ekonomi global, kebijakan moneter, serta pembangunan ekonomi regional. Sejak tahun 1998, Bambang Pramono mengabdikan diri di Bank Indonesia, institusi strategis dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Sepanjang kariernya, ia dipercaya mengemban berbagai posisi penting, mulai dari perumusan kebijakan hingga peran manajerial. Pengalaman panjang ini membentuk kepekaannya terhadap isu stabilitas moneter, pengendalian inflasi, serta penguatan sistem keuangan di tingkat nasional dan daerah. Sebelum menjalankan tugas di Palembang, Bambang Pramono menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo sejak tahun 2019. Di bawah kepemimpinannya, berbagai inisiatif penguatan ekonomi daerah berbasis UMKM dan sinergi lintas pemangku kepentingan berhasil dikembangkan. Capaian tersebut mengantarkannya dipercaya untuk memimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan sejak Agustus 2025. Sebagai pimpinan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono mengusung arah kebijakan yang menitikberatkan pada penguatan stabilitas moneter, perluasan inklusi keuangan, serta percepatan transformasi ekonomi digital. Ia juga mendorong kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, sektor perbankan, dan lembaga keuangan lainnya guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM dan koperasi. Perjalanan Bambang Pramono mencerminkan nilai-nilai yang senantiasa dijunjung oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Dari ruang kuliah hingga peran strategis dalam perumusan kebijakan ekonomi, kiprahnya menjadi bukti bahwa kontribusi alumni FEB Undip tidak hanya diukur dari jabatan yang diraih, tetapi dari dampak nyata yang dihadirkan bagi pembangunan bangsa.

SUCCESS STORY : Sasongko Tedjo di Garda Depan Informasi dan Kemanusiaan

Sasongko Tedjo, S.E., M.M., merupakan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) angkatan 1983 yang dikenal luas atas kontribusinya di dunia jurnalistik dan kemanusiaan. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah, sekaligus memiliki rekam jejak panjang sebagai jurnalis dan editor bidang ekonomi di harian Suara Merdeka. Dalam perjalanan akademiknya di Undip, Sasongko Tedjo termasuk salah satu mahasiswa berprestasi. Ia tercatat sebagai salah satu dari tujuh lulusan tercepat, yang berhasil menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun di tengah masa transisi sistem pendidikan dari berbasis paket ke Sistem Kredit Semester (SKS). Ia resmi meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1983, meskipun pada saat itu masih harus menuntaskan kewajiban Kuliah Kerja Nyata (KKN). Bahkan, setelah prosesi wisuda, ia kembali ke sebuah desa di Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, untuk menyelesaikan pengabdian masyarakat tersebut. Sasongko Tedjo mengenang masa kuliahnya sebagai periode yang penuh tantangan sekaligus cerita menarik. Tinggal hanya sekitar 100 meter dari kampus membuatnya dikenal sebagai mahasiswa yang disiplin dan nyaris tidak pernah absen kuliah. Kedekatan tempat tinggal dengan kampus bahkan membuat rekan-rekannya kerap menjemputnya langsung dari rumah sebelum berangkat kuliah, sebuah pengalaman yang ia kenang dengan penuh humor. Dengan prestasi akademik yang menonjol, Sasongko Tedjo sebenarnya memiliki peluang besar untuk meniti karier konvensional di bidang ekonomi. Ia bahkan sempat ditawari bekerja di Bank Indonesia dan direncanakan untuk direkrut sebagai dosen oleh salah satu pengajarnya, Drs. Suratal HW. Namun, di luar ekspektasi banyak pihak, ia justru memilih dunia jurnalisme, sebuah keputusan yang menandai babak penting dalam perjalanan hidupnya. Karier jurnalistik Sasongko Tedjo dimulai di Suara Merdeka, di mana ia langsung dipercaya menangani desk ekonomi, sebuah posisi strategis pada masa kejayaan media cetak. Ia mengenang era tersebut sebagai masa ketika surat kabar menjadi sumber informasi utama masyarakat, dengan ritme kerja yang menuntut wartawan bekerja hingga dini hari demi memenuhi tenggat penerbitan. Dari proses panjang itu, Sasongko Tedjo terus berkembang hingga mencapai posisi Pemimpin Redaksi, puncak karier dalam industri media cetak. Selain kiprahnya di dunia media, dedikasi Sasongko Tedjo terhadap kemanusiaan tercermin melalui perannya di Palang Merah Indonesia Jawa Tengah, memperluas kontribusinya dari ranah informasi publik ke aksi sosial kemasyarakatan. Perjalanan Sasongko Tedjo menegaskan peran FEB Undip dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berani mengambil pilihan hidup yang berdampak luas bagi masyarakat. Kiprahnya menjadi inspirasi bahwa ilmu ekonomi dapat berkontribusi melalui berbagai jalur pengabdian, termasuk jurnalisme dan kemanusiaan.

Success Story : Dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Menuju Puncak Dunia Bisnis Indonesia

Di antara tokoh-tokoh besar dunia usaha Indonesia, nama Robert Budi Hartono menempati posisi yang istimewa. Kiprahnya dikenal luas bukan semata karena keberhasilan membangun kekuatan bisnis berskala nasional dan global, tetapi juga karena visi jangka panjang, konsistensi, serta integritas yang menjadi fondasi kepemimpinannya. Di balik perjalanan bisnis tersebut, terdapat latar belakang akademik yang berakar dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), tempat nilai-nilai keilmuan dan profesionalisme mulai tertanam. Robert Budi Hartono, yang lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 1941, menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang. Selama masa studinya, ia memperdalam pemahaman mengenai ekonomi dan manajemen, dua disiplin ilmu yang kelak memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan strategis serta pengelolaan usaha berskala besar. Pendidikan di FEB Undip turut membentuk karakter Robert Budi Hartono sebagai pribadi yang disiplin, tekun, dan berpikir sistematis. Bekal akademik tersebut menjadi landasan kuat ketika ia harus menghadapi tantangan nyata di dunia usaha, termasuk dalam memimpin dan mengembangkan perusahaan keluarga di tengah dinamika ekonomi yang tidak selalu mudah. Setelah wafatnya sang ayah, pendiri PT Djarum, pada tahun 1963, Robert Budi Hartono bersama kakaknya, Michael Bambang Hartono, mengambil tanggung jawab besar untuk melanjutkan dan membesarkan perusahaan keluarga. Melalui kepemimpinan yang visioner dan strategi manajerial yang matang, keduanya berhasil membawa Djarum berkembang menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Perjalanan bisnis Robert Budi Hartono tidak berhenti pada industri tembakau. Diversifikasi usaha menjadi ciri khas kepemimpinannya, salah satunya melalui langkah strategis Grup Djarum dalam mengakuisisi Bank Central Asia (BCA) pada masa krisis ekonomi 1997. Di bawah pengelolaan yang profesional dan berorientasi jangka panjang, BCA tumbuh menjadi salah satu institusi perbankan paling kuat dan inovatif di kawasan Asia Tenggara. Selain sektor perbankan, ekspansi juga dilakukan ke bidang properti, teknologi, dan agribisnis, memperkuat posisi Grup Djarum sebagai konglomerasi nasional yang berpengaruh. Nilai-nilai yang tercermin dalam perjalanan Robert Budi Hartono—kerja keras, ketekunan, integritas, dan komitmen terhadap inovasi—selaras dengan semangat yang dijunjung oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Kisahnya menjadi inspirasi bagi sivitas akademika bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar bekal teori, melainkan fondasi untuk menciptakan dampak nyata dan kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan bangsa.