Fairid Naparin, S.E.: Alumni FEB Undip yang Kembali Dipercaya Memimpin Kota Palangka Raya

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali mencatat kiprah membanggakan alumninya melalui perjalanan Fairid Naparin, S.E., yang saat ini mengemban amanah sebagai Wali Kota Palangka Raya untuk periode 2025–2030. Sebelumnya, Fairid juga memimpin Kota Palangka Raya pada periode 2018–2023, menjadikannya sebagai salah satu alumni FEB Undip yang terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kepemimpinan di sektor pemerintahan. Lahir di Palangka Raya pada 28 Agustus 1985, Fairid menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Pada tahun 2008, ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan meraih gelar Sarjana Ekonomi. Bekal akademik yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FEB Undip menjadi fondasi dalam membangun kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, serta pemahaman mengenai tata kelola organisasi dan pembangunan daerah. Karier Fairid di dunia pemerintahan berkembang melalui berbagai peran strategis hingga dipercaya masyarakat untuk memimpin Kota Palangka Raya. Pada Pemilihan Wali Kota Palangka Raya 2018, ia terpilih sebagai Wali Kota setelah memperoleh dukungan mayoritas masyarakat. Kepercayaan tersebut kembali diberikan pada Pemilihan Wali Kota Palangka Raya 2024, ketika Fairid bersama Achmad Zaini berhasil memenangkan kontestasi dan kembali memimpin Kota Palangka Raya untuk periode 2025–2030. Selain menjalankan tugas sebagai kepala daerah, Fairid juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemimpinan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya, kemudian dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Tengah, serta mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Palangka Raya dan Ketua Dewan Adat Dayak Kota Palangka Raya. Beragam peran tersebut menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara pemerintahan, organisasi, dan masyarakat. Perjalanan Fairid Naparin menjadi cerminan bahwa alumni FEB Undip mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang, termasuk pemerintahan daerah. Melalui dedikasi, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat, Fairid terus menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat menjadi bekal untuk menghadirkan perubahan dan pembangunan yang berkelanjutan. Kiprahnya menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dan mahasiswa FEB Undip untuk terus berkarya, memimpin, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
FEB Undip dan Kementerian PPN/Bappenas Perkuat Ekosistem Think Tank untuk Mendukung Indonesia Emas 2045

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset melalui kolaborasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, di Ruang Senat Gedung Dekanat FEB Undip, sebagai langkah awal memperkuat kapasitas dan fungsi think tank perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Priyanto Rohmattullah, Sekretaris Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, bersama tim, dan disambut oleh Wakil Dekan I FEB Undip, Prof. Harjum Muharam, beserta jajaran pimpinan fakultas. Diskusi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan fokus pada penguatan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang mencakup penguatan riset kolaboratif, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta program magang mahasiswa. Selain itu, FEB Undip dan Kementerian PPN/Bappenas juga menjajaki kerja sama dalam pengembangan kajian strategis di bidang perencanaan pembangunan, pemodelan ekonomi, serta isu-isu pembangunan berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi akademik terhadap penyusunan kebijakan nasional dan daerah. Kolaborasi ini semakin menegaskan peran FEB Undip sebagai think tank akademik yang tidak hanya menghasilkan penelitian berkualitas, tetapi juga mampu menghadirkan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan. Dengan mengintegrasikan keunggulan akademik, riset, dan jejaring kemitraan, FEB Undip berupaya memperkuat kontribusinya dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Ke depan, sinergi antara FEB Undip dan Kementerian PPN/Bappenas diharapkan terus berkembang melalui berbagai program kolaboratif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui penguatan fungsi think tank, pengembangan riset, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, kedua institusi berkomitmen mendukung terwujudnya pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
FEB Undip Perkenalkan Digital Library, Perluas Akses Literasi Digital bagi Mahasiswa

akultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus memperkuat transformasi layanan akademik melalui kehadiran FEB Undip Digital Library, sebuah perpustakaan digital yang memungkinkan mahasiswa mengakses berbagai koleksi e-book secara praktis melalui aplikasi maupun website. Layanan ini menjadi salah satu upaya fakultas dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan selaras dengan perkembangan teknologi digital. FEB Undip Digital Library dibangun menggunakan platform MOCO yang dikembangkan oleh PT Woolu Aksara Maya (Aksaramaya). Melalui platform tersebut, mahasiswa dapat mencari, meminjam, dan membaca koleksi buku digital kapan pun dan di mana pun. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu memperluas akses terhadap sumber referensi akademik sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi digital di lingkungan FEB Undip. Sebagai bagian dari implementasi layanan tersebut, FEB Undip menggelar kegiatan pengenalan aplikasi dan website Digital Library pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti hampir 60 peserta ini memperkenalkan berbagai fitur utama platform, mulai dari proses registrasi, pencarian koleksi, hingga mekanisme peminjaman dan pembacaan e-book secara digital. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan layanan perpustakaan yang mudah diakses dan mendukung aktivitas belajar secara mandiri. Hadirnya FEB Undip Digital Library menjadi langkah nyata fakultas dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi. Lebih dari sekadar menghadirkan aplikasi baru, layanan ini merupakan bagian dari komitmen FEB Undip untuk menyediakan sumber belajar yang semakin mudah dijangkau, mendukung kegiatan perkuliahan dan penelitian, serta memperkuat kualitas layanan akademik bagi seluruh sivitas akademika.
Kiprah Alumni FEB Undip dalam Pemerintahan Daerah: Dyah Kartika Permanasari

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menghadirkan kisah inspiratif alumninya melalui perjalanan Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Bupati Kendal untuk masa jabatan 2025–2030. Kiprahnya mencerminkan dedikasi seorang alumni FEB Undip dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Lahir di Purworejo pada 4 April 1967, Dyah Kartika Permanasari menempuh pendidikan Diploma III di Akademi Manajemen Perusahaan YKPN Yogyakarta, kemudian melanjutkan pendidikan Sarjana di Universitas Islam Sultan Agung. Komitmennya untuk terus mengembangkan kompetensi manajerial membawanya melanjutkan studi Magister Manajemen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, yang diselesaikan pada tahun 2007. Bekal akademik tersebut menjadi landasan dalam membangun kapasitas kepemimpinan serta pengambilan keputusan di berbagai bidang pengabdian. Sebelum mengemban amanah sebagai kepala daerah, Dyah Kartika memiliki pengalaman profesional di sektor swasta dan aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah bekerja di Yoshida Kogyo Kabushiki Kaisha Jakarta Finance, kemudian berkiprah dalam organisasi kewirausahaan dan dunia usaha, di antaranya sebagai Sekretaris DPD IWAPI Provinsi Jawa Tengah serta Bidang Organisasi Kadin Jawa Tengah. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan olahraga, termasuk menjabat sebagai Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Tengah. Pengalaman kepemimpinannya semakin matang ketika dipercaya menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah pada periode 2019–2024. Pada Pemilihan Legislatif Tahun 2024, ia kembali memperoleh kepercayaan masyarakat dengan meraih 96.984 suara, sebelum akhirnya maju dalam Pemilihan Bupati Kendal 2024. Bersama Benny Karnadi, Dyah Kartika berhasil memenangkan kontestasi tersebut dan resmi dilantik sebagai Bupati Kendal pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta. Perjalanan Dyah Kartika Permanasari menunjukkan bahwa penguasaan ilmu manajemen, pengalaman organisasi, serta dedikasi dalam pelayanan publik merupakan bekal penting dalam membangun kepemimpinan yang efektif. Kiprahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip bahwa pendidikan tidak hanya membuka peluang karier, tetapi juga menjadi fondasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa.
FEB Undip Buka Pendaftaran Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi di bidang pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya FEB Undip dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa agar memiliki kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus berkontribusi terhadap penguatan sektor UMKM di Indonesia. Program sertifikasi akan dilaksanakan pada 8–10 Juli 2026. Selama dua hari pertama, peserta akan mengikuti pelatihan serta pendampingan intensif sebagai bekal menghadapi uji kompetensi. Selanjutnya, pada 10 Juli 2026, peserta akan mengikuti Ujian Kompetensi sebagai tahapan akhir untuk memperoleh sertifikasi. Melalui program ini, peserta akan memperoleh berbagai manfaat, di antaranya pelatihan dan pendampingan secara intensif, pengalaman praktis dalam pendampingan UMKM, serta kesempatan memperoleh Sertifikat Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki. Program ini tidak dipungut biaya atau gratis bagi seluruh peserta. Mahasiswa yang mendaftar diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan hingga pelaksanaan ujian kompetensi sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti proses sertifikasi. Mahasiswa yang berminat dapat melakukan pendaftaran dengan mengakses tautan berikut: https://bit.ly/SertifikasiUMKM2026 Melalui Program Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026, FEB Undip berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki kompetensi profesional di bidang pendampingan UMKM sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Adimas Immanuel, Alumni FEB Undip dengan Jejak Prestasi di Dunia Sastra

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menghadirkan kisah inspiratif melalui perjalanan salah satu alumninya, Adimas Immanuel, yang dikenal sebagai penyair, penulis, dan sastrawan Indonesia. Kiprahnya menunjukkan bahwa lulusan FEB Undip tidak hanya berkontribusi di bidang ekonomi dan bisnis, tetapi juga mampu berkarya serta memberikan warna bagi perkembangan sastra dan kebudayaan Indonesia. Lahir pada 8 Juli 1991, Adimas Immanuel menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro sebelum menekuni dunia kepenulisan secara profesional. Minatnya terhadap sastra telah melahirkan berbagai karya yang mendapat apresiasi di tingkat nasional, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu penulis muda Indonesia yang diperhitungkan dalam perkembangan sastra kontemporer. Perjalanan kariernya sebagai penulis diwarnai oleh sejumlah capaian membanggakan. Antologi puisi Pelesir Mimpi masuk dalam daftar panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2014, salah satu penghargaan sastra paling bergengsi di Indonesia. Selanjutnya, kumpulan puisi Karena Cinta Kuat Seperti Maut berhasil masuk daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2019, memperkuat posisinya sebagai penyair dengan karya yang mendapat pengakuan luas dari kalangan sastra nasional. Karya-karya Adimas Immanuel juga menjangkau dunia seni pertunjukan. Lima puisi dalam buku Di Hadapan Rahasia diadaptasi menjadi tembang puitik oleh komponis Ananda Sukarlan dan dibawakan oleh penyanyi soprano Mariska Setiawan, menghadirkan kolaborasi antara sastra dan musik klasik. Selain puisi, ia juga menerbitkan novel Surga Anjing Liar pada tahun 2020 yang semakin memperkaya perjalanan kreatifnya sebagai seorang penulis. Perjalanan Adimas Immanuel menjadi bukti bahwa pendidikan di FEB Undip mampu melahirkan lulusan dengan beragam pilihan karier dan kontribusi. Melalui dedikasi, kreativitas, dan konsistensi dalam berkarya, ia menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat berpadu dengan seni untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Kisahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berkarya, dan memberikan kontribusi di bidang yang mereka tekuni.
FEB Undip dan University of Waterloo Perkuat Kolaborasi Global untuk Membangun Ketahanan Masyarakat Pesisir

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global, melainkan kenyataan yang dihadapi setiap hari. Kenaikan muka air laut, banjir rob, abrasi, hingga menurunnya hasil tangkapan nelayan membawa dampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Persoalan seperti ini tidak dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu atau satu negara saja. Dibutuhkan kolaborasi yang mempertemukan berbagai perspektif, pengalaman, dan hasil riset untuk menemukan solusi yang lebih berkelanjutan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama University of Waterloo, Canada, menyelenggarakan Summer Course 2026 bertajuk Coastal Communities in Transition: Pathways from Vulnerability to Viability (V2V) pada 23–25 Juni 2026. Program yang didukung oleh World Class University (WCU) Universitas Diponegoro ini mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan akademisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan berbagai pendekatan dalam memperkuat ketahanan masyarakat pesisir sekaligus memperluas kolaborasi akademik internasional. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mengikuti sesi perkuliahan dan diskusi di ruang kelas, tetapi juga bertukar pengalaman dengan akademisi dan praktisi yang telah lama berkecimpung dalam isu pembangunan pesisir. Pembahasan mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari ekonomi, lingkungan, kebijakan publik, hingga pemberdayaan masyarakat. Pendekatan multidisiplin tersebut memberikan gambaran bahwa membangun ketahanan wilayah pesisir memerlukan kolaborasi berbagai bidang ilmu serta keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dari solusi. Berbagai perspektif juga mewarnai pelaksanaan Summer Course 2026. Prof. Dr. Ir. Munasik, M.Sc., Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, mengajak peserta melihat bagaimana perubahan iklim memengaruhi keberlanjutan sumber daya kelautan dan kehidupan masyarakat pesisir. Di sisi lain, Madam Ita menunjukkan bahwa penguatan peran perempuan nelayan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kapasitas komunitas pesisir menghadapi berbagai perubahan. Diskusi tersebut memperlihatkan bahwa solusi bagi wilayah pesisir tidak dapat dilihat dari satu sudut pandang saja, melainkan membutuhkan pendekatan yang menghubungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan. Kolaborasi internasional dalam Summer Course 2026 juga diperkuat melalui kehadiran Prof. Prateep Kumar Nayak sebagai Visiting Professor yang didukung oleh World Class University (WCU) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Selain berpartisipasi dalam kegiatan Summer Course, Prof. Prateep terlibat dalam pembimbingan mahasiswa doktoral, supervisi penelitian, serta diskusi akademik bersama dosen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas riset dan memperluas jejaring akademik internasional di lingkungan FEB Undip. Pengalaman belajar peserta semakin lengkap melalui kunjungan lapangan ke Desa Purworejo, Kabupaten Demak, salah satu wilayah yang terdampak banjir rob dan perubahan garis pantai. Di lokasi ini, peserta berdialog langsung dengan masyarakat, mengamati kehidupan nelayan, mempelajari inisiatif pemberdayaan perempuan, serta melihat berbagai bentuk adaptasi yang dilakukan komunitas dalam menghadapi perubahan lingkungan. Kunjungan tersebut memberikan pemahaman bahwa solusi terhadap persoalan pesisir tidak cukup dibangun dari ruang kelas, tetapi juga melalui pembelajaran langsung bersama masyarakat yang mengalaminya. Summer Course 2026 bukan sekadar program akademik internasional, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pendidikan, riset, dan pengalaman lapangan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat pesisir. Bersama University of Waterloo dan melalui dukungan World Class University (WCU) Universitas Diponegoro, kolaborasi ini mendorong lahirnya gagasan, penelitian, dan jejaring akademik yang berkontribusi pada transformasi masyarakat pesisir dari kondisi rentan (vulnerability) menuju masyarakat yang lebih tangguh dan berdaya (viability). Semangat Vulnerability to Viability (V2V) inilah yang menjadi benang merah kolaborasi internasional FEB Undip dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi yang relevan bagi tantangan perubahan iklim dan pembangunan pesisir berkelanjutan.
Memperkuat Jejaring Global, FEB Undip Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Internasionalisasi

Internasionalisasi kini tidak lagi sekadar menjadi pelengkap, melainkan kebutuhan strategis bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing di tingkat global. Menyadari pentingnya hal tersebut, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar Workshop Penguatan Kapasitas dalam Mendukung Internasionalisasi pada 18–19 Juni 2026 di The Wujil Resort & Conventions, Ungaran. Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh International Office (IO) FEB Undip ini, para pimpinan dan pengelola akademik dibekali strategi membangun kerja sama internasional yang berkelanjutan, memperluas jejaring dengan universitas mitra luar negeri, serta mengoptimalkan peluang kolaborasi global dalam bidang pendidikan, penelitian, dan mobilitas akademik. Dalam sambutannya Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FEB Undip, Dr. Wahyu Meiranto, S.E., M.Si., Akt., menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan salah satu agenda strategis fakultas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring akademik global, serta memperkuat reputasi institusi di tingkat internasional. Menurutnya, pengembangan kerja sama dengan mitra luar negeri tidak cukup hanya diwujudkan melalui penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi harus mampu menghasilkan program-program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan institusi. Melalui sesi berbagi pengalaman yang disampaikan oleh Ida Noviyantie, S.S., M.A., Koordinator Global Relations and Mobility Office (GREAT) FEB Universitas Gadjah Mada (UGM), peserta memperoleh wawasan mengenai strategi membangun dan menjaga kemitraan internasional yang berkelanjutan. Berbagai praktik baik yang telah diterapkan FEB UGM menjadi referensi berharga bagi FEB Undip dalam memperluas kolaborasi dengan universitas mitra luar negeri, meningkatkan mobilitas akademik, serta mengembangkan program internasional yang lebih berdampak. Dalam workshop tersebut, peserta juga diajak memahami pentingnya pendekatan yang proaktif dalam mengidentifikasi calon mitra strategis, membangun komunikasi yang efektif, serta mengembangkan program kolaboratif yang sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan masing-masing institusi. Strategi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa kerja sama internasional tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu berkembang menjadi kolaborasi akademik yang produktif dan berkelanjutan. Seiring meningkatnya tuntutan globalisasi pendidikan tinggi, kemitraan internasional menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas kesempatan belajar, penelitian, dan pengembangan kapasitas sivitas akademika. Melalui kegiatan ini, International Office FEB Undip berharap seluruh unit akademik memiliki pemahaman dan visi yang selaras dalam mendukung agenda internasionalisasi fakultas, sehingga peluang kolaborasi global dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat daya saing dan reputasi FEB Undip di tingkat internasional.
Mahasiswa Ekonomi FEB Undip Raih Gold Medal dan Best Inventors Award di Malaysia Lewat Inovasi SnugsyNest

Mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Melalui ajang 10th World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung pada 17–20 Mei 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, tim mahasiswa lintas disiplin berhasil meraih Gold Medal dan Best Inventors Award (Tertiary Category) berkat inovasi platform digital bernama SnugsyNest, sebuah solusi terpadu yang dirancang untuk membantu keluarga dengan anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas mental. Keberhasilan tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas Ni Nyoman Rara Maharani T. (Ekonomi 2024) dari FEB Undip bersama Ainun (Ilmu Komunikasi 2023), Nazwa (Administrasi Publik 2023), dan Dandy (Informatika 2023). Kolaborasi lintas fakultas ini menghadirkan SnugsyNest pada kategori Household and Personal Care, sebuah platform berbasis teknologi yang mengintegrasikan layanan informasi sekolah inklusif, pusat terapi, direktori profesional pendamping, hingga fitur Artificial Intelligence (AI) Virtual Assistant yang dapat membantu orang tua memperoleh informasi mengenai berbagai kondisi disabilitas mental dan kebutuhan pendampingan anak secara lebih mudah dan cepat. Inovasi tersebut lahir dari kepedulian tim terhadap masih terbatasnya akses informasi bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan berbagai temuan dan data yang menunjukkan masih banyak orang tua mengalami kesulitan memperoleh informasi terkait sekolah inklusif, layanan terapi, maupun pendampingan yang sesuai, tim melihat perlunya sebuah platform yang mampu menghubungkan seluruh kebutuhan tersebut dalam satu ekosistem digital. Melalui SnugsyNest, orang tua tidak lagi harus mencari informasi secara terpisah melalui berbagai platform, melainkan dapat mengakses layanan yang lebih terintegrasi dalam satu sistem yang dirancang khusus sesuai kebutuhan mereka. Persiapan menuju kompetisi internasional ini dilakukan sejak Maret 2026. Tim tidak hanya mengembangkan platform dan menyusun proyeksi bisnis sebagai bagian dari strategi peluncuran produk ke pasar, tetapi juga mempersiapkan aspek legalitas melalui perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), menyempurnakan model bisnis, serta menjalani berbagai sesi latihan presentasi dan pitching dalam bahasa Inggris. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa SnugsyNest tidak hanya memiliki nilai inovasi, tetapi juga memiliki potensi implementasi dan keberlanjutan sebagai solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Selama pameran inovasi internasional di Malaysia, tim mempresentasikan konsep, model bisnis, serta dampak sosial yang ditawarkan SnugsyNest di hadapan dewan juri dan pengunjung dari berbagai negara. Inovasi yang menggabungkan teknologi digital dengan pendekatan layanan sosial tersebut mendapatkan apresiasi tinggi karena dinilai mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan akses informasi bagi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Keberhasilan meraih Gold Medal dan Best Inventors Award menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Diponegoro tidak hanya mampu menghasilkan inovasi berbasis teknologi, tetapi juga menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Prestasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menciptakan inovasi yang relevan, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global. Melalui SnugsyNest, tim berharap dapat terus mengembangkan platform tersebut sehingga dapat segera digunakan secara luas dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga, anak berkebutuhan khusus, serta ekosistem pendidikan dan layanan inklusif di Indonesia.
Alumni Story, Fauzie Rizal: Mengawal Transformasi Perusahaan Lewat Kepemimpinan Finansial

Selama lebih dari dua dekade berkarier di industri telekomunikasi, Fauzie Rizal, alumni Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) angkatan 1995, telah membuktikan bahwa kompetensi di bidang keuangan, strategi bisnis, dan kepemimpinan menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika dunia industri. Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Director Finance & Chief Financial Officer PT Hypernet Technology, perusahaan yang tergabung dalam Group XLSMART. Perjalanan profesional Fauzie dimulai setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi di FEB Undip pada tahun 2000. Karier pertamanya ditempuh sebagai Finance Planning and Report Analysis Senior Supervisor di PT LG Display Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk melanjutkan kiprah di PT XL Axiata—kini menjadi XLSMART—yang dijalaninya selama lebih dari 17 tahun melalui berbagai posisi strategis di bidang perencanaan keuangan, analisis bisnis, pengendalian keuangan, hingga tata kelola komersial. Seiring meningkatnya tanggung jawab, Fauzie dipercaya memimpin berbagai inisiatif transformasi keuangan perusahaan. Dalam perjalanan kariernya, ia berperan dalam penguatan strategi keuangan, implementasi sistem ERP berbasis SAP, optimalisasi biaya, serta pengembangan tata kelola bisnis yang mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. Pengalaman tersebut mengantarkannya dipercaya sebagai Director Finance & Chief Financial Officer PT Hypernet Technology sejak tahun 2022 dengan tanggung jawab memimpin fungsi keuangan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, pelaporan, hingga pengelolaan modal perusahaan. Di bawah kepemimpinannya, berbagai inisiatif strategis berhasil memberikan dampak positif bagi perusahaan, di antaranya pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas melalui optimalisasi portofolio bisnis serta efisiensi biaya, implementasi transformasi digital di bidang keuangan, hingga penguatan struktur keuangan perusahaan melalui peningkatan aset, ekuitas, dan likuiditas. Capaian tersebut mencerminkan pentingnya kepemimpinan yang berpadu dengan kemampuan analitis, pengambilan keputusan berbasis data, serta tata kelola perusahaan yang kuat. Perjalanan Fauzie Rizal menjadi salah satu gambaran bagaimana lulusan FEB Undip mampu berkembang menjadi pemimpin di tingkat nasional. Bekal akademik yang dipadukan dengan semangat belajar sepanjang hayat, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan telah mengantarkannya memberikan kontribusi nyata bagi industri. Kisahnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, serta menghadirkan dampak positif melalui kepemimpinan yang berorientasi pada inovasi dan keberlanjutan.
