FEB Undip Perluas Jejaring Internasional melalui AAPBS Annual Meeting 2026 di Bali

Penguatan jejaring internasional dan pengembangan pendidikan bisnis menjadi salah satu fokus partisipasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) dalam Association of Asia-Pacific Business Schools (AAPBS) Annual Meeting 2026. Pertemuan yang berlangsung pada 1–3 November 2026 di Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali, tersebut mempertemukan perwakilan institusi pendidikan bisnis dari berbagai negara untuk membahas strategi menghadapi dinamika dan ketidakpastian global. AAPBS merupakan asosiasi yang menghimpun sekolah bisnis dan institusi pendidikan tinggi di kawasan Asia-Pasifik. Melalui forum tahunan ini, para anggotanya memiliki ruang untuk bertukar pengetahuan, berbagi praktik terbaik, serta membangun kolaborasi dalam pengembangan pendidikan bisnis dan pengelolaan institusi pendidikan tinggi. Mengangkat tema “Resilient Business Schools: Strategic Innovation and Leadership in Times of Global Uncertainty”, AAPBS Annual Meeting 2026 menyoroti pentingnya ketahanan institusi pendidikan bisnis melalui inovasi strategis dan kepemimpinan adaptif. Tema tersebut relevan dengan tantangan yang dihadapi sekolah bisnis dalam merespons perubahan lingkungan global, perkembangan teknologi, serta kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berkembang. Diselenggarakan oleh Universitas Terbuka sebagai tuan rumah, pertemuan ini diikuti 64 peserta dari 11 negara dan melibatkan 20 anggota dewan AAPBS. Berbagai perspektif dibahas untuk memperkuat kapasitas institusi pendidikan bisnis agar mampu beradaptasi, berinovasi, dan mempertahankan relevansinya di tengah perubahan global. Keikutsertaan FEB Undip dalam forum ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan jejaring akademik internasional. Interaksi dengan berbagai institusi pendidikan bisnis di kawasan Asia-Pasifik juga membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan pendidikan tinggi, pengembangan strategi kelembagaan, serta penerapan praktik terbaik dalam pendidikan bisnis. Melalui partisipasi dalam AAPBS Annual Meeting 2026, FEB Undip terus memperkuat keterlibatan dalam jejaring akademik internasional sekaligus mengikuti perkembangan pendidikan bisnis di tingkat global. Hal ini menjadi salah satu langkah untuk mendukung pengembangan institusi yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan bisnis pada masa mendatang.

IRCBE 2026 FEB Undip Angkat Tantangan Pertumbuhan Ekonomi dan Keberlanjutan Lingkungan

Semarang, 16 Oktober 2026. Bagaimana ekonomi dapat terus tumbuh tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu persoalan utama yang diangkat dalam The 4th International Research Conference on Business and Economics (IRCBE) yang diselenggarakan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) pada 14–15 Oktober 2026. Menghadirkan akademisi dan peneliti dari dalam maupun luar negeri, konferensi ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai strategi bisnis dan ekonomi dalam menghadapi tantangan keberlanjutan. Mengusung tema “Business and Economics Strategies for a Sustainable Future: Balancing Growth and Environmental Responsibility”, IRCBE 2026 menempatkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan sebagai pokok diskusi. Pembahasan mencakup berbagai isu, mulai dari transformasi dunia kerja, keberlanjutan digital, ekonomi biru, hingga implikasi perkembangan kecerdasan buatan terhadap kebijakan dan praktik ekonomi. Konferensi dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., serta Dekan FEB Undip, Prof. Faisal. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan menghadirkan enam pembicara dari institusi akademik serta lembaga riset nasional dan internasional. Pada hari pertama, plenary session menghadirkan pembahasan mengenai perubahan dunia kerja global, keberlanjutan digital, serta pengelolaan sumber daya kelautan. Alfred Presbitero, Ph.D. dari Deakin Business School, Australia, membahas tantangan dan peluang pengelolaan sumber daya manusia internasional melalui materi “International HRM: Key Challenges and Opportunities for the Future of Global Work”. Sementara itu, Dr. Shamshul Bahri dari University of Malaya, Malaysia, mengangkat urgensi penelitian berbasis dampak dalam pengembangan keberlanjutan digital di Indonesia melalui materi “A Call for Impact Based Research on Digital Sustainability in Indonesia”. Perspektif keberlanjutan juga dibahas melalui konteks pengelolaan sumber daya kelautan. Prof. Indah Susilowati dari Universitas Diponegoro memaparkan materi “Balancing between Economic vs Environment Need: Understanding for the Linkages of Blue Economy, Blue Growth, Blue Justice (a Case Study of Indonesia)”. Pembahasan tersebut mengangkat keterkaitan ekonomi biru, pertumbuhan biru, dan keadilan biru sebagai bagian dari diskusi mengenai keseimbangan kepentingan ekonomi dan lingkungan di Indonesia. Setelah rangkaian plenary session, kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan parallel session. Dalam sesi ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian dan bertukar gagasan berdasarkan bidang kajian masing-masing. Memasuki hari kedua, plenary session kembali menghadirkan perspektif mengenai keberlanjutan ekonomi di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Bahtiar Rifai, Ph.D. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membawakan materi “Sustainable Economy in the Age of AI: Policies and Practices to Foster Innovation and Mitigate Future Risks”, yang menyoroti peran kebijakan dan praktik dalam mendorong inovasi sekaligus memitigasi risiko di masa depan. Selanjutnya, Prof. Yih-Chyi Chuang dari National Chengchi University, Taiwan, melalui materi “Goodness as Strategy: Why Environmental Responsibility is Becoming a Condition of Resilience, Innovation, and Long-Term Competitiveness”, membahas tanggung jawab lingkungan sebagai bagian dari strategi membangun ketahanan, inovasi, dan daya saing jangka panjang. Sesi hari kedua juga menghadirkan Mirwan Surya Perdhana, Ph.D. dari Universitas Diponegoro yang membahas topik penelitian. Sebagaimana pada hari pertama, rangkaian plenary session hari kedua dilanjutkan dengan parallel session. Sesi ini menjadi ruang bagi para peneliti untuk memaparkan hasil kajian, memperoleh masukan, serta berdiskusi mengenai berbagai isu bisnis dan ekonomi. Melalui penyelenggaraan IRCBE 2026, FEB Undip memperluas ruang diskusi akademik mengenai hubungan antara pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan keberlanjutan lingkungan. Pertemuan akademisi dan peneliti lintas institusi ini diharapkan dapat memperkaya perspektif penelitian, memperkuat jejaring akademik, serta membuka peluang pengembangan kajian kolaboratif untuk menjawab tantangan bisnis dan ekonomi di masa depan.

FEB Undip dan Wageningen University Bahas Peluang Kolaborasi Riset dan Pendidikan Doktoral

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menjajaki peluang kolaborasi akademik dengan Wageningen University, Belanda, melalui diskusi bersama Prof. Dr. Ir. Alfons Oude Lansink pada Rabu (14/10/2026). Bertempat di Hall Pertamina FEB Undip, diskusi ini membahas potensi kerja sama riset, supervisi bersama mahasiswa doktoral, serta pengembangan jejaring akademik kedua institusi. Dalam diskusi yang dihadiri dosen FEB Undip tersebut, Prof. Alfons memaparkan sejumlah bidang riset yang dikembangkan di Wageningen University, antara lain risiko dan ketahanan rantai pasok agri-pangan, pengukuran kinerja keberlanjutan dari aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial, serta ekonomi kesehatan hewan dan tanaman dan keamanan pangan. Ia juga membuka peluang kolaborasi bagi dosen yang memiliki ketertarikan pada bidang behavioural economics atau ekonomi perilaku. Salah satu pembahasan utama adalah peluang riset bersama dan supervisi doktoral antara FEB Undip dan Wageningen University. Prof. Alfons menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut memungkinkan untuk dikembangkan melalui kesepakatan antar universitas dengan memenuhi persyaratan yang berlaku. Sejumlah topik, termasuk pembiayaan sektor perbankan dan pertanian, turut mengemuka sebagai bidang yang berpotensi dikaji bersama. Diskusi juga memberikan gambaran mengenai program doktoral di Wageningen University, mulai dari struktur studi, persyaratan akademik, hingga pilihan pendanaan. Prof. Alfons menjelaskan bahwa kesempatan studi doktoral cukup kompetitif dan ketersediaan pendanaan tidak selalu terjamin. Karena itu, calon mahasiswa perlu mempersiapkan proposal riset, memenuhi persyaratan seleksi, serta mempertimbangkan sumber pendanaan, termasuk beasiswa LPDP. Melalui diskusi ini, FEB Undip dan Wageningen University membuka ruang penjajakan kerja sama yang dapat ditindaklanjuti pada tahap berikutnya. Peluang tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring akademik, mendukung pengembangan riset bersama, serta memperkuat kesempatan kolaborasi pendidikan doktoral bagi sivitas akademika FEB Undip.

FEB Undip Perkuat Kesiapan Mahasiswa Menapaki Karier Akuntan Publik melalui CPA Goes to Campus 2026

Tembalang, 1 Oktober 2026. Memahami jalur karier dan kompetensi yang dibutuhkan sejak di bangku kuliah menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa akuntansi untuk memasuki dunia profesional. Perspektif tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan CPA Goes to Campus 2026 yang diselenggarakan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) bersama Universitas Diponegoro, dengan mengangkat tema “Your Journey to CPA: Explore Your Future in Audit & Assurance”. Program yang berlangsung di Universitas Diponegoro tersebut dirancang untuk memperkenalkan profesi Akuntan Publik sekaligus memberikan gambaran mengenai peluang karier di bidang audit dan assurance. Tidak hanya mengenalkan profesi, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai kompetensi yang perlu dipersiapkan mahasiswa serta jalur dan tahapan untuk memperoleh sertifikasi CPA of Indonesia. Bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi, baik jenjang S1, S2, S3 maupun peserta Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), pertemuan dengan dunia profesi menjadi ruang untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan profesional. Terlebih, perkembangan dunia bisnis dan transformasi digital turut mengubah tuntutan kompetensi di bidang akuntansi, audit, dan assurance, yang kini tidak hanya membutuhkan penguasaan teknis, tetapi juga integritas dan kemampuan beradaptasi. Dalam rangkaian kegiatan, peserta memperoleh career talk bertajuk “Life & Career as a Public Accountant” yang membahas gambaran perjalanan karier sebagai Akuntan Publik. Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi “Your CPA Journey: Mengenal CPA of Indonesia dan Jalur Sertifikasi” yang memberikan informasi mengenai sertifikasi CPA of Indonesia, termasuk jalur dan tahapan yang perlu ditempuh. Rangkaian tersebut dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama narasumber. Kehadiran program ini juga memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia profesional. Melalui kolaborasi dengan IAPI sebagai asosiasi profesi Akuntan Publik di Indonesia, mahasiswa memperoleh akses terhadap wawasan mengenai perkembangan profesi, career pathway, serta kebutuhan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja. Pada saat yang sama, kolaborasi tersebut membuka ruang bagi perguruan tinggi dan organisasi profesi untuk mengembangkan kegiatan edukasi serta pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. CPA Goes to Campus 2026 diharapkan tidak berhenti pada pengenalan profesi, tetapi menjadi bagian dari proses mahasiswa dalam merancang perjalanan profesionalnya sejak dini. Dengan pemahaman yang lebih utuh mengenai profesi Akuntan Publik, peluang karier, kompetensi yang dibutuhkan, serta jalur sertifikasi, mahasiswa diharapkan semakin siap mengembangkan kapasitas dan mengambil peran dalam profesi akuntansi, audit, dan assurance di tengah perubahan lingkungan bisnis.

FEB Undip dan Saxion University Perkuat Kerja Sama melalui Kuliah dan Program Kolaborasi Internasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) memperkuat penjajakan kerja sama internasional bersama Saxion University of Applied Sciences, Belanda, melalui pembahasan sejumlah program akademik strategis yang berorientasi pada perluasan kesempatan belajar dan pengembangan kapasitas sivitas akademika. Agenda tersebut berlangsung di Gedung Dekanat FEB Undip, Kamis (1/10), dan dilanjutkan dengan sesi kuliah yang menghadirkan perspektif akademik serta praktik keuangan dan audit dari Saxion University. Penguatan kerja sama diawali melalui pertemuan antara perwakilan Saxion University dan pimpinan FEB Undip yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Harjum Muharam, beserta jajaran. Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang pengembangan kolaborasi kedua institusi, mulai dari program beasiswa, pengembangan dan pembaruan kurikulum, hingga mobilitas mahasiswa dan dosen. Pembahasan juga mencakup penjajakan skema 2+2 dan 3+1, pengembangan program double degree, serta peluang bagi mahasiswa FEB Undip untuk mengikuti program akademik di Saxion University. Tidak hanya berfokus pada mobilitas, kedua institusi turut mengeksplorasi kolaborasi dalam metode pembelajaran, pengelolaan kelas, sharing praktik pengajaran, hingga kemungkinan pengembangan virtual class bersama. Setelah pertemuan tersebut, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuliah bagi sivitas akademika FEB Undip. Dennis Vossen, Program Director of Finance and Accounting Saxion University of Applied Sciences, membawakan kuliah bertajuk “The Investment Game”. Sementara itu, Eline Brinkhuis, Dosen Finance & Control Saxion University of Applied Sciences, menyampaikan materi “Audit in Action”. Kedua sesi tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa FEB Undip untuk memperluas wawasan mengenai investasi, keuangan, dan audit melalui perspektif pendidikan tinggi di Belanda. Kehadiran akademisi dari Saxion University sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan yang mempertemukan pembelajaran di lingkungan FEB Undip dengan praktik dan perspektif akademik internasional. Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari langkah FEB Undip dalam memperluas jejaring global dan menghadirkan semakin banyak peluang akademik bagi mahasiswa maupun dosen. Kolaborasi dengan Saxion University diharapkan dapat berkembang tidak hanya dalam bentuk mobilitas sivitas akademika, tetapi juga mencakup pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran, penguatan kapasitas akademik, serta program internasional yang berkelanjutan.

FEB Undip dan ADPI Perkuat Literasi Dana Pensiun melalui ADPI Goes to Campus

Persiapan masa depan finansial tidak menunggu seseorang memasuki usia pensiun. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan ADPI Goes to Campus yang diselenggarakan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Selasa (29/9), di FEB Undip, Semarang. Kegiatan ini sekaligus ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FEB Undip dan ADPI serta kuliah dosen tamu bagi mahasiswa. Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa kerja sama dengan ADPI membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif langsung dari para praktisi di bidang dana pensiun. Menurutnya, kolaborasi antara institusi pendidikan dan asosiasi profesi dapat memperluas pembelajaran mahasiswa sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama di bidang lainnya. Ketua Umum ADPI sekaligus Presiden Direktur Dana Pensiun Telkom, Abdul Hadi, menekankan bahwa masa pensiun kerap dipandang sebagai sesuatu yang masih jauh karena dikaitkan dengan usia. Padahal, waktu menjadi salah satu modal penting dalam mempersiapkannya. Semakin dini seseorang membangun kebiasaan finansial, semakin panjang kesempatan untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan. Ia juga menggarisbawahi tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni meningkatnya usia harapan hidup, perubahan penghasilan saat memasuki masa pensiun, serta risiko ketergantungan pada keluarga apabila persiapan tidak dilakukan secara memadai. Perspektif tersebut kemudian diperkuat melalui kuliah dosen tamu oleh Budi Sutrisno, BEc, MM, CFIA, CRP, Direktur Utama Dana Pensiun BCA sekaligus Wakil Ketua III ADPI Bidang Edukasi dan Kompetensi serta Sosialisasi dan Literasi. Mengusung tema “Build a Professional Legacy: Hargai Proses, Syukuri Hasil”, materi tidak hanya membahas perencanaan masa depan finansial, tetapi juga mengajak mahasiswa membangun karier melalui integritas, inisiatif, inovasi, growth mindset, perencanaan, personal branding, dan kemampuan beradaptasi. Dalam pembahasan mengenai kemandirian finansial, mahasiswa diperkenalkan pada konsep Saving, Reserve, Investment (SRI) serta prinsip Save & Invest, Then Spend. Mahasiswa juga diajak membedakan kebutuhan (need) dari keinginan (want). Sebagai panduan, beliau memaparkan contoh alokasi penghasilan: kebutuhan maksimal 50%, sedangkan proteksi asuransi, tabungan, dana cadangan, gaya hidup, dan investasi masing-masing 10%. Beliau juga menyarankan dana darurat sebesar enam kali pengeluaran bulanan dalam instrumen yang likuid. Kegiatan tersebut turut dihadiri Edi Pujiyanto, Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Dana Pensiun (LSPDP). Melalui kolaborasi ini, FEB Undip dan ADPI berharap literasi dana pensiun semakin berkembang di kalangan sivitas akademika, sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menyiapkan masa depan finansial sejak usia produktif.

Lengkap, Total Delapan Prodi FEB Undip Rampungkan Asesmen LAMEMBA

Rangkaian asesmen lapangan akreditasi LAMEMBA di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) resmi lengkap setelah empat program studi dari Departemen Manajemen dan Departemen Akuntansi menjalani asesmen pada 23–25 September 2026. Asesmen tersebut menjadi pelengkap rangkaian asesmen pada minggu sebelumnya, yang mencakup empat program studi di bidang Ilmu Ekonomi, Sarjana Ekonomi, Sarjana Ekonomi Islam, Magister Ekonomi dan Doktor Ekonomi. Dengan demikian, seluruh delapan program studi FEB Undip telah menuntaskan asesmen lapangan akreditasi LAMEMBA. Pada asesmen minggu ini, evaluasi mencakup Program Studi Sarjana dan Magister Manajemen serta Program Studi Sarjana dan Magister Akuntansi. Sementara itu, empat program studi di bidang Ilmu Ekonomi telah lebih dahulu menjalani asesmen pada minggu sebelumnya. Tim asesor yang terlibat dalam asesmen 23–25 September 2026 terdiri atas : Prof. Dr. Ir. T. Ezni Balqiah, M.E., M.H. (Asesor bidang Manajemen) Prof. Dr. Ahmad Rizki Sridadi, S.H., M.M. (Asesor bidang Manajemen) Prof. Dr. Grahita Chandrarin, M.Si., Ak., CA. (Asesor bidang Akuntansi) Ni Putu Sri Harta Mimba, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CMA. (Asesor bidang Akuntansi) Tuntasnya rangkaian asesmen untuk delapan program studi menandai selesainya proses asesmen lapangan LAMEMBA di FEB Undip. Proses ini menjadi bagian dari evaluasi dan pengembangan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan fakultas. FEB Undip menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim asesor serta sivitas akademika yang telah mendukung pelaksanaan asesmen. Semoga proses yang telah dilalui memberikan hasil terbaik bagi pengembangan dan peningkatan mutu akademik FEB Undip.

Dua Mahasiswa FEB Undip Raih Silver Medal di Japan Design and Invention Expo 2026

Dua mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro, Bintang Timur (FEB, Ekonomi Islam 2023) dan Moch Maulana Zaki (FEB, Ekonomi Islam 2024), berhasil meraih Silver Medal dalam ajang Japan Design and Invention Expo (JDIE) 2026 yang berlangsung pada 3–4 Juli 2026 di Kansai Airport Conference Hall, Osaka, Jepang. Keduanya menjadi bagian dari Tim Insani, yang beranggotakan mahasiswa lintas fakultas Universitas Diponegoro. Tim tersebut membawa inovasi yang memanfaatkan dunia game Roblox sebagai media pembelajaran interaktif, dengan Bintang Timur dan Moch Maulana Zaki menjadi dua mahasiswa FEB Undip dari Program Studi Ekonomi Islam yang terlibat dalam pengembangan inovasi tersebut. JDIE 2026 merupakan pameran inovasi internasional yang diselenggarakan oleh World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA). Ajang ini mempertemukan peneliti, mahasiswa, dan pelajar dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya inovasi. Selain kompetisi, JDIE juga menghadirkan lokakarya, konferensi internasional, serta seminar yang berkaitan dengan hak kekayaan intelektual dan paten. Pada penyelenggaraan tahun ini, JDIE menghadirkan 328 inovasi dari 23 negara. Kontribusi Mahasiswa Ekonomi Islam dalam Inovasi Berbasis Game Bagi Bintang Timur, keterlibatannya dalam Tim Insani menunjukkan bahwa latar belakang keilmuan tidak menjadi batas untuk berkontribusi dalam pengembangan inovasi teknologi. Sebagai mahasiswa Ekonomi Islam FEB Undip, ia mengambil peran pada aspek pendidikan dan pengembangan konten pembelajaran. Bintang terlibat dalam penyusunan modul pendidikan karakter, mulai dari pengembangan materi, kuis, tahapan pembelajaran dengan tingkat kesulitan yang berjenjang, hingga konsep penyampaian pendidikan karakter secara interaktif melalui Roblox. Kontribusi tersebut diarahkan untuk mengemas nilai-nilai pendidikan karakter ke dalam learning-based game, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif. “Latar belakang saya tidak menjadi batasan untuk bisa berkontribusi dalam inovasi teknologi seperti INSANI. Justru, saya berkontribusi dari sisi pendidikan dan pengembangan konten pembelajaran,” ujar Bintang. Keterlibatan dua mahasiswa FEB Undip dalam Tim Insani juga memperlihatkan ruang kontribusi mahasiswa ekonomi dalam proyek inovasi yang bersifat lintas disiplin. Pengembangan inovasi tidak hanya membutuhkan aspek teknologi, tetapi juga pemahaman terhadap substansi, konten, dan cara menyampaikan pembelajaran kepada pengguna. Membawa Inovasi Mahasiswa Indonesia ke Panggung Internasional Bagi Bintang, pengalaman mengikuti JDIE 2026 memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan inovasi dari berbagai negara. Pertemuan dengan para inovator dari Asia, Eropa, dan berbagai negara lainnya memperluas perspektifnya mengenai perkembangan riset dan teknologi di tingkat internasional. Menurutnya, kesempatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman penting karena inovasi yang dikembangkan mahasiswa Universitas Diponegoro dari Indonesia dapat dipresentasikan dan disandingkan dengan berbagai karya dari negara lain. “Hal tersebut justru menjadi motivasi bagi saya bahwa sebagai mahasiswa Indonesia, kita juga memiliki kesempatan untuk bersaing dan membawa inovasi kita ke tingkat internasional,” ungkapnya. Capaian Silver Medal yang diraih Tim Insani menjadi bagian dari pengalaman akademik dan inovasi mahasiswa Undip di tingkat global. Bagi mahasiswa FEB Undip, pengalaman tersebut juga membuka perspektif bahwa kompetensi di bidang ekonomi dan bisnis dapat dipadukan dengan bidang lain dalam menghasilkan inovasi yang memiliki nilai pembelajaran. Mendorong Mahasiswa Berani Melangkah Pengalaman di JDIE 2026 juga menjadi dorongan bagi Bintang untuk mengajak mahasiswa FEB Undip lebih terbuka terhadap berbagai kesempatan pengembangan diri, termasuk mengikuti kompetisi dan ajang internasional. Menurut Bintang, mahasiswa tidak perlu membatasi diri berdasarkan latar belakang atau asal institusinya. Hal yang lebih penting adalah kemampuan untuk menunjukkan nilai dari diri dan karya yang dibawa. “Jangan takut untuk melangkah. Kita semua punya kesempatan untuk berkembang dan kita juga layak untuk mengikuti kompetisi internasional,” pesannya. Partisipasi mahasiswa FEB Undip dalam ajang internasional seperti JDIE menjadi salah satu ruang pembelajaran di luar kelas yang mempertemukan pengetahuan, kreativitas, kerja lintas disiplin, dan pengalaman global. Capaian tersebut sekaligus memperkaya pengalaman mahasiswa dalam membawa gagasan dan inovasi dari lingkungan kampus ke forum internasional.

FEB Undip Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMEMBA untuk Empat Program Studi Ekonomi

Semarang — Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro menyelesaikan rangkaian Asesmen Lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) yang berlangsung selama tiga hari pada 13–17 September 2026. Asesmen tersebut dilaksanakan untuk proses akreditasi Program Studi Sarjana Ekonomi, Sarjana Ekonomi Islam, Magister Ekonomi, dan Doktor Ekonomi. Rangkaian asesmen menjadi bagian dari proses evaluasi mutu akademik dan pengelolaan program studi. Selama pelaksanaannya, Tim Asesor LAMEMBA melakukan penilaian serta memberikan masukan yang menjadi bahan penting bagi FEB Undip dalam melihat capaian sekaligus ruang pengembangan pada empat program studi yang diasesmen. Asesmen menghadirkan empat asesor, yaitu Prof. Dr. Nisful Laila, S.E., M.Comm. dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Amir Machmud, S.E., M.Si. dari Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Lilik Sugiharti, S.E., M.Si. dari Universitas Airlangga, dan Dr. Nurul Badriyah, S.E., M.E. dari Universitas Brawijaya. Bagi FEB Undip, proses asesmen tidak hanya menjadi tahapan dalam akreditasi, tetapi juga ruang evaluasi untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan mutu akademik. Masukan dari asesor menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kualitas program studi sekaligus mengembangkan tata kelola akademik secara berkelanjutan. Atas terselenggaranya rangkaian asesmen tersebut, FEB Undip menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Tim Asesor LAMEMBA atas waktu, perhatian, dan masukan yang diberikan selama proses asesmen. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh sivitas akademika FEB Undip yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan asesmen. Rangkaian Asesmen Lapangan LAMEMBA diharapkan menjadi bagian dari proses berkelanjutan FEB Undip dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, pengelolaan program studi, serta layanan akademik bagi sivitas akademika.  

Bazaar Ramaikan ESCAPE, Kuliah di FEB Undip Makin Seru dan Penuh Pengalaman

Aktivitas mahasiswa menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman selama menjalani perkuliahan. Selain kegiatan akademik di ruang kelas, berbagai kegiatan kemahasiswaan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, sekaligus membangun pengalaman di lingkungan kampus. Pada 8–10 September 2026, suasana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro turut diramaikan dengan kegiatan bazaar yang diselenggarakan dalam rangka mendukung Entrepreneurship and Capability Through Interest and Talents Parade (ESCAPE) oleh Management Student Association (MSA) FEB Undip. Kehadiran bazaar menjadi salah satu bagian yang melengkapi rangkaian kegiatan ESCAPE. Di sela aktivitas perkuliahan, mahasiswa dapat menikmati berbagai pilihan produk sekaligus memberikan dukungan terhadap aktivitas kewirausahaan yang dikembangkan oleh mahasiswa. ESCAPE menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakat melalui berbagai aktivitas di luar kegiatan akademik. Kehadiran kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa proses pembelajaran di FEB Undip juga berlangsung melalui pengalaman, interaksi, dan keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan kampus. Dengan beragam aktivitas kemahasiswaan yang hadir di lingkungan FEB Undip, pengalaman perkuliahan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Menjadi bagian dari FEB Undip berarti memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang, berkreasi, dan mendapatkan pengalaman yang bermanfaat