FEB Undip Buka Pendaftaran Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi di bidang pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya FEB Undip dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa agar memiliki kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus berkontribusi terhadap penguatan sektor UMKM di Indonesia. Program sertifikasi akan dilaksanakan pada 8–10 Juli 2026. Selama dua hari pertama, peserta akan mengikuti pelatihan serta pendampingan intensif sebagai bekal menghadapi uji kompetensi. Selanjutnya, pada 10 Juli 2026, peserta akan mengikuti Ujian Kompetensi sebagai tahapan akhir untuk memperoleh sertifikasi. Melalui program ini, peserta akan memperoleh berbagai manfaat, di antaranya pelatihan dan pendampingan secara intensif, pengalaman praktis dalam pendampingan UMKM, serta kesempatan memperoleh Sertifikat Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki. Program ini tidak dipungut biaya atau gratis bagi seluruh peserta. Mahasiswa yang mendaftar diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan hingga pelaksanaan ujian kompetensi sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti proses sertifikasi. Mahasiswa yang berminat dapat melakukan pendaftaran dengan mengakses tautan berikut: https://bit.ly/SertifikasiUMKM2026 Melalui Program Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026, FEB Undip berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki kompetensi profesional di bidang pendampingan UMKM sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
FEB Undip dan University of Waterloo Perkuat Kolaborasi Global untuk Membangun Ketahanan Masyarakat Pesisir

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global, melainkan kenyataan yang dihadapi setiap hari. Kenaikan muka air laut, banjir rob, abrasi, hingga menurunnya hasil tangkapan nelayan membawa dampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Persoalan seperti ini tidak dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu atau satu negara saja. Dibutuhkan kolaborasi yang mempertemukan berbagai perspektif, pengalaman, dan hasil riset untuk menemukan solusi yang lebih berkelanjutan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama University of Waterloo, Canada, menyelenggarakan Summer Course 2026 bertajuk Coastal Communities in Transition: Pathways from Vulnerability to Viability (V2V) pada 23–25 Juni 2026. Program yang didukung oleh World Class University (WCU) Universitas Diponegoro ini mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan akademisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan berbagai pendekatan dalam memperkuat ketahanan masyarakat pesisir sekaligus memperluas kolaborasi akademik internasional. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mengikuti sesi perkuliahan dan diskusi di ruang kelas, tetapi juga bertukar pengalaman dengan akademisi dan praktisi yang telah lama berkecimpung dalam isu pembangunan pesisir. Pembahasan mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari ekonomi, lingkungan, kebijakan publik, hingga pemberdayaan masyarakat. Pendekatan multidisiplin tersebut memberikan gambaran bahwa membangun ketahanan wilayah pesisir memerlukan kolaborasi berbagai bidang ilmu serta keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dari solusi. Berbagai perspektif juga mewarnai pelaksanaan Summer Course 2026. Prof. Dr. Ir. Munasik, M.Sc., Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, mengajak peserta melihat bagaimana perubahan iklim memengaruhi keberlanjutan sumber daya kelautan dan kehidupan masyarakat pesisir. Di sisi lain, Madam Ita menunjukkan bahwa penguatan peran perempuan nelayan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kapasitas komunitas pesisir menghadapi berbagai perubahan. Diskusi tersebut memperlihatkan bahwa solusi bagi wilayah pesisir tidak dapat dilihat dari satu sudut pandang saja, melainkan membutuhkan pendekatan yang menghubungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan. Kolaborasi internasional dalam Summer Course 2026 juga diperkuat melalui kehadiran Prof. Prateep Kumar Nayak sebagai Visiting Professor yang didukung oleh World Class University (WCU) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Selain berpartisipasi dalam kegiatan Summer Course, Prof. Prateep terlibat dalam pembimbingan mahasiswa doktoral, supervisi penelitian, serta diskusi akademik bersama dosen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas riset dan memperluas jejaring akademik internasional di lingkungan FEB Undip. Pengalaman belajar peserta semakin lengkap melalui kunjungan lapangan ke Desa Purworejo, Kabupaten Demak, salah satu wilayah yang terdampak banjir rob dan perubahan garis pantai. Di lokasi ini, peserta berdialog langsung dengan masyarakat, mengamati kehidupan nelayan, mempelajari inisiatif pemberdayaan perempuan, serta melihat berbagai bentuk adaptasi yang dilakukan komunitas dalam menghadapi perubahan lingkungan. Kunjungan tersebut memberikan pemahaman bahwa solusi terhadap persoalan pesisir tidak cukup dibangun dari ruang kelas, tetapi juga melalui pembelajaran langsung bersama masyarakat yang mengalaminya. Summer Course 2026 bukan sekadar program akademik internasional, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pendidikan, riset, dan pengalaman lapangan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat pesisir. Bersama University of Waterloo dan melalui dukungan World Class University (WCU) Universitas Diponegoro, kolaborasi ini mendorong lahirnya gagasan, penelitian, dan jejaring akademik yang berkontribusi pada transformasi masyarakat pesisir dari kondisi rentan (vulnerability) menuju masyarakat yang lebih tangguh dan berdaya (viability). Semangat Vulnerability to Viability (V2V) inilah yang menjadi benang merah kolaborasi internasional FEB Undip dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi yang relevan bagi tantangan perubahan iklim dan pembangunan pesisir berkelanjutan.
Memperkuat Jejaring Global, FEB Undip Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Internasionalisasi

Internasionalisasi kini tidak lagi sekadar menjadi pelengkap, melainkan kebutuhan strategis bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing di tingkat global. Menyadari pentingnya hal tersebut, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar Workshop Penguatan Kapasitas dalam Mendukung Internasionalisasi pada 18–19 Juni 2026 di The Wujil Resort & Conventions, Ungaran. Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh International Office (IO) FEB Undip ini, para pimpinan dan pengelola akademik dibekali strategi membangun kerja sama internasional yang berkelanjutan, memperluas jejaring dengan universitas mitra luar negeri, serta mengoptimalkan peluang kolaborasi global dalam bidang pendidikan, penelitian, dan mobilitas akademik. Dalam sambutannya Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FEB Undip, Dr. Wahyu Meiranto, S.E., M.Si., Akt., menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan salah satu agenda strategis fakultas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring akademik global, serta memperkuat reputasi institusi di tingkat internasional. Menurutnya, pengembangan kerja sama dengan mitra luar negeri tidak cukup hanya diwujudkan melalui penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi harus mampu menghasilkan program-program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan institusi. Melalui sesi berbagi pengalaman yang disampaikan oleh Ida Noviyantie, S.S., M.A., Koordinator Global Relations and Mobility Office (GREAT) FEB Universitas Gadjah Mada (UGM), peserta memperoleh wawasan mengenai strategi membangun dan menjaga kemitraan internasional yang berkelanjutan. Berbagai praktik baik yang telah diterapkan FEB UGM menjadi referensi berharga bagi FEB Undip dalam memperluas kolaborasi dengan universitas mitra luar negeri, meningkatkan mobilitas akademik, serta mengembangkan program internasional yang lebih berdampak. Dalam workshop tersebut, peserta juga diajak memahami pentingnya pendekatan yang proaktif dalam mengidentifikasi calon mitra strategis, membangun komunikasi yang efektif, serta mengembangkan program kolaboratif yang sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan masing-masing institusi. Strategi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa kerja sama internasional tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu berkembang menjadi kolaborasi akademik yang produktif dan berkelanjutan. Seiring meningkatnya tuntutan globalisasi pendidikan tinggi, kemitraan internasional menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas kesempatan belajar, penelitian, dan pengembangan kapasitas sivitas akademika. Melalui kegiatan ini, International Office FEB Undip berharap seluruh unit akademik memiliki pemahaman dan visi yang selaras dalam mendukung agenda internasionalisasi fakultas, sehingga peluang kolaborasi global dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat daya saing dan reputasi FEB Undip di tingkat internasional.
Mahasiswa Ekonomi FEB Undip Raih Gold Medal dan Best Inventors Award di Malaysia Lewat Inovasi SnugsyNest

Mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Melalui ajang 10th World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung pada 17–20 Mei 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, tim mahasiswa lintas disiplin berhasil meraih Gold Medal dan Best Inventors Award (Tertiary Category) berkat inovasi platform digital bernama SnugsyNest, sebuah solusi terpadu yang dirancang untuk membantu keluarga dengan anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas mental. Keberhasilan tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas Ni Nyoman Rara Maharani T. (Ekonomi 2024) dari FEB Undip bersama Ainun (Ilmu Komunikasi 2023), Nazwa (Administrasi Publik 2023), dan Dandy (Informatika 2023). Kolaborasi lintas fakultas ini menghadirkan SnugsyNest pada kategori Household and Personal Care, sebuah platform berbasis teknologi yang mengintegrasikan layanan informasi sekolah inklusif, pusat terapi, direktori profesional pendamping, hingga fitur Artificial Intelligence (AI) Virtual Assistant yang dapat membantu orang tua memperoleh informasi mengenai berbagai kondisi disabilitas mental dan kebutuhan pendampingan anak secara lebih mudah dan cepat. Inovasi tersebut lahir dari kepedulian tim terhadap masih terbatasnya akses informasi bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan berbagai temuan dan data yang menunjukkan masih banyak orang tua mengalami kesulitan memperoleh informasi terkait sekolah inklusif, layanan terapi, maupun pendampingan yang sesuai, tim melihat perlunya sebuah platform yang mampu menghubungkan seluruh kebutuhan tersebut dalam satu ekosistem digital. Melalui SnugsyNest, orang tua tidak lagi harus mencari informasi secara terpisah melalui berbagai platform, melainkan dapat mengakses layanan yang lebih terintegrasi dalam satu sistem yang dirancang khusus sesuai kebutuhan mereka. Persiapan menuju kompetisi internasional ini dilakukan sejak Maret 2026. Tim tidak hanya mengembangkan platform dan menyusun proyeksi bisnis sebagai bagian dari strategi peluncuran produk ke pasar, tetapi juga mempersiapkan aspek legalitas melalui perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), menyempurnakan model bisnis, serta menjalani berbagai sesi latihan presentasi dan pitching dalam bahasa Inggris. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa SnugsyNest tidak hanya memiliki nilai inovasi, tetapi juga memiliki potensi implementasi dan keberlanjutan sebagai solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Selama pameran inovasi internasional di Malaysia, tim mempresentasikan konsep, model bisnis, serta dampak sosial yang ditawarkan SnugsyNest di hadapan dewan juri dan pengunjung dari berbagai negara. Inovasi yang menggabungkan teknologi digital dengan pendekatan layanan sosial tersebut mendapatkan apresiasi tinggi karena dinilai mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan akses informasi bagi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Keberhasilan meraih Gold Medal dan Best Inventors Award menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Diponegoro tidak hanya mampu menghasilkan inovasi berbasis teknologi, tetapi juga menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Prestasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menciptakan inovasi yang relevan, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global. Melalui SnugsyNest, tim berharap dapat terus mengembangkan platform tersebut sehingga dapat segera digunakan secara luas dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga, anak berkebutuhan khusus, serta ekosistem pendidikan dan layanan inklusif di Indonesia.
Undip Global Classroom 2026 Hadirkan Akademisi dari Inggris, Selandia Baru, Malaysia, hingga Thailand

Sebanyak 10 akademisi dari berbagai universitas terkemuka dunia berkolaborasi dengan Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) dalam program Undip Global Classroom (UGC) 2026 yang berlangsung pada April hingga Juni 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan bersama dosen internasional dan memperoleh perspektif global mengenai perkembangan akuntansi, bisnis, serta praktik profesional di berbagai negara. Melalui skema co-teaching yang dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom dan Microsoft Teams, mahasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan dari dosen FEB Undip, tetapi juga berinteraksi langsung dengan akademisi luar negeri yang memiliki pengalaman mengajar dan meneliti di lingkungan internasional. Kehadiran para dosen tamu tersebut menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih dinamis sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai berbagai isu global yang relevan dengan perkembangan dunia usaha, akuntansi, tata kelola, keberlanjutan, hingga riset kontemporer. Akademisi yang terlibat dalam program ini berasal dari sejumlah perguruan tinggi bereputasi internasional, di antaranya University of Auckland (Selandia Baru), Bangor Business School (Inggris), University of Essex (Inggris), Universiti Malaya, Universiti Sains Malaysia, Universiti Malaysia Sabah, Universiti Tunku Abdul Rahman (Malaysia), serta Prince of Songkla University (Thailand). Keterlibatan para akademisi tersebut memberikan akses bagi mahasiswa FEB Undip untuk memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik profesional dari berbagai perspektif internasional tanpa harus meninggalkan ruang kelas. Bagi mahasiswa, program ini menjadi kesempatan berharga untuk merasakan atmosfer pembelajaran global sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi akademik lintas budaya. Interaksi dengan dosen internasional mendorong mahasiswa untuk lebih aktif berdiskusi, berpikir kritis, dan memahami bagaimana berbagai tantangan ekonomi dan bisnis dipandang dari sudut pandang yang berbeda. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan yang akan berkarier di lingkungan kerja yang semakin terhubung secara global. Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, Undip Global Classroom 2026 juga memperkuat jejaring akademik internasional Departemen Akuntansi FEB Undip. Kolaborasi pengajaran yang terbangun melalui program ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, serta program akademik internasional lainnya. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat posisi FEB Undip dalam jejaring pendidikan tinggi global. Sebagai salah satu program unggulan Universitas Diponegoro dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi, Undip Global Classroom menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pengalaman belajar berstandar internasional bagi mahasiswa. Melalui kolaborasi dengan akademisi dunia, FEB Undip terus memperluas ruang pembelajaran global sekaligus mendukung visi Universitas Diponegoro menuju World Class University yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan kolaborasi internasional.
Departemen Manajemen FEB Undip Gelar Kuliah Dosen Tamu Bahas Risiko dan Mitigasi Risiko di Industri Perbankan

Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu bertajuk “Risiko dan Mitigasi Risiko di Industri Perbankan” pada Jumat (5/6) di Hall Gedung C FEB Undip. Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Erman Denny Arfinto, S.E., M.M., dosen Program Studi Manajemen FEB Undip, ini menghadirkan Dr. Drs. Randi Anto, M.B.A., praktisi senior yang pernah menjabat sebagai Direktur Human Capital PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk periode 2011–2017 dan Direktur Utama Perum Jamkrindo periode 2017–2020. Kuliah ini menjadi bagian dari upaya Departemen Manajemen FEB Undip dalam memperkaya wawasan mahasiswa melalui pembelajaran yang terhubung langsung dengan praktik industri. Dr. Randi Anto menjelaskan bahwa manajemen risiko merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan industri perbankan. Ia mengulas berbagai jenis risiko yang dihadapi perbankan, mulai dari risiko kredit, risiko operasional, risiko pasar, hingga risiko likuiditas, serta strategi mitigasi yang diperlukan untuk mengantisipasi berbagai tantangan di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi keuangan. Menurutnya, kemampuan mengidentifikasi risiko sejak dini dan membangun tata kelola yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sektor perbankan. Selain menyampaikan materi mengenai risiko dan mitigasi risiko perbankan, Dr. Randi Anto juga berbagi pengalaman selama berkarier di sektor keuangan nasional. Mahasiswa memperoleh wawasan mengenaikepemimpinan, pengelolaan sumber daya manusia, transformasi organisasi, serta tantangan yang dihadapi industri perbankan dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis. Kehadiran beliau di FEB Undip juga bukan yang pertama, mengingat Dr. Randi Anto selama ini aktif berkontribusi sebagai dosen luar biasa pada Program Magister Manajemen FEB Undip, sehingga kedekatannya dengan lingkungan akademik FEB Undip telah terjalin cukup lama. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai manajemen risiko perbankan, tetapi juga mendapatkan wawasan langsung dari praktisi yang memiliki pengalaman strategis di tingkat nasional. Kuliah dosen tamu ini menjadi bagian dari komitmen FEB Undip untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri, memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan dunia profesional, serta membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan sektor keuangan di masa depan.
Reuni Alumni FE Undip Angkatan 1980 Pererat Silaturahmi dan Salurkan Beasiswa bagi Mahasiswi FEB Undip

Semangat kebersamaan dan kepedulian mewarnai Reuni Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (FE Undip) Angkatan 1980 yang diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026 di Dome FEB Undip, Tembalang. Mengusung tema “Reconnect, Relive, Reinspire”, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi para alumni untuk mengenang perjalanan selama masa perkuliahan sekaligus memperkuat jejaring yang telah terjalin selama lebih dari empat dekade. Reuni berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para alumni berbagi cerita, pengalaman, serta perjalanan karier yang telah ditempuh sejak menyelesaikan studi di FE Undip. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang masa lalu, tetapi juga memperkuat hubungan antargenerasi alumni yang selama ini menjadi bagian penting dari perkembangan dan kemajuan almamater. Selain menjadi ajang temu alumni, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian beasiswa kepada mahasiswi FEB Undip. Bantuan pendidikan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata alumni dalam mendukung akses pendidikan serta pengembangan potensi mahasiswa. Melalui program beasiswa ini, alumni berharap dapat memberikan motivasi sekaligus dukungan bagi mahasiswa untuk terus berprestasi dan menyelesaikan studi dengan baik. Ketua panitia reuni menyampaikan bahwa semangat Reconnect, Relive, Reinspire tidak hanya dimaknai sebagai upaya menyambung kembali hubungan antaralumni, tetapi juga sebagai dorongan untuk terus memberikan inspirasi dan manfaat bagi lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, Alumni FE Undip Angkatan 1980 menunjukkan bahwa ikatan yang terjalin selama masa perkuliahan dapat terus berkembang menjadi kontribusi positif bagi almamater dan generasi penerus. Reuni Alumni FE Undip Angkatan 1980 menjadi bukti bahwa hubungan antara alumni dan kampus tidak berhenti setelah kelulusan. Sebaliknya, hubungan tersebut terus tumbuh melalui berbagai bentuk kolaborasi dan kepedulian yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan serta penguatan jejaring alumni FEB Undip.
FEB Undip Salurkan Semangat Berbagi melalui Penyembelihan Tiga Ekor Sapi pada Iduladha 1447 H

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menyelenggarakan kegiatan penyembelihan hewan qurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H pada Kamis, 28 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FEB Undip ini menjadi bagian dari tradisi tahunan fakultas dalam menumbuhkan semangat berbagi, kepedulian sosial, dan kebersamaan di kalangan sivitas akademika maupun masyarakat sekitar. Pada pelaksanaan tahun ini, FEB Undip menyembelih tiga ekor sapi yang selanjutnya didistribusikan kepada pihak-pihak yang berhak menerima. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dekan FEB Undip beserta jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan panitia qurban yang terlibat dalam proses penyembelihan hingga penyaluran daging qurban. Melalui kegiatan ini, FEB Undip berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas sekaligus mempererat hubungan antara sivitas akademika dengan masyarakat di sekitar kampus. Penyelenggaraan qurban tahunan ini menjadi wujud komitmen FEB Undip dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan di lingkungan kampus. Sejalan dengan semangat “Bermartabat dan Bermanfaat”, FEB Undip berharap kegiatan qurban dapat terus menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.
Kuliah Umum FEB Undip: Sektor Perumahan Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) (Persero) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Peran APBN dalam Sektor Perumahan dan Pertumbuhan Ekonomi” pada 26 Mei 2026 di Hall Kewirausahaan (KWU) FEB Undip. Kegiatan ini menghadirkan Heliantopo, Direktur Bisnis PT SMF (Persero), dan Martin D. Siyaranamual, Chief Economist PT SMF (Persero), sebagai narasumber serta dimoderatori oleh Wahyu Widodo, Ph.D., dosen Program Studi Ekonomi FEB Undip. Kuliah umum ini memberikan wawasan mengenai peran strategis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Peserta diajak memahami bagaimana kebijakan fiskal, khususnya melalui sektor perumahan, dapat menciptakan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi, mulai dari konstruksi, industri bahan bangunan, hingga penciptaan lapangan kerja. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa sektor perumahan tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong aktivitas ekonomi. Dukungan pembiayaan yang berkelanjutan serta sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor swasta dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian yang layak sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi nasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai keterkaitan antara kebijakan fiskal, sektor perumahan, dan pembangunan ekonomi. Kuliah umum ini juga menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan isu-isu ekonomi aktual serta memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.
Bloomberg Singapore Berikan Pelatihan Analisis Pasar Global bagi Mahasiswa FEB Undip

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan Bloomberg Training pada 22 Mei 2026 di Bloomberg Financial Market Laboratory, Gedung Laboratorium FEB Undip. Kegiatan ini menghadirkan pemateri langsung dari Bloomberg Singapore, Kevin Lau dan Viancqa Kurniawan, serta diikuti oleh mahasiswa program Sarjana hingga Magister sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi di bidang investasi dan analisis pasar keuangan global. Pelatihan ini memberikan pengalaman belajar langsung mengenai pemanfaatan Bloomberg Terminal dalam mendukung pengambilan keputusan investasi berbasis data. Pada sesi pertama, Kevin Lau membahas topik Macro Analysis dan Technical Analysis dengan memperkenalkan berbagai fitur Bloomberg yang digunakan oleh praktisi industri keuangan global, seperti Graph Price Chart (GPC), Historical Spread Analysis (HS), FOMC Dot Plot (DOTS), dan World Interest Rate Probability (WIRP). Melalui fitur tersebut, peserta mempelajari cara membaca tren pasar, menganalisis hubungan antar instrumen keuangan, hingga memahami ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral. Materi ini memberikan wawasan mengenai bagaimana investor profesional memanfaatkan data makroekonomi dan indikator teknikal dalam menyusun strategi investasi yang lebih terukur. Pada sesi berikutnya, Viancqa Kurniawan memperkenalkan pemanfaatan Bloomberg Terminal untuk analisis fundamental perusahaan dan ESG (Environmental, Social, and Governance). Peserta memperoleh pemahaman mengenai penggunaan fitur KPI Comparison (KPIC) untuk membandingkan kinerja perusahaan dengan kompetitornya, Earnings Estimates Overview (EEO) untuk membaca proyeksi kinerja keuangan berdasarkan konsensus analis, serta berbagai perangkat ESG Analysis yang kini semakin menjadi pertimbangan dalam keputusan investasi global. Melalui studi kasus pada sektor perbankan, energi, dan pertambangan, peserta diajak memahami pentingnya menilai prospek bisnis perusahaan tidak hanya dari aspek keuangan, tetapi juga dari komitmen keberlanjutan dan transisi energi. Kegiatan Bloomberg Training ini menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi internasional yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui pemanfaatan Bloomberg Financial Market Laboratory, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal teknologi dan standar analisis yang digunakan oleh pelaku pasar keuangan global. Diharapkan pengalaman tersebut dapat memperkuat literasi investasi, kemampuan analisis data keuangan, serta kesiapan mahasiswa FEB Undip dalam menghadapi dinamika industri keuangan yang semakin berbasis data dan teknologi.
