Mahasiswa FEB UNDIP Ikuti IWO Korea International Summer Camp 2026, Perkuat Kompetensi Global dan Diplomasi Budaya

Semarang, 30 Juli 2026 – Komitmen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) dalam mendorong internasionalisasi mahasiswa kembali tercermin melalui partisipasi Raisa Nathanie Kristanto, mahasiswa Program Studi Ekonomi, pada IWO Korea International Summer Camp 2026. Program yang diselenggarakan oleh International Workcamp Organization (IWO) Korea pada 10–19 Juli 2026 di Geomundo, Yeosu, Korea Selatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi global, memperluas jejaring internasional, sekaligus berkontribusi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mengusung semangat kolaborasi lintas budaya, program tersebut mempertemukan 25 peserta dari 14 negara dalam berbagai kegiatan berbasis volunteering dan community engagement. Selama sepuluh hari, peserta terlibat dalam proyek pelestarian lingkungan pesisir, aktivitas seni bersama masyarakat lokal, interaksi budaya dengan pelajar Korea, hingga diskusi mengenai isu pembangunan berkelanjutan. Melalui pendekatan experiential learning, setiap peserta didorong untuk bekerja dalam tim multikultural sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat setempat. Bagi Raisa, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, adaptasi, serta memperluas perspektif terhadap pentingnya kolaborasi internasional dalam menjawab berbagai tantangan global. Interaksi dengan peserta dari berbagai negara juga memberikan ruang untuk saling bertukar pengalaman dan memahami beragam pendekatan dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya belajar dari lingkungan internasional, Raisa juga membawa identitas Indonesia ke panggung global melalui Indonesian Cultural Sharing Session. Dalam sesi tersebut, ia memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara sebagai bentuk diplomasi budaya sekaligus mempererat hubungan antarbangsa melalui pertukaran budaya dan pemahaman lintas budaya. Partisipasi mahasiswa FEB UNDIP dalam IWO Korea International Summer Camp 2026 menjadi bagian dari upaya fakultas dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki daya saing global, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap isu-isu internasional. Pengalaman belajar di lingkungan multikultural diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial yang dibutuhkan untuk menghadapi dinamika dunia yang semakin terhubung. sumber : ekonomi feb undip
FEB Undip Perkuat Kolaborasi Internasional Bidang Akuntansi dan Manajemen dengan College of Commerce NCCU Taiwan

Taipei – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus memperluas jejaring kemitraan internasional melalui penjajakan kerja sama dengan College of Commerce, National Chengchi University (NCCU), Taiwan, khususnya dalam pengembangan bidang akuntansi dan manajemen. Pertemuan berlangsung di College History Room, College of Commerce Building, National Chengchi University pada Rabu, 15 Juli 2026. Delegasi FEB Undip dipimpin oleh Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, didampingi Koordinator Bidang Reputasi, Kerja Sama, dan Konektivitas Global, Aktsar Hamdi Tsalits, Ph.D. Sementara itu, delegasi College of Commerce NCCU diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Riset, Prof. Wu-Chun Chi, Ketua Departemen Administrasi Bisnis, Prof. Shwu-Min Hong, serta Dosen Departemen Akuntansi, Prof. Ai-An Tsui. Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan berbagai peluang kolaborasi akademik yang mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian di bidang akuntansi dan manajemen. Sebagai langkah awal, kedua institusi sepakat untuk memperkuat program mobilitas dosen, baik inbound maupun outbound. FEB Undip mengundang para profesor dari College of Commerce NCCU untuk berkontribusi sebagai guest lecturer dalam program Undip Global Classroom, serta sebagai visiting professor dan adjunct professor. Di sisi lain, College of Commerce NCCU membuka kesempatan bagi dosen FEB Undip, khususnya dari Departemen Manajemen dan Departemen Akuntansi, untuk mengikuti program visiting researcher maupun visiting lecturer di NCCU. Selain mobilitas dosen, College of Commerce NCCU juga menawarkan kesempatan bagi mahasiswa FEB Undip, khususnya dari program studi Manajemen dan Akuntansi, untuk mengikuti summer course yang diselenggarakan setiap tahun. Program ini diharapkan dapat memperluas wawasan internasional mahasiswa sekaligus memberikan pengalaman belajar dalam lingkungan akademik yang multikultural. Dalam kesempatan tersebut, FEB Undip juga mengundang mahasiswa program doktor (Ph.D.) College of Commerce NCCU untuk berpartisipasi dalam The 4th International Research Conference on Economics and Business (IRCBE) 2026 yang akan diselenggarakan pada 14–15 Oktober 2026 di FEB Undip. College of Commerce NCCU menyambut baik undangan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk mendorong para mahasiswa doktor berpartisipasi dalam forum ilmiah internasional tersebut. Melalui penjajakan ini, kedua institusi berharap kerja sama yang diawali pada bidang akuntansi dan manajemen dapat berkembang menjadi kemitraan strategis yang lebih luas, mencakup kolaborasi penelitian, publikasi internasional, pengembangan program akademik bersama, hingga program double degree di masa mendatang. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam memperkuat reputasi global melalui kemitraan dengan perguruan tinggi bereputasi internasional.
FEB Undip Jajaki Kerja Sama Mobilitas Akademik Bidang Ilmu Ekonomi dengan College of Social Sciences NCCU Taiwan

Taipei – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus memperkuat jejaring internasional melalui penjajakan kerja sama strategis dengan College of Social Sciences, National Chengchi University (NCCU), Taiwan, khususnya dalam pengembangan bidang ilmu ekonomi. Pertemuan berlangsung di General Building, College of Social Sciences, National Chengchi University pada Selasa, 14 Juli 2026. Delegasi FEB Undip dipimpin oleh Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, didampingi Koordinator Bidang Reputasi, Kerja Sama, dan Konektivitas Global, Aktsar Hamdi Tsalits, Ph.D. Sementara itu, delegasi College of Social Sciences NCCU diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Riset, Prof. Tzu-Chin Lin, serta Direktur International Master Program on Applied Economics, Prof. Wen-Chieh Wu. Pertemuan tersebut menghasilkan pembahasan mengenai peluang kerja sama internasional yang pada tahap awal akan difokuskan pada program mobilitas dosen dan mahasiswa di bidang ilmu ekonomi, baik inbound maupun outbound. Untuk program staff mobility inbound, FEB Undip mengundang para profesor bidang ekonomi dari College of Social Sciences NCCU untuk berkontribusi sebagai guest lecturer dalam program Undip Global Classroom, serta sebagai visiting professor maupun adjunct professor di FEB Undip. Sebagai bentuk timbal balik, NCCU juga membuka kesempatan bagi dosen FEB Undip, khususnya dari Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, untuk mengikuti program visiting researcher maupun visiting lecturer di National Chengchi University. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik dosen sekaligus mendorong kolaborasi riset internasional di bidang ekonomi. Selain mobilitas dosen, kedua institusi juga menjajaki kerja sama student mobility melalui skema Credit Transfer System (CTS). NCCU membuka peluang bagi mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi FEB Undip untuk mengikuti perkuliahan di NCCU, sementara FEB Undip juga menawarkan kesempatan bagi mahasiswa bidang ekonomi dari NCCU untuk mengikuti perkuliahan melalui program credit transfer di FEB Undip. Kedua institusi berharap kolaborasi awal yang berfokus pada mobilitas akademik di bidang ilmu ekonomi ini dapat menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih luas di masa mendatang, termasuk pengembangan program double degree, kolaborasi penelitian, penyelenggaraan seminar internasional, serta berbagai bentuk kerja sama akademik lainnya. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam memperluas kemitraan global sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian yang berdaya saing internasional.
Fairid Naparin, S.E.: Alumni FEB Undip yang Kembali Dipercaya Memimpin Kota Palangka Raya

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali mencatat kiprah membanggakan alumninya melalui perjalanan Fairid Naparin, S.E., yang saat ini mengemban amanah sebagai Wali Kota Palangka Raya untuk periode 2025–2030. Sebelumnya, Fairid juga memimpin Kota Palangka Raya pada periode 2018–2023, menjadikannya sebagai salah satu alumni FEB Undip yang terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kepemimpinan di sektor pemerintahan. Lahir di Palangka Raya pada 28 Agustus 1985, Fairid menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Pada tahun 2008, ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan meraih gelar Sarjana Ekonomi. Bekal akademik yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FEB Undip menjadi fondasi dalam membangun kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, serta pemahaman mengenai tata kelola organisasi dan pembangunan daerah. Karier Fairid di dunia pemerintahan berkembang melalui berbagai peran strategis hingga dipercaya masyarakat untuk memimpin Kota Palangka Raya. Pada Pemilihan Wali Kota Palangka Raya 2018, ia terpilih sebagai Wali Kota setelah memperoleh dukungan mayoritas masyarakat. Kepercayaan tersebut kembali diberikan pada Pemilihan Wali Kota Palangka Raya 2024, ketika Fairid bersama Achmad Zaini berhasil memenangkan kontestasi dan kembali memimpin Kota Palangka Raya untuk periode 2025–2030. Selain menjalankan tugas sebagai kepala daerah, Fairid juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemimpinan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya, kemudian dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Tengah, serta mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Palangka Raya dan Ketua Dewan Adat Dayak Kota Palangka Raya. Beragam peran tersebut menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara pemerintahan, organisasi, dan masyarakat. Perjalanan Fairid Naparin menjadi cerminan bahwa alumni FEB Undip mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang, termasuk pemerintahan daerah. Melalui dedikasi, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat, Fairid terus menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat menjadi bekal untuk menghadirkan perubahan dan pembangunan yang berkelanjutan. Kiprahnya menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dan mahasiswa FEB Undip untuk terus berkarya, memimpin, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
FEB Undip dan Kementerian PPN/Bappenas Perkuat Ekosistem Think Tank untuk Mendukung Indonesia Emas 2045

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset melalui kolaborasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, di Ruang Senat Gedung Dekanat FEB Undip, sebagai langkah awal memperkuat kapasitas dan fungsi think tank perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Priyanto Rohmattullah, Sekretaris Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, bersama tim, dan disambut oleh Wakil Dekan I FEB Undip, Prof. Harjum Muharam, beserta jajaran pimpinan fakultas. Diskusi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan fokus pada penguatan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang mencakup penguatan riset kolaboratif, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta program magang mahasiswa. Selain itu, FEB Undip dan Kementerian PPN/Bappenas juga menjajaki kerja sama dalam pengembangan kajian strategis di bidang perencanaan pembangunan, pemodelan ekonomi, serta isu-isu pembangunan berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi akademik terhadap penyusunan kebijakan nasional dan daerah. Kolaborasi ini semakin menegaskan peran FEB Undip sebagai think tank akademik yang tidak hanya menghasilkan penelitian berkualitas, tetapi juga mampu menghadirkan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan. Dengan mengintegrasikan keunggulan akademik, riset, dan jejaring kemitraan, FEB Undip berupaya memperkuat kontribusinya dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Ke depan, sinergi antara FEB Undip dan Kementerian PPN/Bappenas diharapkan terus berkembang melalui berbagai program kolaboratif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui penguatan fungsi think tank, pengembangan riset, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, kedua institusi berkomitmen mendukung terwujudnya pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
FEB Undip Perkenalkan Digital Library, Perluas Akses Literasi Digital bagi Mahasiswa

akultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus memperkuat transformasi layanan akademik melalui kehadiran FEB Undip Digital Library, sebuah perpustakaan digital yang memungkinkan mahasiswa mengakses berbagai koleksi e-book secara praktis melalui aplikasi maupun website. Layanan ini menjadi salah satu upaya fakultas dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan selaras dengan perkembangan teknologi digital. FEB Undip Digital Library dibangun menggunakan platform MOCO yang dikembangkan oleh PT Woolu Aksara Maya (Aksaramaya). Melalui platform tersebut, mahasiswa dapat mencari, meminjam, dan membaca koleksi buku digital kapan pun dan di mana pun. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu memperluas akses terhadap sumber referensi akademik sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi digital di lingkungan FEB Undip. Sebagai bagian dari implementasi layanan tersebut, FEB Undip menggelar kegiatan pengenalan aplikasi dan website Digital Library pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti hampir 60 peserta ini memperkenalkan berbagai fitur utama platform, mulai dari proses registrasi, pencarian koleksi, hingga mekanisme peminjaman dan pembacaan e-book secara digital. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan layanan perpustakaan yang mudah diakses dan mendukung aktivitas belajar secara mandiri. Hadirnya FEB Undip Digital Library menjadi langkah nyata fakultas dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi. Lebih dari sekadar menghadirkan aplikasi baru, layanan ini merupakan bagian dari komitmen FEB Undip untuk menyediakan sumber belajar yang semakin mudah dijangkau, mendukung kegiatan perkuliahan dan penelitian, serta memperkuat kualitas layanan akademik bagi seluruh sivitas akademika.
Kiprah Alumni FEB Undip dalam Pemerintahan Daerah: Dyah Kartika Permanasari

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menghadirkan kisah inspiratif alumninya melalui perjalanan Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Bupati Kendal untuk masa jabatan 2025–2030. Kiprahnya mencerminkan dedikasi seorang alumni FEB Undip dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Lahir di Purworejo pada 4 April 1967, Dyah Kartika Permanasari menempuh pendidikan Diploma III di Akademi Manajemen Perusahaan YKPN Yogyakarta, kemudian melanjutkan pendidikan Sarjana di Universitas Islam Sultan Agung. Komitmennya untuk terus mengembangkan kompetensi manajerial membawanya melanjutkan studi Magister Manajemen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, yang diselesaikan pada tahun 2007. Bekal akademik tersebut menjadi landasan dalam membangun kapasitas kepemimpinan serta pengambilan keputusan di berbagai bidang pengabdian. Sebelum mengemban amanah sebagai kepala daerah, Dyah Kartika memiliki pengalaman profesional di sektor swasta dan aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah bekerja di Yoshida Kogyo Kabushiki Kaisha Jakarta Finance, kemudian berkiprah dalam organisasi kewirausahaan dan dunia usaha, di antaranya sebagai Sekretaris DPD IWAPI Provinsi Jawa Tengah serta Bidang Organisasi Kadin Jawa Tengah. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan olahraga, termasuk menjabat sebagai Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Tengah. Pengalaman kepemimpinannya semakin matang ketika dipercaya menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah pada periode 2019–2024. Pada Pemilihan Legislatif Tahun 2024, ia kembali memperoleh kepercayaan masyarakat dengan meraih 96.984 suara, sebelum akhirnya maju dalam Pemilihan Bupati Kendal 2024. Bersama Benny Karnadi, Dyah Kartika berhasil memenangkan kontestasi tersebut dan resmi dilantik sebagai Bupati Kendal pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta. Perjalanan Dyah Kartika Permanasari menunjukkan bahwa penguasaan ilmu manajemen, pengalaman organisasi, serta dedikasi dalam pelayanan publik merupakan bekal penting dalam membangun kepemimpinan yang efektif. Kiprahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip bahwa pendidikan tidak hanya membuka peluang karier, tetapi juga menjadi fondasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa.
FEB Undip Buka Pendaftaran Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi di bidang pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya FEB Undip dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa agar memiliki kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus berkontribusi terhadap penguatan sektor UMKM di Indonesia. Program sertifikasi akan dilaksanakan pada 8–10 Juli 2026. Selama dua hari pertama, peserta akan mengikuti pelatihan serta pendampingan intensif sebagai bekal menghadapi uji kompetensi. Selanjutnya, pada 10 Juli 2026, peserta akan mengikuti Ujian Kompetensi sebagai tahapan akhir untuk memperoleh sertifikasi. Melalui program ini, peserta akan memperoleh berbagai manfaat, di antaranya pelatihan dan pendampingan secara intensif, pengalaman praktis dalam pendampingan UMKM, serta kesempatan memperoleh Sertifikat Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki. Program ini tidak dipungut biaya atau gratis bagi seluruh peserta. Mahasiswa yang mendaftar diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan hingga pelaksanaan ujian kompetensi sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti proses sertifikasi. Mahasiswa yang berminat dapat melakukan pendaftaran dengan mengakses tautan berikut: https://bit.ly/SertifikasiUMKM2026 Melalui Program Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026, FEB Undip berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki kompetensi profesional di bidang pendampingan UMKM sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Adimas Immanuel, Alumni FEB Undip dengan Jejak Prestasi di Dunia Sastra

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menghadirkan kisah inspiratif melalui perjalanan salah satu alumninya, Adimas Immanuel, yang dikenal sebagai penyair, penulis, dan sastrawan Indonesia. Kiprahnya menunjukkan bahwa lulusan FEB Undip tidak hanya berkontribusi di bidang ekonomi dan bisnis, tetapi juga mampu berkarya serta memberikan warna bagi perkembangan sastra dan kebudayaan Indonesia. Lahir pada 8 Juli 1991, Adimas Immanuel menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro sebelum menekuni dunia kepenulisan secara profesional. Minatnya terhadap sastra telah melahirkan berbagai karya yang mendapat apresiasi di tingkat nasional, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu penulis muda Indonesia yang diperhitungkan dalam perkembangan sastra kontemporer. Perjalanan kariernya sebagai penulis diwarnai oleh sejumlah capaian membanggakan. Antologi puisi Pelesir Mimpi masuk dalam daftar panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2014, salah satu penghargaan sastra paling bergengsi di Indonesia. Selanjutnya, kumpulan puisi Karena Cinta Kuat Seperti Maut berhasil masuk daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2019, memperkuat posisinya sebagai penyair dengan karya yang mendapat pengakuan luas dari kalangan sastra nasional. Karya-karya Adimas Immanuel juga menjangkau dunia seni pertunjukan. Lima puisi dalam buku Di Hadapan Rahasia diadaptasi menjadi tembang puitik oleh komponis Ananda Sukarlan dan dibawakan oleh penyanyi soprano Mariska Setiawan, menghadirkan kolaborasi antara sastra dan musik klasik. Selain puisi, ia juga menerbitkan novel Surga Anjing Liar pada tahun 2020 yang semakin memperkaya perjalanan kreatifnya sebagai seorang penulis. Perjalanan Adimas Immanuel menjadi bukti bahwa pendidikan di FEB Undip mampu melahirkan lulusan dengan beragam pilihan karier dan kontribusi. Melalui dedikasi, kreativitas, dan konsistensi dalam berkarya, ia menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat berpadu dengan seni untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Kisahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berkarya, dan memberikan kontribusi di bidang yang mereka tekuni.
FEB Undip dan University of Waterloo Perkuat Kolaborasi Global untuk Membangun Ketahanan Masyarakat Pesisir

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global, melainkan kenyataan yang dihadapi setiap hari. Kenaikan muka air laut, banjir rob, abrasi, hingga menurunnya hasil tangkapan nelayan membawa dampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Persoalan seperti ini tidak dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu atau satu negara saja. Dibutuhkan kolaborasi yang mempertemukan berbagai perspektif, pengalaman, dan hasil riset untuk menemukan solusi yang lebih berkelanjutan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama University of Waterloo, Canada, menyelenggarakan Summer Course 2026 bertajuk Coastal Communities in Transition: Pathways from Vulnerability to Viability (V2V) pada 23–25 Juni 2026. Program yang didukung oleh World Class University (WCU) Universitas Diponegoro ini mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan akademisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan berbagai pendekatan dalam memperkuat ketahanan masyarakat pesisir sekaligus memperluas kolaborasi akademik internasional. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mengikuti sesi perkuliahan dan diskusi di ruang kelas, tetapi juga bertukar pengalaman dengan akademisi dan praktisi yang telah lama berkecimpung dalam isu pembangunan pesisir. Pembahasan mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari ekonomi, lingkungan, kebijakan publik, hingga pemberdayaan masyarakat. Pendekatan multidisiplin tersebut memberikan gambaran bahwa membangun ketahanan wilayah pesisir memerlukan kolaborasi berbagai bidang ilmu serta keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dari solusi. Berbagai perspektif juga mewarnai pelaksanaan Summer Course 2026. Prof. Dr. Ir. Munasik, M.Sc., Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, mengajak peserta melihat bagaimana perubahan iklim memengaruhi keberlanjutan sumber daya kelautan dan kehidupan masyarakat pesisir. Di sisi lain, Madam Ita menunjukkan bahwa penguatan peran perempuan nelayan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kapasitas komunitas pesisir menghadapi berbagai perubahan. Diskusi tersebut memperlihatkan bahwa solusi bagi wilayah pesisir tidak dapat dilihat dari satu sudut pandang saja, melainkan membutuhkan pendekatan yang menghubungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan. Kolaborasi internasional dalam Summer Course 2026 juga diperkuat melalui kehadiran Prof. Prateep Kumar Nayak sebagai Visiting Professor yang didukung oleh World Class University (WCU) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Selain berpartisipasi dalam kegiatan Summer Course, Prof. Prateep terlibat dalam pembimbingan mahasiswa doktoral, supervisi penelitian, serta diskusi akademik bersama dosen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas riset dan memperluas jejaring akademik internasional di lingkungan FEB Undip. Pengalaman belajar peserta semakin lengkap melalui kunjungan lapangan ke Desa Purworejo, Kabupaten Demak, salah satu wilayah yang terdampak banjir rob dan perubahan garis pantai. Di lokasi ini, peserta berdialog langsung dengan masyarakat, mengamati kehidupan nelayan, mempelajari inisiatif pemberdayaan perempuan, serta melihat berbagai bentuk adaptasi yang dilakukan komunitas dalam menghadapi perubahan lingkungan. Kunjungan tersebut memberikan pemahaman bahwa solusi terhadap persoalan pesisir tidak cukup dibangun dari ruang kelas, tetapi juga melalui pembelajaran langsung bersama masyarakat yang mengalaminya. Summer Course 2026 bukan sekadar program akademik internasional, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pendidikan, riset, dan pengalaman lapangan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat pesisir. Bersama University of Waterloo dan melalui dukungan World Class University (WCU) Universitas Diponegoro, kolaborasi ini mendorong lahirnya gagasan, penelitian, dan jejaring akademik yang berkontribusi pada transformasi masyarakat pesisir dari kondisi rentan (vulnerability) menuju masyarakat yang lebih tangguh dan berdaya (viability). Semangat Vulnerability to Viability (V2V) inilah yang menjadi benang merah kolaborasi internasional FEB Undip dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi yang relevan bagi tantangan perubahan iklim dan pembangunan pesisir berkelanjutan.
