FEB Undip Perkuat Kesiapan Mahasiswa Menapaki Karier Akuntan Publik melalui CPA Goes to Campus 2026

Tembalang, 1 Oktober 2026. Memahami jalur karier dan kompetensi yang dibutuhkan sejak di bangku kuliah menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa akuntansi untuk memasuki dunia profesional. Perspektif tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan CPA Goes to Campus 2026 yang diselenggarakan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) bersama Universitas Diponegoro, dengan mengangkat tema “Your Journey to CPA: Explore Your Future in Audit & Assurance”. Program yang berlangsung di Universitas Diponegoro tersebut dirancang untuk memperkenalkan profesi Akuntan Publik sekaligus memberikan gambaran mengenai peluang karier di bidang audit dan assurance. Tidak hanya mengenalkan profesi, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai kompetensi yang perlu dipersiapkan mahasiswa serta jalur dan tahapan untuk memperoleh sertifikasi CPA of Indonesia. Bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi, baik jenjang S1, S2, S3 maupun peserta Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), pertemuan dengan dunia profesi menjadi ruang untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan profesional. Terlebih, perkembangan dunia bisnis dan transformasi digital turut mengubah tuntutan kompetensi di bidang akuntansi, audit, dan assurance, yang kini tidak hanya membutuhkan penguasaan teknis, tetapi juga integritas dan kemampuan beradaptasi. Dalam rangkaian kegiatan, peserta memperoleh career talk bertajuk “Life & Career as a Public Accountant” yang membahas gambaran perjalanan karier sebagai Akuntan Publik. Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi “Your CPA Journey: Mengenal CPA of Indonesia dan Jalur Sertifikasi” yang memberikan informasi mengenai sertifikasi CPA of Indonesia, termasuk jalur dan tahapan yang perlu ditempuh. Rangkaian tersebut dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama narasumber. Kehadiran program ini juga memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia profesional. Melalui kolaborasi dengan IAPI sebagai asosiasi profesi Akuntan Publik di Indonesia, mahasiswa memperoleh akses terhadap wawasan mengenai perkembangan profesi, career pathway, serta kebutuhan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja. Pada saat yang sama, kolaborasi tersebut membuka ruang bagi perguruan tinggi dan organisasi profesi untuk mengembangkan kegiatan edukasi serta pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. CPA Goes to Campus 2026 diharapkan tidak berhenti pada pengenalan profesi, tetapi menjadi bagian dari proses mahasiswa dalam merancang perjalanan profesionalnya sejak dini. Dengan pemahaman yang lebih utuh mengenai profesi Akuntan Publik, peluang karier, kompetensi yang dibutuhkan, serta jalur sertifikasi, mahasiswa diharapkan semakin siap mengembangkan kapasitas dan mengambil peran dalam profesi akuntansi, audit, dan assurance di tengah perubahan lingkungan bisnis.
FEB Undip dan Saxion University Perkuat Kerja Sama melalui Kuliah dan Program Kolaborasi Internasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) memperkuat penjajakan kerja sama internasional bersama Saxion University of Applied Sciences, Belanda, melalui pembahasan sejumlah program akademik strategis yang berorientasi pada perluasan kesempatan belajar dan pengembangan kapasitas sivitas akademika. Agenda tersebut berlangsung di Gedung Dekanat FEB Undip, Kamis (1/10), dan dilanjutkan dengan sesi kuliah yang menghadirkan perspektif akademik serta praktik keuangan dan audit dari Saxion University. Penguatan kerja sama diawali melalui pertemuan antara perwakilan Saxion University dan pimpinan FEB Undip yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Harjum Muharam, beserta jajaran. Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang pengembangan kolaborasi kedua institusi, mulai dari program beasiswa, pengembangan dan pembaruan kurikulum, hingga mobilitas mahasiswa dan dosen. Pembahasan juga mencakup penjajakan skema 2+2 dan 3+1, pengembangan program double degree, serta peluang bagi mahasiswa FEB Undip untuk mengikuti program akademik di Saxion University. Tidak hanya berfokus pada mobilitas, kedua institusi turut mengeksplorasi kolaborasi dalam metode pembelajaran, pengelolaan kelas, sharing praktik pengajaran, hingga kemungkinan pengembangan virtual class bersama. Setelah pertemuan tersebut, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuliah bagi sivitas akademika FEB Undip. Dennis Vossen, Program Director of Finance and Accounting Saxion University of Applied Sciences, membawakan kuliah bertajuk “The Investment Game”. Sementara itu, Eline Brinkhuis, Dosen Finance & Control Saxion University of Applied Sciences, menyampaikan materi “Audit in Action”. Kedua sesi tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa FEB Undip untuk memperluas wawasan mengenai investasi, keuangan, dan audit melalui perspektif pendidikan tinggi di Belanda. Kehadiran akademisi dari Saxion University sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan yang mempertemukan pembelajaran di lingkungan FEB Undip dengan praktik dan perspektif akademik internasional. Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari langkah FEB Undip dalam memperluas jejaring global dan menghadirkan semakin banyak peluang akademik bagi mahasiswa maupun dosen. Kolaborasi dengan Saxion University diharapkan dapat berkembang tidak hanya dalam bentuk mobilitas sivitas akademika, tetapi juga mencakup pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran, penguatan kapasitas akademik, serta program internasional yang berkelanjutan.
FEB Undip dan ADPI Perkuat Literasi Dana Pensiun melalui ADPI Goes to Campus

Persiapan masa depan finansial tidak menunggu seseorang memasuki usia pensiun. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan ADPI Goes to Campus yang diselenggarakan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Selasa (29/9), di FEB Undip, Semarang. Kegiatan ini sekaligus ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FEB Undip dan ADPI serta kuliah dosen tamu bagi mahasiswa. Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa kerja sama dengan ADPI membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif langsung dari para praktisi di bidang dana pensiun. Menurutnya, kolaborasi antara institusi pendidikan dan asosiasi profesi dapat memperluas pembelajaran mahasiswa sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama di bidang lainnya. Ketua Umum ADPI sekaligus Presiden Direktur Dana Pensiun Telkom, Abdul Hadi, menekankan bahwa masa pensiun kerap dipandang sebagai sesuatu yang masih jauh karena dikaitkan dengan usia. Padahal, waktu menjadi salah satu modal penting dalam mempersiapkannya. Semakin dini seseorang membangun kebiasaan finansial, semakin panjang kesempatan untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan. Ia juga menggarisbawahi tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni meningkatnya usia harapan hidup, perubahan penghasilan saat memasuki masa pensiun, serta risiko ketergantungan pada keluarga apabila persiapan tidak dilakukan secara memadai. Perspektif tersebut kemudian diperkuat melalui kuliah dosen tamu oleh Budi Sutrisno, BEc, MM, CFIA, CRP, Direktur Utama Dana Pensiun BCA sekaligus Wakil Ketua III ADPI Bidang Edukasi dan Kompetensi serta Sosialisasi dan Literasi. Mengusung tema “Build a Professional Legacy: Hargai Proses, Syukuri Hasil”, materi tidak hanya membahas perencanaan masa depan finansial, tetapi juga mengajak mahasiswa membangun karier melalui integritas, inisiatif, inovasi, growth mindset, perencanaan, personal branding, dan kemampuan beradaptasi. Dalam pembahasan mengenai kemandirian finansial, mahasiswa diperkenalkan pada konsep Saving, Reserve, Investment (SRI) serta prinsip Save & Invest, Then Spend. Mahasiswa juga diajak membedakan kebutuhan (need) dari keinginan (want). Sebagai panduan, beliau memaparkan contoh alokasi penghasilan: kebutuhan maksimal 50%, sedangkan proteksi asuransi, tabungan, dana cadangan, gaya hidup, dan investasi masing-masing 10%. Beliau juga menyarankan dana darurat sebesar enam kali pengeluaran bulanan dalam instrumen yang likuid. Kegiatan tersebut turut dihadiri Edi Pujiyanto, Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Dana Pensiun (LSPDP). Melalui kolaborasi ini, FEB Undip dan ADPI berharap literasi dana pensiun semakin berkembang di kalangan sivitas akademika, sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menyiapkan masa depan finansial sejak usia produktif.
Lengkap, Total Delapan Prodi FEB Undip Rampungkan Asesmen LAMEMBA

Rangkaian asesmen lapangan akreditasi LAMEMBA di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) resmi lengkap setelah empat program studi dari Departemen Manajemen dan Departemen Akuntansi menjalani asesmen pada 23–25 September 2026. Asesmen tersebut menjadi pelengkap rangkaian asesmen pada minggu sebelumnya, yang mencakup empat program studi di bidang Ilmu Ekonomi, Sarjana Ekonomi, Sarjana Ekonomi Islam, Magister Ekonomi dan Doktor Ekonomi. Dengan demikian, seluruh delapan program studi FEB Undip telah menuntaskan asesmen lapangan akreditasi LAMEMBA. Pada asesmen minggu ini, evaluasi mencakup Program Studi Sarjana dan Magister Manajemen serta Program Studi Sarjana dan Magister Akuntansi. Sementara itu, empat program studi di bidang Ilmu Ekonomi telah lebih dahulu menjalani asesmen pada minggu sebelumnya. Tim asesor yang terlibat dalam asesmen 23–25 September 2026 terdiri atas : Prof. Dr. Ir. T. Ezni Balqiah, M.E., M.H. (Asesor bidang Manajemen) Prof. Dr. Ahmad Rizki Sridadi, S.H., M.M. (Asesor bidang Manajemen) Prof. Dr. Grahita Chandrarin, M.Si., Ak., CA. (Asesor bidang Akuntansi) Ni Putu Sri Harta Mimba, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CMA. (Asesor bidang Akuntansi) Tuntasnya rangkaian asesmen untuk delapan program studi menandai selesainya proses asesmen lapangan LAMEMBA di FEB Undip. Proses ini menjadi bagian dari evaluasi dan pengembangan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan fakultas. FEB Undip menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim asesor serta sivitas akademika yang telah mendukung pelaksanaan asesmen. Semoga proses yang telah dilalui memberikan hasil terbaik bagi pengembangan dan peningkatan mutu akademik FEB Undip.
Dua Mahasiswa FEB Undip Raih Silver Medal di Japan Design and Invention Expo 2026

Dua mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro, Bintang Timur (FEB, Ekonomi Islam 2023) dan Moch Maulana Zaki (FEB, Ekonomi Islam 2024), berhasil meraih Silver Medal dalam ajang Japan Design and Invention Expo (JDIE) 2026 yang berlangsung pada 3–4 Juli 2026 di Kansai Airport Conference Hall, Osaka, Jepang. Keduanya menjadi bagian dari Tim Insani, yang beranggotakan mahasiswa lintas fakultas Universitas Diponegoro. Tim tersebut membawa inovasi yang memanfaatkan dunia game Roblox sebagai media pembelajaran interaktif, dengan Bintang Timur dan Moch Maulana Zaki menjadi dua mahasiswa FEB Undip dari Program Studi Ekonomi Islam yang terlibat dalam pengembangan inovasi tersebut. JDIE 2026 merupakan pameran inovasi internasional yang diselenggarakan oleh World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA). Ajang ini mempertemukan peneliti, mahasiswa, dan pelajar dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya inovasi. Selain kompetisi, JDIE juga menghadirkan lokakarya, konferensi internasional, serta seminar yang berkaitan dengan hak kekayaan intelektual dan paten. Pada penyelenggaraan tahun ini, JDIE menghadirkan 328 inovasi dari 23 negara. Kontribusi Mahasiswa Ekonomi Islam dalam Inovasi Berbasis Game Bagi Bintang Timur, keterlibatannya dalam Tim Insani menunjukkan bahwa latar belakang keilmuan tidak menjadi batas untuk berkontribusi dalam pengembangan inovasi teknologi. Sebagai mahasiswa Ekonomi Islam FEB Undip, ia mengambil peran pada aspek pendidikan dan pengembangan konten pembelajaran. Bintang terlibat dalam penyusunan modul pendidikan karakter, mulai dari pengembangan materi, kuis, tahapan pembelajaran dengan tingkat kesulitan yang berjenjang, hingga konsep penyampaian pendidikan karakter secara interaktif melalui Roblox. Kontribusi tersebut diarahkan untuk mengemas nilai-nilai pendidikan karakter ke dalam learning-based game, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif. “Latar belakang saya tidak menjadi batasan untuk bisa berkontribusi dalam inovasi teknologi seperti INSANI. Justru, saya berkontribusi dari sisi pendidikan dan pengembangan konten pembelajaran,” ujar Bintang. Keterlibatan dua mahasiswa FEB Undip dalam Tim Insani juga memperlihatkan ruang kontribusi mahasiswa ekonomi dalam proyek inovasi yang bersifat lintas disiplin. Pengembangan inovasi tidak hanya membutuhkan aspek teknologi, tetapi juga pemahaman terhadap substansi, konten, dan cara menyampaikan pembelajaran kepada pengguna. Membawa Inovasi Mahasiswa Indonesia ke Panggung Internasional Bagi Bintang, pengalaman mengikuti JDIE 2026 memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan inovasi dari berbagai negara. Pertemuan dengan para inovator dari Asia, Eropa, dan berbagai negara lainnya memperluas perspektifnya mengenai perkembangan riset dan teknologi di tingkat internasional. Menurutnya, kesempatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman penting karena inovasi yang dikembangkan mahasiswa Universitas Diponegoro dari Indonesia dapat dipresentasikan dan disandingkan dengan berbagai karya dari negara lain. “Hal tersebut justru menjadi motivasi bagi saya bahwa sebagai mahasiswa Indonesia, kita juga memiliki kesempatan untuk bersaing dan membawa inovasi kita ke tingkat internasional,” ungkapnya. Capaian Silver Medal yang diraih Tim Insani menjadi bagian dari pengalaman akademik dan inovasi mahasiswa Undip di tingkat global. Bagi mahasiswa FEB Undip, pengalaman tersebut juga membuka perspektif bahwa kompetensi di bidang ekonomi dan bisnis dapat dipadukan dengan bidang lain dalam menghasilkan inovasi yang memiliki nilai pembelajaran. Mendorong Mahasiswa Berani Melangkah Pengalaman di JDIE 2026 juga menjadi dorongan bagi Bintang untuk mengajak mahasiswa FEB Undip lebih terbuka terhadap berbagai kesempatan pengembangan diri, termasuk mengikuti kompetisi dan ajang internasional. Menurut Bintang, mahasiswa tidak perlu membatasi diri berdasarkan latar belakang atau asal institusinya. Hal yang lebih penting adalah kemampuan untuk menunjukkan nilai dari diri dan karya yang dibawa. “Jangan takut untuk melangkah. Kita semua punya kesempatan untuk berkembang dan kita juga layak untuk mengikuti kompetisi internasional,” pesannya. Partisipasi mahasiswa FEB Undip dalam ajang internasional seperti JDIE menjadi salah satu ruang pembelajaran di luar kelas yang mempertemukan pengetahuan, kreativitas, kerja lintas disiplin, dan pengalaman global. Capaian tersebut sekaligus memperkaya pengalaman mahasiswa dalam membawa gagasan dan inovasi dari lingkungan kampus ke forum internasional.
FEB Undip Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMEMBA untuk Empat Program Studi Ekonomi

Semarang — Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro menyelesaikan rangkaian Asesmen Lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) yang berlangsung selama tiga hari pada 13–17 September 2026. Asesmen tersebut dilaksanakan untuk proses akreditasi Program Studi Sarjana Ekonomi, Sarjana Ekonomi Islam, Magister Ekonomi, dan Doktor Ekonomi. Rangkaian asesmen menjadi bagian dari proses evaluasi mutu akademik dan pengelolaan program studi. Selama pelaksanaannya, Tim Asesor LAMEMBA melakukan penilaian serta memberikan masukan yang menjadi bahan penting bagi FEB Undip dalam melihat capaian sekaligus ruang pengembangan pada empat program studi yang diasesmen. Asesmen menghadirkan empat asesor, yaitu Prof. Dr. Nisful Laila, S.E., M.Comm. dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Amir Machmud, S.E., M.Si. dari Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Lilik Sugiharti, S.E., M.Si. dari Universitas Airlangga, dan Dr. Nurul Badriyah, S.E., M.E. dari Universitas Brawijaya. Bagi FEB Undip, proses asesmen tidak hanya menjadi tahapan dalam akreditasi, tetapi juga ruang evaluasi untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan mutu akademik. Masukan dari asesor menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kualitas program studi sekaligus mengembangkan tata kelola akademik secara berkelanjutan. Atas terselenggaranya rangkaian asesmen tersebut, FEB Undip menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Tim Asesor LAMEMBA atas waktu, perhatian, dan masukan yang diberikan selama proses asesmen. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh sivitas akademika FEB Undip yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan asesmen. Rangkaian Asesmen Lapangan LAMEMBA diharapkan menjadi bagian dari proses berkelanjutan FEB Undip dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, pengelolaan program studi, serta layanan akademik bagi sivitas akademika.
Bazaar Ramaikan ESCAPE, Kuliah di FEB Undip Makin Seru dan Penuh Pengalaman

Aktivitas mahasiswa menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman selama menjalani perkuliahan. Selain kegiatan akademik di ruang kelas, berbagai kegiatan kemahasiswaan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, sekaligus membangun pengalaman di lingkungan kampus. Pada 8–10 September 2026, suasana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro turut diramaikan dengan kegiatan bazaar yang diselenggarakan dalam rangka mendukung Entrepreneurship and Capability Through Interest and Talents Parade (ESCAPE) oleh Management Student Association (MSA) FEB Undip. Kehadiran bazaar menjadi salah satu bagian yang melengkapi rangkaian kegiatan ESCAPE. Di sela aktivitas perkuliahan, mahasiswa dapat menikmati berbagai pilihan produk sekaligus memberikan dukungan terhadap aktivitas kewirausahaan yang dikembangkan oleh mahasiswa. ESCAPE menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakat melalui berbagai aktivitas di luar kegiatan akademik. Kehadiran kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa proses pembelajaran di FEB Undip juga berlangsung melalui pengalaman, interaksi, dan keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan kampus. Dengan beragam aktivitas kemahasiswaan yang hadir di lingkungan FEB Undip, pengalaman perkuliahan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Menjadi bagian dari FEB Undip berarti memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang, berkreasi, dan mendapatkan pengalaman yang bermanfaat
FEB Undip dan ACFE Perkuat Ruang Akademik melalui Seminar Call for Papers 2026

Isu fraud semakin membutuhkan perhatian tidak hanya dari perspektif profesional, tetapi juga melalui pengembangan kajian akademik yang dapat memperkaya pemahaman mengenai pencegahan dan penanganannya. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Seminar Call for Papers 2026 yang diselenggarakan FEB Undip bersama Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) pada 8 September 2026. Seminar ini menghadirkan ruang diskusi akademik yang membahas isu fraud, akuntansi, dan audit. Pertemuan perspektif akademik dan profesional menjadi bagian penting dalam memperluas pembahasan mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan fraud serta penguatan praktik pencegahannya. Kolaborasi FEB Undip dan ACFE melalui Call for Papers 2026 juga mempertemukan lingkungan perguruan tinggi dengan organisasi profesional yang memiliki perhatian pada bidang fraud examination. Ruang akademik tersebut memberikan kesempatan untuk mengembangkan gagasan dan kajian yang relevan dengan dinamika akuntansi, audit, serta pencegahan fraud. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian National Anti-Fraud Conference (NAFC) 2026. Penyelenggaraan Call for Papers dalam rangkaian tersebut memperkuat keterhubungan antara penelitian dan diskursus profesional dalam membahas isu fraud secara lebih luas. Bagi FEB Undip, forum semacam ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem akademik yang mempertemukan penelitian, keilmuan, dan praktik profesional. Melalui kolaborasi dengan ACFE, kajian mengenai fraud, akuntansi, dan audit dapat terus dikembangkan untuk memperkaya perspektif akademik sekaligus relevan dengan kebutuhan praktik.
FEB Undip Bahas Peran Islamic Social Finance dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Islamic Social Finance menjadi salah satu pendekatan yang dapat mempertemukan dimensi sosial dan ekonomi dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Perspektif tersebut menjadi bahasan utama dalam Kuliah Umum “Islamic Social Finance as a Catalyst for Sustainable Economic Development” yang diselenggarakan oleh Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro pada Rabu (9/9/2026) di Hall Pertamina, Lantai 3 Gedung Dekanat FEB Undip. Kuliah umum menghadirkan Prof. Waryono Abdul Ghofur, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia, serta Prof. Raditya Sukmana, Guru Besar Universitas Airlangga, sebagai narasumber. Kehadiran keduanya mempertemukan perspektif kelembagaan dan akademik dalam membahas perkembangan Islamic Social Finance serta relevansinya terhadap pembangunan ekonomi. Pembahasan mengenai Islamic Social Finance menempatkan instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, dan instrumen lainnya dalam perspektif yang lebih luas. Tidak hanya berkaitan dengan penyaluran dana sosial, keuangan sosial Islam memiliki ruang untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih berkelanjutan. Keterkaitan Islamic Social Finance dengan pembangunan berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam diskusi. Integrasi antara sumber daya sosial, penguatan kelembagaan, dan agenda pembangunan membuka peluang bagi instrumen keuangan sosial Islam untuk berkontribusi terhadap pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Bagi mahasiswa FEB Undip, pembahasan tersebut memperluas perspektif mengenai ekonomi Islam yang tidak hanya berada pada ranah keuangan komersial, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan pembangunan. Pemahaman tersebut penting untuk melihat bagaimana instrumen ekonomi dapat ditempatkan dalam konteks persoalan sosial dan kebutuhan pembangunan yang lebih luas. Kuliah umum ini sekaligus memperkuat ruang dialog antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan kajian Islamic Social Finance. Melalui perspektif akademik dan kebijakan yang dipertemukan dalam satu forum, keuangan sosial Islam dapat terus dikaji sebagai bagian dari upaya membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.
FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Pentingnya Literasi Dana Pensiun bagi Mahasiswa

Literasi mengenai dana pensiun menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan kondisi finansial jangka panjang. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kuliah umum hasil kolaborasi FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan yang membahas Literasi Dana Pensiun pada Program Jaminan Pensiun di Indonesia, Senin 07 September 2026 di Hall Gedung C FEB Undip. Kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB Undip, Prof. Harjum Muharam. Dalam sambutannya, Prof. Harjum menyampaikan pengantar mengenai pentingnya mahasiswa memahami berbagai aspek pengelolaan keuangan yang berkaitan dengan perjalanan mereka setelah menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia kerja. Kuliah umum tersebut menghadirkan Dr. Trisna Sonjaya, M.Pd., Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, sebagai narasumber. Kehadiran praktisi dari BPJS Ketenagakerjaan memberikan perspektif mengenai penyelenggaraan jaminan pensiun sekaligus memperluas pemahaman mahasiswa terhadap perlindungan sosial ketenagakerjaan. Bagi mahasiswa bidang ekonomi dan bisnis, pemahaman mengenai dana pensiun tidak berhenti pada pengetahuan tentang program jaminan sosial. Literasi ini berkaitan dengan kemampuan melihat kebutuhan finansial dalam jangka panjang dan mempertimbangkan perlindungan finansial sebagai bagian dari perencanaan kehidupan setelah memasuki dunia profesional. Kolaborasi FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan melalui kegiatan ini juga mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis di bidang jaminan sosial ketenagakerjaan. Pembahasan mengenai Program Jaminan Pensiun diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus membangun kesadaran bahwa perencanaan finansial perlu dipersiapkan sejak awal perjalanan karier. Bagi FEB Undip, penguatan literasi semacam ini menjadi bagian dari pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan akademik, tetapi juga pada kesiapan mahasiswa menghadapi persoalan nyata dalam kehidupan profesional dan ekonomi.

