PKKMB 2025: FEB Undip Sambut Mahasiswa Baru dengan Semangat dan Harapan Baru

Semarang, 19 Agustus 2025 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) resmi menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar pada 19 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi pintu awal bagi para mahasiswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan kampus, budaya akademik, serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi di FEB Undip. Dalam sambutannya, Dekan FEB Undip Prof. Faisal menegaskan rasa bangganya atas bergabungnya mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar FEB Undip. “Selamat datang bagi mahasiswa baru di salah satu kampus paling keren di universitas ini,” ujarnya. Ungkapan tersebut mencerminkan semangat dan optimisme bahwa mahasiswa baru akan tumbuh serta bertransformasi di lingkungan akademik yang unggul. PKKMB 2025 tidak hanya memperkenalkan fasilitas, layanan, dan organisasi mahasiswa, tetapi juga membekali peserta dengan materi penting terkait budaya akademik, etika pergaulan, revolusi mental, hingga norma kehidupan kampus. Dengan demikian, mahasiswa baru diharapkan dapat lebih cepat beradaptasi dan siap menghadapi dinamika kehidupan perkuliahan. Selain orientasi akademik, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai sesi yang menekankan pentingnya kolaborasi, kepemimpinan, dan partisipasi aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Hal ini sejalan dengan komitmen FEB Undip untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berdaya saing global dan memiliki karakter yang kuat. Dengan berakhirnya kegiatan pengenalan kampus ini, besar harapan kami kepada adik-adik mahasiswa baru yang dimana dapat membawa energi baru sekaligus melanjutkan tradisi prestasi dan semangat kebersamaan yang telah lama menjadi ciri khas FEB Undip.
Peran Alumni FEB Undip dalam Kepemimpinan Bisnis dan Legislatif Nasional: Kiprah Ir. Daniel Budi Setiawan

Ir. Daniel Budi Setiawan, M.M., merupakan alumni Program Magister Manajemen Universitas Diponegoro yang memiliki pengalaman panjang di bidang bisnis dan politik nasional. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Dewan SIBA Group, salah satu kelompok usaha transportasi dan logistik yang berkembang di Indonesia. Daniel Budi Setiawan menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1980. Untuk memperkuat kompetensi manajerial dan kepemimpinan, ia melanjutkan studi ke jenjang Magister Manajemen di Universitas Diponegoro, yang diselesaikannya pada tahun 1996. Pendidikan di Undip menjadi bekal penting dalam perjalanan profesionalnya di dunia korporasi dan pengambilan kebijakan strategis. Karier Daniel Budi Setiawan diawali di sektor industri sebagai Engineering Manager di Tjokro Bersaudara. Ia kemudian mengembangkan kiprahnya sebagai wiraswasta, sebelum terjun lebih jauh ke dunia bisnis dan politik. Di lingkungan SIBA Group, ia pernah menjabat sebagai Direktur hingga tahun 1999, serta dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Siba Surya Group, sebelum akhirnya mengemban peran sebagai Ketua Dewan SIBA Group hingga saat ini. Selain berkiprah di dunia usaha, Ir. Daniel Budi Setiawan juga memiliki pengalaman di lembaga legislatif. Ia tercatat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) untuk Daerah Pemilihan Jawa Tengah I pada periode 1999–2004. Pengalaman tersebut memperkaya perspektifnya dalam memadukan kepemimpinan bisnis dengan pemahaman kebijakan publik. Kiprah Ir. Daniel Budi Setiawan mencerminkan kontribusi alumni FEB Undip dalam mengisi peran strategis di sektor bisnis dan politik nasional. Perjalanan kariernya menegaskan bahwa penguatan kompetensi manajerial yang diperoleh di Undip mampu menjadi fondasi kepemimpinan yang adaptif dan berdampak luas bagi masyarakat.
FEB One Hadirkan Layanan Persuratan dan Pemberkasan Online Terintegrasi bagi Mahasiswa FEB Undip

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menghadirkan FEB One, sebuah platform digital persuratan dan pemberkasan online yang dirancang khusus untuk memudahkan mahasiswa dalam mengajukan berbagai kebutuhan administrasi akademik maupun kemahasiswaan secara daring. Kehadiran FEB One menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam meningkatkan kualitas layanan yang efektif, efisien, dan terstandar. Melalui sistem ini, mahasiswa tidak lagi perlu melakukan pengajuan surat secara manual maupun bolak-balik revisi. Mahasiswa cukup mengisi data yang dibutuhkan secara online, kemudian sistem akan secara otomatis menghasilkan dokumen persuratan sesuai format dan standar resmi FEB Undip. Dengan demikian, proses administrasi menjadi lebih cepat, rapi, dan transparan. Untuk dapat memanfaatkan layanan FEB One, mahasiswa perlu melakukan registrasi akun terlebih dahulu melalui laman resmi https://feb.apps.undip.ac.id/ dengan mengikuti tahapan sebagai berikut: No Tahapan Uraian 1 Akses Pendaftaran Buka laman pendaftaran FEB One melalui https://feb.apps.undip.ac.id/register 2 Pengisian Nama Isikan nama lengkap sesuai data resmi 3 Pengisian Email Masukkan email SSO Undip yang aktif 4 Nomor Handphone Tuliskan nomor handphone yang dapat dihubungi 5 Identitas Pengguna Isikan NIM/NIP/NPPU sesuai status pengguna 6 Program Studi Pilih program studi sesuai data akademik 7 Pembuatan Password Buat password 8–12 karakter dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter khusus, lalu konfirmasi ulang 8 Persetujuan Ketentuan Centang persetujuan Terms & Condition 9 Submit Pendaftaran Klik tombol Submit untuk menyelesaikan registrasi 10 Aktivasi Akun Buka email SSO terdaftar dan klik tautan aktivasi dari FEB One 11 Akun Aktif Akun FEB One siap digunakan untuk layanan persuratan dan pemberkasan online Melalui implementasi FEB One, FEB Undip berharap dapat memberikan pengalaman layanan administrasi yang lebih modern, akurat, dan ramah pengguna, sekaligus mendukung transformasi digital di lingkungan fakultas secara berkelanjutan.
Asesmen Lapangan Prodi Bisnis Digital FEB UNDIP oleh LAMEMBA

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) melaksanakan asesmen lapangan untuk Program Studi Bisnis Digital pada tanggal 14–15 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Program Studi Bisnis Digital di Universitas Diponegoro merupakan program baru yang dibuka pada tahun 2023 di bawah Departemen Manajemen FEB UNDIP. Program ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang bisnis digital, dengan fokus pada penerapan teknologi dalam konteks bisnis. Kurikulum mencakup materi seperti e-commerce, big data analytics, dan manajemen risiko informasi. Kegiatan asesmen dihadiri oleh tim asesor LAMEMBA, yaitu Prof. Dr. Sri Hartini, S.E., M.Si. dari Universitas Airlangga (UNAIR) dan Dr. I Gusti Ngurah Agung Suaryana, S.E., M.Si. dari Universitas Udayana (UNUD). Kedua asesor melakukan penilaian terhadap mutu, tata kelola, serta kesiapan Program Studi Bisnis Digital dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi berbasis digital. Selama dua hari pelaksanaan, asesmen berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kolaboratif antara tim asesor dan sivitas akademika FEB UNDIP. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan kualitas dan daya saing program studi di tingkat nasional maupun internasional. Semoga asesmen yang telah dilaksanakan membawa hasil terbaik bagi Program Studi Bisnis Digital dan menjadi langkah strategis dalam mendukung visi FEB UNDIP sebagai bagian dari World Class University. (tim humas)
Alumni Success Story : BAMBANG PRAMONO of BANK INDONESIA

Bambang Pramono lahir di Jakarta pada 6 September 1971. Perjalanan akademiknya di bidang ekonomi dimulai di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, tempat ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan lulus pada tahun 1995. Bekal pendidikan di FEB Undip menjadi fondasi penting dalam membentuk cara berpikir analitis, profesionalisme, serta pemahaman manajerial yang kemudian mewarnai kiprah kariernya. Komitmen untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan membawanya menempuh pendidikan lanjutan di tingkat internasional. Bambang Pramono meraih gelar Master of Economics dari International University of Japan pada tahun 2004, kemudian menyelesaikan studi doktoral di bidang ekonomi di Nagoya University, Jepang, pada tahun 2014. Pengalaman akademik lintas negara tersebut memperkaya perspektifnya dalam memahami dinamika ekonomi global, kebijakan moneter, serta pembangunan ekonomi regional. Sejak tahun 1998, Bambang Pramono mengabdikan diri di Bank Indonesia, institusi strategis dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Sepanjang kariernya, ia dipercaya mengemban berbagai posisi penting, mulai dari perumusan kebijakan hingga peran manajerial. Pengalaman panjang ini membentuk kepekaannya terhadap isu stabilitas moneter, pengendalian inflasi, serta penguatan sistem keuangan di tingkat nasional dan daerah. Sebelum menjalankan tugas di Palembang, Bambang Pramono menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo sejak tahun 2019. Di bawah kepemimpinannya, berbagai inisiatif penguatan ekonomi daerah berbasis UMKM dan sinergi lintas pemangku kepentingan berhasil dikembangkan. Capaian tersebut mengantarkannya dipercaya untuk memimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan sejak Agustus 2025. Sebagai pimpinan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono mengusung arah kebijakan yang menitikberatkan pada penguatan stabilitas moneter, perluasan inklusi keuangan, serta percepatan transformasi ekonomi digital. Ia juga mendorong kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, sektor perbankan, dan lembaga keuangan lainnya guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM dan koperasi. Perjalanan Bambang Pramono mencerminkan nilai-nilai yang senantiasa dijunjung oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Dari ruang kuliah hingga peran strategis dalam perumusan kebijakan ekonomi, kiprahnya menjadi bukti bahwa kontribusi alumni FEB Undip tidak hanya diukur dari jabatan yang diraih, tetapi dari dampak nyata yang dihadirkan bagi pembangunan bangsa.
SUCCESS STORY : Sasongko Tedjo di Garda Depan Informasi dan Kemanusiaan

Sasongko Tedjo, S.E., M.M., merupakan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) angkatan 1983 yang dikenal luas atas kontribusinya di dunia jurnalistik dan kemanusiaan. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah, sekaligus memiliki rekam jejak panjang sebagai jurnalis dan editor bidang ekonomi di harian Suara Merdeka. Dalam perjalanan akademiknya di Undip, Sasongko Tedjo termasuk salah satu mahasiswa berprestasi. Ia tercatat sebagai salah satu dari tujuh lulusan tercepat, yang berhasil menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun di tengah masa transisi sistem pendidikan dari berbasis paket ke Sistem Kredit Semester (SKS). Ia resmi meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1983, meskipun pada saat itu masih harus menuntaskan kewajiban Kuliah Kerja Nyata (KKN). Bahkan, setelah prosesi wisuda, ia kembali ke sebuah desa di Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, untuk menyelesaikan pengabdian masyarakat tersebut. Sasongko Tedjo mengenang masa kuliahnya sebagai periode yang penuh tantangan sekaligus cerita menarik. Tinggal hanya sekitar 100 meter dari kampus membuatnya dikenal sebagai mahasiswa yang disiplin dan nyaris tidak pernah absen kuliah. Kedekatan tempat tinggal dengan kampus bahkan membuat rekan-rekannya kerap menjemputnya langsung dari rumah sebelum berangkat kuliah, sebuah pengalaman yang ia kenang dengan penuh humor. Dengan prestasi akademik yang menonjol, Sasongko Tedjo sebenarnya memiliki peluang besar untuk meniti karier konvensional di bidang ekonomi. Ia bahkan sempat ditawari bekerja di Bank Indonesia dan direncanakan untuk direkrut sebagai dosen oleh salah satu pengajarnya, Drs. Suratal HW. Namun, di luar ekspektasi banyak pihak, ia justru memilih dunia jurnalisme, sebuah keputusan yang menandai babak penting dalam perjalanan hidupnya. Karier jurnalistik Sasongko Tedjo dimulai di Suara Merdeka, di mana ia langsung dipercaya menangani desk ekonomi, sebuah posisi strategis pada masa kejayaan media cetak. Ia mengenang era tersebut sebagai masa ketika surat kabar menjadi sumber informasi utama masyarakat, dengan ritme kerja yang menuntut wartawan bekerja hingga dini hari demi memenuhi tenggat penerbitan. Dari proses panjang itu, Sasongko Tedjo terus berkembang hingga mencapai posisi Pemimpin Redaksi, puncak karier dalam industri media cetak. Selain kiprahnya di dunia media, dedikasi Sasongko Tedjo terhadap kemanusiaan tercermin melalui perannya di Palang Merah Indonesia Jawa Tengah, memperluas kontribusinya dari ranah informasi publik ke aksi sosial kemasyarakatan. Perjalanan Sasongko Tedjo menegaskan peran FEB Undip dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berani mengambil pilihan hidup yang berdampak luas bagi masyarakat. Kiprahnya menjadi inspirasi bahwa ilmu ekonomi dapat berkontribusi melalui berbagai jalur pengabdian, termasuk jurnalisme dan kemanusiaan.
Success Story : Dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Menuju Puncak Dunia Bisnis Indonesia

Di antara tokoh-tokoh besar dunia usaha Indonesia, nama Robert Budi Hartono menempati posisi yang istimewa. Kiprahnya dikenal luas bukan semata karena keberhasilan membangun kekuatan bisnis berskala nasional dan global, tetapi juga karena visi jangka panjang, konsistensi, serta integritas yang menjadi fondasi kepemimpinannya. Di balik perjalanan bisnis tersebut, terdapat latar belakang akademik yang berakar dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), tempat nilai-nilai keilmuan dan profesionalisme mulai tertanam. Robert Budi Hartono, yang lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 1941, menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang. Selama masa studinya, ia memperdalam pemahaman mengenai ekonomi dan manajemen, dua disiplin ilmu yang kelak memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan strategis serta pengelolaan usaha berskala besar. Pendidikan di FEB Undip turut membentuk karakter Robert Budi Hartono sebagai pribadi yang disiplin, tekun, dan berpikir sistematis. Bekal akademik tersebut menjadi landasan kuat ketika ia harus menghadapi tantangan nyata di dunia usaha, termasuk dalam memimpin dan mengembangkan perusahaan keluarga di tengah dinamika ekonomi yang tidak selalu mudah. Setelah wafatnya sang ayah, pendiri PT Djarum, pada tahun 1963, Robert Budi Hartono bersama kakaknya, Michael Bambang Hartono, mengambil tanggung jawab besar untuk melanjutkan dan membesarkan perusahaan keluarga. Melalui kepemimpinan yang visioner dan strategi manajerial yang matang, keduanya berhasil membawa Djarum berkembang menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Perjalanan bisnis Robert Budi Hartono tidak berhenti pada industri tembakau. Diversifikasi usaha menjadi ciri khas kepemimpinannya, salah satunya melalui langkah strategis Grup Djarum dalam mengakuisisi Bank Central Asia (BCA) pada masa krisis ekonomi 1997. Di bawah pengelolaan yang profesional dan berorientasi jangka panjang, BCA tumbuh menjadi salah satu institusi perbankan paling kuat dan inovatif di kawasan Asia Tenggara. Selain sektor perbankan, ekspansi juga dilakukan ke bidang properti, teknologi, dan agribisnis, memperkuat posisi Grup Djarum sebagai konglomerasi nasional yang berpengaruh. Nilai-nilai yang tercermin dalam perjalanan Robert Budi Hartono—kerja keras, ketekunan, integritas, dan komitmen terhadap inovasi—selaras dengan semangat yang dijunjung oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Kisahnya menjadi inspirasi bagi sivitas akademika bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar bekal teori, melainkan fondasi untuk menciptakan dampak nyata dan kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan bangsa.
SUCCESS STORY : Suwhono, Alumnus Fakultas Ekonomika Universitas Diponegoro

Suwhono merupakan salah satu alumni Fakultas Ekonomika Universitas Diponegoro yang berhasil menorehkan karier profesional di sektor keuangan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Lahir pada 4 Maret 1955, ia dikenal sebagai figur yang memiliki pengalaman panjang dalam perbankan nasional serta kepemimpinan korporasi. Suwhono menyelesaikan pendidikan Strata Satu di Fakultas Ekonomika Universitas Diponegoro pada tahun 1980. Bekal akademik yang diperolehnya menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya di industri keuangan dan jasa. Karier profesional Suwhono diawali di Bank Bumi Daya pada tahun 1981 hingga 2000. Setelah terjadinya merger empat bank BUMN yang melahirkan Bank Mandiri, ia melanjutkan kiprahnya di bank tersebut pada periode 2000–2009. Dalam rentang waktu tersebut, Suwhono juga dipercaya menjabat sebagai Komisaris PT Mandiri Sekuritas pada tahun 2005–2009, yang memperkuat perannya dalam pengelolaan bisnis jasa keuangan dan pasar modal. Pada tahun 2009, Suwhono mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk mengemban amanah sebagai Direktur Keuangan PT Pelindo I Medan, jabatan yang diembannya hingga Februari 2011. Pengalaman lintas sektor yang dimilikinya kemudian mengantarkan Suwhono ke posisi puncak kepemimpinan sebagai Direktur Utama PT Pegadaian. Di bawah kepemimpinannya, PT Pegadaian berhasil melakukan transformasi bisnis secara signifikan. Perusahaan tidak hanya berfokus pada layanan gadai, tetapi juga mengembangkan berbagai lini usaha, antara lain penjualan emas serta pembiayaan mikro, sebagai upaya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Kiprah Suwhono menjadi representasi kontribusi alumni FEB Undip dalam memimpin transformasi BUMN dan memperkuat inklusi keuangan nasional. Perjalanan kariernya menegaskan peran Undip dalam mencetak lulusan yang adaptif, visioner, dan berdaya saing di tingkat nasional.
SUCCESS STORY : Dr. Taufik Kurniawan dan Peran Alumni Undip dalam Pembangunan Nasional

Dr. Taufik Kurniawan, S.T., M.M., merupakan alumni Universitas Diponegoro yang menorehkan kiprah panjang di dunia politik nasional dan parlemen Indonesia. Lahir di Semarang pada 22 November 1967, ia dikenal sebagai sosok yang aktif dalam organisasi serta konsisten mengabdikan diri pada pelayanan publik melalui lembaga legislatif. Taufik berhasil terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Anggota DPR RI periode 2014–2019 dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk Daerah Pemilihan Jawa Tengah VII yang meliputi Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen, dengan perolehan 59.945 suara. Pada periode sebelumnya, yakni 2009–2014, ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPR RI serta bertugas di Komisi V, yang membidangi sektor perhubungan, perumahan rakyat, pekerjaan umum, serta pembangunan desa dan kawasan tertinggal. Dalam bidang akademik, Dr. Taufik Kurniawan menempuh seluruh jenjang pendidikan tingginya di Universitas Diponegoro. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik (S.T.) pada Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Undip pada tahun 1992, kemudian melanjutkan ke Program Magister Manajemen dan lulus pada tahun 1995. Komitmennya terhadap pengembangan keilmuan berlanjut hingga jenjang doktoral melalui Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro, yang diselesaikannya pada tahun 2014. Selain berkiprah di dunia akademik dan legislatif, Dr. Taufik dikenal memiliki ketertarikan kuat terhadap aktivitas organisasi. Karier politiknya diawali dengan keterlibatan aktif di Partai Amanat Nasional, termasuk menjabat sebagai Sekretaris DPW PAN Jawa Tengah, yang menjadi pijakan awal dalam perjalanan panjangnya di dunia politik nasional. Kiprah Dr. Taufik Kurniawan mencerminkan kontribusi nyata alumni Universitas Diponegoro, khususnya dari disiplin ilmu ekonomi, dalam mengisi ruang-ruang strategis pengambilan kebijakan publik. Keberhasilannya menjadi bukti peran Undip dalam mencetak pemimpin berintegritas yang berorientasi pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Success Story : Dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Menuju Puncak Dunia Bisnis Indonesia

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) mencatat salah satu kisah inspiratif alumninya melalui sosok Michael Bambang Hartono, pengusaha nasional yang dikenal luas sebagai figur sentral dalam dunia bisnis Indonesia. Bersama sang kakak, Robert Budi Hartono, beliau membangun dan mengembangkan kelompok usaha besar yang bergerak di berbagai sektor strategis, mulai dari industri rokok, perbankan, teknologi, hingga properti. Perjalanan panjang tersebut bermula dari bangku kuliah di FEB Undip, Semarang. Michael Bambang Hartono lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939. Setelah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, beliau melanjutkan peran keluarga dengan mengelola PT Djarum pascawafatnya sang ayah pada tahun 1963. Tantangan besar sempat dihadapi, termasuk musibah kebakaran pabrik yang mengakibatkan kerugian signifikan. Namun, melalui ketangguhan, inovasi, dan strategi bisnis yang berkelanjutan, PT Djarum berhasil tumbuh menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia. Di luar dunia bisnis, Michael Bambang Hartono juga menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang olahraga, khususnya cabang bridge. Beliau pernah mewakili Indonesia pada Asian Games 2018 dan berhasil meraih medali perunggu, menjadikannya salah satu atlet tertua yang meraih prestasi di ajang olahraga internasional tersebut. Capaian ini menegaskan bahwa semangat berprestasi dan daya juang dapat terus tumbuh lintas usia dan bidang. Kontribusi Michael Bambang Hartono juga tercermin dalam kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, termasuk FEB Undip. Pada peringatan 60 Tahun FEB Undip, beliau menyampaikan orasi ilmiah yang menekankan pentingnya kualitas pendidikan tinggi dalam menghadapi tantangan globalisasi dan Revolusi Industri 4.0. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing global. Kisah Michael Bambang Hartono menjadi bukti bahwa FEB Undip telah melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat luas. Dari ruang kelas hingga panggung bisnis nasional dan internasional, perjalanan beliau menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi, berintegritas, dan berkontribusi bagi bangsa.
