+6224-76486841 / 76486850 feb@live.undip.ac.id

Pada hari Jumat tanggal 11 Maret 2016, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan seminar bertajuk Entrepreneurship Seminar: Business Innovation and Future Business Opportunity. Seminar ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka Dies Natalis FEB Undip ke-56. seminar diadakan di Ruang Aula Gedung C.

Dalam sambutannya, Dekan FEB Undip berharap seminar ini dapat memicu jiwa wirausaha seluruh peserta dan mahasiswa. Seminar yang dimoderatori oleh Dra. Rini Nugraheni, MM. (Dosen Jurusan Manajemen FEB Undip), mengundang Novitania Mundayati (Pemilik “House of Moo”, Semarang), Dr. Bambang WHEP (Dosen FPP Undip), dan Sigit Pramono (Ketua PERBANAS, Ketua Forum Alumni Entrepreneur) sebagai speaker.

Pembicara pertama, Novitania Mundayanti, menceritakan kisahnya dalam mendirikan House of Moo. Novita menggarisbawahi bahwa Inovasi Produk, Tempat, Karyawan, dan Manajemen merupakan faktor kunci dalam kelangsungan bisnis. Sikapnya yang gigih dan pantang menyerah membuat bisnisnya terus berkembang.

Di sesi kedua, Bambang WHEP memberikan tips dan trik agar lebih peka dalam mencari peluang bisnis dengan melakukan penilaian potensi diri melalui SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats). Lebih lanjut Bambang juga menyampaikan hal penting yang harus dilakukan dalam memulai bisnis: berani memulai, mulai sederhana, percaya diri, analisis / perhitungan, rencana dan visi yang jelas, pantang menyerah, optimis, yakin dan bertanggung jawab.

Di sesi terakhir, Sigit Pramono menceritakan bahwa dirinya kini fokus di bidang Sosial Wirausaha. Gagasan Socio Entrepreneur diimplementasikannya dengan menghadirkan wisata Bromo tidak hanya sebagai tempat menikmati sunset tapi juga sebagai tempat yang menyenangkan bersama Jazz Gunung. Ini akan membuat wisatawan tinggal lebih lama dan sebagai gantinya, melakukan lebih banyak transaksi yang akan menguntungkan penduduk setempat. Alumni FEB 1983 ini kemudian mengatakan, dibutuhkan wirausaha-wirausaha baru untuk mendukung pembangunan Indonesia.