FEB Undip dan ACFE Perkuat Ruang Akademik melalui Seminar Call for Papers 2026

Isu fraud semakin membutuhkan perhatian tidak hanya dari perspektif profesional, tetapi juga melalui pengembangan kajian akademik yang dapat memperkaya pemahaman mengenai pencegahan dan penanganannya. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Seminar Call for Papers 2026 yang diselenggarakan FEB Undip bersama Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) pada 8 September 2026. Seminar ini menghadirkan ruang diskusi akademik yang membahas isu fraud, akuntansi, dan audit. Pertemuan perspektif akademik dan profesional menjadi bagian penting dalam memperluas pembahasan mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan fraud serta penguatan praktik pencegahannya. Kolaborasi FEB Undip dan ACFE melalui Call for Papers 2026 juga mempertemukan lingkungan perguruan tinggi dengan organisasi profesional yang memiliki perhatian pada bidang fraud examination. Ruang akademik tersebut memberikan kesempatan untuk mengembangkan gagasan dan kajian yang relevan dengan dinamika akuntansi, audit, serta pencegahan fraud. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian National Anti-Fraud Conference (NAFC) 2026. Penyelenggaraan Call for Papers dalam rangkaian tersebut memperkuat keterhubungan antara penelitian dan diskursus profesional dalam membahas isu fraud secara lebih luas. Bagi FEB Undip, forum semacam ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem akademik yang mempertemukan penelitian, keilmuan, dan praktik profesional. Melalui kolaborasi dengan ACFE, kajian mengenai fraud, akuntansi, dan audit dapat terus dikembangkan untuk memperkaya perspektif akademik sekaligus relevan dengan kebutuhan praktik.
Dies Natalis ke-65 FEB Undip: Pajak sebagai Pilar Utama dalam Membangun Negeri

Semarang – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar Orasi Ilmiah sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis ke-65. Acara ini menghadirkan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Suryo Utomo, S.E., Ak., S.H., M.B.T., Ph.D., yang menyampaikan orasi bertajuk “Pajak: Antara Kebutuhan dan Kepatuhan”. Bertempat di Hall Kewirausahaan, Gedung Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip, acara ini berlangsung pada Jumat, 14 Maret 2025, dan dihadiri oleh akademisi, mahasiswa, serta tamu undangan. Dalam orasinya, Suryo Utomo menegaskan bahwa pajak merupakan pilar utama penerimaan negara, dengan kontribusi mencapai hampir 80% dari total pendapatan nasional. Ia menyoroti bahwa kepatuhan pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga fondasi bagi stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pembangunan nasional. “Kesadaran membayar pajak bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa. Dengan sistem perpajakan yang baik, kita dapat memastikan pemerataan kesejahteraan serta keberlanjutan program-program pembangunan,” ungkapnya. Selain membahas pentingnya kepatuhan pajak, Dirjen Pajak juga mengulas kebijakan reformasi perpajakan yang tengah diterapkan guna meningkatkan efektivitas pemungutan pajak. Ia menjelaskan strategi pemerintah dalam menciptakan sistem perpajakan yang lebih transparan, adil, dan berkelanjutan. Diskusi ini mendapat respons positif dari peserta yang antusias mengajukan pertanyaan terkait tantangan dalam implementasi kebijakan perpajakan di Indonesia. Sinergi Akademik untuk Pertumbuhan Berkelanjutan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, Aset, Bisnis, dan Kerumahtanggaan Undip, Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt., dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Orasi Ilmiah sebagai wadah akademik yang memperkaya wawasan sivitas akademika. Ia juga menekankan pentingnya kemandirian pendanaan universitas sebagai langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan institusi pendidikan tinggi. Sementara itu, Dekan FEB Undip menegaskan bahwa tema Dies Natalis ke-65, “Strengthening a Noble and Valuable World-Class Faculty Through Synergy and Accelerated Growth”, mencerminkan komitmen fakultas dalam memperkuat sinergi serta mempercepat pertumbuhan menuju standar internasional. Dengan delapan program studi yang telah meraih akreditasi internasional, FEB Undip terus berupaya mencetak lulusan yang unggul, bermartabat, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dies Natalis FEB Undip: Refleksi dan Aksi Nyata Orasi Ilmiah ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam perayaan Dies Natalis ke-65 FEB Undip, yang telah berlangsung sejak awal Maret. Kegiatan lainnya mencakup Khotmil Quran, Lomba Debat Ekonomi, Jalan Sehat, dan akan ditutup dengan Bakti Sosial pada April mendatang. Melalui perayaan ini, FEB Undip tidak hanya merefleksikan pencapaiannya selama 65 tahun terakhir, tetapi juga memperkuat peran akademik dan profesional dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Kehadiran Dirjen Pajak dalam Orasi Ilmiah ini menjadi bukti nyata komitmen FEB Undip dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan ekonomi di Indonesia.
FEB Undip dan FEB Andalas Tingkatkan Kerja Sama Strategis di Bidang Tridharma

Padang (22/11) – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB Andalas) resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan kurikulum, dengan tujuan memperkuat pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.) Mengikuti nilai-nilai yang terdapat di dalam Perjanjian Kerja Sama tersebut, maka diadakan kuliah dosen tamu oleh Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., Dekan FEB Undip. Kuliah tersebut mengangkat tema “Tips dan Trik Menyelesaikan Studi Tepat Waktu serta Mempersiapkan Metode Pengajaran.” Kegiatan ini dilakasanakan di Ruang Seminar Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas pada 22 November 2024. Serta dihadiri oleh 300 peserta, termasuk mahasiswa pascasarjana dan dosen FEB Andalas. Kuliah ini merupakan bentuk dari Implementation Arrangement antara Program Studi Doktor Ekonomi dan Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomika & Bisnis Universitas Diponegoro dengan Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis Andalas, yang dirancang untuk mempererat sinergi akademik antar Universitas. Dengan komitmen ini, kedua institusi berupaya memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan dunia pendidikan tinggi. FEB Undip dan FEB Andalas optimis, langkah strategis ini akan menghasilkan kontribusi nyata tidak hanya bagi institusi masing-masing, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.
Seminar Nasional FEB UNDIP: Ekonomi dan Keuangan Syariah Dukung Perekonomian Nasional

Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Program Studi Ekonomi Islam dan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Fakultas Ekonomika Dan Bisnis, dengan bangga menggelar Seminar Nasional bertajuk “Membaca Ekonomi dan Keuangan Syariah pada Pemerintahan Baru Indonesia” pada Rabu, 11 September 2024 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Kampus UNDIP Tembalang, Jl. Prof. Moeljono S. Trastotenojo, Tembalang, Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan dan tantangan ekonomi syariah baik secara nasional maupun global, dengan fokus pada arah kebijakan di bawah pemerintahan baru. Kegiatan ini bertepatan juga dengan satu dekade Program Studi Ekonomi Islam. Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh terkemuka dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah. Sambutan utama disampaikan oleh Prof. Dr. (Hc) KH. Ma’ruf Amin, M.Ag., Wakil Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Beliau menekankan peran penting ekonomi syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia serta memaparkan rencana strategis untuk pengembangannya. “Capaian ini menunjukkan bahwa ekonomi dan keuangan syariah dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman, berkontribusi pada perekonomian nasional, dan berpotensi besar di pasar global, serta mampu menjadi arus baru dalam perekonomian Indonesia,” terang Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat memberikan pidatonya. Tidak hanya itu, kontribusi ekonomi dan keuangan syariah terhadap perekonomian nasional, lanjut wapres, telah mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam lima tahun terakhir. “Kontribusi aktivitas usaha syariah terhadap PDB nasional pada Desember 2023 mencapai hampir 47 persen. Bahkan, pangsa pasar keuangan syariah saat ini telah mencapai 11,04 persen terhadap total aset keuangan nasional,” paparnya. Pada sektor dana sosial syariah, potensi besar wakaf uang yang telah terakumulasi sebesar 2,56 triliun rupiah. Bahkan, sambung Wapres, zakat, infak, sedekah, dan dana keagamaan sosial lainnya telah mencapai 32,3 triliun rupiah. Selain dalam lingkup nasional, pada kesempatan ini Wapres juga mengapresiasi kontribusi yang telah diraih dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah di lingkup global. “Perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat global juga cukup membanggakan,” puji Wapres. “Indonesia berhasil meraih peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator dan Islamic Finance Development Indicator, pada tahun 2023,” pungkasnya. Pada kesempatan yang sama Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. melaporkan bahwa Universitas Diponegoro melalui Program Studi Ekonomi Islam dan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis, dengan bangga menggelar Seminar Nasional bertajuk “Membaca Ekonomi dan Keuangan Syariah pada Pemerintahan Baru Indonesia” bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan dan tantangan ekonomi syariah baik secara nasional maupun global, dengan fokus pada arah kebijakan di bawah pemerintahan baru. “Kegiatan ini bertepatan juga dengan satu dekade Program Studi Ekonomi Islam,” ucapnya. Atas kehadiran Wapres, Rektor Suharnomo menyampaikan rasa terimakasih dan bangga. “Merupakan suatu kehormatan bagi kami, Wakil Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) berkenan berbagi wawasan mengenai perkembangan dan tantangan ekonomi syariah baik secara nasional maupun global,” ucapnya. Diskusi ini semakin diperkaya dengan pandangan ahli dari dua narasumber terkemuka: Assoc. Prof. Sutan Emir Hidayat, Ph.D., Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah KNEKS, dan Ir. Adiwarman Azwar Karim, SE, MBA, MAEP, Wakil Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia. Seminar ini dipandu oleh Aris Anwaril Muttaqin, Lc., M.Si. yang memastikan adanya diskusi yang dinamis dan interaktif. Beberapa topik utama yang dibahas dalam seminar ini antara lain pertama, Kemajuan ekonomi syariah Indonesia di kancah global, dibuktikan dengan peringkat ketiga Indonesia dalam Indikator Ekonomi Syariah Global 2023, yang melonjak tujuh peringkat dalam satu dekade terakhir. Kedua, masa depan infrastruktur keuangan syariah, termasuk integrasi keuangan syariah dengan sistem keuangan nasional, serta strategi untuk mendorong inovasi dan daya saing produk dan layanan syariah. Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa, akademisi, dan pemangku kepentingan utama dalam sektor keuangan syariah, memberikan informasi dan perspektif yang berharga untuk memajukan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Acara ini menegaskan potensi Indonesia untuk menjadi pusat keuangan syariah global, terutama dengan dukungan kebijakan dari pemerintahan baru. Acara ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk memajukan penelitian, pendidikan, dan kolaborasi dalam bidang ekonomi syariah, memastikan ekonomi Islam terus menjadi kekuatan penggerak dalam pembangunan nasional Indonesia. sumber : undip.ac.id
Departemen Manajemen Menyelenggarakan Visiting Professor Bahas Academic Entrepreneurship untuk Pengembangan Sosio-Ekonomi

Semarang, 22 Agustus 2024 – Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar acara Visiting Professor bertajuk “Academic Entrepreneurship to Commercialize University Research Output for Socio-Economic Development” pada Kamis, 22 Agustus 2024, di Hall Gedung Kewirausahaan FEB Undip. Acara ini menghadirkan Dr. Dwitya Kirana, B.Sc., M.Sc., Ph.D., seorang akademisi sekaligus entrepreneur, yang juga menjabat sebagai Assistant Professor Innovation and Technology Management di International Digital Laboratory, University of Warwick, Inggris. Dalam sambutannya Dekan FEB Undip yakni, Prof. Faisal, menyampaikan rasa senang dan bangganya akan kegiatan ini. Beliau yakin kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar tidak bagi akademisi yang ada di FEB Undip tetapi dapat meningkatkan reputasi yang baik bagi institusi kami. Dalam kuliahnya, Dr. Dwitya menekankan pentingnya kewirausahaan akademik sebagai jalan untuk mengkomersialisasikan hasil riset universitas demi mendukung pengembangan sosio-ekonomi masyarakat. Ia memaparkan empat agenda utama yang perlu dikuasai peserta untuk menjadi akademisi sekaligus entrepreneur. Pertama, Dr. Dwitya membahas mengenai konsep akademik entrepreneurship. Kedua, ia menyoroti pentingnya inovasi berbasis masyarakat dan bagaimana universitas dapat mewujudkan ide-ide tersebut. Agenda ketiga berfokus pada temuan penelitian terkait inovasi di Indonesia, dan yang terakhir, ia menekankan pentingnya tindakan konkret dalam mengimplementasikan inovasi tersebut. “Dunia industri sangat penting untuk menciptakan dampak nyata dari hasil riset universitas. Enterpreneurship tidak hanya tentang menjadi pebisnis, tetapi juga mencakup proses, pengetahuan, dan keterampilan,” ujar Dr. Dwitya. Ia juga membagikan beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh universitas untuk mendorong kewirausahaan akademik, seperti peningkatan kolaborasi dan penciptaan lingkungan ekosistem yang mendukung. Acara yang dihadiri oleh Dekan FEB Undip, dosen, dan mahasiswa Program Studi Manajemen FEB Undip, turut hadir juga seorang entrepreneur muda yakni Chacha Frederica (Wynne Frederica, S.E., BBA.) hal ini diharapkan dapat menginspirasi akademisi Undip untuk lebih aktif dalam dunia entrepreneurship, sehingga hasil penelitian mereka dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan sosio-ekonomi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Kegiatan ini juga bertujuan memperkaya wawasan dan memperkuat jaringan internasional.
Program ‘Corpu Goes to Campus’ Kemenkeu RI Hadir di FEB UNDIP

Kamis, 14 Desember 2023 – Telah diselenggarakan Diseminasi Kajian Fiskal Regional Triwulan III Tahun 2023. Acara yang dipersembahkan dalam kerangka program ‘Corpu Goes to Campus’ Kementerian Keuangan Republik Indonesia ini bertujuan utama untuk memperluas literasi keuangan negara di kalangan Perguruan Tinggi. Kegiatan berlangsung di Ruang Pojok Kemenkeu, Gedung B Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) Semarang. Pembicara utama pada kesempatan ini adalah Bapak Muhdi, Ph.D., Kepala Kanwil DJPb Jawa Tengah, yang juga sebagai Kepala Perwakilan dari Kemenkeu Jateng. Ia berbagi wawasan mendalam mengenai kajian fiskal regional. “Banyak akademisi yang menyampaikan bahwa pendalaman terkait fiskal masih sedikit dan sulit ditemukan. Dengan adanya kegiatan ini, teman-teman mahasiswa diharapkan dapat lebih mendalami lagi kajian mengenai fiskal, untuk kemudian dilakukan pengembangan maupun riset terkait dengan fiskal. Ini merupakan peluang yang bagus untuk masuk pada ruang tersebut. Masukan dari riset akademisi tadi dapat menjadi insight bagi Pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait pengelolaan fiskal dengan lebih tepat.” disampaikan oleh beliau. Pendapatnya disandingkan dengan Bapak Wahyu Widodo, Ph.D., selaku Dosen Ekonomi di FEB Undip. “mahasiswa ekonomi sebaiknya tidak menganggap kebijakan fiskal sebagai sesuatu yang terpisah dari bidang studi mereka. Beliau menegaskan bahwa seluruh elemen perekonomian saling berinteraksi dalam mengelola kebijakan fiskal, mengingat peran strategisnya sebagai penyerap kejutan, motor transformasi ekonomi, penguatan lokal, penyelarasan regional, hingga peningkatan kualitas belanja.” tuturnya. Kegiatan ini bukan hanya memperkaya pemahaman tentang aspek-aspek kajian fiskal regional, tetapi juga memperkuat sinergi antara instansi pemerintah dan akademisi. Kolaborasi yang terjalin pada acara ini menjadi tonggak penting dalam menghadapi dinamika keuangan negara. Harapannya, melalui dialog terus-menerus semacam ini, FEB UNDIP dapat terus berkontribusi pada pengembangan pemikiran dan kebijakan ekonomi yang berkelanjutan.
Perwakilan Kemenkeu Bahas Kinerja APBN Jawa Tengah bersama FEB Undip

Semarang, 29 November 2023, Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Tengah bersama Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar pertemuan di Ruang Pojok Kemenkeu FEB Undip untuk membahas kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Jawa Tengah hingga periode akhir Oktober 2023. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat terkemuka, termasuk Kepala Kanwil DJPb Jawa Tengah, Kepala Kanwil DJKN Jateng dan DIY, Local Expert dari FEB Undip, Wahyu Widodo, serta beberapa perwakilan dari organisasi – organisasi mahasiswa FEB Undip. Pertemuan ini menjadi kegiatan pertama pihak Kemenkeu dan FEB Undip menggunakan Ruang Pojok Kemenkeu yang dimana tidak lama sebelumnya telah di resmikan oleh Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani. Adapun agenda utama dalam forum ini yaitu untuk membahas perkembangan ekonomi dan indikator kesejahteraan di Jawa Tengah. Dimana perekonomian global yang masih dihadapkan pada berbagai risiko ketidakpastian dan kondisi geopolitik mempengaruhi pertumbuhan ekonomi wilayah ini. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga menunjukkan penurunan, namun tetap terkendali dengan inflasi yang tetap terjaga. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga aktivitas ekonomi domestik dan mewaspadai dampak perlambatan global yang mungkin terjadi. Kinerja Fiskal Regional: Defisit dan Tren Surplus Anggaran Dalam pembahasan kinerja APBN Jawa Tengah, terungkap bahwa realisasi belanja semakin meningkat, dan APBN mencatatkan defisit sebesar Rp141,36 miliar. Penerimaan APBN Jawa Tengah hingga Oktober 2023 berhasil mencapai Rp86,07 triliun (82,94% dari target), sementara realisasi belanja mencapai Rp86,22 triliun (79,01% dari pagu). Defisit ini mengakhiri tren surplus anggaran yang berlangsung sejak awal tahun 2023. Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan dan mengakselerasi kinerja APBN Jawa Tengah guna menjaga aktivitas perekonomian dan mengoptimalkan APBN sebagai shock absorber. Meskipun terdapat defisit, perekonomian Jawa Tengah diperkirakan tetap optimis dan stabil. Pelaksanaan APBN untuk pembangunan di wilayah ini menjadi fokus utama dalam upaya menjaga ketahanan ekonomi di tengah dinamika global. Pertemuan ini juga diharapkan akan membangun sinergi antara Kementerian Keuangan dan FEB Undip dalam mendukung pembangunan ekonomi Jawa Tengah. Keahlian dan kontribusi Local Expert dari FEB Undip, Wahyu Widodo, diharapkan dapat memberikan perspektif yang berharga untuk memajukan kebijakan ekonomi di tingkat regional.
Festival Riset Akuntansi 2023: Peran Penting Akuntansi Dalam Menghadapi Tantangan Dari Perkembangan Ekonomi Kontemporer

Semarang, 23 November 2023 – Prodi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan Accounting Research Festival edisi ketiga. Acara dengan judul “The Role of Accounting Competency Development in Sustainable Economic Recovery and Digital Economy” bertujuan untuk mengungkap peran penting akuntansi dalam menghadapi tantangan yang muncul dari perkembangan dunia ekonomi kontemporer. Festival Riset Akuntansi tahun ini diselenggarakan secara hybrid. Livestreaming melalui channel Youtube FEB Undip (@FEBUNDIPSMG) dan tatap muka yang dilaksanakan di Ruang Serba Guna Program Studi Magister Akuntansi FEB Undip, Hayam Wuruk, Semarang. Acara ini menjadi forum bagi para akademisi, praktisi, dan mahasiswa yang memiliki minat bersama dalam bidang akuntansi, pemulihan ekonomi berkelanjutan, dan ekonomi digital. Acara dimulai dengan sambutan dari Surya Raharja, Ph.D., selaku ketua program studi Magister Akuntansi FEB Undip. Beliau menyatakan bahwa “kesempatan ini menjadi peluang yang luar biasa bagi kita semua untuk memperluas pengetahuan, mengingat adanya pembicara yang sangat berkompeten di bidangnya. Saya merasa sangat bersyukur karena kita mampu menyelenggarakan acara berharga ini.” Salah satu sorotan dalam festival ini adalah dari sesi keynote yang menghadirkan para ahli baik dari luar maupun dalam negeri. Para narasumber dalam kegiatan ini mencakup Prof. Khaled Hussainey dari Faculty of Business and Law, University of Portsmouth (UK), Prof. Che Ruhana Isa dari Faculty of Business and Economics, Universiti Malaya (Malaysia), serta Dr. Darsono, seorang pengajar dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Para narasumber dalam kegiatan ini mencakup Prof. Khaled Hussainey dari Faculty of Business and Law, University of Portsmouth (UK), Prof. Che Ruhana Isa dari Faculty of Business and Economics, Universiti Malaya (Malaysia), serta Dr. Darsono, seorang pengajar dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Para peserta berkesempatan mendengarkan pemikiran dari para pemimpin ini, yang berbagi perspektif mengenai tantangan dan peluang terkini dalam dunia akuntansi. Diskusi khususnya terfokus pada konteks pembangunan ekonomi berkelanjutan dan era digital. Acara ini memperkuat komitmen universitas untuk berkontribusi secara signifikan pada kemajuan pengetahuan akuntansi dan aplikasinya dalam menghadapi tantangan ekonomi kontemporer. *dokumentasi : Prodi Maksi FEB Undip
Dampak Keuangan dari Inisiatif Keberlanjutan: Pembelajaran Berharga dari Profesor Tamu Luar Negeri di FEB Undip

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro telah sukses menyelenggarakan program visiting professor dengan tema “Financial Implications of Sustainability Initiatives.” Dalam kegiatan ini, FEB Undip mengundang pembicara dari Universiti Malaya (Malaysia), yaitu Prof. Che Ruhana dan Dr. Ervina binti Alfan. Acara berlangsung pada tanggal 22 November 2023 di Hall gedung KWU FEB Undip, bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya nomor 4 tentang Kualitas Pendidikan, nomor 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta nomor 17 tentang Kemitraan untuk mencapai Tujuan. Dalam kuliah umum ini, sebagai pembicara pertama yaitu Dr. Ervina binti Alfan dimanamembahas materi mengenai implikasi keuangan dari inisiatif keberlanjutan. Sebelum memasuki inti materi tentang keuangan dan keberlanjutan, beliau menekankan pentingnya memahami konsep keberlanjutan terlebih dahulu. “Pembangunan Berkelanjutan dapat diartikan sebagai setiap keputusan yang diambil oleh stakeholders yang dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan tanpa membahayakan generasi manusia di masa depan,” jelasnya. Prof. Che Ruhana membawakan materi tentang Sustainability and Management Accounting, menyoroti pentingnya integrasi antara isu lingkungan dengan Manajemen Akuntansi. “Environmental Management Accounting (EMA) adalah metode yang membantu stakeholder dalam pengambilan keputusan terkait investasi pengendalian dampak lingkungan, membangun budaya pengurangan polusi, dan minimalisasi limbah industri, serta meningkatkan efisiensi ekonomi,” ungkapnya. Dalam pembahasannya, Prof. Che Ruhana menekankan empat aspek yang perlu diperhatikan untuk menciptakan distribusi nilai yang seimbang, yakni aspek financial, stakeholder, Internal Business Process, dan Learning and Growth. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Danes Quirira Octavio, dosen muda dan koordinator Lab Bloomberg FEB Undip, yang telah membimbing acara bersama kedua pembicara. Sebagai penutup acara, diadakan sesi tanya jawab dan diskusi antara peserta dan pembicara yang hadir. ( tiga dari tujuh belas goals sustainability)
Kuliah Dosen Tamu PPAk : Perkembangan Teknologi AI Dalam Dunia Akuntansi.

Program Pendidikan Akuntan (PPAk) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu dengan tema “Impacts of Generative Artificial Intelligence (AI) on Accounting Education, Research, Practice, and Ethical Concerns.” Kuliah ini diadakan pada Selasa, 7 November 2023, mulai pukul 09.00 WIB melalui platform Zoom Meeting. Kuliah Dosen Tamu ini menjadi salah satu acara penting yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan praktisi akuntansi untuk mendalami pengaruh kecerdasan buatan (AI) generatif dalam dunia akuntansi. Kuliah ini membahas dampak AI generatif dalam berbagai aspek akuntansi. Narasumber dalam kuliah ini adalah Prof. Frendy, Ph.D., CPA., yang berasal dari Graduate School of Management, Nagoya University of Commerce and Business, Japan. Prof. Frendy adalah pakar di bidang akuntansi dan memiliki pengalaman yang luas dalam penelitian AI dan aplikasinya dalam dunia akuntansi. Dalam kuliahnya, Prof. Frendy berbagi pengetahuan dan wawasan terbaru tentang bagaimana AI generatif mempengaruhi perkembangan dunia akuntansi. Adapun Adi Firman Ramadhan, SE, M.Ak. Ak, CA, seorang Dosen Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, bertindak sebagai moderator dalam kuliah tersebut. Diharapkan melalui kuliah ini dapat memberikan wawasan berharga kepada semua peserta, dan pihak Fakultas khususnya PPa (Program Pendidikan AKuntan) FEB berterima kasih kepada Prof. Frendy dan Adi Firman Ramadhan yang telah berkontribusi dalam menjadikan acara ini sukses. Semoga inovasi dan perkembangan di bidang akuntansi akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi AI generatif.

