sdgs

Riwayat Berdirinya Universitas Diponegoro

Kegiatan Fakultas

FEB UNDIP Melaksanakan Workshop Optimalisasi Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 1 PTNBH Semester I Tahun 2022

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam rangka pengukuran kinerja bagi perguruan tinggi berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3/M/2021. IKU yang ditetapkan oleh Kemendikbud-Ristek adalah 8 Indikator Kinerja Utama untuk seluruh Perguruan Tinggi Negeri-Badan Hukum. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) pada Jumat-Sabtu, 16-18 September 2022 melaksanakan Workshop Optimalisasi Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 1 PTNBH Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semester I Tahun 2022. Pelaksanaan Workshop ini juga untuk mendukung program SDG’s poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas serta poin 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. IKU 1 PTN BH adalah indikator kinerja yang menghitung persentase lulusan S1 yang berhasil mendapat pekerjaan; melanjutkan studi; atau menjadi wiraswasta pada waktu 1 tahun sebelum Tahun Sekarang (TS-1). IKU 1 PTN BH dihitung dari lulusan yang bekerja kurang dari 6 bulan dengan penghasilan 1,2 kali tempat bekerja; wiraswasta dengan penghasilan 1,2 kali tempat lulusan usaha; dan lulusan melanjutkan studi kurang dari 12 bulan. Jumlah capaian IKU 1 FEB UNDIP per tanggal 16 September 2022 adalah sebesar 490 lulusan dari jumlah total lulusan 616 orang dengan persentase jumlah capaian adalah sebesar 79,54%. Acara workshop diawali dengan sambutan oleh Prof. Dr. Suharnomo selaku Dekan FEB UNDIP. Prof. Suharnomo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kesuksesan membuat capaian tracer study FEB UNDIP luar biasa sampai dengan saat ini. Prof. Dr. Suharnomo mengatakan bahwa capaian tracer study tetap ditingkatkan karena juga bermanfaat untuk mengetahui profil lulusan sebagai evaluasi diri bagi FEB UNDIP. Acara workshop pada hari kedua dilanjutkan dengan paparan mengenai Indikator Kerja Utama (IKU) Universitas Diponegoro PTNBH dan Renstra oleh Prof. Dr. Ir. Purwanto, DEA.. Prof. Dr. Purwanto menjelaskan mengenai poin-poin secara detail yang menjadi target UNDIP untuk 8 indikator kinerja PTNBH dan 60 indikator kinerja Renstra Universitas Diponegoro dan strategi pencapaiannya. Narasumber yang menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas Diponegoro menyampaikan dalam hal pelaporan indikator IKU PTNBH Kemendikbud-Ristek sudah diintegrasikan dengan IKU Renstra, sehingga untuk pelaporan Fakultas atau Unit cukup satu kali. Sampai pada sesi lanjut kegiatan adalah Pendampingan Teknis Pengisian Indikator Kinerja Utama PTNBH 1 yang dipandu oleh Nuryanto, S.Gz., M.Gizi. selaku Koordinator IKU 1 PTNBH Universitas Diponegoro. Optimalisasi Capaian Tracer Study dilakukan dengan menghubungi alumni untuk mengisi tracer yang dilakukan oleh operator prodi dengan memandu dan membantu alumni yang kesulitan dalam pengisian aplikasi tersebut. Kegiatan workshop dilaksanakan secara luring di Hotel Horison, Pekalongan, Jawa Tengah. Workshop ini dihadiri oleh Pimpinan diantaranya Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas Diponegoro, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Departemen, Ketua Program Studi dan Para Operator tracer study di lingkungan FEB UNDIP. Sampai saat ini tanggal 20 September 2022, hasil capaian IKU 1 PTN BH FEB UNDIP sejumlah 528 lulusan dari 616 orang lulusan dengan persentase sebesar 85,88%. Sedangkan untuk respon rate rata-rata dari program studi baik S1, Profesi, S2 dan S3 adalah sebesar 91%.

Peduli Lingkungan Pesisir, BEM FEB Gelar ECOCARE 2022: Bukti Anak Ekonomi Cinta Bumi

Semarang, 18 September 2022 – Kegiatan Ecocare 2022 dari Bidang Sosial Masyarakat dan Lingkungan Hidup (Somaliah) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (BEM FEB Undip) berjalan dengan penuh antusiasme. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Ecocare 2022 berkolaborasi dengan berbagai sponsor dan terbuka untuk seluruh mahasiswa FEB yang lolos seleksi. Acara ini memiliki dua agenda utama. Agenda pertama ialah penanaman 1.000 bibit mangrove, sedangkan agenda kedua adalah bersih-bersih pantai. Kegiatan ini berlokasi di Pantai Mangunharjo, Semarang, Jawa Tengah. Dalam keberjalanannya, kegiatan ini juga berkolaborasi bersama masyarakat setempat. Adapun harapan dari berlangsungnya program ini sebagaimana disampaikan oleh Dito Febrian, ketua pelaksana Ecocare 2022, dalam sambutannya di awal acara. “Harapannya langkah kecil kita pada pagi hari ini bisa mengurangi erosi dari pantainya tersebut (Pantai Mangunharjo),” papar Dito. (LD)

FEB UNDIP Menyelenggarakan Workshop Akreditasi dan Re-Akreditasi Nasional dan Internasional Jurnal Ilmiah di Lingkungannya

Perguruan tinggi sudah seharusnya memiliki sarana publikasi yang berkualitas dan berstandar sebagai wadah bagi peneliti dalam mempublikasikan karya ilmiahnya, sarana publikasi yang berkualitas juga sesuai dengan goals ke-4 dalam Sustainable Development Goals (SDG’s) yaitu quality education dimana diharapkan pendidikan atau pengetahuan dapat diakses oleh siapapun tanpa terkecuali. Demi mewujudkan sarana publikasi yang berkualitas Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) tanggal 9-14 September 2022 melaksanakan kegiatan Workshop Akreditasi dan Re-Akreditasi Nasional dan Internasional bagi Jurnal Ilmiah di Lingkungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Kegiatan workshop ini dilakukan secara luring di Hotel Horison, Pekalongan, Jawa Tengah yang dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan dan seluruh Chief Editor jurnal ilmiah di lingkungan FEB UNDIP. Saat ini FEB UNDIP memiliki 14 jurnal ilmiah yang terdiri dari 6 jurnal ilmiah yang dikelola oleh Departemen Manajemen, 4 jurnal ilmiah yang dikelola oleh Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan dan 4 jurnal ilmiah yang dikelola oleh Departemen Akuntansi. Dari 14 jurnal ilmiah tersebut 5 diantaranya sudah terakreditasi SINTA, antara lain Diponegoro Journal of International Business (DIJB) telah terakreditasi SINTA 2, Jurnal Bisnis Strategi (JBS) terakreditasi SINTA 3, Jurnal Sains Pemasaran Indonesia (JSPI) terakreditasi SINTA 3, Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan (JDEP) terakreditasi SINTA 3 dan Jurnal Akuntansi dan Auditing (JAA) terakreditasi SINTA 3. Acara workshop diawali dengan sambutan Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si selaku Dekan FEB UNDIP. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Suharnomo menyampaikan bahwa FEB UNDIP harus memiliki jurnal ilmiah dengan akreditasi internasional bereputasi, maka dari itu diharapkan para pengelola jurnal ilmiah di lingkungan FEB UNDIP serius dalam mengelola jurnalnya masing-masing. Kegiatan workshop dilanjutkan dengan pemaparan singkat kondisi jurnal ilmiah yang ada di lingkungan FEB UNDIP kemudian dilanjutkan dengan paparan output yang diharapkan setelah workshop ini selesai yang disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D.. Sesi pertama workshop diisi dengan pemaparan materi Akreditasi dan Re-Akreditasi Nasional dan Internasional oleh Yoris Adi Maretta, M.Pd., Staff LPPM Universitas Negeri Semarang (UNNES). Yoris Adi Maretta, M.Pd. sebagai pengembang jurnal ilmiah di lingkungan UNNES dan juga menjabat Ketua Pengurus Daerah Relawan Jurnal Indonesia Jawa Tengah. Dalam kesempatan ini beliau memberikan beberapa best practice dalam pengelolaan jurnal ilmiah agar dapat ter-akreditasi baik nasional maupun internasional serta memberikan strategi menjadi jurnal ilmiah berstandar internasional dengan meningkatkan artikel, editor maupun reviewer yang berasal dari luar negeri. Sesi kedua workshop adalah pendampingan perbaikan substansi dan persyaratan jurnal ilmiah dalam menghadapi akreditasi oleh Wahyu Setiyadi, S.Kom.. Wahyu Setiyadi, S.Kom. memiliki banyak pengalaman dalam mengembangkan jurnal ilmiah baik di lingkungan Universitas Diponegoro dan di luar Universitas Diponegoro. Wahyu Setiyadi, S.Kom. melakukan pendampingan pada seluruh jurnal ilmiah yang ada di lingkungan FEB UNDIP dengan menyelesaikan permasalahan jurnal ilmiah. Permasalahan yang paling sering ditemukan adalah masalah administrasi dimana nama jurnal tidak selaras dengan penamaan jurnal dengan yang tercantum pada ISSN. Namun demikian seluruh permasalahan dapat diatasi dan hampir seluruh jurnal ilmiah di FEB UNDIP sudah siap untuk melaksanakan akreditasi.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Undip Mengadakan Diskusi Bersama Terkait Rasionalisasi Naiknya BBM

Semarang, 09 September 2022 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan acara ‘Diskusi Kuy!’. Diskusi mengenai kenaikan harga BBM ini mencari validasi dengan merasionalisasi naiknya BBM pada realita. Acara ini dilaksanakan di DOME FEB Undip yang dipandu oleh Prof. Dr. FX. Sugiyanto, M.S., selaku pembicara. Diskusi dimoderatori oleh Gusti Ibrahim, Koordinator Bidang Pergerakan dan Dinamika Sosial (PDS) BEM FEB Undip. Pembicara yang juga merupakan Guru Besar Ilmu Ekonomi Undip tersebut melaporkan kenaikan harga BBM ini terutama disebabkan karena adanya inflasi yang membuat APBN juga ikut berubah. Salah satu dana pemerintah yang paling besar ternyata bukan berasal dari gaji pegawai, tetapi dari penentuan anggaran untuk pensiun para pegawainya. Dana pensiun yang diberikan pemerintah sekitar Rp2500 triliun tiap tahun, sehingga dalam hal ini dana pensiun diganti dengan dana asuransi di hari tua. Dalam penjelasannya, pembicara menyampaikan jika BBM tidak dinaikkan maka ada beberapa hal yang terjadi. Yang pertama adalah tidak adil, karena yang paling banyak menikmati subsidi justru golongan yang seharusnya tidak perlu subsidi untuk kebutuhan BBM nya. Yang kedua adalah hitungan pemerintah, subsidi, dan kompensasi akan mencapai Rp653 triliun (dengan asumsi kebutuhan tidak menurun). Yang ketiga, harga minyak internasional tetap akan tinggi walaupun saat ini menurun sedikit. Yang keempat, defisit APBN akan semakin membengkak di atas 3% GDP, yang mana bukan hanya tidak sesuai dengan undang-undang saja, melainkan dapat mengancam sustainable fiskal. Yang terakhir, tidak ada jaminan inflasi akan menurun walaupun harga BBM tidak dinaikkan dan keenam, akan mengancam subsidi yang lain, misalnya pada kesehatan, pensiun, dan lain sebagainya. Dengan demikian, pemerintah dan Pertamina perlu lebih transparan dalam menghitung harga perekonomian. Pemerintah perlu lebih menjelaskan kepada publik cara pemberian serta besarnya pemberian dan kepada siapa saja yang diberikan subsidi, kemudian seharusnya selalu memperbaiki data penerima subsidi dan sistem pemberian subsidi, dan menerapkan perilaku hemat penggunaan BBM oleh masyarakat serta para pengusaha tidak boleh mengambil sebuah peluang. (MF)

FEB Undip Gandeng INDEF Menggelar INDEF School of Political Economy: Politik dan Pembangunan Daerah

Hari ini (12/07), Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) berkerjasama dengan INDEF (Institute For Development of Economics and Finance) melaksanakan kegiatan INDEF School of Political Economy. INDEF School of Political Economy (ISPE) adalah program pelatihan ekonomi-politik dengan tujuan memberikan pemahaman tentang konsep dasar ekonomi dan metodologi untuk melakukan analisis terhadap suatu fenomena ekonomi serta memahami praktik ekonomi-politik yang terjadi di Indonesia. Perhelatan kegiatan ISPE tidak hanya dilaksanakan di Jakarta, tetapi di beberapa daerah lain di Indonesia dan juga luar negeri. INDEF School of Political Economy dengan tajuk Politik dan Pembangunan Daerah kali ini digelar di kalangan kampus. Bertempat di Ruang Sidang Departemen Akuntansi FEB Undip acara dilaksanakan secara tatap muka. Acara ini dihadiri oleh para dosen, peneliti, mahasiswa dan pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FEB Undip, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah serta para dosen, peneliti dan mahasiswa. Acara yang digelar selama 3 hari mulai 12 – 14 Juli 2022 dibuka oleh Prof. Dr. Suharnomo selaku Dekan FEB Undip. “Kegiatan ini adalah merupakan forum yang sangat baik, dan dapat memberikan bekal ilmu” ujarnya. Prof. Dr. Suharnomo mengucapkan terimakasih kepada INDEF, Sekretaris Daerah Jawa Tengah (Sekda Jateng) dan para pembicara yang sudah hadir dalam acara ini. Sekda Jateng, Sumarno, S.E., M.M. yang mewakili Gubernur Jawa Tengah menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena ini adalah bagian peran serta peserta untuk dapat melihat kondisi ekonomi dunia saat ini, dan ada tantangan-tantangan yang harus dihadapi antara lain krisis energi akibat perang antara Rusia dan Ukraina yang berdampak sangat luar biasa. Kegiatan ini menghadirkan pembicara ternama di bidang ekonomi antara lain: Esther Sri Astuti, Ph.D. (FEB Undip dan Research Director INDEF); Faisal H. Basri (INDEF); Prof. F.X. Sugiyanto (FEB Undip); Akhmad Syakir Kurnia, Ph.D. (FEB Undip); Kementerian Dalam Negeri RI; dan Rusli Abdullah (INDEF). Kegiatan ini merupakan langkah FEB dalam mendukung Universitas Diponegoro untuk pelaksanaan aksi SDGs Poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

BRI Kembali Menggelar Program Pemberdayaan Desa Melalui Program Desa Brilian 2022

Bank BRI bekerjasama dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro melaksanakan pelatihan kepada desa binaan BRI pada tahun 2022. Kegiatan pemberdayaan desa ini dinamakan Program Desa Brilian yang telah dilakukan oleh Bank BRI mulai tahun 2020. Pada Tahun 2022, Bank BRI menargetkan 1.000 desa di seluruh Indonesia yang akan diberikan pelatihan dan dilaksanakan pada Bulan April 2022 sampai dengan November 2022. Program “Desa Brilian” merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul dan semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis SDG’s. Desa – desa yang tergabung dalam program “Desa Brilian” diharapkan menjadi sumber inspirasi kemajuan desa yang dapat direplikasi ke desa-desa lainnya. Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK, Supari, menjelaskan bahwa Program Desa Brilian ini adalah merupakan salah satu partisipasi Bank BRI dalam membangun Indonesia. Peran BRI tidak terbatas pada fungsi Financial Intermediary saja tetapi juga memiliki fungsi dalam pemberdayaan (empowerment) bagi UMKM dan juga perekonomian Desa. Sedangkan Profesor Dr. Suharnomo S.E., M.Si. selaku Dekan FEB Undip dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Desa Brilian yang dijalankan oleh BRI ini merupakan program yang sangat bagus dalam membangun Desa. Desa merupakan salah satu elemen pemerintahan mini yang harapannya Desa menjadi pondasi dalam membangun Indonesia. Membangun desa bukan hanya melalui fisik saja tetapi juga membangun sumber daya manusianya. Sehingga seluruh elemen dapat adaptif dengan perkembangan teknologi dan zaman sebagai modal utama untuk membangun Desa. BRI juga hadir dalm Penguatan Ekonomi Desa dibarengi dengan pembuatan platform Pasar.id dan juga Platform Pemberdayaan Online melalui Platform LinkUKM Program Desa Brilian fokus terhadap pengembangan 4 aspek penting yang terdapat di desa yaitu BUMDes sebagai motor ekonomi desa, Digitalisasi, Sustainability & Innovation dengan objek pemberdayaan meliputi : Perangkat desa, Pengurus BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa, Pelaku Usaha Desa dan Pegiat Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Program Desa Brilian ini memiliki tiga tahapan; Tahap pertama adalah tahap Empowerment. Tahapan kedua adalah Assistance, dan tahapan ketiga adalah Graduation. Dalam tahap Empowerment ini Desa diberikan pelatihan soft competencies maupun hard competencies untuk membangun mindset membangun desa. Terdapat 5 materi empowerment yang sangat relevan yang perlu dikuasai oleh perangkat desa, pengurus BUMDes, dan pelaku UMKM di desa yaitu: 1. Kepemimpinan (leadership) 2. Penguasaan Kompetensi Manajerial 3. Entrepreneurship 4. Teknik Komunikasi 5. Penguasaan Aspek Tanggung Jawab Sosial Begitu tahapan Empowerment selesai, selanjutnya desa peserta akan dinilai oleh Pelaksana Pendampingan Desa Brilian ini melalui tahapan Graduation. Dalam tahapan ini desa akan dipilih 10 desa terbaik yang mana kesepuluh desa terbaik ini akan mendapatkan keuntungan dengan di inkubasi oleh Inkubator Bisnis KKIB Undip dalam program pengembangan desa. Selain itu desa akan dibantu dan di dampingi dalam mengembangkan website dDesa. Keuntungan lainnya desa kan mendapatkan bantuan pengembangan desa senilai 10 juta untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa dalam bentuk peralatan yang dibutuhkan oleh BUMdes untuk mengembangkan potensi bisnisnya. Setelah tahap Graduation, program pendampingan Desa Brilian ini ditutup dengan tahap asistensi Desa Brilian. Tahap ini merupakan aktivitas pendampingan intensif peserta Desa Brilian dimana akan dipilih 10 Desa Brilian terbaik di setiap batch-nya. Pelaksanaan pendampingan ini dilakukan secara online dan onsite dengan pelaksanaan minimal adalah 12 kali dalam waktu 3 bulan. Dalam asistensi ini akan diberikan minimal 1 orang tenaga pendamping untuk setiap desa. Desa-Desa Brilian terbaik dari tiap batch di Program Desa Brilian 2022 akan kembali diseleksi dan diberikan apresiasi pada acara Pagelaran Desa Brilian 2022 yang menjadi event puncak Program Desa Brilian Bank BRI dimana Juara Desa Brilian 2022 akan menerima piala bergilir Desa Brilian BRI yang sebelumnya dimenangkan oleh Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat.