FEB Undip Bahas Peran Islamic Social Finance dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Islamic Social Finance menjadi salah satu pendekatan yang dapat mempertemukan dimensi sosial dan ekonomi dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Perspektif tersebut menjadi bahasan utama dalam Kuliah Umum “Islamic Social Finance as a Catalyst for Sustainable Economic Development” yang diselenggarakan oleh Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro pada Rabu (9/9/2026) di Hall Pertamina, Lantai 3 Gedung Dekanat FEB Undip. Kuliah umum menghadirkan Prof. Waryono Abdul Ghofur, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia, serta Prof. Raditya Sukmana, Guru Besar Universitas Airlangga, sebagai narasumber. Kehadiran keduanya mempertemukan perspektif kelembagaan dan akademik dalam membahas perkembangan Islamic Social Finance serta relevansinya terhadap pembangunan ekonomi. Pembahasan mengenai Islamic Social Finance menempatkan instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, dan instrumen lainnya dalam perspektif yang lebih luas. Tidak hanya berkaitan dengan penyaluran dana sosial, keuangan sosial Islam memiliki ruang untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih berkelanjutan. Keterkaitan Islamic Social Finance dengan pembangunan berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam diskusi. Integrasi antara sumber daya sosial, penguatan kelembagaan, dan agenda pembangunan membuka peluang bagi instrumen keuangan sosial Islam untuk berkontribusi terhadap pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Bagi mahasiswa FEB Undip, pembahasan tersebut memperluas perspektif mengenai ekonomi Islam yang tidak hanya berada pada ranah keuangan komersial, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan pembangunan. Pemahaman tersebut penting untuk melihat bagaimana instrumen ekonomi dapat ditempatkan dalam konteks persoalan sosial dan kebutuhan pembangunan yang lebih luas. Kuliah umum ini sekaligus memperkuat ruang dialog antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan kajian Islamic Social Finance. Melalui perspektif akademik dan kebijakan yang dipertemukan dalam satu forum, keuangan sosial Islam dapat terus dikaji sebagai bagian dari upaya membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.

EduClass FEB Undip Dorong Mahasiswa Lebih Cakap Mengelola Keuangan dan Mempersiapkan Karier

Literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan setelah perguruan tinggi. Kemampuan mengelola keuangan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga dengan kecakapan menilai pilihan, mempertimbangkan risiko, dan mengambil keputusan secara rasional. Hal tersebut menjadi bahasan dalam EduClass bertema “Literasi Keuangan dan Career Preparation” yang diselenggarakan pada 2 September 2026 di Hall Gedung C FEB Undip. Kegiatan ini menghadirkan Eska Setia Kuncara, Analis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK dan EPK di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah, sebagai narasumber. Turut memberikan sambutan Aulia Vidya Almadana, S.E., M.M., Sekretaris Program Studi Manajemen FEB Undip, dan Luthfi Naim, Branch Manager Astra Credit Companies (ACC) Semarang. Dalam pemaparannya, Eska menempatkan literasi keuangan sebagai kemampuan yang berkaitan langsung dengan kualitas pengambilan keputusan. Pengetahuan mengenai keuangan, menurut materi yang disampaikan, perlu diikuti dengan keterampilan dan keyakinan yang membentuk sikap serta perilaku dalam mengelola keuangan. Data SNLIK yang dipaparkan menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen, sementara Jawa Tengah mencapai 73,83 persen. Persoalan tersebut kemudian dikaitkan dengan perencanaan keuangan dan keputusan investasi. Mahasiswa perlu memahami tujuan keuangan, menentukan prioritas, serta memperhitungkan kondisi dan risiko sebelum menentukan pilihan. Sikap kritis juga diperlukan agar keputusan finansial tidak didasarkan pada keinginan memperoleh keuntungan secara cepat, keputusan tanpa analisis, ataupun penggunaan produk yang legalitasnya belum dipastikan. Perubahan lanskap digital turut memperluas tantangan dalam pengelolaan keuangan. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), misalnya, membuka peluang munculnya bentuk penipuan baru melalui deepfake, voice cloning, impersonation, phishing berbasis AI, hingga bukti dan testimoni yang direkayasa. Dalam konteks tersebut, peserta diperkenalkan pada prinsip ” Waspada, Legal, dan Logis ” sebagai dasar dalam menilai tawaran maupun layanan keuangan yang ditemui. Kecakapan mengambil keputusan secara rasional, mengenali risiko, dan menyusun perencanaan menjadi bagian dari kesiapan memasuki kehidupan profesional. Melalui EduClass ini, literasi keuangan ditempatkan sebagai salah satu kompetensi yang mendukung mahasiswa dalam membangun kemandirian serta merencanakan masa depan secara lebih terukur.

FEB Undip dan UNISRI Perkuat Pengembangan Program Studi Bisnis Digital melalui Benchmarking

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menerima kunjungan benchmarking dari Program Studi S-1 Bisnis Digital Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026, di Ruang Sidang Senat FEB Undip. Pertemuan ini menjadi ruang bagi kedua institusi untuk bertukar pengalaman dalam mengembangkan pendidikan Bisnis Digital sekaligus memperkuat tata kelola akademik yang relevan dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha dan industri. Kegiatan dihadiri Putri Oktovita Sari, S.E., MBA., selaku Ketua Program Studi Bisnis Digital UNISRI beserta tim. Dari FEB Undip, hadir Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E., Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan; Dr. Wahyu Meiranto, S.E., Akt., M.Si., Wakil Dekan Sumber Daya; serta Dr. Kardison Lumban Batu, S.E., M.Sc., Ketua Program Studi Bisnis Digital FEB Undip beserta tim. Melalui benchmarking, kedua institusi berbagi pengalaman dan wawasan mengenai pengembangan Program Studi Bisnis Digital, termasuk berbagai aspek yang mendukung penyelenggaraan pendidikan dan tata kelola akademik. Pertukaran praktik dan pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi masing-masing institusi dalam melakukan penguatan dan pengembangan program studi secara berkelanjutan. Bagi FEB Undip, forum semacam ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya berbagi pengetahuan dan memperluas jejaring antarp perguruan tinggi. Kolaborasi dan pertukaran praktik baik menjadi penting untuk memastikan pendidikan Bisnis Digital terus berkembang sejalan dengan perubahan teknologi, kebutuhan industri, serta dinamika dunia kerja.

FEB UNDIP TETAPKAN KETUA DAN SEKRETARIS SENAT PERIODE 2026–2031

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menetapkan kepemimpinan baru Senat Fakultas untuk periode 2026–2031 melalui sidang pemilihan yang berlangsung di Ruang Sidang Senat FEB Undip pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam sidang tersebut, Dr. Mahfudz, S.E., M.T. terpilih sebagai Ketua Senat FEB Undip, sedangkan Mirwan Surya Perdhana, S.E., M.M., Ph.D. dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Senat FEB Undip. Pemilihan diikuti oleh unsur pimpinan fakultas dan departemen yang terdiri atas Dekan, Wakil Dekan, Ketua Departemen, serta Ketua Program Studi. Proses pemilihan berlangsung sebagai bagian dari mekanisme tata kelola fakultas dalam menentukan kepemimpinan Senat untuk lima tahun ke depan. Terpilihnya Dr. Mahfudz menandai estafet kepemimpinan dari Prof. Anis Chariri, S.E., M.Com., Ph.D., Akt., yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Senat FEB Undip periode 2021–2026. Sementara itu, jabatan Sekretaris Senat yang sebelumnya diemban oleh Dr. Mahfudz selanjutnya diteruskan oleh Mirwan Surya Perdhana. Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari keberlanjutan tata kelola akademik yang mendukung pelaksanaan fungsi Senat sebagai salah satu organ penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan fakultas. Senat Fakultas memiliki peran strategis dalam memberikan pertimbangan dan masukan terhadap berbagai kebijakan akademik, menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan, serta mendukung pengembangan institusi sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik. Melalui kepemimpinan baru ini, FEB Undip diharapkan terus memperkuat perannya dalam mewujudkan lingkungan akademik yang unggul, adaptif, dan berintegritas. Keluarga besar FEB Undip mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Mahfudz, S.E., M.T. sebagai Ketua Senat FEB Undip dan Mirwan Surya Perdhana, S.E., M.M., Ph.D. sebagai Sekretaris Senat FEB Undip periode 2026–2031. Amanah yang diemban diharapkan semakin memperkuat sinergi sivitas akademika dalam mendukung kemajuan FEB Undip sebagai fakultas yang unggul dan bereputasi di tingkat nasional maupun internasional.

Hadirkan Cek kesehatan gratis di Desa Purworejo, Kolaborasi mahasiswa KKN-T UNDIP IDBU-2 dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak serta Puskesmas Kecamatan Bonang, Menyasar 200 Warga Desa.

Purworejo, Demak- Sabtu, 8 Agustus 2026. Mahasiswa KKN-T IDBU (Kuliah Kerja Nyata-Tematik Iptek bagi Desa Binaan Undip) 2 Universitas Diponegoro, berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) terbatas bagi sejumlah warga di Desa Purworejo. CKG terbatas diperuntukkan hanya bagi warga desa yang telah terjaring melalui screening kesehatan oleh mahasiswa KKN-T pada minggu sebelumnya. Jumlah warga desa yang menjadi sasaran prioritas CKG adalah sebanyak 200 orang dengan riwayat diabetes, hipertensi, tuberkulosis, rematik, anemia, hepatitis, serta kesejahteraan geriatri. Acara yang bertempat di Balai Desa Purworejo ini, dimulai pukul 07.00 pagi dan disambut oleh antusiasme tinggi dari masyarakat desa, bahkan sampai pukul 12.00 siang warga masih terus berdatangan. Pelaksanaan CKG adalah bentuk realisasi komitmen mahasiswa KKN-T untuk mendukung SDG’S 3, yaitu Good Health and Well-Being khususnya di wilayah desa pesisir. Satu minggu sebelum pelaksanaan CKG terbatas, tepatnya dimulai pada tanggal 30 Juli 2026 mahasiswa KKN-T IDBU 2 Kelompok A yang beranggotakan ⁠Vania Rahma Putri (Hukum), Sabrina Mantika (Ekonomi), Shanti Alya Paramita (Akuntansi), Andika Alfi Khoyron (Manajemen), Sekar Mitayani (Teknik Komputer), Anasthasya Jessy Onica (Ilmu Kelautan), Savita Aurora Rakhma (Kedokteran Umum), Nadiya Nuhaifa (Bisnis Digital), Tegar Hermawan (Ekonomi), dan Yunita Mellyndra Sari (Keperawatan) melaksanakan screening kesehatan secara door to door atau langsung ke rumah para warga RW 1, 2, dan 7 yang telah terdata sebelumnya melalui posyandu rutin bulanan Desa Purworejo. Screening dilakukan oleh mahasiswa KKN-T untuk mendapatkan data terbaru dan menyesuaikannya secara keseluruhan agar CKG pada tanggal 8 dan 9 Agustus dapat dipastikan tepat sasaran. Selain itu, melalui screening oleh mahasiswa KKN-T didapati data terbaru yang sudah terdigitalisasi melalui excel, data ini kemudian diserahkan kepada perangkat kesehatan desa untuk dapat diperbaharui setiap bulannya dan dipergunakan secara berkelanjutan. Selain itu, salah satu sorotan dalam CKG terbatas kali ini adalah penelusuran, pencegahan, serta penyembuhan bagi warga desa yang berkontak erat atau kontak serumah dengan orang beriwayat penyakit tuberkulosis. Penelusuran (tracing) menggunakan alat X Ray Portable yang disediakan oleh Puskesmas Kecamatan Bonang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kab. Demak. Integrasi CKG pada 8 Agustus 2026 merupakan awalan sebelum puncak acara, yaitu CKG massal yang menyasar 1000 warga Desa Purworejo keesokan harinya, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Pelaksanaan CKG adalah upaya preventif sekaligus rehabilitatif dalam memonitoring kesehatan warga desa pesisir. Upaya preventif melalui screening dengan media kuesioner oleh para mahasiswa KKN-T yang langsung menanyakan kondisi dan keluhan kesehatan warga desa, sedangkan upaya rehabilitatif diwujudkan melalui pemberian obat sesuai penyakit yang diderita. Melalui pelaksanaan CKG ini, masyarakat desa semakin merasakan dampak positif dari kehadiran mahasiswa KKN-T Undip Tahun 2026.  

International Community Services FEB UNDIP Perkuat Pemberdayaan Perempuan Pesisir melalui Keterampilan Produksi dan Pengelolaan Usaha

Demak, 7 Agustus 2026 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan International Community Services (ICS) bertajuk “Empowering Kartini Bahari through Food Processing Skills, Waste Management, and Financial Literacy” di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan pesisir agar semakin produktif, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan. Program International Community Services ini diketuai oleh Dr. Andri Prastiwi, S.E., M.Si., Akt., dengan Prof. Dra. Indah Susilowati, M.Sc., Ph.D. sebagai Koordinator Lapangan. Keterlibatan dosen perempuan FEB Undip dari tiga bidang keilmuan, yaitu Ekonomi, Akuntansi, dan Manajemen, menjadi salah satu kekuatan program karena memungkinkan pemberdayaan perempuan pesisir dilakukan melalui pendekatan multidisiplin, mulai dari peningkatan produktivitas, pengelolaan usaha, pemasaran, pengelolaan keuangan rumah tangga, hingga keberlanjutan lingkungan. Sebagai kegiatan pengabdian masyarakat berskala internasional, program ini turut menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Betania Kartika Muflih dari International Institute for Halal Research and Training (INHART), International Islamic University Malaysia (IIUM). Kehadiran akademisi internasional tersebut memperkaya pertukaran pengetahuan dan praktik dalam pengembangan keterampilan produktif bagi perempuan di wilayah pesisir. Dalam sesi pengolahan pangan, Assoc. Prof. Dr. Betania Kartika Muflih memberikan pendampingan mengenai pengolahan produk tempe dan bakso ikan. Kedua keterampilan tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan perempuan dalam menghasilkan produk pangan bernilai tambah sekaligus memperluas peluang kegiatan ekonomi produktif di tingkat rumah tangga. Pelatihan pengolahan tempe dan bakso ikan diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan (women empowerment), terutama melalui peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan pangan. Dengan keterampilan tersebut, perempuan pesisir diharapkan semakin mampu menjadi pelaku ekonomi yang produktif dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga maupun komunitasnya. Pemilihan pengolahan bakso ikan juga memiliki relevansi dengan karakteristik Desa Purworejo sebagai wilayah pesisir. Pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk olahan bernilai tambah diharapkan dapat membuka peluang diversifikasi usaha sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat. Selain peningkatan keterampilan produksi, program ICS ini turut memberikan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan. Dr. Hastarini Dwi Atmanti, S.E., M.Si. menyampaikan materi mengenai pengolahan sampah rumah tangga. Materi tersebut mendorong peserta untuk memahami pentingnya pengelolaan limbah dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan kegiatan usaha produktif. Pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat rumah tangga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pesisir yang lebih bersih sekaligus membangun kesadaran bahwa peningkatan aktivitas ekonomi perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Selanjutnya, Shoimatul Fitria, S.E., M.M. menyampaikan materi mengenai pemasaran produk. Sesi ini menjadi bagian penting dalam menghubungkan kemampuan produksi dengan kemampuan membawa produk kepada konsumen. Peserta didorong untuk memahami bagaimana produk dapat dikembangkan, diperkenalkan, dan dipasarkan sehingga memiliki daya tarik serta nilai ekonomi yang lebih tinggi. Aspek penguatan kapasitas ekonomi keluarga juga mendapat perhatian melalui materi keuangan rumah tangga yang disampaikan oleh Aulizza Abdul Fanni, S.Ak., M.Sc. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga secara tertib, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pemasukan dan pengeluaran, hingga membangun kebiasaan pencatatan keuangan sederhana. Pemahaman mengenai keuangan rumah tangga menjadi penting karena peningkatan keterampilan produksi dan pemasaran perlu disertai kemampuan mengelola pendapatan dengan baik. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih terencana, perempuan pesisir diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus memiliki landasan yang lebih baik dalam mengembangkan kegiatan usaha secara berkelanjutan. Melalui integrasi antara keterampilan pengolahan pangan, pengelolaan sampah, pemasaran produk, dan pengelolaan keuangan rumah tangga, International Community Services ini menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang lebih komprehensif. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai aktor ekonomi yang mampu menghasilkan produk, mengelola sumber daya, memahami pasar, mengatur keuangan, serta meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga dan komunitasnya. Dimensi internasional dalam kegiatan ini juga membuka ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan Malaysia. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjadi landasan bagi pengembangan jejaring dan kegiatan internasional yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan International Community Services, FEB Undip menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan pesisir membutuhkan pendekatan yang saling terhubung. Kemampuan menghasilkan produk perlu diperkuat dengan pemahaman mengenai pemasaran, pengelolaan keuangan, serta keberlanjutan lingkungan agar aktivitas produktif yang dikembangkan mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. FEB Undip menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan serta penguatan program pengabdian masyarakat berwawasan internasional di lingkungan FEB Undip. Apresiasi juga disampaikan atas dukungan skema pendanaan World Class University (WCU) FEB Undip, yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan internasional yang tidak hanya memperkuat jejaring akademik global, tetapi juga menghadirkan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui semangat kolaborasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan, “International Community Services: Empowering Kartini Bahari through Food Processing Skills, Waste Management, and Financial Literacy” diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat posisi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan komunitas serta mendorong terciptanya masyarakat pesisir yang semakin produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

FEB Undip Jajaki Kerja Sama Mobilitas Akademik Bidang Ilmu Ekonomi dengan College of Social Sciences NCCU Taiwan

Taipei – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus memperkuat jejaring internasional melalui penjajakan kerja sama strategis dengan College of Social Sciences, National Chengchi University (NCCU), Taiwan, khususnya dalam pengembangan bidang ilmu ekonomi. Pertemuan berlangsung di General Building, College of Social Sciences, National Chengchi University pada Selasa, 14 Juli 2026. Delegasi FEB Undip dipimpin oleh Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, didampingi Koordinator Bidang Reputasi, Kerja Sama, dan Konektivitas Global, Aktsar Hamdi Tsalits, Ph.D. Sementara itu, delegasi College of Social Sciences NCCU diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Riset, Prof. Tzu-Chin Lin, serta Direktur International Master Program on Applied Economics, Prof. Wen-Chieh Wu. Pertemuan tersebut menghasilkan pembahasan mengenai peluang kerja sama internasional yang pada tahap awal akan difokuskan pada program mobilitas dosen dan mahasiswa di bidang ilmu ekonomi, baik inbound maupun outbound. Untuk program staff mobility inbound, FEB Undip mengundang para profesor bidang ekonomi dari College of Social Sciences NCCU untuk berkontribusi sebagai guest lecturer dalam program Undip Global Classroom, serta sebagai visiting professor maupun adjunct professor di FEB Undip. Sebagai bentuk timbal balik, NCCU juga membuka kesempatan bagi dosen FEB Undip, khususnya dari Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, untuk mengikuti program visiting researcher maupun visiting lecturer di National Chengchi University. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik dosen sekaligus mendorong kolaborasi riset internasional di bidang ekonomi. Selain mobilitas dosen, kedua institusi juga menjajaki kerja sama student mobility melalui skema Credit Transfer System (CTS). NCCU membuka peluang bagi mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi FEB Undip untuk mengikuti perkuliahan di NCCU, sementara FEB Undip juga menawarkan kesempatan bagi mahasiswa bidang ekonomi dari NCCU untuk mengikuti perkuliahan melalui program credit transfer di FEB Undip. Kedua institusi berharap kolaborasi awal yang berfokus pada mobilitas akademik di bidang ilmu ekonomi ini dapat menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih luas di masa mendatang, termasuk pengembangan program double degree, kolaborasi penelitian, penyelenggaraan seminar internasional, serta berbagai bentuk kerja sama akademik lainnya. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam memperluas kemitraan global sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian yang berdaya saing internasional.

FEB Undip Buka Pendaftaran Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi di bidang pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya FEB Undip dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa agar memiliki kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus berkontribusi terhadap penguatan sektor UMKM di Indonesia. Program sertifikasi akan dilaksanakan pada 8–10 Juli 2026. Selama dua hari pertama, peserta akan mengikuti pelatihan serta pendampingan intensif sebagai bekal menghadapi uji kompetensi. Selanjutnya, pada 10 Juli 2026, peserta akan mengikuti Ujian Kompetensi sebagai tahapan akhir untuk memperoleh sertifikasi. Melalui program ini, peserta akan memperoleh berbagai manfaat, di antaranya pelatihan dan pendampingan secara intensif, pengalaman praktis dalam pendampingan UMKM, serta kesempatan memperoleh Sertifikat Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki. Program ini tidak dipungut biaya atau gratis bagi seluruh peserta. Mahasiswa yang mendaftar diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan hingga pelaksanaan ujian kompetensi sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti proses sertifikasi. Mahasiswa yang berminat dapat melakukan pendaftaran dengan  mengakses tautan berikut: https://bit.ly/SertifikasiUMKM2026 Melalui Program Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026, FEB Undip berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki kompetensi profesional di bidang pendampingan UMKM sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Mahasiswa Ekonomi FEB Undip Raih Gold Medal dan Best Inventors Award di Malaysia Lewat Inovasi SnugsyNest

Mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Melalui ajang 10th World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung pada 17–20 Mei 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, tim mahasiswa lintas disiplin berhasil meraih Gold Medal dan Best Inventors Award (Tertiary Category) berkat inovasi platform digital bernama SnugsyNest, sebuah solusi terpadu yang dirancang untuk membantu keluarga dengan anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas mental. Keberhasilan tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas Ni Nyoman Rara Maharani T. (Ekonomi 2024) dari FEB Undip bersama Ainun (Ilmu Komunikasi 2023), Nazwa (Administrasi Publik 2023), dan Dandy (Informatika 2023). Kolaborasi lintas fakultas ini menghadirkan SnugsyNest pada kategori Household and Personal Care, sebuah platform berbasis teknologi yang mengintegrasikan layanan informasi sekolah inklusif, pusat terapi, direktori profesional pendamping, hingga fitur Artificial Intelligence (AI) Virtual Assistant yang dapat membantu orang tua memperoleh informasi mengenai berbagai kondisi disabilitas mental dan kebutuhan pendampingan anak secara lebih mudah dan cepat. Inovasi tersebut lahir dari kepedulian tim terhadap masih terbatasnya akses informasi bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan berbagai temuan dan data yang menunjukkan masih banyak orang tua mengalami kesulitan memperoleh informasi terkait sekolah inklusif, layanan terapi, maupun pendampingan yang sesuai, tim melihat perlunya sebuah platform yang mampu menghubungkan seluruh kebutuhan tersebut dalam satu ekosistem digital. Melalui SnugsyNest, orang tua tidak lagi harus mencari informasi secara terpisah melalui berbagai platform, melainkan dapat mengakses layanan yang lebih terintegrasi dalam satu sistem yang dirancang khusus sesuai kebutuhan mereka. Persiapan menuju kompetisi internasional ini dilakukan sejak Maret 2026. Tim tidak hanya mengembangkan platform dan menyusun proyeksi bisnis sebagai bagian dari strategi peluncuran produk ke pasar, tetapi juga mempersiapkan aspek legalitas melalui perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), menyempurnakan model bisnis, serta menjalani berbagai sesi latihan presentasi dan pitching dalam bahasa Inggris. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa SnugsyNest tidak hanya memiliki nilai inovasi, tetapi juga memiliki potensi implementasi dan keberlanjutan sebagai solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Selama pameran inovasi internasional di Malaysia, tim mempresentasikan konsep, model bisnis, serta dampak sosial yang ditawarkan SnugsyNest di hadapan dewan juri dan pengunjung dari berbagai negara. Inovasi yang menggabungkan teknologi digital dengan pendekatan layanan sosial tersebut mendapatkan apresiasi tinggi karena dinilai mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan akses informasi bagi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Keberhasilan meraih Gold Medal dan Best Inventors Award menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Diponegoro tidak hanya mampu menghasilkan inovasi berbasis teknologi, tetapi juga menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Prestasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menciptakan inovasi yang relevan, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global. Melalui SnugsyNest, tim berharap dapat terus mengembangkan platform tersebut sehingga dapat segera digunakan secara luas dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga, anak berkebutuhan khusus, serta ekosistem pendidikan dan layanan inklusif di Indonesia.  

Undip Global Classroom 2026 Hadirkan Akademisi dari Inggris, Selandia Baru, Malaysia, hingga Thailand

Sebanyak 10 akademisi dari berbagai universitas terkemuka dunia berkolaborasi dengan Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) dalam program Undip Global Classroom (UGC) 2026 yang berlangsung pada April hingga Juni 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan bersama dosen internasional dan memperoleh perspektif global mengenai perkembangan akuntansi, bisnis, serta praktik profesional di berbagai negara. Melalui skema co-teaching yang dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom dan Microsoft Teams, mahasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan dari dosen FEB Undip, tetapi juga berinteraksi langsung dengan akademisi luar negeri yang memiliki pengalaman mengajar dan meneliti di lingkungan internasional. Kehadiran para dosen tamu tersebut menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih dinamis sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai berbagai isu global yang relevan dengan perkembangan dunia usaha, akuntansi, tata kelola, keberlanjutan, hingga riset kontemporer. Akademisi yang terlibat dalam program ini berasal dari sejumlah perguruan tinggi bereputasi internasional, di antaranya University of Auckland (Selandia Baru), Bangor Business School (Inggris), University of Essex (Inggris), Universiti Malaya, Universiti Sains Malaysia, Universiti Malaysia Sabah, Universiti Tunku Abdul Rahman (Malaysia), serta Prince of Songkla University (Thailand). Keterlibatan para akademisi tersebut memberikan akses bagi mahasiswa FEB Undip untuk memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik profesional dari berbagai perspektif internasional tanpa harus meninggalkan ruang kelas. Bagi mahasiswa, program ini menjadi kesempatan berharga untuk merasakan atmosfer pembelajaran global sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi akademik lintas budaya. Interaksi dengan dosen internasional mendorong mahasiswa untuk lebih aktif berdiskusi, berpikir kritis, dan memahami bagaimana berbagai tantangan ekonomi dan bisnis dipandang dari sudut pandang yang berbeda. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan yang akan berkarier di lingkungan kerja yang semakin terhubung secara global. Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, Undip Global Classroom 2026 juga memperkuat jejaring akademik internasional Departemen Akuntansi FEB Undip. Kolaborasi pengajaran yang terbangun melalui program ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, serta program akademik internasional lainnya. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat posisi FEB Undip dalam jejaring pendidikan tinggi global. Sebagai salah satu program unggulan Universitas Diponegoro dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi, Undip Global Classroom menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pengalaman belajar berstandar internasional bagi mahasiswa. Melalui kolaborasi dengan akademisi dunia, FEB Undip terus memperluas ruang pembelajaran global sekaligus mendukung visi Universitas Diponegoro menuju World Class University yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan kolaborasi internasional.