IRCBE 2026 FEB Undip Angkat Tantangan Pertumbuhan Ekonomi dan Keberlanjutan Lingkungan

Semarang, 16 Oktober 2026. Bagaimana ekonomi dapat terus tumbuh tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu persoalan utama yang diangkat dalam The 4th International Research Conference on Business and Economics (IRCBE) yang diselenggarakan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) pada 14–15 Oktober 2026. Menghadirkan akademisi dan peneliti dari dalam maupun luar negeri, konferensi ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai strategi bisnis dan ekonomi dalam menghadapi tantangan keberlanjutan. Mengusung tema “Business and Economics Strategies for a Sustainable Future: Balancing Growth and Environmental Responsibility”, IRCBE 2026 menempatkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan sebagai pokok diskusi. Pembahasan mencakup berbagai isu, mulai dari transformasi dunia kerja, keberlanjutan digital, ekonomi biru, hingga implikasi perkembangan kecerdasan buatan terhadap kebijakan dan praktik ekonomi. Konferensi dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., serta Dekan FEB Undip, Prof. Faisal. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan menghadirkan enam pembicara dari institusi akademik serta lembaga riset nasional dan internasional. Pada hari pertama, plenary session menghadirkan pembahasan mengenai perubahan dunia kerja global, keberlanjutan digital, serta pengelolaan sumber daya kelautan. Alfred Presbitero, Ph.D. dari Deakin Business School, Australia, membahas tantangan dan peluang pengelolaan sumber daya manusia internasional melalui materi “International HRM: Key Challenges and Opportunities for the Future of Global Work”. Sementara itu, Dr. Shamshul Bahri dari University of Malaya, Malaysia, mengangkat urgensi penelitian berbasis dampak dalam pengembangan keberlanjutan digital di Indonesia melalui materi “A Call for Impact Based Research on Digital Sustainability in Indonesia”. Perspektif keberlanjutan juga dibahas melalui konteks pengelolaan sumber daya kelautan. Prof. Indah Susilowati dari Universitas Diponegoro memaparkan materi “Balancing between Economic vs Environment Need: Understanding for the Linkages of Blue Economy, Blue Growth, Blue Justice (a Case Study of Indonesia)”. Pembahasan tersebut mengangkat keterkaitan ekonomi biru, pertumbuhan biru, dan keadilan biru sebagai bagian dari diskusi mengenai keseimbangan kepentingan ekonomi dan lingkungan di Indonesia. Setelah rangkaian plenary session, kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan parallel session. Dalam sesi ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian dan bertukar gagasan berdasarkan bidang kajian masing-masing. Memasuki hari kedua, plenary session kembali menghadirkan perspektif mengenai keberlanjutan ekonomi di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Bahtiar Rifai, Ph.D. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membawakan materi “Sustainable Economy in the Age of AI: Policies and Practices to Foster Innovation and Mitigate Future Risks”, yang menyoroti peran kebijakan dan praktik dalam mendorong inovasi sekaligus memitigasi risiko di masa depan. Selanjutnya, Prof. Yih-Chyi Chuang dari National Chengchi University, Taiwan, melalui materi “Goodness as Strategy: Why Environmental Responsibility is Becoming a Condition of Resilience, Innovation, and Long-Term Competitiveness”, membahas tanggung jawab lingkungan sebagai bagian dari strategi membangun ketahanan, inovasi, dan daya saing jangka panjang. Sesi hari kedua juga menghadirkan Mirwan Surya Perdhana, Ph.D. dari Universitas Diponegoro yang membahas topik penelitian. Sebagaimana pada hari pertama, rangkaian plenary session hari kedua dilanjutkan dengan parallel session. Sesi ini menjadi ruang bagi para peneliti untuk memaparkan hasil kajian, memperoleh masukan, serta berdiskusi mengenai berbagai isu bisnis dan ekonomi. Melalui penyelenggaraan IRCBE 2026, FEB Undip memperluas ruang diskusi akademik mengenai hubungan antara pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan keberlanjutan lingkungan. Pertemuan akademisi dan peneliti lintas institusi ini diharapkan dapat memperkaya perspektif penelitian, memperkuat jejaring akademik, serta membuka peluang pengembangan kajian kolaboratif untuk menjawab tantangan bisnis dan ekonomi di masa depan.
Lengkap, Total Delapan Prodi FEB Undip Rampungkan Asesmen LAMEMBA

Rangkaian asesmen lapangan akreditasi LAMEMBA di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) resmi lengkap setelah empat program studi dari Departemen Manajemen dan Departemen Akuntansi menjalani asesmen pada 23–25 September 2026. Asesmen tersebut menjadi pelengkap rangkaian asesmen pada minggu sebelumnya, yang mencakup empat program studi di bidang Ilmu Ekonomi, Sarjana Ekonomi, Sarjana Ekonomi Islam, Magister Ekonomi dan Doktor Ekonomi. Dengan demikian, seluruh delapan program studi FEB Undip telah menuntaskan asesmen lapangan akreditasi LAMEMBA. Pada asesmen minggu ini, evaluasi mencakup Program Studi Sarjana dan Magister Manajemen serta Program Studi Sarjana dan Magister Akuntansi. Sementara itu, empat program studi di bidang Ilmu Ekonomi telah lebih dahulu menjalani asesmen pada minggu sebelumnya. Tim asesor yang terlibat dalam asesmen 23–25 September 2026 terdiri atas : Prof. Dr. Ir. T. Ezni Balqiah, M.E., M.H. (Asesor bidang Manajemen) Prof. Dr. Ahmad Rizki Sridadi, S.H., M.M. (Asesor bidang Manajemen) Prof. Dr. Grahita Chandrarin, M.Si., Ak., CA. (Asesor bidang Akuntansi) Ni Putu Sri Harta Mimba, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CMA. (Asesor bidang Akuntansi) Tuntasnya rangkaian asesmen untuk delapan program studi menandai selesainya proses asesmen lapangan LAMEMBA di FEB Undip. Proses ini menjadi bagian dari evaluasi dan pengembangan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan fakultas. FEB Undip menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim asesor serta sivitas akademika yang telah mendukung pelaksanaan asesmen. Semoga proses yang telah dilalui memberikan hasil terbaik bagi pengembangan dan peningkatan mutu akademik FEB Undip.
Dua Mahasiswa FEB Undip Raih Silver Medal di Japan Design and Invention Expo 2026

Dua mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro, Bintang Timur (FEB, Ekonomi Islam 2023) dan Moch Maulana Zaki (FEB, Ekonomi Islam 2024), berhasil meraih Silver Medal dalam ajang Japan Design and Invention Expo (JDIE) 2026 yang berlangsung pada 3–4 Juli 2026 di Kansai Airport Conference Hall, Osaka, Jepang. Keduanya menjadi bagian dari Tim Insani, yang beranggotakan mahasiswa lintas fakultas Universitas Diponegoro. Tim tersebut membawa inovasi yang memanfaatkan dunia game Roblox sebagai media pembelajaran interaktif, dengan Bintang Timur dan Moch Maulana Zaki menjadi dua mahasiswa FEB Undip dari Program Studi Ekonomi Islam yang terlibat dalam pengembangan inovasi tersebut. JDIE 2026 merupakan pameran inovasi internasional yang diselenggarakan oleh World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA). Ajang ini mempertemukan peneliti, mahasiswa, dan pelajar dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya inovasi. Selain kompetisi, JDIE juga menghadirkan lokakarya, konferensi internasional, serta seminar yang berkaitan dengan hak kekayaan intelektual dan paten. Pada penyelenggaraan tahun ini, JDIE menghadirkan 328 inovasi dari 23 negara. Kontribusi Mahasiswa Ekonomi Islam dalam Inovasi Berbasis Game Bagi Bintang Timur, keterlibatannya dalam Tim Insani menunjukkan bahwa latar belakang keilmuan tidak menjadi batas untuk berkontribusi dalam pengembangan inovasi teknologi. Sebagai mahasiswa Ekonomi Islam FEB Undip, ia mengambil peran pada aspek pendidikan dan pengembangan konten pembelajaran. Bintang terlibat dalam penyusunan modul pendidikan karakter, mulai dari pengembangan materi, kuis, tahapan pembelajaran dengan tingkat kesulitan yang berjenjang, hingga konsep penyampaian pendidikan karakter secara interaktif melalui Roblox. Kontribusi tersebut diarahkan untuk mengemas nilai-nilai pendidikan karakter ke dalam learning-based game, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif. “Latar belakang saya tidak menjadi batasan untuk bisa berkontribusi dalam inovasi teknologi seperti INSANI. Justru, saya berkontribusi dari sisi pendidikan dan pengembangan konten pembelajaran,” ujar Bintang. Keterlibatan dua mahasiswa FEB Undip dalam Tim Insani juga memperlihatkan ruang kontribusi mahasiswa ekonomi dalam proyek inovasi yang bersifat lintas disiplin. Pengembangan inovasi tidak hanya membutuhkan aspek teknologi, tetapi juga pemahaman terhadap substansi, konten, dan cara menyampaikan pembelajaran kepada pengguna. Membawa Inovasi Mahasiswa Indonesia ke Panggung Internasional Bagi Bintang, pengalaman mengikuti JDIE 2026 memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan inovasi dari berbagai negara. Pertemuan dengan para inovator dari Asia, Eropa, dan berbagai negara lainnya memperluas perspektifnya mengenai perkembangan riset dan teknologi di tingkat internasional. Menurutnya, kesempatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman penting karena inovasi yang dikembangkan mahasiswa Universitas Diponegoro dari Indonesia dapat dipresentasikan dan disandingkan dengan berbagai karya dari negara lain. “Hal tersebut justru menjadi motivasi bagi saya bahwa sebagai mahasiswa Indonesia, kita juga memiliki kesempatan untuk bersaing dan membawa inovasi kita ke tingkat internasional,” ungkapnya. Capaian Silver Medal yang diraih Tim Insani menjadi bagian dari pengalaman akademik dan inovasi mahasiswa Undip di tingkat global. Bagi mahasiswa FEB Undip, pengalaman tersebut juga membuka perspektif bahwa kompetensi di bidang ekonomi dan bisnis dapat dipadukan dengan bidang lain dalam menghasilkan inovasi yang memiliki nilai pembelajaran. Mendorong Mahasiswa Berani Melangkah Pengalaman di JDIE 2026 juga menjadi dorongan bagi Bintang untuk mengajak mahasiswa FEB Undip lebih terbuka terhadap berbagai kesempatan pengembangan diri, termasuk mengikuti kompetisi dan ajang internasional. Menurut Bintang, mahasiswa tidak perlu membatasi diri berdasarkan latar belakang atau asal institusinya. Hal yang lebih penting adalah kemampuan untuk menunjukkan nilai dari diri dan karya yang dibawa. “Jangan takut untuk melangkah. Kita semua punya kesempatan untuk berkembang dan kita juga layak untuk mengikuti kompetisi internasional,” pesannya. Partisipasi mahasiswa FEB Undip dalam ajang internasional seperti JDIE menjadi salah satu ruang pembelajaran di luar kelas yang mempertemukan pengetahuan, kreativitas, kerja lintas disiplin, dan pengalaman global. Capaian tersebut sekaligus memperkaya pengalaman mahasiswa dalam membawa gagasan dan inovasi dari lingkungan kampus ke forum internasional.
FEB Undip Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMEMBA untuk Empat Program Studi Ekonomi

Semarang — Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro menyelesaikan rangkaian Asesmen Lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) yang berlangsung selama tiga hari pada 13–17 September 2026. Asesmen tersebut dilaksanakan untuk proses akreditasi Program Studi Sarjana Ekonomi, Sarjana Ekonomi Islam, Magister Ekonomi, dan Doktor Ekonomi. Rangkaian asesmen menjadi bagian dari proses evaluasi mutu akademik dan pengelolaan program studi. Selama pelaksanaannya, Tim Asesor LAMEMBA melakukan penilaian serta memberikan masukan yang menjadi bahan penting bagi FEB Undip dalam melihat capaian sekaligus ruang pengembangan pada empat program studi yang diasesmen. Asesmen menghadirkan empat asesor, yaitu Prof. Dr. Nisful Laila, S.E., M.Comm. dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Amir Machmud, S.E., M.Si. dari Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Lilik Sugiharti, S.E., M.Si. dari Universitas Airlangga, dan Dr. Nurul Badriyah, S.E., M.E. dari Universitas Brawijaya. Bagi FEB Undip, proses asesmen tidak hanya menjadi tahapan dalam akreditasi, tetapi juga ruang evaluasi untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan mutu akademik. Masukan dari asesor menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kualitas program studi sekaligus mengembangkan tata kelola akademik secara berkelanjutan. Atas terselenggaranya rangkaian asesmen tersebut, FEB Undip menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Tim Asesor LAMEMBA atas waktu, perhatian, dan masukan yang diberikan selama proses asesmen. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh sivitas akademika FEB Undip yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan asesmen. Rangkaian Asesmen Lapangan LAMEMBA diharapkan menjadi bagian dari proses berkelanjutan FEB Undip dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, pengelolaan program studi, serta layanan akademik bagi sivitas akademika.
FEB Undip dan ACFE Perkuat Ruang Akademik melalui Seminar Call for Papers 2026

Isu fraud semakin membutuhkan perhatian tidak hanya dari perspektif profesional, tetapi juga melalui pengembangan kajian akademik yang dapat memperkaya pemahaman mengenai pencegahan dan penanganannya. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Seminar Call for Papers 2026 yang diselenggarakan FEB Undip bersama Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) pada 8 September 2026. Seminar ini menghadirkan ruang diskusi akademik yang membahas isu fraud, akuntansi, dan audit. Pertemuan perspektif akademik dan profesional menjadi bagian penting dalam memperluas pembahasan mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan fraud serta penguatan praktik pencegahannya. Kolaborasi FEB Undip dan ACFE melalui Call for Papers 2026 juga mempertemukan lingkungan perguruan tinggi dengan organisasi profesional yang memiliki perhatian pada bidang fraud examination. Ruang akademik tersebut memberikan kesempatan untuk mengembangkan gagasan dan kajian yang relevan dengan dinamika akuntansi, audit, serta pencegahan fraud. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian National Anti-Fraud Conference (NAFC) 2026. Penyelenggaraan Call for Papers dalam rangkaian tersebut memperkuat keterhubungan antara penelitian dan diskursus profesional dalam membahas isu fraud secara lebih luas. Bagi FEB Undip, forum semacam ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem akademik yang mempertemukan penelitian, keilmuan, dan praktik profesional. Melalui kolaborasi dengan ACFE, kajian mengenai fraud, akuntansi, dan audit dapat terus dikembangkan untuk memperkaya perspektif akademik sekaligus relevan dengan kebutuhan praktik.
FEB Undip Bahas Peran Islamic Social Finance dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Islamic Social Finance menjadi salah satu pendekatan yang dapat mempertemukan dimensi sosial dan ekonomi dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Perspektif tersebut menjadi bahasan utama dalam Kuliah Umum “Islamic Social Finance as a Catalyst for Sustainable Economic Development” yang diselenggarakan oleh Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro pada Rabu (9/9/2026) di Hall Pertamina, Lantai 3 Gedung Dekanat FEB Undip. Kuliah umum menghadirkan Prof. Waryono Abdul Ghofur, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia, serta Prof. Raditya Sukmana, Guru Besar Universitas Airlangga, sebagai narasumber. Kehadiran keduanya mempertemukan perspektif kelembagaan dan akademik dalam membahas perkembangan Islamic Social Finance serta relevansinya terhadap pembangunan ekonomi. Pembahasan mengenai Islamic Social Finance menempatkan instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, dan instrumen lainnya dalam perspektif yang lebih luas. Tidak hanya berkaitan dengan penyaluran dana sosial, keuangan sosial Islam memiliki ruang untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih berkelanjutan. Keterkaitan Islamic Social Finance dengan pembangunan berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam diskusi. Integrasi antara sumber daya sosial, penguatan kelembagaan, dan agenda pembangunan membuka peluang bagi instrumen keuangan sosial Islam untuk berkontribusi terhadap pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Bagi mahasiswa FEB Undip, pembahasan tersebut memperluas perspektif mengenai ekonomi Islam yang tidak hanya berada pada ranah keuangan komersial, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan pembangunan. Pemahaman tersebut penting untuk melihat bagaimana instrumen ekonomi dapat ditempatkan dalam konteks persoalan sosial dan kebutuhan pembangunan yang lebih luas. Kuliah umum ini sekaligus memperkuat ruang dialog antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan kajian Islamic Social Finance. Melalui perspektif akademik dan kebijakan yang dipertemukan dalam satu forum, keuangan sosial Islam dapat terus dikaji sebagai bagian dari upaya membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.
EduClass FEB Undip Dorong Mahasiswa Lebih Cakap Mengelola Keuangan dan Mempersiapkan Karier

Literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan setelah perguruan tinggi. Kemampuan mengelola keuangan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga dengan kecakapan menilai pilihan, mempertimbangkan risiko, dan mengambil keputusan secara rasional. Hal tersebut menjadi bahasan dalam EduClass bertema “Literasi Keuangan dan Career Preparation” yang diselenggarakan pada 2 September 2026 di Hall Gedung C FEB Undip. Kegiatan ini menghadirkan Eska Setia Kuncara, Analis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK dan EPK di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah, sebagai narasumber. Turut memberikan sambutan Aulia Vidya Almadana, S.E., M.M., Sekretaris Program Studi Manajemen FEB Undip, dan Luthfi Naim, Branch Manager Astra Credit Companies (ACC) Semarang. Dalam pemaparannya, Eska menempatkan literasi keuangan sebagai kemampuan yang berkaitan langsung dengan kualitas pengambilan keputusan. Pengetahuan mengenai keuangan, menurut materi yang disampaikan, perlu diikuti dengan keterampilan dan keyakinan yang membentuk sikap serta perilaku dalam mengelola keuangan. Data SNLIK yang dipaparkan menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen, sementara Jawa Tengah mencapai 73,83 persen. Persoalan tersebut kemudian dikaitkan dengan perencanaan keuangan dan keputusan investasi. Mahasiswa perlu memahami tujuan keuangan, menentukan prioritas, serta memperhitungkan kondisi dan risiko sebelum menentukan pilihan. Sikap kritis juga diperlukan agar keputusan finansial tidak didasarkan pada keinginan memperoleh keuntungan secara cepat, keputusan tanpa analisis, ataupun penggunaan produk yang legalitasnya belum dipastikan. Perubahan lanskap digital turut memperluas tantangan dalam pengelolaan keuangan. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), misalnya, membuka peluang munculnya bentuk penipuan baru melalui deepfake, voice cloning, impersonation, phishing berbasis AI, hingga bukti dan testimoni yang direkayasa. Dalam konteks tersebut, peserta diperkenalkan pada prinsip ” Waspada, Legal, dan Logis ” sebagai dasar dalam menilai tawaran maupun layanan keuangan yang ditemui. Kecakapan mengambil keputusan secara rasional, mengenali risiko, dan menyusun perencanaan menjadi bagian dari kesiapan memasuki kehidupan profesional. Melalui EduClass ini, literasi keuangan ditempatkan sebagai salah satu kompetensi yang mendukung mahasiswa dalam membangun kemandirian serta merencanakan masa depan secara lebih terukur.
FEB Undip dan UNISRI Perkuat Pengembangan Program Studi Bisnis Digital melalui Benchmarking

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menerima kunjungan benchmarking dari Program Studi S-1 Bisnis Digital Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026, di Ruang Sidang Senat FEB Undip. Pertemuan ini menjadi ruang bagi kedua institusi untuk bertukar pengalaman dalam mengembangkan pendidikan Bisnis Digital sekaligus memperkuat tata kelola akademik yang relevan dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha dan industri. Kegiatan dihadiri Putri Oktovita Sari, S.E., MBA., selaku Ketua Program Studi Bisnis Digital UNISRI beserta tim. Dari FEB Undip, hadir Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E., Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan; Dr. Wahyu Meiranto, S.E., Akt., M.Si., Wakil Dekan Sumber Daya; serta Dr. Kardison Lumban Batu, S.E., M.Sc., Ketua Program Studi Bisnis Digital FEB Undip beserta tim. Melalui benchmarking, kedua institusi berbagi pengalaman dan wawasan mengenai pengembangan Program Studi Bisnis Digital, termasuk berbagai aspek yang mendukung penyelenggaraan pendidikan dan tata kelola akademik. Pertukaran praktik dan pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi masing-masing institusi dalam melakukan penguatan dan pengembangan program studi secara berkelanjutan. Bagi FEB Undip, forum semacam ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya berbagi pengetahuan dan memperluas jejaring antarp perguruan tinggi. Kolaborasi dan pertukaran praktik baik menjadi penting untuk memastikan pendidikan Bisnis Digital terus berkembang sejalan dengan perubahan teknologi, kebutuhan industri, serta dinamika dunia kerja.
FEB UNDIP TETAPKAN KETUA DAN SEKRETARIS SENAT PERIODE 2026–2031

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menetapkan kepemimpinan baru Senat Fakultas untuk periode 2026–2031 melalui sidang pemilihan yang berlangsung di Ruang Sidang Senat FEB Undip pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam sidang tersebut, Dr. Mahfudz, S.E., M.T. terpilih sebagai Ketua Senat FEB Undip, sedangkan Mirwan Surya Perdhana, S.E., M.M., Ph.D. dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Senat FEB Undip. Pemilihan diikuti oleh unsur pimpinan fakultas dan departemen yang terdiri atas Dekan, Wakil Dekan, Ketua Departemen, serta Ketua Program Studi. Proses pemilihan berlangsung sebagai bagian dari mekanisme tata kelola fakultas dalam menentukan kepemimpinan Senat untuk lima tahun ke depan. Terpilihnya Dr. Mahfudz menandai estafet kepemimpinan dari Prof. Anis Chariri, S.E., M.Com., Ph.D., Akt., yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Senat FEB Undip periode 2021–2026. Sementara itu, jabatan Sekretaris Senat yang sebelumnya diemban oleh Dr. Mahfudz selanjutnya diteruskan oleh Mirwan Surya Perdhana. Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari keberlanjutan tata kelola akademik yang mendukung pelaksanaan fungsi Senat sebagai salah satu organ penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan fakultas. Senat Fakultas memiliki peran strategis dalam memberikan pertimbangan dan masukan terhadap berbagai kebijakan akademik, menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan, serta mendukung pengembangan institusi sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik. Melalui kepemimpinan baru ini, FEB Undip diharapkan terus memperkuat perannya dalam mewujudkan lingkungan akademik yang unggul, adaptif, dan berintegritas. Keluarga besar FEB Undip mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Mahfudz, S.E., M.T. sebagai Ketua Senat FEB Undip dan Mirwan Surya Perdhana, S.E., M.M., Ph.D. sebagai Sekretaris Senat FEB Undip periode 2026–2031. Amanah yang diemban diharapkan semakin memperkuat sinergi sivitas akademika dalam mendukung kemajuan FEB Undip sebagai fakultas yang unggul dan bereputasi di tingkat nasional maupun internasional.
Hadirkan Cek kesehatan gratis di Desa Purworejo, Kolaborasi mahasiswa KKN-T UNDIP IDBU-2 dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak serta Puskesmas Kecamatan Bonang, Menyasar 200 Warga Desa.

Purworejo, Demak- Sabtu, 8 Agustus 2026. Mahasiswa KKN-T IDBU (Kuliah Kerja Nyata-Tematik Iptek bagi Desa Binaan Undip) 2 Universitas Diponegoro, berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) terbatas bagi sejumlah warga di Desa Purworejo. CKG terbatas diperuntukkan hanya bagi warga desa yang telah terjaring melalui screening kesehatan oleh mahasiswa KKN-T pada minggu sebelumnya. Jumlah warga desa yang menjadi sasaran prioritas CKG adalah sebanyak 200 orang dengan riwayat diabetes, hipertensi, tuberkulosis, rematik, anemia, hepatitis, serta kesejahteraan geriatri. Acara yang bertempat di Balai Desa Purworejo ini, dimulai pukul 07.00 pagi dan disambut oleh antusiasme tinggi dari masyarakat desa, bahkan sampai pukul 12.00 siang warga masih terus berdatangan. Pelaksanaan CKG adalah bentuk realisasi komitmen mahasiswa KKN-T untuk mendukung SDG’S 3, yaitu Good Health and Well-Being khususnya di wilayah desa pesisir. Satu minggu sebelum pelaksanaan CKG terbatas, tepatnya dimulai pada tanggal 30 Juli 2026 mahasiswa KKN-T IDBU 2 Kelompok A yang beranggotakan Vania Rahma Putri (Hukum), Sabrina Mantika (Ekonomi), Shanti Alya Paramita (Akuntansi), Andika Alfi Khoyron (Manajemen), Sekar Mitayani (Teknik Komputer), Anasthasya Jessy Onica (Ilmu Kelautan), Savita Aurora Rakhma (Kedokteran Umum), Nadiya Nuhaifa (Bisnis Digital), Tegar Hermawan (Ekonomi), dan Yunita Mellyndra Sari (Keperawatan) melaksanakan screening kesehatan secara door to door atau langsung ke rumah para warga RW 1, 2, dan 7 yang telah terdata sebelumnya melalui posyandu rutin bulanan Desa Purworejo. Screening dilakukan oleh mahasiswa KKN-T untuk mendapatkan data terbaru dan menyesuaikannya secara keseluruhan agar CKG pada tanggal 8 dan 9 Agustus dapat dipastikan tepat sasaran. Selain itu, melalui screening oleh mahasiswa KKN-T didapati data terbaru yang sudah terdigitalisasi melalui excel, data ini kemudian diserahkan kepada perangkat kesehatan desa untuk dapat diperbaharui setiap bulannya dan dipergunakan secara berkelanjutan. Selain itu, salah satu sorotan dalam CKG terbatas kali ini adalah penelusuran, pencegahan, serta penyembuhan bagi warga desa yang berkontak erat atau kontak serumah dengan orang beriwayat penyakit tuberkulosis. Penelusuran (tracing) menggunakan alat X Ray Portable yang disediakan oleh Puskesmas Kecamatan Bonang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kab. Demak. Integrasi CKG pada 8 Agustus 2026 merupakan awalan sebelum puncak acara, yaitu CKG massal yang menyasar 1000 warga Desa Purworejo keesokan harinya, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Pelaksanaan CKG adalah upaya preventif sekaligus rehabilitatif dalam memonitoring kesehatan warga desa pesisir. Upaya preventif melalui screening dengan media kuesioner oleh para mahasiswa KKN-T yang langsung menanyakan kondisi dan keluhan kesehatan warga desa, sedangkan upaya rehabilitatif diwujudkan melalui pemberian obat sesuai penyakit yang diderita. Melalui pelaksanaan CKG ini, masyarakat desa semakin merasakan dampak positif dari kehadiran mahasiswa KKN-T Undip Tahun 2026.

