FEB Undip Buka Pendaftaran Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi di bidang pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya FEB Undip dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa agar memiliki kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus berkontribusi terhadap penguatan sektor UMKM di Indonesia. Program sertifikasi akan dilaksanakan pada 8–10 Juli 2026. Selama dua hari pertama, peserta akan mengikuti pelatihan serta pendampingan intensif sebagai bekal menghadapi uji kompetensi. Selanjutnya, pada 10 Juli 2026, peserta akan mengikuti Ujian Kompetensi sebagai tahapan akhir untuk memperoleh sertifikasi. Melalui program ini, peserta akan memperoleh berbagai manfaat, di antaranya pelatihan dan pendampingan secara intensif, pengalaman praktis dalam pendampingan UMKM, serta kesempatan memperoleh Sertifikat Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki. Program ini tidak dipungut biaya atau gratis bagi seluruh peserta. Mahasiswa yang mendaftar diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan hingga pelaksanaan ujian kompetensi sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti proses sertifikasi. Mahasiswa yang berminat dapat melakukan pendaftaran dengan  mengakses tautan berikut: https://bit.ly/SertifikasiUMKM2026 Melalui Program Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026, FEB Undip berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki kompetensi profesional di bidang pendampingan UMKM sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Mahasiswa Ekonomi FEB Undip Raih Gold Medal dan Best Inventors Award di Malaysia Lewat Inovasi SnugsyNest

Mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Melalui ajang 10th World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung pada 17–20 Mei 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, tim mahasiswa lintas disiplin berhasil meraih Gold Medal dan Best Inventors Award (Tertiary Category) berkat inovasi platform digital bernama SnugsyNest, sebuah solusi terpadu yang dirancang untuk membantu keluarga dengan anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas mental. Keberhasilan tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas Ni Nyoman Rara Maharani T. (Ekonomi 2024) dari FEB Undip bersama Ainun (Ilmu Komunikasi 2023), Nazwa (Administrasi Publik 2023), dan Dandy (Informatika 2023). Kolaborasi lintas fakultas ini menghadirkan SnugsyNest pada kategori Household and Personal Care, sebuah platform berbasis teknologi yang mengintegrasikan layanan informasi sekolah inklusif, pusat terapi, direktori profesional pendamping, hingga fitur Artificial Intelligence (AI) Virtual Assistant yang dapat membantu orang tua memperoleh informasi mengenai berbagai kondisi disabilitas mental dan kebutuhan pendampingan anak secara lebih mudah dan cepat. Inovasi tersebut lahir dari kepedulian tim terhadap masih terbatasnya akses informasi bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan berbagai temuan dan data yang menunjukkan masih banyak orang tua mengalami kesulitan memperoleh informasi terkait sekolah inklusif, layanan terapi, maupun pendampingan yang sesuai, tim melihat perlunya sebuah platform yang mampu menghubungkan seluruh kebutuhan tersebut dalam satu ekosistem digital. Melalui SnugsyNest, orang tua tidak lagi harus mencari informasi secara terpisah melalui berbagai platform, melainkan dapat mengakses layanan yang lebih terintegrasi dalam satu sistem yang dirancang khusus sesuai kebutuhan mereka. Persiapan menuju kompetisi internasional ini dilakukan sejak Maret 2026. Tim tidak hanya mengembangkan platform dan menyusun proyeksi bisnis sebagai bagian dari strategi peluncuran produk ke pasar, tetapi juga mempersiapkan aspek legalitas melalui perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), menyempurnakan model bisnis, serta menjalani berbagai sesi latihan presentasi dan pitching dalam bahasa Inggris. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa SnugsyNest tidak hanya memiliki nilai inovasi, tetapi juga memiliki potensi implementasi dan keberlanjutan sebagai solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Selama pameran inovasi internasional di Malaysia, tim mempresentasikan konsep, model bisnis, serta dampak sosial yang ditawarkan SnugsyNest di hadapan dewan juri dan pengunjung dari berbagai negara. Inovasi yang menggabungkan teknologi digital dengan pendekatan layanan sosial tersebut mendapatkan apresiasi tinggi karena dinilai mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan akses informasi bagi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Keberhasilan meraih Gold Medal dan Best Inventors Award menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Diponegoro tidak hanya mampu menghasilkan inovasi berbasis teknologi, tetapi juga menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Prestasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menciptakan inovasi yang relevan, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global. Melalui SnugsyNest, tim berharap dapat terus mengembangkan platform tersebut sehingga dapat segera digunakan secara luas dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga, anak berkebutuhan khusus, serta ekosistem pendidikan dan layanan inklusif di Indonesia.  

Undip Global Classroom 2026 Hadirkan Akademisi dari Inggris, Selandia Baru, Malaysia, hingga Thailand

Sebanyak 10 akademisi dari berbagai universitas terkemuka dunia berkolaborasi dengan Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) dalam program Undip Global Classroom (UGC) 2026 yang berlangsung pada April hingga Juni 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan bersama dosen internasional dan memperoleh perspektif global mengenai perkembangan akuntansi, bisnis, serta praktik profesional di berbagai negara. Melalui skema co-teaching yang dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom dan Microsoft Teams, mahasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan dari dosen FEB Undip, tetapi juga berinteraksi langsung dengan akademisi luar negeri yang memiliki pengalaman mengajar dan meneliti di lingkungan internasional. Kehadiran para dosen tamu tersebut menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih dinamis sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai berbagai isu global yang relevan dengan perkembangan dunia usaha, akuntansi, tata kelola, keberlanjutan, hingga riset kontemporer. Akademisi yang terlibat dalam program ini berasal dari sejumlah perguruan tinggi bereputasi internasional, di antaranya University of Auckland (Selandia Baru), Bangor Business School (Inggris), University of Essex (Inggris), Universiti Malaya, Universiti Sains Malaysia, Universiti Malaysia Sabah, Universiti Tunku Abdul Rahman (Malaysia), serta Prince of Songkla University (Thailand). Keterlibatan para akademisi tersebut memberikan akses bagi mahasiswa FEB Undip untuk memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik profesional dari berbagai perspektif internasional tanpa harus meninggalkan ruang kelas. Bagi mahasiswa, program ini menjadi kesempatan berharga untuk merasakan atmosfer pembelajaran global sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi akademik lintas budaya. Interaksi dengan dosen internasional mendorong mahasiswa untuk lebih aktif berdiskusi, berpikir kritis, dan memahami bagaimana berbagai tantangan ekonomi dan bisnis dipandang dari sudut pandang yang berbeda. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan yang akan berkarier di lingkungan kerja yang semakin terhubung secara global. Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, Undip Global Classroom 2026 juga memperkuat jejaring akademik internasional Departemen Akuntansi FEB Undip. Kolaborasi pengajaran yang terbangun melalui program ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, serta program akademik internasional lainnya. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat posisi FEB Undip dalam jejaring pendidikan tinggi global. Sebagai salah satu program unggulan Universitas Diponegoro dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi, Undip Global Classroom menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pengalaman belajar berstandar internasional bagi mahasiswa. Melalui kolaborasi dengan akademisi dunia, FEB Undip terus memperluas ruang pembelajaran global sekaligus mendukung visi Universitas Diponegoro menuju World Class University yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan kolaborasi internasional.

Bloomberg Singapore Berikan Pelatihan Analisis Pasar Global bagi Mahasiswa FEB Undip

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan Bloomberg Training pada 22 Mei 2026 di Bloomberg Financial Market Laboratory, Gedung Laboratorium FEB Undip. Kegiatan ini menghadirkan pemateri langsung dari Bloomberg Singapore, Kevin Lau dan Viancqa Kurniawan, serta diikuti oleh mahasiswa program Sarjana hingga Magister sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi di bidang investasi dan analisis pasar keuangan global. Pelatihan ini memberikan pengalaman belajar langsung mengenai pemanfaatan Bloomberg Terminal dalam mendukung pengambilan keputusan investasi berbasis data. Pada sesi pertama, Kevin Lau membahas topik Macro Analysis dan Technical Analysis dengan memperkenalkan berbagai fitur Bloomberg yang digunakan oleh praktisi industri keuangan global, seperti Graph Price Chart (GPC), Historical Spread Analysis (HS), FOMC Dot Plot (DOTS), dan World Interest Rate Probability (WIRP). Melalui fitur tersebut, peserta mempelajari cara membaca tren pasar, menganalisis hubungan antar instrumen keuangan, hingga memahami ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral. Materi ini memberikan wawasan mengenai bagaimana investor profesional memanfaatkan data makroekonomi dan indikator teknikal dalam menyusun strategi investasi yang lebih terukur. Pada sesi berikutnya, Viancqa Kurniawan memperkenalkan pemanfaatan Bloomberg Terminal untuk analisis fundamental perusahaan dan ESG (Environmental, Social, and Governance). Peserta memperoleh pemahaman mengenai penggunaan fitur KPI Comparison (KPIC) untuk membandingkan kinerja perusahaan dengan kompetitornya, Earnings Estimates Overview (EEO) untuk membaca proyeksi kinerja keuangan berdasarkan konsensus analis, serta berbagai perangkat ESG Analysis yang kini semakin menjadi pertimbangan dalam keputusan investasi global. Melalui studi kasus pada sektor perbankan, energi, dan pertambangan, peserta diajak memahami pentingnya menilai prospek bisnis perusahaan tidak hanya dari aspek keuangan, tetapi juga dari komitmen keberlanjutan dan transisi energi. Kegiatan Bloomberg Training ini menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi internasional yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui pemanfaatan Bloomberg Financial Market Laboratory, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal teknologi dan standar analisis yang digunakan oleh pelaku pasar keuangan global. Diharapkan pengalaman tersebut dapat memperkuat literasi investasi, kemampuan analisis data keuangan, serta kesiapan mahasiswa FEB Undip dalam menghadapi dinamika industri keuangan yang semakin berbasis data dan teknologi.

FEB Undip Buka Pendaftaran Summer Course 2026 Bersama University of Waterloo Bahas Transformasi Komunitas Pesisir

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) membuka pendaftaran Summer Course 2026 yang akan diselenggarakan pada 23–25 Juni 2026 di FEB Undip Semarang dan kawasan estuari Demak, Jawa Tengah. Program internasional ini menghadirkan kolaborasi akademik antara University of Waterloo dan Universitas Diponegoro dengan mengusung tema “Coastal Communities in Transition: Pathways from Vulnerability to Viability”. Kegiatan summer course dirancang sebagai ruang pembelajaran internasional yang membahas isu keberlanjutan, ketahanan wilayah pesisir, serta transformasi masyarakat pesisir di tengah tantangan perubahan lingkungan dan iklim global. Peserta akan mengikuti kuliah internasional, diskusi akademik, hingga studi lapangan di kawasan estuari Demak untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat pesisir. Melalui program ini, peserta juga berkesempatan membangun jejaring internasional bersama akademisi dan peserta dari berbagai latar belakang. Selain memperoleh wawasan multidisiplin mengenai pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim, peserta akan mendapatkan pengalaman akademik berbasis lapangan yang relevan dengan isu global saat ini. Program Summer Course 2026 diselenggarakan secara gratis dan peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan akan memperoleh sertifikat. FEB Undip berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kolaborasi akademik internasional sekaligus mendorong peningkatan pemahaman generasi muda terhadap isu keberlanjutan dan transformasi komunitas pesisir. Pendaftaran program dapat dilakukan melalui formulir daring yang telah disediakan panitia. Karena kuota peserta terbatas, calon peserta diimbau untuk segera melakukan registrasi sebelum pendaftaran ditutup.

Departemen IESP FEB Undip dan UTP Malaysia Implementasikan Energi Berkelanjutan di Desa Timbulsloko

Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama Universiti Teknologi PETRONAS melaksanakan kegiatan International Community Service di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada 7 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian International Summer Course in Energy Economics and Economic Development for Coastal Transformation yang sebelumnya diselenggarakan di FEB Undip. Program pengabdian internasional tersebut diinisiasi oleh Dr. Jaka Aminata dan Prof. Akhmad Syakir Kurnia sebagai bentuk kolaborasi akademik internasional yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir dan implementasi pembangunan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari kedua institusi diajak untuk memahami secara langsung kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat pesisir yang terdampak perubahan kawasan pantai. Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memasang delapan lampu tenaga surya (solar panel street lights) di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Pemasangan lampu tersebut bertujuan mendukung penerangan lingkungan warga, khususnya di kawasan pesisir yang masih memiliki keterbatasan pencahayaan pada malam hari. Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, program ini juga menjadi implementasi nyata konsep energi berkelanjutan yang dipelajari peserta selama kegiatan summer course. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis di ruang kelas, tetapi juga melihat bagaimana pemanfaatan energi ramah lingkungan dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui kegiatan International Community Service ini, FEB Undip kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kolaborasi internasional yang tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.  

FEB Undip dan Universiti Teknologi PETRONAS Gelar International Summer Course Bahas Ekonomi Energi dan Transformasi Pesisir

Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar International Summer Course in Energy Economics and Economic Development for Coastal Transformation bekerja sama dengan Universiti Teknologi PETRONAS pada 4–6 Mei 2026 di Ruang Sidang Utama Gedung Dekanat FEB Undip. Program ini menjadi bagian dari upaya FEB Undip dalam memperkuat kolaborasi internasional sekaligus menghadirkan ruang pertukaran akademik yang mempertemukan mahasiswa dan dosen dari kedua institusi. Sebanyak 30 mahasiswa dari Universiti Teknologi PETRONAS bersama satu dosen pendamping, Associate Professor Dr Muhammad Ridhuan Tony Lim Abdullah, mengikuti rangkaian kegiatan yang membahas isu ekonomi energi, pembangunan berkelanjutan, dan transformasi kawasan pesisir. Melalui diskusi, kuliah akademik, hingga studi kasus, peserta diajak melihat berbagai tantangan global dari sudut pandang multidisiplin yang dekat dengan realitas masyarakat. Kegiatan summer course secara resmi dibuka oleh Dr. Jaka Aminata selaku Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pengalaman belajar lintas budaya seperti ini juga memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dalam memahami isu pembangunan secara lebih komprehensif. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi dari akademisi dan praktisi mengenai transformasi ekonomi, pengelolaan sumber daya energi, hingga tantangan keberlanjutan di wilayah pesisir. Tidak hanya mengikuti sesi di dalam kelas, peserta juga terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat pada Kamis, 7 Mei 2026, di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kunjungan tersebut memberikan pengalaman langsung bagi peserta untuk memahami dinamika perubahan lingkungan dan sosial yang dihadapi masyarakat pesisir. Melalui penyelenggaraan summer course ini, FEB Undip kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi serta menciptakan ruang kolaborasi akademik yang adaptif terhadap isu global. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antarinstitusi, tetapi juga mendorong lahirnya kerja sama berkelanjutan dalam bidang riset, pendidikan, dan pengembangan masyarakat di masa mendatang.

Tim D-DART FEB Undip Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Luapan Kali Babon

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) melalui Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir akibat luapan Kali Babon di wilayah Rowosari dan Meteseh, Kota Semarang, pada Selasa, 17 Februari 2026. Aksi tanggap darurat ini merupakan respons atas bencana yang terjadi pada 16 Februari 2026 dan mengakibatkan ratusan warga terdampak serta mengalami kerugian materiil dan gangguan aktivitas ekonomi. Kegiatan dipimpin oleh Wakil Dekan I FEB Undip, Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E. selaku Ketua tim D-DART FEB Undip dan melibatkan anggota tim serta perwakilan sivitas akademika. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pangan seperti beras, telur, mi instan, sarden atau kornet, kebutuhan bayi dan balita seperti pampers dan bubur bayi, serta perlengkapan kebersihan antara lain minyak kayu putih, minyak telon, bedak, dan sabun. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan perangkat wilayah setempat guna memastikan bantuan tepat sasaran, khususnya bagi keluarga terdampak langsung dan kelompok rentan. Kegiatan bakti sosial ini merupakan implementasi nyata dari tagline “Undip Bermartabat dan Undip Bermanfaat”, yang menegaskan bahwa keberadaan perguruan tinggi harus memberikan dampak langsung dan positif bagi masyarakat. Adapun aksi sosial ini diawali dengan penggalangan dana internal fakultas yang didukung oleh partisipasi dosen dan tenaga kependidikan. D-DART kemudian melakukan pengadaan kebutuhan berdasarkan prioritas di lapangan dan mendistribusikannya secara langsung kepada masyarakat terdampak. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terencana serta didokumentasikan sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada sivitas akademika. Melalui kegiatan ini, FEB Undip menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran D-DART di lokasi bencana menjadi wujud nyata peran fakultas sebagai institusi yang responsif, peduli, dan berkontribusi langsung dalam penguatan ketahanan sosial dan pangan masyarakat terdampak.

FEB Undip Raih Dua Sertifikasi ISO untuk Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) resmi meraih dua sertifikasi internasional, yakni ISO 37001:2016 tentang Anti-Bribery Management System dan ISO 21001:2018 tentang Management System for Educational Organizations. Kedua sertifikasi ini diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO), lembaga independen global yang menetapkan standar mutu, keamanan, dan efisiensi untuk berbagai sektor. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen FEB Undip dalam memperkuat tata kelola yang bersih, mengoptimalkan manajemen pendidikan, serta menumbuhkan budaya peningkatan mutu berkelanjutan sebagai langkah strategis menuju fakultas berkelas dunia.

FEB UNDIP dan IIUM Kolaborasi Gelar Workshop Blue Zone: Perempuan sebagai Agen Perubahan Gaya Hidup Sehat dan Berkelanjutan

Semarang, 8 Agustus 2025 — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) sukses menyelenggarakan Workshop Penerapan Blue Zone untuk Kehidupan Sehat dan Berkelanjutan pada 17–18 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program SDGs International Community Services (ICS) dalam kerangka World Class University (WCU) UNDIP, yang bertujuan memperkuat kolaborasi internasional sekaligus mendorong kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. Menghadirkan Prof. Madya Dr. Betania Kartika Muflih dari International Islamic University Malaysia (IIUM) sebagai narasumber utama, workshop hari pertama berlangsung di Hall Pertamina FEB UNDIP dan diikuti lebih dari 50 peserta dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) FEB UNDIP. Kegiatan dibuka oleh Prof. Indah Susilowati, Ph.D, ketua penyelenggara kegiatan, yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam membentuk gaya hidup sehat keluarga. Workshop dimulai dengan senam Poco-Poco sebagai pemanasan, mencerminkan semangat slogan acara: Hidup Sehat dan Bahagia bersama Blue Zone. Aktivitas fisik ini menjadi simbol bahwa gaya hidup sehat bukan hanya teori, tetapi juga praktik nyata yang menyenangkan. Materi workshop membahas prinsip-prinsip utama Blue Zone, seperti pola makan nabati lokal, aktivitas fisik teratur, relasi sosial yang kuat, dan manajemen stres. Peserta diajak berdiskusi mengenai definisi “Blue Zone” versi masing-masing, sebagai bentuk pemberdayaan komunitas dan refleksi personal terhadap gaya hidup sehat. Sebagai pilar utama keluarga, perempuan memiliki peran strategis dalam menciptakan “Zona Biru” di lingkungan terdekat. Workshop ini menjadi wadah capacity building yang menggabungkan edukasi, kesehatan jasmani, dan budaya hidup sehat. Prof. Beta juga memperkenalkan teknik Korean Hand Therapy, yang langsung dipraktikkan oleh peserta dengan antusias, diselingi sesi tanya jawab, ice breaking, doorprize, dan senam “Goyang Dumang” yang membangkitkan semangat. Hari kedua kegiatan dilanjutkan di Desa Roban Timur, Kabupaten Batang, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi sirkular. Dipandu oleh Dr. Ita Widowati, DEA, pelatihan pengolahan limbah cangkang kerang menjadi produk kerajinan bernilai tambah melibatkan 20 warga desa. Tim CV Multi Dimensi dari Cirebon turut mendampingi, sementara peserta DWP UNDIP berperan sebagai pengamat eksternal dan penilai program KKN Tematik IDBU UNDIP. Kegiatan ICS ini mengintegrasikan lima Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu: SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan SDG 5: Kesetaraan Gender SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab SDG 17: Kemitraan untuk Tujuan Prof. Indah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun jejaring pengabdian masyarakat internasional dan meningkatkan literasi kesehatan berbasis komunitas. “Kami ingin perempuan, khususnya anggota Dharma Wanita, menjadi motor penggerak perubahan menuju gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tegasnya. Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, FEB UNDIP terus berkomitmen menghadirkan program-program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi UNDIP sebagai universitas berkelas dunia.