penelitian pengabdian

Riwayat Berdirinya Universitas Diponegoro

Kegiatan Fakultas

Hampir 50 Dosen FEB Undip Raih Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Non-APBN Undip TA 2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui keberhasilan dosennya dalam memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dibiayai selain APBN Universitas Diponegoro Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 37 dosen berhasil mendapatkan pendanaan penelitian, sementara 8 dosen lainnya memperoleh pendanaan untuk program pengabdian kepada masyarakat. Capaian ini mencerminkan komitmen kuat sivitas akademika FEB Undip dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pendanaan tersebut tidak hanya mendukung pelaksanaan riset yang berkualitas, tetapi juga memperluas dampak pengabdian yang relevan dengan kebutuhan sosial dan ekonomi. FEB Undip terus mendorong dosen untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai skema pendanaan eksternal guna memperkuat ekosistem riset dan pengabdian yang berkelanjutan. Melalui capaian ini, fakultas optimistis dapat terus meningkatkan reputasi akademik serta memberikan kontribusi strategis dalam pembangunan. Ke depan, FEB Undip berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, baik dari sektor pemerintah, industri, maupun institusi internasional. Download Lampiran: LAMPIRAN-DAFTAR-PENERIMA-PENDANAAN-PENELITIAN-YANG-DIBIAYAI-SELAIN-APBN-UNDIP-TA-2026 LAMPIRAN-DAFTAR-PENERIMA-PENDANAAN-PENGABDIAN-KEPADA-MASYARAKAT-YANG-DIBIAYAI-SELAIN-APBN-UNDIP-TA-2026

Perkuat Jejaring Akademik Global: Dosen FEB Undip Bawa Riset Bisnis Keluarga ke IFERA 2025 di Kroasia

Semarang, 24 Juni 2025 — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menunjukkan eksistensinya dalam jejaring akademik internasional melalui partisipasi dosennya, Lala Irviana, S.Sos., S.E., M.M., dosen Departemen Manajemen FEB Undip, dalam konferensi internasional IFERA (The International Family Enterprise Research Academy) 2025 yang digelar di Zadar, Kroasia, pada 10–13 Juni 2025. Dalam kesempatan ini, Lala Irviana mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Women’s Identity and Legitimacy in Family Business: A Micro-Foundational Perspective on Cultural, Religious and Societal Values” yang terpilih sebagai bagian dari Work in Progress discussion sessions. IFERA merupakan organisasi riset non-profit berskala global yang didirikan pada tahun 2001 dan secara khusus mewadahi para peneliti dalam bidang bisnis keluarga (family business). Tahun ini, IFERA menerima total 505 pengajuan karya ilmiah dari penulis yang mewakili 38 negara, dengan lima negara terbanyak berasal dari Italia, Jerman, Spanyol, Belgia, dan Austria. Konferensi ini terdiri atas tujuh jenis sesi, termasuk  plenary session, Full Paper discussion session, Work in Progress discussion session, Practice Session, Special Session, Doctoral Consortium and Social event. Partisipasi Lala Irviana dalam IFERA 2025 menjadi kontribusi kelima secara berturut-turut setelah sebelumnya juga turut hadir dalam IFERA Summer School 2021, serta konferensi IFERA di Spanyol (2022), Polandia (2023), dan Portugal (2024). Keikutsertaan ini didukung penuh oleh Universitas Diponegoro melalui program World Class University (WCU) dalam skema International Academics Networking (IAN). Keterlibatan dosen FEB Undip dalam forum ilmiah sekelas IFERA menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi FEB sebagai bagian dari jejaring akademik global, khususnya dalam bidang family business. Selain memperluas wawasan akademik, partisipasi ini juga berkontribusi dalam memperkuat reputasi FEB Undip sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kolaborasi riset internasional. Melalui keikutsertaan aktif dalam forum-forum seperti IFERA, FEB Undip berharap dapat terus mendorong munculnya peneliti-peneliti baru di bidang bisnis keluarga di Indonesia, serta memperkuat arah pengembangan riset yang berorientasi pada pencapaian standar kelas dunia.   sumber: Inews Jateng

Kolaborasi Dosen FT & FEB di Kedai Reka, mengubah Eceng Gondok Menjadi Green Building Material

Eceng gondok, yang dulu dianggap gulma pengganggu perairan, kini menjadi bahan utama inovasi keramik canggih yang mampu meredam kebisingan hingga 90 persen. Tim gabungan Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) berhasil mengubah masalah lingkungan ini menjadi solusi berkelanjutan. Green Building atau bangunan ramah lingkungan kini menjadi fokus utama di industri konstruksi global. Inovasi terbaru yang mendukung konsep ini adalah Hexagonal Ceramic Interlocks (Hexara Ceramics), sebuah produk inovatif hasil kerja sama Program Kedai Reka tahun 2023-2024 yang melibatkan tim gabungan dari Prodi Arsitektur, Teknik Kimia, dan Bisnis Digital Universitas Diponegoro (Undip) bersama industri. Tim peneliti Undip berhasil mengembangkan teknologi yang mengubah eceng gondok—tanaman air yang banyak ditemukan di perairan Indonesia—menjadi bahan campuran untuk keramik peredam suara. Terobosan ini tidak hanya mengatasi masalah pertumbuhan eceng gondok yang liar, tetapi juga menawarkan solusi untuk mengurangi kebisingan yang kian meningkat di area perkotaan. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Erni Setyowati, MT (Prodi Arsitektur) bersama Prof. Dr.-Ing. Ir. Silviana, S.T., M.T., IPM.-ASEAN Eng (Prodi Teknik Kimia) dan Ardiaz Ajie Aryandika, S.Kom., MBA (Prodi Bisnis Digital). Mereka berhasil mengekstrak selulosa dari eceng gondok dan mengolahnya menjadi bahan campuran keramik dengan kemampuan peredam suara yang sangat baik. Selain itu, keramik ini memiliki ketahanan terhadap suhu ekstrem, kekuatan mekanik yang tinggi, serta kemampuan isolasi panas yang unggul. Hexara Ceramics  merupakan material keramik dinding fungsional berbentuk heksagonal dan memiliki sistem kunci unik yang memungkinkan mereka terkunci satu sama lain tanpa perlu menggunakan adhesif tambahan. Ini membuat instalasi menjadi lebih mudah dan mengurangi penggunaan bahan kimia yang berpotensi merusak lingkungan. Pengaplikasian keramik ini biasanya terpasang di area bangunan komersial, gedung apartemen, dan rumah sakit, keramik peredam suara ini dapat mengurangi tingkat kebisingan hingga 90 persen, menciptakan lingkungan yang lebih tenang dan nyaman bagi penghuninya. Keunggulan dan penerapan produk ini pada bangunan sudah diimplementasikan di beberapa Gedung. Khusus di Undip dapat dilihat penerapannya di Muladi Dome, Gedung Prof. Soedarto, Gedung Art Center. Produk ini memiliki 2 tipe yaitu hexa ceramic tipe glazur dan non glazur serta tipe terbaru yaitu hexa flower dan batik Adapun manfaat dan kehebatan dari Hexara Ceramics yang membuatnya menjadi pilihan yang menarik dalam green construction seperti; Instalasi Mudah : Sistem interlocking heksagonal memungkinkan keramik ini saling terkunci dan bertautan tanpa perlu menggunakan adhesif atau semen tambahan. Ini mempercepat proses instalasi, mengurangi tenaga kerja, dan mengurangi potensi pencemaran lingkungan dengan bahan kimia. Ramah Lingkungan: Bahan dasar campuran yang ramah lingkungan dari keramik Hexagonal Interlock Ceramics adalah Eceng Gondok yang sudah diproses sedemikian rupa sehingga memiliki bahan yang lebih berkelanjutan daripada bahan konstruksi konvensional seperti beton atau batu bata. Tahan Lama: Ubin-ubin ini memiliki ketahanan yang tinggi terhadap cuaca dan korosi, sehingga mereka memiliki umur pakai yang lebih lama daripada beberapa bahan konstruksi lainnya. Ini berarti pengurangan limbah konstruksi jangka panjang. Estetika: Bentuk heksagonal yang unik, Hexagonal Interlock Ceramics dapat memberikan tampilan estetik dan modern pada bangunan yang memasang dengan model ini. Pengembangan keramik peredam suara ini merupakan salah satu kontribusi Undip dalam menghadapi tantangan lingkungan dan kebisingan yang semakin memburuk di Indonesia. Terobosan ini adalah bukti nyata bagaimana penelitian dan inovasi dapat mengatasi dua masalah sekaligus: pertumbuhan eceng gondok yang berlebihan dan kebisingan di perkotaan. Riset dari Tim Undip telah menunjukkan bahwa eceng gondok, yang dulu dianggap sebagai masalah, sekarang menjadi bagian dari solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai riset ini dapat diakses melalui situs www.cecraundip.com yang juga menampilkan fitur-fitur unggulan Hexara Ceramics dalam mendukung pembangunan ramah lingkungan di masa depan. penulis : Ardiaz Ajie Aryandika, S.Kom., MBA editor : Humas FEB Undip

Kolaborasi FEB Undip dan APSMBI: Membangun Kapasitas Global melalui Pengabdian dan Pendidikan

Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bekerja sama dengan Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) sukses menyelenggarakan Workshop Internasionalisasi Program Studi dan Pengabdian Masyarakat Internasional. Workshop yang mengusung tema “Cultural Synergy Empowering Global Students Through Multicultural Leadership” ini berlangsung pada 31 Juli dan 1 Agustus 2024 di Ruang Sidang Utama, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Undip, Semarang. Ketua Panitia, Bimo Suryo Wicaksono, S.E., M.M., membuka acara dengan menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan memperkaya wawasan dosen, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengadaptasi perspektif global ke dalam program akademik serta praktik operasional. “Ajang ini juga menjadi sarana silaturahmi dan penguatan kapasitas dalam internasionalisasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) internasional. Kami menekankan pentingnya internasionalisasi untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi di era global,” ujar Bimo. Turut hadir juga secara virtual (zoom meeting) mahasiswa program internasional. Christian Krisna Pideksa dari Curtin University berbagi pengalaman sebagai alumni Program Double Degree. Selain itu, Dr. Thorr Kerr dari Curtin University, sebagai mitra IUP di luar negeri, juga memberikan materi, dengan Afina Hasya, S.T., M.M., sebagai moderator. Workshop ini diikuti oleh 31 perguruan tinggi, dengan 11 perguruan ting tri dharma PTN serta internasionalisasi perguruan tinggi. Hari kedua workshop berfokus pada pengagi berperan sebagai co-host, di antaranya Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Islam Indonesia, STIE Madani Balikpapan, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Kuningan, Universitas Jember, Universitas Nahdatul Ulama Jepara, Universitas Muria Kudus, Universitas Jenderal Soedirman, dan Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada kesempatan ini, FEB Undip juga menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan 11 universitas co-host dalam rangka memperkuat jalinan kerja sama dalambdian masyarakat internasional yang melibatkan mahasiswa internasional dari Undip serta delegasi dari perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini mencakup diskusi interaktif, pengenalan budaya, dan tur kota, yang memberikan pengalaman mendalam serta memperkaya pengetahuan peserta tentang keberagaman budaya. Peserta workshop juga mengikuti kampus tour guna memperkenalkan program dan fasilitas dari International Undergraduate Program (IUP) yang ada di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Partisipasi aktif dari berbagai institusi pendidikan tinggi mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menjalin kolaborasi internasional yang berkelanjutan. Program-program seperti ini diharapkan akan terus dikembangkan di masa depan.

Dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-20 FEB UNDIP: Prof. Firmansyah Menyampaikan Kompleksitas Tantangan Ekonomi Dalam Era Modern

Pengukuhan Guru Besar di bidang Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro bagi Prof. Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D. telah diselenggarakan pada rabu, 6 desember 2023. Acara tersebut berlangsung secara luring di Gedung Prof. Soedarto, SH. Universitas Diponegoro, serta disiarkan langsung melalui kanal YouTube Undip TV Official. Dengan ini Prof. Firmansyah, resmi menjadi salah satu dari 20 guru besar aktif yang ada di FEB Undip. Sebelum ditetapkan menjadi Guru Besar, Prof. Firmansyah telah menamatkan studi sarjana dan Magister di program studi Ilmu Ekonomi FEB UGM, dan menempuh Pendidikan Doktor di Curtin University dalam bidang ilmu Ekonomi. Dalam acara pengukuhan tersebut, Prof. Firmansyah menyampaikan pidato pengukuhan yang berjudul “ANALISIS KUANTITATIF DALAM STUDI EKONOMI: IMPLIKASI DAN TANTANGAN BAGI TEORI EKONOMI.” Prof. Firmansyah menyoroti signifikansi ilmu ekonomi dan teori ekonomi sebagai dasar untuk pengembangan alat analisis kuantitatif dalam penelitian ekonomi. Hal ini ditekankan mengingat kompleksitas tantangan ekonomi dalam era modern. “Dalam era ekonomi modern, analisis kuantitatif canggih dan pemahaman mendalam diperlukan untuk mengatasi tantangan kompleks. Teori ekonomi tetap menjadi landasan utama dalam merumuskan kebijakan berkualitas dan meramalkan efek kebijakan. Kolaborasi antardisiplin ilmu, termasuk ekonomi, statistik, matematika, dan ilmu komputer, menjadi krusial dalam mengembangkan alat analisis yang tangguh. Memastikan pengambilan keputusan yang tepat dalam lingkungan ekonomi yang cepat berubah.” ungkap beliau  

Inovasi Keamanan Digital: Suksesnya Anugerah Bug Bounty Competition Kemendikbudristek 2023 di FEB Undip

Semarang (23/8) – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyoroti pentingnya keamanan siber dalam perkembangan teknologi pada acara Anugerah Bug Bounty Competition Kemendikbudristek 2023 di Hall Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Diponegoro (Undip). Kegiatan yang merupakan edisi kedua ini diinisiasi oleh EDU CSIRT (Education Computer Security Incident Response Team) Pusdatin Kemendikbudristek, sebagai upaya mengatasi kebocoran data yang semakin merajalela. Adapun Wakil Dekan FEB UNDIP, Dr. Warsito Kawedar, M.Si.,A.kt, menyampaikan terima kasih kepada Kemendikbudristek yang telah berkenan untuk menjadikan Undip sebagai tempat  pelaksanaan Anugerah Bug Bounty Kemendikbudristek 2023. Dengan diadakan acara ini yang dirangkai dengan seminar diharapkan dapat menginspirasi undangan yang hadir dari kalangan pelajar dan pendidik yang ada di Kota Semarang maupun se-Nusantara yang ikut hadir secara daring. Kegiatan ini juga mendukung regulasi Persesjen No.11 Tahun 2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) di lingkungan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kemendikbudristek. Hasan Chabibie, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikbudristek, mengapresiasi keberhasilan acara ini dengan jumlah peserta yang signifikan lebih besar dari tahun sebelumnya. Dimana jumlah peserta yang terdaftar pada tahun 2022 tercatat sejumlah 228 peserta, sedangkan di tahun 2023 jumlah peserta terdaftar mencapai 504 peserta. Ajang ini juga menampilkan seminar keamanan informasi yang dilaksanakan secara hybrid via zoom meeting, dengan menghadirkan narasumber Menteri Riset dan Teknologi pada Kabinet Kerja (2014–2019) dan juga selaku pewakilan dari FEB Undip yakni Prof. Drs. H. Mohamad Nasir, serta materi menarik dari CEO Braincorp, Romi Satria Wibawa, M.Eng., Ph.D. Bug Bounty Competition akan menjadi kegiatan tahunan untuk mengawal implementasi SPBE di lingkungan Kemendikbudristek. Dalam ajang ini, tercatat 208 laporan temuan celah kerawanan dari aplikasi-aplikasi yang dimiliki unit kerja Kemendikbudristek. Dimana pada kompetisi ini dapat  membantu perbaikan aplikasi dan meningkatkan keamanan informasi di lingkungan tersebut. Harapannya event ini menjadi ajang kolaborasi antar Pusdatin Kemendikbudristek, pengembang/developer dan Bug Hunters untuk mengimplementasikan SPBE di lingkungan Kemendikbudristek, serta dapat menjadi budaya positif dalam menghadapi insiden siber. Pada puncak dan akhir acara diserahkan penghargaan kepada 3 pemenang pada masing-masing kategori Pendidik, kategori Mahasiswa, dan kategori Siswa.   Adapun Daftar Pemenang Anugerah Bug Bounty Competition Kemendikbudristek 2023, sebagai berikut ; Kategori Siswa: Faiz Nurdiyana Asal Sekolah/Kampus: SMKN 2 Depok, Yogyakarta Alessandro Christo Rumampuk Asal Sekolah/Kampus: SMAN 1 Bitung, Sulawesi Utara Abdullah Mudzakir Asal Sekolah/Kampus: SMKN 08 Semarang, Jawa Tengah Kategori Mahasiswa: Rifqi Hilmy Zhafrant Asal Sekolah/Kampus: Universitas Brawijaya Muhamad Agil Fachrian Asal Sekolah/Kampus: Universitas Telkom Steven Julian Asal Sekolah/Kampus: Politeknik Negeri Media Kreatif Kategori Dosen/Guru: Daniel Halomoan Saragi Napitu Asal Sekolah/Kampus: Politeknik Negeri Medan Santika Kusnul Hakim Asal Sekolah/Kampus: SMKS Islam Donomulyo Yudha Nurdin Asal Sekolah/Kampus: Universitas Syiah Kuala Para pemenang dalam setiap kategori ini telah menunjukkan kemampuan dan dedikasi mereka dalam mengidentifikasi celah keamanan yang dapat ditingkatkan. Dengan prestasi mereka, diharapkan kontribusi mereka akan terus berdampak positif pada keamanan informasi di lingkungan Kemendikbudristek dan negara.   *Tim Publikasi Bug Bounty 2023 FEB Undip*

FEB Undip Terima Benchmarking dari FP Unhas: Akreditasi Internasional FIBAA

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menerima kunjungan dari Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (FP Unhas) Makasar untuk studi banding terkait Akreditasi Internasional FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation). Kunjungan dan rapat berlangsung secara terbatas di ruang sidang senat FEB Undip pada Kamis 09/08/2023. Tim Task Force Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang terdiri dari dosen dan staf diterima oleh Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan, ketua dan sekretaris departemen dan ketua prodi dari FEB Undip. Rapat terbatas ini dibuka oleh Firmansyah, Ph.D selaku Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan dengan memaparkan profile dan perkembangan dari FEB Undip. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kedatangan tim Task Force dari FP Unhas untuk belajar mengenai prihal akreditasi internasional FIBAA di FEB Undip. Memasuki acara inti yakni diskusi dan sharing terkait akreditasi FIBAA, Ketua Tim Task Force FP Unhas yakni Muhammad Arsyad menyampaikan tiga poin utama dalam kunjungan ini, yakni; untuk mengetahui gambaran persiapan dan pelaksanaan dalam penilaian assesor, serta meminta masukan terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dan di persiapkan dalam pelaksanaan akreditasi internasional FIBAA. Selama kunjungan, Tim dari FP Unhas juga berkesempatan untuk melihat langsung fasilitas yang terdapat di FEB Undip sebagai point penunjang akreditasi. Akreditasi FIBAA menjadi tujuan bagi kedua institusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat reputasi mereka di kancah internasional. Studi banding ini menjadi langkah positif dalam menjalin kerjasama antara FEB Undip dan Universitas Hasanuddin dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Diharapkan kunjungan ini dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan antara kedua institusi dalam menghadapi tantangan di era globalisasi.  

EBICCS 2023: Program Summer Course FEB Undip Menuju Pembangunan Berkelanjutan dengan AI dan Big Data

Semarang, 24 Juli 2023 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro telah melangsungkan Program Summer Course ke-4 yakni, Summer Course: Economics and Business International Camp and Courses for Sustainability 2023 atau yang disingkat EBICCS 2023 dengan membawa tema “Toward Sustainable Development: Leveraging Artificial Intelligence and Big Data Analysis in Business and Accounting.” Program summer course kali ini diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai latar belakang akademik dan profesional, termasuk mahasiswa yang berasal dari 17 negara.   Seremonial Pembukaan   EBICCS 2023 yang dilaksanakan secara daring dmulai dari 24 Juli 2023 hingga 11 Agustus 2023, menawarkan berbagai macam mata kuliah menarik dengan pembicara dari berbagai Universitas ternama di luar negeri, seperti Curtin University Australia, University of Portsmouth Inggris, Saxion University Belanda, dll. Tujuan dari program ini adalah untuk menyebarkan kesadaran dan pengetahuan tentang pembangunan berkelanjutan, serta menginspirasi para peserta untuk berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan. Dalam sesi pembukaan, para peserta disambut oleh Dekan FEB Undip, Prof. Suharnomo yang dimana menyampaikan “Inovasi sebagai pendorong utama kemajuan dunia, sekarang ditambah dengan kehadiran AI dan Big Data, membawa peluang luar biasa yang belum pernah ada sebelumnya. Teknologi yang luar biasa ini berpotensi merevolusi berbagai sektor kehidupan. Mari kita bersama-sama mendengarkan dengan penuh perhatian pandangan dari para pembicara terhormat yang akan hadir, karena melalui program ini kita dapat sepenuhnya mengoptimalkan potensi sejati AI dan Big Data untuk pembangunan yang berkelanjutan.”   Hari Pertama EBICCS 2023   Hari pertama kegiatan summer course ini diisi oleh Dr. Lanita Winata dari Griffith University Australia, yang membahas tentang Sustainability and ESG (Environmental, Social, and Governance). Dalam presentasinya, beliau menekankan pentingnya program keberlanjutan dalam kehidupan dan dampaknya terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola. “Penting untuk selalu diingat tentang tiga prinsip, reuse, recycle, dan reduce. Dengan menerapkan ketiga praktik tersebut, kita dapat mengurangi permintaan akan produk baru, mengubah limbah menjadi sumber daya berharga melalui, dan mengurangi pemakaian sumber daya dengan bijaksana melalui reduce. Melalui penerapan prinsip-prinsip ini, kita dapat menciptakan sebuah siklus berkelanjutan yang ramah terhadap lingkungan.” Program ini menegaskan komitmen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro untuk menjadi pionir dalam menyebarkan kesadaran tentang pembangunan berkelanjutan dan memberikan inspirasi bagi para peserta untuk berperan aktif dalam menciptakan perubahan positif. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang berarti dalam mencapai tujuan bersama menuju dunia yang lebih berkelanjutan.  

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama “Pojok Kemenkeu” di FEB Undip

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Kementerian Keuangan Jawa Tengah (Kemenkeu Jateng) dalam rangka pendirian ruang “Pojok Kemenkeu” di kampus FEB Undip. Penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan di ruang Sidang Senat gedung Dekanat FEB Undip pada 7 Juli 2023. Tanda tangan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Dekan FEB Undip yakni Prof. Suharnomo dan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dari Kemenkeu Jateng yakni Muhdi, Ph.D. Dekan FEB Undip menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di FEB Undip. Sementara itu Muhdi, Ph.D. berharap “Keberadaan Pojok Kemenkeu untuk dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai kebijakan-kebijakan terbaru. Apa saja yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan dan juga dapat memotivasi mahasiswa dalam membudayakan membaca dan menulis.” Kerja sama pembangunan “Pojok Kemenkeu” bertujuan untuk menjadi akses literatur terkini secara online yang berkualitas bagi dunia akademis dan upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang isu-isu di bidang ekonomi dan keuangan. Dengan penandatanganan perjanjian kerja sama ini, FEB Undip dan Kemenkeu Jateng menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan khususnya bidang ekonomi dan sebagai wadah komunita khususnya di lingkungan kampus dalam rangka pengembangan tri dharma perguruan tinggi. Adapun untuk ruang “Pojok Kemenkeu” diperkirakan akan rampung proses pembangunannya pada Agustus tahun ini dan berlokasi di lantai dasar gedung B  Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.

Informasi BEASISWA CENDEKIA BAZNAS (BCB) Dalam Negeri Tahun 2023

Menindaklanjuti pengumuman dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) perihal Rencana Seleksi Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Dalam Negeri Tahun 2023. Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu secara finansial. Melalui program ini, Baznas berkomitmen untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa tingkat Sarjana (S1) atau Diploma-IV (D4) Universitas Diponegoro untuk mendapatkan Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Dalam Negeri Tahun 2023 dengan tahapan sebagai berikut; Pendaftaran  (3 s.d. 12 Juli 2023) Seleksi administrasi  (12 s.d. 21 Juli 2023) Seleksi Wawancara  (24 s.d. 31 Juli 2023) Masa Sanggah  (1 s.d. 30 Agustus 2023) Pengumuman  (31 Agustus 2023) Syarat pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman Beasiswa Undip sumber : (BakUndip)