
FEB Undip dan ADPI Perkuat Literasi Dana Pensiun melalui ADPI Goes to Campus
Persiapan masa depan finansial tidak menunggu seseorang memasuki usia pensiun. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan ADPI Goes to Campus yang diselenggarakan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Selasa (29/9), di FEB Undip, Semarang. Kegiatan ini sekaligus ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FEB Undip dan ADPI serta kuliah dosen tamu bagi mahasiswa. Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa kerja sama dengan ADPI membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif langsung dari para praktisi di bidang dana pensiun. Menurutnya, kolaborasi antara institusi pendidikan dan asosiasi profesi dapat memperluas pembelajaran mahasiswa sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama di bidang lainnya. Ketua Umum ADPI sekaligus Presiden Direktur Dana Pensiun Telkom, Abdul Hadi, menekankan bahwa masa pensiun kerap dipandang sebagai sesuatu yang masih jauh karena dikaitkan dengan usia. Padahal, waktu menjadi salah satu modal penting dalam mempersiapkannya. Semakin dini seseorang membangun kebiasaan finansial, semakin panjang kesempatan untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan. Ia juga menggarisbawahi tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni meningkatnya usia harapan hidup, perubahan penghasilan saat memasuki masa pensiun, serta risiko ketergantungan pada keluarga apabila persiapan tidak dilakukan secara memadai. Perspektif tersebut kemudian diperkuat melalui kuliah dosen tamu oleh Budi Sutrisno, BEc, MM, CFIA, CRP, Direktur Utama Dana Pensiun BCA sekaligus Wakil Ketua III ADPI Bidang Edukasi dan Kompetensi serta Sosialisasi dan Literasi. Mengusung tema “Build a Professional Legacy: Hargai Proses, Syukuri Hasil”, materi tidak hanya membahas perencanaan masa depan finansial, tetapi juga mengajak mahasiswa membangun karier melalui integritas, inisiatif, inovasi, growth mindset, perencanaan, personal branding, dan kemampuan beradaptasi. Dalam pembahasan mengenai kemandirian finansial, mahasiswa diperkenalkan pada konsep Saving, Reserve, Investment (SRI) serta prinsip Save & Invest, Then Spend. Mahasiswa juga diajak membedakan kebutuhan (need) dari keinginan (want). Sebagai panduan, beliau memaparkan contoh alokasi penghasilan: kebutuhan maksimal 50%, sedangkan proteksi asuransi, tabungan, dana cadangan, gaya hidup, dan investasi masing-masing 10%. Beliau juga menyarankan dana darurat sebesar enam kali pengeluaran bulanan dalam instrumen yang likuid. Kegiatan tersebut turut dihadiri Edi Pujiyanto, Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Dana Pensiun (LSPDP). Melalui kolaborasi ini, FEB Undip dan ADPI berharap literasi dana pensiun semakin berkembang di kalangan sivitas akademika, sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menyiapkan masa depan finansial sejak usia produktif.










