Berita Terkini

Kegiatan Fakultas

Orientasi Mahasiswa Baru Program Doktor Tahun Ajaran 2026/2027

Memasuki pendidikan doktoral merupakan tahap penting dalam perjalanan akademik yang menuntut kemandirian berpikir, kedalaman keilmuan, serta kemampuan menghasilkan penelitian yang berkontribusi bagi pengembangan pengetahuan. Sebanyak 40 mahasiswa baru Program Doktor Ekonomi FEB Undip Tahun Ajaran 2026/2027 memulai perjalanan akademiknya melalui kegiatan orientasi yang digelar pada 18 Agustus 2026 di Ruang Sidang Utama FEB Undip. Kegiatan tersebut dihadiri Dekan FEB Undip Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D. beserta jajaran pimpinan fakultas serta Ketua Program Studi Doktor Ekonomi FEB Undip Prof. Akhmad Syakir Kurnia. Kehadiran jajaran pimpinan menjadi bagian penting dalam memberikan pengenalan sekaligus membangun pemahaman mahasiswa mengenai lingkungan akademik yang akan menjadi ruang mereka untuk mengembangkan kapasitas keilmuan selama menempuh pendidikan doktoral. Orientasi mahasiswa baru menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik FEB Undip serta memahami karakter pendidikan pada jenjang doktoral. Bagi FEB Undip, keberadaan mahasiswa Program Doktor memiliki arti penting dalam penguatan ekosistem akademik dan riset. Pendidikan doktoral menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan proses pembelajaran dengan pengembangan pengetahuan melalui penelitian yang mendalam dan relevan. Karena itu, perjalanan mahasiswa doktoral tidak hanya menjadi proses memperoleh gelar akademik, tetapi juga bagian dari upaya membangun kapasitas peneliti dan akademisi yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. Melalui orientasi ini, FEB Undip membuka perjalanan akademik mahasiswa baru Program Doktor Tahun Ajaran 2026/2027 dengan semangat untuk membangun lingkungan pendidikan yang mendorong keunggulan akademik, integritas, dan kontribusi keilmuan. Dari ruang akademik inilah diharapkan lahir penelitian dan gagasan yang tidak hanya memperkaya khazanah ilmu ekonomi, tetapi juga relevan dalam menjawab tantangan pembangunan di masa mendatang.    

FEB UNDIP TETAPKAN KETUA DAN SEKRETARIS SENAT PERIODE 2026–2031

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menetapkan kepemimpinan baru Senat Fakultas untuk periode 2026–2031 melalui sidang pemilihan yang berlangsung di Ruang Sidang Senat FEB Undip pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam sidang tersebut, Dr. Mahfudz, S.E., M.T. terpilih sebagai Ketua Senat FEB Undip, sedangkan Mirwan Surya Perdhana, S.E., M.M., Ph.D. dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Senat FEB Undip. Pemilihan diikuti oleh unsur pimpinan fakultas dan departemen yang terdiri atas Dekan, Wakil Dekan, Ketua Departemen, serta Ketua Program Studi. Proses pemilihan berlangsung sebagai bagian dari mekanisme tata kelola fakultas dalam menentukan kepemimpinan Senat untuk lima tahun ke depan. Terpilihnya Dr. Mahfudz menandai estafet kepemimpinan dari Prof. Anis Chariri, S.E., M.Com., Ph.D., Akt., yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Senat FEB Undip periode 2021–2026. Sementara itu, jabatan Sekretaris Senat yang sebelumnya diemban oleh Dr. Mahfudz selanjutnya diteruskan oleh Mirwan Surya Perdhana. Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari keberlanjutan tata kelola akademik yang mendukung pelaksanaan fungsi Senat sebagai salah satu organ penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan fakultas. Senat Fakultas memiliki peran strategis dalam memberikan pertimbangan dan masukan terhadap berbagai kebijakan akademik, menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan, serta mendukung pengembangan institusi sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik. Melalui kepemimpinan baru ini, FEB Undip diharapkan terus memperkuat perannya dalam mewujudkan lingkungan akademik yang unggul, adaptif, dan berintegritas. Keluarga besar FEB Undip mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Mahfudz, S.E., M.T. sebagai Ketua Senat FEB Undip dan Mirwan Surya Perdhana, S.E., M.M., Ph.D. sebagai Sekretaris Senat FEB Undip periode 2026–2031. Amanah yang diemban diharapkan semakin memperkuat sinergi sivitas akademika dalam mendukung kemajuan FEB Undip sebagai fakultas yang unggul dan bereputasi di tingkat nasional maupun internasional.

Hadirkan Cek kesehatan gratis di Desa Purworejo, Kolaborasi mahasiswa KKN-T UNDIP IDBU-2 dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak serta Puskesmas Kecamatan Bonang, Menyasar 200 Warga Desa.

Purworejo, Demak- Sabtu, 8 Agustus 2026. Mahasiswa KKN-T IDBU (Kuliah Kerja Nyata-Tematik Iptek bagi Desa Binaan Undip) 2 Universitas Diponegoro, berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) terbatas bagi sejumlah warga di Desa Purworejo. CKG terbatas diperuntukkan hanya bagi warga desa yang telah terjaring melalui screening kesehatan oleh mahasiswa KKN-T pada minggu sebelumnya. Jumlah warga desa yang menjadi sasaran prioritas CKG adalah sebanyak 200 orang dengan riwayat diabetes, hipertensi, tuberkulosis, rematik, anemia, hepatitis, serta kesejahteraan geriatri. Acara yang bertempat di Balai Desa Purworejo ini, dimulai pukul 07.00 pagi dan disambut oleh antusiasme tinggi dari masyarakat desa, bahkan sampai pukul 12.00 siang warga masih terus berdatangan. Pelaksanaan CKG adalah bentuk realisasi komitmen mahasiswa KKN-T untuk mendukung SDG’S 3, yaitu Good Health and Well-Being khususnya di wilayah desa pesisir. Satu minggu sebelum pelaksanaan CKG terbatas, tepatnya dimulai pada tanggal 30 Juli 2026 mahasiswa KKN-T IDBU 2 Kelompok A yang beranggotakan ⁠Vania Rahma Putri (Hukum), Sabrina Mantika (Ekonomi), Shanti Alya Paramita (Akuntansi), Andika Alfi Khoyron (Manajemen), Sekar Mitayani (Teknik Komputer), Anasthasya Jessy Onica (Ilmu Kelautan), Savita Aurora Rakhma (Kedokteran Umum), Nadiya Nuhaifa (Bisnis Digital), Tegar Hermawan (Ekonomi), dan Yunita Mellyndra Sari (Keperawatan) melaksanakan screening kesehatan secara door to door atau langsung ke rumah para warga RW 1, 2, dan 7 yang telah terdata sebelumnya melalui posyandu rutin bulanan Desa Purworejo. Screening dilakukan oleh mahasiswa KKN-T untuk mendapatkan data terbaru dan menyesuaikannya secara keseluruhan agar CKG pada tanggal 8 dan 9 Agustus dapat dipastikan tepat sasaran. Selain itu, melalui screening oleh mahasiswa KKN-T didapati data terbaru yang sudah terdigitalisasi melalui excel, data ini kemudian diserahkan kepada perangkat kesehatan desa untuk dapat diperbaharui setiap bulannya dan dipergunakan secara berkelanjutan. Selain itu, salah satu sorotan dalam CKG terbatas kali ini adalah penelusuran, pencegahan, serta penyembuhan bagi warga desa yang berkontak erat atau kontak serumah dengan orang beriwayat penyakit tuberkulosis. Penelusuran (tracing) menggunakan alat X Ray Portable yang disediakan oleh Puskesmas Kecamatan Bonang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kab. Demak. Integrasi CKG pada 8 Agustus 2026 merupakan awalan sebelum puncak acara, yaitu CKG massal yang menyasar 1000 warga Desa Purworejo keesokan harinya, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Pelaksanaan CKG adalah upaya preventif sekaligus rehabilitatif dalam memonitoring kesehatan warga desa pesisir. Upaya preventif melalui screening dengan media kuesioner oleh para mahasiswa KKN-T yang langsung menanyakan kondisi dan keluhan kesehatan warga desa, sedangkan upaya rehabilitatif diwujudkan melalui pemberian obat sesuai penyakit yang diderita. Melalui pelaksanaan CKG ini, masyarakat desa semakin merasakan dampak positif dari kehadiran mahasiswa KKN-T Undip Tahun 2026.  

MAHASISWA FEB UNDIP RAIH EMPAT MEDALI EMAS DI KEJUARAAN INTERNASIONAL SPEED ROLLER SKATING DI CHINA

Muhamad Athaya Rizky Prasetya mengharumkan nama Indonesia dan FEB Undip melalui empat Medali Emas pada ajang Belt and Road China–ASEAN City Speed Roller Skating. Empat medali emas dibawa pulang Muhamad Athaya Rizky Prasetya dari ajang Belt and Road China – ASEAN City Speed Roller Skating Invitational 2026 di China. Mahasiswa Program Studi S-1 Bisnis Digital FEB Undip tersebut mendominasi nomor-nomor sprint dan mengantarkan Indonesia meraih hasil membanggakan pada kejuaraan internasional yang berlangsung pada 4–11 Agustus 2026. Empat medali emas tersebut diraih Athaya pada nomor Senior Men 200 Meter, Senior Men 500 Meter + Distance, Senior Men 1.000 Meter, serta Sprint Relay bersama tim Indonesia. Dominasi di nomor-nomor sprint tersebut menempatkan Athaya sebagai salah satu atlet terbaik pada kejuaraan yang mempertemukan atlet sepatu roda dari berbagai negara di kawasan Asia. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB Undip mampu mengembangkan prestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di tingkat internasional melalui olahraga. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Athaya mampu menjaga konsistensi latihan hingga berhasil membawa pulang empat medali emas sekaligus mengharumkan nama Indonesia dan Universitas Diponegoro di panggung internasional. Prestasi Athaya turut mencerminkan semangat mahasiswa FEB Undip untuk terus berprestasi di berbagai bidang. Dukungan terhadap pengembangan potensi akademik maupun nonakademik menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran di FEB Undip dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing global, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

FEB UNDIP SAMBUT 1.334 MAHASISWA BARU PROGRAM SARJANA TAHUN AKADEMIK 2026/2027

Sebanyak 1.334 mahasiswa baru Program Sarjana resmi memulai perjalanan akademik di FEB UNDIP melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyambut 1.334 mahasiswa baru Program Sarjana Tahun Akademik 2026/2027 yang resmi memulai perjalanan akademiknya melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Senin (10/8). Kehadiran ribuan mahasiswa baru ini menjadi awal terbentuknya generasi baru yang akan menempuh proses pembelajaran, mengembangkan karakter, serta membangun kompetensi sebagai calon ekonom, akuntan, dan pelaku bisnis masa depan. Dalam sambutannya, Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., menyambut kehadiran para mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Kampus Kuning. Ia mengajak seluruh mahasiswa memanfaatkan setiap kesempatan selama berkuliah untuk memperkaya wawasan, mengasah kepemimpinan, serta membangun jejaring. Menurutnya, pengalaman di bangku kuliah akan menjadi bekal penting untuk melahirkan lulusan yang berintegritas, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sebagai gerbang awal kehidupan di perguruan tinggi, PKKMB menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, nilai-nilai kemahasiswaan, serta lingkungan belajar di FEB Undip. Melalui berbagai sesi yang disiapkan, mahasiswa diperkenalkan pada sistem pembelajaran, layanan akademik, etika kehidupan kampus, hingga berbagai peluang pengembangan diri yang dapat diikuti selama menempuh pendidikan di FEB Undip. Pada tahun 2026, FEB UNDIP menerima 1.334 mahasiswa baru yang tersebar di lima program studi sarjana, terdiri atas 376 mahasiswa Program Studi S-1 Akuntansi, 120 mahasiswa Program Studi S-1 Bisnis Digital, 287 mahasiswa Program Studi S-1 Ekonomi, 177 mahasiswa Program Studi S-1 Ekonomi Islam, dan 374 mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen. Bertambahnya keluarga besar FEB UNDIP menjadi momentum untuk menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif, kolaboratif, dan inovatif. Melalui proses pendidikan yang mengintegrasikan keunggulan akademik, pengembangan karakter, serta pengalaman kemahasiswaan, FEB Undip terus berupaya menyiapkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi bagi dunia usaha, masyarakat, dan pembangunan bangsa.

MAHASISWA KKN-T UNDIP DORONG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PESISIR MELALUI PENGUATAN HOME INDUSTRY DI DEMAK

Program KKN mengintegrasikan penguatan home industry dan edukasi kesehatan untuk mendukung kesejahteraan keluarga nelayan di Desa Purworejo. Demak, 14 Juli 2026. Potensi ekonomi perempuan pesisir menjadi fokus pengabdian mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU-2 di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Selama 45 hari, tim mahasiswa lintas disiplin mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan penguatan usaha rumahan (home industry) dan edukasi kesehatan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan. Program KKN-T IDBU-2 di Desa Purworejo dijalankan oleh 10 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Sabrina Mantika (Ekonomi), Vania Rahma Putri (Hukum), Shanti Alya Paramita (Akuntansi), Andika Alfi Khoyron (Manajemen), Sekar Mitayani (Teknik Komputer), Anasthasya Jessy Onica (Ilmu Kelautan), Savita Aurora Rakhma (Kedokteran), Nadiya Nuhaifa (Bisnis Digital), Tegar Hermawan (Ekonomi), dan Yunita Mellyndra Sari (Keperawatan). Kolaborasi lintas keilmuan tersebut menjadi kekuatan utama tim dalam merancang program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai aspek. Desa Purworejo dipilih karena mayoritas masyarakatnya menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan. Di sisi lain, sebagian besar perempuan masih berperan sebagai ibu rumah tangga, meskipun memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan ekonomi produktif. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa mengusung tema “Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera: Penguatan Home Industry dan Edukasi Kesehatan untuk Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga di Desa Purworejo, Kabupaten Demak” sebagai dasar penyusunan program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Realisasi program kerja yang telah terencana nantinya, diarahkan untuk mendukung Social Development Goals (SDGS) 3, yaitu Good Health and Well-Being, serta SDGS 5, yaitu Gender Equality. Tercapainya kesetaraan melalui pemberdayaan Perempuan di pesisir dari segi ekonomi sekaligus juga mewujudkan kesejahteraan bagi keseluruhan rumah tangga di Desa Purworejo. Selain aspek kesetaraan dan kesejahteraan, KKNT- IDBU 2 juga menjadikan aspek Kesehatan sebagai fokus dalam program kerja. Rencananya dilaksanakan cek kesehatan bagi masyarakat dengan penyakit dan kategori yang telah terjaring melalui seleksi yang dilakukan oleh mahasiswa dan kader kesehatan desa. Daftar penyakit yang menjadi perhatian diantaranya diabetes, hipertensi, tuberkulosis, rematik, anemia, hepatitis, dan kesejahteraan geriatri. Kolaborasi berbagai disiplin ilmu adalah wujud komitmen kuat mahasiswa Universitas Diponegoro untuk terus hadir dan selalu memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat daerah pesisir. Keberdampakan ditunjukan melalui solusi yang langsung dapat diterapkan sehingga berpeluang menopang stabilitas ekonomi masyarakat desa daerah pesisir.

International Community Services FEB UNDIP Perkuat Pemberdayaan Perempuan Pesisir melalui Keterampilan Produksi dan Pengelolaan Usaha

Demak, 7 Agustus 2026 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan International Community Services (ICS) bertajuk “Empowering Kartini Bahari through Food Processing Skills, Waste Management, and Financial Literacy” di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan pesisir agar semakin produktif, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan. Program International Community Services ini diketuai oleh Dr. Andri Prastiwi, S.E., M.Si., Akt., dengan Prof. Dra. Indah Susilowati, M.Sc., Ph.D. sebagai Koordinator Lapangan. Keterlibatan dosen perempuan FEB Undip dari tiga bidang keilmuan, yaitu Ekonomi, Akuntansi, dan Manajemen, menjadi salah satu kekuatan program karena memungkinkan pemberdayaan perempuan pesisir dilakukan melalui pendekatan multidisiplin, mulai dari peningkatan produktivitas, pengelolaan usaha, pemasaran, pengelolaan keuangan rumah tangga, hingga keberlanjutan lingkungan. Sebagai kegiatan pengabdian masyarakat berskala internasional, program ini turut menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Betania Kartika Muflih dari International Institute for Halal Research and Training (INHART), International Islamic University Malaysia (IIUM). Kehadiran akademisi internasional tersebut memperkaya pertukaran pengetahuan dan praktik dalam pengembangan keterampilan produktif bagi perempuan di wilayah pesisir. Dalam sesi pengolahan pangan, Assoc. Prof. Dr. Betania Kartika Muflih memberikan pendampingan mengenai pengolahan produk tempe dan bakso ikan. Kedua keterampilan tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan perempuan dalam menghasilkan produk pangan bernilai tambah sekaligus memperluas peluang kegiatan ekonomi produktif di tingkat rumah tangga. Pelatihan pengolahan tempe dan bakso ikan diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan (women empowerment), terutama melalui peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan pangan. Dengan keterampilan tersebut, perempuan pesisir diharapkan semakin mampu menjadi pelaku ekonomi yang produktif dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga maupun komunitasnya. Pemilihan pengolahan bakso ikan juga memiliki relevansi dengan karakteristik Desa Purworejo sebagai wilayah pesisir. Pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk olahan bernilai tambah diharapkan dapat membuka peluang diversifikasi usaha sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat. Selain peningkatan keterampilan produksi, program ICS ini turut memberikan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan. Dr. Hastarini Dwi Atmanti, S.E., M.Si. menyampaikan materi mengenai pengolahan sampah rumah tangga. Materi tersebut mendorong peserta untuk memahami pentingnya pengelolaan limbah dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan kegiatan usaha produktif. Pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat rumah tangga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pesisir yang lebih bersih sekaligus membangun kesadaran bahwa peningkatan aktivitas ekonomi perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Selanjutnya, Shoimatul Fitria, S.E., M.M. menyampaikan materi mengenai pemasaran produk. Sesi ini menjadi bagian penting dalam menghubungkan kemampuan produksi dengan kemampuan membawa produk kepada konsumen. Peserta didorong untuk memahami bagaimana produk dapat dikembangkan, diperkenalkan, dan dipasarkan sehingga memiliki daya tarik serta nilai ekonomi yang lebih tinggi. Aspek penguatan kapasitas ekonomi keluarga juga mendapat perhatian melalui materi keuangan rumah tangga yang disampaikan oleh Aulizza Abdul Fanni, S.Ak., M.Sc. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga secara tertib, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pemasukan dan pengeluaran, hingga membangun kebiasaan pencatatan keuangan sederhana. Pemahaman mengenai keuangan rumah tangga menjadi penting karena peningkatan keterampilan produksi dan pemasaran perlu disertai kemampuan mengelola pendapatan dengan baik. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih terencana, perempuan pesisir diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus memiliki landasan yang lebih baik dalam mengembangkan kegiatan usaha secara berkelanjutan. Melalui integrasi antara keterampilan pengolahan pangan, pengelolaan sampah, pemasaran produk, dan pengelolaan keuangan rumah tangga, International Community Services ini menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang lebih komprehensif. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai aktor ekonomi yang mampu menghasilkan produk, mengelola sumber daya, memahami pasar, mengatur keuangan, serta meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga dan komunitasnya. Dimensi internasional dalam kegiatan ini juga membuka ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan Malaysia. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjadi landasan bagi pengembangan jejaring dan kegiatan internasional yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan International Community Services, FEB Undip menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan pesisir membutuhkan pendekatan yang saling terhubung. Kemampuan menghasilkan produk perlu diperkuat dengan pemahaman mengenai pemasaran, pengelolaan keuangan, serta keberlanjutan lingkungan agar aktivitas produktif yang dikembangkan mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. FEB Undip menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan serta penguatan program pengabdian masyarakat berwawasan internasional di lingkungan FEB Undip. Apresiasi juga disampaikan atas dukungan skema pendanaan World Class University (WCU) FEB Undip, yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan internasional yang tidak hanya memperkuat jejaring akademik global, tetapi juga menghadirkan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui semangat kolaborasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan, “International Community Services: Empowering Kartini Bahari through Food Processing Skills, Waste Management, and Financial Literacy” diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat posisi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan komunitas serta mendorong terciptanya masyarakat pesisir yang semakin produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

FEB UNDIP Perkuat Persiapan Akreditasi AACSB melalui Mentor Visit Programme bersama Taylor’s University Malaysia

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) terus memperkuat langkah menuju akreditasi internasional Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) melalui penyelenggaraan Mentor Visit Programme pada 3–5 Agustus 2026 di Gedung Dekanat FEB UNDIP. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperkuat tata kelola akademik sekaligus memastikan kesiapan institusi memenuhi standar pendidikan bisnis bertaraf internasional. Menghadirkan Prof. Dr. Chong Siong Choy, Dean of the Faculty of Business and Law Taylor’s University, Malaysia, yang juga berpengalaman sebagai mentor akreditasi AACSB, kegiatan ini menjadi wadah bagi pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta tim akreditasi FEB UNDIP untuk memperoleh masukan berdasarkan praktik terbaik (best practices) dari institusi yang telah berhasil meraih akreditasi AACSB. Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai sesi konsultasi dan diskusi strategis dilakukan untuk meninjau kesiapan FEB UNDIP dalam menghadapi proses akreditasi internasional. Pembahasan mencakup penguatan tata kelola fakultas, penyempurnaan dokumen akreditasi, implementasi Assurance of Learning (AoL) dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga strategi membangun budaya continuous improvement yang menjadi salah satu prinsip utama dalam standar AACSB. Selain sesi mentoring bersama pimpinan dan tim akreditasi, Prof. Chong juga berinteraksi dengan dosen dan mahasiswa melalui sharing session yang berlangsung secara interaktif. Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai proses pencapaian akreditasi AACSB di Taylor’s University, tantangan yang dihadapi, serta strategi membangun ekosistem pendidikan bisnis yang adaptif terhadap perkembangan global. Diskusi ini turut membuka ruang pertukaran gagasan mengenai inovasi pembelajaran, internasionalisasi, serta penguatan kualitas akademik secara berkelanjutan. Melalui Mentor Visit Programme, FEB UNDIP memperoleh berbagai rekomendasi strategis yang diharapkan dapat memperkuat implementasi standar AACSB sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi antara FEB UNDIP dan Taylor’s University, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan kapasitas akademik. Sejalan dengan visi menjadi fakultas ekonomi dan bisnis yang bereputasi global, FEB UNDIP terus berkomitmen meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan melalui kolaborasi internasional, inovasi akademik, dan penguatan sistem penjaminan mutu. Upaya tersebut diharapkan semakin mempercepat langkah FEB UNDIP dalam meraih akreditasi AACSB sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat internasional.

FEB UNDIP dan IKPI Jalin Kerja Sama Perkuat Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) terus memperluas kolaborasi dengan dunia profesi guna memperkuat kualitas pendidikan tinggi. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FEB UNDIP dan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) yang berlangsung di Ruang Sidang Dekan, Gedung Dekanat FEB UNDIP, pada Selasa (4/8). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) FEB UNDIP sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Dekan FEB UNDIP, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., bersama Ketua Umum IKPI, Vaudy Starworld. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi, khususnya dalam pengembangan pendidikan profesi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta implementasi kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia perpajakan dan praktik profesional. Melalui kerja sama ini, FEB UNDIP dan IKPI berkomitmen membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Implementasinya mencakup pengembangan kegiatan akademik, penyelenggaraan seminar dan pelatihan profesional, kolaborasi riset, hingga berbagai program yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) agar semakin siap menghadapi dinamika dunia kerja dan perkembangan regulasi perpajakan. Bagi PPAk FEB UNDIP, kemitraan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga memperkuat keterkaitan dengan praktik profesi. Keterlibatan organisasi profesi seperti IKPI diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi langsung dengan praktisi, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri dan profesi konsultan pajak. Melalui kolaborasi ini, FEB UNDIP kembali menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan dunia profesional. Sinergi dengan IKPI diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai program bersama yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika, profesi, serta masyarakat luas.

Dosen FEB UNDIP Raih Best Paper Award pada Konferensi Internasional ICOI 2026 melalui Riset Volatilitas Pasar Modal Indonesia

Riset mengenai dinamika volatilitas pasar modal Indonesia yang dikembangkan oleh dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) mendapat pengakuan di tingkat internasional. Dr. Erman Denny Arfinto, S.E., M.M. berhasil meraih Best Paper Award pada International Conference on Operations and Industrial Engineering (ICOI) 2026 yang diselenggarakan pada 21 Juli 2026 di Hanoi, Vietnam, melalui penelitian yang disusunnya bersama Prof. Harjum Muharam, S.E., M.E.. Keikutsertaan sekaligus raihan penghargaan tersebut didukung oleh pendanaan Program World Class University (WCU) Universitas Diponegoro melalui skema International Academics Networking (IAN) sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah bereputasi. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kualitas riset yang dikembangkan FEB UNDIP sekaligus menegaskan kontribusinya dalam pengembangan ilmu keuangan, khususnya dalam memahami dinamika pasar modal di tengah perubahan ekonomi global. Paper berjudul Realized Volatility Jumps and Foreign Flow Spillover in the Indonesia Stock Exchange: High-Frequency Evidence from IHSG Intraday Data, 2025–2026 mengangkat kajian mengenai hubungan antara arus investasi asing (foreign flow) dan lonjakan volatilitas (realized volatility jumps) di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini memanfaatkan data perdagangan intraday Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berfrekuensi tinggi untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku pasar, khususnya pada periode ketika tekanan pasar dan perubahan sentimen investor berlangsung secara cepat. Pendekatan tersebut menghasilkan perspektif yang lebih mendalam dibandingkan analisis pasar modal berbasis data harian yang umum digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lonjakan volatilitas memiliki peran signifikan dalam membentuk dinamika pasar saham Indonesia, terutama ketika terjadi peningkatan tekanan pasar. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan perilaku investor asing berkontribusi terhadap pergerakan harga saham secara lebih kompleks dibandingkan sekadar peningkatan volume transaksi. Selain memperkaya khazanah penelitian di bidang keuangan, studi ini juga menawarkan implikasi praktis bagi regulator, pelaku industri, dan investor dalam memperkuat manajemen risiko, mendukung stabilitas pasar modal, serta menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan berbasis data yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar. Raihan Best Paper Award pada International Conference on Operations and Industrial Engineering (ICOI) 2026 semakin mempertegas kiprah FEB Undip dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Partisipasi aktif dosen FEB Undip pada forum akademik internasional tidak hanya memperluas jejaring kolaborasi global, tetapi juga memperkuat posisi fakultas sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten menghasilkan riset berkualitas dan berdampak bagi pengembangan ilmu ekonomi, bisnis, serta kebijakan publik.