Berita Terkini

Kegiatan Fakultas

FEB Undip Dorong Literasi Digital melalui Pelatihan AI dalam Penulisan Ilmiah

Perpustakaan Fakultas Ekonomika dan Business Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Penggunaan AI dalam Penulisan Ilmiah” sebagai bagian dari program Smart Literacy Collaboration pada Kamis, 21 Mei 2026 di Ruang Sidang Utama Dekanat FEB Undip. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Fahimah, S.Sos., yang membagikan berbagai pemahaman mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung proses penelitian dan penulisan ilmiah. Pelatihan ini diikuti oleh peserta yang antusias untuk mempelajari penggunaan AI secara efektif dan etis dalam dunia akademik. Dalam pemaparannya, Fahimah menjelaskan bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk membantu brainstorming dan diskusi riset, teknik parafrase, hingga eksplorasi ide dalam proses penyusunan karya ilmiah. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penggunaan AI secara bijak agar tetap menjunjung integritas akademik. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi dan diskusi bersama peserta. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi terkait implementasi AI dalam mendukung produktivitas akademik serta tantangan etika dalam penggunaannya. Melalui kegiatan ini, Perpustakaan FEB Undip berharap dapat meningkatkan literasi digital sivitas akademika sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara adaptif dan bertanggung jawab dalam kegiatan penelitian dan penulisan ilmiah. Di akhir kegiatan, pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menyukseskan acara. Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung pengembangan kompetensi akademik di lingkungan FEB Undip.

FEB Undip Terima Kunjungan Edukasi dari SMA Islam PB Soedirman Jakarta Timur

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menerima kunjungan edukasi dari SMA Islam PB Soedirman pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FEB Undip ini menjadi bagian dari upaya pengenalan dunia perguruan tinggi kepada siswa sebagai bekal dalam merencanakan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Dalam kunjungan tersebut, Dr. Kardison Lumban Batu, S.E., M.Sc. selaku Ketua Program Studi Bisnis Digital FEB Undip menyampaikan materi mengenai dunia perkuliahan, sistem pembelajaran di perguruan tinggi, serta informasi tentang Universitas Diponegoro, khususnya FEB Undip. Pemaparan tersebut memberikan gambaran kepada siswa mengenai lingkungan akademik, peluang pengembangan kompetensi, hingga berbagai program pendidikan yang tersedia di FEB Undip. Selain memperoleh informasi akademik, para siswa juga diajak memahami pentingnya perencanaan pendidikan dan pengembangan diri sejak dini dalam menghadapi persaingan global. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa mengenali minat dan potensi yang dimiliki sebelum menentukan pilihan program studi di perguruan tinggi. Melalui kegiatan kunjungan edukasi ini, FEB Undip terus berkomitmen mendukung penyebaran informasi pendidikan tinggi kepada masyarakat sekaligus memperkuat peran institusi sebagai ruang pembelajaran yang terbuka, inspiratif, dan adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan.

Alumni FEB Undip Primadi Wahyuwidagdo Soerjosoemanto Bangun Kolaborasi Internasional di Bidang Perdagangan, Investasi, dan Pendidikan Global

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus melahirkan alumni yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya adalah Primadi Wahyuwidagdo Soerjosoemanto, alumni FEB Undip yang dikenal melalui kiprahnya dalam pengembangan perdagangan internasional, investasi global, pendidikan, serta kolaborasi lintas negara. Melalui berbagai inisiatif yang dijalankannya, Primadi turut membangun jejaring kerja sama yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai institusi dan pemangku kepentingan di tingkat global. Sebagai Alumni FEB Undip, Primadi menunjukkan bahwa kompetensi di bidang ekonomi dan bisnis dapat menjadi modal penting untuk menjawab tantangan dunia yang semakin terhubung. Perjalanan profesionalnya berfokus pada upaya mempertemukan sektor pendidikan, dunia usaha, organisasi internasional, hingga investor dalam berbagai bentuk kerja sama yang mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, serta pertukaran pengetahuan antarnegara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendirian BI International pada tahun 2008. Sebagai Co-Founder, President, dan Principal Partner, Primadi mengembangkan perusahaan tersebut menjadi mitra strategis dalam bidang perdagangan internasional dan investasi. Di bawah kepemimpinannya, BI International membantu membangun berbagai kolaborasi bisnis dan ekonomi lintas negara yang mempertemukan pelaku usaha, institusi pendidikan, organisasi, serta investor dari berbagai kawasan dunia. Kehadiran perusahaan tersebut menjadi salah satu wujud nyata kontribusi alumni Universitas Diponegoro dalam memperkuat jejaring internasional yang mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya berkiprah dalam sektor bisnis dan investasi, Primadi juga aktif mendorong pengembangan generasi muda melalui keterlibatannya dalam AIESEC, organisasi kepemudaan internasional terbesar di dunia. Melalui organisasi tersebut, ia mendukung pengembangan kepemimpinan, kolaborasi lintas budaya, serta pemberdayaan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan dinamika global. Baginya, pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu berkolaborasi, berinovasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Kisah Primadi Wahyuwidagdo Soerjosoemanto menjadi salah satu contoh bagaimana Alumni FEB Undip dapat mengambil peran strategis di tingkat internasional. Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi global, kemampuan membangun jejaring, menjembatani perbedaan budaya, serta menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan menjadi kompetensi yang semakin penting. Melalui kiprahnya di bidang perdagangan internasional, investasi global, dan pendidikan, Primadi membuktikan bahwa lulusan FEB Undip memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan global sekaligus membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Perjalanan tersebut juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan internasional, serta membangun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari ruang kuliah di FEB Undip hingga jejaring global, Primadi menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang menciptakan kontribusi nyata yang mampu menghubungkan Indonesia dengan dunia.

FEB Undip Buka Pendaftaran Summer Course 2026 Bersama University of Waterloo Bahas Transformasi Komunitas Pesisir

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) membuka pendaftaran Summer Course 2026 yang akan diselenggarakan pada 23–25 Juni 2026 di FEB Undip Semarang dan kawasan estuari Demak, Jawa Tengah. Program internasional ini menghadirkan kolaborasi akademik antara University of Waterloo dan Universitas Diponegoro dengan mengusung tema “Coastal Communities in Transition: Pathways from Vulnerability to Viability”. Kegiatan summer course dirancang sebagai ruang pembelajaran internasional yang membahas isu keberlanjutan, ketahanan wilayah pesisir, serta transformasi masyarakat pesisir di tengah tantangan perubahan lingkungan dan iklim global. Peserta akan mengikuti kuliah internasional, diskusi akademik, hingga studi lapangan di kawasan estuari Demak untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat pesisir. Melalui program ini, peserta juga berkesempatan membangun jejaring internasional bersama akademisi dan peserta dari berbagai latar belakang. Selain memperoleh wawasan multidisiplin mengenai pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim, peserta akan mendapatkan pengalaman akademik berbasis lapangan yang relevan dengan isu global saat ini. Program Summer Course 2026 diselenggarakan secara gratis dan peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan akan memperoleh sertifikat. FEB Undip berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kolaborasi akademik internasional sekaligus mendorong peningkatan pemahaman generasi muda terhadap isu keberlanjutan dan transformasi komunitas pesisir. Pendaftaran program dapat dilakukan melalui formulir daring yang telah disediakan panitia. Karena kuota peserta terbatas, calon peserta diimbau untuk segera melakukan registrasi sebelum pendaftaran ditutup.

Departemen IESP FEB Undip dan UTP Malaysia Implementasikan Energi Berkelanjutan di Desa Timbulsloko

Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama Universiti Teknologi PETRONAS melaksanakan kegiatan International Community Service di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada 7 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian International Summer Course in Energy Economics and Economic Development for Coastal Transformation yang sebelumnya diselenggarakan di FEB Undip. Program pengabdian internasional tersebut diinisiasi oleh Dr. Jaka Aminata dan Prof. Akhmad Syakir Kurnia sebagai bentuk kolaborasi akademik internasional yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir dan implementasi pembangunan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari kedua institusi diajak untuk memahami secara langsung kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat pesisir yang terdampak perubahan kawasan pantai. Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memasang delapan lampu tenaga surya (solar panel street lights) di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Pemasangan lampu tersebut bertujuan mendukung penerangan lingkungan warga, khususnya di kawasan pesisir yang masih memiliki keterbatasan pencahayaan pada malam hari. Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, program ini juga menjadi implementasi nyata konsep energi berkelanjutan yang dipelajari peserta selama kegiatan summer course. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis di ruang kelas, tetapi juga melihat bagaimana pemanfaatan energi ramah lingkungan dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui kegiatan International Community Service ini, FEB Undip kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kolaborasi internasional yang tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.  

FEB Undip dan Universiti Teknologi PETRONAS Gelar International Summer Course Bahas Ekonomi Energi dan Transformasi Pesisir

Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar International Summer Course in Energy Economics and Economic Development for Coastal Transformation bekerja sama dengan Universiti Teknologi PETRONAS pada 4–6 Mei 2026 di Ruang Sidang Utama Gedung Dekanat FEB Undip. Program ini menjadi bagian dari upaya FEB Undip dalam memperkuat kolaborasi internasional sekaligus menghadirkan ruang pertukaran akademik yang mempertemukan mahasiswa dan dosen dari kedua institusi. Sebanyak 30 mahasiswa dari Universiti Teknologi PETRONAS bersama satu dosen pendamping, Associate Professor Dr Muhammad Ridhuan Tony Lim Abdullah, mengikuti rangkaian kegiatan yang membahas isu ekonomi energi, pembangunan berkelanjutan, dan transformasi kawasan pesisir. Melalui diskusi, kuliah akademik, hingga studi kasus, peserta diajak melihat berbagai tantangan global dari sudut pandang multidisiplin yang dekat dengan realitas masyarakat. Kegiatan summer course secara resmi dibuka oleh Dr. Jaka Aminata selaku Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pengalaman belajar lintas budaya seperti ini juga memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dalam memahami isu pembangunan secara lebih komprehensif. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi dari akademisi dan praktisi mengenai transformasi ekonomi, pengelolaan sumber daya energi, hingga tantangan keberlanjutan di wilayah pesisir. Tidak hanya mengikuti sesi di dalam kelas, peserta juga terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat pada Kamis, 7 Mei 2026, di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kunjungan tersebut memberikan pengalaman langsung bagi peserta untuk memahami dinamika perubahan lingkungan dan sosial yang dihadapi masyarakat pesisir. Melalui penyelenggaraan summer course ini, FEB Undip kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi serta menciptakan ruang kolaborasi akademik yang adaptif terhadap isu global. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antarinstitusi, tetapi juga mendorong lahirnya kerja sama berkelanjutan dalam bidang riset, pendidikan, dan pengembangan masyarakat di masa mendatang.

FEB Undip Gelar Workshop Paperpal untuk Tingkatkan Kualitas Publikasi Ilmiah Internasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan Workshop Pelatihan Penggunaan Paperpal pada 8–9 Mei 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas publikasi ilmiah sivitas akademika di tingkat global. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FEB Undip ini diikuti oleh dosen serta mahasiswa program S1 hingga S3 dari berbagai departemen. Workshop menghadirkan Wakil Ketua Bidang Penelitian LPPM Undip, Prof. Firmansyah, dan Country Manager Indonesia Editage, Juventius Jaya, sebagai narasumber. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai optimalisasi penggunaan teknologi berbasis kecerdasan artifisial dalam mendukung proses penulisan akademik dan publikasi ilmiah internasional. Selain sesi pemaparan materi, workshop juga dilengkapi dengan praktik langsung penggunaan Paperpal untuk penulisan dan penyuntingan naskah akademik. Peserta didampingi oleh tim internal FEB Undip dalam proses praktik, sehingga dapat memahami penerapan teknologi secara lebih komprehensif dan aplikatif dalam penyusunan karya ilmiah. Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas riset, serta mendorong produktivitas publikasi ilmiah sivitas akademika. Pemanfaatan teknologi pendukung penulisan akademik dinilai penting untuk membantu peneliti dan mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang lebih sistematis, efektif, dan sesuai standar publikasi internasional. Melalui penyelenggaraan workshop ini, FEB Undip berharap semakin banyak karya ilmiah dosen dan mahasiswa yang mampu bersaing di jurnal bereputasi internasional. Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas komitmen FEB Undip dalam mendukung pengembangan ekosistem riset dan publikasi akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Prodi S1 Manajemen FEB Undip Gelar Sekolah Pasar Modal, Tingkatkan Literasi Investasi Mahasiswa

Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk Sekolah Pasar Modal pada 7 Mei 2026 di Hall Pertamina Gedung Dekanat FEB Undip. Kegiatan yang dipandu oleh Dannes Quirora Octavio, S.E., M.Sc. (Dosen Prodi Manajemen FEB Undip) ini menjadi bagian dari upaya FEB Undip dalam meningkatkan literasi investasi dan pemahaman pasar modal di kalangan mahasiswa melalui kolaborasi antara regulator, otoritas bursa, dan praktisi manajemen aset. Kuliah umum menghadirkan Fanny Rifqi El Fuad selaku Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah 1, Gresia Kusyanto selaku Direktur PT Majoris Asset Management, serta Zulfa Hendri selaku Co-Founder dan CEO PT Majoris Asset Management sebagai narasumber. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai investasi yang aman, strategi pengelolaan aset, serta perkembangan industri keuangan di era digital. Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menekankan pentingnya memahami aspek legalitas dan logika investasi sebelum menanamkan dana pada instrumen keuangan tertentu. Peserta diperkenalkan pada prinsip “Legal dan Logis” sebagai langkah awal untuk menghindari praktik investasi bodong dan penawaran keuntungan tidak realistis yang marak beredar di media sosial. Edukasi tersebut menjadi penting di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi digital dan pasar modal. Selain membahas aspek keamanan investasi, kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa pasar modal kini semakin inklusif bagi generasi muda. Perwakilan BEI Jawa Tengah 1 menjelaskan bahwa investasi saham saat ini dapat dimulai dengan modal yang terjangkau, sehingga mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk mulai membangun aset produktif sejak dini sebagai langkah menghadapi inflasi dan tantangan ekonomi di masa depan. Pada sesi berikutnya, praktisi dari PT Majoris Asset Management memperkenalkan strategi pengelolaan dana melalui instrumen reksa dana. Peserta dikenalkan pada konsep investasi yang dikelola oleh manajer investasi profesional sebagai alternatif bagi pemula yang belum memiliki waktu maupun kemampuan analisis pasar secara mendalam. Melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal ini, Prodi S1 Manajemen FEB Undip berharap mahasiswa tidak hanya memahami investasi sebagai sarana memperoleh keuntungan, tetapi juga memiliki literasi keuangan yang baik, memahami regulasi, serta mampu mengelola portofolio secara bijak dan berkelanjutan.

Hampir 50 Dosen FEB Undip Raih Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Non-APBN Undip TA 2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui keberhasilan dosennya dalam memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dibiayai selain APBN Universitas Diponegoro Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 37 dosen berhasil mendapatkan pendanaan penelitian, sementara 8 dosen lainnya memperoleh pendanaan untuk program pengabdian kepada masyarakat. Capaian ini mencerminkan komitmen kuat sivitas akademika FEB Undip dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pendanaan tersebut tidak hanya mendukung pelaksanaan riset yang berkualitas, tetapi juga memperluas dampak pengabdian yang relevan dengan kebutuhan sosial dan ekonomi. FEB Undip terus mendorong dosen untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai skema pendanaan eksternal guna memperkuat ekosistem riset dan pengabdian yang berkelanjutan. Melalui capaian ini, fakultas optimistis dapat terus meningkatkan reputasi akademik serta memberikan kontribusi strategis dalam pembangunan. Ke depan, FEB Undip berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, baik dari sektor pemerintah, industri, maupun institusi internasional. Download Lampiran: LAMPIRAN-DAFTAR-PENERIMA-PENDANAAN-PENELITIAN-YANG-DIBIAYAI-SELAIN-APBN-UNDIP-TA-2026 LAMPIRAN-DAFTAR-PENERIMA-PENDANAAN-PENGABDIAN-KEPADA-MASYARAKAT-YANG-DIBIAYAI-SELAIN-APBN-UNDIP-TA-2026

Esther Sri Astuti: Dari Alumni Sarjana Ekonomi FEB Undip Menjadi Direktur Eksekutif INDEF

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menunjukkan kontribusinya dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang berkiprah di tingkat nasional. Salah satu sosok inspiratif tersebut adalah Dr. Esther Sri Astuti Soeryaningrum Agustin, S.E., M.S.E., Ph.D., alumni Program Studi Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang saat ini dipercaya menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), salah satu lembaga kajian ekonomi paling berpengaruh di Indonesia. Perjalanan Esther menjadi bukti bahwa lulusan FEB Undip tidak hanya mampu berkarier di dunia bisnis dan pemerintahan, tetapi juga berkontribusi sebagai pemikir dan penggerak kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Berawal dari bangku kuliah Program Studi Sarjana Ekonomi Universitas Diponegoro, Esther mengembangkan ketertarikan yang kuat terhadap isu-isu pembangunan ekonomi, perdagangan internasional, dan kebijakan publik. Fondasi keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FEB Undip menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik dan profesionalnya. Sebagai bagian dari tradisi akademik Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB Undip, ia tumbuh dengan semangat untuk memahami berbagai persoalan ekonomi secara kritis dan berbasis data. Semangat belajar tersebut membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan magister, Esther berhasil meraih gelar doktor dari Maastricht University, Belanda. Pengalaman akademik internasional tersebut memperkaya perspektifnya dalam memahami berbagai tantangan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun global. Karier profesional Esther berkembang melalui perpaduan antara aktivitas akademik, penelitian, dan advokasi kebijakan. Ia dikenal sebagai ekonom yang aktif meneliti berbagai isu strategis seperti pembangunan ekonomi, industri, perdagangan, ketahanan pangan, hingga transformasi ekonomi nasional. Konsistensinya dalam menghasilkan kajian yang relevan dan berbasis bukti menjadikannya salah satu ekonom yang banyak menjadi rujukan dalam diskursus kebijakan publik di Indonesia. Sejak bergabung dengan INDEF pada tahun 2008, Esther terus menunjukkan dedikasi dalam mengembangkan riset ekonomi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional. Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun sebagai peneliti ekonomi, khususnya pada bidang pertanian dan pangan, ia dipercaya memimpin INDEF sebagai Direktur Eksekutif. Amanah tersebut menempatkannya pada posisi strategis untuk mengarahkan berbagai kajian dan rekomendasi kebijakan yang menjadi referensi bagi pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat luas. Perjalanan Esther Sri Astuti menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari posisi di korporasi atau pemerintahan. Menjadi pemikir, peneliti, dan penggerak kebijakan publik juga merupakan bentuk kepemimpinan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.