Demak, 7 Agustus 2026 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan International Community Services (ICS) bertajuk “Empowering Kartini Bahari through Food Processing Skills, Waste Management, and Financial Literacy” di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan pesisir agar semakin produktif, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan. Program International Community Services ini diketuai oleh Dr. Andri Prastiwi, S.E., M.Si., Akt., dengan Prof. Dra. Indah Susilowati, M.Sc., Ph.D. sebagai Koordinator Lapangan. Keterlibatan dosen perempuan FEB Undip dari tiga bidang keilmuan, yaitu Ekonomi, Akuntansi, dan Manajemen, menjadi salah satu kekuatan program karena memungkinkan pemberdayaan perempuan pesisir dilakukan melalui pendekatan multidisiplin, mulai dari peningkatan produktivitas, pengelolaan usaha, pemasaran, pengelolaan keuangan rumah tangga, hingga keberlanjutan lingkungan. Sebagai kegiatan pengabdian masyarakat berskala internasional, program ini turut menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Betania Kartika Muflih dari International Institute for Halal Research and Training (INHART), International Islamic University Malaysia (IIUM). Kehadiran akademisi internasional tersebut memperkaya pertukaran pengetahuan dan praktik dalam pengembangan keterampilan produktif bagi perempuan di wilayah pesisir. Dalam sesi pengolahan pangan, Assoc. Prof. Dr. Betania Kartika Muflih memberikan pendampingan mengenai pengolahan produk tempe dan bakso ikan. Kedua keterampilan tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan perempuan dalam menghasilkan produk pangan bernilai tambah sekaligus memperluas peluang kegiatan ekonomi produktif di tingkat rumah tangga. Pelatihan pengolahan tempe dan bakso ikan diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan (women empowerment), terutama melalui peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan pangan. Dengan keterampilan tersebut, perempuan pesisir diharapkan semakin mampu menjadi pelaku ekonomi yang produktif dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga maupun komunitasnya. Pemilihan pengolahan bakso ikan juga memiliki relevansi dengan karakteristik Desa Purworejo sebagai wilayah pesisir. Pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk olahan bernilai tambah diharapkan dapat membuka peluang diversifikasi usaha sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat. Selain peningkatan keterampilan produksi, program ICS ini turut memberikan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan. Dr. Hastarini Dwi Atmanti, S.E., M.Si. menyampaikan materi mengenai pengolahan sampah rumah tangga. Materi tersebut mendorong peserta untuk memahami pentingnya pengelolaan limbah dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan kegiatan usaha produktif. Pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat rumah tangga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pesisir yang lebih bersih sekaligus membangun kesadaran bahwa peningkatan aktivitas ekonomi perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Selanjutnya, Shoimatul Fitria, S.E., M.M. menyampaikan materi mengenai pemasaran produk. Sesi ini menjadi bagian penting dalam menghubungkan kemampuan produksi dengan kemampuan membawa produk kepada konsumen. Peserta didorong untuk memahami bagaimana produk dapat dikembangkan, diperkenalkan, dan dipasarkan sehingga memiliki daya tarik serta nilai ekonomi yang lebih tinggi. Aspek penguatan kapasitas ekonomi keluarga juga mendapat perhatian melalui materi keuangan rumah tangga yang disampaikan oleh Aulizza Abdul Fanni, S.Ak., M.Sc. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga secara tertib, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pemasukan dan pengeluaran, hingga membangun kebiasaan pencatatan keuangan sederhana. Pemahaman mengenai keuangan rumah tangga menjadi penting karena peningkatan keterampilan produksi dan pemasaran perlu disertai kemampuan mengelola pendapatan dengan baik. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih terencana, perempuan pesisir diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus memiliki landasan yang lebih baik dalam mengembangkan kegiatan usaha secara berkelanjutan. Melalui integrasi antara keterampilan pengolahan pangan, pengelolaan sampah, pemasaran produk, dan pengelolaan keuangan rumah tangga, International Community Services ini menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang lebih komprehensif. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai aktor ekonomi yang mampu menghasilkan produk, mengelola sumber daya, memahami pasar, mengatur keuangan, serta meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga dan komunitasnya. Dimensi internasional dalam kegiatan ini juga membuka ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan Malaysia. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjadi landasan bagi pengembangan jejaring dan kegiatan internasional yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan International Community Services, FEB Undip menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan pesisir membutuhkan pendekatan yang saling terhubung. Kemampuan menghasilkan produk perlu diperkuat dengan pemahaman mengenai pemasaran, pengelolaan keuangan, serta keberlanjutan lingkungan agar aktivitas produktif yang dikembangkan mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. FEB Undip menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan serta penguatan program pengabdian masyarakat berwawasan internasional di lingkungan FEB Undip. Apresiasi juga disampaikan atas dukungan skema pendanaan World Class University (WCU) FEB Undip, yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan internasional yang tidak hanya memperkuat jejaring akademik global, tetapi juga menghadirkan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui semangat kolaborasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan, “International Community Services: Empowering Kartini Bahari through Food Processing Skills, Waste Management, and Financial Literacy” diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat posisi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan komunitas serta mendorong terciptanya masyarakat pesisir yang semakin produktif, mandiri, dan berkelanjutan.