FEB Undip Perkuat Jejaring Akademik Internasional melalui Partisipasi dalam 2nd I-ARIEF Conference di Malaysia

2nd INCEIF Academic Research in Islamic Economics and Finance (I-ARIEF) adalah event akademik tahunan yang diselenggarakan oleh INCEIF (International Centre for Education in Islamic Finance) University. Sebagai universitas yang fokus pada riset dan pengembangan keuangan syariah dari sisi akademik dan praktis, INCEIF university telah terakreditasi AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business) sejak tahun 2018. Tahun ini tema besar yang diangkat dalam 2nd I-ARIEF adalah “Islamic Finance in the Artificial Intelligence (AI) Era: Bridging Technology and Sustainability”. Hal ini didasari bahwa kemajuan pesat dalam Kecerdasan Buatan (AI) sedang mentransformasi ekosistem keuangan di seluruh dunia, mengantarkan pada tingkat efisiensi, presisi, dan inovasi yang baru.

Acara konferensi terdiri atas dua hari pelaksanaan di tanggal 17 – 18 November 2025 bertempat di INCEIF University, Kuala Lumpur, Malaysia. Di hari pertama, dibuka dengan welcoming remarks langsung dari Prof. Emeritus Dato’ Dr. Azmi Omar, President dan CEO INCEIF University, lalu diikuti dengan keynote speech oleh prof. Dr. Joseph Cherian dari Asia School of Business. Prof. Cherian membawakan materi mengenai bagaimana teknologi AI dapat berdampak terhadap praktik lembaga perbankan dan keuangan, termasuk keuangan syariah.

Setelah dilakukan plenary session, acara dilanjutkan dengan parallel session yang menampilkan presentasi dari 25 paper terpilih dari beberapa negara di dunia, diantaranya didominasi oleh Malaysia, Indonesia, Nigeria, dan India. Dalam sesi parallel session, sebagai salah satu wakil dari Indonesia, Rifaldi Majid, yang juga merupakan dosen di program studi ekonomi Islam, hadir sebagai salah satu presenter. Dalam presentasinya, ia membawakan paper berjudul “Integrating Waqf Mechanisms Into Agricultural Financing In Indonesian Context: Insights, Policy Innovations, And Sustainability Prospects”. Dalam paper tersebut, ia mengusulkan desain model pembiayaan berkelanjutan yang inklusif untuk petani kecil dan sektor pertanian secara umum menggunakan instrumen wakaf uang. Wakaf uang dipilih karena dapat berperan sebagai alternatif pembiayaan yang comply dengan syariah serta tidak mensyaratkan adanya pengembalian return tertentu, selama pokok dana wakaf (principal of asset) tetap/tidak berkurang. Tidak hanya itu, penulis juga mengusulkan beberapa masukan dan implikasi penting kepada stakeholders terkait untuk menjalankan pilot project berdasarkan model yang telah dikembangkan.

Acara ditutup dengan Industry Panel Discussion dengan topik “Intersection of Islamic Finance, AI and Sustainability: Issues and Challenges”. Dalam panel tersebut, hadir dalam satu panggung pelaku industri keuangan syariah yang merupakan praktisi di bidang AI dan Islamic Finance dari lembaga keuangan syariah di Malaysia beserta akademisi di bidang terkait.

Penulis : Rifaldi Majid
Editor : Tim Humas FEB Undip