FEB UNDIP Mengadakan Jalan Sehat dan Alumni Gathering

Pada hari ini, Sabtu, 12 Maret 2016 dilaksanakan Senam Bersama, Jalan Sehat dan Alumni Gathering. Acara ini merupakan suatu rangkaian kegiatan Dies Natalis 56 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP). Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rektor Universitas Diponegoro, Dekan Fakultas di lingkungan Undip, Dekan FEB UNDIP, Alumni FEB, Karyawan dan Mahasiswa. Di awal acara Wakil Gubernur Jawa Tengah, Bapak Heru Sudjatmoko membuka acara dengan melepaskan balon sebagai tanda acara Dies Natalis 56 FEB UNDIP dimulai. Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama juga melaksanakan pemotongan pita dan dilanjutkan dengan pengibaran bendera start oleh Dekan FEB UNDIP, Dr. Suharnomo sebagai simbol keberangkatan peserta jalan sehat dari depan gerbang utama kampus FEB UNDIP. Acara dilanjutkan dengan alumni gathering yang diisi dengan kegiatan pentas seni band, tari dan teater dari mahasiswa. Dekan FEB UNDIP juga turut meramaikan acara dengan mengisi olah vokal yang diiringi oleh band. Di sela-sela acara pentas seni diumumkan pemenang lomba olah raga, Mahasiswa Berprestasi Tahun 2016 dan undian doorprize Dies Natalis FEB UNDIP. Acara jalan sehat diakhiri dengan pembagian grand prize undian dari sponsor.

Kiat Bijak Dalam Berinvestasi di Masa Muda Bersama Safir Senduk

Hari Kamis tanggal 17 Maret 2016, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro bekerjasama dengan Pegadaian menyelenggarakan Seminar Keuangan “Bijak Berinvestasi di Usia Muda” dengan pembicara Safir Senduk, CFP. Seminar yang digelar di Hall Gedung C Lantai 4 FEB UNDIP, Tembalang ini dihadiri oleh Koord. Bidang Pengembangan dan Kerjasama (Amie Kusumawardhani. PhD.), Kaprodi Ekonomi Islam (Darwanto, M.Si.), Pimpinan Wilayah Semarang PT. Pegadaian (Damar Latri Setiawan) beserta staf, dosen dan mahasiswa. Pembantu Dekan IV FEB UNDIP yang membuka seminar nasional ini berharap agar seminar nasional ini memberikan manfaat kepada seluruh peserta, terutama untuk dapat merencanakan keuangan serta dapat memberikan kiat-kiat berinvestasi melalui modal yang kecil. Masuk ke inti seminar, Safir Senduk menyampaikan “Apapun profesi seseorang dapat menjadi kaya, baik seorang karyawan, profesional dan pengusaha, karena kekayaan tidak diukur dari seberapa banyak penghasilan kita tetapi diukur dari seberapa banyak investasi yang dimiliki seseorang”. Safir juga menjelaskan cara untuk mengembangkan nilai aset seseorang yaitu dengan dua cara : investasi pertumbuhan (invest mendapat keuntungan) dan fix income invest (investasi dengan pendapatan tetap). Contoh investasi pertumbuhan : saham, valas, emas, property, manajer investasi dan contoh investasi fix income adalah obligasi, sukuk, deposito. Di akhir acara, Safir Senduk menyampaikan dalam berinvestasi hendaknya menyesuaikan dengan siklus ekonomi. “Pilih investasi yang nilai nominal dan nilai intrinsiknya sama”., ujarnya.

Ketua PERBANAS Mengisi Seminar Kewirausahaan di FEB UNDIP

Pada hari Jumat tanggal 11 Maret 2016, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan seminar bertajuk Entrepreneurship Seminar: Business Innovation and Future Business Opportunity. Seminar ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka Dies Natalis FEB Undip ke-56. seminar diadakan di Ruang Aula Gedung C. Dalam sambutannya, Dekan FEB Undip berharap seminar ini dapat memicu jiwa wirausaha seluruh peserta dan mahasiswa. Seminar yang dimoderatori oleh Dra. Rini Nugraheni, MM. (Dosen Jurusan Manajemen FEB Undip), mengundang Novitania Mundayati (Pemilik “House of Moo”, Semarang), Dr. Bambang WHEP (Dosen FPP Undip), dan Sigit Pramono (Ketua PERBANAS, Ketua Forum Alumni Entrepreneur) sebagai speaker. Pembicara pertama, Novitania Mundayanti, menceritakan kisahnya dalam mendirikan House of Moo. Novita menggarisbawahi bahwa Inovasi Produk, Tempat, Karyawan, dan Manajemen merupakan faktor kunci dalam kelangsungan bisnis. Sikapnya yang gigih dan pantang menyerah membuat bisnisnya terus berkembang. Di sesi kedua, Bambang WHEP memberikan tips dan trik agar lebih peka dalam mencari peluang bisnis dengan melakukan penilaian potensi diri melalui SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats). Lebih lanjut Bambang juga menyampaikan hal penting yang harus dilakukan dalam memulai bisnis: berani memulai, mulai sederhana, percaya diri, analisis / perhitungan, rencana dan visi yang jelas, pantang menyerah, optimis, yakin dan bertanggung jawab. Di sesi terakhir, Sigit Pramono menceritakan bahwa dirinya kini fokus di bidang Sosial Wirausaha. Gagasan Socio Entrepreneur diimplementasikannya dengan menghadirkan wisata Bromo tidak hanya sebagai tempat menikmati sunset tapi juga sebagai tempat yang menyenangkan bersama Jazz Gunung. Ini akan membuat wisatawan tinggal lebih lama dan sebagai gantinya, melakukan lebih banyak transaksi yang akan menguntungkan penduduk setempat. Alumni FEB 1983 ini kemudian mengatakan, dibutuhkan wirausaha-wirausaha baru untuk mendukung pembangunan Indonesia.