EduClass FEB Undip Dorong Mahasiswa Lebih Cakap Mengelola Keuangan dan Mempersiapkan Karier

Literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan setelah perguruan tinggi. Kemampuan mengelola keuangan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga dengan kecakapan menilai pilihan, mempertimbangkan risiko, dan mengambil keputusan secara rasional. Hal tersebut menjadi bahasan dalam EduClass bertema “Literasi Keuangan dan Career Preparation” yang diselenggarakan pada 2 September 2026 di Hall Gedung C FEB Undip. Kegiatan ini menghadirkan Eska Setia Kuncara, Analis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK dan EPK di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah, sebagai narasumber. Turut memberikan sambutan Aulia Vidya Almadana, S.E., M.M., Sekretaris Program Studi Manajemen FEB Undip, dan Luthfi Naim, Branch Manager Astra Credit Companies (ACC) Semarang.

Dalam pemaparannya, Eska menempatkan literasi keuangan sebagai kemampuan yang berkaitan langsung dengan kualitas pengambilan keputusan. Pengetahuan mengenai keuangan, menurut materi yang disampaikan, perlu diikuti dengan keterampilan dan keyakinan yang membentuk sikap serta perilaku dalam mengelola keuangan. Data SNLIK yang dipaparkan menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen, sementara Jawa Tengah mencapai 73,83 persen.

Persoalan tersebut kemudian dikaitkan dengan perencanaan keuangan dan keputusan investasi. Mahasiswa perlu memahami tujuan keuangan, menentukan prioritas, serta memperhitungkan kondisi dan risiko sebelum menentukan pilihan. Sikap kritis juga diperlukan agar keputusan finansial tidak didasarkan pada keinginan memperoleh keuntungan secara cepat, keputusan tanpa analisis, ataupun penggunaan produk yang legalitasnya belum dipastikan.

Perubahan lanskap digital turut memperluas tantangan dalam pengelolaan keuangan. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), misalnya, membuka peluang munculnya bentuk penipuan baru melalui deepfake, voice cloning, impersonation, phishing berbasis AI, hingga bukti dan testimoni yang direkayasa. Dalam konteks tersebut, peserta diperkenalkan pada prinsip ” Waspada, Legal, dan Logis ” sebagai dasar dalam menilai tawaran maupun layanan keuangan yang ditemui.

Kecakapan mengambil keputusan secara rasional, mengenali risiko, dan menyusun perencanaan menjadi bagian dari kesiapan memasuki kehidupan profesional. Melalui EduClass ini, literasi keuangan ditempatkan sebagai salah satu kompetensi yang mendukung mahasiswa dalam membangun kemandirian serta merencanakan masa depan secara lebih terukur.