IRCBE 2026 FEB Undip Angkat Tantangan Pertumbuhan Ekonomi dan Keberlanjutan Lingkungan

Semarang, 16 Oktober 2026. Bagaimana ekonomi dapat terus tumbuh tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu persoalan utama yang diangkat dalam The 4th International Research Conference on Business and Economics (IRCBE) yang diselenggarakan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) pada 14–15 Oktober 2026. Menghadirkan akademisi dan peneliti dari dalam maupun luar negeri, konferensi ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai strategi bisnis dan ekonomi dalam menghadapi tantangan keberlanjutan. Mengusung tema “Business and Economics Strategies for a Sustainable Future: Balancing Growth and Environmental Responsibility”, IRCBE 2026 menempatkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan sebagai pokok diskusi. Pembahasan mencakup berbagai isu, mulai dari transformasi dunia kerja, keberlanjutan digital, ekonomi biru, hingga implikasi perkembangan kecerdasan buatan terhadap kebijakan dan praktik ekonomi. Konferensi dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., serta Dekan FEB Undip, Prof. Faisal. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan menghadirkan enam pembicara dari institusi akademik serta lembaga riset nasional dan internasional. Pada hari pertama, plenary session menghadirkan pembahasan mengenai perubahan dunia kerja global, keberlanjutan digital, serta pengelolaan sumber daya kelautan. Alfred Presbitero, Ph.D. dari Deakin Business School, Australia, membahas tantangan dan peluang pengelolaan sumber daya manusia internasional melalui materi “International HRM: Key Challenges and Opportunities for the Future of Global Work”. Sementara itu, Dr. Shamshul Bahri dari University of Malaya, Malaysia, mengangkat urgensi penelitian berbasis dampak dalam pengembangan keberlanjutan digital di Indonesia melalui materi “A Call for Impact Based Research on Digital Sustainability in Indonesia”. Perspektif keberlanjutan juga dibahas melalui konteks pengelolaan sumber daya kelautan. Prof. Indah Susilowati dari Universitas Diponegoro memaparkan materi “Balancing between Economic vs Environment Need: Understanding for the Linkages of Blue Economy, Blue Growth, Blue Justice (a Case Study of Indonesia)”. Pembahasan tersebut mengangkat keterkaitan ekonomi biru, pertumbuhan biru, dan keadilan biru sebagai bagian dari diskusi mengenai keseimbangan kepentingan ekonomi dan lingkungan di Indonesia. Setelah rangkaian plenary session, kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan parallel session. Dalam sesi ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian dan bertukar gagasan berdasarkan bidang kajian masing-masing. Memasuki hari kedua, plenary session kembali menghadirkan perspektif mengenai keberlanjutan ekonomi di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Bahtiar Rifai, Ph.D. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membawakan materi “Sustainable Economy in the Age of AI: Policies and Practices to Foster Innovation and Mitigate Future Risks”, yang menyoroti peran kebijakan dan praktik dalam mendorong inovasi sekaligus memitigasi risiko di masa depan. Selanjutnya, Prof. Yih-Chyi Chuang dari National Chengchi University, Taiwan, melalui materi “Goodness as Strategy: Why Environmental Responsibility is Becoming a Condition of Resilience, Innovation, and Long-Term Competitiveness”, membahas tanggung jawab lingkungan sebagai bagian dari strategi membangun ketahanan, inovasi, dan daya saing jangka panjang. Sesi hari kedua juga menghadirkan Mirwan Surya Perdhana, Ph.D. dari Universitas Diponegoro yang membahas topik penelitian. Sebagaimana pada hari pertama, rangkaian plenary session hari kedua dilanjutkan dengan parallel session. Sesi ini menjadi ruang bagi para peneliti untuk memaparkan hasil kajian, memperoleh masukan, serta berdiskusi mengenai berbagai isu bisnis dan ekonomi. Melalui penyelenggaraan IRCBE 2026, FEB Undip memperluas ruang diskusi akademik mengenai hubungan antara pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan keberlanjutan lingkungan. Pertemuan akademisi dan peneliti lintas institusi ini diharapkan dapat memperkaya perspektif penelitian, memperkuat jejaring akademik, serta membuka peluang pengembangan kajian kolaboratif untuk menjawab tantangan bisnis dan ekonomi di masa depan.

FEB Undip dan Saxion University Perkuat Kerja Sama melalui Kuliah dan Program Kolaborasi Internasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) memperkuat penjajakan kerja sama internasional bersama Saxion University of Applied Sciences, Belanda, melalui pembahasan sejumlah program akademik strategis yang berorientasi pada perluasan kesempatan belajar dan pengembangan kapasitas sivitas akademika. Agenda tersebut berlangsung di Gedung Dekanat FEB Undip, Kamis (1/10), dan dilanjutkan dengan sesi kuliah yang menghadirkan perspektif akademik serta praktik keuangan dan audit dari Saxion University. Penguatan kerja sama diawali melalui pertemuan antara perwakilan Saxion University dan pimpinan FEB Undip yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Harjum Muharam, beserta jajaran. Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang pengembangan kolaborasi kedua institusi, mulai dari program beasiswa, pengembangan dan pembaruan kurikulum, hingga mobilitas mahasiswa dan dosen. Pembahasan juga mencakup penjajakan skema 2+2 dan 3+1, pengembangan program double degree, serta peluang bagi mahasiswa FEB Undip untuk mengikuti program akademik di Saxion University. Tidak hanya berfokus pada mobilitas, kedua institusi turut mengeksplorasi kolaborasi dalam metode pembelajaran, pengelolaan kelas, sharing praktik pengajaran, hingga kemungkinan pengembangan virtual class bersama. Setelah pertemuan tersebut, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuliah bagi sivitas akademika FEB Undip. Dennis Vossen, Program Director of Finance and Accounting Saxion University of Applied Sciences, membawakan kuliah bertajuk “The Investment Game”. Sementara itu, Eline Brinkhuis, Dosen Finance & Control Saxion University of Applied Sciences, menyampaikan materi “Audit in Action”. Kedua sesi tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa FEB Undip untuk memperluas wawasan mengenai investasi, keuangan, dan audit melalui perspektif pendidikan tinggi di Belanda. Kehadiran akademisi dari Saxion University sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan yang mempertemukan pembelajaran di lingkungan FEB Undip dengan praktik dan perspektif akademik internasional. Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari langkah FEB Undip dalam memperluas jejaring global dan menghadirkan semakin banyak peluang akademik bagi mahasiswa maupun dosen. Kolaborasi dengan Saxion University diharapkan dapat berkembang tidak hanya dalam bentuk mobilitas sivitas akademika, tetapi juga mencakup pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran, penguatan kapasitas akademik, serta program internasional yang berkelanjutan.

FEB UNDIP Perkuat Persiapan Akreditasi AACSB melalui Mentor Visit Programme bersama Taylor’s University Malaysia

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) terus memperkuat langkah menuju akreditasi internasional Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) melalui penyelenggaraan Mentor Visit Programme pada 3–5 Agustus 2026 di Gedung Dekanat FEB UNDIP. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperkuat tata kelola akademik sekaligus memastikan kesiapan institusi memenuhi standar pendidikan bisnis bertaraf internasional. Menghadirkan Prof. Dr. Chong Siong Choy, Dean of the Faculty of Business and Law Taylor’s University, Malaysia, yang juga berpengalaman sebagai mentor akreditasi AACSB, kegiatan ini menjadi wadah bagi pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta tim akreditasi FEB UNDIP untuk memperoleh masukan berdasarkan praktik terbaik (best practices) dari institusi yang telah berhasil meraih akreditasi AACSB. Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai sesi konsultasi dan diskusi strategis dilakukan untuk meninjau kesiapan FEB UNDIP dalam menghadapi proses akreditasi internasional. Pembahasan mencakup penguatan tata kelola fakultas, penyempurnaan dokumen akreditasi, implementasi Assurance of Learning (AoL) dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga strategi membangun budaya continuous improvement yang menjadi salah satu prinsip utama dalam standar AACSB. Selain sesi mentoring bersama pimpinan dan tim akreditasi, Prof. Chong juga berinteraksi dengan dosen dan mahasiswa melalui sharing session yang berlangsung secara interaktif. Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai proses pencapaian akreditasi AACSB di Taylor’s University, tantangan yang dihadapi, serta strategi membangun ekosistem pendidikan bisnis yang adaptif terhadap perkembangan global. Diskusi ini turut membuka ruang pertukaran gagasan mengenai inovasi pembelajaran, internasionalisasi, serta penguatan kualitas akademik secara berkelanjutan. Melalui Mentor Visit Programme, FEB UNDIP memperoleh berbagai rekomendasi strategis yang diharapkan dapat memperkuat implementasi standar AACSB sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi antara FEB UNDIP dan Taylor’s University, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan kapasitas akademik. Sejalan dengan visi menjadi fakultas ekonomi dan bisnis yang bereputasi global, FEB UNDIP terus berkomitmen meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan melalui kolaborasi internasional, inovasi akademik, dan penguatan sistem penjaminan mutu. Upaya tersebut diharapkan semakin mempercepat langkah FEB UNDIP dalam meraih akreditasi AACSB sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat internasional.

Dosen FEB UNDIP Raih Best Paper Award pada Konferensi Internasional ICOI 2026 melalui Riset Volatilitas Pasar Modal Indonesia

Riset mengenai dinamika volatilitas pasar modal Indonesia yang dikembangkan oleh dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) mendapat pengakuan di tingkat internasional. Dr. Erman Denny Arfinto, S.E., M.M. berhasil meraih Best Paper Award pada International Conference on Operations and Industrial Engineering (ICOI) 2026 yang diselenggarakan pada 21 Juli 2026 di Hanoi, Vietnam, melalui penelitian yang disusunnya bersama Prof. Harjum Muharam, S.E., M.E.. Keikutsertaan sekaligus raihan penghargaan tersebut didukung oleh pendanaan Program World Class University (WCU) Universitas Diponegoro melalui skema International Academics Networking (IAN) sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah bereputasi. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kualitas riset yang dikembangkan FEB UNDIP sekaligus menegaskan kontribusinya dalam pengembangan ilmu keuangan, khususnya dalam memahami dinamika pasar modal di tengah perubahan ekonomi global. Paper berjudul Realized Volatility Jumps and Foreign Flow Spillover in the Indonesia Stock Exchange: High-Frequency Evidence from IHSG Intraday Data, 2025–2026 mengangkat kajian mengenai hubungan antara arus investasi asing (foreign flow) dan lonjakan volatilitas (realized volatility jumps) di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini memanfaatkan data perdagangan intraday Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berfrekuensi tinggi untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku pasar, khususnya pada periode ketika tekanan pasar dan perubahan sentimen investor berlangsung secara cepat. Pendekatan tersebut menghasilkan perspektif yang lebih mendalam dibandingkan analisis pasar modal berbasis data harian yang umum digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lonjakan volatilitas memiliki peran signifikan dalam membentuk dinamika pasar saham Indonesia, terutama ketika terjadi peningkatan tekanan pasar. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan perilaku investor asing berkontribusi terhadap pergerakan harga saham secara lebih kompleks dibandingkan sekadar peningkatan volume transaksi. Selain memperkaya khazanah penelitian di bidang keuangan, studi ini juga menawarkan implikasi praktis bagi regulator, pelaku industri, dan investor dalam memperkuat manajemen risiko, mendukung stabilitas pasar modal, serta menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan berbasis data yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar. Raihan Best Paper Award pada International Conference on Operations and Industrial Engineering (ICOI) 2026 semakin mempertegas kiprah FEB Undip dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Partisipasi aktif dosen FEB Undip pada forum akademik internasional tidak hanya memperluas jejaring kolaborasi global, tetapi juga memperkuat posisi fakultas sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten menghasilkan riset berkualitas dan berdampak bagi pengembangan ilmu ekonomi, bisnis, serta kebijakan publik.

Mahasiswa FEB UNDIP Ikuti IWO Korea International Summer Camp 2026, Perkuat Kompetensi Global dan Diplomasi Budaya

Semarang, 30 Juli 2026 – Komitmen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) dalam mendorong internasionalisasi mahasiswa kembali tercermin melalui partisipasi Raisa Nathanie Kristanto, mahasiswa Program Studi Ekonomi, pada IWO Korea International Summer Camp 2026. Program yang diselenggarakan oleh International Workcamp Organization (IWO) Korea pada 10–19 Juli 2026 di Geomundo, Yeosu, Korea Selatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi global, memperluas jejaring internasional, sekaligus berkontribusi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mengusung semangat kolaborasi lintas budaya, program tersebut mempertemukan 25 peserta dari 14 negara dalam berbagai kegiatan berbasis volunteering dan community engagement. Selama sepuluh hari, peserta terlibat dalam proyek pelestarian lingkungan pesisir, aktivitas seni bersama masyarakat lokal, interaksi budaya dengan pelajar Korea, hingga diskusi mengenai isu pembangunan berkelanjutan. Melalui pendekatan experiential learning, setiap peserta didorong untuk bekerja dalam tim multikultural sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat setempat. Bagi Raisa, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, adaptasi, serta memperluas perspektif terhadap pentingnya kolaborasi internasional dalam menjawab berbagai tantangan global. Interaksi dengan peserta dari berbagai negara juga memberikan ruang untuk saling bertukar pengalaman dan memahami beragam pendekatan dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya belajar dari lingkungan internasional, Raisa juga membawa identitas Indonesia ke panggung global melalui Indonesian Cultural Sharing Session. Dalam sesi tersebut, ia memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara sebagai bentuk diplomasi budaya sekaligus mempererat hubungan antarbangsa melalui pertukaran budaya dan pemahaman lintas budaya. Partisipasi mahasiswa FEB UNDIP dalam IWO Korea International Summer Camp 2026 menjadi bagian dari upaya fakultas dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki daya saing global, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap isu-isu internasional. Pengalaman belajar di lingkungan multikultural diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial yang dibutuhkan untuk menghadapi dinamika dunia yang semakin terhubung. sumber : ekonomi feb undip

Dosen Manajemen FEB Undip Menjadi Visiting Researcher di National Taiwan University

Taipei – Dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), Aktsar Hamdi Tsalits, Ph.D., menjadi Visiting Researcher di College of Management, National Taiwan University (NTU), Taiwan pada 13–22 Juli 2026. Kegiatan ini didanai oleh skema World Class University (WCU) Program yang merupakan bagian dari upaya FEB Undip dalam memperkuat kolaborasi riset internasional sekaligus mendukung agenda internasionalisasi Universitas Diponegoro. Selama program tersebut, Aktsar Hamdi Tsalits berkolaborasi dengan Assoc. Prof. Jyun-Ying Fu, dosen Department of International Business, College of Management, National Taiwan University. Prof. Fu merupakan akademisi yang memiliki rekam jejak penelitian yang kuat di bidang manajemen dengan berbagai publikasi pada jurnal bereputasi dunia, termasuk Journal of Management. Kolaborasi ini menjadi kesempatan strategis untuk memperluas jejaring penelitian sekaligus meningkatkan kualitas luaran riset FEB Undip bersama salah satu peneliti terkemuka di bidangnya. National Taiwan University sendiri merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia yang menempati peringkat ke-63 dalam QS World University Rankings. Reputasi akademik NTU menjadikannya mitra strategis bagi Universitas Diponegoro dalam mengembangkan kolaborasi penelitian yang berorientasi pada publikasi internasional bereputasi. Fokus utama kegiatan Visiting Researcher ini adalah pengembangan riset kolaboratif mengenai peran sinyal (signals) dalam proses internasionalisasi perusahaan dari negara berkembang (emerging market firms). Penelitian tersebut ditargetkan menghasilkan publikasi pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen internasional. Melalui program ini, FEB Undip berupaya memperkuat jejaring kerja sama penelitian dengan College of Management NTU sekaligus meningkatkan academic reputation sebagai indikator penting dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Ke depan, kolaborasi antara FEB Undip dan National Taiwan University diharapkan dapat terus berkembang melalui penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan jejaring akademik internasional yang berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi salah satu wujud komitmen FEB Undip dalam meningkatkan kualitas penelitian dan memperkuat posisi Universitas Diponegoro di tingkat internasional.

SEL FEB Undip Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Center for Business Sustainability NCCU Taiwan

Taipei – Sustainability and Entrepreneurship Labs (SEL) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menjajaki kerja sama strategis dengan Center for Business Sustainability, College of Commerce, National Chengchi University (NCCU), Taiwan sebagai upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dan mengembangkan kolaborasi riset di bidang keberlanjutan. Pertemuan berlangsung di Meeting Room Center for Sustainability Management, College of Commerce Building, National Chengchi University pada Kamis, 16 Juli 2026. Delegasi FEB Undip dipimpin oleh Dekan FEB Undip sekaligus Pengarah SEL, Prof. Faisal, didampingi anggota SEL sekaligus Koordinator Bidang Reputasi, Kerja Sama, dan Konektivitas Global, Aktsar Hamdi Tsalits, Ph.D.Delegasi Center for Business Sustainability NCCU dipimpin oleh Direktur, Prof. Danchi Tan, bersama Deputi Direktur, Prof. Anne Wu. Pertemuan ini difokuskan pada pengembangan kapasitas SEL FEB Undip yang baru dibentuk agar mampu berkembang menjadi pusat studi yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi dunia akademik maupun masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, tim SEL memperoleh berbagai masukan mengenai tata kelola pusat studi, strategi pengembangan organisasi, model bisnis, hingga pengelolaan kemitraan dari pengalaman Center for Business Sustainability NCCU, yang telah dikenal sebagai salah satu pusat unggulan di bidang keberlanjutan. Sebagai tindak lanjut, SEL FEB Undip akan mengundang jajaran pengelola Center for Business Sustainability untuk berkunjung ke FEB Undip dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan pusat studi yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga akan mencakup diskusi mengenai model bisnis pusat studi serta berbagi praktik baik terkait layanan unggulan NCCU ESG Solutions, yang telah menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata NCCU dalam mendukung implementasi prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di berbagai organisasi. Selain penguatan kelembagaan, kedua pusat studi juga sepakat untuk mengembangkan kolaborasi akademik melalui penyelenggaraan simposium internasional bersama yang mempertemukan akademisi dan peneliti dari kedua institusi. Simposium tersebut diharapkan menghasilkan publikasi ilmiah kolaboratif, baik dalam bentuk book chapter maupun artikel pada jurnal internasional. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terjalinnya kemitraan jangka panjang antara SEL FEB Undip dan Center for Business Sustainability NCCU dalam pengembangan riset, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi di bidang keberlanjutan dan kewirausahaan. Sejalan dengan visi internasionalisasi FEB Undip, kerja sama ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi SEL sebagai pusat studi yang adaptif, berdampak, dan mampu berkontribusi terhadap penyelesaian berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Mahasiswa Ekonomi FEB Undip Raih Gold Medal dan Best Inventors Award di Malaysia Lewat Inovasi SnugsyNest

Mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Melalui ajang 10th World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung pada 17–20 Mei 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, tim mahasiswa lintas disiplin berhasil meraih Gold Medal dan Best Inventors Award (Tertiary Category) berkat inovasi platform digital bernama SnugsyNest, sebuah solusi terpadu yang dirancang untuk membantu keluarga dengan anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas mental. Keberhasilan tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas Ni Nyoman Rara Maharani T. (Ekonomi 2024) dari FEB Undip bersama Ainun (Ilmu Komunikasi 2023), Nazwa (Administrasi Publik 2023), dan Dandy (Informatika 2023). Kolaborasi lintas fakultas ini menghadirkan SnugsyNest pada kategori Household and Personal Care, sebuah platform berbasis teknologi yang mengintegrasikan layanan informasi sekolah inklusif, pusat terapi, direktori profesional pendamping, hingga fitur Artificial Intelligence (AI) Virtual Assistant yang dapat membantu orang tua memperoleh informasi mengenai berbagai kondisi disabilitas mental dan kebutuhan pendampingan anak secara lebih mudah dan cepat. Inovasi tersebut lahir dari kepedulian tim terhadap masih terbatasnya akses informasi bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan berbagai temuan dan data yang menunjukkan masih banyak orang tua mengalami kesulitan memperoleh informasi terkait sekolah inklusif, layanan terapi, maupun pendampingan yang sesuai, tim melihat perlunya sebuah platform yang mampu menghubungkan seluruh kebutuhan tersebut dalam satu ekosistem digital. Melalui SnugsyNest, orang tua tidak lagi harus mencari informasi secara terpisah melalui berbagai platform, melainkan dapat mengakses layanan yang lebih terintegrasi dalam satu sistem yang dirancang khusus sesuai kebutuhan mereka. Persiapan menuju kompetisi internasional ini dilakukan sejak Maret 2026. Tim tidak hanya mengembangkan platform dan menyusun proyeksi bisnis sebagai bagian dari strategi peluncuran produk ke pasar, tetapi juga mempersiapkan aspek legalitas melalui perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), menyempurnakan model bisnis, serta menjalani berbagai sesi latihan presentasi dan pitching dalam bahasa Inggris. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa SnugsyNest tidak hanya memiliki nilai inovasi, tetapi juga memiliki potensi implementasi dan keberlanjutan sebagai solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Selama pameran inovasi internasional di Malaysia, tim mempresentasikan konsep, model bisnis, serta dampak sosial yang ditawarkan SnugsyNest di hadapan dewan juri dan pengunjung dari berbagai negara. Inovasi yang menggabungkan teknologi digital dengan pendekatan layanan sosial tersebut mendapatkan apresiasi tinggi karena dinilai mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan akses informasi bagi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Keberhasilan meraih Gold Medal dan Best Inventors Award menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Diponegoro tidak hanya mampu menghasilkan inovasi berbasis teknologi, tetapi juga menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Prestasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menciptakan inovasi yang relevan, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global. Melalui SnugsyNest, tim berharap dapat terus mengembangkan platform tersebut sehingga dapat segera digunakan secara luas dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga, anak berkebutuhan khusus, serta ekosistem pendidikan dan layanan inklusif di Indonesia.  

FEB Undip Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Program Staff Mobility di University of the Western Cape, Afrika Selatan

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring global melalui partisipasi dalam Staff Mobility Program di University of the Western Cape (UWC), Cape Town, Afrika Selatan. Kegiatan ini diwakili oleh Prof. Dr. Indah Susilowati, M.Sc. dan Prof. Dr. Faisal, S.E., M.Si., selaku Dekan FEB Undip, yang hadir dalam Land, Life and Society International Conference pada 7–9 Oktober 2025. Konferensi internasional tersebut mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk membahas tema:“Politics of Land and Resource Contestation in the Era of Global and Local Crises.”Forum ini menjadi ajang penting untuk bertukar gagasan mengenai tata kelola lahan, ketahanan sosial-ekologis, serta pembangunan berkelanjutan di tengah dinamika krisis global maupun lokal. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Indah Susilowati memaparkan penelitian berjudul:“V2V Action Research for Adaptation to Climate Change and Disruptive Shocks: Revitalising Local Wisdom, Culture, and Traditions (LWCT) on the North Coast of Central Java, Indonesia).”Presentasi ini menyoroti upaya riset berbasis komunitas yang dilakukan Undip, khususnya dalam memperkuat kapasitas adaptasi masyarakat pesisir melalui penguatan kembali kearifan lokal dan praktik budaya untuk menghadapi perubahan iklim dan tekanan sosial ekonomi. Di luar agenda konferensi, delegasi FEB Undip juga mengadakan berbagai diskusi akademik dan pertemuan kolaboratif dengan para dosen UWC untuk menjajaki peluang kerja sama jangka panjang dalam riset, pengajaran, serta pertukaran staf dan mahasiswa. Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Undip sebagai World Class University.“Kolaborasi ini tidak hanya memperluas kemitraan akademik internasional, tetapi juga mendorong pemahaman lintas budaya serta mendukung misi Undip untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan global,” ujarnya. Sebagai institusi yang dikenal memiliki komitmen kuat terhadap isu keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan, UWC memiliki keselarasan nilai akademik dengan Undip. Sinergi ini diharapkan membuka peluang kerja sama lanjutan seperti riset bersama, publikasi kolaboratif, dan program mobilitas internasional yang lebih luas. Melalui keberhasilan Staff Mobility Program ini, FEB Undip menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat keterlibatan internasional dan meningkatkan mutu akademik, sekaligus berkontribusi aktif dalam diskursus global mengenai keberlanjutan, resiliensi, dan pembangunan inklusif.

Mahasiswa FEB UNDIP Mengikuti Training Internasional di UNIRAZAK, Perkuat Riset Kolaboratif dengan Pendanaan Students Go International (SGI)

Semarang, Indonesia – Zulfikar Al-Hafidz, mahasiswa program Doktor Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Training on Capacity Building for Student and Young Researcher: Kick Off for Join Research yang diselenggarakan di Universiti Tun Abdul Razak (UNIRAZAK), Malaysia, pada 7-10 Juli 2025. Program ini merupakan bagian dari upaya penguatan internasionalisasi dan pencapaian visi Universitas Diponegoro untuk menjadi World Class University. Kegiatan ini sangat relevan untuk mendukung studi doktoralnya, khususnya dalam meningkatkan kapasitas riset dengan perspektif internasional. Kegiatan ini juga didukung oleh pendanaan melalui skema Student Go International (SGI), yang merupakan bagian dari upaya Universitas Diponegoro untuk memfasilitasi mahasiswa dalam menjalin kolaborasi internasional, memperluas jaringan akademik, serta mengembangkan kapasitas riset di tingkat global. Dalam pelaksanaan studinya, Zulfikar Al-Hafidz dibimbing oleh Prof. Drs. Waridin, M.S., Ph.D dan Prof. Dra. Indah Susilowati, M.Sc., Ph.D., yang senantiasa memberikan arahan dan dukungan dalam pengembangan kualitas riset serta pencapaian target akademik di tingkat internasional. Pada hari pertama, kegiatan dimulai dengan registrasi dan pembukaan. Pada sesi ini, para pembicara utama dari UNIRAZAK dan UNDIP menyampaikan visi serta potensi kolaborasi internasional antara kedua universitas. Diskusi tersebut membuka kesempatan untuk pertukaran ide mengenai peluang kerja sama di bidang ekonomi inklusif dan transformasi sosial berkelanjutan, yang menjadi tema utama dalam program ini. Hari kedua difokuskan pada pengembangan riset kolaboratif. Para peserta, bersama dengan tim dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UNDIP dan UNIRAZAK, berdiskusi untuk merumuskan peta jalan riset bersama, yang nantinya akan melibatkan publikasi di jurnal internasional bereputasi. Sesi ini sangat bermanfaat untuk memperdalam keterampilan riset mahasiswa, yang juga akan mendukung pengembangan penelitian mereka. Pada hari terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan proposal/draft artikel yang menjadi langkah awal dalam riset kolaboratif bersama. Draft artikel ini diharapkan dapat berkontribusi pada publikasi di jurnal internasional bereputasi. Penyusunan artikel ini menjadi bagian penting dalam pengembangan riset yang sedang dilakukan. Kegiatan Student Go International ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik mereka di bidang riset ekonomi dengan perspektif internasional. Keterlibatan dalam riset kolaboratif dan publikasi internasional memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan penelitian mahasiswa. Selain itu, pengalaman ini membuka peluang besar untuk memperluas jaringan akademik yang dapat mendukung kelanjutan studi dan karier riset mereka.