FEB Undip dan Saxion University Perkuat Kerja Sama melalui Kuliah dan Program Kolaborasi Internasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) memperkuat penjajakan kerja sama internasional bersama Saxion University of Applied Sciences, Belanda, melalui pembahasan sejumlah program akademik strategis yang berorientasi pada perluasan kesempatan belajar dan pengembangan kapasitas sivitas akademika. Agenda tersebut berlangsung di Gedung Dekanat FEB Undip, Kamis (1/10), dan dilanjutkan dengan sesi kuliah yang menghadirkan perspektif akademik serta praktik keuangan dan audit dari Saxion University. Penguatan kerja sama diawali melalui pertemuan antara perwakilan Saxion University dan pimpinan FEB Undip yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Harjum Muharam, beserta jajaran. Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang pengembangan kolaborasi kedua institusi, mulai dari program beasiswa, pengembangan dan pembaruan kurikulum, hingga mobilitas mahasiswa dan dosen. Pembahasan juga mencakup penjajakan skema 2+2 dan 3+1, pengembangan program double degree, serta peluang bagi mahasiswa FEB Undip untuk mengikuti program akademik di Saxion University. Tidak hanya berfokus pada mobilitas, kedua institusi turut mengeksplorasi kolaborasi dalam metode pembelajaran, pengelolaan kelas, sharing praktik pengajaran, hingga kemungkinan pengembangan virtual class bersama. Setelah pertemuan tersebut, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuliah bagi sivitas akademika FEB Undip. Dennis Vossen, Program Director of Finance and Accounting Saxion University of Applied Sciences, membawakan kuliah bertajuk “The Investment Game”. Sementara itu, Eline Brinkhuis, Dosen Finance & Control Saxion University of Applied Sciences, menyampaikan materi “Audit in Action”. Kedua sesi tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa FEB Undip untuk memperluas wawasan mengenai investasi, keuangan, dan audit melalui perspektif pendidikan tinggi di Belanda. Kehadiran akademisi dari Saxion University sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan yang mempertemukan pembelajaran di lingkungan FEB Undip dengan praktik dan perspektif akademik internasional. Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari langkah FEB Undip dalam memperluas jejaring global dan menghadirkan semakin banyak peluang akademik bagi mahasiswa maupun dosen. Kolaborasi dengan Saxion University diharapkan dapat berkembang tidak hanya dalam bentuk mobilitas sivitas akademika, tetapi juga mencakup pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran, penguatan kapasitas akademik, serta program internasional yang berkelanjutan.
FEB Undip Buka Peluang Kolaborasi Akademik bersama National Chengchi University Taiwan

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menerima kunjungan akademik dari National Chengchi University (NCCU), Taiwan, pada 27 Agustus 2026 di Ruang Sidang Senat FEB Undip. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan dan penelitian. Kunjungan tersebut dihadiri Prof. Ying-Hui Chiang dan Pei Chun Lee dari Department of Land Economics (DLE), National Chengchi University (NCCU), Taiwan). Pertemuan membahas sejumlah peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan antara kedua institusi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan jejaring akademik internasional. Melalui pertemuan tersebut, FEB Undip terus mendorong terbentuknya kemitraan dengan perguruan tinggi di tingkat global. Kolaborasi internasional diharapkan tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan kegiatan akademik dan penelitian yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika kedua institusi. Langkah ini sejalan dengan komitmen FEB Undip dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi dan membangun ekosistem akademik yang semakin terbuka terhadap kerja sama global.
International Community Services FEB UNDIP Perkuat Pemberdayaan Perempuan Pesisir melalui Keterampilan Produksi dan Pengelolaan Usaha

Demak, 7 Agustus 2026 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan International Community Services (ICS) bertajuk “Empowering Kartini Bahari through Food Processing Skills, Waste Management, and Financial Literacy” di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan pesisir agar semakin produktif, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan. Program International Community Services ini diketuai oleh Dr. Andri Prastiwi, S.E., M.Si., Akt., dengan Prof. Dra. Indah Susilowati, M.Sc., Ph.D. sebagai Koordinator Lapangan. Keterlibatan dosen perempuan FEB Undip dari tiga bidang keilmuan, yaitu Ekonomi, Akuntansi, dan Manajemen, menjadi salah satu kekuatan program karena memungkinkan pemberdayaan perempuan pesisir dilakukan melalui pendekatan multidisiplin, mulai dari peningkatan produktivitas, pengelolaan usaha, pemasaran, pengelolaan keuangan rumah tangga, hingga keberlanjutan lingkungan. Sebagai kegiatan pengabdian masyarakat berskala internasional, program ini turut menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Betania Kartika Muflih dari International Institute for Halal Research and Training (INHART), International Islamic University Malaysia (IIUM). Kehadiran akademisi internasional tersebut memperkaya pertukaran pengetahuan dan praktik dalam pengembangan keterampilan produktif bagi perempuan di wilayah pesisir. Dalam sesi pengolahan pangan, Assoc. Prof. Dr. Betania Kartika Muflih memberikan pendampingan mengenai pengolahan produk tempe dan bakso ikan. Kedua keterampilan tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan perempuan dalam menghasilkan produk pangan bernilai tambah sekaligus memperluas peluang kegiatan ekonomi produktif di tingkat rumah tangga. Pelatihan pengolahan tempe dan bakso ikan diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan (women empowerment), terutama melalui peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan pangan. Dengan keterampilan tersebut, perempuan pesisir diharapkan semakin mampu menjadi pelaku ekonomi yang produktif dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga maupun komunitasnya. Pemilihan pengolahan bakso ikan juga memiliki relevansi dengan karakteristik Desa Purworejo sebagai wilayah pesisir. Pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk olahan bernilai tambah diharapkan dapat membuka peluang diversifikasi usaha sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat. Selain peningkatan keterampilan produksi, program ICS ini turut memberikan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan. Dr. Hastarini Dwi Atmanti, S.E., M.Si. menyampaikan materi mengenai pengolahan sampah rumah tangga. Materi tersebut mendorong peserta untuk memahami pentingnya pengelolaan limbah dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan kegiatan usaha produktif. Pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat rumah tangga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pesisir yang lebih bersih sekaligus membangun kesadaran bahwa peningkatan aktivitas ekonomi perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Selanjutnya, Shoimatul Fitria, S.E., M.M. menyampaikan materi mengenai pemasaran produk. Sesi ini menjadi bagian penting dalam menghubungkan kemampuan produksi dengan kemampuan membawa produk kepada konsumen. Peserta didorong untuk memahami bagaimana produk dapat dikembangkan, diperkenalkan, dan dipasarkan sehingga memiliki daya tarik serta nilai ekonomi yang lebih tinggi. Aspek penguatan kapasitas ekonomi keluarga juga mendapat perhatian melalui materi keuangan rumah tangga yang disampaikan oleh Aulizza Abdul Fanni, S.Ak., M.Sc. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga secara tertib, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pemasukan dan pengeluaran, hingga membangun kebiasaan pencatatan keuangan sederhana. Pemahaman mengenai keuangan rumah tangga menjadi penting karena peningkatan keterampilan produksi dan pemasaran perlu disertai kemampuan mengelola pendapatan dengan baik. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih terencana, perempuan pesisir diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus memiliki landasan yang lebih baik dalam mengembangkan kegiatan usaha secara berkelanjutan. Melalui integrasi antara keterampilan pengolahan pangan, pengelolaan sampah, pemasaran produk, dan pengelolaan keuangan rumah tangga, International Community Services ini menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang lebih komprehensif. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai aktor ekonomi yang mampu menghasilkan produk, mengelola sumber daya, memahami pasar, mengatur keuangan, serta meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga dan komunitasnya. Dimensi internasional dalam kegiatan ini juga membuka ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan Malaysia. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjadi landasan bagi pengembangan jejaring dan kegiatan internasional yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan International Community Services, FEB Undip menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan pesisir membutuhkan pendekatan yang saling terhubung. Kemampuan menghasilkan produk perlu diperkuat dengan pemahaman mengenai pemasaran, pengelolaan keuangan, serta keberlanjutan lingkungan agar aktivitas produktif yang dikembangkan mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. FEB Undip menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan serta penguatan program pengabdian masyarakat berwawasan internasional di lingkungan FEB Undip. Apresiasi juga disampaikan atas dukungan skema pendanaan World Class University (WCU) FEB Undip, yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan internasional yang tidak hanya memperkuat jejaring akademik global, tetapi juga menghadirkan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui semangat kolaborasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan, “International Community Services: Empowering Kartini Bahari through Food Processing Skills, Waste Management, and Financial Literacy” diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat posisi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan komunitas serta mendorong terciptanya masyarakat pesisir yang semakin produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
FEB UNDIP Perkuat Persiapan Akreditasi AACSB melalui Mentor Visit Programme bersama Taylor’s University Malaysia

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) terus memperkuat langkah menuju akreditasi internasional Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) melalui penyelenggaraan Mentor Visit Programme pada 3–5 Agustus 2026 di Gedung Dekanat FEB UNDIP. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperkuat tata kelola akademik sekaligus memastikan kesiapan institusi memenuhi standar pendidikan bisnis bertaraf internasional. Menghadirkan Prof. Dr. Chong Siong Choy, Dean of the Faculty of Business and Law Taylor’s University, Malaysia, yang juga berpengalaman sebagai mentor akreditasi AACSB, kegiatan ini menjadi wadah bagi pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta tim akreditasi FEB UNDIP untuk memperoleh masukan berdasarkan praktik terbaik (best practices) dari institusi yang telah berhasil meraih akreditasi AACSB. Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai sesi konsultasi dan diskusi strategis dilakukan untuk meninjau kesiapan FEB UNDIP dalam menghadapi proses akreditasi internasional. Pembahasan mencakup penguatan tata kelola fakultas, penyempurnaan dokumen akreditasi, implementasi Assurance of Learning (AoL) dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga strategi membangun budaya continuous improvement yang menjadi salah satu prinsip utama dalam standar AACSB. Selain sesi mentoring bersama pimpinan dan tim akreditasi, Prof. Chong juga berinteraksi dengan dosen dan mahasiswa melalui sharing session yang berlangsung secara interaktif. Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai proses pencapaian akreditasi AACSB di Taylor’s University, tantangan yang dihadapi, serta strategi membangun ekosistem pendidikan bisnis yang adaptif terhadap perkembangan global. Diskusi ini turut membuka ruang pertukaran gagasan mengenai inovasi pembelajaran, internasionalisasi, serta penguatan kualitas akademik secara berkelanjutan. Melalui Mentor Visit Programme, FEB UNDIP memperoleh berbagai rekomendasi strategis yang diharapkan dapat memperkuat implementasi standar AACSB sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi antara FEB UNDIP dan Taylor’s University, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan kapasitas akademik. Sejalan dengan visi menjadi fakultas ekonomi dan bisnis yang bereputasi global, FEB UNDIP terus berkomitmen meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan melalui kolaborasi internasional, inovasi akademik, dan penguatan sistem penjaminan mutu. Upaya tersebut diharapkan semakin mempercepat langkah FEB UNDIP dalam meraih akreditasi AACSB sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat internasional.
Dosen FEB UNDIP Raih Best Paper Award pada Konferensi Internasional ICOI 2026 melalui Riset Volatilitas Pasar Modal Indonesia

Riset mengenai dinamika volatilitas pasar modal Indonesia yang dikembangkan oleh dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) mendapat pengakuan di tingkat internasional. Dr. Erman Denny Arfinto, S.E., M.M. berhasil meraih Best Paper Award pada International Conference on Operations and Industrial Engineering (ICOI) 2026 yang diselenggarakan pada 21 Juli 2026 di Hanoi, Vietnam, melalui penelitian yang disusunnya bersama Prof. Harjum Muharam, S.E., M.E.. Keikutsertaan sekaligus raihan penghargaan tersebut didukung oleh pendanaan Program World Class University (WCU) Universitas Diponegoro melalui skema International Academics Networking (IAN) sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah bereputasi. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kualitas riset yang dikembangkan FEB UNDIP sekaligus menegaskan kontribusinya dalam pengembangan ilmu keuangan, khususnya dalam memahami dinamika pasar modal di tengah perubahan ekonomi global. Paper berjudul Realized Volatility Jumps and Foreign Flow Spillover in the Indonesia Stock Exchange: High-Frequency Evidence from IHSG Intraday Data, 2025–2026 mengangkat kajian mengenai hubungan antara arus investasi asing (foreign flow) dan lonjakan volatilitas (realized volatility jumps) di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini memanfaatkan data perdagangan intraday Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berfrekuensi tinggi untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku pasar, khususnya pada periode ketika tekanan pasar dan perubahan sentimen investor berlangsung secara cepat. Pendekatan tersebut menghasilkan perspektif yang lebih mendalam dibandingkan analisis pasar modal berbasis data harian yang umum digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lonjakan volatilitas memiliki peran signifikan dalam membentuk dinamika pasar saham Indonesia, terutama ketika terjadi peningkatan tekanan pasar. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan perilaku investor asing berkontribusi terhadap pergerakan harga saham secara lebih kompleks dibandingkan sekadar peningkatan volume transaksi. Selain memperkaya khazanah penelitian di bidang keuangan, studi ini juga menawarkan implikasi praktis bagi regulator, pelaku industri, dan investor dalam memperkuat manajemen risiko, mendukung stabilitas pasar modal, serta menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan berbasis data yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar. Raihan Best Paper Award pada International Conference on Operations and Industrial Engineering (ICOI) 2026 semakin mempertegas kiprah FEB Undip dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Partisipasi aktif dosen FEB Undip pada forum akademik internasional tidak hanya memperluas jejaring kolaborasi global, tetapi juga memperkuat posisi fakultas sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten menghasilkan riset berkualitas dan berdampak bagi pengembangan ilmu ekonomi, bisnis, serta kebijakan publik.
Mahasiswa FEB UNDIP Ikuti IWO Korea International Summer Camp 2026, Perkuat Kompetensi Global dan Diplomasi Budaya

Semarang, 30 Juli 2026 – Komitmen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) dalam mendorong internasionalisasi mahasiswa kembali tercermin melalui partisipasi Raisa Nathanie Kristanto, mahasiswa Program Studi Ekonomi, pada IWO Korea International Summer Camp 2026. Program yang diselenggarakan oleh International Workcamp Organization (IWO) Korea pada 10–19 Juli 2026 di Geomundo, Yeosu, Korea Selatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi global, memperluas jejaring internasional, sekaligus berkontribusi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mengusung semangat kolaborasi lintas budaya, program tersebut mempertemukan 25 peserta dari 14 negara dalam berbagai kegiatan berbasis volunteering dan community engagement. Selama sepuluh hari, peserta terlibat dalam proyek pelestarian lingkungan pesisir, aktivitas seni bersama masyarakat lokal, interaksi budaya dengan pelajar Korea, hingga diskusi mengenai isu pembangunan berkelanjutan. Melalui pendekatan experiential learning, setiap peserta didorong untuk bekerja dalam tim multikultural sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat setempat. Bagi Raisa, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, adaptasi, serta memperluas perspektif terhadap pentingnya kolaborasi internasional dalam menjawab berbagai tantangan global. Interaksi dengan peserta dari berbagai negara juga memberikan ruang untuk saling bertukar pengalaman dan memahami beragam pendekatan dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya belajar dari lingkungan internasional, Raisa juga membawa identitas Indonesia ke panggung global melalui Indonesian Cultural Sharing Session. Dalam sesi tersebut, ia memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara sebagai bentuk diplomasi budaya sekaligus mempererat hubungan antarbangsa melalui pertukaran budaya dan pemahaman lintas budaya. Partisipasi mahasiswa FEB UNDIP dalam IWO Korea International Summer Camp 2026 menjadi bagian dari upaya fakultas dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki daya saing global, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap isu-isu internasional. Pengalaman belajar di lingkungan multikultural diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial yang dibutuhkan untuk menghadapi dinamika dunia yang semakin terhubung. sumber : ekonomi feb undip
Dosen Manajemen FEB Undip Menjadi Visiting Researcher di National Taiwan University

Taipei – Dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), Aktsar Hamdi Tsalits, Ph.D., menjadi Visiting Researcher di College of Management, National Taiwan University (NTU), Taiwan pada 13–22 Juli 2026. Kegiatan ini didanai oleh skema World Class University (WCU) Program yang merupakan bagian dari upaya FEB Undip dalam memperkuat kolaborasi riset internasional sekaligus mendukung agenda internasionalisasi Universitas Diponegoro. Selama program tersebut, Aktsar Hamdi Tsalits berkolaborasi dengan Assoc. Prof. Jyun-Ying Fu, dosen Department of International Business, College of Management, National Taiwan University. Prof. Fu merupakan akademisi yang memiliki rekam jejak penelitian yang kuat di bidang manajemen dengan berbagai publikasi pada jurnal bereputasi dunia, termasuk Journal of Management. Kolaborasi ini menjadi kesempatan strategis untuk memperluas jejaring penelitian sekaligus meningkatkan kualitas luaran riset FEB Undip bersama salah satu peneliti terkemuka di bidangnya. National Taiwan University sendiri merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia yang menempati peringkat ke-63 dalam QS World University Rankings. Reputasi akademik NTU menjadikannya mitra strategis bagi Universitas Diponegoro dalam mengembangkan kolaborasi penelitian yang berorientasi pada publikasi internasional bereputasi. Fokus utama kegiatan Visiting Researcher ini adalah pengembangan riset kolaboratif mengenai peran sinyal (signals) dalam proses internasionalisasi perusahaan dari negara berkembang (emerging market firms). Penelitian tersebut ditargetkan menghasilkan publikasi pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen internasional. Melalui program ini, FEB Undip berupaya memperkuat jejaring kerja sama penelitian dengan College of Management NTU sekaligus meningkatkan academic reputation sebagai indikator penting dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Ke depan, kolaborasi antara FEB Undip dan National Taiwan University diharapkan dapat terus berkembang melalui penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan jejaring akademik internasional yang berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi salah satu wujud komitmen FEB Undip dalam meningkatkan kualitas penelitian dan memperkuat posisi Universitas Diponegoro di tingkat internasional.
FEB Undip Jajaki Kerja Sama Mobilitas Akademik Bidang Ilmu Ekonomi dengan College of Social Sciences NCCU Taiwan

Taipei – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus memperkuat jejaring internasional melalui penjajakan kerja sama strategis dengan College of Social Sciences, National Chengchi University (NCCU), Taiwan, khususnya dalam pengembangan bidang ilmu ekonomi. Pertemuan berlangsung di General Building, College of Social Sciences, National Chengchi University pada Selasa, 14 Juli 2026. Delegasi FEB Undip dipimpin oleh Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, didampingi Koordinator Bidang Reputasi, Kerja Sama, dan Konektivitas Global, Aktsar Hamdi Tsalits, Ph.D. Sementara itu, delegasi College of Social Sciences NCCU diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Riset, Prof. Tzu-Chin Lin, serta Direktur International Master Program on Applied Economics, Prof. Wen-Chieh Wu. Pertemuan tersebut menghasilkan pembahasan mengenai peluang kerja sama internasional yang pada tahap awal akan difokuskan pada program mobilitas dosen dan mahasiswa di bidang ilmu ekonomi, baik inbound maupun outbound. Untuk program staff mobility inbound, FEB Undip mengundang para profesor bidang ekonomi dari College of Social Sciences NCCU untuk berkontribusi sebagai guest lecturer dalam program Undip Global Classroom, serta sebagai visiting professor maupun adjunct professor di FEB Undip. Sebagai bentuk timbal balik, NCCU juga membuka kesempatan bagi dosen FEB Undip, khususnya dari Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, untuk mengikuti program visiting researcher maupun visiting lecturer di National Chengchi University. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik dosen sekaligus mendorong kolaborasi riset internasional di bidang ekonomi. Selain mobilitas dosen, kedua institusi juga menjajaki kerja sama student mobility melalui skema Credit Transfer System (CTS). NCCU membuka peluang bagi mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi FEB Undip untuk mengikuti perkuliahan di NCCU, sementara FEB Undip juga menawarkan kesempatan bagi mahasiswa bidang ekonomi dari NCCU untuk mengikuti perkuliahan melalui program credit transfer di FEB Undip. Kedua institusi berharap kolaborasi awal yang berfokus pada mobilitas akademik di bidang ilmu ekonomi ini dapat menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih luas di masa mendatang, termasuk pengembangan program double degree, kolaborasi penelitian, penyelenggaraan seminar internasional, serta berbagai bentuk kerja sama akademik lainnya. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam memperluas kemitraan global sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian yang berdaya saing internasional.
FEB Undip Perkenalkan Digital Library, Perluas Akses Literasi Digital bagi Mahasiswa

akultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus memperkuat transformasi layanan akademik melalui kehadiran FEB Undip Digital Library, sebuah perpustakaan digital yang memungkinkan mahasiswa mengakses berbagai koleksi e-book secara praktis melalui aplikasi maupun website. Layanan ini menjadi salah satu upaya fakultas dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan selaras dengan perkembangan teknologi digital. FEB Undip Digital Library dibangun menggunakan platform MOCO yang dikembangkan oleh PT Woolu Aksara Maya (Aksaramaya). Melalui platform tersebut, mahasiswa dapat mencari, meminjam, dan membaca koleksi buku digital kapan pun dan di mana pun. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu memperluas akses terhadap sumber referensi akademik sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi digital di lingkungan FEB Undip. Sebagai bagian dari implementasi layanan tersebut, FEB Undip menggelar kegiatan pengenalan aplikasi dan website Digital Library pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti hampir 60 peserta ini memperkenalkan berbagai fitur utama platform, mulai dari proses registrasi, pencarian koleksi, hingga mekanisme peminjaman dan pembacaan e-book secara digital. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan layanan perpustakaan yang mudah diakses dan mendukung aktivitas belajar secara mandiri. Hadirnya FEB Undip Digital Library menjadi langkah nyata fakultas dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi. Lebih dari sekadar menghadirkan aplikasi baru, layanan ini merupakan bagian dari komitmen FEB Undip untuk menyediakan sumber belajar yang semakin mudah dijangkau, mendukung kegiatan perkuliahan dan penelitian, serta memperkuat kualitas layanan akademik bagi seluruh sivitas akademika.
FEB Undip dan University of Waterloo Perkuat Kolaborasi Global untuk Membangun Ketahanan Masyarakat Pesisir

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global, melainkan kenyataan yang dihadapi setiap hari. Kenaikan muka air laut, banjir rob, abrasi, hingga menurunnya hasil tangkapan nelayan membawa dampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Persoalan seperti ini tidak dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu atau satu negara saja. Dibutuhkan kolaborasi yang mempertemukan berbagai perspektif, pengalaman, dan hasil riset untuk menemukan solusi yang lebih berkelanjutan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama University of Waterloo, Canada, menyelenggarakan Summer Course 2026 bertajuk Coastal Communities in Transition: Pathways from Vulnerability to Viability (V2V) pada 23–25 Juni 2026. Program yang didukung oleh World Class University (WCU) Universitas Diponegoro ini mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan akademisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan berbagai pendekatan dalam memperkuat ketahanan masyarakat pesisir sekaligus memperluas kolaborasi akademik internasional. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mengikuti sesi perkuliahan dan diskusi di ruang kelas, tetapi juga bertukar pengalaman dengan akademisi dan praktisi yang telah lama berkecimpung dalam isu pembangunan pesisir. Pembahasan mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari ekonomi, lingkungan, kebijakan publik, hingga pemberdayaan masyarakat. Pendekatan multidisiplin tersebut memberikan gambaran bahwa membangun ketahanan wilayah pesisir memerlukan kolaborasi berbagai bidang ilmu serta keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dari solusi. Berbagai perspektif juga mewarnai pelaksanaan Summer Course 2026. Prof. Dr. Ir. Munasik, M.Sc., Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, mengajak peserta melihat bagaimana perubahan iklim memengaruhi keberlanjutan sumber daya kelautan dan kehidupan masyarakat pesisir. Di sisi lain, Madam Ita menunjukkan bahwa penguatan peran perempuan nelayan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kapasitas komunitas pesisir menghadapi berbagai perubahan. Diskusi tersebut memperlihatkan bahwa solusi bagi wilayah pesisir tidak dapat dilihat dari satu sudut pandang saja, melainkan membutuhkan pendekatan yang menghubungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan. Kolaborasi internasional dalam Summer Course 2026 juga diperkuat melalui kehadiran Prof. Prateep Kumar Nayak sebagai Visiting Professor yang didukung oleh World Class University (WCU) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Selain berpartisipasi dalam kegiatan Summer Course, Prof. Prateep terlibat dalam pembimbingan mahasiswa doktoral, supervisi penelitian, serta diskusi akademik bersama dosen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas riset dan memperluas jejaring akademik internasional di lingkungan FEB Undip. Pengalaman belajar peserta semakin lengkap melalui kunjungan lapangan ke Desa Purworejo, Kabupaten Demak, salah satu wilayah yang terdampak banjir rob dan perubahan garis pantai. Di lokasi ini, peserta berdialog langsung dengan masyarakat, mengamati kehidupan nelayan, mempelajari inisiatif pemberdayaan perempuan, serta melihat berbagai bentuk adaptasi yang dilakukan komunitas dalam menghadapi perubahan lingkungan. Kunjungan tersebut memberikan pemahaman bahwa solusi terhadap persoalan pesisir tidak cukup dibangun dari ruang kelas, tetapi juga melalui pembelajaran langsung bersama masyarakat yang mengalaminya. Summer Course 2026 bukan sekadar program akademik internasional, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pendidikan, riset, dan pengalaman lapangan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat pesisir. Bersama University of Waterloo dan melalui dukungan World Class University (WCU) Universitas Diponegoro, kolaborasi ini mendorong lahirnya gagasan, penelitian, dan jejaring akademik yang berkontribusi pada transformasi masyarakat pesisir dari kondisi rentan (vulnerability) menuju masyarakat yang lebih tangguh dan berdaya (viability). Semangat Vulnerability to Viability (V2V) inilah yang menjadi benang merah kolaborasi internasional FEB Undip dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi yang relevan bagi tantangan perubahan iklim dan pembangunan pesisir berkelanjutan.

