WCU

Riwayat Berdirinya Universitas Diponegoro

Kegiatan Fakultas

FEB Undip dan Universiti Teknologi PETRONAS Gelar International Summer Course Bahas Ekonomi Energi dan Transformasi Pesisir

Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar International Summer Course in Energy Economics and Economic Development for Coastal Transformation bekerja sama dengan Universiti Teknologi PETRONAS pada 4–6 Mei 2026 di Ruang Sidang Utama Gedung Dekanat FEB Undip. Program ini menjadi bagian dari upaya FEB Undip dalam memperkuat kolaborasi internasional sekaligus menghadirkan ruang pertukaran akademik yang mempertemukan mahasiswa dan dosen dari kedua institusi. Sebanyak 30 mahasiswa dari Universiti Teknologi PETRONAS bersama satu dosen pendamping, Associate Professor Dr Muhammad Ridhuan Tony Lim Abdullah, mengikuti rangkaian kegiatan yang membahas isu ekonomi energi, pembangunan berkelanjutan, dan transformasi kawasan pesisir. Melalui diskusi, kuliah akademik, hingga studi kasus, peserta diajak melihat berbagai tantangan global dari sudut pandang multidisiplin yang dekat dengan realitas masyarakat. Kegiatan summer course secara resmi dibuka oleh Dr. Jaka Aminata selaku Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pengalaman belajar lintas budaya seperti ini juga memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dalam memahami isu pembangunan secara lebih komprehensif. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi dari akademisi dan praktisi mengenai transformasi ekonomi, pengelolaan sumber daya energi, hingga tantangan keberlanjutan di wilayah pesisir. Tidak hanya mengikuti sesi di dalam kelas, peserta juga terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat pada Kamis, 7 Mei 2026, di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kunjungan tersebut memberikan pengalaman langsung bagi peserta untuk memahami dinamika perubahan lingkungan dan sosial yang dihadapi masyarakat pesisir. Melalui penyelenggaraan summer course ini, FEB Undip kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi serta menciptakan ruang kolaborasi akademik yang adaptif terhadap isu global. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antarinstitusi, tetapi juga mendorong lahirnya kerja sama berkelanjutan dalam bidang riset, pendidikan, dan pengembangan masyarakat di masa mendatang.

FEB Undip Hadirkan Visiting Professor Internasional, Kupas Strategi Menaklukkan Generasi Digital

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menghadirkan perspektif global dalam menghadapi tantangan era digital melalui program Visiting Professor bersama akademisi internasional, Prof. Brian Wong Kee Mun. Kegiatan ini mengupas strategi pemasaran efektif untuk menjangkau Generasi Y dan Z yang kini mendominasi lanskap ekonomi digital. Mengangkat tema “Winning the Digital Generation: Marketing Strategies for Gen Y and Gen Z”, kuliah umum yang digelar pada 1 April 2026 di Ruang Hall Pertamina FEB Undip ini menjadi ruang diskusi strategis mengenai perubahan perilaku konsumen di era digital. Prof. Brian, yang merupakan Dekan Faculty of Business, Design & Arts di Swinburne University of Technology Sarawak, Malaysia, menekankan pentingnya transformasi pendekatan pemasaran berbasis data dan teknologi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa generasi digital tidak lagi merespons pendekatan konvensional. “Brand harus mampu membangun engagement yang autentik melalui media sosial dan memanfaatkan data untuk memahami perilaku konsumen secara lebih mendalam,” ungkapnya. Ia juga menyoroti peran penting digital marketing dalam menciptakan koneksi yang relevan dengan karakteristik Gen Y dan Gen Z. Diskusi berlangsung interaktif dengan mahasiswa dan dosen, yang memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menggali lebih dalam strategi branding, penggunaan teknologi, hingga dinamika tren pemasaran global. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan praktis, tetapi juga memperkuat posisi FEB Undip sebagai institusi yang adaptif terhadap perkembangan industri. Memasuki hari kedua, 2 April 2026, program Visiting Professor dilanjutkan melalui workshop yang berfokus pada penguatan kapasitas akademik. Sesi pertama bertajuk “Workshop on Publication: Writing High Quality Business Journal Articles” membahas strategi menulis artikel ilmiah berkualitas untuk publikasi jurnal internasional. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami aspek krusial seperti pemilihan ide, penentuan audiens, hingga metodologi penelitian. Prof. Brian juga membagikan pengalaman langsung dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah, memberikan insight praktis yang relevan bagi dosen dan mahasiswa. Diskusi yang mengulas artikel dari jurnal Tourism Management turut memperkaya pemahaman peserta terkait standar publikasi global. Sesi kedua dilanjutkan dengan “Manuscript Clinic Workshop”, yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempresentasikan karya ilmiah mereka dan memperoleh masukan langsung dari reviewer. Lima presenter dari kalangan dosen dan mahasiswa, yaitu I Made Sukresna, Cahyaningratri, Aji Yudha, Rosana Eri Puspita, dan Mariana Kristiyanti, memaparkan penelitian mereka, yang kemudian didiskusikan secara mendalam untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah mereka. Melalui rangkaian kegiatan ini, FEB Undip tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi era digital, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah di tingkat internasional. Program Visiting Professor ini menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam menghadirkan pendidikan yang relevan, adaptif, dan berdaya saing global. Penulis : International Office FEB Undip Editor : humas feb undip

Peran FEB UNDIP dalam Penguatan Ketahanan Pangan melalui Pendekatan Maqasid Syariah di I-ARIEF 2025

Kuala Lumpur, 17-18 November 2025 — Akademisi dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro, Aris Anwaril Muttaqin, telah sukses melaksanakan presentasi ilmiah pada ajang 2nd INCEIF Academic Research in Islamic Economics and Finance (I-ARIEF) 2025 yang diselenggarakan oleh International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF), Malaysia. Pada acara itu, ia mempresentasikan artikel berjudul “Securities Crowdfunding Application for Food Security in Indonesia: An Analysis based on Maqasid Syariah”, setelah melalui proses seleksi dan peer review yang ketat. Undangan resmi diterbitkan oleh panitia melalui acceptance letter tertanggal 21 Oktober 2025, yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Mansor Ibrahim selaku Chairman of Organizing Committee I‑ARIEF 2025. Presentasi yang berlangsung pada 17 November 2025 tersebut mendapat perhatian dari para akademisi dan praktisi ekonomi syariah internasional. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan analisis mengenai penerapan securities crowdfunding sebagai instrumen pendukung ketahanan pangan di Indonesia, berdasarkan perspektif Maqasid Syariah. Riset ini menegaskan potensi platform seperti Urun-RI, Shafiq, dan LBS Urun Dana dalam memperkuat pembiayaan sektor pangan. Keikutsertaan peneliti dari FEB UNDIP dalam konferensi ini menunjukkan kontribusi akademisi Indonesia terhadap pengembangan keuangan dan ekonomi syariah di tingkat global, khususnya dalam topik inovasi pembiayaan dan ketahanan pangan. Konferensi I‑ARIEF 2025 menghadirkan peneliti dari berbagai negara untuk membahas perkembangan ekonomi Islam, keuangan syariah, dan strategi keberlanjutan bagi pembangunan ekonomi umat.

FEB Undip Perkuat Jejaring Akademik Internasional melalui Partisipasi dalam 2nd I-ARIEF Conference di Malaysia

2nd INCEIF Academic Research in Islamic Economics and Finance (I-ARIEF) adalah event akademik tahunan yang diselenggarakan oleh INCEIF (International Centre for Education in Islamic Finance) University. Sebagai universitas yang fokus pada riset dan pengembangan keuangan syariah dari sisi akademik dan praktis, INCEIF university telah terakreditasi AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business) sejak tahun 2018. Tahun ini tema besar yang diangkat dalam 2nd I-ARIEF adalah “Islamic Finance in the Artificial Intelligence (AI) Era: Bridging Technology and Sustainability”. Hal ini didasari bahwa kemajuan pesat dalam Kecerdasan Buatan (AI) sedang mentransformasi ekosistem keuangan di seluruh dunia, mengantarkan pada tingkat efisiensi, presisi, dan inovasi yang baru. Acara konferensi terdiri atas dua hari pelaksanaan di tanggal 17 – 18 November 2025 bertempat di INCEIF University, Kuala Lumpur, Malaysia. Di hari pertama, dibuka dengan welcoming remarks langsung dari Prof. Emeritus Dato’ Dr. Azmi Omar, President dan CEO INCEIF University, lalu diikuti dengan keynote speech oleh prof. Dr. Joseph Cherian dari Asia School of Business. Prof. Cherian membawakan materi mengenai bagaimana teknologi AI dapat berdampak terhadap praktik lembaga perbankan dan keuangan, termasuk keuangan syariah. Setelah dilakukan plenary session, acara dilanjutkan dengan parallel session yang menampilkan presentasi dari 25 paper terpilih dari beberapa negara di dunia, diantaranya didominasi oleh Malaysia, Indonesia, Nigeria, dan India. Dalam sesi parallel session, sebagai salah satu wakil dari Indonesia, Rifaldi Majid, yang juga merupakan dosen di program studi ekonomi Islam, hadir sebagai salah satu presenter. Dalam presentasinya, ia membawakan paper berjudul “Integrating Waqf Mechanisms Into Agricultural Financing In Indonesian Context: Insights, Policy Innovations, And Sustainability Prospects”. Dalam paper tersebut, ia mengusulkan desain model pembiayaan berkelanjutan yang inklusif untuk petani kecil dan sektor pertanian secara umum menggunakan instrumen wakaf uang. Wakaf uang dipilih karena dapat berperan sebagai alternatif pembiayaan yang comply dengan syariah serta tidak mensyaratkan adanya pengembalian return tertentu, selama pokok dana wakaf (principal of asset) tetap/tidak berkurang. Tidak hanya itu, penulis juga mengusulkan beberapa masukan dan implikasi penting kepada stakeholders terkait untuk menjalankan pilot project berdasarkan model yang telah dikembangkan. Acara ditutup dengan Industry Panel Discussion dengan topik “Intersection of Islamic Finance, AI and Sustainability: Issues and Challenges”. Dalam panel tersebut, hadir dalam satu panggung pelaku industri keuangan syariah yang merupakan praktisi di bidang AI dan Islamic Finance dari lembaga keuangan syariah di Malaysia beserta akademisi di bidang terkait. Penulis : Rifaldi Majid Editor : Tim Humas FEB Undip

Visiting Lecturer: FEB Undip Hadirkan Peneliti dari Inggris, Bahas Peran Data dalam Keputusan Bisnis

Semarang, 2 September 2025 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menguatkan komitmen internasionalisasinya dengan menghadirkan kuliah tamu (Visiting Lecturer) bertema “Business Analytics and Econometrics for Managerial Decision”. Acara yang berlangsung di Hall Gedung C FEB Undip ini menghadirkan  Kandrika Pritularga, Ph.D., dari Lancaster University Management School, United Kingdom, dan diikuti oleh mahasiswa program Sarjana dan Magister FEB Undip. Kegiatan dibuka dengan sambutan Dr. Mahfudz, S.E., M.T., Ketua Departemen Manajemen FEB Undip. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kesediaan mas Kandrika Pritularga berbagi wawasan strategis bagi sivitas akademika FEB. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mas Kandrika Pritularga di FEB Undip. Kehadirannya tidak hanya memperkaya pengetahuan mahasiswa, tetapi juga memperluas perspektif global yang sangat dibutuhkan di era persaingan internasional,” ungkap Dr. Mahfudz. Dalam sesi kuliah tamu yang dimoderatori oleh Danes Quirira Octavio, S.E., M.Sc., Dosen Program Studi Manajemen FEB Undip, Kandrika yang merupakan peneliti di bidang business forecasting sekaligus pengajar pada bidang Management Science di Lancaster University Management School, United Kingdom, memaparkan peran krusial analitik dan ekonometrika dalam mendukung pengambilan keputusan bisnis. Ia menjelaskan bagaimana data dapat ditransformasi menjadi insight yang relevan, dengan menekankan pentingnya memahami konteks keputusan bisnis serta penerapan analitik dalam berbagai aspek, mulai dari kebijakan operasional hingga strategi pemasaran. Melalui sejumlah contoh kasus, seperti newsvendor problem dalam manajemen inventori hingga promotional modelling di bidang pemasaran, Kandrika menegaskan bahwa data tidak sekadar deretan angka, melainkan fondasi pengetahuan yang mampu menghasilkan keputusan yang lebih tepat, terukur, dan bernilai bagi organisasi. Kuliah tamu ini juga menekankan pentingnya penguasaan metode analisis, mulai dari descriptive analytics, predictive analytics, hingga prescriptive analytics, yang dapat diaplikasikan dalam berbagai sektor bisnis. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengaitkannya dengan praktik nyata di dunia industri. Melalui kegiatan ini, FEB Undip menunjukkan konsistensinya dalam membangun jejaring akademik internasional sekaligus memperkaya kualitas pembelajaran. Visiting Lecturer menjadi wadah strategis bagi mahasiswa dan dosen untuk berinteraksi langsung dengan pakar dunia, serta memperkuat visi FEB Undip menuju kampus bereputasi global (World Class Faculty).

Visiting Professor: FEB Undip Perkuat Wawasan Global melalui Business Analytics, Business Development, dan Metodologi Riset

Semarang, 31 Juli 2025 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), melalui International Office (IO FEB Undip), menegaskan komitmennya terhadap global learning dan academic exchange dalam mendukung Program World Class University (WCU) dengan menghadirkan tiga narasumber internasional dari Gaziantep University, Turkiye, dalam kegiatan Visiting Professor. Acara yang berlangsung di Ruang Sidang Utama FEB Undip ini dihadiri oleh mahasiswa dan dosen FEB Undip, dengan Irma Tsuraya Choirinnida, M.B.A., Dosen Program Studi Manajemen FEB Undip, bertindak sebagai moderator. Tiga narasumber tersebut adalah Dr. Omer Faruk Rencber, Dr. Zehra Keser Ozmantar, dan Prof. Mehmet Fatih Ozmantar, yang masing-masing membawakan topik berbeda sesuai dengan bidang keahliannya. Dalam sesinya, Dr. Omer Faruk Rencber memaparkan materi Business Analytics: Driving Business Value Through Data, Big Data, and AI. Ia menjelaskan pengertian business analytics, ekosistemnya, dan evolusinya dalam dunia bisnis modern. Omer juga membahas bagaimana big data dapat dimanfaatkan untuk business analytics, termasuk penerapan artificial intelligence (AI) di berbagai industri untuk mendorong kemajuan bisnis. Selanjutnya, Dr. Zehra Keser Ozmantar membawakan topik Balanced Scorecard for Performance Management in Educational Institutions. Zehra menguraikan konsep Balanced Scorecard (BSC), mulai dari jenis organisasi, indikator kinerja yang perlu diperhatikan manajer, hingga proses pengembangan BSC dan strategy map. Ia menekankan pentingnya setiap indikator dalam BSC untuk memastikan pengelolaan kinerja yang terukur di institusi pendidikan. Sementara itu, Prof. Mehmet Fatih Ozmantar membahas Qualitative & Mixed Methods: Exploring Research Approaches and Data Collection. Dalam paparannya, ia membedakan dua tradisi riset—kuantitatif dan kualitatif—serta menjelaskan tujuan penelitian kualitatif. Prof. Mehmet juga memaparkan berbagai metode pengumpulan data yang relevan dalam pendekatan qualitative maupun mixed methods, memberikan wawasan yang bermanfaat bagi peneliti di berbagai disiplin ilmu. Melalui kegiatan ini, FEB Undip berupaya memperkaya wawasan akademik sivitas FEB dengan perspektif internasional yang segar, sekaligus memperkuat jejaring akademik global. Program Visiting Professor diharapkan dapat mendorong kolaborasi riset dan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan terkini di dunia akademik dan industri.

FEB UNDIP Perkuat Reputasi Internasional Melalui Program World Class University (WCU)

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) terus berupaya meningkatkan kualitas dan reputasi internasional melalui program World Class University (WCU). Program ini dirancang untuk mendukung civitas akademika FEB UNDIP dalam mengembangkan jaringan global, meningkatkan kolaborasi internasional, serta mempromosikan keunggulan akademik dan penelitian di kancah dunia. Program Unggulan WCU FEB UNDIP Program WCU FEB UNDIP mencakup berbagai kegiatan yang dapat diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. Beberapa program unggulan yang ditawarkan meliputi: International Academic Networking (IAN): Memberikan dukungan finansial bagi dosen untuk berpartisipasi dalam acara internasional sebagai pembicara atau presenter, guna memperluas jaringan akademik dan meningkatkan reputasi UNDIP. Students Go International (SGI): Membantu mahasiswa berpartisipasi dalam kompetisi, magang penelitian, atau program internasional lainnya di luar negeri. Summer Course (SC): Menyelenggarakan program singkat bagi mahasiswa asing untuk belajar di FEB UNDIP selama 2-4 minggu dengan sistem kredit. Visiting Professor & Adjunct Professor: Mengundang akademisi dan praktisi internasional untuk berkolaborasi dalam pengajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah. International Research Group Joint Collaboration: Membentuk kelompok penelitian unggulan untuk meningkatkan kolaborasi riset internasional dan publikasi bereputasi global. Dan lainnya. Cara Berpartisipasi Bagi civitas akademika FEB UNDIP yang tertarik untuk mengikuti program WCU, dapat mengajukan proposal kegiatan sesuai dengan timeline berikut: Batch 1: 31 Januari 2025 Batch 2: 30 Maret 2025 Batch 3: 30 Agustus 2025 Pendaftaran dan pengajuan proposal dapat dilakukan melalui tautan berikut: bit.ly/submissionWCU_FEBUndip2025. Dukungan untuk Mencapai Tujuan Global Program WCU FEB UNDIP tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan reputasi universitas, tetapi juga memberikan kesempatan bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta memperkuat jejaring internasional. Informasi lebih lanjut mengenai program WCU dapat menghubungi: Afina   : +62 812-5252-5201 Risma : +62 877-8564-1100 Email  : wcug@live.undip.ac.id Dengan semangat Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat, mari bersama-sama wujudkan FEB UNDIP sebagai fakultas berkelas dunia!