seputar feb

Riwayat Berdirinya Universitas Diponegoro

Kegiatan Fakultas

Kolaborasi Dosen FT & FEB di Kedai Reka, mengubah Eceng Gondok Menjadi Green Building Material

Eceng gondok, yang dulu dianggap gulma pengganggu perairan, kini menjadi bahan utama inovasi keramik canggih yang mampu meredam kebisingan hingga 90 persen. Tim gabungan Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) berhasil mengubah masalah lingkungan ini menjadi solusi berkelanjutan. Green Building atau bangunan ramah lingkungan kini menjadi fokus utama di industri konstruksi global. Inovasi terbaru yang mendukung konsep ini adalah Hexagonal Ceramic Interlocks (Hexara Ceramics), sebuah produk inovatif hasil kerja sama Program Kedai Reka tahun 2023-2024 yang melibatkan tim gabungan dari Prodi Arsitektur, Teknik Kimia, dan Bisnis Digital Universitas Diponegoro (Undip) bersama industri. Tim peneliti Undip berhasil mengembangkan teknologi yang mengubah eceng gondok—tanaman air yang banyak ditemukan di perairan Indonesia—menjadi bahan campuran untuk keramik peredam suara. Terobosan ini tidak hanya mengatasi masalah pertumbuhan eceng gondok yang liar, tetapi juga menawarkan solusi untuk mengurangi kebisingan yang kian meningkat di area perkotaan. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Erni Setyowati, MT (Prodi Arsitektur) bersama Prof. Dr.-Ing. Ir. Silviana, S.T., M.T., IPM.-ASEAN Eng (Prodi Teknik Kimia) dan Ardiaz Ajie Aryandika, S.Kom., MBA (Prodi Bisnis Digital). Mereka berhasil mengekstrak selulosa dari eceng gondok dan mengolahnya menjadi bahan campuran keramik dengan kemampuan peredam suara yang sangat baik. Selain itu, keramik ini memiliki ketahanan terhadap suhu ekstrem, kekuatan mekanik yang tinggi, serta kemampuan isolasi panas yang unggul. Hexara Ceramics  merupakan material keramik dinding fungsional berbentuk heksagonal dan memiliki sistem kunci unik yang memungkinkan mereka terkunci satu sama lain tanpa perlu menggunakan adhesif tambahan. Ini membuat instalasi menjadi lebih mudah dan mengurangi penggunaan bahan kimia yang berpotensi merusak lingkungan. Pengaplikasian keramik ini biasanya terpasang di area bangunan komersial, gedung apartemen, dan rumah sakit, keramik peredam suara ini dapat mengurangi tingkat kebisingan hingga 90 persen, menciptakan lingkungan yang lebih tenang dan nyaman bagi penghuninya. Keunggulan dan penerapan produk ini pada bangunan sudah diimplementasikan di beberapa Gedung. Khusus di Undip dapat dilihat penerapannya di Muladi Dome, Gedung Prof. Soedarto, Gedung Art Center. Produk ini memiliki 2 tipe yaitu hexa ceramic tipe glazur dan non glazur serta tipe terbaru yaitu hexa flower dan batik Adapun manfaat dan kehebatan dari Hexara Ceramics yang membuatnya menjadi pilihan yang menarik dalam green construction seperti; Instalasi Mudah : Sistem interlocking heksagonal memungkinkan keramik ini saling terkunci dan bertautan tanpa perlu menggunakan adhesif atau semen tambahan. Ini mempercepat proses instalasi, mengurangi tenaga kerja, dan mengurangi potensi pencemaran lingkungan dengan bahan kimia. Ramah Lingkungan: Bahan dasar campuran yang ramah lingkungan dari keramik Hexagonal Interlock Ceramics adalah Eceng Gondok yang sudah diproses sedemikian rupa sehingga memiliki bahan yang lebih berkelanjutan daripada bahan konstruksi konvensional seperti beton atau batu bata. Tahan Lama: Ubin-ubin ini memiliki ketahanan yang tinggi terhadap cuaca dan korosi, sehingga mereka memiliki umur pakai yang lebih lama daripada beberapa bahan konstruksi lainnya. Ini berarti pengurangan limbah konstruksi jangka panjang. Estetika: Bentuk heksagonal yang unik, Hexagonal Interlock Ceramics dapat memberikan tampilan estetik dan modern pada bangunan yang memasang dengan model ini. Pengembangan keramik peredam suara ini merupakan salah satu kontribusi Undip dalam menghadapi tantangan lingkungan dan kebisingan yang semakin memburuk di Indonesia. Terobosan ini adalah bukti nyata bagaimana penelitian dan inovasi dapat mengatasi dua masalah sekaligus: pertumbuhan eceng gondok yang berlebihan dan kebisingan di perkotaan. Riset dari Tim Undip telah menunjukkan bahwa eceng gondok, yang dulu dianggap sebagai masalah, sekarang menjadi bagian dari solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai riset ini dapat diakses melalui situs www.cecraundip.com yang juga menampilkan fitur-fitur unggulan Hexara Ceramics dalam mendukung pembangunan ramah lingkungan di masa depan. penulis : Ardiaz Ajie Aryandika, S.Kom., MBA editor : Humas FEB Undip

Informasi Terkait Jadwal Penyesuaian UKT Semester Gasal 2024/2025, Mahasiswa Akhir Wajib Simak!

Universitas Diponegoro mengumumkan tindak lanjut terkait penyesuaian UKT untuk mahasiswa tingkat akhir Semester Gasal 2024/2025. Berdasarkan surat resmi Nomor: 695/UN7.A2/KU/2024 tertanggal 21 Mei 2024, mahasiswa yang mengikuti penyesuaian dalam Pembebasan UKT dan belum membayar UKT diminta untuk segera mematuhi jadwal yang telah ditentukan. Pengumuman ini penting untuk memastikan seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan kewajiban administrasinya tepat waktu. Adapun Jadwal tindak lanjut sebagai berikut ; No Tanggal Keterangan 1 30 Agustus – 16 September 2024 Bagi mahasiswa yang lulus maksmal tanggal 16 Agustus 2024, dengan mengupload SKL di ( https://ukt.undip.ac.id ) 2 17 – 18 September 2024 Verifikasi pengajuan penyesuaian UKT di Fakultas/Sekolah 3 19 September Batas Akhir Penyampaian Usulan Penyesuaian UKT dari Fakultas/sekolah ke Universitas 4 20 September 2024 Verifikasi Penyesuaian UKT di Universitas 5 23 September 2024 Finalisasi Tindak Lanjut Penyesuaian UKT Mahasiswa Tingkat Akhir

Rangkaian ODM FEB Undip 2024 Berakhir dengan Meriah, Mahasiswa Baru Antusias Menghadiri Yellow Fest

Semarang (16/08) – Rangkaian kegiatan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro resmi berakhir dengan puncak acara ODM FEB (Yellow Fest). Kegiatan ini dimulai dengan pembentukan mozaik, diikuti oleh orasi dari Ketua BEM, Ketua Senat, dan Ketua Himpunan, serta parade organisasi mahasiswa. Yellow Festival yang menjadi puncak acara memiliki tujuan utama untuk mengenalkan berbagai organisasi mahasiswa yang ada di FEB Undip kepada para mahasiswa baru. Tahun ini, ODM FEB berlangsung dengan suasana yang sama meriah dan menyenangkan seperti tahun-tahun sebelumnya, didukung oleh antusiasme luar biasa dari para mahasiswa baru. Stand-stand organisasi mahasiswa dan UKM juga turut hadir, memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk lebih mengenal dan memahami berbagai pilihan kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di FEB Undip. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB Undip, termasuk Dekan, Wakil Dekan, Ketua Departemen, serta Ketua dan Sekretaris Program Studi. Dalam pidatonya, Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara studi akademik dan kehidupan sosial. “Untuk meraih kesuksesan, kalian tidak hanya membutuhkan kemampuan akademis atau keterampilan individu, tetapi juga penting untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan pengalaman sosial yang akan membentuk karakter kalian,” ujar Prof. Faisal. Semangat mahasiswa baru tidak surut hingga penghujung acara ODM Festival. Mereka dengan penuh antusias berkumpul di sekitar panggung utama, menyaksikan berbagai penampilan memukau dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti UKM Tari, Economusic, dan Cheerleader. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga berhasil memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diikuti di FEB Undip. Sebagai penutup, seluruh mahasiswa bersama-sama menyanyikan Mars FEB, menciptakan momen kebersamaan yang mempererat kekompakan dan keakraban di antara mereka. Acara ini tidak hanya merayakan langkah awal mereka terjun kedalam dunia akademik, tetapi juga menegaskan bahwa mereka kini menjadi bagian dari keluarga besar FEB Undip.

Mahasiswa KKN Undip Bantu UMKM Desa Kaling Go Digital dengan Google My Business

Dalam era globalisasi dan digitalisasi saat ini, integrasi teknologi digital menjadi sangat penting bagi UMKM yang ingin bertahan dan berkembang. Digitalisasi tidak hanya merubah operasional internal tetapi juga cara UMKM berinteraksi dengan pasar dan pelanggan. Tanpa digitalisasi, UMKM berisiko tertinggal dalam persaingan global yang semakin ketat. Berangkat dari latar belakang tersebut, Mahasiswa KKN Tim II Undip Tahun 2024 melaksanakan pendampingan digitalisasi untuk UMKM di Desa Kaling, Karanganyar, pada Selasa, 30 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa tersebut memanfaatkan Google My Business, layanan gratis dari Google, guna meningkatkan visibilitas dan daya saing bisnis mereka di era digital. Adapun program ini digagas oleh Aisha Nathania mahasiswa Program Studi S1 Manajemen FEB Undip, yang merasa perlu memberikan edukasi terkait transformasi digital di sektor keuangan. Aisha menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2024 kepada masyarakat untuk mendukung peningkatan daya saing usaha melalui teknologi. Melalui pendampingan ini, para pelaku UMKM di Desa Kaling diperkenalkan dengan Google My Business, sebuah alat gratis dari Google yang memungkinkan bisnis lebih mudah ditemukan di pencarian lokal, Google, dan Google Maps. Platform ini membantu pelaku usaha mengelola informasi bisnis seperti alamat, jam operasional, nomor telepon, serta memungkinkan mereka untuk mengunggah foto, merespons ulasan pelanggan, dan memantau interaksi pelanggan secara online. Pendampingan dilakukan secara door-to-door, mencakup penjelasan tentang pengertian, manfaat, tata cara pendaftaran, serta tips dan trik untuk mengoptimalkan penggunaan Google My Business. Upaya ini berhasil menarik perhatian para pelaku UMKM, dan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan UMKM di Desa Kaling, meningkatkan visibilitas, efisiensi, dan potensi bisnis mereka di pasar digital yang semakin kompetitif. Dengan adanya program pendampingan digitalisasi UMKM melalui optimalisasi Google My Business ini, diharapkan dapat terus memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi perkembangan UMKM di Desa Kaling.   penulis : Aisha Nathania editor : humas feb

Informasi Terkait Masa Perpanjangan Pembayaran UKT dan Akademik Semester Gasal Tahun 2024/2025

Semarang, 12 Agustus 2024. Dalam rangka memberi kesempatan kepada mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang belum menyelesaikan “Pembayaran UKT dan Pendaftaran Akademik” untuk Semester Gasal tahun akademik 2024/2025. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) memperpanjang masa Pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal) dan pendaftaran akademik untuk Semester Gasal Tahun Akademik 2024/2025. Berdasarkan jadwal terbaru dalam kalender akademik, batas akhir pembayaran UKT kini diperpanjang hingga 25 Agustus 2024. Mahasiswa diharapkan segera melakukan registrasi ulang sebelum batas waktu yang telah ditentukan. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi bagian akademik fakultas. Tetap perhatikan pengumuman resmi untuk pembaruan informasi lainnya. Lampiran :

Go Cashless! Mahasiswa KKN Tim II Undip Gencarkan Sosialisasi dan Pendampingan QRIS bagi UMKM Desa Kendel Boyolali

Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) mengadakan program sosialisasi dan pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 19 Juli 2024 di Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Kegiatan dengan tema “Sosialisasi dan Pendampingan Penggunaan serta Pembuatan QRIS bagi UMKM Desa Kendel dalam Mengoptimalkan Transaksi Digital”  ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama pelaku UMKM dan anggota PKK, tentang QRIS sebagai alat pembayaran digital yang praktis dan aman. Program ini digagas oleh Muhammad Aris Rijalul Hikam, mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi FEB Undip, yang merasa perlu memberikan edukasi terkait transformasi digital di sektor keuangan. Aris menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2024 kepada masyarakat untuk mendukung peningkatan daya saing usaha melalui teknologi. “Sebagai mahasiswa Prodi S1 Ekonomi saya ingin membantu masyarakat, khususnya para pelaku UMKM untuk lebih melek teknologi dan memanfaatkan QRIS sebagai salah satu solusi dalam mempermudah transaksi serta meningkatkan daya saing usaha mereka,” ujar Aris. “Sewaktu saya ikut seminar Bank Indonesia, BI terus mendorong penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran cashless yang praktis dan harus digencarkan di seluruh wilayah termasuk di desa. Oleh karena itu, saya ingin berkontribusi dengan menggencarkan sosialisasi dan pendampingan QRIS di Desa Kendel ini” tambahnya. Kegiatan sosialisasi diawali dengan pemaparan materi mengenai apa itu QRIS, manfaat penggunaannya, serta cara mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian mahasiswa mengadakan pendampingan praktis untuk pembuatan QRIS, dimana para peserta diajak untuk membuat QRIS mereka sendiri dengan panduan dari aris. Salah satu peserta, Ibu Yuni, seorang pemilik usaha catering di Desa Kendel, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Saya tadinya tidak begitu paham apa itu QRIS dan bagaimana cara menggunakan QRIS mas, tapi sekarang saya sudah bisa membuat QRIS sendiri dan siap menggunakannya di usaha saya. Ini sangat memudahkan saya dalam menerima pembayaran dari pelanggan” kata Ibu Yuni dengan senyum bahagia. Selain itu, Aris juga melakukan pendampingan intensif kepada para pelaku UMKM yang membutuhkan bantuan lebih lanjut dalam implementasi QRIS. Para pelaku usaha diberikan arahan mengenai cara mengintegrasikan QRIS dengan sistem pembayaran mereka, serta tips and trick untuk mengoptimalkan penggunaannya dalam meningkatkan penjualan. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Ibu PKK Desa Kendel, Ibu Dian salah satu anggota PKK yang turut hadir memberikan apresiasi kepada mahasiswa Prodi S1 Ekonomi tersebut. “Saya sangat mengapresiasi inisiatif dari Mas Aris. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Kendel, terutama dalam menghadapi era digital yang serba cepat. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi,” ungkapnya. Program sosialisasi dan pendampingan penggunaan serta pembuatan QRIS ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong inklusi keuangan digital di kalangan masyarakat desa, serta memberikan dampak positif dalam pengembangan ekonomi lokal. Mahasiswa S1 Ekonomi dari FEB Undip tersebut berharap setelah kegiatan ini, masyarakat desa dapat lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan usaha dan kesejahteraan mereka. Penulis : Muhammad Aris Rijalul Hikam Editor : humas.feb DPL : Zaki Ainul Fadli., S.S., M.Hum Dr. Ir. Dwi Haryo Ismunarti., Msi

Penggunaan Perangkat Lunak Berlisensi: Upaya Undip Meningkatkan Tata Kelola Universitas yang Baik

Semarang, 07 Agustus 2024. Universitas Diponegoro (Undip) terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan profesionalisme, kapabilitas, dan akuntabilitas dalam tata kelola universitas. Sejalan dengan Pasal 3 huruf d Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2015 tentang Statuta Universitas Diponegoro, Undip mendorong semua dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk menggunakan perangkat lunak berlisensi dalam kegiatan akademik dan operasional. Dalam rangka memastikan kepatuhan terhadap aturan ini, pimpinan organ atau unit kerja di lingkungan Undip diwajibkan untuk menyampaikan informasi mengenai penggunaan perangkat lunak berlisensi kepada seluruh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan yang berada di bawah tanggung jawabnya. Penggunaan perangkat lunak tanpa lisensi yang sah akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebagai bentuk dukungan, Direktorat Teknologi Informasi, Komunikasi, dan Pelaporan akan memberikan pendampingan dan fasilitasi bagi organ atau unit kerja yang memerlukan bantuan dalam memperoleh perangkat lunak berlisensi. Hal ini dilakukan agar setiap unit kerja dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan perangkat lunak yang legal dan aman. FEB Undip berharap seluruh sivitas akademika dapat melaksanakan ketentuan ini dengan baik, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, legal, dan mendukung profesionalisme dalam menjalankan tugas-tugas akademik maupun administratif dan mendukung terciptanya lingkungan akademik yang profesional dan bertanggung jawab. Lampiran :

Pengembalian Biaya Pendidikan Semester Gasal 2024/2025, Yuk Cek Prosedur dan Batas Waktunya

Dalam rangka menindaklanjuti Surat Keputusan Rektor Nomor 114/UN7.A/HK/IV/2024 tanggal 1 April 2024 tentang Kalender Akademik Universitas Diponegoro Tahun Ajaran 2024/2025, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) mengumumkan mekanisme pengembalian biaya pendidikan bagi mahasiswa yang lulus dan telah membayar biaya pendidikan semester gasal 2024/2025. Syarat Pengajuan Pengembalian Biaya Pendidikan: Mahasiswa yang lulus paling lambat pada tanggal 16 Agustus 2024 dan telah membayar biaya pendidikan semester gasal 2024/2025 dapat mengajukan pengembalian biaya dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut: Surat Permohonan: Mengajukan surat permohonan pengembalian biaya pendidikan yang ditujukan kepada Wakil Rektor Sumber Daya. Surat ini harus ditandatangani oleh Pimpinan Fakultas/Sekolah dengan melampirkan: Legalisir Surat Keterangan Lulus (SKL) yang ditandatangani oleh Dekan/Wakil Dekan I/Wakil Dekan II Fakultas/Sekolah. Fotokopi bukti pembayaran biaya pendidikan. Fotokopi buku tabungan rekening atas nama mahasiswa yang bersangkutan. Unggah Dokumen: Mahasiswa diminta untuk mengunggah surat permohonan pengembalian biaya pendidikan beserta lampirannya melalui laman SSO di beranda masing-masing mahasiswa. Verifikasi dan Persetujuan: Dekan Fakultas/Sekolah akan melakukan verifikasi dan memberikan persetujuan pengembalian biaya pendidikan melalui laman SSO. Batas Waktu Pengajuan: Batas waktu unggah surat permohonan dan lampirannya adalah maksimal pada tanggal 31 Agustus 2024. Proses pengembalian biaya pendidikan akan dilakukan setelah tanggal tersebut. Kami berharap seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat dapat segera melengkapi dan mengunggah dokumen yang diperlukan tepat waktu. Demikian informasi ini kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Kolaborasi FEB Undip dan APSMBI: Membangun Kapasitas Global melalui Pengabdian dan Pendidikan

Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bekerja sama dengan Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) sukses menyelenggarakan Workshop Internasionalisasi Program Studi dan Pengabdian Masyarakat Internasional. Workshop yang mengusung tema “Cultural Synergy Empowering Global Students Through Multicultural Leadership” ini berlangsung pada 31 Juli dan 1 Agustus 2024 di Ruang Sidang Utama, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Undip, Semarang. Ketua Panitia, Bimo Suryo Wicaksono, S.E., M.M., membuka acara dengan menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan memperkaya wawasan dosen, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengadaptasi perspektif global ke dalam program akademik serta praktik operasional. “Ajang ini juga menjadi sarana silaturahmi dan penguatan kapasitas dalam internasionalisasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) internasional. Kami menekankan pentingnya internasionalisasi untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi di era global,” ujar Bimo. Turut hadir juga secara virtual (zoom meeting) mahasiswa program internasional. Christian Krisna Pideksa dari Curtin University berbagi pengalaman sebagai alumni Program Double Degree. Selain itu, Dr. Thorr Kerr dari Curtin University, sebagai mitra IUP di luar negeri, juga memberikan materi, dengan Afina Hasya, S.T., M.M., sebagai moderator. Workshop ini diikuti oleh 31 perguruan tinggi, dengan 11 perguruan ting tri dharma PTN serta internasionalisasi perguruan tinggi. Hari kedua workshop berfokus pada pengagi berperan sebagai co-host, di antaranya Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Islam Indonesia, STIE Madani Balikpapan, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Kuningan, Universitas Jember, Universitas Nahdatul Ulama Jepara, Universitas Muria Kudus, Universitas Jenderal Soedirman, dan Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada kesempatan ini, FEB Undip juga menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan 11 universitas co-host dalam rangka memperkuat jalinan kerja sama dalambdian masyarakat internasional yang melibatkan mahasiswa internasional dari Undip serta delegasi dari perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini mencakup diskusi interaktif, pengenalan budaya, dan tur kota, yang memberikan pengalaman mendalam serta memperkaya pengetahuan peserta tentang keberagaman budaya. Peserta workshop juga mengikuti kampus tour guna memperkenalkan program dan fasilitas dari International Undergraduate Program (IUP) yang ada di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Partisipasi aktif dari berbagai institusi pendidikan tinggi mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menjalin kolaborasi internasional yang berkelanjutan. Program-program seperti ini diharapkan akan terus dikembangkan di masa depan.

FEB Undip Gelar Pelatihan Beauty Class untuk Tingkatkan Pelayanan Prima

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) mengadakan pelatihan beauty class pada 27-28 Mei 2024 di Gedung KWU FEB Undip. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan prima, terutama dalam hal penampilan profesional dan manajemen stres di tempat kerja. Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya. Dr. phil. Dian Veronika Sakti Kaloeti, S.Psi., M.Psi., Wakil Dekan I Fakultas Psikologi Undip, membawakan materi mengenai kiat mengatasi stres di tempat kerja, dengan fokus pada cara menjaga keseimbangan mental dan emosional bagi tenaga kerja agar tetap produktif. Sementara itu, Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt., Wakil Dekan II FEB Undip, membahas pentingnya professional looks sebagai faktor kunci dalam pelayanan terhadap stakeholder, menekankan bagaimana citra diri dapat memengaruhi kepercayaan dan profesionalisme dalam dunia kerja. Adapun Novita Dewi Ambarwati, S.E., Pengadministrasi Akademik FEB Undip, mengisi sesi beauty class for better performance, yang memberikan pelatihan langsung mengenai tata rias dan perawatan diri untuk menunjang penampilan profesional. Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta, yang mayoritas terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan FEB Undip. Para peserta diberikan kesempatan untuk praktik langsung dalam sesi beauty class, termasuk cara berpenampilan yang sesuai dengan lingkungan kerja profesional. Selain itu, mereka juga mendapatkan tips dari para ahli mengenai cara menjaga kesehatan mental serta mengelola stres agar tetap produktif dalam menjalankan tugas sehari-hari. Menurut salah satu peserta, pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang sering berinteraksi dengan stakeholder dan publik. “Selain meningkatkan kepercayaan diri, saya juga jadi lebih memahami pentingnya menjaga penampilan dan kesehatan mental dalam bekerja,” ujar salah satu peserta. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan profesional mereka. FEB Undip berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan pengembangan diri yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan profesionalisme di lingkungan akademik maupun dunia kerja.