Mahasiswa Kudu Simak! Informasi Terkait Penyesuaian UKT Semester Genap 2024/2025 Universitas Diponegoro

Berdasarkan surat Keputusan Rektor Nomor: 114/UN7.A/HK/IV/2024 tertanggal 12 Nopember 2024, Universitas Diponegoro menginformasikan bahwa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Semester Genap 2024/2025, akan dilaksanakan pada tanggal 2 Januari hingga 4 Februari 2025. Universitas Diponegoro memberikan kesempatan bagi para Mahasiswa baik dari program Sarjana dan Diploma untuk dapat melakukan pengajuan penyesuaian UKT sesuai dengan peraturan Rektor No 9 Tahun 2021. Berikut ketentuan yang wajib disimak ; Penyesuaian UKT meliputi : a. Penyesuaian golongan UKT ke tingkat lebih tinggi; b. Penyesuaian golongan UKT ke tingkat lebih rendah; c. Pengurangan UKT; d. Pembebasan; e. Pembayaran secara mengangsur; f. Penundaan pembayaran; atau g. Bentuk lainnya yang ditetapkan oleh Rektor. Jadwal pelaksanaan penyesuaian UKT sebagai berikut : No Tanggal Keterangan 1 18 Nopember – 9 Desember 2024 Pengajuan penyesuaian UKT dari Mahasiswa 2 25 Nopember – 16 Desember 2024 Verifikasi pengajuan penyesuaian UKT di Fakultas/Sekolah 3 17 Desember 2024 Batas Akhir Penyampaian Usulan Penyesuaian UKT dari Fakultas/sekolah ke Universitas 4 18 – 20 Desember 2024 Verifikasi Penyesuaian UKT di Universitas 5 22 Desember 2024 Finalisasi Penyesuaian UKT Pengajuan melalui website ukt.undip.ac.id dilakukan secara online.  

Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak) Menampung Masukan Perpajakan di FEB UNDIP

Semarang, 5 November 2024 — Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak) menutup rangkaian komunikasi publik tahun 2024 dengan kegiatan “Komwasjak Mendengar” yang diadakan di Universitas Diponegoro, Semarang. Kegiatan yang berlangsung di Hall Gedung C, FEB Undip, ini memberi ruang bagi masyarakat Jawa Tengah untuk memberikan saran, masukan, dan aspirasi terkait kebijakan serta administrasi perpajakan (pajak, kepabenan dan cukai). Acara ini dihadiri oleh seratus peserta dari kalangan akademisi, pelaku usaha, tax center, asosiasi, dan media lokal. Prof. Fuad, S.ET., M.Si., Ph.D., selaku Ketua Departemen Akuntansi FEB UNDIP, membuka acara dengan sambutan, diikuti keynote speech oleh Ketua Komwasjak, Amien Sunaryadi, yang menjelaskan peran Komwasjak sebagai lembaga pengawas independen untuk kepentingan wajib pajak. “Komwasjak dibentuk untuk mewakili kepentingan wajib pajak, maka kegiatan utama kami salah satunya adalah Komwasjak Mendengar”, ucap Amien. Wakil Ketua Komwasjak, Zainal Arifin Mochtar, memandu diskusi yang mencakup isu-isu strategis perpajakan, seperti peran tax center, kompleksitas peraturan perpajakan, dan peningkatan kompetensi petugas pajak. Diskusi ini mendorong dialog aktif antara peserta dan perwakilan Komwasjak, yang berkomitmen untuk menindaklanjuti pengaduan pajak hingga tuntas. Pada akhir acara, Komwasjak mengapresiasi antusiasme peserta dalam memberikan pandangan yang konstruktif. Diharapkan masukan ini dapat menjadi landasan untuk reformasi perpajakan yang lebih baik dan adil demi kesejahteraan ekonomi nasional.

Hadir di FEB Undip, Pertamina Goes to Campus Berikan Wawasan Energi dan Pembangunan

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menjadi tuan rumah acara “Pertamina Goes to Campus” (PGTC) pada 22 Oktober 2024. Kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga dan Universitas Diponegoro ini mengusung tema “Energizing The Future Together” untuk memperdalam pemahaman civitas academica tentang tantangan dan peluang sektor energi. Acara dihadiri oleh akademisi Undip, pejabat Pertamina, serta ratusan mahasiswa. Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo menekankan pentingnya partisipasi aktif mahasiswa dalam memahami isu-isu industri, termasuk energi berkelanjutan sebagai bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dekan FEB Undip Prof. Faisal juga menyatakan harapannya agar PGTC dapat memberikan wawasan penting terkait sustainability, “Di UNDIP dalam dua bulan ini secara aktif banyak berkolaborasi dengan berbagai instansi tentang sustainability energy, hal ini menunjukkan bahwa isu keberlanjutan energi memang sangat penting. Kegiatan PGTC ini menjadi salah satu kegiatan untuk mempersiapkan mahasiswa menerima estafet berikutnya mengenai sustainability energy, sesuai dengan SDGs ketujuh yaitu Energi Bersih dan Terjangkau,” jelas Prof Faisal. Program ini diisi oleh berbagai kegiatan, termasuk diskusi “Energizing Talks” dan “PGTC Exhibition Clusters,” yang mendorong keterlibatan mahasiswa untuk menciptakan inovasi bermanfaat di sektor energi. Program PGTC ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada civitas academica tentang peran Pertamina dalam pengembangan energi berkelanjutan, dengan tema “Energizing The Future Together.” Acara ini terdiri dari berbagai kegiatan, termasuk sesi Energizing Talks, PGTC Exhibition Clusters, Sustainability Competitions, dan Campus Corner, yang semuanya dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa pada inovasi dan tantangan dalam sektor energi. Selain diskusi, PT Pertamina Patra Niaga juga memberikan kontribusi langsung berupa dukungan fasilitas dan literasi digital. Kontribusi ini meliputi bantuan pembangunan Gedung Laboratorium Komputer Teknik serta 1.000 langganan Kompas.id selama satu tahun untuk mahasiswa Undip, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina.   sumber : Undip Official

Kolaborasi Dosen FT & FEB di Kedai Reka, mengubah Eceng Gondok Menjadi Green Building Material

Eceng gondok, yang dulu dianggap gulma pengganggu perairan, kini menjadi bahan utama inovasi keramik canggih yang mampu meredam kebisingan hingga 90 persen. Tim gabungan Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) berhasil mengubah masalah lingkungan ini menjadi solusi berkelanjutan. Green Building atau bangunan ramah lingkungan kini menjadi fokus utama di industri konstruksi global. Inovasi terbaru yang mendukung konsep ini adalah Hexagonal Ceramic Interlocks (Hexara Ceramics), sebuah produk inovatif hasil kerja sama Program Kedai Reka tahun 2023-2024 yang melibatkan tim gabungan dari Prodi Arsitektur, Teknik Kimia, dan Bisnis Digital Universitas Diponegoro (Undip) bersama industri. Tim peneliti Undip berhasil mengembangkan teknologi yang mengubah eceng gondok—tanaman air yang banyak ditemukan di perairan Indonesia—menjadi bahan campuran untuk keramik peredam suara. Terobosan ini tidak hanya mengatasi masalah pertumbuhan eceng gondok yang liar, tetapi juga menawarkan solusi untuk mengurangi kebisingan yang kian meningkat di area perkotaan. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Erni Setyowati, MT (Prodi Arsitektur) bersama Prof. Dr.-Ing. Ir. Silviana, S.T., M.T., IPM.-ASEAN Eng (Prodi Teknik Kimia) dan Ardiaz Ajie Aryandika, S.Kom., MBA (Prodi Bisnis Digital). Mereka berhasil mengekstrak selulosa dari eceng gondok dan mengolahnya menjadi bahan campuran keramik dengan kemampuan peredam suara yang sangat baik. Selain itu, keramik ini memiliki ketahanan terhadap suhu ekstrem, kekuatan mekanik yang tinggi, serta kemampuan isolasi panas yang unggul. Hexara Ceramics  merupakan material keramik dinding fungsional berbentuk heksagonal dan memiliki sistem kunci unik yang memungkinkan mereka terkunci satu sama lain tanpa perlu menggunakan adhesif tambahan. Ini membuat instalasi menjadi lebih mudah dan mengurangi penggunaan bahan kimia yang berpotensi merusak lingkungan. Pengaplikasian keramik ini biasanya terpasang di area bangunan komersial, gedung apartemen, dan rumah sakit, keramik peredam suara ini dapat mengurangi tingkat kebisingan hingga 90 persen, menciptakan lingkungan yang lebih tenang dan nyaman bagi penghuninya. Keunggulan dan penerapan produk ini pada bangunan sudah diimplementasikan di beberapa Gedung. Khusus di Undip dapat dilihat penerapannya di Muladi Dome, Gedung Prof. Soedarto, Gedung Art Center. Produk ini memiliki 2 tipe yaitu hexa ceramic tipe glazur dan non glazur serta tipe terbaru yaitu hexa flower dan batik Adapun manfaat dan kehebatan dari Hexara Ceramics yang membuatnya menjadi pilihan yang menarik dalam green construction seperti; Instalasi Mudah : Sistem interlocking heksagonal memungkinkan keramik ini saling terkunci dan bertautan tanpa perlu menggunakan adhesif atau semen tambahan. Ini mempercepat proses instalasi, mengurangi tenaga kerja, dan mengurangi potensi pencemaran lingkungan dengan bahan kimia. Ramah Lingkungan: Bahan dasar campuran yang ramah lingkungan dari keramik Hexagonal Interlock Ceramics adalah Eceng Gondok yang sudah diproses sedemikian rupa sehingga memiliki bahan yang lebih berkelanjutan daripada bahan konstruksi konvensional seperti beton atau batu bata. Tahan Lama: Ubin-ubin ini memiliki ketahanan yang tinggi terhadap cuaca dan korosi, sehingga mereka memiliki umur pakai yang lebih lama daripada beberapa bahan konstruksi lainnya. Ini berarti pengurangan limbah konstruksi jangka panjang. Estetika: Bentuk heksagonal yang unik, Hexagonal Interlock Ceramics dapat memberikan tampilan estetik dan modern pada bangunan yang memasang dengan model ini. Pengembangan keramik peredam suara ini merupakan salah satu kontribusi Undip dalam menghadapi tantangan lingkungan dan kebisingan yang semakin memburuk di Indonesia. Terobosan ini adalah bukti nyata bagaimana penelitian dan inovasi dapat mengatasi dua masalah sekaligus: pertumbuhan eceng gondok yang berlebihan dan kebisingan di perkotaan. Riset dari Tim Undip telah menunjukkan bahwa eceng gondok, yang dulu dianggap sebagai masalah, sekarang menjadi bagian dari solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai riset ini dapat diakses melalui situs www.cecraundip.com yang juga menampilkan fitur-fitur unggulan Hexara Ceramics dalam mendukung pembangunan ramah lingkungan di masa depan. penulis : Ardiaz Ajie Aryandika, S.Kom., MBA editor : Humas FEB Undip

Informasi Terkait Jadwal Penyesuaian UKT Semester Gasal 2024/2025, Mahasiswa Akhir Wajib Simak!

Universitas Diponegoro mengumumkan tindak lanjut terkait penyesuaian UKT untuk mahasiswa tingkat akhir Semester Gasal 2024/2025. Berdasarkan surat resmi Nomor: 695/UN7.A2/KU/2024 tertanggal 21 Mei 2024, mahasiswa yang mengikuti penyesuaian dalam Pembebasan UKT dan belum membayar UKT diminta untuk segera mematuhi jadwal yang telah ditentukan. Pengumuman ini penting untuk memastikan seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan kewajiban administrasinya tepat waktu. Adapun Jadwal tindak lanjut sebagai berikut ; No Tanggal Keterangan 1 30 Agustus – 16 September 2024 Bagi mahasiswa yang lulus maksmal tanggal 16 Agustus 2024, dengan mengupload SKL di ( https://ukt.undip.ac.id ) 2 17 – 18 September 2024 Verifikasi pengajuan penyesuaian UKT di Fakultas/Sekolah 3 19 September Batas Akhir Penyampaian Usulan Penyesuaian UKT dari Fakultas/sekolah ke Universitas 4 20 September 2024 Verifikasi Penyesuaian UKT di Universitas 5 23 September 2024 Finalisasi Tindak Lanjut Penyesuaian UKT Mahasiswa Tingkat Akhir

Departemen Manajemen Menyelenggarakan Visiting Professor Bahas Academic Entrepreneurship untuk Pengembangan Sosio-Ekonomi

Semarang, 22 Agustus 2024 – Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar acara Visiting Professor bertajuk “Academic Entrepreneurship to Commercialize University Research Output for Socio-Economic Development” pada Kamis, 22 Agustus 2024, di Hall Gedung Kewirausahaan FEB Undip. Acara ini menghadirkan Dr. Dwitya Kirana, B.Sc., M.Sc., Ph.D., seorang akademisi sekaligus entrepreneur, yang juga menjabat sebagai Assistant Professor Innovation and Technology Management di International Digital Laboratory, University of Warwick, Inggris. Dalam sambutannya Dekan FEB Undip yakni, Prof. Faisal, menyampaikan rasa senang dan bangganya akan kegiatan ini. Beliau yakin kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar tidak bagi akademisi yang ada di FEB Undip tetapi dapat meningkatkan reputasi yang baik bagi institusi kami. Dalam kuliahnya, Dr. Dwitya menekankan pentingnya kewirausahaan akademik sebagai jalan untuk mengkomersialisasikan hasil riset universitas demi mendukung pengembangan sosio-ekonomi masyarakat. Ia memaparkan empat agenda utama yang perlu dikuasai peserta untuk menjadi akademisi sekaligus entrepreneur. Pertama, Dr. Dwitya membahas mengenai konsep akademik entrepreneurship. Kedua, ia menyoroti pentingnya inovasi berbasis masyarakat dan bagaimana universitas dapat mewujudkan ide-ide tersebut. Agenda ketiga berfokus pada temuan penelitian terkait inovasi di Indonesia, dan yang terakhir, ia menekankan pentingnya tindakan konkret dalam mengimplementasikan inovasi tersebut. “Dunia industri sangat penting untuk menciptakan dampak nyata dari hasil riset universitas. Enterpreneurship tidak hanya tentang menjadi pebisnis, tetapi juga mencakup proses, pengetahuan, dan keterampilan,” ujar Dr. Dwitya. Ia juga membagikan beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh universitas untuk mendorong kewirausahaan akademik, seperti peningkatan kolaborasi dan penciptaan lingkungan ekosistem yang mendukung. Acara yang dihadiri oleh Dekan FEB Undip, dosen, dan mahasiswa Program Studi Manajemen FEB Undip, turut hadir juga seorang entrepreneur muda yakni Chacha Frederica (Wynne Frederica, S.E., BBA.) hal ini diharapkan dapat menginspirasi akademisi Undip untuk lebih aktif dalam dunia entrepreneurship, sehingga hasil penelitian mereka dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan sosio-ekonomi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Kegiatan ini juga bertujuan memperkaya wawasan dan memperkuat jaringan internasional.  

Rangkaian ODM FEB Undip 2024 Berakhir dengan Meriah, Mahasiswa Baru Antusias Menghadiri Yellow Fest

Semarang (16/08) – Rangkaian kegiatan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro resmi berakhir dengan puncak acara ODM FEB (Yellow Fest). Kegiatan ini dimulai dengan pembentukan mozaik, diikuti oleh orasi dari Ketua BEM, Ketua Senat, dan Ketua Himpunan, serta parade organisasi mahasiswa. Yellow Festival yang menjadi puncak acara memiliki tujuan utama untuk mengenalkan berbagai organisasi mahasiswa yang ada di FEB Undip kepada para mahasiswa baru. Tahun ini, ODM FEB berlangsung dengan suasana yang sama meriah dan menyenangkan seperti tahun-tahun sebelumnya, didukung oleh antusiasme luar biasa dari para mahasiswa baru. Stand-stand organisasi mahasiswa dan UKM juga turut hadir, memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk lebih mengenal dan memahami berbagai pilihan kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di FEB Undip. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB Undip, termasuk Dekan, Wakil Dekan, Ketua Departemen, serta Ketua dan Sekretaris Program Studi. Dalam pidatonya, Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara studi akademik dan kehidupan sosial. “Untuk meraih kesuksesan, kalian tidak hanya membutuhkan kemampuan akademis atau keterampilan individu, tetapi juga penting untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan pengalaman sosial yang akan membentuk karakter kalian,” ujar Prof. Faisal. Semangat mahasiswa baru tidak surut hingga penghujung acara ODM Festival. Mereka dengan penuh antusias berkumpul di sekitar panggung utama, menyaksikan berbagai penampilan memukau dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti UKM Tari, Economusic, dan Cheerleader. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga berhasil memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diikuti di FEB Undip. Sebagai penutup, seluruh mahasiswa bersama-sama menyanyikan Mars FEB, menciptakan momen kebersamaan yang mempererat kekompakan dan keakraban di antara mereka. Acara ini tidak hanya merayakan langkah awal mereka terjun kedalam dunia akademik, tetapi juga menegaskan bahwa mereka kini menjadi bagian dari keluarga besar FEB Undip.

FEB Undip Sambut Mahasiswa Baru dengan PKKMB 2024/2025 “Selamat Datang di Kampus Terbaik”

Semarang – Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) resmi menyambut kedatangan mahasiswa baru angkatan 2024/2025 melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dilaksanakan pada 12-13 Agustus 2024. Acara ini menjadi langkah awal bagi para mahasiswa untuk mengenal lingkungan kampus serta memahami budaya, etika, dan norma kehidupan di FEB Undip. Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, dalam sambutannya menyampaikan, “Selamat datang bagi mahasiswa baru di salah satu kampus paling keren di universitas ini.” Ucapan ini menggarisbawahi semangat serta rasa bangga terhadap seluruh sivitas akademika FEB Undip terutama para mahasiswa baru bahwa tempat ini merupakan salah satu kampus tebaik. PKKMB tidak hanya memberikan orientasi seputar fasilitas dan lingkungan kampus, tetapi juga membekali mahasiswa dengan berbagai materi penting yang akan menjadi panduan dalam perjalanan akademik mereka. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa baru diperkenalkan pada budaya akademik yang berlaku di Undip, etika dalam pergaulan sehari-hari, revolusi mental, serta norma-norma yang harus dipatuhi selama menempuh pendidikan. Selain itu, PKKMB juga memberikan wawasan tentang berbagai layanan dan kegiatan yang ada di FEB Undip, mulai dari organisasi mahasiswa hingga program-program pendukung akademik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat lebih cepat beradaptasi dan siap menghadapi tantangan dalam dunia perkuliahan. Dengan berakhirnya PKKMB, mahasiswa baru FEB Undip diharapkan telah mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kehidupan kampus dan siap menjalani tahun-tahun perkuliahan dengan semangat yang tinggi. Selamat datang di FEB Undip, dan selamat menikmati masa-masa terindah dalam belajar.

Informasi Terkait Masa Perpanjangan Pembayaran UKT dan Akademik Semester Gasal Tahun 2024/2025

Semarang, 12 Agustus 2024. Dalam rangka memberi kesempatan kepada mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang belum menyelesaikan “Pembayaran UKT dan Pendaftaran Akademik” untuk Semester Gasal tahun akademik 2024/2025. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) memperpanjang masa Pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal) dan pendaftaran akademik untuk Semester Gasal Tahun Akademik 2024/2025. Berdasarkan jadwal terbaru dalam kalender akademik, batas akhir pembayaran UKT kini diperpanjang hingga 25 Agustus 2024. Mahasiswa diharapkan segera melakukan registrasi ulang sebelum batas waktu yang telah ditentukan. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi bagian akademik fakultas. Tetap perhatikan pengumuman resmi untuk pembaruan informasi lainnya. Lampiran :

Go Cashless! Mahasiswa KKN Tim II Undip Gencarkan Sosialisasi dan Pendampingan QRIS bagi UMKM Desa Kendel Boyolali

Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) mengadakan program sosialisasi dan pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 19 Juli 2024 di Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Kegiatan dengan tema “Sosialisasi dan Pendampingan Penggunaan serta Pembuatan QRIS bagi UMKM Desa Kendel dalam Mengoptimalkan Transaksi Digital”  ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama pelaku UMKM dan anggota PKK, tentang QRIS sebagai alat pembayaran digital yang praktis dan aman. Program ini digagas oleh Muhammad Aris Rijalul Hikam, mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi FEB Undip, yang merasa perlu memberikan edukasi terkait transformasi digital di sektor keuangan. Aris menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2024 kepada masyarakat untuk mendukung peningkatan daya saing usaha melalui teknologi. “Sebagai mahasiswa Prodi S1 Ekonomi saya ingin membantu masyarakat, khususnya para pelaku UMKM untuk lebih melek teknologi dan memanfaatkan QRIS sebagai salah satu solusi dalam mempermudah transaksi serta meningkatkan daya saing usaha mereka,” ujar Aris. “Sewaktu saya ikut seminar Bank Indonesia, BI terus mendorong penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran cashless yang praktis dan harus digencarkan di seluruh wilayah termasuk di desa. Oleh karena itu, saya ingin berkontribusi dengan menggencarkan sosialisasi dan pendampingan QRIS di Desa Kendel ini” tambahnya. Kegiatan sosialisasi diawali dengan pemaparan materi mengenai apa itu QRIS, manfaat penggunaannya, serta cara mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian mahasiswa mengadakan pendampingan praktis untuk pembuatan QRIS, dimana para peserta diajak untuk membuat QRIS mereka sendiri dengan panduan dari aris. Salah satu peserta, Ibu Yuni, seorang pemilik usaha catering di Desa Kendel, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Saya tadinya tidak begitu paham apa itu QRIS dan bagaimana cara menggunakan QRIS mas, tapi sekarang saya sudah bisa membuat QRIS sendiri dan siap menggunakannya di usaha saya. Ini sangat memudahkan saya dalam menerima pembayaran dari pelanggan” kata Ibu Yuni dengan senyum bahagia. Selain itu, Aris juga melakukan pendampingan intensif kepada para pelaku UMKM yang membutuhkan bantuan lebih lanjut dalam implementasi QRIS. Para pelaku usaha diberikan arahan mengenai cara mengintegrasikan QRIS dengan sistem pembayaran mereka, serta tips and trick untuk mengoptimalkan penggunaannya dalam meningkatkan penjualan. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Ibu PKK Desa Kendel, Ibu Dian salah satu anggota PKK yang turut hadir memberikan apresiasi kepada mahasiswa Prodi S1 Ekonomi tersebut. “Saya sangat mengapresiasi inisiatif dari Mas Aris. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Kendel, terutama dalam menghadapi era digital yang serba cepat. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi,” ungkapnya. Program sosialisasi dan pendampingan penggunaan serta pembuatan QRIS ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong inklusi keuangan digital di kalangan masyarakat desa, serta memberikan dampak positif dalam pengembangan ekonomi lokal. Mahasiswa S1 Ekonomi dari FEB Undip tersebut berharap setelah kegiatan ini, masyarakat desa dapat lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan usaha dan kesejahteraan mereka. Penulis : Muhammad Aris Rijalul Hikam Editor : humas.feb DPL : Zaki Ainul Fadli., S.S., M.Hum Dr. Ir. Dwi Haryo Ismunarti., Msi