Hery Murahmanta: Dari Ruang Kuliah FEB Undip Menuju Kepemimpinan Infrastruktur Energi Nasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah salah satu alumninya, Hery Murahmanta, yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PGN pada tahun 2025, sebagai bagian dari transformasi dan penguatan kepemimpinan perusahaan energi strategis nasional. Perjalanan profesional Hery Murahmanta berakar dari pendidikan yang ditempuh di Universitas Diponegoro. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro sebelum melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) dalam bidang Strategic Business di Universitas Gadjah Mada. Fondasi akademik tersebut menjadi bekal penting dalam membangun karier yang memadukan keahlian keuangan, manajemen strategis, dan pengelolaan proyek berskala besar. Sebelum menduduki posisi direksi di PGN, Hery membangun karier panjang di lingkungan Pertamina selama lebih dari dua dekade. Dalam perjalanan tersebut, ia mengemban berbagai posisi penting yang memperkaya perspektifnya dalam pengelolaan bisnis energi nasional. Pengalamannya mencakup bidang analisis keuangan, manajemen proyek, transformasi proses bisnis, pengadaan strategis, hingga pengelolaan layanan keuangan korporasi. Pengangkatan Hery Murahmanta sebagai Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN menandai babak baru dalam perjalanan kariernya. Dalam peran ini, ia bertanggung jawab terhadap pengembangan infrastruktur gas bumi nasional yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi dan transisi menuju energi yang lebih bersih. Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya gas bumi sebagai energi transisi dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia. Menurutnya, penguatan infrastruktur gas bumi tidak hanya berkontribusi pada ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi langkah penting menuju sistem energi yang lebih ramah lingkungan. Perjalanan Hery Murahmanta menunjukkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak dibangun dari satu bidang keahlian semata. Kemampuannya beradaptasi dari bidang keuangan, pengadaan, transformasi proses bisnis, hingga pengembangan infrastruktur mencerminkan pentingnya pembelajaran berkelanjutan dalam menghadapi dinamika industri yang terus berubah. Kisah Hery Murahmanta menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip bahwa pendidikan ekonomi dan bisnis tidak terbatas pada sektor keuangan atau perbankan semata. Kompetensi yang dibangun selama masa perkuliahan dapat menjadi landasan untuk berkontribusi di berbagai sektor strategis, termasuk energi, infrastruktur, teknologi, dan pembangunan nasional.
Reuni Alumni FE Undip Angkatan 1980 Pererat Silaturahmi dan Salurkan Beasiswa bagi Mahasiswi FEB Undip

Semangat kebersamaan dan kepedulian mewarnai Reuni Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (FE Undip) Angkatan 1980 yang diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026 di Dome FEB Undip, Tembalang. Mengusung tema “Reconnect, Relive, Reinspire”, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi para alumni untuk mengenang perjalanan selama masa perkuliahan sekaligus memperkuat jejaring yang telah terjalin selama lebih dari empat dekade. Reuni berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para alumni berbagi cerita, pengalaman, serta perjalanan karier yang telah ditempuh sejak menyelesaikan studi di FE Undip. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang masa lalu, tetapi juga memperkuat hubungan antargenerasi alumni yang selama ini menjadi bagian penting dari perkembangan dan kemajuan almamater. Selain menjadi ajang temu alumni, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian beasiswa kepada mahasiswi FEB Undip. Bantuan pendidikan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata alumni dalam mendukung akses pendidikan serta pengembangan potensi mahasiswa. Melalui program beasiswa ini, alumni berharap dapat memberikan motivasi sekaligus dukungan bagi mahasiswa untuk terus berprestasi dan menyelesaikan studi dengan baik. Ketua panitia reuni menyampaikan bahwa semangat Reconnect, Relive, Reinspire tidak hanya dimaknai sebagai upaya menyambung kembali hubungan antaralumni, tetapi juga sebagai dorongan untuk terus memberikan inspirasi dan manfaat bagi lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, Alumni FE Undip Angkatan 1980 menunjukkan bahwa ikatan yang terjalin selama masa perkuliahan dapat terus berkembang menjadi kontribusi positif bagi almamater dan generasi penerus. Reuni Alumni FE Undip Angkatan 1980 menjadi bukti bahwa hubungan antara alumni dan kampus tidak berhenti setelah kelulusan. Sebaliknya, hubungan tersebut terus tumbuh melalui berbagai bentuk kolaborasi dan kepedulian yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan serta penguatan jejaring alumni FEB Undip.
Alumni FEB Undip Primadi Wahyuwidagdo Soerjosoemanto Bangun Kolaborasi Internasional di Bidang Perdagangan, Investasi, dan Pendidikan Global

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) terus melahirkan alumni yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya adalah Primadi Wahyuwidagdo Soerjosoemanto, alumni FEB Undip yang dikenal melalui kiprahnya dalam pengembangan perdagangan internasional, investasi global, pendidikan, serta kolaborasi lintas negara. Melalui berbagai inisiatif yang dijalankannya, Primadi turut membangun jejaring kerja sama yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai institusi dan pemangku kepentingan di tingkat global. Sebagai Alumni FEB Undip, Primadi menunjukkan bahwa kompetensi di bidang ekonomi dan bisnis dapat menjadi modal penting untuk menjawab tantangan dunia yang semakin terhubung. Perjalanan profesionalnya berfokus pada upaya mempertemukan sektor pendidikan, dunia usaha, organisasi internasional, hingga investor dalam berbagai bentuk kerja sama yang mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, serta pertukaran pengetahuan antarnegara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendirian BI International pada tahun 2008. Sebagai Co-Founder, President, dan Principal Partner, Primadi mengembangkan perusahaan tersebut menjadi mitra strategis dalam bidang perdagangan internasional dan investasi. Di bawah kepemimpinannya, BI International membantu membangun berbagai kolaborasi bisnis dan ekonomi lintas negara yang mempertemukan pelaku usaha, institusi pendidikan, organisasi, serta investor dari berbagai kawasan dunia. Kehadiran perusahaan tersebut menjadi salah satu wujud nyata kontribusi alumni Universitas Diponegoro dalam memperkuat jejaring internasional yang mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya berkiprah dalam sektor bisnis dan investasi, Primadi juga aktif mendorong pengembangan generasi muda melalui keterlibatannya dalam AIESEC, organisasi kepemudaan internasional terbesar di dunia. Melalui organisasi tersebut, ia mendukung pengembangan kepemimpinan, kolaborasi lintas budaya, serta pemberdayaan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan dinamika global. Baginya, pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu berkolaborasi, berinovasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Kisah Primadi Wahyuwidagdo Soerjosoemanto menjadi salah satu contoh bagaimana Alumni FEB Undip dapat mengambil peran strategis di tingkat internasional. Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi global, kemampuan membangun jejaring, menjembatani perbedaan budaya, serta menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan menjadi kompetensi yang semakin penting. Melalui kiprahnya di bidang perdagangan internasional, investasi global, dan pendidikan, Primadi membuktikan bahwa lulusan FEB Undip memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan global sekaligus membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Perjalanan tersebut juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan internasional, serta membangun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari ruang kuliah di FEB Undip hingga jejaring global, Primadi menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang menciptakan kontribusi nyata yang mampu menghubungkan Indonesia dengan dunia.
Alumni FEB Undip Berkiprah di Industri Energi Nasional, Hanny Retno Hapsari Jabat VP Finance & Treasury PT Elnusa Tbk

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan kiprah alumninya di tingkat nasional melalui perjalanan profesional Hanny Retno Hapsari, alumni Program Studi Akuntansi FEB Undip, yang saat ini menjabat sebagai Vice President Finance & Treasury PT Elnusa Tbk. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang corporate strategy, corporate finance, corporate transaction, dan subsidiaries management, Hanny telah menempati berbagai posisi strategis di lingkungan PT Elnusa Group. Sebelum menjabat sebagai VP Finance & Treasury, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi penting, di antaranya Director of Finance & Administration PT Elnusa Petrofin serta VP Strategic Planning & Corporate Management PT Elnusa Tbk. Perjalanan karier tersebut didukung oleh latar belakang akademik yang kuat. Hanny menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi di Universitas Diponegoro dan melanjutkan studi Magister Finance di Universitas Prasetiya Mulya. Selain itu, ia juga memiliki sertifikasi profesional, di antaranya Certified Risk Professional (CRP) dari BNSP dan Certified Professional in Organization Development (CPOD). Atas kontribusinya di bidang keuangan korporasi, Hanny meraih penghargaan Best CFO dari SWA Media pada tahun 2023. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan organisasi dan mentoring profesional, termasuk keterlibatannya di AIESEC Indonesia. Capaian Hanny Retno Hapsari menjadi representasi kontribusi alumni FEB Undip dalam industri energi dan keuangan nasional sekaligus diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan profesionalisme di tingkat global.
Esther Sri Astuti: Dari Alumni Sarjana Ekonomi FEB Undip Menjadi Direktur Eksekutif INDEF

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menunjukkan kontribusinya dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang berkiprah di tingkat nasional. Salah satu sosok inspiratif tersebut adalah Dr. Esther Sri Astuti Soeryaningrum Agustin, S.E., M.S.E., Ph.D., alumni Program Studi Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang saat ini dipercaya menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), salah satu lembaga kajian ekonomi paling berpengaruh di Indonesia. Perjalanan Esther menjadi bukti bahwa lulusan FEB Undip tidak hanya mampu berkarier di dunia bisnis dan pemerintahan, tetapi juga berkontribusi sebagai pemikir dan penggerak kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Berawal dari bangku kuliah Program Studi Sarjana Ekonomi Universitas Diponegoro, Esther mengembangkan ketertarikan yang kuat terhadap isu-isu pembangunan ekonomi, perdagangan internasional, dan kebijakan publik. Fondasi keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FEB Undip menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik dan profesionalnya. Sebagai bagian dari tradisi akademik Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB Undip, ia tumbuh dengan semangat untuk memahami berbagai persoalan ekonomi secara kritis dan berbasis data. Semangat belajar tersebut membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan magister, Esther berhasil meraih gelar doktor dari Maastricht University, Belanda. Pengalaman akademik internasional tersebut memperkaya perspektifnya dalam memahami berbagai tantangan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun global. Karier profesional Esther berkembang melalui perpaduan antara aktivitas akademik, penelitian, dan advokasi kebijakan. Ia dikenal sebagai ekonom yang aktif meneliti berbagai isu strategis seperti pembangunan ekonomi, industri, perdagangan, ketahanan pangan, hingga transformasi ekonomi nasional. Konsistensinya dalam menghasilkan kajian yang relevan dan berbasis bukti menjadikannya salah satu ekonom yang banyak menjadi rujukan dalam diskursus kebijakan publik di Indonesia. Sejak bergabung dengan INDEF pada tahun 2008, Esther terus menunjukkan dedikasi dalam mengembangkan riset ekonomi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional. Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun sebagai peneliti ekonomi, khususnya pada bidang pertanian dan pangan, ia dipercaya memimpin INDEF sebagai Direktur Eksekutif. Amanah tersebut menempatkannya pada posisi strategis untuk mengarahkan berbagai kajian dan rekomendasi kebijakan yang menjadi referensi bagi pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat luas. Perjalanan Esther Sri Astuti menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari posisi di korporasi atau pemerintahan. Menjadi pemikir, peneliti, dan penggerak kebijakan publik juga merupakan bentuk kepemimpinan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Henri Gunawan: Dari Kampus Undip Menuju Puncak Kepemimpinan Keuangan Nasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah salah satu alumninya, Henri Gunawan, yang saat ini menjabat sebagai Vice President Director sekaligus Chief Financial Officer (CFO) PT MNC Guna Usaha Indonesia (MNC Leasing). Perjalanan kariernya menjadi bukti bahwa pendidikan yang kuat, dedikasi, dan semangat untuk terus berkembang dapat mengantarkan seseorang menuju posisi strategis di dunia bisnis dan keuangan nasional. Henri Gunawan menempuh pendidikan Sarjana Akuntansi di Universitas Diponegoro pada periode 1993–1998. Fondasi keilmuan yang diperolehnya selama menjadi mahasiswa FEB Undip menjadi bekal penting dalam membangun karier profesional di bidang akuntansi, keuangan, perpajakan, audit, dan manajemen korporasi. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Henri melanjutkan studi Magister Akuntansi di Universitas Indonesia untuk memperkuat kompetensi akademik dan profesionalnya. Setelah itu, ia bergabung dengan PT Astra Otoparts Tbk dan terus berkembang hingga menduduki berbagai posisi manajerial di bidang akuntansi, anggaran, perpajakan, dan keuangan. Pengalaman di salah satu grup bisnis terbesar di Indonesia tersebut membentuk kemampuan teknis dan kepemimpinannya dalam mengelola organisasi berskala besar. Puncak perjalanan karier Henri semakin terlihat ketika ia dipercaya menjadi Chief Financial Officer pada perusahaan multifinance nasional dan perusahaan terbuka. Dalam kapasitas tersebut, ia berhasil memimpin berbagai strategi pendanaan korporasi, termasuk memperoleh pembiayaan sindikasi internasional dan menerbitkan instrumen pasar modal bernilai ratusan miliar rupiah. Sejak tahun 2019, Henri bergabung dengan PT MNC Guna Usaha Indonesia (MNC Leasing), anak perusahaan dari MNC Group. Berkat kepemimpinan dan pengalamannya yang luas, ia dipercaya sebagai Direktur merangkap CFO, dan kemudian diangkat menjadi Vice President Director. Dalam perannya, Henri berhasil memimpin penghimpunan pendanaan lebih dari Rp2 triliun dari berbagai lembaga keuangan serta berkontribusi dalam masuknya investor strategis internasional ke dalam perusahaan. Perjalanan Henri Gunawan mencerminkan nilai-nilai yang senantiasa ditanamkan di FEB Undip: integritas, profesionalisme, kompetensi, dan semangat belajar sepanjang hayat. Dari seorang mahasiswa Akuntansi di Tembalang hingga menjadi pemimpin keuangan pada perusahaan nasional, kisahnya menunjukkan bahwa kesuksesan dibangun melalui kerja keras, kemampuan beradaptasi, dan keberanian mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Alumni FEB Undip Berkiprah di LPS, Wening Cahyaningtyas Jabat Treasury Group Director

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali mencatat kiprah alumninya di tingkat nasional melalui perjalanan karier Wening Cahyaningtyas, alumni Program Studi Akuntansi FEB Undip, yang saat ini menjabat sebagai Treasury Group Director di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan pengalaman profesional lebih dari dua dekade, Wening memiliki kompetensi di bidang treasury management, strategic planning, risk management, serta tata kelola keuangan institusi. Dalam perannya di LPS, ia bertanggung jawab terhadap pengelolaan treasury, strategi pendanaan, investasi, serta penguatan ketahanan finansial lembaga. Sebelum menempati posisi tersebut, Wening juga pernah menjabat sebagai Division Head of Corporate Performance and Reporting serta Division Head of Strategic Planning di LPS. Selain itu, ia memiliki pengalaman profesional di Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam pengembangan standar akuntansi dan sertifikasi profesi akuntan. Dalam bidang akademik, Wening menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi di FEB Undip, kemudian melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) in Global Financial Services di Coventry University of London serta Master of Law (MH) in Business Law di Universitas Gadjah Mada. Ia juga merupakan Registered Accountant yang terdaftar di Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Capaian tersebut menjadi representasi kontribusi alumni FEB Undip dalam sektor keuangan nasional sekaligus diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi akademik, profesionalisme, dan daya saing global.
Prof. Dr. Darsono: Dedikasi Tanpa Henti Mengabdi untuk Ilmu, Institusi, dan Bangsa

Di balik perkembangan dan reputasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) sebagai salah satu institusi pendidikan ekonomi dan bisnis terkemuka di Indonesia, terdapat sosok-sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan, tata kelola, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah Dr. Darsono, S.E., Akt., MBA, Guru Besar Akuntansi FEB Undip yang telah mengabdikan lebih dari tiga dekade perjalanan profesionalnya untuk dunia akademik, profesi akuntansi, dan penguatan tata kelola organisasi di Indonesia. Perjalanan panjang Dr. Darsono dimulai dari sebuah mimpi sederhana seorang pemuda asal Cirebon yang percaya bahwa pendidikan merupakan jalan terbaik untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Cirebon, beliau melanjutkan studi di Program Studi Akuntansi Universitas Diponegoro dan lulus pada tahun 1989. Semasa menjadi mahasiswa, prestasi akademik dan kepemimpinannya telah terlihat sejak dini, terbukti dengan diraihnya penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan I Universitas Diponegoro pada tahun 1987. Keunggulan Dr. Darsono tidak hanya terletak pada kiprahnya sebagai akademisi, tetapi juga pada kemampuannya menjembatani dunia pendidikan dengan praktik profesional. Sebagai seorang Certified Public Accountant (CPA) dan Chartered Accountant (CA), beliau aktif berkontribusi dalam pengembangan profesi akuntansi di Indonesia. Keahliannya di bidang auditing, akuntansi keuangan, tata kelola perusahaan, dan manajemen risiko menjadikannya salah satu rujukan penting dalam berbagai forum profesional. Beliau terlibat dalam berbagai organisasi profesi, menjadi narasumber seminar nasional dan internasional, serta aktif memberikan pelatihan kepada praktisi maupun institusi pemerintah. Komitmennya terhadap penguatan tata kelola juga tercermin melalui keterlibatannya sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah. Peran tersebut menunjukkan bagaimana kompetensi yang dibangun di lingkungan akademik dapat memberikan dampak nyata bagi dunia usaha dan sektor publik. Perjalanan Dr. Darsono merupakan gambaran nyata tentang bagaimana pendidikan, integritas, dan komitmen terhadap pengabdian dapat menghasilkan dampak yang berkelanjutan. Dari seorang mahasiswa teladan hingga menjadi Guru Besar, pemimpin universitas, profesional akuntansi, dan peneliti yang produktif, setiap tahap perjalanan beliau menunjukkan bahwa kesuksesan dibangun melalui konsistensi dan dedikasi jangka panjang. Bagi sivitas akademika FEB Undip, kisah Dr. Darsono menjadi pengingat bahwa kampus bukan hanya tempat memperoleh ilmu, tetapi juga tempat menumbuhkan nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan semangat pengabdian. Jejak langkah beliau membuktikan bahwa seorang akademisi dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi tidak hanya bagi universitas, tetapi juga bagi profesi, masyarakat, dan bangsa.
Alumni FEB Undip Unggul Aribowo Pimpin Bisnis Regional Industri Alat Berat dan Pertambangan di Asia Tenggara

Dunia industri alat berat dan pertambangan menuntut kemampuan beradaptasi, kepemimpinan yang kuat, serta pemahaman bisnis yang mendalam. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam perjalanan karier Unggul Aribowo, alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) yang kini dipercaya menduduki posisi Distribution Manager Indonesia & Philippines Aggregate Distribution Market Organization (DMO) di Metso, perusahaan global yang bergerak di bidang teknologi dan solusi pengolahan mineral, agregat, serta pertambangan. Jauh sebelum meniti karier di perusahaan multinasional, Unggul aktif mengembangkan diri selama menjadi mahasiswa FEB Undip. Ia pernah memimpin Economics English Conversation Club (EECC) periode 1995–1998, aktif di Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJ Manajemen), serta menjadi bagian dari Tim Basket Fakultas Ekonomi Undip. Berbagai pengalaman tersebut tidak hanya memperluas wawasan dan jaringan pertemanannya, tetapi juga membentuk kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kerja sama tim yang kelak menjadi bekal berharga dalam dunia profesional. Karier Unggul berkembang melalui berbagai pengalaman di sektor alat berat dan pertambangan yang dikenal sangat kompetitif. Salah satu tonggak penting dalam perjalanan tersebut adalah ketika ia bergabung dengan Komatsu Construction, salah satu produsen alat berat terbesar di dunia. Selama hampir delapan tahun sebagai Reman Marketing Manager, ia terlibat dalam pengembangan pasar, pengelolaan hubungan pelanggan, hingga koordinasi dengan berbagai unit bisnis internasional. Pengalaman itu memberinya pemahaman mendalam mengenai dinamika industri, kebutuhan pelanggan, serta pentingnya membangun kemitraan yang berkelanjutan. Pengalaman panjang tersebut kemudian mengantarkannya ke posisi strategis di Metso, tempat ia kini bertanggung jawab mengembangkan bisnis agregat di Indonesia dan Filipina. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target bisnis, tetapi juga mendukung perkembangan sektor infrastruktur dan pertambangan yang menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri, Unggul turut berkontribusi dalam menghadirkan solusi dan teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi serta produktivitas sektor pertambangan dan konstruksi. Kisah Unggul Aribowo menunjukkan bahwa keberhasilan karier tidak dibangun dalam waktu singkat. Kombinasi antara pendidikan, pengalaman organisasi, kemauan untuk terus belajar, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan menjadi faktor penting yang membawanya hingga ke level kepemimpinan regional. Bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip, perjalanan tersebut menjadi inspirasi bahwa peluang berkarier di tingkat global selalu terbuka bagi mereka yang memiliki kompetensi, integritas, dan semangat untuk terus berkembang.
Dari Kampus Tembalang ke Puncak Kepemimpinan Bank Jateng: Jejak Inspiratif Alumni FEB Undip, Bambang Widyatmoko

Perjalanan Bambang Widyatmoko menunjukkan bahwa kesuksesan merupakan hasil dari proses panjang, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar. Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Diponegoro pada tahun 1994, ia memulai karier profesionalnya di sektor perbankan dan terus mengembangkan kompetensinya melalui berbagai posisi strategis. Sebelum dipercaya memimpin Bank Jateng, Bambang memiliki rekam jejak yang kuat di industri perbankan. Ia pernah menduduki berbagai jabatan penting di Bank Bukopin, mulai dari Kepala Divisi Kredit Komersial, General Manager Regional, hingga Senior Vice President yang membawahi berbagai wilayah operasional di Indonesia. Pengalaman tersebut membentuk kapasitas kepemimpinannya dalam mengelola bisnis perbankan, pengembangan kredit, serta strategi pertumbuhan perusahaan. Kariernya kemudian berlanjut di Bank Banten, di mana ia menjabat sebagai Direktur Operasional dan kemudian Direktur Bisnis. Pengalaman memimpin transformasi dan penguatan bisnis di bank pembangunan daerah menjadi modal berharga yang mengantarkannya menuju posisi puncak di Bank Jateng. Penunjukan Bambang Widyatmoko sebagai Direktur Utama Bank Jateng tidak hanya mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap kompetensi dan integritasnya, tetapi juga menjadi pengakuan atas kapasitas alumni FEB Undip dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah dan nasional. Berbekal pengalaman lebih dari dua dekade di industri perbankan, ia diharapkan mampu memperkuat transformasi organisasi, meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan Bank Jateng di tengah dinamika industri keuangan yang terus berkembang. Kisah Bambang Widyatmoko menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FEB Undip, khususnya para mahasiswa dan alumni muda. Perjalanan kariernya membuktikan bahwa fondasi pendidikan yang kuat, dipadukan dengan kerja keras, integritas, dan semangat untuk terus berkembang, dapat membuka jalan menuju posisi kepemimpinan tertinggi di dunia profesional. Sebagai institusi yang berkomitmen mencetak pemimpin masa depan, FEB Undip bangga melihat alumninya terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Keberhasilan Bambang Widyatmoko menjadi pengingat bahwa setiap langkah yang dimulai dari ruang-ruang kelas di Tembalang dapat bermuara pada kontribusi besar bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.
