FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Pentingnya Literasi Dana Pensiun bagi Mahasiswa

Literasi mengenai dana pensiun menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan kondisi finansial jangka panjang. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kuliah umum hasil kolaborasi FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan yang membahas Literasi Dana Pensiun pada Program Jaminan Pensiun di Indonesia, Senin 07 September 2026 di Hall Gedung C FEB Undip. Kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB Undip, Prof. Harjum Muharam. Dalam sambutannya, Prof. Harjum menyampaikan pengantar mengenai pentingnya mahasiswa memahami berbagai aspek pengelolaan keuangan yang berkaitan dengan perjalanan mereka setelah menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia kerja. Kuliah umum tersebut menghadirkan Dr. Trisna Sonjaya, M.Pd., Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, sebagai narasumber. Kehadiran praktisi dari BPJS Ketenagakerjaan memberikan perspektif mengenai penyelenggaraan jaminan pensiun sekaligus memperluas pemahaman mahasiswa terhadap perlindungan sosial ketenagakerjaan. Bagi mahasiswa bidang ekonomi dan bisnis, pemahaman mengenai dana pensiun tidak berhenti pada pengetahuan tentang program jaminan sosial. Literasi ini berkaitan dengan kemampuan melihat kebutuhan finansial dalam jangka panjang dan mempertimbangkan perlindungan finansial sebagai bagian dari perencanaan kehidupan setelah memasuki dunia profesional. Kolaborasi FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan melalui kegiatan ini juga mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis di bidang jaminan sosial ketenagakerjaan. Pembahasan mengenai Program Jaminan Pensiun diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus membangun kesadaran bahwa perencanaan finansial perlu dipersiapkan sejak awal perjalanan karier. Bagi FEB Undip, penguatan literasi semacam ini menjadi bagian dari pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan akademik, tetapi juga pada kesiapan mahasiswa menghadapi persoalan nyata dalam kehidupan profesional dan ekonomi.
Kuliah Umum FEB Undip: Sektor Perumahan Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) (Persero) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Peran APBN dalam Sektor Perumahan dan Pertumbuhan Ekonomi” pada 26 Mei 2026 di Hall Kewirausahaan (KWU) FEB Undip. Kegiatan ini menghadirkan Heliantopo, Direktur Bisnis PT SMF (Persero), dan Martin D. Siyaranamual, Chief Economist PT SMF (Persero), sebagai narasumber serta dimoderatori oleh Wahyu Widodo, Ph.D., dosen Program Studi Ekonomi FEB Undip. Kuliah umum ini memberikan wawasan mengenai peran strategis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Peserta diajak memahami bagaimana kebijakan fiskal, khususnya melalui sektor perumahan, dapat menciptakan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi, mulai dari konstruksi, industri bahan bangunan, hingga penciptaan lapangan kerja. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa sektor perumahan tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong aktivitas ekonomi. Dukungan pembiayaan yang berkelanjutan serta sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor swasta dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian yang layak sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi nasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai keterkaitan antara kebijakan fiskal, sektor perumahan, dan pembangunan ekonomi. Kuliah umum ini juga menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan isu-isu ekonomi aktual serta memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.
FEB Undip Hadirkan Visiting Professor Internasional, Kupas Strategi Menaklukkan Generasi Digital

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menghadirkan perspektif global dalam menghadapi tantangan era digital melalui program Visiting Professor bersama akademisi internasional, Prof. Brian Wong Kee Mun. Kegiatan ini mengupas strategi pemasaran efektif untuk menjangkau Generasi Y dan Z yang kini mendominasi lanskap ekonomi digital. Mengangkat tema “Winning the Digital Generation: Marketing Strategies for Gen Y and Gen Z”, kuliah umum yang digelar pada 1 April 2026 di Ruang Hall Pertamina FEB Undip ini menjadi ruang diskusi strategis mengenai perubahan perilaku konsumen di era digital. Prof. Brian, yang merupakan Dekan Faculty of Business, Design & Arts di Swinburne University of Technology Sarawak, Malaysia, menekankan pentingnya transformasi pendekatan pemasaran berbasis data dan teknologi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa generasi digital tidak lagi merespons pendekatan konvensional. “Brand harus mampu membangun engagement yang autentik melalui media sosial dan memanfaatkan data untuk memahami perilaku konsumen secara lebih mendalam,” ungkapnya. Ia juga menyoroti peran penting digital marketing dalam menciptakan koneksi yang relevan dengan karakteristik Gen Y dan Gen Z. Diskusi berlangsung interaktif dengan mahasiswa dan dosen, yang memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menggali lebih dalam strategi branding, penggunaan teknologi, hingga dinamika tren pemasaran global. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan praktis, tetapi juga memperkuat posisi FEB Undip sebagai institusi yang adaptif terhadap perkembangan industri. Memasuki hari kedua, 2 April 2026, program Visiting Professor dilanjutkan melalui workshop yang berfokus pada penguatan kapasitas akademik. Sesi pertama bertajuk “Workshop on Publication: Writing High Quality Business Journal Articles” membahas strategi menulis artikel ilmiah berkualitas untuk publikasi jurnal internasional. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami aspek krusial seperti pemilihan ide, penentuan audiens, hingga metodologi penelitian. Prof. Brian juga membagikan pengalaman langsung dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah, memberikan insight praktis yang relevan bagi dosen dan mahasiswa. Diskusi yang mengulas artikel dari jurnal Tourism Management turut memperkaya pemahaman peserta terkait standar publikasi global. Sesi kedua dilanjutkan dengan “Manuscript Clinic Workshop”, yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempresentasikan karya ilmiah mereka dan memperoleh masukan langsung dari reviewer. Lima presenter dari kalangan dosen dan mahasiswa, yaitu I Made Sukresna, Cahyaningratri, Aji Yudha, Rosana Eri Puspita, dan Mariana Kristiyanti, memaparkan penelitian mereka, yang kemudian didiskusikan secara mendalam untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah mereka. Melalui rangkaian kegiatan ini, FEB Undip tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi era digital, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah di tingkat internasional. Program Visiting Professor ini menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam menghadirkan pendidikan yang relevan, adaptif, dan berdaya saing global. Penulis : International Office FEB Undip Editor : humas feb undip
FEB Undip dan Kementerian Perdagangan RI Gelar Konsultasi Publik Bahas Respons Strategis terhadap Kebijakan Tarif Amerika Serikat

Semarang, 2 Juni 2025 — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menyelenggarakan Konsultasi Publik bertajuk “Kebijakan Perdagangan Internasional Indonesia untuk Menindaklanjuti Kebijakan Tarif Amerika Serikat.” Kegiatan ini berlangsung di Hall Pertamina FEB Undip sebagai bagian dari forum diskusi strategis antara akademisi dan pemerintah dalam merespons dinamika perdagangan global. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah penting untuk menjembatani kontribusi sivitas akademika terhadap kebijakan nasional. “FEB Undip berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi berbasis akademik dalam penyusunan kebijakan publik, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan internasional,” ungkap Prof. Faisal. kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuliah umum oleh Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag), Rusmin Amin. Dalam paparannya, Rusmin Amin menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan untuk terus bersinergi dengan kalangan universitas dan akademisi dalam menghadapi tantangan global di sektor perdagangan. Ia menyoroti kebijakan tarif Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump yang berdampak pada beberapa sektor ekspor unggulan Indonesia. “Kolaborasi antara pemerintah dan kampus sangat penting dalam merumuskan langkah strategis untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan ekspor nasional,” tegasnya. Adapun sesi diskusi publik ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kementerian Perdagangan RI dan akademisi dari FEB Undip. Turut hadir dan memberikan paparan antara lain: Olvy Andrianita – Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional (Puska PI) BKPerdag, Steven Raja Ingot, S.E., M.E. – Analis Perdagangan Ahli Muda, Ridho Meyrandoyo Hastjarjo, S.E., M.Pub.Pol. – Analis Perdagangan Ahli Muda, Dr. Jaka Aminata, S.E., M.A. – Ketua Program Studi S1 Ekonomi FEB Undip. Diskusi dipandu oleh Fathimah Kurniawati, S.E., M.Ec.Dev., dosen FEB Undip. Dimana dalam sesi diskusi, para narasumber menyampaikan hasil analisis mendalam mengenai dampak kebijakan perdagangan internasional terhadap ekspor Indonesia serta berbagai skenario kebijakan untuk memitigasi risiko tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Hasil kajian ini diharapkan menjadi masukan konkret dalam penyusunan kebijakan perdagangan nasional yang lebih adaptif dan resilien. Melalui kegiatan ini, FEB Undip menegaskan kembali perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan kebijakan berbasis riset, serta menjadi pusat pemikiran yang mendorong lahirnya solusi kebijakan yang aplikatif dan berdampak nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.
Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak) Menampung Masukan Perpajakan di FEB UNDIP

Semarang, 5 November 2024 — Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak) menutup rangkaian komunikasi publik tahun 2024 dengan kegiatan “Komwasjak Mendengar” yang diadakan di Universitas Diponegoro, Semarang. Kegiatan yang berlangsung di Hall Gedung C, FEB Undip, ini memberi ruang bagi masyarakat Jawa Tengah untuk memberikan saran, masukan, dan aspirasi terkait kebijakan serta administrasi perpajakan (pajak, kepabenan dan cukai). Acara ini dihadiri oleh seratus peserta dari kalangan akademisi, pelaku usaha, tax center, asosiasi, dan media lokal. Prof. Fuad, S.ET., M.Si., Ph.D., selaku Ketua Departemen Akuntansi FEB UNDIP, membuka acara dengan sambutan, diikuti keynote speech oleh Ketua Komwasjak, Amien Sunaryadi, yang menjelaskan peran Komwasjak sebagai lembaga pengawas independen untuk kepentingan wajib pajak. “Komwasjak dibentuk untuk mewakili kepentingan wajib pajak, maka kegiatan utama kami salah satunya adalah Komwasjak Mendengar”, ucap Amien. Wakil Ketua Komwasjak, Zainal Arifin Mochtar, memandu diskusi yang mencakup isu-isu strategis perpajakan, seperti peran tax center, kompleksitas peraturan perpajakan, dan peningkatan kompetensi petugas pajak. Diskusi ini mendorong dialog aktif antara peserta dan perwakilan Komwasjak, yang berkomitmen untuk menindaklanjuti pengaduan pajak hingga tuntas. Pada akhir acara, Komwasjak mengapresiasi antusiasme peserta dalam memberikan pandangan yang konstruktif. Diharapkan masukan ini dapat menjadi landasan untuk reformasi perpajakan yang lebih baik dan adil demi kesejahteraan ekonomi nasional.
Hadir di FEB Undip, Pertamina Goes to Campus Berikan Wawasan Energi dan Pembangunan

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menjadi tuan rumah acara “Pertamina Goes to Campus” (PGTC) pada 22 Oktober 2024. Kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga dan Universitas Diponegoro ini mengusung tema “Energizing The Future Together” untuk memperdalam pemahaman civitas academica tentang tantangan dan peluang sektor energi. Acara dihadiri oleh akademisi Undip, pejabat Pertamina, serta ratusan mahasiswa. Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo menekankan pentingnya partisipasi aktif mahasiswa dalam memahami isu-isu industri, termasuk energi berkelanjutan sebagai bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dekan FEB Undip Prof. Faisal juga menyatakan harapannya agar PGTC dapat memberikan wawasan penting terkait sustainability, “Di UNDIP dalam dua bulan ini secara aktif banyak berkolaborasi dengan berbagai instansi tentang sustainability energy, hal ini menunjukkan bahwa isu keberlanjutan energi memang sangat penting. Kegiatan PGTC ini menjadi salah satu kegiatan untuk mempersiapkan mahasiswa menerima estafet berikutnya mengenai sustainability energy, sesuai dengan SDGs ketujuh yaitu Energi Bersih dan Terjangkau,” jelas Prof Faisal. Program ini diisi oleh berbagai kegiatan, termasuk diskusi “Energizing Talks” dan “PGTC Exhibition Clusters,” yang mendorong keterlibatan mahasiswa untuk menciptakan inovasi bermanfaat di sektor energi. Program PGTC ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada civitas academica tentang peran Pertamina dalam pengembangan energi berkelanjutan, dengan tema “Energizing The Future Together.” Acara ini terdiri dari berbagai kegiatan, termasuk sesi Energizing Talks, PGTC Exhibition Clusters, Sustainability Competitions, dan Campus Corner, yang semuanya dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa pada inovasi dan tantangan dalam sektor energi. Selain diskusi, PT Pertamina Patra Niaga juga memberikan kontribusi langsung berupa dukungan fasilitas dan literasi digital. Kontribusi ini meliputi bantuan pembangunan Gedung Laboratorium Komputer Teknik serta 1.000 langganan Kompas.id selama satu tahun untuk mahasiswa Undip, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina. sumber : Undip Official
