Berita

Riwayat Berdirinya Universitas Diponegoro

Kegiatan Fakultas

Pengembalian UKT Semester Genap 2024/2025 bagi Mahasiswa Tingkat Akhir

Semarang (23/4) – Universitas Diponegoro (Undip) memberikan kesempatan kepada mahasiswa tingkat akhir untuk mengajukan pengembalian Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal sebesar 50% untuk Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025. Ketentuan ini tertuang dalam Surat Nomor: 387/UN7.A/KU/IV/2025 yang ditujukan kepada seluruh Dekan Fakultas/Sekolah di lingkungan Undip. Pengembalian UKT ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah sebanyak 6 (enam) SKS atau kurang, dengan kriteria sebagai berikut: Mahasiswa Program D3 minimal semester 8. Mahasiswa Program Sarjana dan Sarjana Terapan minimal semester 10. Sudah melakukan pembayaran UKT Semester Genap 2024/2025. Tidak menerima pengurangan UKT pada semester tersebut. Pengajuan permohonan dilakukan secara daring melalui laman SSO Undip dengan melampirkan: IRS Semester Genap 2024/2025. Bukti pembayaran UKT semester yang bersangkutan. Salinan buku tabungan atas nama mahasiswa. Pernyataan dari dosen pembimbing terkait kemajuan tugas akhir atau Surat Keterangan Lulus (SKL) bagi yang sudah menyelesaikan studi. Batas akhir unggah berkas permohonan ditetapkan hingga 5 Mei 2025. Selanjutnya, Fakultas/Sekolah akan melakukan verifikasi dan persetujuan sebelum proses verifikasi di tingkat universitas dilakukan. Pengembalian UKT akan dilakukan secara bertahap setelah proses tersebut selesai. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dukungan finansial bagi mahasiswa tingkat akhir, serta mendorong percepatan penyelesaian studi secara optimal.

SUCCESS STORY : Tirta Segara Menuju Kepemimpinan di OJK dan Bank Indonesia

Tirta Segara, S.E., M.BA., adalah sosok profesional yang telah mengukir perjalanan gemilang dalam dunia keuangan Indonesia. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), beliau menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat dapat menjadi landasan untuk mencapai puncak kepemimpinan di sektor publik. Lahir di Semarang pada 1963, Tirta memulai perjalanan akademiknya dengan menempuh pendidikan di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1987. Beliau kemudian melanjutkan studi di The George Washington University, memperoleh gelar Magister Administrasi Bisnis di bidang Keuangan dan Investasi pada tahun 1994 dengan beasiswa dari Bank Indonesia. Karier profesional beliau dimulai dengan bekerja di Indofood Group sebelum bergabung dengan Bank Indonesia melalui program PCPM pada tahun 1998. Selama hampir tiga dekade, beliau memegang berbagai peran, termasuk posisi kepemimpinan strategis, dan menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi dan Juru Bicara Bank Indonesia. Pada 2024, Tirta ditunjuk sebagai Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berspesialisasi di bidang Pendidikan dan Perlindungan Konsumen. Dalam peran ini, beliau berfokus pada peningkatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen, menjawab tantangan dalam pemahaman masyarakat tentang produk keuangan. Upayanya bertujuan untuk menutup kesenjangan antara inklusi keuangan dan literasi, menekankan pendidikan, regulasi, dan pengawasan penyedia layanan keuangan. Kisah Tirta Segara adalah contoh nyata bagaimana pendidikan yang kuat, visi yang jelas, dan kerja keras dapat membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, beliau tidak hanya berhasil membangun karier yang cemerlang di sektor publik, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui kebijakan layanan keuangan yang adil dan berkelanjutan.

SUCCESS STORY : Dari Bangku FEB Undip ke Pemerintahan Daerah: Perjalanan Suyono sebagai Wakil Bupati Batang

Suyono, S.IP., M.Si., merupakan alumni Program Magister Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) yang dikenal luas atas kiprahnya dalam pemerintahan daerah serta kedekatannya dengan masyarakat. Ia lahir pada 27 April 1966 dan menjabat sebagai Wakil Bupati Batang, Jawa Tengah, periode 2017–2022, mendampingi Bupati Wihaji. Selama masa kepemimpinannya, pasangan Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono mengusung tagline “Guyub Rukun Mbangun Batang”, yang merefleksikan semangat kebersamaan, gotong royong, dan pembangunan partisipatif. Tagline tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga tercermin dalam praktik kepemimpinan dan pelayanan publik di Kabupaten Batang. Dalam bidang akademik, Suyono menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Pemerintahan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram Yogyakarta dan lulus pada tahun 2007. Ia kemudian melanjutkan studi ke jenjang magister di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, yang diselesaikannya pada tahun 2014. Pendidikan di FEB Undip memperkuat pemahamannya mengenai tata kelola pemerintahan, manajemen publik, serta pengambilan kebijakan berbasis ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Suyono dikenal sebagai pemimpin yang dekat dan mudah diakses oleh masyarakat. Gaya kepemimpinannya yang sederhana, tanpa jarak protokoler yang kaku, membuatnya akrab dengan berbagai lapisan warga. Sejak menjabat sebagai wakil bupati, ia aktif melakukan blusukan ke rumah-rumah warga, khususnya masyarakat kurang mampu, serta terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial, seperti pembagian bantuan pangan, khitanan anak yatim, dan pelaksanaan salat Jumat keliling. Kiprah Suyono menunjukkan peran nyata alumni FEB Undip dalam menghadirkan kepemimpinan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Pengalamannya menjadi bukti bahwa penguatan kapasitas akademik di bidang ekonomi dan manajemen publik dapat berkontribusi langsung pada pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Khotmil Qur’an Menjadi Tradisi Wajib bagi FEB Undip, dalam Rangka Perayaan Dies Natalis ke-65

Semarang (25/03/2025) – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar Penutupan Khotmil Qur’an sebagai bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-65. Acara yang berlangsung di Hall KWU FEB Undip ini dihadiri oleh sivitas akademika dengan penuh kekhidmatan. Khotmil Qur’an telah menjadi tradisi tahunan FEB Undip, bukan hanya sebagai bentuk syukur atas perjalanan akademik yang telah ditempuh, tetapi juga sebagai momentum spiritual untuk memohon keberkahan. Dalam sambutannya, Dekan FEB Undip mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat menginspirasi seluruh peserta dan membawa manfaat bagi lingkungan akademik. “Terimakasih atas kehadiran pak Ustadz Habiburrahman. Semoga apa yang beliau sampaikan nanti dapat menginspirasi kita semua. Dan tentunya Kehadiran kita ini mendapat limpahan Barokah dari Allah swt”.  Ujar Prof. Faisal Selain pembacaan ayat suci Al-Qur’an, acara juga diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Habiburrahman, yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. FEB Undip juga turut berbagi kebahagiaan dengan memberikan santunan kepada Yayasan Ar Rodiyah Semarang, sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi di bulan yang penuh berkah. Melalui rangkaian kegiatan Dies Natalis ini, FEB Undip menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai moral dan spiritual. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan seluruh sivitas akademika dapat terus berkontribusi bagi masyarakat serta menjunjung tinggi nilai integritas dalam setiap langkahnya.

Dies Natalis ke-65 FEB Undip: Pajak sebagai Pilar Utama dalam Membangun Negeri

Semarang – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar Orasi Ilmiah sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis ke-65. Acara ini menghadirkan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Suryo Utomo, S.E., Ak., S.H., M.B.T., Ph.D., yang menyampaikan orasi bertajuk “Pajak: Antara Kebutuhan dan Kepatuhan”. Bertempat di Hall Kewirausahaan, Gedung Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip, acara ini berlangsung pada Jumat, 14 Maret 2025, dan dihadiri oleh akademisi, mahasiswa, serta tamu undangan. Dalam orasinya, Suryo Utomo menegaskan bahwa pajak merupakan pilar utama penerimaan negara, dengan kontribusi mencapai hampir 80% dari total pendapatan nasional. Ia menyoroti bahwa kepatuhan pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga fondasi bagi stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pembangunan nasional. “Kesadaran membayar pajak bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa. Dengan sistem perpajakan yang baik, kita dapat memastikan pemerataan kesejahteraan serta keberlanjutan program-program pembangunan,” ungkapnya. Selain membahas pentingnya kepatuhan pajak, Dirjen Pajak juga mengulas kebijakan reformasi perpajakan yang tengah diterapkan guna meningkatkan efektivitas pemungutan pajak. Ia menjelaskan strategi pemerintah dalam menciptakan sistem perpajakan yang lebih transparan, adil, dan berkelanjutan. Diskusi ini mendapat respons positif dari peserta yang antusias mengajukan pertanyaan terkait tantangan dalam implementasi kebijakan perpajakan di Indonesia. Sinergi Akademik untuk Pertumbuhan Berkelanjutan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, Aset, Bisnis, dan Kerumahtanggaan Undip, Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt., dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Orasi Ilmiah sebagai wadah akademik yang memperkaya wawasan sivitas akademika. Ia juga menekankan pentingnya kemandirian pendanaan universitas sebagai langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan institusi pendidikan tinggi. Sementara itu, Dekan FEB Undip menegaskan bahwa tema Dies Natalis ke-65, “Strengthening a Noble and Valuable World-Class Faculty Through Synergy and Accelerated Growth”, mencerminkan komitmen fakultas dalam memperkuat sinergi serta mempercepat pertumbuhan menuju standar internasional. Dengan delapan program studi yang telah meraih akreditasi internasional, FEB Undip terus berupaya mencetak lulusan yang unggul, bermartabat, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dies Natalis FEB Undip: Refleksi dan Aksi Nyata Orasi Ilmiah ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam perayaan Dies Natalis ke-65 FEB Undip, yang telah berlangsung sejak awal Maret. Kegiatan lainnya mencakup Khotmil Quran, Lomba Debat Ekonomi, Jalan Sehat, dan akan ditutup dengan Bakti Sosial pada April mendatang. Melalui perayaan ini, FEB Undip tidak hanya merefleksikan pencapaiannya selama 65 tahun terakhir, tetapi juga memperkuat peran akademik dan profesional dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Kehadiran Dirjen Pajak dalam Orasi Ilmiah ini menjadi bukti nyata komitmen FEB Undip dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan ekonomi di Indonesia.

SUCCESS STORY SURYO UTOMO : Menuju Kepemimpinan di Direktorat Jenderal Pajak

Suryo Utomo, S.E., Ak., M.B.T., Ph.D., adalah sosok yang telah mengukir perjalanan gemilang dalam dunia perpajakan Indonesia. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), beliau menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat dapat menjadi landasan untuk mencapai puncak kepemimpinan di sektor publik. Lahir di Indonesia, Suryo Utomo memulai perjalanan akademiknya dengan menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1992. Setelah itu, beliau melanjutkan studi di luar negeri, memperoleh gelar Master of Business Taxation dari University of Southern California, Amerika Serikat, pada tahun 1998, dan gelar Doctor of Philosophy in Taxation dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Karier profesional beliau dimulai pada tahun 1993 sebagai pelaksana di Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak. Seiring berjalannya waktu, beliau menempati berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jateng I pada tahun 2009, Direktur Peraturan Perpajakan I pada tahun 2010, dan Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian pada tahun 2015. Puncak karier beliau tercapai pada 1 November 2019, ketika beliau dilantik sebagai Direktur Jenderal Pajak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Sebagai Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo menghadapi tantangan besar, terutama saat pandemi COVID-19 melanda beberapa bulan setelah beliau menjabat. Beliau menerapkan strategi adaptif untuk menjaga penerimaan negara dengan memperluas basis pajak dan melakukan pengawasan wilayah, meski kondisi pandemi membatasi aktivitas ekonomi. Di bawah kepemimpinannya, sektor pajak diarahkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan mempertahankan stabilitas ekonomi, terutama di sektor yang bertahan selama pandemi, seperti makanan, obat-obatan, dan komunikasi. Pada peringatan Dies Natalis ke-65 FEB Undip pada 14 Maret 2025, Suryo Utomo menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Pajak: Antara Kebutuhan dan Kepatuhan”. Dalam orasinya, beliau menegaskan bahwa pajak merupakan pilar utama penerimaan negara, dengan kontribusi mencapai hampir 80% dari total pendapatan nasional. Beliau menyoroti bahwa kepatuhan pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga fondasi bagi stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Resmi Dilantik, Pimpinan Ormawa dan Senat Mahasiswa FEB Undip 2025 Siap Mengemban Amanah!

Semarang, 8 Maret 2025 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) resmi melantik para pimpinan dan senator Organisasi Mahasiswa (Ormawa) periode 2025. Acara pelantikan yang digelar di Hall Kewirausahaan (KWU) Lantai 4 FEB Undip ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E., beserta perwakilan dari 24 Ormawa tingkat fakultas. Dalam sambutannya, Prof. Harjum menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap para mahasiswa yang memilih untuk menjadi aktivis di lembaga masing-masing. “Menjadi aktivis adalah pilihan yang tepat untuk mengembangkan diri dan berkontribusi bagi kemajuan FEB Undip. Selamat dan semangat atas amanah serta tanggung jawab yang kalian emban,” ujarnya. Acara ini juga dihadiri oleh Sena Habibi, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Undip periode 2024, dan Luthfi Firdaus, Ketua Senat Mahasiswa (SM) FEB Undip periode 2024. Keduanya menyampaikan harapan dan pesan motivasi kepada para pimpinan Ormawa yang baru dilantik. Sena menekankan pentingnya implementasi ide dalam jangka panjang. “Menggagas sesuatu itu mudah, tetapi tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mewujudkannya secara berkelanjutan,” ujarnya. Sementara itu, Luthfi mengingatkan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk memimpin perubahan. “Melalui ikrar pelantikan, kalian telah menerima amanah untuk membawa Ormawa menuju kemajuan yang lebih baik,” tegasnya. Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan Ormawa FEB Undip. Diharapkan, para pimpinan dan senator yang baru dilantik dapat membawa perubahan positif dan inovatif bagi kemajuan fakultas serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.  

Seleksi KDMI dan NDCU FEB Undip 2025: Mencari Delegasi Terbaik untuk Kompetisi Debat Nasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan seleksi tingkat fakultas untuk Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National Debate Competition University (NDCU) pada 7-8 Maret 2025. Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Undip ini berlangsung di Ruang Hall Pertamina Dekanat FEB Undip pada hari pertama dan Ruang Promosi Doktor FEB Undip pada hari kedua. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E., selaku Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FEB Undip, menegaskan bahwa kompetisi debat bukan sekadar ajang adu argumen, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta analisis yang menjadi bekal penting di dunia profesional. Ia juga mengapresiasi semangat mahasiswa FEB Undip yang berpartisipasi dan berharap mereka dapat menunjukkan performa terbaik di setiap sesi debat. Seleksi ini bertujuan menjaring mahasiswa terbaik FEB Undip yang akan menjadi delegasi dalam ajang debat tingkat universitas dan nasional. Mahasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut untuk memperkuat strategi dan teknik debat sebelum berlaga di tingkat kompetisi yang lebih tinggi. Hadir sebagai juri dalam seleksi ini, Muhammad Kukuh Wahyudi Satriawan, mahasiswa Fakultas Hukum Undip sekaligus mentor di Undip Debating Forum (UDF). Dengan pengalamannya di dunia debat, kehadirannya diharapkan dapat memberikan penilaian objektif serta membimbing peserta dalam mengembangkan keterampilan debat yang lebih matang dan sistematis. Melalui seleksi ini, FEB Undip berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa dalam mengasah kemampuan berpikir logis, argumentasi yang tajam, serta keterampilan berbicara di depan publik. Diharapkan, delegasi terbaik yang terpilih mampu bersaing di tingkat nasional dan mengharumkan nama fakultas serta universitas di ajang debat bergengsi.

Alumni FEB Undip dalam Kepemimpinan SDM Nasional: Kiprah Koeshartanto

Koeshartanto merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro angkatan 1980 yang memiliki rekam jejak panjang di bidang manajemen sumber daya manusia pada berbagai perusahaan nasional dan multinasional. Saat ini, ia berperan sebagai pembicara pembelajaran bagi eksekutif dan profesional PEM Akamigas di PT Pertamina (Persero), berkontribusi dalam pengembangan kepemimpinan dan kapasitas SDM strategis. Lahir pada tahun 1961, Koeshartanto menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Undip sejak tahun 1980 dan menyelesaikannya pada tahun 1985. Untuk memperkuat kompetensi manajerialnya, ia melanjutkan studi ke IPMI International Business School dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA). Karier profesional Koeshartanto dimulai di British American Tobacco sebagai National Human Resources Manager pada periode 1988–1995. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya di berbagai perusahaan besar, antara lain sebagai Head of Human Resources Division di Coca-Cola Amatil Indonesia – CJB Unit (1995–2001), serta Director of Human Resources di PT Hero Group melalui Dairy Farm/Jardine Matheson (2002–2004). Pengalaman kepemimpinannya semakin luas saat ia dipercaya menjabat sebagai Group HR Director PT Mitra Adi Perkasa Tbk (2004–2006), Country Director Operations & Human Resources Watsons Indonesia–Hutchison (2006–2007), serta Director of Human Resources & Business Support Makro Indonesia/Lotte Shopping Indonesia (2007–2010). Selanjutnya, ia mengemban amanah sebagai Group HR Director Agung Podomoro Group selama periode 2010–2016. Pada tahun-tahun berikutnya, Koeshartanto menjabat sebagai President Director KTalents Asia (2016–2017), HR & General Director PT Jasa Marga (Persero) (2017–2018), dan Director of Human Resources PT Pertamina (Persero) sejak tahun 2018. Selain itu, sejak 10 April 2019, ia dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia. Melalui perjalanan karier lintas sektor dan industri, Koeshartanto menunjukkan kontribusi nyata alumni FEB Undip dalam pengembangan kepemimpinan dan tata kelola sumber daya manusia di tingkat nasional. Kiprahnya mencerminkan peran strategis lulusan Undip dalam mendukung transformasi organisasi dan pembangunan SDM unggul Indonesia.

SUCCESS STORY : SUSANA INDAH KRIS INDRIATI, ALUMNUS FEB UNDIP 1990

Susana Indah Kris Indriati, S.E., M.M., M.Hum., C.S.A., AAAK., adalah sosok profesional yang telah mengukir perjalanan gemilang dalam dunia layanan kesehatan Indonesia. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), beliau menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat dapat menjadi landasan untuk mencapai puncak kepemimpinan di sektor publik. Lahir di Wonosobo pada 10 Mei 1972, Susana memulai perjalanan akademiknya dengan menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1990. Beliau kemudian melanjutkan studi di Universitas Gadjah Mada, memperoleh gelar Magister Manajemen pada tahun 1998 dan Magister Humaniora pada tahun 2007. Karier profesional beliau dimulai pada tahun 2000 di PT Askes (Persero) sebagai staf Kantor Cabang Jawa Tengah. Seiring berjalannya waktu, beliau menempati berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Bidang Pengembangan Kemitraan Strategis pada tahun 2008, Kepala Departemen Investasi Langsung pada tahun 2012, Kepala Grup Investasi pada tahun 2013, dan Deputi Direksi Bidang Treasury dan Investasi pada tahun 2019. Pada 22 Februari 2021, Presiden Republik Indonesia memberikan kepercayaan dan melantik beliau secara resmi sebagai Direktur BPJS Kesehatan. Dalam peran ini, beliau bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan dan investasi BPJS Kesehatan, serta memastikan keberlanjutan dan efisiensi layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Di bawah kepemimpinan beliau, BPJS Kesehatan telah melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan, termasuk penerapan teknologi informasi dalam proses administrasi dan klaim, serta pengembangan sistem pembayaran berbasis kapitasi dan INA-CBGs. Beliau juga aktif dalam menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kisah Susana Indah Kris Indriati adalah contoh nyata bagaimana pendidikan yang kuat, visi yang jelas, dan kerja keras dapat membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, beliau tidak hanya berhasil membangun karier yang cemerlang di sektor publik, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui kebijakan layanan kesehatan yang adil dan berkelanjutan.