Berita

Riwayat Berdirinya Universitas Diponegoro

Kegiatan Fakultas

Resmi Dilantik, Pimpinan Ormawa dan Senat Mahasiswa FEB Undip 2025 Siap Mengemban Amanah!

Semarang, 8 Maret 2025 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) resmi melantik para pimpinan dan senator Organisasi Mahasiswa (Ormawa) periode 2025. Acara pelantikan yang digelar di Hall Kewirausahaan (KWU) Lantai 4 FEB Undip ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E., beserta perwakilan dari 24 Ormawa tingkat fakultas. Dalam sambutannya, Prof. Harjum menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap para mahasiswa yang memilih untuk menjadi aktivis di lembaga masing-masing. “Menjadi aktivis adalah pilihan yang tepat untuk mengembangkan diri dan berkontribusi bagi kemajuan FEB Undip. Selamat dan semangat atas amanah serta tanggung jawab yang kalian emban,” ujarnya. Acara ini juga dihadiri oleh Sena Habibi, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Undip periode 2024, dan Luthfi Firdaus, Ketua Senat Mahasiswa (SM) FEB Undip periode 2024. Keduanya menyampaikan harapan dan pesan motivasi kepada para pimpinan Ormawa yang baru dilantik. Sena menekankan pentingnya implementasi ide dalam jangka panjang. “Menggagas sesuatu itu mudah, tetapi tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mewujudkannya secara berkelanjutan,” ujarnya. Sementara itu, Luthfi mengingatkan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk memimpin perubahan. “Melalui ikrar pelantikan, kalian telah menerima amanah untuk membawa Ormawa menuju kemajuan yang lebih baik,” tegasnya. Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan Ormawa FEB Undip. Diharapkan, para pimpinan dan senator yang baru dilantik dapat membawa perubahan positif dan inovatif bagi kemajuan fakultas serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.  

Seleksi KDMI dan NDCU FEB Undip 2025: Mencari Delegasi Terbaik untuk Kompetisi Debat Nasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan seleksi tingkat fakultas untuk Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National Debate Competition University (NDCU) pada 7-8 Maret 2025. Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Undip ini berlangsung di Ruang Hall Pertamina Dekanat FEB Undip pada hari pertama dan Ruang Promosi Doktor FEB Undip pada hari kedua. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E., selaku Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FEB Undip, menegaskan bahwa kompetisi debat bukan sekadar ajang adu argumen, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta analisis yang menjadi bekal penting di dunia profesional. Ia juga mengapresiasi semangat mahasiswa FEB Undip yang berpartisipasi dan berharap mereka dapat menunjukkan performa terbaik di setiap sesi debat. Seleksi ini bertujuan menjaring mahasiswa terbaik FEB Undip yang akan menjadi delegasi dalam ajang debat tingkat universitas dan nasional. Mahasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut untuk memperkuat strategi dan teknik debat sebelum berlaga di tingkat kompetisi yang lebih tinggi. Hadir sebagai juri dalam seleksi ini, Muhammad Kukuh Wahyudi Satriawan, mahasiswa Fakultas Hukum Undip sekaligus mentor di Undip Debating Forum (UDF). Dengan pengalamannya di dunia debat, kehadirannya diharapkan dapat memberikan penilaian objektif serta membimbing peserta dalam mengembangkan keterampilan debat yang lebih matang dan sistematis. Melalui seleksi ini, FEB Undip berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa dalam mengasah kemampuan berpikir logis, argumentasi yang tajam, serta keterampilan berbicara di depan publik. Diharapkan, delegasi terbaik yang terpilih mampu bersaing di tingkat nasional dan mengharumkan nama fakultas serta universitas di ajang debat bergengsi.

Alumni FEB Undip dalam Kepemimpinan SDM Nasional: Kiprah Koeshartanto

Koeshartanto merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro angkatan 1980 yang memiliki rekam jejak panjang di bidang manajemen sumber daya manusia pada berbagai perusahaan nasional dan multinasional. Saat ini, ia berperan sebagai pembicara pembelajaran bagi eksekutif dan profesional PEM Akamigas di PT Pertamina (Persero), berkontribusi dalam pengembangan kepemimpinan dan kapasitas SDM strategis. Lahir pada tahun 1961, Koeshartanto menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Undip sejak tahun 1980 dan menyelesaikannya pada tahun 1985. Untuk memperkuat kompetensi manajerialnya, ia melanjutkan studi ke IPMI International Business School dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA). Karier profesional Koeshartanto dimulai di British American Tobacco sebagai National Human Resources Manager pada periode 1988–1995. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya di berbagai perusahaan besar, antara lain sebagai Head of Human Resources Division di Coca-Cola Amatil Indonesia – CJB Unit (1995–2001), serta Director of Human Resources di PT Hero Group melalui Dairy Farm/Jardine Matheson (2002–2004). Pengalaman kepemimpinannya semakin luas saat ia dipercaya menjabat sebagai Group HR Director PT Mitra Adi Perkasa Tbk (2004–2006), Country Director Operations & Human Resources Watsons Indonesia–Hutchison (2006–2007), serta Director of Human Resources & Business Support Makro Indonesia/Lotte Shopping Indonesia (2007–2010). Selanjutnya, ia mengemban amanah sebagai Group HR Director Agung Podomoro Group selama periode 2010–2016. Pada tahun-tahun berikutnya, Koeshartanto menjabat sebagai President Director KTalents Asia (2016–2017), HR & General Director PT Jasa Marga (Persero) (2017–2018), dan Director of Human Resources PT Pertamina (Persero) sejak tahun 2018. Selain itu, sejak 10 April 2019, ia dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia. Melalui perjalanan karier lintas sektor dan industri, Koeshartanto menunjukkan kontribusi nyata alumni FEB Undip dalam pengembangan kepemimpinan dan tata kelola sumber daya manusia di tingkat nasional. Kiprahnya mencerminkan peran strategis lulusan Undip dalam mendukung transformasi organisasi dan pembangunan SDM unggul Indonesia.

SUCCESS STORY : SUSANA INDAH KRIS INDRIATI, ALUMNUS FEB UNDIP 1990

Susana Indah Kris Indriati, S.E., M.M., M.Hum., C.S.A., AAAK., adalah sosok profesional yang telah mengukir perjalanan gemilang dalam dunia layanan kesehatan Indonesia. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), beliau menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat dapat menjadi landasan untuk mencapai puncak kepemimpinan di sektor publik. Lahir di Wonosobo pada 10 Mei 1972, Susana memulai perjalanan akademiknya dengan menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1990. Beliau kemudian melanjutkan studi di Universitas Gadjah Mada, memperoleh gelar Magister Manajemen pada tahun 1998 dan Magister Humaniora pada tahun 2007. Karier profesional beliau dimulai pada tahun 2000 di PT Askes (Persero) sebagai staf Kantor Cabang Jawa Tengah. Seiring berjalannya waktu, beliau menempati berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Bidang Pengembangan Kemitraan Strategis pada tahun 2008, Kepala Departemen Investasi Langsung pada tahun 2012, Kepala Grup Investasi pada tahun 2013, dan Deputi Direksi Bidang Treasury dan Investasi pada tahun 2019. Pada 22 Februari 2021, Presiden Republik Indonesia memberikan kepercayaan dan melantik beliau secara resmi sebagai Direktur BPJS Kesehatan. Dalam peran ini, beliau bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan dan investasi BPJS Kesehatan, serta memastikan keberlanjutan dan efisiensi layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Di bawah kepemimpinan beliau, BPJS Kesehatan telah melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan, termasuk penerapan teknologi informasi dalam proses administrasi dan klaim, serta pengembangan sistem pembayaran berbasis kapitasi dan INA-CBGs. Beliau juga aktif dalam menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kisah Susana Indah Kris Indriati adalah contoh nyata bagaimana pendidikan yang kuat, visi yang jelas, dan kerja keras dapat membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, beliau tidak hanya berhasil membangun karier yang cemerlang di sektor publik, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui kebijakan layanan kesehatan yang adil dan berkelanjutan.

FEB Undip Gelar Pelatihan Platform Workspace LSEG untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa dan Dosen

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan pelatihan penggunaan platform Workspace LSEG (London Stock Exchange Group) bagi mahasiswa dan dosen. Kegiatan yang digelar di Gedung Lab Komputer FEB pada Rabu (19/2) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam analisis data dan keuangan, sekaligus memperkenalkan teknologi terkini dalam pengolahan data finansial. Platform LSEG Workspace merupakan alat yang banyak digunakan di industri keuangan global untuk analisis data real-time, riset pasar, dan pengambilan keputusan berbasis data. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dan dosen FEB Undip dengan keterampilan yang relevan di era digital, serta meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB Undip, menyatakan “Melalui pelatihan ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami cara kerja industri keuangan global dan meningkatkan kompetensi mereka,” ujarnya. Pelatihan ini menghadirkan Gabriela Sutisna, Client Success Manager LSEG, sebagai pemateri. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk mengenal berbagai fitur utama platform LSEG Workspace, termasuk simulasi penggunaan untuk analisis keuangan. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik langsung guna memahami cara kerja platform tersebut secara lebih mendalam. Danes Quirira Octavio, seorang dosen dari prodi Manajemen FEB Undip yang mengikuti pelatihan, menyatakan bahwa platform LSEG sangat mendukung kegiatan penelitian. “Dengan adanya database LSEG, kami berharap kualitas dan kuantitas penelitian akademisi FEB Undip dapat meningkat,” ujarnya. Sementara itu, Angela Constantine, peserta dari perwakilan mahasiswa FEB Undip, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat. “Materinya cukup insightful dan relevan, terutama dalam memahami bagaimana platform ini dapat membantu analisis keuangan dan pengambilan keputusan investasi. Selain itu, data yang disediakan sangat lengkap dan up-to-date untuk analisis pasar dan risiko,” katanya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FEB Undip dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi serta menjalin kerja sama dengan institusi internasional. Pelatihan ini juga menunjukkan komitmen FEB Undip dalam membekali mahasiswa dan dosen dengan keterampilan yang dibutuhkan di era digital, sekaligus memperkuat reputasi FEB Undip sebagai institusi pendidikan yang berorientasi global. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus berlanjut untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen dalam menghadapi dinamika industri global.   sumber : ANTARA

FEB Undip Tetapkan Tata Cara Pemberian Kompensasi bagi Penerima Layanan

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menetapkan Tata Cara Pemberian Kompensasi kepada Penerima Layanan berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Nomor 41/UN7.F2/HK/I/2025, sebagai pedoman dalam menjamin kualitas dan kepuasan layanan bagi sivitas akademika serta pemangku kepentingan. Kebijakan ini bertujuan untuk mewujudkan pelayanan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada mutu, sekaligus memberikan kepastian prosedur bagi penerima layanan. Tata cara tersebut mengatur mekanisme pengajuan, verifikasi, serta penetapan kompensasi yang dilakukan secara berjenjang sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan fakultas. Melalui penetapan tata cara pemberian kompensasi ini, FEB Undip berharap seluruh unit layanan dapat terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme, serta menjadikan masukan dari penerima layanan sebagai dasar perbaikan berkelanjutan. Kebijakan ini juga menegaskan komitmen FEB Undip dalam menghadirkan layanan pendidikan yang prima, responsif, dan berintegritas.   Lampiran >>> Tata Cara Pemberian Kompensasi Kepada Penerima Layanan

FEB UNDIP Perkuat Reputasi Internasional Melalui Program World Class University (WCU)

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) terus berupaya meningkatkan kualitas dan reputasi internasional melalui program World Class University (WCU). Program ini dirancang untuk mendukung civitas akademika FEB UNDIP dalam mengembangkan jaringan global, meningkatkan kolaborasi internasional, serta mempromosikan keunggulan akademik dan penelitian di kancah dunia. Program Unggulan WCU FEB UNDIP Program WCU FEB UNDIP mencakup berbagai kegiatan yang dapat diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. Beberapa program unggulan yang ditawarkan meliputi: International Academic Networking (IAN): Memberikan dukungan finansial bagi dosen untuk berpartisipasi dalam acara internasional sebagai pembicara atau presenter, guna memperluas jaringan akademik dan meningkatkan reputasi UNDIP. Students Go International (SGI): Membantu mahasiswa berpartisipasi dalam kompetisi, magang penelitian, atau program internasional lainnya di luar negeri. Summer Course (SC): Menyelenggarakan program singkat bagi mahasiswa asing untuk belajar di FEB UNDIP selama 2-4 minggu dengan sistem kredit. Visiting Professor & Adjunct Professor: Mengundang akademisi dan praktisi internasional untuk berkolaborasi dalam pengajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah. International Research Group Joint Collaboration: Membentuk kelompok penelitian unggulan untuk meningkatkan kolaborasi riset internasional dan publikasi bereputasi global. Dan lainnya. Cara Berpartisipasi Bagi civitas akademika FEB UNDIP yang tertarik untuk mengikuti program WCU, dapat mengajukan proposal kegiatan sesuai dengan timeline berikut: Batch 1: 31 Januari 2025 Batch 2: 30 Maret 2025 Batch 3: 30 Agustus 2025 Pendaftaran dan pengajuan proposal dapat dilakukan melalui tautan berikut: bit.ly/submissionWCU_FEBUndip2025. Dukungan untuk Mencapai Tujuan Global Program WCU FEB UNDIP tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan reputasi universitas, tetapi juga memberikan kesempatan bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta memperkuat jejaring internasional. Informasi lebih lanjut mengenai program WCU dapat menghubungi: Afina   : +62 812-5252-5201 Risma : +62 877-8564-1100 Email  : wcug@live.undip.ac.id Dengan semangat Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat, mari bersama-sama wujudkan FEB UNDIP sebagai fakultas berkelas dunia!  

Success Story | Dari Mahasiswa FEB Undip hingga Menjadi Rektor Universitas Diponegoro

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan kebanggaan melalui capaian salah satu alumninya, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., yang saat ini mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Diponegoro Periode 2024–2029. Kiprah akademik dan kepemimpinan beliau menjadi representasi nyata kontribusi lulusan FEB Undip dalam pembangunan pendidikan tinggi nasional. Lahir di Grobogan pada 22 Juli 1970, Prof. Suharnomo menempuh pendidikan sarjana pada Program Studi Manajemen FEB Undip dan lulus pada tahun 1996. Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut dengan meraih gelar magister dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2003 serta gelar doktor dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada tahun 2009. Konsistensi beliau dalam pengembangan keilmuan menjadi fondasi kuat dalam perjalanan karier akademik selanjutnya. Karier Prof. Suharnomo tumbuh dan berkembang di Universitas Diponegoro. Dedikasi dan integritasnya mengantarkan beliau meraih jabatan Guru Besar Manajemen Sumber Daya Manusia pada tahun 2021. Sebelumnya, beliau dipercaya menjabat sebagai Dekan FEB Undip selama dua periode (2015–2024). Di bawah kepemimpinannya, FEB Undip mencatat berbagai capaian strategis, mulai dari penguatan tata kelola fakultas, peningkatan kualitas akademik, hingga perluasan jejaring nasional dan internasional. Kini, sebagai Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Suharnomo mengusung visi “UNDIP Bermartabat dan UNDIP Bermanfaat”, dengan komitmen menjadikan UNDIP sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat. Gaya kepemimpinan yang visioner, komunikatif, dan inklusif menjadikan beliau figur inspiratif bagi civitas akademika. Kisah perjalanan Prof. Dr. Suharnomo merupakan bukti bahwa FEB Undip tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga pemimpin berkarakter dan berdaya saing global. Dari bangku kuliah hingga memimpin almamater tercinta, beliau menjadi teladan bahwa dedikasi, keilmuan, dan pengabdian yang konsisten mampu mengantarkan pada peran strategis bagi bangsa dan negara.

Prof. Akhmad Syakir Kurnia Dikukuhkan sebagai Guru Besar UNDIP Bidang Ilmu Ekonomi

Semarang, 23 Januari 2025 – Universitas Diponegoro (UNDIP) mengukuhkan Prof. Akhmad Syakir Kurnia, S.E., M.Si., Ph.D. sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekonomi. Acara pengukuhan yang digelar di Gedung Prof. Soedarto UNDIP ini dihadiri oleh Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo, beserta sejumlah sivitas akademika dan tamu undangan. Prof. Syakir, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UNDIP, merupakan sosok akademisi yang telah banyak berkontribusi dalam pengembangan ilmu ekonomi, khususnya di bidang makroekonomi dan kebijakan publik. Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Kredibilitas Kebijakan: Tinjauan Kritis Makroekonomi Keperilakuan”, Prof. Syakir menyoroti pentingnya kredibilitas kebijakan ekonomi sebagai kunci efektivitas kebijakan. Beliau menjelaskan bahwa lemahnya komitmen pemerintah dalam menjaga kredibilitas seringkali menyebabkan ketidakpastian di pasar, ekspektasi inflasi yang buruk, serta hambatan terhadap investasi dan pertumbuhan ekonomi. Prof. Syakir juga mengkritik inkonsistensi pemerintah dalam menetapkan kebijakan fiskal dan moneter, yang kerap memicu fluktuasi inflasi dan nilai tukar. Salah satu contoh yang diangkat adalah fenomena dominasi fiskal, di mana Bank Sentral “terpaksa” mengorbankan kredibilitas moneternya, seperti melalui monetisasi defisit dengan membeli surat berharga pemerintah. Melalui tulisannya, Prof. Syakir menawarkan solusi inovatif dengan mengintegrasikan pendekatan perilaku ke dalam analisis kebijakan ekonomi. Beliau menekankan pentingnya penguatan kelembagaan, transparansi komunikasi, dan koordinasi antar lembaga untuk menjaga kredibilitas kebijakan dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompleks. Acara pengukuhan ini ditandai dengan penyerahan plakat penghargaan oleh Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo, kepada Prof. Syakir. Pengukuhan ini menegaskan kontribusi Prof. Syakir dalam pengembangan ilmu ekonomi, khususnya dalam konteks kebijakan makroekonomi. Diharapkan, pengukuhan ini tidak hanya menjadi penghargaan bagi Prof. Syakir, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FEB Undip untuk terus berkontribusi dalam pemecahan masalah ekonomi nasional dan global.