Berita Terkini

Kegiatan Fakultas

Prodi S1 Manajemen FEB Undip Gelar Sekolah Pasar Modal, Tingkatkan Literasi Investasi Mahasiswa

Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk Sekolah Pasar Modal pada 7 Mei 2026 di Hall Pertamina Gedung Dekanat FEB Undip. Kegiatan yang dipandu oleh Dannes Quirora Octavio, S.E., M.Sc. (Dosen Prodi Manajemen FEB Undip) ini menjadi bagian dari upaya FEB Undip dalam meningkatkan literasi investasi dan pemahaman pasar modal di kalangan mahasiswa melalui kolaborasi antara regulator, otoritas bursa, dan praktisi manajemen aset. Kuliah umum menghadirkan Fanny Rifqi El Fuad selaku Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah 1, Gresia Kusyanto selaku Direktur PT Majoris Asset Management, serta Zulfa Hendri selaku Co-Founder dan CEO PT Majoris Asset Management sebagai narasumber. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai investasi yang aman, strategi pengelolaan aset, serta perkembangan industri keuangan di era digital. Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menekankan pentingnya memahami aspek legalitas dan logika investasi sebelum menanamkan dana pada instrumen keuangan tertentu. Peserta diperkenalkan pada prinsip “Legal dan Logis” sebagai langkah awal untuk menghindari praktik investasi bodong dan penawaran keuntungan tidak realistis yang marak beredar di media sosial. Edukasi tersebut menjadi penting di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi digital dan pasar modal. Selain membahas aspek keamanan investasi, kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa pasar modal kini semakin inklusif bagi generasi muda. Perwakilan BEI Jawa Tengah 1 menjelaskan bahwa investasi saham saat ini dapat dimulai dengan modal yang terjangkau, sehingga mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk mulai membangun aset produktif sejak dini sebagai langkah menghadapi inflasi dan tantangan ekonomi di masa depan. Pada sesi berikutnya, praktisi dari PT Majoris Asset Management memperkenalkan strategi pengelolaan dana melalui instrumen reksa dana. Peserta dikenalkan pada konsep investasi yang dikelola oleh manajer investasi profesional sebagai alternatif bagi pemula yang belum memiliki waktu maupun kemampuan analisis pasar secara mendalam. Melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal ini, Prodi S1 Manajemen FEB Undip berharap mahasiswa tidak hanya memahami investasi sebagai sarana memperoleh keuntungan, tetapi juga memiliki literasi keuangan yang baik, memahami regulasi, serta mampu mengelola portofolio secara bijak dan berkelanjutan.

Kiprah Alumni FEB Undip dalam Pemerintahan Daerah: Balqis Diab

Balqis Diab (lahir 22 Juli 1970) adalah politikus Partai Golongan Karya yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Pekalongan masa jabatan 2025–2030. Ia menjabat sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Ia merupakan istri dari Wali Kota Pekalongan Muhammad Basyir Ahmad Syawie. Balqis sempat menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pekalongan. Balqis menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Unikal tahun 1993, kemudian melanjutkan kembali Sarjana Agama Islam di IAIN Walisongo Semarang dan lulus tahun 1996. Tahun 2009, Balqis berhasil meraih gelar Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis di Universitas Diponegoro. Berpasangan dengan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., Balqis berhasil memenangkan pemilu tahun 2024 untuk menjadi pasangan walikota dan wakil walikota Pekalongan. sumber : undip

Hampir 50 Dosen FEB Undip Raih Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Non-APBN Undip TA 2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui keberhasilan dosennya dalam memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dibiayai selain APBN Universitas Diponegoro Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 37 dosen berhasil mendapatkan pendanaan penelitian, sementara 8 dosen lainnya memperoleh pendanaan untuk program pengabdian kepada masyarakat. Capaian ini mencerminkan komitmen kuat sivitas akademika FEB Undip dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pendanaan tersebut tidak hanya mendukung pelaksanaan riset yang berkualitas, tetapi juga memperluas dampak pengabdian yang relevan dengan kebutuhan sosial dan ekonomi. FEB Undip terus mendorong dosen untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai skema pendanaan eksternal guna memperkuat ekosistem riset dan pengabdian yang berkelanjutan. Melalui capaian ini, fakultas optimistis dapat terus meningkatkan reputasi akademik serta memberikan kontribusi strategis dalam pembangunan. Ke depan, FEB Undip berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, baik dari sektor pemerintah, industri, maupun institusi internasional. Download Lampiran: LAMPIRAN-DAFTAR-PENERIMA-PENDANAAN-PENELITIAN-YANG-DIBIAYAI-SELAIN-APBN-UNDIP-TA-2026 LAMPIRAN-DAFTAR-PENERIMA-PENDANAAN-PENGABDIAN-KEPADA-MASYARAKAT-YANG-DIBIAYAI-SELAIN-APBN-UNDIP-TA-2026

Esther Sri Astuti: Dari Alumni Sarjana Ekonomi FEB Undip Menjadi Direktur Eksekutif INDEF

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menunjukkan kontribusinya dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang berkiprah di tingkat nasional. Salah satu sosok inspiratif tersebut adalah Dr. Esther Sri Astuti Soeryaningrum Agustin, S.E., M.S.E., Ph.D., alumni Program Studi Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang saat ini dipercaya menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), salah satu lembaga kajian ekonomi paling berpengaruh di Indonesia. Perjalanan Esther menjadi bukti bahwa lulusan FEB Undip tidak hanya mampu berkarier di dunia bisnis dan pemerintahan, tetapi juga berkontribusi sebagai pemikir dan penggerak kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Berawal dari bangku kuliah Program Studi Sarjana Ekonomi Universitas Diponegoro, Esther mengembangkan ketertarikan yang kuat terhadap isu-isu pembangunan ekonomi, perdagangan internasional, dan kebijakan publik. Fondasi keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FEB Undip menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik dan profesionalnya. Sebagai bagian dari tradisi akademik Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB Undip, ia tumbuh dengan semangat untuk memahami berbagai persoalan ekonomi secara kritis dan berbasis data. Semangat belajar tersebut membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan magister, Esther berhasil meraih gelar doktor dari Maastricht University, Belanda. Pengalaman akademik internasional tersebut memperkaya perspektifnya dalam memahami berbagai tantangan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun global. Karier profesional Esther berkembang melalui perpaduan antara aktivitas akademik, penelitian, dan advokasi kebijakan. Ia dikenal sebagai ekonom yang aktif meneliti berbagai isu strategis seperti pembangunan ekonomi, industri, perdagangan, ketahanan pangan, hingga transformasi ekonomi nasional. Konsistensinya dalam menghasilkan kajian yang relevan dan berbasis bukti menjadikannya salah satu ekonom yang banyak menjadi rujukan dalam diskursus kebijakan publik di Indonesia. Sejak bergabung dengan INDEF pada tahun 2008, Esther terus menunjukkan dedikasi dalam mengembangkan riset ekonomi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional. Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun sebagai peneliti ekonomi, khususnya pada bidang pertanian dan pangan, ia dipercaya memimpin INDEF sebagai Direktur Eksekutif. Amanah tersebut menempatkannya pada posisi strategis untuk mengarahkan berbagai kajian dan rekomendasi kebijakan yang menjadi referensi bagi pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat luas. Perjalanan Esther Sri Astuti menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari posisi di korporasi atau pemerintahan. Menjadi pemikir, peneliti, dan penggerak kebijakan publik juga merupakan bentuk kepemimpinan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Muhammad Fadjar Churniawan : Mengabdi untuk Daerah Berbekal Keilmuan dan Kepemimpinan

Muhammad Fadjar Churniawan adalah seorang pegawai negeri sipil dan administrator publik Indonesia yang menjabat sebagai Bupati Kepulauan Seribu sejak 13 November 2024. Ia menjabat setelah pendahulunya, Junaedi, meninggal dunia. Fadjar telah memegang sejumlah jabatan di pemerintahan daerah Jakarta, termasuk sebagai Camat Pesanggrahan dan Wakil Bupati Kepulauan Seribu. Fadjar Churniawan menyelesaikan studi sarjana ekonomi di Universitas Diponegoro pada tahun 1997 dan memperoleh gelar master dalam ekonomi pembangunan dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2002. Karier Churniawan di bidang pelayanan publik dimulai pada tahun 1998 sebagai staf di Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Selatan. Dari tahun 1998 hingga 2004, beliau menjabat sebagai staf di Sekretariat, sebelum diangkat sebagai kepala rotasi pegawai negeri sipil dari tahun 2004 hingga 2008. Pada tahun 2008, beliau sempat menjabat sebagai Kepala Subbagian Pengembangan Karir dan selanjutnya menjabat sebagai staf di Sekretariat hingga tahun 2009. Pada tahun 2009, Churniawan dipromosikan menjadi sekretaris kecamatan Kebayoran Lama, menjabat hingga tahun 2012. Churniawan kemudian menjadi wakil kepala kecamatan Pesanggrahan selama lima tahun, dari tahun 2012 hingga 2017. Pada tahun 2017, ia diangkat menjadi kepala unit pengadaan tanah Jakarta Selatan sebelum kembali ke Pesanggrahan sebagai kepala dari tahun 2017 hingga 2019. Ia sempat menjabat sebagai kepala badan kepegawaian daerah Jakarta Selatan dari tahun 2019 hingga 2020 sebelum kembali ke jabatan lamanya sebagai kepala kecamatan dari tahun 2020 hingga 2021. Pada tanggal 20 Agustus 2021, Fadjar menjabat jabatan pertamanya di pemerintahan daerah Jakarta, sebagai wakil bupati Kepulauan Seribu di bawah Junaedi. Setelah kematian Junaedi pada 13 November 2024, Fadjar menjadi penjabat bupati Kepulauan Seribu. Dia menjabat sebagai bupati secara definitif pada 7 Mei 2025 setelah lulus uji kelayakan dan kepatutan oleh DPRD Jakarta empat hari sebelumnya. Jabatannya sebagai wakil bupati digantikan oleh Aceng Zaeni. sumber : Universitas Diponegoro

Departemen Akuntansi FEB Undip Jalin Kolaborasi Riset Internasional di Bidang Digital Entrepreneurship

Trang, Thailand — Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) yang diwakili oleh Bapak Adi Firman Ramadhan menjalin kolaborasi riset internasional bersama Prince of Songkla University (Thailand) dan Universiti Malaya (Malaysia) dalam bidang Digital Entrepreneurship. Kegiatan kolaborasi riset ini diselenggarakan di Prince of Songkla University sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik dan riset internasional pada tanggal 25-28 Januari 2026. Kolaborasi riset ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan kewirausahaan digital di kawasan Asia Tenggara, khususnya dari perspektif akuntansi, tata kelola, dan model bisnis digital. Melalui kerja sama lintas negara, para peneliti berupaya menghasilkan kajian ilmiah yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan keilmuan, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi dunia usaha dan pembuat kebijakan. Kegiatan yang berlangsung di Prince of Songkla University ini meliputi diskusi akademik, pemaparan rencana dan hasil riset awal, penyusunan agenda riset bersama, serta perencanaan publikasi ilmiah internasional. Forum ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpeneliti dari Indonesia, Thailand, dan Malaysia terkait pengembangan ekosistem digital entrepreneurship. Departemen Akuntansi FEB Undip memandang kolaborasi riset internasional ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan visibilitas riset dosen di tingkat global. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya pada aspek kerja sama internasional dan publikasi ilmiah bereputasi. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat dihasilkan luaran riset berupa publikasi internasional, rekomendasi kebijakan, serta pengembangan model digital entrepreneurship yang kontekstual dengan karakteristik ekonomi Asia Tenggara. Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk seminar internasional, pertukaran peneliti, serta pengajuan pendanaan riset bersama.

Informasi Penyesuaian UKT Mahasiswa Tingkat Akhir Semester Genap TA 2025/2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menginformasikan terkait penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa tingkat akhir pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Nomor 983/UN7.A2/KU/XI/2025 tertanggal 20 November 2025 mengenai penyesuaian UKT bagi mahasiswa tingkat akhir. Kebijakan ini ditujukan bagi mahasiswa yang mengajukan pembebasan UKT serta belum melakukan pembayaran UKT pada semester berjalan. Mahasiswa yang memenuhi kriteria tersebut diminta untuk memperhatikan ketentuan serta jadwal proses penyesuaian UKT yang telah ditetapkan oleh universitas. Pada tahap awal, mahasiswa yang telah mengajukan pembebasan UKT diwajibkan mengunggah dokumen pendukung melalui sistem yang telah disediakan. Bagi mahasiswa yang telah dinyatakan lulus, dokumen yang diunggah adalah Surat Keterangan Lulus (SKL). Sementara itu, mahasiswa yang belum lulus diminta untuk mengunggah Isian Rencana Studi (IRS) sebagai dasar pengajuan penyesuaian UKT. Seluruh dokumen tersebut dapat diunggah melalui laman resmi https://ukt.undip.ac.id. Adapun jadwal pelaksanaan penyesuaian UKT mahasiswa tingkat akhir adalah sebagai berikut: 9–17 Maret 2026Mahasiswa yang mengajukan pembebasan UKT mengunggah dokumen pendukung (SKL atau IRS) melalui sistem. 25–31 Maret 2026Proses verifikasi penyesuaian UKT di tingkat Fakultas/Sekolah. 1–2 April 2026Proses verifikasi penyesuaian UKT di tingkat Universitas. 3 April 2026Finalisasi tindak lanjut penyesuaian UKT mahasiswa tingkat akhir. Melalui kebijakan ini, Universitas Diponegoro berupaya memberikan kemudahan bagi mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan kewajiban administrasi akademik menjelang kelulusan. Mahasiswa diharapkan dapat memperhatikan jadwal yang telah ditentukan serta memastikan dokumen yang diunggah telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dokumen unduh >>> Tindak Lanjut Penyesuaian UKT Tingkat Akhir Genap 2025-2026

Dr. Andriyani: Tumbuh Bersama FEB Undip, Berkarya untuk Kemajuan Institusi

Dr. Andriyani, S.E., M.M. merupakan alumni Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Pengelola Usaha Bisnis Komersial dan Analisis Risiko Universitas Diponegoro. Kiprahnya mencerminkan perjalanan seorang alumni yang terus bertumbuh bersama almamater, mengabdikan kompetensi di bidang manajemen untuk mendukung penguatan tata kelola dan pengembangan bisnis universitas. Perjalanan akademiknya dimulai di FEB Undip dengan menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi, kemudian melanjutkan studi Magister Manajemen di universitas yang sama. Semangat belajar sepanjang hayat membawanya meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada. Bekal akademik tersebut menjadi fondasi dalam membangun kepakaran di bidang leadership dan organization, yang kini menjadi bagian penting dalam perjalanan profesionalnya. Sebelum mengemban jabatan saat ini, Dr. Andriyani dipercaya memimpin Program Studi D-III Manajemen PSDKU Undip Kampus Rembang, berkontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas di daerah. Pengalaman tersebut kemudian membawanya mengemban tanggung jawab yang lebih luas sebagai Kepala Badan Pengelola Usaha Bisnis Komersial dan Analisis Risiko Universitas Diponegoro, dengan fokus pada penguatan pengelolaan unit bisnis serta tata kelola risiko institusi. Bagi Dr. Andriyani, kembali berkarya di almamater merupakan kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Universitas Diponegoro. Perjalanannya menjadi bukti bahwa alumni FEB Undip tidak hanya mampu membangun karier profesional, tetapi juga mengambil peran strategis dalam memperkuat tata kelola, inovasi, dan keberlanjutan institusi pendidikan tinggi, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus belajar, berkembang, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Anom Widiyantoro : Alumni FEB Undip Dipercaya Memimpin Kabupaten Pemalang

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menghadirkan kisah inspiratif melalui perjalanan salah satu alumninya, Anom Widiyantoro, S.E., M.M., yang dipercaya mengemban amanah sebagai Bupati Pemalang untuk masa jabatan 2025–2030. Berbekal pengalaman panjang di dunia korporasi, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Anom membawa perspektif profesional dalam mengawal pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat. Lahir pada 20 Maret 1970, Anom Widiyantoro menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Cimahi dan Bandung sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1996, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran dan lulus pada tahun 2005. Bekal akademik di bidang ekonomi dan manajemen menjadi landasan penting dalam membangun kemampuan kepemimpinan, pengelolaan organisasi, dan pengambilan keputusan strategis. Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, Anom Widiyantoro mengembangkan karier profesional di sektor BUMN. Ia dipercaya menduduki berbagai posisi strategis hingga menjabat sebagai Direktur PT Wijaya Karya Realty, salah satu anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Pengalaman tersebut memperkaya kompetensinya dalam pengelolaan bisnis, tata kelola perusahaan, serta pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan. Pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024, Anom Widiyantoro memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Kabupaten Pemalang sebagai Bupati Pemalang periode 2025–2030. Ia resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta. Amanah tersebut menjadi babak baru pengabdiannya dalam membawa pengalaman profesional ke dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Perjalanan Anom Widiyantoro menjadi bukti bahwa lulusan FEB Undip mampu berkiprah di berbagai sektor, mulai dari dunia korporasi hingga pemerintahan. Kiprahnya mencerminkan pentingnya perpaduan antara kompetensi akademik, pengalaman profesional, dan integritas dalam menghadirkan kepemimpinan yang adaptif serta berorientasi pada kemajuan masyarakat. Kisah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip untuk terus mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Penyesuaian Jadwal Perkuliahan Jelang Libur Nyepi dan Idul Fitri 1447 H

Menjelang rangkaian libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi serta Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Universitas Diponegoro menetapkan kebijakan penyesuaian sistem perkuliahan. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh fakultas dan sekolah di lingkungan Undip, termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip. Penyesuaian tersebut merujuk pada Surat Edaran Rektor Universitas Diponegoro Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Kedinasan pada Bulan Suci Ramadhan 1447 H serta dalam rangka Libur Nasional dan Cuti Bersama Nyepi dan Idul Fitri 1447 H, tertanggal 20 Februari 2026. Berdasarkan surat tersebut, perkuliahan pada tanggal 16–17 Maret 2026 dan 25–27 Maret 2026 dilaksanakan secara daring/online. Sementara itu, perkuliahan pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 dapat dilaksanakan secara daring berdasarkan kesepakatan antara dosen pengampu dan mahasiswa, mengingat tanggal tersebut termasuk dalam periode cuti bersama. Dalam ketentuan tersebut juga ditegaskan bahwa dosen dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan kepegawaian yang berlaku. Selain itu, dosen tidak diperkenankan mengadakan perkuliahan pada hari libur keagamaan. Kebijakan ini bertujuan menjaga keberlangsungan kegiatan akademik di lingkungan Undip sekaligus memberikan ruang bagi sivitas akademika untuk menjalankan ibadah dan merayakan hari besar keagamaan dengan khidmat. FEB Undip mengimbau seluruh mahasiswa untuk menyesuaikan jadwal perkuliahan, aktif memantau informasi dari dosen pengampu, serta tetap mengikuti proses pembelajaran sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan adanya penyesuaian ini, diharapkan kegiatan akademik tetap berjalan optimal tanpa mengurangi makna perayaan hari besar keagamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lampiran :