Berita

Riwayat Berdirinya Universitas Diponegoro

Kegiatan Fakultas

Alumni Success Story : BAMBANG PRAMONO of BANK INDONESIA

Bambang Pramono lahir di Jakarta pada 6 September 1971. Perjalanan akademiknya di bidang ekonomi dimulai di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, tempat ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan lulus pada tahun 1995. Bekal pendidikan di FEB Undip menjadi fondasi penting dalam membentuk cara berpikir analitis, profesionalisme, serta pemahaman manajerial yang kemudian mewarnai kiprah kariernya. Komitmen untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan membawanya menempuh pendidikan lanjutan di tingkat internasional. Bambang Pramono meraih gelar Master of Economics dari International University of Japan pada tahun 2004, kemudian menyelesaikan studi doktoral di bidang ekonomi di Nagoya University, Jepang, pada tahun 2014. Pengalaman akademik lintas negara tersebut memperkaya perspektifnya dalam memahami dinamika ekonomi global, kebijakan moneter, serta pembangunan ekonomi regional. Sejak tahun 1998, Bambang Pramono mengabdikan diri di Bank Indonesia, institusi strategis dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Sepanjang kariernya, ia dipercaya mengemban berbagai posisi penting, mulai dari perumusan kebijakan hingga peran manajerial. Pengalaman panjang ini membentuk kepekaannya terhadap isu stabilitas moneter, pengendalian inflasi, serta penguatan sistem keuangan di tingkat nasional dan daerah. Sebelum menjalankan tugas di Palembang, Bambang Pramono menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo sejak tahun 2019. Di bawah kepemimpinannya, berbagai inisiatif penguatan ekonomi daerah berbasis UMKM dan sinergi lintas pemangku kepentingan berhasil dikembangkan. Capaian tersebut mengantarkannya dipercaya untuk memimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan sejak Agustus 2025. Sebagai pimpinan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono mengusung arah kebijakan yang menitikberatkan pada penguatan stabilitas moneter, perluasan inklusi keuangan, serta percepatan transformasi ekonomi digital. Ia juga mendorong kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, sektor perbankan, dan lembaga keuangan lainnya guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM dan koperasi. Perjalanan Bambang Pramono mencerminkan nilai-nilai yang senantiasa dijunjung oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Dari ruang kuliah hingga peran strategis dalam perumusan kebijakan ekonomi, kiprahnya menjadi bukti bahwa kontribusi alumni FEB Undip tidak hanya diukur dari jabatan yang diraih, tetapi dari dampak nyata yang dihadirkan bagi pembangunan bangsa.

SUCCESS STORY : Sasongko Tedjo di Garda Depan Informasi dan Kemanusiaan

Sasongko Tedjo, S.E., M.M., merupakan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) angkatan 1983 yang dikenal luas atas kontribusinya di dunia jurnalistik dan kemanusiaan. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah, sekaligus memiliki rekam jejak panjang sebagai jurnalis dan editor bidang ekonomi di harian Suara Merdeka. Dalam perjalanan akademiknya di Undip, Sasongko Tedjo termasuk salah satu mahasiswa berprestasi. Ia tercatat sebagai salah satu dari tujuh lulusan tercepat, yang berhasil menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun di tengah masa transisi sistem pendidikan dari berbasis paket ke Sistem Kredit Semester (SKS). Ia resmi meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1983, meskipun pada saat itu masih harus menuntaskan kewajiban Kuliah Kerja Nyata (KKN). Bahkan, setelah prosesi wisuda, ia kembali ke sebuah desa di Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, untuk menyelesaikan pengabdian masyarakat tersebut. Sasongko Tedjo mengenang masa kuliahnya sebagai periode yang penuh tantangan sekaligus cerita menarik. Tinggal hanya sekitar 100 meter dari kampus membuatnya dikenal sebagai mahasiswa yang disiplin dan nyaris tidak pernah absen kuliah. Kedekatan tempat tinggal dengan kampus bahkan membuat rekan-rekannya kerap menjemputnya langsung dari rumah sebelum berangkat kuliah, sebuah pengalaman yang ia kenang dengan penuh humor. Dengan prestasi akademik yang menonjol, Sasongko Tedjo sebenarnya memiliki peluang besar untuk meniti karier konvensional di bidang ekonomi. Ia bahkan sempat ditawari bekerja di Bank Indonesia dan direncanakan untuk direkrut sebagai dosen oleh salah satu pengajarnya, Drs. Suratal HW. Namun, di luar ekspektasi banyak pihak, ia justru memilih dunia jurnalisme, sebuah keputusan yang menandai babak penting dalam perjalanan hidupnya. Karier jurnalistik Sasongko Tedjo dimulai di Suara Merdeka, di mana ia langsung dipercaya menangani desk ekonomi, sebuah posisi strategis pada masa kejayaan media cetak. Ia mengenang era tersebut sebagai masa ketika surat kabar menjadi sumber informasi utama masyarakat, dengan ritme kerja yang menuntut wartawan bekerja hingga dini hari demi memenuhi tenggat penerbitan. Dari proses panjang itu, Sasongko Tedjo terus berkembang hingga mencapai posisi Pemimpin Redaksi, puncak karier dalam industri media cetak. Selain kiprahnya di dunia media, dedikasi Sasongko Tedjo terhadap kemanusiaan tercermin melalui perannya di Palang Merah Indonesia Jawa Tengah, memperluas kontribusinya dari ranah informasi publik ke aksi sosial kemasyarakatan. Perjalanan Sasongko Tedjo menegaskan peran FEB Undip dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berani mengambil pilihan hidup yang berdampak luas bagi masyarakat. Kiprahnya menjadi inspirasi bahwa ilmu ekonomi dapat berkontribusi melalui berbagai jalur pengabdian, termasuk jurnalisme dan kemanusiaan.

Transformasi Keuangan UMKM Sigur.id: Peran Mahasiswa KKNT 106 UNDIP dalam Era Digital

Semarang, 1 Juli 2025 — Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), Ardian Arafiq, yang tergabung dalam Tim 106 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 2025, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Selama lebih dari satu bulan, yakni sejak 5 Mei hingga 16 Juni 2025, Ardian bersama tim fokus melakukan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya unit usaha kreatif Sigur.id yang bergerak di bidang kerajinan tangan berbasis resin eco-kultural. Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL): Muhammad Hamdan Mukafi, S.S., M.A., Gani Nur Pramudyo, M.Hum., dan Siti Komariya, S.S., M.A. Melalui pendekatan kolaboratif dan inovatif lintas disiplin, kegiatan ini diarahkan pada optimalisasi pengelolaan usaha agar lebih adaptif terhadap perkembangan era digital, baik dari sisi pemasaran maupun pencatatan keuangan. Sigur.id sendiri merupakan UMKM yang dirintis oleh sekelompok pemuda lokal sebagai bentuk adaptasi setelah terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) saat pandemi COVID-19. Meski memiliki potensi dan kreativitas tinggi dalam produksi, unit usaha ini masih menghadapi kendala dalam pengelolaan pemasaran dan administrasi keuangan. Menjawab tantangan tersebut, Ardian menyusun buku panduan penggunaan aplikasi Credibook sebagai bentuk kontribusi monodisiplin dalam bidang keuangan. Panduan tersebut bertujuan untuk membantu pelaku UMKM melakukan pencatatan transaksi keuangan secara digital yang praktis dan efisien. “Selama ini kami masih mencatat laporan keuangan secara manual di buku. Dengan adanya buku panduan Credibook ini sangat membantu kami memahami cara mencatat transaksi harian secara digital,” ungkap Janu, pemilik Sigur.id. Tak hanya itu, pendampingan juga dilakukan dalam bentuk perancangan ulang tampilan website, pengelolaan konten media sosial, serta perluasan kanal penjualan melalui berbagai platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing dan jangkauan pasar produk lokal. Kegiatan dilaksanakan dengan skema hybrid—menggabungkan kunjungan lapangan dan pengerjaan daring—guna menyesuaikan dengan dinamika digitalisasi serta efisiensi kolaborasi. Inovasi ini menjadi cerminan bagaimana program KKNT mampu beradaptasi terhadap tantangan masa kini dan tetap memberikan dampak berkelanjutan. Melalui partisipasi aktif dalam program pengabdian seperti ini, mahasiswa FEB Undip tidak hanya merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berperan dalam mendukung transformasi UMKM menuju kemandirian ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.   penulis : Ardian Arafiq editor : humas.feb

Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia bagi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026

Semarang — Mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2025/2026 berkesempatan mendapatkan dukungan pendidikan melalui Beasiswa Zakat Indonesia. Beasiswa ini terbuka bagi mahasiswa jenjang Strata Satu (S1) pada rumpun program studi Sains dan Teknik, Kesehatan, Ekonomi, Hukum dan Sosial, Pendidikan, serta Manajemen Zakat dan Wakaf. Berikut alur dan Jadwal pendaftaran : No Tahapan Kegiatan Tanggal 1 Pendaftaran Beasiswa 27 Juni – 11 Juli 2025 2 Seleksi Administrasi 16 – 22 Juli 2025 3 Pengumuman Hasil Administrasi 24 Juli 2025 4 Seleksi Wawancara 28 – 31 Juli 2025 5 Pengumuman Kelulusan 6 Agustus 2025 6 Orientasi Penerima Beasiswa 12 Agustus 2025   Adapun Persyaratannya sebagai berikut : Syarat Keterangan Status Mahasiswa baru S1 Undip TA 2025/2026 Program Studi Rumpun: Sains & Teknik, Kesehatan, Ekonomi, Hukum & Sosial, Pendidikan, Manajemen Zakat & Wakaf Dokumen Wajib unggah 12 dokumen (data diri, pas foto, KTP & KK, ijazah, rapor, LoA, esai, surat rekomendasi, dll) Kategori Pendaftar Mustahik dari golongan fakir/miskin atau fi sabilillah (penghafal Qur’an, guru ngaji, dll)   Informasi lengkap dan format dokumen persyaratan dapat diakses melalui tautan resmi yang disediakan oleh penyelenggara. Para mahasiswa baru Undip diimbau untuk memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin. sumber : Universitas Diponegoro

Perkuat Jejaring Akademik Global: Dosen FEB Undip Bawa Riset Bisnis Keluarga ke IFERA 2025 di Kroasia

Semarang, 24 Juni 2025 — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menunjukkan eksistensinya dalam jejaring akademik internasional melalui partisipasi dosennya, Lala Irviana, S.Sos., S.E., M.M., dosen Departemen Manajemen FEB Undip, dalam konferensi internasional IFERA (The International Family Enterprise Research Academy) 2025 yang digelar di Zadar, Kroasia, pada 10–13 Juni 2025. Dalam kesempatan ini, Lala Irviana mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Women’s Identity and Legitimacy in Family Business: A Micro-Foundational Perspective on Cultural, Religious and Societal Values” yang terpilih sebagai bagian dari Work in Progress discussion sessions. IFERA merupakan organisasi riset non-profit berskala global yang didirikan pada tahun 2001 dan secara khusus mewadahi para peneliti dalam bidang bisnis keluarga (family business). Tahun ini, IFERA menerima total 505 pengajuan karya ilmiah dari penulis yang mewakili 38 negara, dengan lima negara terbanyak berasal dari Italia, Jerman, Spanyol, Belgia, dan Austria. Konferensi ini terdiri atas tujuh jenis sesi, termasuk  plenary session, Full Paper discussion session, Work in Progress discussion session, Practice Session, Special Session, Doctoral Consortium and Social event. Partisipasi Lala Irviana dalam IFERA 2025 menjadi kontribusi kelima secara berturut-turut setelah sebelumnya juga turut hadir dalam IFERA Summer School 2021, serta konferensi IFERA di Spanyol (2022), Polandia (2023), dan Portugal (2024). Keikutsertaan ini didukung penuh oleh Universitas Diponegoro melalui program World Class University (WCU) dalam skema International Academics Networking (IAN). Keterlibatan dosen FEB Undip dalam forum ilmiah sekelas IFERA menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi FEB sebagai bagian dari jejaring akademik global, khususnya dalam bidang family business. Selain memperluas wawasan akademik, partisipasi ini juga berkontribusi dalam memperkuat reputasi FEB Undip sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kolaborasi riset internasional. Melalui keikutsertaan aktif dalam forum-forum seperti IFERA, FEB Undip berharap dapat terus mendorong munculnya peneliti-peneliti baru di bidang bisnis keluarga di Indonesia, serta memperkuat arah pengembangan riset yang berorientasi pada pencapaian standar kelas dunia.   sumber: Inews Jateng

Success Story : Dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Menuju Puncak Dunia Bisnis Indonesia

Di antara tokoh-tokoh besar dunia usaha Indonesia, nama Robert Budi Hartono menempati posisi yang istimewa. Kiprahnya dikenal luas bukan semata karena keberhasilan membangun kekuatan bisnis berskala nasional dan global, tetapi juga karena visi jangka panjang, konsistensi, serta integritas yang menjadi fondasi kepemimpinannya. Di balik perjalanan bisnis tersebut, terdapat latar belakang akademik yang berakar dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), tempat nilai-nilai keilmuan dan profesionalisme mulai tertanam. Robert Budi Hartono, yang lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 1941, menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang. Selama masa studinya, ia memperdalam pemahaman mengenai ekonomi dan manajemen, dua disiplin ilmu yang kelak memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan strategis serta pengelolaan usaha berskala besar. Pendidikan di FEB Undip turut membentuk karakter Robert Budi Hartono sebagai pribadi yang disiplin, tekun, dan berpikir sistematis. Bekal akademik tersebut menjadi landasan kuat ketika ia harus menghadapi tantangan nyata di dunia usaha, termasuk dalam memimpin dan mengembangkan perusahaan keluarga di tengah dinamika ekonomi yang tidak selalu mudah. Setelah wafatnya sang ayah, pendiri PT Djarum, pada tahun 1963, Robert Budi Hartono bersama kakaknya, Michael Bambang Hartono, mengambil tanggung jawab besar untuk melanjutkan dan membesarkan perusahaan keluarga. Melalui kepemimpinan yang visioner dan strategi manajerial yang matang, keduanya berhasil membawa Djarum berkembang menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Perjalanan bisnis Robert Budi Hartono tidak berhenti pada industri tembakau. Diversifikasi usaha menjadi ciri khas kepemimpinannya, salah satunya melalui langkah strategis Grup Djarum dalam mengakuisisi Bank Central Asia (BCA) pada masa krisis ekonomi 1997. Di bawah pengelolaan yang profesional dan berorientasi jangka panjang, BCA tumbuh menjadi salah satu institusi perbankan paling kuat dan inovatif di kawasan Asia Tenggara. Selain sektor perbankan, ekspansi juga dilakukan ke bidang properti, teknologi, dan agribisnis, memperkuat posisi Grup Djarum sebagai konglomerasi nasional yang berpengaruh. Nilai-nilai yang tercermin dalam perjalanan Robert Budi Hartono—kerja keras, ketekunan, integritas, dan komitmen terhadap inovasi—selaras dengan semangat yang dijunjung oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Kisahnya menjadi inspirasi bagi sivitas akademika bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar bekal teori, melainkan fondasi untuk menciptakan dampak nyata dan kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan bangsa.

Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025 Kini Dibuka!

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi kembali membuka pendaftaran Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (Beasiswa PDDI) Tahun 2025. Program ini ditujukan bagi para dosen di lingkungan perguruan tinggi yang berada di bawah koordinasi Kemdiktisaintek sebagai bagian dari upaya peningkatan kualifikasi akademik dan pengembangan karier dosen di Indonesia. Beasiswa PDDI memberikan dukungan pembiayaan studi jenjang doktoral di perguruan tinggi terbaik dalam negeri. Selain itu, tersedia pula skema joint degree maupun double degree yang memungkinkan dosen menempuh pendidikan di kampus mitra luar negeri. Program ini menawarkan sejumlah manfaat, di antaranya: Biaya pendidikan jenjang doktoral Kesempatan kuliah di kampus ternama dalam atau luar negeri Mendukung karier dan peningkatan kompetensi dosen Tertarik mendaftar? Bagi dosen yang tertarik untuk mendaftar, informasi lengkap mengenai syarat, ketentuan, serta panduan pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi: https://beasiswa.kemdikbud.go.id/beranda Buku panduan resmi Beasiswa PDDI 2025 juga dapat diunduh melalui tautan:  Buku Panduan PDDI 2025 (unduh) Mari manfaatkan kesempatan ini untuk terus belajar dan berkembang demi pendidikan Indonesia yang lebih baik!

SUCCESS STORY : Suwhono, Alumnus Fakultas Ekonomika Universitas Diponegoro

Suwhono merupakan salah satu alumni Fakultas Ekonomika Universitas Diponegoro yang berhasil menorehkan karier profesional di sektor keuangan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Lahir pada 4 Maret 1955, ia dikenal sebagai figur yang memiliki pengalaman panjang dalam perbankan nasional serta kepemimpinan korporasi. Suwhono menyelesaikan pendidikan Strata Satu di Fakultas Ekonomika Universitas Diponegoro pada tahun 1980. Bekal akademik yang diperolehnya menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya di industri keuangan dan jasa. Karier profesional Suwhono diawali di Bank Bumi Daya pada tahun 1981 hingga 2000. Setelah terjadinya merger empat bank BUMN yang melahirkan Bank Mandiri, ia melanjutkan kiprahnya di bank tersebut pada periode 2000–2009. Dalam rentang waktu tersebut, Suwhono juga dipercaya menjabat sebagai Komisaris PT Mandiri Sekuritas pada tahun 2005–2009, yang memperkuat perannya dalam pengelolaan bisnis jasa keuangan dan pasar modal. Pada tahun 2009, Suwhono mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk mengemban amanah sebagai Direktur Keuangan PT Pelindo I Medan, jabatan yang diembannya hingga Februari 2011. Pengalaman lintas sektor yang dimilikinya kemudian mengantarkan Suwhono ke posisi puncak kepemimpinan sebagai Direktur Utama PT Pegadaian. Di bawah kepemimpinannya, PT Pegadaian berhasil melakukan transformasi bisnis secara signifikan. Perusahaan tidak hanya berfokus pada layanan gadai, tetapi juga mengembangkan berbagai lini usaha, antara lain penjualan emas serta pembiayaan mikro, sebagai upaya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Kiprah Suwhono menjadi representasi kontribusi alumni FEB Undip dalam memimpin transformasi BUMN dan memperkuat inklusi keuangan nasional. Perjalanan kariernya menegaskan peran Undip dalam mencetak lulusan yang adaptif, visioner, dan berdaya saing di tingkat nasional.

SUCCESS STORY : Dr. Taufik Kurniawan dan Peran Alumni Undip dalam Pembangunan Nasional

Dr. Taufik Kurniawan, S.T., M.M., merupakan alumni Universitas Diponegoro yang menorehkan kiprah panjang di dunia politik nasional dan parlemen Indonesia. Lahir di Semarang pada 22 November 1967, ia dikenal sebagai sosok yang aktif dalam organisasi serta konsisten mengabdikan diri pada pelayanan publik melalui lembaga legislatif. Taufik berhasil terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Anggota DPR RI periode 2014–2019 dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk Daerah Pemilihan Jawa Tengah VII yang meliputi Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen, dengan perolehan 59.945 suara. Pada periode sebelumnya, yakni 2009–2014, ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPR RI serta bertugas di Komisi V, yang membidangi sektor perhubungan, perumahan rakyat, pekerjaan umum, serta pembangunan desa dan kawasan tertinggal. Dalam bidang akademik, Dr. Taufik Kurniawan menempuh seluruh jenjang pendidikan tingginya di Universitas Diponegoro. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik (S.T.) pada Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Undip pada tahun 1992, kemudian melanjutkan ke Program Magister Manajemen dan lulus pada tahun 1995. Komitmennya terhadap pengembangan keilmuan berlanjut hingga jenjang doktoral melalui Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro, yang diselesaikannya pada tahun 2014. Selain berkiprah di dunia akademik dan legislatif, Dr. Taufik dikenal memiliki ketertarikan kuat terhadap aktivitas organisasi. Karier politiknya diawali dengan keterlibatan aktif di Partai Amanat Nasional, termasuk menjabat sebagai Sekretaris DPW PAN Jawa Tengah, yang menjadi pijakan awal dalam perjalanan panjangnya di dunia politik nasional. Kiprah Dr. Taufik Kurniawan mencerminkan kontribusi nyata alumni Universitas Diponegoro, khususnya dari disiplin ilmu ekonomi, dalam mengisi ruang-ruang strategis pengambilan kebijakan publik. Keberhasilannya menjadi bukti peran Undip dalam mencetak pemimpin berintegritas yang berorientasi pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

FEB Undip dan Kementerian Perdagangan RI Gelar Konsultasi Publik Bahas Respons Strategis terhadap Kebijakan Tarif Amerika Serikat

Semarang, 2 Juni 2025 — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menyelenggarakan Konsultasi Publik bertajuk “Kebijakan Perdagangan Internasional Indonesia untuk Menindaklanjuti Kebijakan Tarif Amerika Serikat.” Kegiatan ini berlangsung di Hall Pertamina FEB Undip sebagai bagian dari forum diskusi strategis antara akademisi dan pemerintah dalam merespons dinamika perdagangan global. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah penting untuk menjembatani kontribusi sivitas akademika terhadap kebijakan nasional. “FEB Undip berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi berbasis akademik dalam penyusunan kebijakan publik, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan internasional,” ungkap Prof. Faisal. kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuliah umum oleh Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag), Rusmin Amin. Dalam paparannya, Rusmin Amin menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan untuk terus bersinergi dengan kalangan universitas dan akademisi dalam menghadapi tantangan global di sektor perdagangan. Ia menyoroti kebijakan tarif Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump yang berdampak pada beberapa sektor ekspor unggulan Indonesia. “Kolaborasi antara pemerintah dan kampus sangat penting dalam merumuskan langkah strategis untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan ekspor nasional,” tegasnya. Adapun sesi diskusi publik ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kementerian Perdagangan RI dan akademisi dari FEB Undip. Turut hadir dan memberikan paparan antara lain: Olvy Andrianita – Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional (Puska PI) BKPerdag, Steven Raja Ingot, S.E., M.E. – Analis Perdagangan Ahli Muda, Ridho Meyrandoyo Hastjarjo, S.E., M.Pub.Pol. – Analis Perdagangan Ahli Muda, Dr. Jaka Aminata, S.E., M.A. – Ketua Program Studi S1 Ekonomi FEB Undip. Diskusi dipandu oleh Fathimah Kurniawati, S.E., M.Ec.Dev., dosen FEB Undip. Dimana dalam sesi diskusi, para narasumber menyampaikan hasil analisis mendalam mengenai dampak kebijakan perdagangan internasional terhadap ekspor Indonesia serta berbagai skenario kebijakan untuk memitigasi risiko tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Hasil kajian ini diharapkan menjadi masukan konkret dalam penyusunan kebijakan perdagangan nasional yang lebih adaptif dan resilien. Melalui kegiatan ini, FEB Undip menegaskan kembali perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan kebijakan berbasis riset, serta menjadi pusat pemikiran yang mendorong lahirnya solusi kebijakan yang aplikatif dan berdampak nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.