SUCCESS STORY : Suwhono, Alumnus Fakultas Ekonomika Universitas Diponegoro

Suwhono merupakan salah satu alumni Fakultas Ekonomika Universitas Diponegoro yang berhasil menorehkan karier profesional di sektor keuangan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Lahir pada 4 Maret 1955, ia dikenal sebagai figur yang memiliki pengalaman panjang dalam perbankan nasional serta kepemimpinan korporasi. Suwhono menyelesaikan pendidikan Strata Satu di Fakultas Ekonomika Universitas Diponegoro pada tahun 1980. Bekal akademik yang diperolehnya menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya di industri keuangan dan jasa. Karier profesional Suwhono diawali di Bank Bumi Daya pada tahun 1981 hingga 2000. Setelah terjadinya merger empat bank BUMN yang melahirkan Bank Mandiri, ia melanjutkan kiprahnya di bank tersebut pada periode 2000–2009. Dalam rentang waktu tersebut, Suwhono juga dipercaya menjabat sebagai Komisaris PT Mandiri Sekuritas pada tahun 2005–2009, yang memperkuat perannya dalam pengelolaan bisnis jasa keuangan dan pasar modal. Pada tahun 2009, Suwhono mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk mengemban amanah sebagai Direktur Keuangan PT Pelindo I Medan, jabatan yang diembannya hingga Februari 2011. Pengalaman lintas sektor yang dimilikinya kemudian mengantarkan Suwhono ke posisi puncak kepemimpinan sebagai Direktur Utama PT Pegadaian. Di bawah kepemimpinannya, PT Pegadaian berhasil melakukan transformasi bisnis secara signifikan. Perusahaan tidak hanya berfokus pada layanan gadai, tetapi juga mengembangkan berbagai lini usaha, antara lain penjualan emas serta pembiayaan mikro, sebagai upaya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Kiprah Suwhono menjadi representasi kontribusi alumni FEB Undip dalam memimpin transformasi BUMN dan memperkuat inklusi keuangan nasional. Perjalanan kariernya menegaskan peran Undip dalam mencetak lulusan yang adaptif, visioner, dan berdaya saing di tingkat nasional.
SUCCESS STORY : Dr. Taufik Kurniawan dan Peran Alumni Undip dalam Pembangunan Nasional

Dr. Taufik Kurniawan, S.T., M.M., merupakan alumni Universitas Diponegoro yang menorehkan kiprah panjang di dunia politik nasional dan parlemen Indonesia. Lahir di Semarang pada 22 November 1967, ia dikenal sebagai sosok yang aktif dalam organisasi serta konsisten mengabdikan diri pada pelayanan publik melalui lembaga legislatif. Taufik berhasil terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Anggota DPR RI periode 2014–2019 dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk Daerah Pemilihan Jawa Tengah VII yang meliputi Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen, dengan perolehan 59.945 suara. Pada periode sebelumnya, yakni 2009–2014, ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPR RI serta bertugas di Komisi V, yang membidangi sektor perhubungan, perumahan rakyat, pekerjaan umum, serta pembangunan desa dan kawasan tertinggal. Dalam bidang akademik, Dr. Taufik Kurniawan menempuh seluruh jenjang pendidikan tingginya di Universitas Diponegoro. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik (S.T.) pada Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Undip pada tahun 1992, kemudian melanjutkan ke Program Magister Manajemen dan lulus pada tahun 1995. Komitmennya terhadap pengembangan keilmuan berlanjut hingga jenjang doktoral melalui Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro, yang diselesaikannya pada tahun 2014. Selain berkiprah di dunia akademik dan legislatif, Dr. Taufik dikenal memiliki ketertarikan kuat terhadap aktivitas organisasi. Karier politiknya diawali dengan keterlibatan aktif di Partai Amanat Nasional, termasuk menjabat sebagai Sekretaris DPW PAN Jawa Tengah, yang menjadi pijakan awal dalam perjalanan panjangnya di dunia politik nasional. Kiprah Dr. Taufik Kurniawan mencerminkan kontribusi nyata alumni Universitas Diponegoro, khususnya dari disiplin ilmu ekonomi, dalam mengisi ruang-ruang strategis pengambilan kebijakan publik. Keberhasilannya menjadi bukti peran Undip dalam mencetak pemimpin berintegritas yang berorientasi pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Success Story : Dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Menuju Puncak Dunia Bisnis Indonesia

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) mencatat salah satu kisah inspiratif alumninya melalui sosok Michael Bambang Hartono, pengusaha nasional yang dikenal luas sebagai figur sentral dalam dunia bisnis Indonesia. Bersama sang kakak, Robert Budi Hartono, beliau membangun dan mengembangkan kelompok usaha besar yang bergerak di berbagai sektor strategis, mulai dari industri rokok, perbankan, teknologi, hingga properti. Perjalanan panjang tersebut bermula dari bangku kuliah di FEB Undip, Semarang. Michael Bambang Hartono lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939. Setelah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, beliau melanjutkan peran keluarga dengan mengelola PT Djarum pascawafatnya sang ayah pada tahun 1963. Tantangan besar sempat dihadapi, termasuk musibah kebakaran pabrik yang mengakibatkan kerugian signifikan. Namun, melalui ketangguhan, inovasi, dan strategi bisnis yang berkelanjutan, PT Djarum berhasil tumbuh menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia. Di luar dunia bisnis, Michael Bambang Hartono juga menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang olahraga, khususnya cabang bridge. Beliau pernah mewakili Indonesia pada Asian Games 2018 dan berhasil meraih medali perunggu, menjadikannya salah satu atlet tertua yang meraih prestasi di ajang olahraga internasional tersebut. Capaian ini menegaskan bahwa semangat berprestasi dan daya juang dapat terus tumbuh lintas usia dan bidang. Kontribusi Michael Bambang Hartono juga tercermin dalam kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, termasuk FEB Undip. Pada peringatan 60 Tahun FEB Undip, beliau menyampaikan orasi ilmiah yang menekankan pentingnya kualitas pendidikan tinggi dalam menghadapi tantangan globalisasi dan Revolusi Industri 4.0. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing global. Kisah Michael Bambang Hartono menjadi bukti bahwa FEB Undip telah melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat luas. Dari ruang kelas hingga panggung bisnis nasional dan internasional, perjalanan beliau menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi, berintegritas, dan berkontribusi bagi bangsa.
SUCCESS STORY : Tirta Segara Menuju Kepemimpinan di OJK dan Bank Indonesia

Tirta Segara, S.E., M.BA., adalah sosok profesional yang telah mengukir perjalanan gemilang dalam dunia keuangan Indonesia. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), beliau menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat dapat menjadi landasan untuk mencapai puncak kepemimpinan di sektor publik. Lahir di Semarang pada 1963, Tirta memulai perjalanan akademiknya dengan menempuh pendidikan di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1987. Beliau kemudian melanjutkan studi di The George Washington University, memperoleh gelar Magister Administrasi Bisnis di bidang Keuangan dan Investasi pada tahun 1994 dengan beasiswa dari Bank Indonesia. Karier profesional beliau dimulai dengan bekerja di Indofood Group sebelum bergabung dengan Bank Indonesia melalui program PCPM pada tahun 1998. Selama hampir tiga dekade, beliau memegang berbagai peran, termasuk posisi kepemimpinan strategis, dan menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi dan Juru Bicara Bank Indonesia. Pada 2024, Tirta ditunjuk sebagai Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berspesialisasi di bidang Pendidikan dan Perlindungan Konsumen. Dalam peran ini, beliau berfokus pada peningkatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen, menjawab tantangan dalam pemahaman masyarakat tentang produk keuangan. Upayanya bertujuan untuk menutup kesenjangan antara inklusi keuangan dan literasi, menekankan pendidikan, regulasi, dan pengawasan penyedia layanan keuangan. Kisah Tirta Segara adalah contoh nyata bagaimana pendidikan yang kuat, visi yang jelas, dan kerja keras dapat membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, beliau tidak hanya berhasil membangun karier yang cemerlang di sektor publik, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui kebijakan layanan keuangan yang adil dan berkelanjutan.
SUCCESS STORY : Dari Bangku FEB Undip ke Pemerintahan Daerah: Perjalanan Suyono sebagai Wakil Bupati Batang

Suyono, S.IP., M.Si., merupakan alumni Program Magister Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) yang dikenal luas atas kiprahnya dalam pemerintahan daerah serta kedekatannya dengan masyarakat. Ia lahir pada 27 April 1966 dan menjabat sebagai Wakil Bupati Batang, Jawa Tengah, periode 2017–2022, mendampingi Bupati Wihaji. Selama masa kepemimpinannya, pasangan Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono mengusung tagline “Guyub Rukun Mbangun Batang”, yang merefleksikan semangat kebersamaan, gotong royong, dan pembangunan partisipatif. Tagline tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga tercermin dalam praktik kepemimpinan dan pelayanan publik di Kabupaten Batang. Dalam bidang akademik, Suyono menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Pemerintahan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram Yogyakarta dan lulus pada tahun 2007. Ia kemudian melanjutkan studi ke jenjang magister di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, yang diselesaikannya pada tahun 2014. Pendidikan di FEB Undip memperkuat pemahamannya mengenai tata kelola pemerintahan, manajemen publik, serta pengambilan kebijakan berbasis ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Suyono dikenal sebagai pemimpin yang dekat dan mudah diakses oleh masyarakat. Gaya kepemimpinannya yang sederhana, tanpa jarak protokoler yang kaku, membuatnya akrab dengan berbagai lapisan warga. Sejak menjabat sebagai wakil bupati, ia aktif melakukan blusukan ke rumah-rumah warga, khususnya masyarakat kurang mampu, serta terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial, seperti pembagian bantuan pangan, khitanan anak yatim, dan pelaksanaan salat Jumat keliling. Kiprah Suyono menunjukkan peran nyata alumni FEB Undip dalam menghadirkan kepemimpinan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Pengalamannya menjadi bukti bahwa penguatan kapasitas akademik di bidang ekonomi dan manajemen publik dapat berkontribusi langsung pada pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
SUCCESS STORY SURYO UTOMO : Menuju Kepemimpinan di Direktorat Jenderal Pajak

Suryo Utomo, S.E., Ak., M.B.T., Ph.D., adalah sosok yang telah mengukir perjalanan gemilang dalam dunia perpajakan Indonesia. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), beliau menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat dapat menjadi landasan untuk mencapai puncak kepemimpinan di sektor publik. Lahir di Indonesia, Suryo Utomo memulai perjalanan akademiknya dengan menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1992. Setelah itu, beliau melanjutkan studi di luar negeri, memperoleh gelar Master of Business Taxation dari University of Southern California, Amerika Serikat, pada tahun 1998, dan gelar Doctor of Philosophy in Taxation dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Karier profesional beliau dimulai pada tahun 1993 sebagai pelaksana di Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak. Seiring berjalannya waktu, beliau menempati berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jateng I pada tahun 2009, Direktur Peraturan Perpajakan I pada tahun 2010, dan Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian pada tahun 2015. Puncak karier beliau tercapai pada 1 November 2019, ketika beliau dilantik sebagai Direktur Jenderal Pajak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Sebagai Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo menghadapi tantangan besar, terutama saat pandemi COVID-19 melanda beberapa bulan setelah beliau menjabat. Beliau menerapkan strategi adaptif untuk menjaga penerimaan negara dengan memperluas basis pajak dan melakukan pengawasan wilayah, meski kondisi pandemi membatasi aktivitas ekonomi. Di bawah kepemimpinannya, sektor pajak diarahkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan mempertahankan stabilitas ekonomi, terutama di sektor yang bertahan selama pandemi, seperti makanan, obat-obatan, dan komunikasi. Pada peringatan Dies Natalis ke-65 FEB Undip pada 14 Maret 2025, Suryo Utomo menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Pajak: Antara Kebutuhan dan Kepatuhan”. Dalam orasinya, beliau menegaskan bahwa pajak merupakan pilar utama penerimaan negara, dengan kontribusi mencapai hampir 80% dari total pendapatan nasional. Beliau menyoroti bahwa kepatuhan pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga fondasi bagi stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pembangunan nasional.
Alumni FEB Undip dalam Kepemimpinan SDM Nasional: Kiprah Koeshartanto

Koeshartanto merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro angkatan 1980 yang memiliki rekam jejak panjang di bidang manajemen sumber daya manusia pada berbagai perusahaan nasional dan multinasional. Saat ini, ia berperan sebagai pembicara pembelajaran bagi eksekutif dan profesional PEM Akamigas di PT Pertamina (Persero), berkontribusi dalam pengembangan kepemimpinan dan kapasitas SDM strategis. Lahir pada tahun 1961, Koeshartanto menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Undip sejak tahun 1980 dan menyelesaikannya pada tahun 1985. Untuk memperkuat kompetensi manajerialnya, ia melanjutkan studi ke IPMI International Business School dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA). Karier profesional Koeshartanto dimulai di British American Tobacco sebagai National Human Resources Manager pada periode 1988–1995. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya di berbagai perusahaan besar, antara lain sebagai Head of Human Resources Division di Coca-Cola Amatil Indonesia – CJB Unit (1995–2001), serta Director of Human Resources di PT Hero Group melalui Dairy Farm/Jardine Matheson (2002–2004). Pengalaman kepemimpinannya semakin luas saat ia dipercaya menjabat sebagai Group HR Director PT Mitra Adi Perkasa Tbk (2004–2006), Country Director Operations & Human Resources Watsons Indonesia–Hutchison (2006–2007), serta Director of Human Resources & Business Support Makro Indonesia/Lotte Shopping Indonesia (2007–2010). Selanjutnya, ia mengemban amanah sebagai Group HR Director Agung Podomoro Group selama periode 2010–2016. Pada tahun-tahun berikutnya, Koeshartanto menjabat sebagai President Director KTalents Asia (2016–2017), HR & General Director PT Jasa Marga (Persero) (2017–2018), dan Director of Human Resources PT Pertamina (Persero) sejak tahun 2018. Selain itu, sejak 10 April 2019, ia dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia. Melalui perjalanan karier lintas sektor dan industri, Koeshartanto menunjukkan kontribusi nyata alumni FEB Undip dalam pengembangan kepemimpinan dan tata kelola sumber daya manusia di tingkat nasional. Kiprahnya mencerminkan peran strategis lulusan Undip dalam mendukung transformasi organisasi dan pembangunan SDM unggul Indonesia.
SUCCESS STORY : SUSANA INDAH KRIS INDRIATI, ALUMNUS FEB UNDIP 1990

Susana Indah Kris Indriati, S.E., M.M., M.Hum., C.S.A., AAAK., adalah sosok profesional yang telah mengukir perjalanan gemilang dalam dunia layanan kesehatan Indonesia. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), beliau menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat dapat menjadi landasan untuk mencapai puncak kepemimpinan di sektor publik. Lahir di Wonosobo pada 10 Mei 1972, Susana memulai perjalanan akademiknya dengan menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1990. Beliau kemudian melanjutkan studi di Universitas Gadjah Mada, memperoleh gelar Magister Manajemen pada tahun 1998 dan Magister Humaniora pada tahun 2007. Karier profesional beliau dimulai pada tahun 2000 di PT Askes (Persero) sebagai staf Kantor Cabang Jawa Tengah. Seiring berjalannya waktu, beliau menempati berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Bidang Pengembangan Kemitraan Strategis pada tahun 2008, Kepala Departemen Investasi Langsung pada tahun 2012, Kepala Grup Investasi pada tahun 2013, dan Deputi Direksi Bidang Treasury dan Investasi pada tahun 2019. Pada 22 Februari 2021, Presiden Republik Indonesia memberikan kepercayaan dan melantik beliau secara resmi sebagai Direktur BPJS Kesehatan. Dalam peran ini, beliau bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan dan investasi BPJS Kesehatan, serta memastikan keberlanjutan dan efisiensi layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Di bawah kepemimpinan beliau, BPJS Kesehatan telah melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan, termasuk penerapan teknologi informasi dalam proses administrasi dan klaim, serta pengembangan sistem pembayaran berbasis kapitasi dan INA-CBGs. Beliau juga aktif dalam menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kisah Susana Indah Kris Indriati adalah contoh nyata bagaimana pendidikan yang kuat, visi yang jelas, dan kerja keras dapat membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, beliau tidak hanya berhasil membangun karier yang cemerlang di sektor publik, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui kebijakan layanan kesehatan yang adil dan berkelanjutan.
FEB Undip Tetapkan Tata Cara Pemberian Kompensasi bagi Penerima Layanan

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menetapkan Tata Cara Pemberian Kompensasi kepada Penerima Layanan berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Nomor 41/UN7.F2/HK/I/2025, sebagai pedoman dalam menjamin kualitas dan kepuasan layanan bagi sivitas akademika serta pemangku kepentingan. Kebijakan ini bertujuan untuk mewujudkan pelayanan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada mutu, sekaligus memberikan kepastian prosedur bagi penerima layanan. Tata cara tersebut mengatur mekanisme pengajuan, verifikasi, serta penetapan kompensasi yang dilakukan secara berjenjang sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan fakultas. Melalui penetapan tata cara pemberian kompensasi ini, FEB Undip berharap seluruh unit layanan dapat terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme, serta menjadikan masukan dari penerima layanan sebagai dasar perbaikan berkelanjutan. Kebijakan ini juga menegaskan komitmen FEB Undip dalam menghadirkan layanan pendidikan yang prima, responsif, dan berintegritas. Lampiran >>> Tata Cara Pemberian Kompensasi Kepada Penerima Layanan
Success Story | Dari Mahasiswa FEB Undip hingga Menjadi Rektor Universitas Diponegoro

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan kebanggaan melalui capaian salah satu alumninya, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., yang saat ini mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Diponegoro Periode 2024–2029. Kiprah akademik dan kepemimpinan beliau menjadi representasi nyata kontribusi lulusan FEB Undip dalam pembangunan pendidikan tinggi nasional. Lahir di Grobogan pada 22 Juli 1970, Prof. Suharnomo menempuh pendidikan sarjana pada Program Studi Manajemen FEB Undip dan lulus pada tahun 1996. Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut dengan meraih gelar magister dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2003 serta gelar doktor dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada tahun 2009. Konsistensi beliau dalam pengembangan keilmuan menjadi fondasi kuat dalam perjalanan karier akademik selanjutnya. Karier Prof. Suharnomo tumbuh dan berkembang di Universitas Diponegoro. Dedikasi dan integritasnya mengantarkan beliau meraih jabatan Guru Besar Manajemen Sumber Daya Manusia pada tahun 2021. Sebelumnya, beliau dipercaya menjabat sebagai Dekan FEB Undip selama dua periode (2015–2024). Di bawah kepemimpinannya, FEB Undip mencatat berbagai capaian strategis, mulai dari penguatan tata kelola fakultas, peningkatan kualitas akademik, hingga perluasan jejaring nasional dan internasional. Kini, sebagai Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Suharnomo mengusung visi “UNDIP Bermartabat dan UNDIP Bermanfaat”, dengan komitmen menjadikan UNDIP sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat. Gaya kepemimpinan yang visioner, komunikatif, dan inklusif menjadikan beliau figur inspiratif bagi civitas akademika. Kisah perjalanan Prof. Dr. Suharnomo merupakan bukti bahwa FEB Undip tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga pemimpin berkarakter dan berdaya saing global. Dari bangku kuliah hingga memimpin almamater tercinta, beliau menjadi teladan bahwa dedikasi, keilmuan, dan pengabdian yang konsisten mampu mengantarkan pada peran strategis bagi bangsa dan negara.
