Pengumuman Pengembalian UKT Semester Gasal 2025/2026 bagi Mahasiswa Tingkat Akhir

Universitas Diponegoro (Undip) menerbitkan kebijakan terbaru mengenai pengembalian Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa tingkat akhir semester gasal 2025/2026. Ketentuan ini merupakan tindak lanjut dari surat Nomor 134/UN7.A2/KU/X/2025. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa mahasiswa yang mengambil mata kuliah kurang dari atau sama dengan 6 SKS pada semester 7 dan seterusnya untuk program Diploma Tiga, serta semester 9 dan seterusnya untuk program Sarjana atau Sarjana Terapan, dan telah membayar UKT semester gasal 2025/2026, berhak mengajukan pengembalian UKT.Kebijakan ini menggantikan aturan sebelumnya yang membatasi pengembalian maksimal 50 persen. Ketentuan Pengajuan Pengembalian UKT Mahasiswa yang memenuhi syarat dapat mengajukan permohonan pengembalian UKT dengan ketentuan berikut: Mengunggah surat permohonan yang ditujukan kepada Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, Aset, Bisnis, dan Kerumahtanggaan (WR II) melalui laman SSO menu “Form”, disertai dokumen pendukung: IRS semester gasal 2025/2026 Bukti pembayaran UKT semester gasal 2025/2026 Buku tabungan atas nama mahasiswa yang bersangkutan Surat keterangan pembimbing skripsi/tugas akhir atau surat keterangan lulus Batas waktu unggah dokumen adalah 3 November 2025. Fakultas/Sekolah melakukan verifikasi dan persetujuan melalui sistem SSO. Proses pengembalian akan dilakukan secara bertahap setelah verifikasi tingkat universitas selesai. Penegasan dan Tindak Lanjut Rektor Undip menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk perhatian universitas terhadap mahasiswa tingkat akhir agar proses akademik dapat diselesaikan dengan lancar tanpa beban finansial berlebih.Fakultas diminta segera menginformasikan ketentuan ini kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria agar dapat mengajukan pengembalian UKT sebelum batas waktu yang ditentukan. lampiran:
Dies Natalis ke-68 Undip: Semangat Intelektual Menuju Budaya Kewirausahaan yang Berdaya Saing Global

Tembalang, 15 Oktober 2025 — Universitas Diponegoro (Undip) memperingati Dies Natalis ke-68 dengan semangat dan optimisme tinggi di bawah tema “Inovasi untuk Bangsa.” Di usia yang ke-68 tahun, Undip menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Momentum ini juga menjadi pengingat penting akan peran Undip sebagai universitas yang membumikan budaya kewirausahaan di kalangan sivitas akademika, sejalan dengan arah pengembangan kampus sebagai institusi riset dan inovasi kelas dunia. Dalam rangkaian peringatan ini, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip turut memberikan warna tersendiri dalam memperkuat budaya kewirausahaan di kalangan sivitas akademika, dimana hal ini merupakan cerminan nyata dari misi FEB untuk menumbuhkan karakter kewirausahaan yang berpijak pada keilmuan dan nilai integritas, sekaligus memperkuat peran fakultas sebagai motor penggerak ekonomi kreatif dan inovatif di lingkungan universitas. Selama hampir tujuh dekade, perjalanan Undip menjadi bukti dedikasi dan konsistensi sivitas akademika dalam mewujudkan universitas yang unggul, berintegritas, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., Undip semakin melesat menjadi perguruan tinggi yang adaptif terhadap dinamika global, berdaya saing internasional, dan berorientasi pada kebermanfaatan. Bagi FEB Undip, peringatan Dies Natalis tahun ini menjadi momentum reflektif untuk memperkuat identitasnya sebagai Kampus Kewirausahaan, pusat lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berjiwa mandiri. Melalui berbagai program pengembangan, riset terapan, dan kegiatan kolaboratif yang digerakkan oleh Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Universitas Diponegoro (KKIB Undip), fakultas ini secara berkelanjutan menanamkan nilai-nilai kewirausahaan berbasis keilmuan dan kontribusi nyata untuk bangsa. Peran Strategis FEB Undip dalam Mencetak Wirausaha Cerdas FEB Undip selama ini dikenal memiliki visi sebagai fakultas yang berkarakter kewirausahaan, melalui program kewirausahaan yang berorientasi pada pengembangan kapasitas mahasiswa, fakultas ini berupaya menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendorong terciptanya ide-ide usaha yang kreatif dan berkelanjutan. Berbagai kegiatan seperti Expo Kewirausahaan FEB Undip, pelatihan bisnis, dan pendampingan startup mahasiswa menjadi bentuk nyata dari komitmen fakultas dalam membangun budaya wirausaha di kampus. Dukungan kelembagaan dari KKIB Undip juga memperkuat fungsi fakultas sebagai laboratorium praktik kewirausahaan, tempat mahasiswa menguji ide, mengembangkan produk, hingga mempersiapkan diri sebagai wirausaha muda yang tangguh dan beretika. Melalui momentum Dies Natalis ke-68 ini, FEB Undip menjadi pengingat bagi seluruh mahasiswa, dosen, dan alumni untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin dalam memperkaya ekosistem kewirausahaan di Universitas Diponegoro. Budaya kewirausahaan yang dikembangkan diharapkan tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran, perluasan jejaring, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Pesan dan Harapan: Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat Di usia yang ke-68 tahun, Universitas Diponegoro terus meneguhkan komitmennya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi demi kemajuan bangsa. Perjalanan panjang Undip adalah bukti nyata konsistensi sivitas akademika dalam mewujudkan universitas yang unggul, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Semangat “Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat” menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan. Melalui penguatan nilai keilmuwan dan budaya kewirausahaan, FEB Undip siap melahirkan lebih banyak inovator muda yang mampu membawa perubahan positif di tingkat nasional maupun global. Dirgahayu ke-68 Universitas Diponegoro.Undip Jaya, Undip Juara!
Jadwal Tindak Lanjut Penyesuaian UKT Mahasiswa Tingkat Akhir Semester Gasal TA 2025/2026

Semarang, 19 September 2025 – Universitas Diponegoro (Undip) mengumumkan tindak lanjut penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa tingkat akhir program Sarjana dan Diploma. Kebijakan ini ditetapkan melalui Surat Nomor 472/UN7.A2/KU/IX/2025 tertanggal 11 September 2025. Dalam surat tersebut, mahasiswa yang telah mengikuti program penyesuaian berupa pembebasan UKT namun belum melakukan pembayaran diwajibkan mengikuti rangkaian tindak lanjut sesuai jadwal. Proses ini dimulai pada 15 September hingga 3 Oktober 2025 dengan tahapan pengunggahan dokumen, verifikasi, hingga finalisasi. Jadwal pelaksanaan penyesuaian UKT mahasiswa tingkat akhir adalah sebagai berikut: 15–25 September 2025: Pengunggahan Surat Keterangan Lulus (SKL) di laman https://ukt.undip.ac.id bagi mahasiswa yang lulus maksimal 25 Agustus 2025. 26–30 September 2025: Verifikasi pengajuan penyesuaian UKT di tingkat Fakultas/Sekolah. 1 Oktober 2025: Batas akhir penyampaian usulan penyesuaian UKT dari Fakultas/Sekolah ke Universitas. 2 Oktober 2025: Verifikasi penyesuaian UKT di tingkat Universitas. 3 Oktober 2025: Finalisasi tindak lanjut penyesuaian UKT mahasiswa tingkat akhir. Dengan adanya penetapan jadwal ini, Undip berharap seluruh mahasiswa tingkat akhir dapat segera melengkapi persyaratan sesuai prosedur sehingga penyelesaian studi dapat berjalan lancar. Informasi resmi mengenai mekanisme penyesuaian UKT dapat diakses melalui laman Undip dan fakultas terkait. lampiran :
Pengumuman Pengembalian Biaya Pendidikan Semester Gasal 2025/2026

Semarang, 6 Agustus 2025 — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyampaikan informasi penting kepada seluruh mahasiswa terkait kebijakan pengembalian biaya pendidikan untuk Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026. Mengacu pada Surat Keputusan Rektor Universitas Diponegoro Nomor: 180/UN7.A/HK/III/2025 tentang Kalender Akademik TA 2025/2026, mahasiswa yang telah dinyatakan lulus maksimal pada tanggal 25 Agustus 2025 dan telah melakukan pembayaran biaya pendidikan semester gasal, berhak mengajukan permohonan pengembalian biaya pendidikan. Persyaratan Pengajuan Mahasiswa wajib mengunggah dokumen berikut melalui laman SSO masing-masing: Surat permohonan yang ditujukan kepada Wakil Rektor Perencanaan, Keuangan, Aset, Bisnis, dan Kerumahtanggaan, ditandatangani oleh pimpinan fakultas/sekolah. Legalisir Surat Keterangan Lulus (SKL). Fotokopi bukti pembayaran. Fotokopi buku tabungan atas nama mahasiswa. Batas Waktu Unggah Pengajuan dan unggah dokumen dilakukan maksimal hingga 31 Agustus 2025. Proses pengembalian akan dilakukan secara bertahap setelah tanggal tersebut. FEB Undip mengimbau seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat untuk segera melengkapi dan mengunggah dokumen sesuai ketentuan. lampiran : Surat Edaran Pengembalian Biaya Pendidikan Semester Gasal 2025/2026
Alumni Tebar Benih Ikan di Embung FEB Undip, Dukung Pelestarian Ekosistem Perairan

Tembalang, 5 Juli 2025 — Embung Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menjadi lokasi kegiatan penebaran benih ikan oleh alumni SMP Negeri 2 Semarang. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pelestarian ekosistem perairan. Kegiatan yang ini turut dihadiri oleh Dekan FEB Undip, Prof. Faisal. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif alumni yang tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga memperkuat sinergi antara masyarakat dan institusi pendidikan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Penebaran benih ikan di embung kampus tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup. FEB Undip, sebagai bagian dari institusi pendidikan tinggi, terus mendorong berbagai kegiatan yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan pelibatan aktif masyarakat.
FEB Undip dan Kemenko PM Gelar FGD Sinergi Pengentasan Kemiskinan dan Penguatan UMKM

Tembalang, 4 Juli 2025 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertempat di Ruang Sidang Senat FEB Undip. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung program pengentasan kemiskinan serta peningkatan level Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, menegaskan komitmen institusinya untuk berperan aktif dalam program nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “FEB Undip 100% siap berkontribusi secara aktif dalam mendukung program pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama yang berada di zona kemiskinan. Ini tantangan sekaligus tanggung jawab bagi kami,” ujarnya. Diskusi yang berlangsung di Ruang Sidang Senat FEB Undip ini menyoroti pentingnya pendekatan pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya bergantung pada bantuan langsung, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dan kemandirian. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha dinilai sebagai elemen kunci dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat dan berkelanjutan. Lebih lanjut, forum ini juga membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan pengalaman lintas sektor, dengan harapan bahwa model sinergi yang dikembangkan di Jawa Tengah dapat menjadi prototipe yang direplikasi di daerah lain di Indonesia. FEB Undip, melalui kegiatan ini, menunjukkan peran strategisnya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga turut serta dalam pembangunan sosial-ekonomi masyarakat. (humas feb undip)
Perkuat Jejaring Akademik Global: Dosen FEB Undip Bawa Riset Bisnis Keluarga ke IFERA 2025 di Kroasia

Semarang, 24 Juni 2025 — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menunjukkan eksistensinya dalam jejaring akademik internasional melalui partisipasi dosennya, Lala Irviana, S.Sos., S.E., M.M., dosen Departemen Manajemen FEB Undip, dalam konferensi internasional IFERA (The International Family Enterprise Research Academy) 2025 yang digelar di Zadar, Kroasia, pada 10–13 Juni 2025. Dalam kesempatan ini, Lala Irviana mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Women’s Identity and Legitimacy in Family Business: A Micro-Foundational Perspective on Cultural, Religious and Societal Values” yang terpilih sebagai bagian dari Work in Progress discussion sessions. IFERA merupakan organisasi riset non-profit berskala global yang didirikan pada tahun 2001 dan secara khusus mewadahi para peneliti dalam bidang bisnis keluarga (family business). Tahun ini, IFERA menerima total 505 pengajuan karya ilmiah dari penulis yang mewakili 38 negara, dengan lima negara terbanyak berasal dari Italia, Jerman, Spanyol, Belgia, dan Austria. Konferensi ini terdiri atas tujuh jenis sesi, termasuk plenary session, Full Paper discussion session, Work in Progress discussion session, Practice Session, Special Session, Doctoral Consortium and Social event. Partisipasi Lala Irviana dalam IFERA 2025 menjadi kontribusi kelima secara berturut-turut setelah sebelumnya juga turut hadir dalam IFERA Summer School 2021, serta konferensi IFERA di Spanyol (2022), Polandia (2023), dan Portugal (2024). Keikutsertaan ini didukung penuh oleh Universitas Diponegoro melalui program World Class University (WCU) dalam skema International Academics Networking (IAN). Keterlibatan dosen FEB Undip dalam forum ilmiah sekelas IFERA menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi FEB sebagai bagian dari jejaring akademik global, khususnya dalam bidang family business. Selain memperluas wawasan akademik, partisipasi ini juga berkontribusi dalam memperkuat reputasi FEB Undip sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kolaborasi riset internasional. Melalui keikutsertaan aktif dalam forum-forum seperti IFERA, FEB Undip berharap dapat terus mendorong munculnya peneliti-peneliti baru di bidang bisnis keluarga di Indonesia, serta memperkuat arah pengembangan riset yang berorientasi pada pencapaian standar kelas dunia. sumber: Inews Jateng
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025 Kini Dibuka!

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi kembali membuka pendaftaran Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (Beasiswa PDDI) Tahun 2025. Program ini ditujukan bagi para dosen di lingkungan perguruan tinggi yang berada di bawah koordinasi Kemdiktisaintek sebagai bagian dari upaya peningkatan kualifikasi akademik dan pengembangan karier dosen di Indonesia. Beasiswa PDDI memberikan dukungan pembiayaan studi jenjang doktoral di perguruan tinggi terbaik dalam negeri. Selain itu, tersedia pula skema joint degree maupun double degree yang memungkinkan dosen menempuh pendidikan di kampus mitra luar negeri. Program ini menawarkan sejumlah manfaat, di antaranya: Biaya pendidikan jenjang doktoral Kesempatan kuliah di kampus ternama dalam atau luar negeri Mendukung karier dan peningkatan kompetensi dosen Tertarik mendaftar? Bagi dosen yang tertarik untuk mendaftar, informasi lengkap mengenai syarat, ketentuan, serta panduan pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi: https://beasiswa.kemdikbud.go.id/beranda Buku panduan resmi Beasiswa PDDI 2025 juga dapat diunduh melalui tautan: Buku Panduan PDDI 2025 (unduh) Mari manfaatkan kesempatan ini untuk terus belajar dan berkembang demi pendidikan Indonesia yang lebih baik!
FEB Undip dan Kementerian Perdagangan RI Gelar Konsultasi Publik Bahas Respons Strategis terhadap Kebijakan Tarif Amerika Serikat

Semarang, 2 Juni 2025 — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menyelenggarakan Konsultasi Publik bertajuk “Kebijakan Perdagangan Internasional Indonesia untuk Menindaklanjuti Kebijakan Tarif Amerika Serikat.” Kegiatan ini berlangsung di Hall Pertamina FEB Undip sebagai bagian dari forum diskusi strategis antara akademisi dan pemerintah dalam merespons dinamika perdagangan global. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah penting untuk menjembatani kontribusi sivitas akademika terhadap kebijakan nasional. “FEB Undip berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi berbasis akademik dalam penyusunan kebijakan publik, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan internasional,” ungkap Prof. Faisal. kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuliah umum oleh Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag), Rusmin Amin. Dalam paparannya, Rusmin Amin menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan untuk terus bersinergi dengan kalangan universitas dan akademisi dalam menghadapi tantangan global di sektor perdagangan. Ia menyoroti kebijakan tarif Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump yang berdampak pada beberapa sektor ekspor unggulan Indonesia. “Kolaborasi antara pemerintah dan kampus sangat penting dalam merumuskan langkah strategis untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan ekspor nasional,” tegasnya. Adapun sesi diskusi publik ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kementerian Perdagangan RI dan akademisi dari FEB Undip. Turut hadir dan memberikan paparan antara lain: Olvy Andrianita – Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional (Puska PI) BKPerdag, Steven Raja Ingot, S.E., M.E. – Analis Perdagangan Ahli Muda, Ridho Meyrandoyo Hastjarjo, S.E., M.Pub.Pol. – Analis Perdagangan Ahli Muda, Dr. Jaka Aminata, S.E., M.A. – Ketua Program Studi S1 Ekonomi FEB Undip. Diskusi dipandu oleh Fathimah Kurniawati, S.E., M.Ec.Dev., dosen FEB Undip. Dimana dalam sesi diskusi, para narasumber menyampaikan hasil analisis mendalam mengenai dampak kebijakan perdagangan internasional terhadap ekspor Indonesia serta berbagai skenario kebijakan untuk memitigasi risiko tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Hasil kajian ini diharapkan menjadi masukan konkret dalam penyusunan kebijakan perdagangan nasional yang lebih adaptif dan resilien. Melalui kegiatan ini, FEB Undip menegaskan kembali perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan kebijakan berbasis riset, serta menjadi pusat pemikiran yang mendorong lahirnya solusi kebijakan yang aplikatif dan berdampak nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.
LKDPDEM UNDIP Sambangi FEB: Perkuat Edukasi Etika dan Pencegahan Kekerasan di Kampus

Semarang, 16 Mei 2025 — Universitas Diponegoro melalui UPT Layanan Konsultasi, Disabilitas, Penegakan Disiplin, dan Etika Mahasiswa (LKDPDEM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perlindungan terhadap sivitas akademika melalui kegiatan edukatif dan penguatan kapasitas. Dalam rangka roadshow ke-13 di lingkungan fakultas/sekolah, UPT LKDPDEM menggandeng Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip sebagai tuan rumah pelaksanaan pelatihan bertajuk “Teknik Pemeriksaan Pelaku, Korban, dan Saksi pada Kasus Kekerasan Fisik dan Seksual”, yang digelar di Hall Pertamina FEB Undip. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan dan profesionalitas Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UNDIP dalam menangani berbagai kasus kekerasan di lingkungan kampus. Dibuka oleh Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB Undip, kegiatan ini disambut antusias oleh peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Dalam sambutannya, Prof. Harjum menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kampus terhadap isu-isu kekerasan, serta sebagai upaya membangun lingkungan akademik yang aman dan suportif. “Kampus harus menjadi ruang aman untuk semua. Diperlukan kesiapan dari seluruh unsur di kampus, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun empati. Semua pihak harus menigkatkan kewaspadaan (awareness) terhadap isu-isu kekerasan baik dari hal terkecil hingga yang paling besar.” ujarnya. Dua narasumber dari Satgas PPKPT Undip turut hadir sebagai pemateri utama dalam pelatihan ini, yaitu Annastasia Ediati, S.Psi., M.Sc., Ph.D., dari Fakultas Psikologi, dan Dr. Anak Agung Sagung Manik Mahachandra Jayanthi Mertha, S.T., M.Sc., dari Fakultas Teknik. Keduanya menyampaikan materi secara interaktif dan aplikatif terkait teknik komunikasi dan pemeriksaan dalam penanganan kasus kekerasan, dengan pendekatan berbasis korban. Melalui kegiatan ini, UPT LKDPDEM Undip berharap dapat memperkuat jejaring penanganan kasus kekerasan di seluruh fakultas dan sekolah. Lebih jauh, pelatihan ini menjadi momen penting dalam membangun budaya kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai empati, keadilan, dan perlindungan bagi seluruh sivitas akademika. Dengan adanya peningkatan kapasitas ini, diharapkan Satgas PPKPT Undip mampu memberikan pendampingan yang lebih humanis, profesional, dan berpihak kepada korban.

