Kiprah Alumni FEB Undip dalam Pemerintahan Daerah: Balqis Diab

Balqis Diab (lahir 22 Juli 1970) adalah politikus Partai Golongan Karya yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Pekalongan masa jabatan 2025–2030. Ia menjabat sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Ia merupakan istri dari Wali Kota Pekalongan Muhammad Basyir Ahmad Syawie. Balqis sempat menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pekalongan. Balqis menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Unikal tahun 1993, kemudian melanjutkan kembali Sarjana Agama Islam di IAIN Walisongo Semarang dan lulus tahun 1996. Tahun 2009, Balqis berhasil meraih gelar Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis di Universitas Diponegoro. Berpasangan dengan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., Balqis berhasil memenangkan pemilu tahun 2024 untuk menjadi pasangan walikota dan wakil walikota Pekalongan. sumber : undip
Esther Sri Astuti: Dari Alumni Sarjana Ekonomi FEB Undip Menjadi Direktur Eksekutif INDEF

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menunjukkan kontribusinya dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang berkiprah di tingkat nasional. Salah satu sosok inspiratif tersebut adalah Dr. Esther Sri Astuti Soeryaningrum Agustin, S.E., M.S.E., Ph.D., alumni Program Studi Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang saat ini dipercaya menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), salah satu lembaga kajian ekonomi paling berpengaruh di Indonesia. Perjalanan Esther menjadi bukti bahwa lulusan FEB Undip tidak hanya mampu berkarier di dunia bisnis dan pemerintahan, tetapi juga berkontribusi sebagai pemikir dan penggerak kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Berawal dari bangku kuliah Program Studi Sarjana Ekonomi Universitas Diponegoro, Esther mengembangkan ketertarikan yang kuat terhadap isu-isu pembangunan ekonomi, perdagangan internasional, dan kebijakan publik. Fondasi keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FEB Undip menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik dan profesionalnya. Sebagai bagian dari tradisi akademik Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB Undip, ia tumbuh dengan semangat untuk memahami berbagai persoalan ekonomi secara kritis dan berbasis data. Semangat belajar tersebut membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan magister, Esther berhasil meraih gelar doktor dari Maastricht University, Belanda. Pengalaman akademik internasional tersebut memperkaya perspektifnya dalam memahami berbagai tantangan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun global. Karier profesional Esther berkembang melalui perpaduan antara aktivitas akademik, penelitian, dan advokasi kebijakan. Ia dikenal sebagai ekonom yang aktif meneliti berbagai isu strategis seperti pembangunan ekonomi, industri, perdagangan, ketahanan pangan, hingga transformasi ekonomi nasional. Konsistensinya dalam menghasilkan kajian yang relevan dan berbasis bukti menjadikannya salah satu ekonom yang banyak menjadi rujukan dalam diskursus kebijakan publik di Indonesia. Sejak bergabung dengan INDEF pada tahun 2008, Esther terus menunjukkan dedikasi dalam mengembangkan riset ekonomi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional. Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun sebagai peneliti ekonomi, khususnya pada bidang pertanian dan pangan, ia dipercaya memimpin INDEF sebagai Direktur Eksekutif. Amanah tersebut menempatkannya pada posisi strategis untuk mengarahkan berbagai kajian dan rekomendasi kebijakan yang menjadi referensi bagi pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat luas. Perjalanan Esther Sri Astuti menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari posisi di korporasi atau pemerintahan. Menjadi pemikir, peneliti, dan penggerak kebijakan publik juga merupakan bentuk kepemimpinan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Henri Gunawan: Dari Kampus Undip Menuju Puncak Kepemimpinan Keuangan Nasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah salah satu alumninya, Henri Gunawan, yang saat ini menjabat sebagai Vice President Director sekaligus Chief Financial Officer (CFO) PT MNC Guna Usaha Indonesia (MNC Leasing). Perjalanan kariernya menjadi bukti bahwa pendidikan yang kuat, dedikasi, dan semangat untuk terus berkembang dapat mengantarkan seseorang menuju posisi strategis di dunia bisnis dan keuangan nasional. Henri Gunawan menempuh pendidikan Sarjana Akuntansi di Universitas Diponegoro pada periode 1993–1998. Fondasi keilmuan yang diperolehnya selama menjadi mahasiswa FEB Undip menjadi bekal penting dalam membangun karier profesional di bidang akuntansi, keuangan, perpajakan, audit, dan manajemen korporasi. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Henri melanjutkan studi Magister Akuntansi di Universitas Indonesia untuk memperkuat kompetensi akademik dan profesionalnya. Setelah itu, ia bergabung dengan PT Astra Otoparts Tbk dan terus berkembang hingga menduduki berbagai posisi manajerial di bidang akuntansi, anggaran, perpajakan, dan keuangan. Pengalaman di salah satu grup bisnis terbesar di Indonesia tersebut membentuk kemampuan teknis dan kepemimpinannya dalam mengelola organisasi berskala besar. Puncak perjalanan karier Henri semakin terlihat ketika ia dipercaya menjadi Chief Financial Officer pada perusahaan multifinance nasional dan perusahaan terbuka. Dalam kapasitas tersebut, ia berhasil memimpin berbagai strategi pendanaan korporasi, termasuk memperoleh pembiayaan sindikasi internasional dan menerbitkan instrumen pasar modal bernilai ratusan miliar rupiah. Sejak tahun 2019, Henri bergabung dengan PT MNC Guna Usaha Indonesia (MNC Leasing), anak perusahaan dari MNC Group. Berkat kepemimpinan dan pengalamannya yang luas, ia dipercaya sebagai Direktur merangkap CFO, dan kemudian diangkat menjadi Vice President Director. Dalam perannya, Henri berhasil memimpin penghimpunan pendanaan lebih dari Rp2 triliun dari berbagai lembaga keuangan serta berkontribusi dalam masuknya investor strategis internasional ke dalam perusahaan. Perjalanan Henri Gunawan mencerminkan nilai-nilai yang senantiasa ditanamkan di FEB Undip: integritas, profesionalisme, kompetensi, dan semangat belajar sepanjang hayat. Dari seorang mahasiswa Akuntansi di Tembalang hingga menjadi pemimpin keuangan pada perusahaan nasional, kisahnya menunjukkan bahwa kesuksesan dibangun melalui kerja keras, kemampuan beradaptasi, dan keberanian mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Muhammad Fadjar Churniawan : Mengabdi untuk Daerah Berbekal Keilmuan dan Kepemimpinan

Muhammad Fadjar Churniawan adalah seorang pegawai negeri sipil dan administrator publik Indonesia yang menjabat sebagai Bupati Kepulauan Seribu sejak 13 November 2024. Ia menjabat setelah pendahulunya, Junaedi, meninggal dunia. Fadjar telah memegang sejumlah jabatan di pemerintahan daerah Jakarta, termasuk sebagai Camat Pesanggrahan dan Wakil Bupati Kepulauan Seribu. Fadjar Churniawan menyelesaikan studi sarjana ekonomi di Universitas Diponegoro pada tahun 1997 dan memperoleh gelar master dalam ekonomi pembangunan dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2002. Karier Churniawan di bidang pelayanan publik dimulai pada tahun 1998 sebagai staf di Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Selatan. Dari tahun 1998 hingga 2004, beliau menjabat sebagai staf di Sekretariat, sebelum diangkat sebagai kepala rotasi pegawai negeri sipil dari tahun 2004 hingga 2008. Pada tahun 2008, beliau sempat menjabat sebagai Kepala Subbagian Pengembangan Karir dan selanjutnya menjabat sebagai staf di Sekretariat hingga tahun 2009. Pada tahun 2009, Churniawan dipromosikan menjadi sekretaris kecamatan Kebayoran Lama, menjabat hingga tahun 2012. Churniawan kemudian menjadi wakil kepala kecamatan Pesanggrahan selama lima tahun, dari tahun 2012 hingga 2017. Pada tahun 2017, ia diangkat menjadi kepala unit pengadaan tanah Jakarta Selatan sebelum kembali ke Pesanggrahan sebagai kepala dari tahun 2017 hingga 2019. Ia sempat menjabat sebagai kepala badan kepegawaian daerah Jakarta Selatan dari tahun 2019 hingga 2020 sebelum kembali ke jabatan lamanya sebagai kepala kecamatan dari tahun 2020 hingga 2021. Pada tanggal 20 Agustus 2021, Fadjar menjabat jabatan pertamanya di pemerintahan daerah Jakarta, sebagai wakil bupati Kepulauan Seribu di bawah Junaedi. Setelah kematian Junaedi pada 13 November 2024, Fadjar menjadi penjabat bupati Kepulauan Seribu. Dia menjabat sebagai bupati secara definitif pada 7 Mei 2025 setelah lulus uji kelayakan dan kepatutan oleh DPRD Jakarta empat hari sebelumnya. Jabatannya sebagai wakil bupati digantikan oleh Aceng Zaeni. sumber : Universitas Diponegoro
Alumni FEB Undip Berkiprah di LPS, Wening Cahyaningtyas Jabat Treasury Group Director

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali mencatat kiprah alumninya di tingkat nasional melalui perjalanan karier Wening Cahyaningtyas, alumni Program Studi Akuntansi FEB Undip, yang saat ini menjabat sebagai Treasury Group Director di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan pengalaman profesional lebih dari dua dekade, Wening memiliki kompetensi di bidang treasury management, strategic planning, risk management, serta tata kelola keuangan institusi. Dalam perannya di LPS, ia bertanggung jawab terhadap pengelolaan treasury, strategi pendanaan, investasi, serta penguatan ketahanan finansial lembaga. Sebelum menempati posisi tersebut, Wening juga pernah menjabat sebagai Division Head of Corporate Performance and Reporting serta Division Head of Strategic Planning di LPS. Selain itu, ia memiliki pengalaman profesional di Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam pengembangan standar akuntansi dan sertifikasi profesi akuntan. Dalam bidang akademik, Wening menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi di FEB Undip, kemudian melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) in Global Financial Services di Coventry University of London serta Master of Law (MH) in Business Law di Universitas Gadjah Mada. Ia juga merupakan Registered Accountant yang terdaftar di Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Capaian tersebut menjadi representasi kontribusi alumni FEB Undip dalam sektor keuangan nasional sekaligus diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi akademik, profesionalisme, dan daya saing global.
Dr. Andriyani: Tumbuh Bersama FEB Undip, Berkarya untuk Kemajuan Institusi

Dr. Andriyani, S.E., M.M. merupakan alumni Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Pengelola Usaha Bisnis Komersial dan Analisis Risiko Universitas Diponegoro. Kiprahnya mencerminkan perjalanan seorang alumni yang terus bertumbuh bersama almamater, mengabdikan kompetensi di bidang manajemen untuk mendukung penguatan tata kelola dan pengembangan bisnis universitas. Perjalanan akademiknya dimulai di FEB Undip dengan menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi, kemudian melanjutkan studi Magister Manajemen di universitas yang sama. Semangat belajar sepanjang hayat membawanya meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada. Bekal akademik tersebut menjadi fondasi dalam membangun kepakaran di bidang leadership dan organization, yang kini menjadi bagian penting dalam perjalanan profesionalnya. Sebelum mengemban jabatan saat ini, Dr. Andriyani dipercaya memimpin Program Studi D-III Manajemen PSDKU Undip Kampus Rembang, berkontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas di daerah. Pengalaman tersebut kemudian membawanya mengemban tanggung jawab yang lebih luas sebagai Kepala Badan Pengelola Usaha Bisnis Komersial dan Analisis Risiko Universitas Diponegoro, dengan fokus pada penguatan pengelolaan unit bisnis serta tata kelola risiko institusi. Bagi Dr. Andriyani, kembali berkarya di almamater merupakan kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Universitas Diponegoro. Perjalanannya menjadi bukti bahwa alumni FEB Undip tidak hanya mampu membangun karier profesional, tetapi juga mengambil peran strategis dalam memperkuat tata kelola, inovasi, dan keberlanjutan institusi pendidikan tinggi, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus belajar, berkembang, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Anom Widiyantoro : Alumni FEB Undip Dipercaya Memimpin Kabupaten Pemalang

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menghadirkan kisah inspiratif melalui perjalanan salah satu alumninya, Anom Widiyantoro, S.E., M.M., yang dipercaya mengemban amanah sebagai Bupati Pemalang untuk masa jabatan 2025–2030. Berbekal pengalaman panjang di dunia korporasi, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Anom membawa perspektif profesional dalam mengawal pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat. Lahir pada 20 Maret 1970, Anom Widiyantoro menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Cimahi dan Bandung sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1996, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran dan lulus pada tahun 2005. Bekal akademik di bidang ekonomi dan manajemen menjadi landasan penting dalam membangun kemampuan kepemimpinan, pengelolaan organisasi, dan pengambilan keputusan strategis. Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, Anom Widiyantoro mengembangkan karier profesional di sektor BUMN. Ia dipercaya menduduki berbagai posisi strategis hingga menjabat sebagai Direktur PT Wijaya Karya Realty, salah satu anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Pengalaman tersebut memperkaya kompetensinya dalam pengelolaan bisnis, tata kelola perusahaan, serta pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan. Pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024, Anom Widiyantoro memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Kabupaten Pemalang sebagai Bupati Pemalang periode 2025–2030. Ia resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta. Amanah tersebut menjadi babak baru pengabdiannya dalam membawa pengalaman profesional ke dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Perjalanan Anom Widiyantoro menjadi bukti bahwa lulusan FEB Undip mampu berkiprah di berbagai sektor, mulai dari dunia korporasi hingga pemerintahan. Kiprahnya mencerminkan pentingnya perpaduan antara kompetensi akademik, pengalaman profesional, dan integritas dalam menghadirkan kepemimpinan yang adaptif serta berorientasi pada kemajuan masyarakat. Kisah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FEB Undip untuk terus mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Dr. Herry Laksito: Mengabdi Lewat Akuntansi, Menguatkan Tata Kelola Universitas

Dr. Herry Laksito, S.E., Ak., M.Adv.Acc merupakan alumni Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) yang saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Akuntansi dan Perpajakan Universitas Diponegoro. Kiprahnya mencerminkan dedikasi yang konsisten dalam pengembangan tata kelola keuangan perguruan tinggi melalui perpaduan kompetensi akademik, profesionalisme, dan integritas. Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di FEB Undip, Dr. Herry melanjutkan studi ke Curtin University of Technology, Australia, dan meraih gelar Master of Accounting and Business Information Technology. Bekal akademik tersebut menjadi fondasi dalam perjalanan kariernya sebagai akademisi sekaligus praktisi di bidang akuntansi dan perpajakan. Di Universitas Diponegoro, Dr. Herry telah mengemban berbagai amanah strategis, mulai dari Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), Ketua Program Studi D-III Akuntansi, hingga dipercaya menduduki sejumlah jabatan di Direktorat Keuangan sebelum akhirnya menjabat sebagai Wakil Direktur Akuntansi dan Perpajakan. Perjalanan tersebut menunjukkan konsistensinya dalam mendukung penguatan tata kelola keuangan dan pengembangan institusi. Perjalanan Dr. Herry Laksito menjadi bukti bahwa alumni FEB Undip tidak hanya berkiprah di dunia industri, tetapi juga memberikan kontribusi nyata melalui pengembangan pendidikan tinggi. Dengan kompetensi, integritas, dan komitmen terhadap tata kelola yang baik, ia terus berperan dalam mendukung kemajuan Universitas Diponegoro sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berkarya melalui profesi akuntan.
AUTO2000 Campus Hiring Hadir di Undip, Buka Peluang Karier bagi Talenta Muda

Universitas Diponegoro kembali menjadi tuan rumah kegiatan rekrutmen perusahaan nasional melalui program campus hiring yang diselenggarakan oleh PT Astra International Tbk. – Toyota Sales Operation (AUTO2000). Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 25 Februari 2026 dan menjadi bagian dari upaya mempertemukan dunia industri dengan talenta muda potensial dari lingkungan kampus. AUTO2000 membuka kesempatan bagi mahasiswa dan alumni untuk bergabung dan bertumbuh bersama perusahaan melalui berbagai posisi yang disesuaikan dengan kualifikasi dan minat kandidat. Informasi lengkap mengenai posisi yang tersedia serta persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram resmi @careerauto2000. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan bit.ly/Auto2000CampusHiring dengan batas akhir registrasi pada 24 Februari 2026. Kegiatan ini bersifat invitation only, sehingga peserta yang dapat mengikuti rangkaian seleksi adalah kandidat yang menerima undangan resmi melalui email setelah proses administrasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dan alumni Universitas Diponegoro dapat memanfaatkan peluang karier yang tersedia, memperluas jejaring profesional, serta mempersiapkan diri untuk berkontribusi di industri otomotif nasional.
Prof. Dr. Darsono: Dedikasi Tanpa Henti Mengabdi untuk Ilmu, Institusi, dan Bangsa

Di balik perkembangan dan reputasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) sebagai salah satu institusi pendidikan ekonomi dan bisnis terkemuka di Indonesia, terdapat sosok-sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan, tata kelola, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah Dr. Darsono, S.E., Akt., MBA, Guru Besar Akuntansi FEB Undip yang telah mengabdikan lebih dari tiga dekade perjalanan profesionalnya untuk dunia akademik, profesi akuntansi, dan penguatan tata kelola organisasi di Indonesia. Perjalanan panjang Dr. Darsono dimulai dari sebuah mimpi sederhana seorang pemuda asal Cirebon yang percaya bahwa pendidikan merupakan jalan terbaik untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Cirebon, beliau melanjutkan studi di Program Studi Akuntansi Universitas Diponegoro dan lulus pada tahun 1989. Semasa menjadi mahasiswa, prestasi akademik dan kepemimpinannya telah terlihat sejak dini, terbukti dengan diraihnya penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan I Universitas Diponegoro pada tahun 1987. Keunggulan Dr. Darsono tidak hanya terletak pada kiprahnya sebagai akademisi, tetapi juga pada kemampuannya menjembatani dunia pendidikan dengan praktik profesional. Sebagai seorang Certified Public Accountant (CPA) dan Chartered Accountant (CA), beliau aktif berkontribusi dalam pengembangan profesi akuntansi di Indonesia. Keahliannya di bidang auditing, akuntansi keuangan, tata kelola perusahaan, dan manajemen risiko menjadikannya salah satu rujukan penting dalam berbagai forum profesional. Beliau terlibat dalam berbagai organisasi profesi, menjadi narasumber seminar nasional dan internasional, serta aktif memberikan pelatihan kepada praktisi maupun institusi pemerintah. Komitmennya terhadap penguatan tata kelola juga tercermin melalui keterlibatannya sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah. Peran tersebut menunjukkan bagaimana kompetensi yang dibangun di lingkungan akademik dapat memberikan dampak nyata bagi dunia usaha dan sektor publik. Perjalanan Dr. Darsono merupakan gambaran nyata tentang bagaimana pendidikan, integritas, dan komitmen terhadap pengabdian dapat menghasilkan dampak yang berkelanjutan. Dari seorang mahasiswa teladan hingga menjadi Guru Besar, pemimpin universitas, profesional akuntansi, dan peneliti yang produktif, setiap tahap perjalanan beliau menunjukkan bahwa kesuksesan dibangun melalui konsistensi dan dedikasi jangka panjang. Bagi sivitas akademika FEB Undip, kisah Dr. Darsono menjadi pengingat bahwa kampus bukan hanya tempat memperoleh ilmu, tetapi juga tempat menumbuhkan nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan semangat pengabdian. Jejak langkah beliau membuktikan bahwa seorang akademisi dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi tidak hanya bagi universitas, tetapi juga bagi profesi, masyarakat, dan bangsa.
