Success Story

Riwayat Berdirinya Universitas Diponegoro

Kegiatan Fakultas

SUCCESS STORY : Sasongko Tedjo di Garda Depan Informasi dan Kemanusiaan

Sasongko Tedjo, S.E., M.M., merupakan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) angkatan 1983 yang dikenal luas atas kontribusinya di dunia jurnalistik dan kemanusiaan. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah, sekaligus memiliki rekam jejak panjang sebagai jurnalis dan editor bidang ekonomi di harian Suara Merdeka. Dalam perjalanan akademiknya di Undip, Sasongko Tedjo termasuk salah satu mahasiswa berprestasi. Ia tercatat sebagai salah satu dari tujuh lulusan tercepat, yang berhasil menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun di tengah masa transisi sistem pendidikan dari berbasis paket ke Sistem Kredit Semester (SKS). Ia resmi meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1983, meskipun pada saat itu masih harus menuntaskan kewajiban Kuliah Kerja Nyata (KKN). Bahkan, setelah prosesi wisuda, ia kembali ke sebuah desa di Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, untuk menyelesaikan pengabdian masyarakat tersebut. Sasongko Tedjo mengenang masa kuliahnya sebagai periode yang penuh tantangan sekaligus cerita menarik. Tinggal hanya sekitar 100 meter dari kampus membuatnya dikenal sebagai mahasiswa yang disiplin dan nyaris tidak pernah absen kuliah. Kedekatan tempat tinggal dengan kampus bahkan membuat rekan-rekannya kerap menjemputnya langsung dari rumah sebelum berangkat kuliah, sebuah pengalaman yang ia kenang dengan penuh humor. Dengan prestasi akademik yang menonjol, Sasongko Tedjo sebenarnya memiliki peluang besar untuk meniti karier konvensional di bidang ekonomi. Ia bahkan sempat ditawari bekerja di Bank Indonesia dan direncanakan untuk direkrut sebagai dosen oleh salah satu pengajarnya, Drs. Suratal HW. Namun, di luar ekspektasi banyak pihak, ia justru memilih dunia jurnalisme, sebuah keputusan yang menandai babak penting dalam perjalanan hidupnya. Karier jurnalistik Sasongko Tedjo dimulai di Suara Merdeka, di mana ia langsung dipercaya menangani desk ekonomi, sebuah posisi strategis pada masa kejayaan media cetak. Ia mengenang era tersebut sebagai masa ketika surat kabar menjadi sumber informasi utama masyarakat, dengan ritme kerja yang menuntut wartawan bekerja hingga dini hari demi memenuhi tenggat penerbitan. Dari proses panjang itu, Sasongko Tedjo terus berkembang hingga mencapai posisi Pemimpin Redaksi, puncak karier dalam industri media cetak. Selain kiprahnya di dunia media, dedikasi Sasongko Tedjo terhadap kemanusiaan tercermin melalui perannya di Palang Merah Indonesia Jawa Tengah, memperluas kontribusinya dari ranah informasi publik ke aksi sosial kemasyarakatan. Perjalanan Sasongko Tedjo menegaskan peran FEB Undip dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berani mengambil pilihan hidup yang berdampak luas bagi masyarakat. Kiprahnya menjadi inspirasi bahwa ilmu ekonomi dapat berkontribusi melalui berbagai jalur pengabdian, termasuk jurnalisme dan kemanusiaan.

Success Story : Dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Menuju Puncak Dunia Bisnis Indonesia

Di antara tokoh-tokoh besar dunia usaha Indonesia, nama Robert Budi Hartono menempati posisi yang istimewa. Kiprahnya dikenal luas bukan semata karena keberhasilan membangun kekuatan bisnis berskala nasional dan global, tetapi juga karena visi jangka panjang, konsistensi, serta integritas yang menjadi fondasi kepemimpinannya. Di balik perjalanan bisnis tersebut, terdapat latar belakang akademik yang berakar dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), tempat nilai-nilai keilmuan dan profesionalisme mulai tertanam. Robert Budi Hartono, yang lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 1941, menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang. Selama masa studinya, ia memperdalam pemahaman mengenai ekonomi dan manajemen, dua disiplin ilmu yang kelak memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan strategis serta pengelolaan usaha berskala besar. Pendidikan di FEB Undip turut membentuk karakter Robert Budi Hartono sebagai pribadi yang disiplin, tekun, dan berpikir sistematis. Bekal akademik tersebut menjadi landasan kuat ketika ia harus menghadapi tantangan nyata di dunia usaha, termasuk dalam memimpin dan mengembangkan perusahaan keluarga di tengah dinamika ekonomi yang tidak selalu mudah. Setelah wafatnya sang ayah, pendiri PT Djarum, pada tahun 1963, Robert Budi Hartono bersama kakaknya, Michael Bambang Hartono, mengambil tanggung jawab besar untuk melanjutkan dan membesarkan perusahaan keluarga. Melalui kepemimpinan yang visioner dan strategi manajerial yang matang, keduanya berhasil membawa Djarum berkembang menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Perjalanan bisnis Robert Budi Hartono tidak berhenti pada industri tembakau. Diversifikasi usaha menjadi ciri khas kepemimpinannya, salah satunya melalui langkah strategis Grup Djarum dalam mengakuisisi Bank Central Asia (BCA) pada masa krisis ekonomi 1997. Di bawah pengelolaan yang profesional dan berorientasi jangka panjang, BCA tumbuh menjadi salah satu institusi perbankan paling kuat dan inovatif di kawasan Asia Tenggara. Selain sektor perbankan, ekspansi juga dilakukan ke bidang properti, teknologi, dan agribisnis, memperkuat posisi Grup Djarum sebagai konglomerasi nasional yang berpengaruh. Nilai-nilai yang tercermin dalam perjalanan Robert Budi Hartono—kerja keras, ketekunan, integritas, dan komitmen terhadap inovasi—selaras dengan semangat yang dijunjung oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Kisahnya menjadi inspirasi bagi sivitas akademika bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar bekal teori, melainkan fondasi untuk menciptakan dampak nyata dan kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan bangsa.

SUCCESS STORY : Suwhono, Alumnus Fakultas Ekonomika Universitas Diponegoro

Suwhono merupakan salah satu alumni Fakultas Ekonomika Universitas Diponegoro yang berhasil menorehkan karier profesional di sektor keuangan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Lahir pada 4 Maret 1955, ia dikenal sebagai figur yang memiliki pengalaman panjang dalam perbankan nasional serta kepemimpinan korporasi. Suwhono menyelesaikan pendidikan Strata Satu di Fakultas Ekonomika Universitas Diponegoro pada tahun 1980. Bekal akademik yang diperolehnya menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya di industri keuangan dan jasa. Karier profesional Suwhono diawali di Bank Bumi Daya pada tahun 1981 hingga 2000. Setelah terjadinya merger empat bank BUMN yang melahirkan Bank Mandiri, ia melanjutkan kiprahnya di bank tersebut pada periode 2000–2009. Dalam rentang waktu tersebut, Suwhono juga dipercaya menjabat sebagai Komisaris PT Mandiri Sekuritas pada tahun 2005–2009, yang memperkuat perannya dalam pengelolaan bisnis jasa keuangan dan pasar modal. Pada tahun 2009, Suwhono mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk mengemban amanah sebagai Direktur Keuangan PT Pelindo I Medan, jabatan yang diembannya hingga Februari 2011. Pengalaman lintas sektor yang dimilikinya kemudian mengantarkan Suwhono ke posisi puncak kepemimpinan sebagai Direktur Utama PT Pegadaian. Di bawah kepemimpinannya, PT Pegadaian berhasil melakukan transformasi bisnis secara signifikan. Perusahaan tidak hanya berfokus pada layanan gadai, tetapi juga mengembangkan berbagai lini usaha, antara lain penjualan emas serta pembiayaan mikro, sebagai upaya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Kiprah Suwhono menjadi representasi kontribusi alumni FEB Undip dalam memimpin transformasi BUMN dan memperkuat inklusi keuangan nasional. Perjalanan kariernya menegaskan peran Undip dalam mencetak lulusan yang adaptif, visioner, dan berdaya saing di tingkat nasional.

SUCCESS STORY : Dr. Taufik Kurniawan dan Peran Alumni Undip dalam Pembangunan Nasional

Dr. Taufik Kurniawan, S.T., M.M., merupakan alumni Universitas Diponegoro yang menorehkan kiprah panjang di dunia politik nasional dan parlemen Indonesia. Lahir di Semarang pada 22 November 1967, ia dikenal sebagai sosok yang aktif dalam organisasi serta konsisten mengabdikan diri pada pelayanan publik melalui lembaga legislatif. Taufik berhasil terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Anggota DPR RI periode 2014–2019 dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk Daerah Pemilihan Jawa Tengah VII yang meliputi Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen, dengan perolehan 59.945 suara. Pada periode sebelumnya, yakni 2009–2014, ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPR RI serta bertugas di Komisi V, yang membidangi sektor perhubungan, perumahan rakyat, pekerjaan umum, serta pembangunan desa dan kawasan tertinggal. Dalam bidang akademik, Dr. Taufik Kurniawan menempuh seluruh jenjang pendidikan tingginya di Universitas Diponegoro. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik (S.T.) pada Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Undip pada tahun 1992, kemudian melanjutkan ke Program Magister Manajemen dan lulus pada tahun 1995. Komitmennya terhadap pengembangan keilmuan berlanjut hingga jenjang doktoral melalui Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro, yang diselesaikannya pada tahun 2014. Selain berkiprah di dunia akademik dan legislatif, Dr. Taufik dikenal memiliki ketertarikan kuat terhadap aktivitas organisasi. Karier politiknya diawali dengan keterlibatan aktif di Partai Amanat Nasional, termasuk menjabat sebagai Sekretaris DPW PAN Jawa Tengah, yang menjadi pijakan awal dalam perjalanan panjangnya di dunia politik nasional. Kiprah Dr. Taufik Kurniawan mencerminkan kontribusi nyata alumni Universitas Diponegoro, khususnya dari disiplin ilmu ekonomi, dalam mengisi ruang-ruang strategis pengambilan kebijakan publik. Keberhasilannya menjadi bukti peran Undip dalam mencetak pemimpin berintegritas yang berorientasi pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Success Story : Dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Menuju Puncak Dunia Bisnis Indonesia

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) mencatat salah satu kisah inspiratif alumninya melalui sosok Michael Bambang Hartono, pengusaha nasional yang dikenal luas sebagai figur sentral dalam dunia bisnis Indonesia. Bersama sang kakak, Robert Budi Hartono, beliau membangun dan mengembangkan kelompok usaha besar yang bergerak di berbagai sektor strategis, mulai dari industri rokok, perbankan, teknologi, hingga properti. Perjalanan panjang tersebut bermula dari bangku kuliah di FEB Undip, Semarang. Michael Bambang Hartono lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939. Setelah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, beliau melanjutkan peran keluarga dengan mengelola PT Djarum pascawafatnya sang ayah pada tahun 1963. Tantangan besar sempat dihadapi, termasuk musibah kebakaran pabrik yang mengakibatkan kerugian signifikan. Namun, melalui ketangguhan, inovasi, dan strategi bisnis yang berkelanjutan, PT Djarum berhasil tumbuh menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia. Di luar dunia bisnis, Michael Bambang Hartono juga menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang olahraga, khususnya cabang bridge. Beliau pernah mewakili Indonesia pada Asian Games 2018 dan berhasil meraih medali perunggu, menjadikannya salah satu atlet tertua yang meraih prestasi di ajang olahraga internasional tersebut. Capaian ini menegaskan bahwa semangat berprestasi dan daya juang dapat terus tumbuh lintas usia dan bidang. Kontribusi Michael Bambang Hartono juga tercermin dalam kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, termasuk FEB Undip. Pada peringatan 60 Tahun FEB Undip, beliau menyampaikan orasi ilmiah yang menekankan pentingnya kualitas pendidikan tinggi dalam menghadapi tantangan globalisasi dan Revolusi Industri 4.0. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing global. Kisah Michael Bambang Hartono menjadi bukti bahwa FEB Undip telah melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat luas. Dari ruang kelas hingga panggung bisnis nasional dan internasional, perjalanan beliau menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi, berintegritas, dan berkontribusi bagi bangsa.

SUCCESS STORY : Tirta Segara Menuju Kepemimpinan di OJK dan Bank Indonesia

Tirta Segara, S.E., M.BA., adalah sosok profesional yang telah mengukir perjalanan gemilang dalam dunia keuangan Indonesia. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), beliau menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat dapat menjadi landasan untuk mencapai puncak kepemimpinan di sektor publik. Lahir di Semarang pada 1963, Tirta memulai perjalanan akademiknya dengan menempuh pendidikan di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1987. Beliau kemudian melanjutkan studi di The George Washington University, memperoleh gelar Magister Administrasi Bisnis di bidang Keuangan dan Investasi pada tahun 1994 dengan beasiswa dari Bank Indonesia. Karier profesional beliau dimulai dengan bekerja di Indofood Group sebelum bergabung dengan Bank Indonesia melalui program PCPM pada tahun 1998. Selama hampir tiga dekade, beliau memegang berbagai peran, termasuk posisi kepemimpinan strategis, dan menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi dan Juru Bicara Bank Indonesia. Pada 2024, Tirta ditunjuk sebagai Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berspesialisasi di bidang Pendidikan dan Perlindungan Konsumen. Dalam peran ini, beliau berfokus pada peningkatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen, menjawab tantangan dalam pemahaman masyarakat tentang produk keuangan. Upayanya bertujuan untuk menutup kesenjangan antara inklusi keuangan dan literasi, menekankan pendidikan, regulasi, dan pengawasan penyedia layanan keuangan. Kisah Tirta Segara adalah contoh nyata bagaimana pendidikan yang kuat, visi yang jelas, dan kerja keras dapat membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, beliau tidak hanya berhasil membangun karier yang cemerlang di sektor publik, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui kebijakan layanan keuangan yang adil dan berkelanjutan.

SUCCESS STORY : Dari Bangku FEB Undip ke Pemerintahan Daerah: Perjalanan Suyono sebagai Wakil Bupati Batang

Suyono, S.IP., M.Si., merupakan alumni Program Magister Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) yang dikenal luas atas kiprahnya dalam pemerintahan daerah serta kedekatannya dengan masyarakat. Ia lahir pada 27 April 1966 dan menjabat sebagai Wakil Bupati Batang, Jawa Tengah, periode 2017–2022, mendampingi Bupati Wihaji. Selama masa kepemimpinannya, pasangan Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono mengusung tagline “Guyub Rukun Mbangun Batang”, yang merefleksikan semangat kebersamaan, gotong royong, dan pembangunan partisipatif. Tagline tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga tercermin dalam praktik kepemimpinan dan pelayanan publik di Kabupaten Batang. Dalam bidang akademik, Suyono menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Pemerintahan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram Yogyakarta dan lulus pada tahun 2007. Ia kemudian melanjutkan studi ke jenjang magister di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, yang diselesaikannya pada tahun 2014. Pendidikan di FEB Undip memperkuat pemahamannya mengenai tata kelola pemerintahan, manajemen publik, serta pengambilan kebijakan berbasis ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Suyono dikenal sebagai pemimpin yang dekat dan mudah diakses oleh masyarakat. Gaya kepemimpinannya yang sederhana, tanpa jarak protokoler yang kaku, membuatnya akrab dengan berbagai lapisan warga. Sejak menjabat sebagai wakil bupati, ia aktif melakukan blusukan ke rumah-rumah warga, khususnya masyarakat kurang mampu, serta terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial, seperti pembagian bantuan pangan, khitanan anak yatim, dan pelaksanaan salat Jumat keliling. Kiprah Suyono menunjukkan peran nyata alumni FEB Undip dalam menghadirkan kepemimpinan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Pengalamannya menjadi bukti bahwa penguatan kapasitas akademik di bidang ekonomi dan manajemen publik dapat berkontribusi langsung pada pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

SUCCESS STORY SURYO UTOMO : Menuju Kepemimpinan di Direktorat Jenderal Pajak

Suryo Utomo, S.E., Ak., M.B.T., Ph.D., adalah sosok yang telah mengukir perjalanan gemilang dalam dunia perpajakan Indonesia. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), beliau menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat dapat menjadi landasan untuk mencapai puncak kepemimpinan di sektor publik. Lahir di Indonesia, Suryo Utomo memulai perjalanan akademiknya dengan menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1992. Setelah itu, beliau melanjutkan studi di luar negeri, memperoleh gelar Master of Business Taxation dari University of Southern California, Amerika Serikat, pada tahun 1998, dan gelar Doctor of Philosophy in Taxation dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Karier profesional beliau dimulai pada tahun 1993 sebagai pelaksana di Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak. Seiring berjalannya waktu, beliau menempati berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jateng I pada tahun 2009, Direktur Peraturan Perpajakan I pada tahun 2010, dan Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian pada tahun 2015. Puncak karier beliau tercapai pada 1 November 2019, ketika beliau dilantik sebagai Direktur Jenderal Pajak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Sebagai Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo menghadapi tantangan besar, terutama saat pandemi COVID-19 melanda beberapa bulan setelah beliau menjabat. Beliau menerapkan strategi adaptif untuk menjaga penerimaan negara dengan memperluas basis pajak dan melakukan pengawasan wilayah, meski kondisi pandemi membatasi aktivitas ekonomi. Di bawah kepemimpinannya, sektor pajak diarahkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan mempertahankan stabilitas ekonomi, terutama di sektor yang bertahan selama pandemi, seperti makanan, obat-obatan, dan komunikasi. Pada peringatan Dies Natalis ke-65 FEB Undip pada 14 Maret 2025, Suryo Utomo menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Pajak: Antara Kebutuhan dan Kepatuhan”. Dalam orasinya, beliau menegaskan bahwa pajak merupakan pilar utama penerimaan negara, dengan kontribusi mencapai hampir 80% dari total pendapatan nasional. Beliau menyoroti bahwa kepatuhan pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga fondasi bagi stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Alumni FEB Undip dalam Kepemimpinan SDM Nasional: Kiprah Koeshartanto

Koeshartanto merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro angkatan 1980 yang memiliki rekam jejak panjang di bidang manajemen sumber daya manusia pada berbagai perusahaan nasional dan multinasional. Saat ini, ia berperan sebagai pembicara pembelajaran bagi eksekutif dan profesional PEM Akamigas di PT Pertamina (Persero), berkontribusi dalam pengembangan kepemimpinan dan kapasitas SDM strategis. Lahir pada tahun 1961, Koeshartanto menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Undip sejak tahun 1980 dan menyelesaikannya pada tahun 1985. Untuk memperkuat kompetensi manajerialnya, ia melanjutkan studi ke IPMI International Business School dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA). Karier profesional Koeshartanto dimulai di British American Tobacco sebagai National Human Resources Manager pada periode 1988–1995. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya di berbagai perusahaan besar, antara lain sebagai Head of Human Resources Division di Coca-Cola Amatil Indonesia – CJB Unit (1995–2001), serta Director of Human Resources di PT Hero Group melalui Dairy Farm/Jardine Matheson (2002–2004). Pengalaman kepemimpinannya semakin luas saat ia dipercaya menjabat sebagai Group HR Director PT Mitra Adi Perkasa Tbk (2004–2006), Country Director Operations & Human Resources Watsons Indonesia–Hutchison (2006–2007), serta Director of Human Resources & Business Support Makro Indonesia/Lotte Shopping Indonesia (2007–2010). Selanjutnya, ia mengemban amanah sebagai Group HR Director Agung Podomoro Group selama periode 2010–2016. Pada tahun-tahun berikutnya, Koeshartanto menjabat sebagai President Director KTalents Asia (2016–2017), HR & General Director PT Jasa Marga (Persero) (2017–2018), dan Director of Human Resources PT Pertamina (Persero) sejak tahun 2018. Selain itu, sejak 10 April 2019, ia dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia. Melalui perjalanan karier lintas sektor dan industri, Koeshartanto menunjukkan kontribusi nyata alumni FEB Undip dalam pengembangan kepemimpinan dan tata kelola sumber daya manusia di tingkat nasional. Kiprahnya mencerminkan peran strategis lulusan Undip dalam mendukung transformasi organisasi dan pembangunan SDM unggul Indonesia.

SUCCESS STORY : SUSANA INDAH KRIS INDRIATI, ALUMNUS FEB UNDIP 1990

Susana Indah Kris Indriati, S.E., M.M., M.Hum., C.S.A., AAAK., adalah sosok profesional yang telah mengukir perjalanan gemilang dalam dunia layanan kesehatan Indonesia. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), beliau menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat dapat menjadi landasan untuk mencapai puncak kepemimpinan di sektor publik. Lahir di Wonosobo pada 10 Mei 1972, Susana memulai perjalanan akademiknya dengan menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1990. Beliau kemudian melanjutkan studi di Universitas Gadjah Mada, memperoleh gelar Magister Manajemen pada tahun 1998 dan Magister Humaniora pada tahun 2007. Karier profesional beliau dimulai pada tahun 2000 di PT Askes (Persero) sebagai staf Kantor Cabang Jawa Tengah. Seiring berjalannya waktu, beliau menempati berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Bidang Pengembangan Kemitraan Strategis pada tahun 2008, Kepala Departemen Investasi Langsung pada tahun 2012, Kepala Grup Investasi pada tahun 2013, dan Deputi Direksi Bidang Treasury dan Investasi pada tahun 2019. Pada 22 Februari 2021, Presiden Republik Indonesia memberikan kepercayaan dan melantik beliau secara resmi sebagai Direktur BPJS Kesehatan. Dalam peran ini, beliau bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan dan investasi BPJS Kesehatan, serta memastikan keberlanjutan dan efisiensi layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Di bawah kepemimpinan beliau, BPJS Kesehatan telah melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan, termasuk penerapan teknologi informasi dalam proses administrasi dan klaim, serta pengembangan sistem pembayaran berbasis kapitasi dan INA-CBGs. Beliau juga aktif dalam menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kisah Susana Indah Kris Indriati adalah contoh nyata bagaimana pendidikan yang kuat, visi yang jelas, dan kerja keras dapat membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan. Sebagai alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, beliau tidak hanya berhasil membangun karier yang cemerlang di sektor publik, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui kebijakan layanan kesehatan yang adil dan berkelanjutan.