Mahasiswa KKN Undip Bantu UMKM Desa Kaling Go Digital dengan Google My Business

Dalam era globalisasi dan digitalisasi saat ini, integrasi teknologi digital menjadi sangat penting bagi UMKM yang ingin bertahan dan berkembang. Digitalisasi tidak hanya merubah operasional internal tetapi juga cara UMKM berinteraksi dengan pasar dan pelanggan. Tanpa digitalisasi, UMKM berisiko tertinggal dalam persaingan global yang semakin ketat. Berangkat dari latar belakang tersebut, Mahasiswa KKN Tim II Undip Tahun 2024 melaksanakan pendampingan digitalisasi untuk UMKM di Desa Kaling, Karanganyar, pada Selasa, 30 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa tersebut memanfaatkan Google My Business, layanan gratis dari Google, guna meningkatkan visibilitas dan daya saing bisnis mereka di era digital. Adapun program ini digagas oleh Aisha Nathania mahasiswa Program Studi S1 Manajemen FEB Undip, yang merasa perlu memberikan edukasi terkait transformasi digital di sektor keuangan. Aisha menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2024 kepada masyarakat untuk mendukung peningkatan daya saing usaha melalui teknologi. Melalui pendampingan ini, para pelaku UMKM di Desa Kaling diperkenalkan dengan Google My Business, sebuah alat gratis dari Google yang memungkinkan bisnis lebih mudah ditemukan di pencarian lokal, Google, dan Google Maps. Platform ini membantu pelaku usaha mengelola informasi bisnis seperti alamat, jam operasional, nomor telepon, serta memungkinkan mereka untuk mengunggah foto, merespons ulasan pelanggan, dan memantau interaksi pelanggan secara online. Pendampingan dilakukan secara door-to-door, mencakup penjelasan tentang pengertian, manfaat, tata cara pendaftaran, serta tips dan trik untuk mengoptimalkan penggunaan Google My Business. Upaya ini berhasil menarik perhatian para pelaku UMKM, dan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan UMKM di Desa Kaling, meningkatkan visibilitas, efisiensi, dan potensi bisnis mereka di pasar digital yang semakin kompetitif. Dengan adanya program pendampingan digitalisasi UMKM melalui optimalisasi Google My Business ini, diharapkan dapat terus memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi perkembangan UMKM di Desa Kaling.   penulis : Aisha Nathania editor : humas feb

Go Cashless! Mahasiswa KKN Tim II Undip Gencarkan Sosialisasi dan Pendampingan QRIS bagi UMKM Desa Kendel Boyolali

Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) mengadakan program sosialisasi dan pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 19 Juli 2024 di Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Kegiatan dengan tema “Sosialisasi dan Pendampingan Penggunaan serta Pembuatan QRIS bagi UMKM Desa Kendel dalam Mengoptimalkan Transaksi Digital”  ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama pelaku UMKM dan anggota PKK, tentang QRIS sebagai alat pembayaran digital yang praktis dan aman. Program ini digagas oleh Muhammad Aris Rijalul Hikam, mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi FEB Undip, yang merasa perlu memberikan edukasi terkait transformasi digital di sektor keuangan. Aris menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2024 kepada masyarakat untuk mendukung peningkatan daya saing usaha melalui teknologi. “Sebagai mahasiswa Prodi S1 Ekonomi saya ingin membantu masyarakat, khususnya para pelaku UMKM untuk lebih melek teknologi dan memanfaatkan QRIS sebagai salah satu solusi dalam mempermudah transaksi serta meningkatkan daya saing usaha mereka,” ujar Aris. “Sewaktu saya ikut seminar Bank Indonesia, BI terus mendorong penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran cashless yang praktis dan harus digencarkan di seluruh wilayah termasuk di desa. Oleh karena itu, saya ingin berkontribusi dengan menggencarkan sosialisasi dan pendampingan QRIS di Desa Kendel ini” tambahnya. Kegiatan sosialisasi diawali dengan pemaparan materi mengenai apa itu QRIS, manfaat penggunaannya, serta cara mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian mahasiswa mengadakan pendampingan praktis untuk pembuatan QRIS, dimana para peserta diajak untuk membuat QRIS mereka sendiri dengan panduan dari aris. Salah satu peserta, Ibu Yuni, seorang pemilik usaha catering di Desa Kendel, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Saya tadinya tidak begitu paham apa itu QRIS dan bagaimana cara menggunakan QRIS mas, tapi sekarang saya sudah bisa membuat QRIS sendiri dan siap menggunakannya di usaha saya. Ini sangat memudahkan saya dalam menerima pembayaran dari pelanggan” kata Ibu Yuni dengan senyum bahagia. Selain itu, Aris juga melakukan pendampingan intensif kepada para pelaku UMKM yang membutuhkan bantuan lebih lanjut dalam implementasi QRIS. Para pelaku usaha diberikan arahan mengenai cara mengintegrasikan QRIS dengan sistem pembayaran mereka, serta tips and trick untuk mengoptimalkan penggunaannya dalam meningkatkan penjualan. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Ibu PKK Desa Kendel, Ibu Dian salah satu anggota PKK yang turut hadir memberikan apresiasi kepada mahasiswa Prodi S1 Ekonomi tersebut. “Saya sangat mengapresiasi inisiatif dari Mas Aris. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Kendel, terutama dalam menghadapi era digital yang serba cepat. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi,” ungkapnya. Program sosialisasi dan pendampingan penggunaan serta pembuatan QRIS ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong inklusi keuangan digital di kalangan masyarakat desa, serta memberikan dampak positif dalam pengembangan ekonomi lokal. Mahasiswa S1 Ekonomi dari FEB Undip tersebut berharap setelah kegiatan ini, masyarakat desa dapat lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan usaha dan kesejahteraan mereka. Penulis : Muhammad Aris Rijalul Hikam Editor : humas.feb DPL : Zaki Ainul Fadli., S.S., M.Hum Dr. Ir. Dwi Haryo Ismunarti., Msi

Amplop Ajaib dari KKN Undip, Tingkatkan Kesadaran Mengenai Manajemen Keuangan Siswa SDN 02 Jagan Sejak Dini

Selasa, 23 Juli 2024 – Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro memperkenalkan “Amplop Ajaib,” sebuah ide kreatif untuk membantu guru-guru mengedukasi dan meningkatkan kesadaran menabung pada siswa-siswi SDN 02 Jagan, Kec. Bendosari, Kab. Sukoharjo. Program edukasi ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2024. Melihat dari kurangnya tingkat kesadaran menabung sejak dini di wilayah tempatnya melaksanakan KKN, Maria Fransiska Br Simbolon, mahasiswa program studi S-1 Manajemen Universitas Diponegoro, menyelenggarakan program pelatihan praktik menabung mandiri bersama para guru di SDN 02 Jagan. Siska mengadakan pelatihan di ruang kelas IV SDN 02 Jagan, pelatihan ini bertujuan membekali guru-guru sebagai fasilitator dalam mengajarkan manajemen keuangan sejak dini kepada siswa. Program ini mendapat apresiasi dari Ibu Indyaswati Agustina, S.Pd.SD, yang menyatakan bahwa ide menabung dengan amplop kreatif adalah inovasi yang menarik dan baru. “Ini adalah cara yang kreatif, benar-benar membantu kami. Terima kasih Mbak Siska, cara ini akan saya bagikan juga kepada kenalan saya, guru di SD Mulur untuk diterapkan di sekolah yang lain,” ujar Ibu Indyaswati. Ibu Dewi Setyo Asih, S.Pd.SD, menambahkan bahwa praktik menabung mandiri sangat diperlukan. “Hampir seluruh siswa di SDN 02 Jagan menghabiskan uang sakunya tanpa ada yang ditabung. Program ini bisa menjadi langkah awal untuk mendisiplinkan siswa dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menabung,” jelasnya. Puncak acara program kerja ini berlangsung pada Rabu, 24 Juli 2024, dengan sosialisasi langsung kepada seluruh siswa SDN 02 Jagan. Acara ini diadakan di lapangan sekolah dan mencakup agenda perkenalan, penyampaian materi menabung, permainan, pembagian amplop kreatif, serta sesi foto bersama. Para siswa sangat antusias mengikuti acara ini. Salah satu siswi, Dinda, mengungkapkan rasa terima kasih dan kebahagiaannya atas pelaksanaan program tersebut. “Senang sekali, Kak,” ungkap Dinda saat ditanya kesannya tentang acara hari itu. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan guru-guru dapat menerapkan cara unik menabung menggunakan amplop tabungan kreatif. Ini akan membuat siswa gemar menabung sebagai salah satu alternatif pembelajaran manajemen keuangan sejak dini. Pelatihan ini juga diharapkan dapat menjadikan guru-guru sebagai fasilitator yang efektif dalam mengontrol tabungan harian siswa melalui konsep menabung 30 hari dengan amplop tabungan kreatif.   Penulis : Maria Fransiska Br Simbolon Editor : Humas FEB