FEB Undip Bahas Peran Islamic Social Finance dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Islamic Social Finance menjadi salah satu pendekatan yang dapat mempertemukan dimensi sosial dan ekonomi dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Perspektif tersebut menjadi bahasan utama dalam Kuliah Umum “Islamic Social Finance as a Catalyst for Sustainable Economic Development” yang diselenggarakan oleh Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro pada Rabu (9/9/2026) di Hall Pertamina, Lantai 3 Gedung Dekanat FEB Undip. Kuliah umum menghadirkan Prof. Waryono Abdul Ghofur, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia, serta Prof. Raditya Sukmana, Guru Besar Universitas Airlangga, sebagai narasumber. Kehadiran keduanya mempertemukan perspektif kelembagaan dan akademik dalam membahas perkembangan Islamic Social Finance serta relevansinya terhadap pembangunan ekonomi. Pembahasan mengenai Islamic Social Finance menempatkan instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, dan instrumen lainnya dalam perspektif yang lebih luas. Tidak hanya berkaitan dengan penyaluran dana sosial, keuangan sosial Islam memiliki ruang untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih berkelanjutan. Keterkaitan Islamic Social Finance dengan pembangunan berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam diskusi. Integrasi antara sumber daya sosial, penguatan kelembagaan, dan agenda pembangunan membuka peluang bagi instrumen keuangan sosial Islam untuk berkontribusi terhadap pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Bagi mahasiswa FEB Undip, pembahasan tersebut memperluas perspektif mengenai ekonomi Islam yang tidak hanya berada pada ranah keuangan komersial, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan pembangunan. Pemahaman tersebut penting untuk melihat bagaimana instrumen ekonomi dapat ditempatkan dalam konteks persoalan sosial dan kebutuhan pembangunan yang lebih luas. Kuliah umum ini sekaligus memperkuat ruang dialog antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan kajian Islamic Social Finance. Melalui perspektif akademik dan kebijakan yang dipertemukan dalam satu forum, keuangan sosial Islam dapat terus dikaji sebagai bagian dari upaya membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.

FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Pentingnya Literasi Dana Pensiun bagi Mahasiswa

Literasi mengenai dana pensiun menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan kondisi finansial jangka panjang. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kuliah umum hasil kolaborasi FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan yang membahas Literasi Dana Pensiun pada Program Jaminan Pensiun di Indonesia, Senin 07 September 2026 di Hall Gedung C FEB Undip. Kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB Undip, Prof. Harjum Muharam. Dalam sambutannya, Prof. Harjum menyampaikan pengantar mengenai pentingnya mahasiswa memahami berbagai aspek pengelolaan keuangan yang berkaitan dengan perjalanan mereka setelah menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia kerja. Kuliah umum tersebut menghadirkan Dr. Trisna Sonjaya, M.Pd., Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, sebagai narasumber. Kehadiran praktisi dari BPJS Ketenagakerjaan memberikan perspektif mengenai penyelenggaraan jaminan pensiun sekaligus memperluas pemahaman mahasiswa terhadap perlindungan sosial ketenagakerjaan. Bagi mahasiswa bidang ekonomi dan bisnis, pemahaman mengenai dana pensiun tidak berhenti pada pengetahuan tentang program jaminan sosial. Literasi ini berkaitan dengan kemampuan melihat kebutuhan finansial dalam jangka panjang dan mempertimbangkan perlindungan finansial sebagai bagian dari perencanaan kehidupan setelah memasuki dunia profesional. Kolaborasi FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan melalui kegiatan ini juga mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis di bidang jaminan sosial ketenagakerjaan. Pembahasan mengenai Program Jaminan Pensiun diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus membangun kesadaran bahwa perencanaan finansial perlu dipersiapkan sejak awal perjalanan karier. Bagi FEB Undip, penguatan literasi semacam ini menjadi bagian dari pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan akademik, tetapi juga pada kesiapan mahasiswa menghadapi persoalan nyata dalam kehidupan profesional dan ekonomi.

PPK Ormawa BEM FEB Undip Dorong Legalitas UMKM Desa Bejaten melalui Pendampingan NIB

Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip melalui Pilar Titian Wirausaha menggelar kegiatan Pojok Literasi Bijak Usaha dengan tema “Pembuatan NIB melalui OSS“. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026 ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK Desa Bejaten dan pelaku UMKM rumah tangga, dengan tujuan memberikan pendampingan dalam proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas usaha. Kegiatan ini didukung langsung oleh Diskumperindag Kabupaten Semarang dalam bentuk pemateri dan sosialisasi, serta dukungan perangkat dan kelompok PKK Desa berupa sarana dan prasarana keberlangsungan program. Bertempat di Gedung Balai Desa Bejaten, kegiatan dimulai dengan sambutan dari tim PPK Ormawa BEM FEB Undip sekaligus penyampaian tujuan pelaksanaan kegiatan. Sebelum memasuki sesi utama, peserta mengerjakan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mereka mengenai proses pembuatan NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS). Kegiatan inti berupa praktik “Pembuatan NIB melalui OSS” dipandu oleh narasumber dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan, Moh. Abdur Rozaq dan Jazilah. Para peserta didampingi secara langsung dalam proses pendaftaran akun, pengisian data usaha, hingga pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS. Tim PPK Ormawa juga turut mendampingi setiap tahapan agar peserta dapat mengikuti proses pendaftaran dengan baik. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan peserta. Pada pertanyaan mengenai pengertian dan manfaat NIB, jumlah jawaban benar meningkat dari 17 menjadi 29 peserta. Pemahaman bahwa NIB dapat dibuat secara online melalui sistem OSS juga meningkat dari 17 menjadi 29 peserta. Sementara itu, pemahaman bahwa usaha mikro dan kecil dapat memiliki NIB melonjak dari 15 menjadi 30 peserta. Sebagian besar peserta (85%) terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan, aktif bertanya, dan berbagi pengalaman selama sesi berlangsung. Meskipun beberapa peserta mengalami kesulitan dalam mengakses sistem OSS dan melengkapi data yang diperlukan, tim pelaksana memberikan pendampingan secara langsung pada setiap tahapan pendaftaran serta memfasilitasi sesi tanya jawab untuk mengatasi kendala yang dihadapi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip 2026 dengan tajuk “Transformasi Desa Bejaten Menuju Desa Cerdas, Berdaya, dan Berkelanjutan melalui Pojok Literasi MENITI (Mentari Cendekia, Nawasena Tani, Titian Wirausaha)”. Sebagai tindak lanjut, peserta didorong untuk menyelesaikan proses penerbitan NIB hingga memperoleh legalitas usaha serta memanfaatkannya sebagai dasar untuk mengembangkan usaha dan mengakses berbagai program pembinaan UMKM.

FEB Undip Terima Kunjungan Edukatif 176 Siswa SMK Negeri 1 Sukoharjo

Sebanyak 176 siswa SMK Negeri 1 Sukoharjo mengunjungi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) dalam kunjungan edukatif yang berlangsung pada Kamis, 3 September 2026 di Hall Gedung C Lantai 4 FEB Undip. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan perguruan tinggi, program studi, serta berbagai fasilitas dan pilihan pendidikan yang tersedia di FEB Undip. Kunjungan tersebut diterima oleh Dr. Wahyu Meiranto, S.E., Akt., M.Si., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FEB Undip, yang mewakili FEB Undip. Sementara itu, rombongan SMK Negeri 1 Sukoharjo diwakili oleh Drs. Jumanto, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Pertemuan berlangsung sebagai ruang interaksi antara sivitas akademika FEB Undip dengan para siswa yang tengah mempersiapkan pilihan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang sekolah menengah. Dalam kunjungan tersebut, para siswa memperoleh pengenalan mengenai kehidupan akademik di FEB Undip, termasuk program studi yang tersedia dan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Peserta juga diperkenalkan pada sejumlah fasilitas pembelajaran, salah satunya Bloomberg Financial Market Laboratory, yang mendukung pembelajaran berbasis data dan informasi pasar keuangan. Selain fasilitas akademik, FEB Undip turut memperkenalkan International Undergraduate Program (IUP) sebagai salah satu pilihan pendidikan dengan perspektif internasional. Informasi tersebut memberikan gambaran kepada siswa mengenai alternatif jalur pendidikan yang dapat dipertimbangkan sesuai dengan minat, kemampuan, dan rencana studi mereka di perguruan tinggi. Bagi siswa sekolah menengah, kunjungan langsung ke lingkungan perguruan tinggi dapat memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai suasana belajar, pilihan program studi, serta pengalaman yang dapat diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi. Interaksi semacam ini juga membuka ruang bagi siswa untuk memperoleh informasi secara langsung sebelum menentukan pilihan studi dan merencanakan langkah pendidikan berikutnya. Kunjungan edukatif SMK Negeri 1 Sukoharjo menjadi bagian dari keterbukaan FEB Undip dalam memperkenalkan lingkungan akademik dan pilihan pendidikan tinggi kepada generasi muda. Melalui interaksi dengan sekolah, FEB Undip tidak hanya memperkenalkan program dan fasilitas yang dimiliki, tetapi juga membuka ruang komunikasi dengan calon mahasiswa dari berbagai daerah.

Pajak Bertutur 2026 Bekali Mahasiswa Akuntansi FEB Undip Memahami Peran Pajak dalam Pembangunan

Pajak memiliki posisi penting dalam keberlangsungan pembangunan negara. Tidak hanya sebagai kewajiban warga negara, pajak menjadi salah satu sumber penerimaan yang dikelola melalui APBN untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat. Pemahaman mengenai peran tersebut menjadi bagian dari pembahasan Pajak Bertutur 2026 bertema “Pajak Kita, Energi Sang Juara”, yang diikuti mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB Undip pada Rabu, 2 September 2026 di Ruang Pojok Kemenkeu RI Gedung B FEB Undip. Mengangkat slogan “Pajak Hebat, Negara Maju”, kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan perpajakan sejak dini sekaligus menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai posisi pajak dalam kehidupan bernegara. Mahasiswa dipandang memiliki peran penting sebagai bagian dari generasi yang akan melanjutkan pembangunan Indonesia di masa mendatang. Kegiatan diawali dengan sambutan Deni Tri Satrianto, Kepala KPP Madya 2 Semarang, dan Agung Julianto, S.E., M.Si., Akt., Ph.D., Kadep Akuntansi sekaligus Kaprodi Akuntansi FEB Undip. Materi utama disampaikan oleh Marcellinus Paskaris, S.Ak., Penyuluh Pajak, yang mengajak mahasiswa melihat keterkaitan antara pajak, pengelolaan keuangan negara, dan pembangunan. Pembahasan menempatkan pajak sebagai salah satu sumber utama penerimaan negara yang selanjutnya dikelola melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Melalui APBN, penerimaan negara dialokasikan untuk berbagai kebutuhan publik, antara lain pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ketahanan pangan, hingga pembangunan di daerah. Dengan demikian, pajak memiliki keterkaitan langsung dengan pembiayaan berbagai program yang dirasakan masyarakat. Dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045, mahasiswa juga diajak melihat pembangunan tidak hanya dari perspektif ekonomi, tetapi dari kapasitas generasi mudanya. Penguasaan teknologi dan AI, kemampuan berpikir kritis, penyelesaian masalah kompleks, komunikasi dan kolaborasi global, serta integritas dan etika kerja menjadi kemampuan yang dinilai penting untuk mendukung peran generasi muda dalam pembangunan. Melalui Pajak Bertutur 2026, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep dan mekanisme perpajakan, tetapi juga diajak memahami hubungan antara kontribusi pajak, pengelolaan keuangan negara, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi mahasiswa Akuntansi FEB Undip, pemahaman tersebut menjadi relevan dalam membangun perspektif profesional sekaligus kesadaran sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki peran dalam pembangunan negara.

EduClass FEB Undip Dorong Mahasiswa Lebih Cakap Mengelola Keuangan dan Mempersiapkan Karier

Literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan setelah perguruan tinggi. Kemampuan mengelola keuangan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga dengan kecakapan menilai pilihan, mempertimbangkan risiko, dan mengambil keputusan secara rasional. Hal tersebut menjadi bahasan dalam EduClass bertema “Literasi Keuangan dan Career Preparation” yang diselenggarakan pada 2 September 2026 di Hall Gedung C FEB Undip. Kegiatan ini menghadirkan Eska Setia Kuncara, Analis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK dan EPK di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah, sebagai narasumber. Turut memberikan sambutan Aulia Vidya Almadana, S.E., M.M., Sekretaris Program Studi Manajemen FEB Undip, dan Luthfi Naim, Branch Manager Astra Credit Companies (ACC) Semarang. Dalam pemaparannya, Eska menempatkan literasi keuangan sebagai kemampuan yang berkaitan langsung dengan kualitas pengambilan keputusan. Pengetahuan mengenai keuangan, menurut materi yang disampaikan, perlu diikuti dengan keterampilan dan keyakinan yang membentuk sikap serta perilaku dalam mengelola keuangan. Data SNLIK yang dipaparkan menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen, sementara Jawa Tengah mencapai 73,83 persen. Persoalan tersebut kemudian dikaitkan dengan perencanaan keuangan dan keputusan investasi. Mahasiswa perlu memahami tujuan keuangan, menentukan prioritas, serta memperhitungkan kondisi dan risiko sebelum menentukan pilihan. Sikap kritis juga diperlukan agar keputusan finansial tidak didasarkan pada keinginan memperoleh keuntungan secara cepat, keputusan tanpa analisis, ataupun penggunaan produk yang legalitasnya belum dipastikan. Perubahan lanskap digital turut memperluas tantangan dalam pengelolaan keuangan. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), misalnya, membuka peluang munculnya bentuk penipuan baru melalui deepfake, voice cloning, impersonation, phishing berbasis AI, hingga bukti dan testimoni yang direkayasa. Dalam konteks tersebut, peserta diperkenalkan pada prinsip ” Waspada, Legal, dan Logis ” sebagai dasar dalam menilai tawaran maupun layanan keuangan yang ditemui. Kecakapan mengambil keputusan secara rasional, mengenali risiko, dan menyusun perencanaan menjadi bagian dari kesiapan memasuki kehidupan profesional. Melalui EduClass ini, literasi keuangan ditempatkan sebagai salah satu kompetensi yang mendukung mahasiswa dalam membangun kemandirian serta merencanakan masa depan secara lebih terukur.

FEB UNDIP TETAPKAN KETUA DAN SEKRETARIS SENAT PERIODE 2026–2031

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menetapkan kepemimpinan baru Senat Fakultas untuk periode 2026–2031 melalui sidang pemilihan yang berlangsung di Ruang Sidang Senat FEB Undip pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam sidang tersebut, Dr. Mahfudz, S.E., M.T. terpilih sebagai Ketua Senat FEB Undip, sedangkan Mirwan Surya Perdhana, S.E., M.M., Ph.D. dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Senat FEB Undip. Pemilihan diikuti oleh unsur pimpinan fakultas dan departemen yang terdiri atas Dekan, Wakil Dekan, Ketua Departemen, serta Ketua Program Studi. Proses pemilihan berlangsung sebagai bagian dari mekanisme tata kelola fakultas dalam menentukan kepemimpinan Senat untuk lima tahun ke depan. Terpilihnya Dr. Mahfudz menandai estafet kepemimpinan dari Prof. Anis Chariri, S.E., M.Com., Ph.D., Akt., yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Senat FEB Undip periode 2021–2026. Sementara itu, jabatan Sekretaris Senat yang sebelumnya diemban oleh Dr. Mahfudz selanjutnya diteruskan oleh Mirwan Surya Perdhana. Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari keberlanjutan tata kelola akademik yang mendukung pelaksanaan fungsi Senat sebagai salah satu organ penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan fakultas. Senat Fakultas memiliki peran strategis dalam memberikan pertimbangan dan masukan terhadap berbagai kebijakan akademik, menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan, serta mendukung pengembangan institusi sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik. Melalui kepemimpinan baru ini, FEB Undip diharapkan terus memperkuat perannya dalam mewujudkan lingkungan akademik yang unggul, adaptif, dan berintegritas. Keluarga besar FEB Undip mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Mahfudz, S.E., M.T. sebagai Ketua Senat FEB Undip dan Mirwan Surya Perdhana, S.E., M.M., Ph.D. sebagai Sekretaris Senat FEB Undip periode 2026–2031. Amanah yang diemban diharapkan semakin memperkuat sinergi sivitas akademika dalam mendukung kemajuan FEB Undip sebagai fakultas yang unggul dan bereputasi di tingkat nasional maupun internasional.

Hadirkan Cek kesehatan gratis di Desa Purworejo, Kolaborasi mahasiswa KKN-T UNDIP IDBU-2 dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak serta Puskesmas Kecamatan Bonang, Menyasar 200 Warga Desa.

Purworejo, Demak- Sabtu, 8 Agustus 2026. Mahasiswa KKN-T IDBU (Kuliah Kerja Nyata-Tematik Iptek bagi Desa Binaan Undip) 2 Universitas Diponegoro, berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) terbatas bagi sejumlah warga di Desa Purworejo. CKG terbatas diperuntukkan hanya bagi warga desa yang telah terjaring melalui screening kesehatan oleh mahasiswa KKN-T pada minggu sebelumnya. Jumlah warga desa yang menjadi sasaran prioritas CKG adalah sebanyak 200 orang dengan riwayat diabetes, hipertensi, tuberkulosis, rematik, anemia, hepatitis, serta kesejahteraan geriatri. Acara yang bertempat di Balai Desa Purworejo ini, dimulai pukul 07.00 pagi dan disambut oleh antusiasme tinggi dari masyarakat desa, bahkan sampai pukul 12.00 siang warga masih terus berdatangan. Pelaksanaan CKG adalah bentuk realisasi komitmen mahasiswa KKN-T untuk mendukung SDG’S 3, yaitu Good Health and Well-Being khususnya di wilayah desa pesisir. Satu minggu sebelum pelaksanaan CKG terbatas, tepatnya dimulai pada tanggal 30 Juli 2026 mahasiswa KKN-T IDBU 2 Kelompok A yang beranggotakan ⁠Vania Rahma Putri (Hukum), Sabrina Mantika (Ekonomi), Shanti Alya Paramita (Akuntansi), Andika Alfi Khoyron (Manajemen), Sekar Mitayani (Teknik Komputer), Anasthasya Jessy Onica (Ilmu Kelautan), Savita Aurora Rakhma (Kedokteran Umum), Nadiya Nuhaifa (Bisnis Digital), Tegar Hermawan (Ekonomi), dan Yunita Mellyndra Sari (Keperawatan) melaksanakan screening kesehatan secara door to door atau langsung ke rumah para warga RW 1, 2, dan 7 yang telah terdata sebelumnya melalui posyandu rutin bulanan Desa Purworejo. Screening dilakukan oleh mahasiswa KKN-T untuk mendapatkan data terbaru dan menyesuaikannya secara keseluruhan agar CKG pada tanggal 8 dan 9 Agustus dapat dipastikan tepat sasaran. Selain itu, melalui screening oleh mahasiswa KKN-T didapati data terbaru yang sudah terdigitalisasi melalui excel, data ini kemudian diserahkan kepada perangkat kesehatan desa untuk dapat diperbaharui setiap bulannya dan dipergunakan secara berkelanjutan. Selain itu, salah satu sorotan dalam CKG terbatas kali ini adalah penelusuran, pencegahan, serta penyembuhan bagi warga desa yang berkontak erat atau kontak serumah dengan orang beriwayat penyakit tuberkulosis. Penelusuran (tracing) menggunakan alat X Ray Portable yang disediakan oleh Puskesmas Kecamatan Bonang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kab. Demak. Integrasi CKG pada 8 Agustus 2026 merupakan awalan sebelum puncak acara, yaitu CKG massal yang menyasar 1000 warga Desa Purworejo keesokan harinya, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Pelaksanaan CKG adalah upaya preventif sekaligus rehabilitatif dalam memonitoring kesehatan warga desa pesisir. Upaya preventif melalui screening dengan media kuesioner oleh para mahasiswa KKN-T yang langsung menanyakan kondisi dan keluhan kesehatan warga desa, sedangkan upaya rehabilitatif diwujudkan melalui pemberian obat sesuai penyakit yang diderita. Melalui pelaksanaan CKG ini, masyarakat desa semakin merasakan dampak positif dari kehadiran mahasiswa KKN-T Undip Tahun 2026.  

MAHASISWA KKN-T UNDIP DORONG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PESISIR MELALUI PENGUATAN HOME INDUSTRY DI DEMAK

Program KKN mengintegrasikan penguatan home industry dan edukasi kesehatan untuk mendukung kesejahteraan keluarga nelayan di Desa Purworejo. Demak, 14 Juli 2026. Potensi ekonomi perempuan pesisir menjadi fokus pengabdian mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU-2 di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Selama 45 hari, tim mahasiswa lintas disiplin mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan penguatan usaha rumahan (home industry) dan edukasi kesehatan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan. Program KKN-T IDBU-2 di Desa Purworejo dijalankan oleh 10 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Sabrina Mantika (Ekonomi), Vania Rahma Putri (Hukum), Shanti Alya Paramita (Akuntansi), Andika Alfi Khoyron (Manajemen), Sekar Mitayani (Teknik Komputer), Anasthasya Jessy Onica (Ilmu Kelautan), Savita Aurora Rakhma (Kedokteran), Nadiya Nuhaifa (Bisnis Digital), Tegar Hermawan (Ekonomi), dan Yunita Mellyndra Sari (Keperawatan). Kolaborasi lintas keilmuan tersebut menjadi kekuatan utama tim dalam merancang program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai aspek. Desa Purworejo dipilih karena mayoritas masyarakatnya menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan. Di sisi lain, sebagian besar perempuan masih berperan sebagai ibu rumah tangga, meskipun memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan ekonomi produktif. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa mengusung tema “Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera: Penguatan Home Industry dan Edukasi Kesehatan untuk Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga di Desa Purworejo, Kabupaten Demak” sebagai dasar penyusunan program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Realisasi program kerja yang telah terencana nantinya, diarahkan untuk mendukung Social Development Goals (SDGS) 3, yaitu Good Health and Well-Being, serta SDGS 5, yaitu Gender Equality. Tercapainya kesetaraan melalui pemberdayaan Perempuan di pesisir dari segi ekonomi sekaligus juga mewujudkan kesejahteraan bagi keseluruhan rumah tangga di Desa Purworejo. Selain aspek kesetaraan dan kesejahteraan, KKNT- IDBU 2 juga menjadikan aspek Kesehatan sebagai fokus dalam program kerja. Rencananya dilaksanakan cek kesehatan bagi masyarakat dengan penyakit dan kategori yang telah terjaring melalui seleksi yang dilakukan oleh mahasiswa dan kader kesehatan desa. Daftar penyakit yang menjadi perhatian diantaranya diabetes, hipertensi, tuberkulosis, rematik, anemia, hepatitis, dan kesejahteraan geriatri. Kolaborasi berbagai disiplin ilmu adalah wujud komitmen kuat mahasiswa Universitas Diponegoro untuk terus hadir dan selalu memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat daerah pesisir. Keberdampakan ditunjukan melalui solusi yang langsung dapat diterapkan sehingga berpeluang menopang stabilitas ekonomi masyarakat desa daerah pesisir.

FEB UNDIP Perkuat Persiapan Akreditasi AACSB melalui Mentor Visit Programme bersama Taylor’s University Malaysia

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) terus memperkuat langkah menuju akreditasi internasional Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) melalui penyelenggaraan Mentor Visit Programme pada 3–5 Agustus 2026 di Gedung Dekanat FEB UNDIP. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperkuat tata kelola akademik sekaligus memastikan kesiapan institusi memenuhi standar pendidikan bisnis bertaraf internasional. Menghadirkan Prof. Dr. Chong Siong Choy, Dean of the Faculty of Business and Law Taylor’s University, Malaysia, yang juga berpengalaman sebagai mentor akreditasi AACSB, kegiatan ini menjadi wadah bagi pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta tim akreditasi FEB UNDIP untuk memperoleh masukan berdasarkan praktik terbaik (best practices) dari institusi yang telah berhasil meraih akreditasi AACSB. Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai sesi konsultasi dan diskusi strategis dilakukan untuk meninjau kesiapan FEB UNDIP dalam menghadapi proses akreditasi internasional. Pembahasan mencakup penguatan tata kelola fakultas, penyempurnaan dokumen akreditasi, implementasi Assurance of Learning (AoL) dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga strategi membangun budaya continuous improvement yang menjadi salah satu prinsip utama dalam standar AACSB. Selain sesi mentoring bersama pimpinan dan tim akreditasi, Prof. Chong juga berinteraksi dengan dosen dan mahasiswa melalui sharing session yang berlangsung secara interaktif. Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai proses pencapaian akreditasi AACSB di Taylor’s University, tantangan yang dihadapi, serta strategi membangun ekosistem pendidikan bisnis yang adaptif terhadap perkembangan global. Diskusi ini turut membuka ruang pertukaran gagasan mengenai inovasi pembelajaran, internasionalisasi, serta penguatan kualitas akademik secara berkelanjutan. Melalui Mentor Visit Programme, FEB UNDIP memperoleh berbagai rekomendasi strategis yang diharapkan dapat memperkuat implementasi standar AACSB sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi antara FEB UNDIP dan Taylor’s University, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan kapasitas akademik. Sejalan dengan visi menjadi fakultas ekonomi dan bisnis yang bereputasi global, FEB UNDIP terus berkomitmen meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan melalui kolaborasi internasional, inovasi akademik, dan penguatan sistem penjaminan mutu. Upaya tersebut diharapkan semakin mempercepat langkah FEB UNDIP dalam meraih akreditasi AACSB sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat internasional.