FEB Undip Buka Pendaftaran Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi di bidang pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya FEB Undip dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa agar memiliki kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus berkontribusi terhadap penguatan sektor UMKM di Indonesia. Program sertifikasi akan dilaksanakan pada 8–10 Juli 2026. Selama dua hari pertama, peserta akan mengikuti pelatihan serta pendampingan intensif sebagai bekal menghadapi uji kompetensi. Selanjutnya, pada 10 Juli 2026, peserta akan mengikuti Ujian Kompetensi sebagai tahapan akhir untuk memperoleh sertifikasi. Melalui program ini, peserta akan memperoleh berbagai manfaat, di antaranya pelatihan dan pendampingan secara intensif, pengalaman praktis dalam pendampingan UMKM, serta kesempatan memperoleh Sertifikat Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki. Program ini tidak dipungut biaya atau gratis bagi seluruh peserta. Mahasiswa yang mendaftar diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan hingga pelaksanaan ujian kompetensi sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti proses sertifikasi. Mahasiswa yang berminat dapat melakukan pendaftaran dengan  mengakses tautan berikut: https://bit.ly/SertifikasiUMKM2026 Melalui Program Sertifikasi Pendampingan UMKM Mahasiswa Tahun 2026, FEB Undip berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki kompetensi profesional di bidang pendampingan UMKM sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

FEB Undip dan University of Waterloo Perkuat Kolaborasi Global untuk Membangun Ketahanan Masyarakat Pesisir

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global, melainkan kenyataan yang dihadapi setiap hari. Kenaikan muka air laut, banjir rob, abrasi, hingga menurunnya hasil tangkapan nelayan membawa dampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Persoalan seperti ini tidak dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu atau satu negara saja. Dibutuhkan kolaborasi yang mempertemukan berbagai perspektif, pengalaman, dan hasil riset untuk menemukan solusi yang lebih berkelanjutan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama University of Waterloo, Canada, menyelenggarakan Summer Course 2026 bertajuk Coastal Communities in Transition: Pathways from Vulnerability to Viability (V2V) pada 23–25 Juni 2026. Program yang didukung oleh World Class University (WCU) Universitas Diponegoro ini mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan akademisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan berbagai pendekatan dalam memperkuat ketahanan masyarakat pesisir sekaligus memperluas kolaborasi akademik internasional. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mengikuti sesi perkuliahan dan diskusi di ruang kelas, tetapi juga bertukar pengalaman dengan akademisi dan praktisi yang telah lama berkecimpung dalam isu pembangunan pesisir. Pembahasan mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari ekonomi, lingkungan, kebijakan publik, hingga pemberdayaan masyarakat. Pendekatan multidisiplin tersebut memberikan gambaran bahwa membangun ketahanan wilayah pesisir memerlukan kolaborasi berbagai bidang ilmu serta keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dari solusi. Berbagai perspektif juga mewarnai pelaksanaan Summer Course 2026. Prof. Dr. Ir. Munasik, M.Sc., Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, mengajak peserta melihat bagaimana perubahan iklim memengaruhi keberlanjutan sumber daya kelautan dan kehidupan masyarakat pesisir. Di sisi lain, Madam Ita menunjukkan bahwa penguatan peran perempuan nelayan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kapasitas komunitas pesisir menghadapi berbagai perubahan. Diskusi tersebut memperlihatkan bahwa solusi bagi wilayah pesisir tidak dapat dilihat dari satu sudut pandang saja, melainkan membutuhkan pendekatan yang menghubungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan. Kolaborasi internasional dalam Summer Course 2026 juga diperkuat melalui kehadiran Prof. Prateep Kumar Nayak sebagai Visiting Professor yang didukung oleh World Class University (WCU) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Selain berpartisipasi dalam kegiatan Summer Course, Prof. Prateep terlibat dalam pembimbingan mahasiswa doktoral, supervisi penelitian, serta diskusi akademik bersama dosen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas riset dan memperluas jejaring akademik internasional di lingkungan FEB Undip. Pengalaman belajar peserta semakin lengkap melalui kunjungan lapangan ke Desa Purworejo, Kabupaten Demak, salah satu wilayah yang terdampak banjir rob dan perubahan garis pantai. Di lokasi ini, peserta berdialog langsung dengan masyarakat, mengamati kehidupan nelayan, mempelajari inisiatif pemberdayaan perempuan, serta melihat berbagai bentuk adaptasi yang dilakukan komunitas dalam menghadapi perubahan lingkungan. Kunjungan tersebut memberikan pemahaman bahwa solusi terhadap persoalan pesisir tidak cukup dibangun dari ruang kelas, tetapi juga melalui pembelajaran langsung bersama masyarakat yang mengalaminya. Summer Course 2026 bukan sekadar program akademik internasional, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pendidikan, riset, dan pengalaman lapangan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat pesisir. Bersama University of Waterloo dan melalui dukungan World Class University (WCU) Universitas Diponegoro, kolaborasi ini mendorong lahirnya gagasan, penelitian, dan jejaring akademik yang berkontribusi pada transformasi masyarakat pesisir dari kondisi rentan (vulnerability) menuju masyarakat yang lebih tangguh dan berdaya (viability). Semangat Vulnerability to Viability (V2V) inilah yang menjadi benang merah kolaborasi internasional FEB Undip dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi yang relevan bagi tantangan perubahan iklim dan pembangunan pesisir berkelanjutan.

Memperkuat Jejaring Global, FEB Undip Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Internasionalisasi

Internasionalisasi kini tidak lagi sekadar menjadi pelengkap, melainkan kebutuhan strategis bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing di tingkat global. Menyadari pentingnya hal tersebut, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar Workshop Penguatan Kapasitas dalam Mendukung Internasionalisasi pada 18–19 Juni 2026 di The Wujil Resort & Conventions, Ungaran. Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh International Office (IO) FEB Undip ini, para pimpinan dan pengelola akademik dibekali strategi membangun kerja sama internasional yang berkelanjutan, memperluas jejaring dengan universitas mitra luar negeri, serta mengoptimalkan peluang kolaborasi global dalam bidang pendidikan, penelitian, dan mobilitas akademik. Dalam sambutannya Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FEB Undip, Dr. Wahyu Meiranto, S.E., M.Si., Akt., menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan salah satu agenda strategis fakultas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring akademik global, serta memperkuat reputasi institusi di tingkat internasional. Menurutnya, pengembangan kerja sama dengan mitra luar negeri tidak cukup hanya diwujudkan melalui penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi harus mampu menghasilkan program-program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan institusi. Melalui sesi berbagi pengalaman yang disampaikan oleh Ida Noviyantie, S.S., M.A., Koordinator Global Relations and Mobility Office (GREAT) FEB Universitas Gadjah Mada (UGM), peserta memperoleh wawasan mengenai strategi membangun dan menjaga kemitraan internasional yang berkelanjutan. Berbagai praktik baik yang telah diterapkan FEB UGM menjadi referensi berharga bagi FEB Undip dalam memperluas kolaborasi dengan universitas mitra luar negeri, meningkatkan mobilitas akademik, serta mengembangkan program internasional yang lebih berdampak. Dalam workshop tersebut, peserta juga diajak memahami pentingnya pendekatan yang proaktif dalam mengidentifikasi calon mitra strategis, membangun komunikasi yang efektif, serta mengembangkan program kolaboratif yang sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan masing-masing institusi. Strategi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa kerja sama internasional tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu berkembang menjadi kolaborasi akademik yang produktif dan berkelanjutan. Seiring meningkatnya tuntutan globalisasi pendidikan tinggi, kemitraan internasional menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas kesempatan belajar, penelitian, dan pengembangan kapasitas sivitas akademika. Melalui kegiatan ini, International Office FEB Undip berharap seluruh unit akademik memiliki pemahaman dan visi yang selaras dalam mendukung agenda internasionalisasi fakultas, sehingga peluang kolaborasi global dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat daya saing dan reputasi FEB Undip di tingkat internasional.  

Departemen Manajemen FEB Undip Gelar Kuliah Dosen Tamu Bahas Risiko dan Mitigasi Risiko di Industri Perbankan

Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu bertajuk “Risiko dan Mitigasi Risiko di Industri Perbankan” pada Jumat (5/6) di Hall Gedung C FEB Undip. Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Erman Denny Arfinto, S.E., M.M., dosen Program Studi Manajemen FEB Undip, ini menghadirkan Dr. Drs. Randi Anto, M.B.A., praktisi senior yang pernah menjabat sebagai Direktur Human Capital PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk periode 2011–2017 dan Direktur Utama Perum Jamkrindo periode 2017–2020. Kuliah ini menjadi bagian dari upaya Departemen Manajemen FEB Undip dalam memperkaya wawasan mahasiswa melalui pembelajaran yang terhubung langsung dengan praktik industri. Dr. Randi Anto menjelaskan bahwa manajemen risiko merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan industri perbankan. Ia mengulas berbagai jenis risiko yang dihadapi perbankan, mulai dari risiko kredit, risiko operasional, risiko pasar, hingga risiko likuiditas, serta strategi mitigasi yang diperlukan untuk mengantisipasi berbagai tantangan di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi keuangan. Menurutnya, kemampuan mengidentifikasi risiko sejak dini dan membangun tata kelola yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sektor perbankan. Selain menyampaikan materi mengenai risiko dan mitigasi risiko perbankan, Dr. Randi Anto juga berbagi pengalaman selama berkarier di sektor keuangan nasional. Mahasiswa memperoleh wawasan mengenaikepemimpinan, pengelolaan sumber daya manusia, transformasi organisasi, serta tantangan yang dihadapi industri perbankan dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis. Kehadiran beliau di FEB Undip juga bukan yang pertama, mengingat Dr. Randi Anto selama ini aktif berkontribusi sebagai dosen luar biasa pada Program Magister Manajemen FEB Undip, sehingga kedekatannya dengan lingkungan akademik FEB Undip telah terjalin cukup lama. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai manajemen risiko perbankan, tetapi juga mendapatkan wawasan langsung dari praktisi yang memiliki pengalaman strategis di tingkat nasional. Kuliah dosen tamu ini menjadi bagian dari komitmen FEB Undip untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri, memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan dunia profesional, serta membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan sektor keuangan di masa depan.

Hampir 50 Dosen FEB Undip Raih Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Non-APBN Undip TA 2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui keberhasilan dosennya dalam memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dibiayai selain APBN Universitas Diponegoro Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 37 dosen berhasil mendapatkan pendanaan penelitian, sementara 8 dosen lainnya memperoleh pendanaan untuk program pengabdian kepada masyarakat. Capaian ini mencerminkan komitmen kuat sivitas akademika FEB Undip dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pendanaan tersebut tidak hanya mendukung pelaksanaan riset yang berkualitas, tetapi juga memperluas dampak pengabdian yang relevan dengan kebutuhan sosial dan ekonomi. FEB Undip terus mendorong dosen untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai skema pendanaan eksternal guna memperkuat ekosistem riset dan pengabdian yang berkelanjutan. Melalui capaian ini, fakultas optimistis dapat terus meningkatkan reputasi akademik serta memberikan kontribusi strategis dalam pembangunan. Ke depan, FEB Undip berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, baik dari sektor pemerintah, industri, maupun institusi internasional. Download Lampiran: LAMPIRAN-DAFTAR-PENERIMA-PENDANAAN-PENELITIAN-YANG-DIBIAYAI-SELAIN-APBN-UNDIP-TA-2026 LAMPIRAN-DAFTAR-PENERIMA-PENDANAAN-PENGABDIAN-KEPADA-MASYARAKAT-YANG-DIBIAYAI-SELAIN-APBN-UNDIP-TA-2026

Informasi Penyesuaian UKT Mahasiswa Tingkat Akhir Semester Genap TA 2025/2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menginformasikan terkait penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa tingkat akhir pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Nomor 983/UN7.A2/KU/XI/2025 tertanggal 20 November 2025 mengenai penyesuaian UKT bagi mahasiswa tingkat akhir. Kebijakan ini ditujukan bagi mahasiswa yang mengajukan pembebasan UKT serta belum melakukan pembayaran UKT pada semester berjalan. Mahasiswa yang memenuhi kriteria tersebut diminta untuk memperhatikan ketentuan serta jadwal proses penyesuaian UKT yang telah ditetapkan oleh universitas. Pada tahap awal, mahasiswa yang telah mengajukan pembebasan UKT diwajibkan mengunggah dokumen pendukung melalui sistem yang telah disediakan. Bagi mahasiswa yang telah dinyatakan lulus, dokumen yang diunggah adalah Surat Keterangan Lulus (SKL). Sementara itu, mahasiswa yang belum lulus diminta untuk mengunggah Isian Rencana Studi (IRS) sebagai dasar pengajuan penyesuaian UKT. Seluruh dokumen tersebut dapat diunggah melalui laman resmi https://ukt.undip.ac.id. Adapun jadwal pelaksanaan penyesuaian UKT mahasiswa tingkat akhir adalah sebagai berikut: 9–17 Maret 2026Mahasiswa yang mengajukan pembebasan UKT mengunggah dokumen pendukung (SKL atau IRS) melalui sistem. 25–31 Maret 2026Proses verifikasi penyesuaian UKT di tingkat Fakultas/Sekolah. 1–2 April 2026Proses verifikasi penyesuaian UKT di tingkat Universitas. 3 April 2026Finalisasi tindak lanjut penyesuaian UKT mahasiswa tingkat akhir. Melalui kebijakan ini, Universitas Diponegoro berupaya memberikan kemudahan bagi mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan kewajiban administrasi akademik menjelang kelulusan. Mahasiswa diharapkan dapat memperhatikan jadwal yang telah ditentukan serta memastikan dokumen yang diunggah telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dokumen unduh >>> Tindak Lanjut Penyesuaian UKT Tingkat Akhir Genap 2025-2026

Penyesuaian Jadwal Perkuliahan Jelang Libur Nyepi dan Idul Fitri 1447 H

Menjelang rangkaian libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi serta Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Universitas Diponegoro menetapkan kebijakan penyesuaian sistem perkuliahan. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh fakultas dan sekolah di lingkungan Undip, termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip. Penyesuaian tersebut merujuk pada Surat Edaran Rektor Universitas Diponegoro Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Kedinasan pada Bulan Suci Ramadhan 1447 H serta dalam rangka Libur Nasional dan Cuti Bersama Nyepi dan Idul Fitri 1447 H, tertanggal 20 Februari 2026. Berdasarkan surat tersebut, perkuliahan pada tanggal 16–17 Maret 2026 dan 25–27 Maret 2026 dilaksanakan secara daring/online. Sementara itu, perkuliahan pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 dapat dilaksanakan secara daring berdasarkan kesepakatan antara dosen pengampu dan mahasiswa, mengingat tanggal tersebut termasuk dalam periode cuti bersama. Dalam ketentuan tersebut juga ditegaskan bahwa dosen dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan kepegawaian yang berlaku. Selain itu, dosen tidak diperkenankan mengadakan perkuliahan pada hari libur keagamaan. Kebijakan ini bertujuan menjaga keberlangsungan kegiatan akademik di lingkungan Undip sekaligus memberikan ruang bagi sivitas akademika untuk menjalankan ibadah dan merayakan hari besar keagamaan dengan khidmat. FEB Undip mengimbau seluruh mahasiswa untuk menyesuaikan jadwal perkuliahan, aktif memantau informasi dari dosen pengampu, serta tetap mengikuti proses pembelajaran sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan adanya penyesuaian ini, diharapkan kegiatan akademik tetap berjalan optimal tanpa mengurangi makna perayaan hari besar keagamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lampiran :

Kuliah Umum Pasar Keuangan FEB Undip: Penguatan Literasi Pasar Modal dan Investasi

Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan Kuliah Umum Pasar Keuangan bertema Pengenalan Pasar Modal dan Investasi pada 18 Februari 2026 di Hall Gedung C FEB Undip. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan literasi keuangan dan investasi bagi mahasiswa, sekaligus mendukung peningkatan kompetensi di bidang pasar modal yang relevan dengan kebutuhan industri keuangan nasional. Materi disampaikan oleh Fanny Rifqi El Fuad, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah 1, dan dimoderatori oleh Astiwi Indriani, S.E., M.M., Dosen Program Studi S1 Manajemen FEB Undip. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan peran strategis pasar modal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta peluang investasi yang dapat dimanfaatkan mahasiswa secara rasional dan terukur. Sesi diskusi berlangsung interaktif. Salah satu mahasiswa mengajukan pertanyaan, “Apa saja fundamental yang harus dimiliki perusahaan agar layak melakukan Initial Public Offering (IPO)?” Menanggapi hal tersebut, Fanny Rifqi El Fuad menjelaskan, “Perusahaan yang siap melantai di bursa harus memiliki kinerja keuangan yang stabil atau bertumbuh, model bisnis yang jelas, tata kelola perusahaan yang baik, serta prospek usaha yang berkelanjutan. Selain itu, transparansi laporan keuangan dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi aspek penting karena setelah IPO, perusahaan wajib mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada investor dan publik.” Melalui kegiatan ini, FEB Undip menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi dengan institusi strategis seperti Bursa Efek Indonesia. Kuliah umum ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai literasi pasar modal, memperkuat kesiapan menghadapi dinamika industri keuangan, serta mendorong terbentuknya generasi muda yang cerdas dan bijak dalam mengambil keputusan investasi.

AUTO2000 Campus Hiring Hadir di Undip, Buka Peluang Karier bagi Talenta Muda

Universitas Diponegoro kembali menjadi tuan rumah kegiatan rekrutmen perusahaan nasional melalui program campus hiring yang diselenggarakan oleh PT Astra International Tbk. – Toyota Sales Operation (AUTO2000). Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 25 Februari 2026 dan menjadi bagian dari upaya mempertemukan dunia industri dengan talenta muda potensial dari lingkungan kampus. AUTO2000 membuka kesempatan bagi mahasiswa dan alumni untuk bergabung dan bertumbuh bersama perusahaan melalui berbagai posisi yang disesuaikan dengan kualifikasi dan minat kandidat. Informasi lengkap mengenai posisi yang tersedia serta persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram resmi @careerauto2000. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan bit.ly/Auto2000CampusHiring dengan batas akhir registrasi pada 24 Februari 2026. Kegiatan ini bersifat invitation only, sehingga peserta yang dapat mengikuti rangkaian seleksi adalah kandidat yang menerima undangan resmi melalui email setelah proses administrasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dan alumni Universitas Diponegoro dapat memanfaatkan peluang karier yang tersedia, memperluas jejaring profesional, serta mempersiapkan diri untuk berkontribusi di industri otomotif nasional.

Tim D-DART FEB Undip Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Luapan Kali Babon

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) melalui Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir akibat luapan Kali Babon di wilayah Rowosari dan Meteseh, Kota Semarang, pada Selasa, 17 Februari 2026. Aksi tanggap darurat ini merupakan respons atas bencana yang terjadi pada 16 Februari 2026 dan mengakibatkan ratusan warga terdampak serta mengalami kerugian materiil dan gangguan aktivitas ekonomi. Kegiatan dipimpin oleh Wakil Dekan I FEB Undip, Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E. selaku Ketua tim D-DART FEB Undip dan melibatkan anggota tim serta perwakilan sivitas akademika. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pangan seperti beras, telur, mi instan, sarden atau kornet, kebutuhan bayi dan balita seperti pampers dan bubur bayi, serta perlengkapan kebersihan antara lain minyak kayu putih, minyak telon, bedak, dan sabun. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan perangkat wilayah setempat guna memastikan bantuan tepat sasaran, khususnya bagi keluarga terdampak langsung dan kelompok rentan. Kegiatan bakti sosial ini merupakan implementasi nyata dari tagline “Undip Bermartabat dan Undip Bermanfaat”, yang menegaskan bahwa keberadaan perguruan tinggi harus memberikan dampak langsung dan positif bagi masyarakat. Adapun aksi sosial ini diawali dengan penggalangan dana internal fakultas yang didukung oleh partisipasi dosen dan tenaga kependidikan. D-DART kemudian melakukan pengadaan kebutuhan berdasarkan prioritas di lapangan dan mendistribusikannya secara langsung kepada masyarakat terdampak. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terencana serta didokumentasikan sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada sivitas akademika. Melalui kegiatan ini, FEB Undip menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran D-DART di lokasi bencana menjadi wujud nyata peran fakultas sebagai institusi yang responsif, peduli, dan berkontribusi langsung dalam penguatan ketahanan sosial dan pangan masyarakat terdampak.