FEB Undip dan ADPI Perkuat Literasi Dana Pensiun melalui ADPI Goes to Campus

Persiapan masa depan finansial tidak menunggu seseorang memasuki usia pensiun. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan ADPI Goes to Campus yang diselenggarakan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Selasa (29/9), di FEB Undip, Semarang. Kegiatan ini sekaligus ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FEB Undip dan ADPI serta kuliah dosen tamu bagi mahasiswa. Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa kerja sama dengan ADPI membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif langsung dari para praktisi di bidang dana pensiun. Menurutnya, kolaborasi antara institusi pendidikan dan asosiasi profesi dapat memperluas pembelajaran mahasiswa sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama di bidang lainnya. Ketua Umum ADPI sekaligus Presiden Direktur Dana Pensiun Telkom, Abdul Hadi, menekankan bahwa masa pensiun kerap dipandang sebagai sesuatu yang masih jauh karena dikaitkan dengan usia. Padahal, waktu menjadi salah satu modal penting dalam mempersiapkannya. Semakin dini seseorang membangun kebiasaan finansial, semakin panjang kesempatan untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan. Ia juga menggarisbawahi tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni meningkatnya usia harapan hidup, perubahan penghasilan saat memasuki masa pensiun, serta risiko ketergantungan pada keluarga apabila persiapan tidak dilakukan secara memadai. Perspektif tersebut kemudian diperkuat melalui kuliah dosen tamu oleh Budi Sutrisno, BEc, MM, CFIA, CRP, Direktur Utama Dana Pensiun BCA sekaligus Wakil Ketua III ADPI Bidang Edukasi dan Kompetensi serta Sosialisasi dan Literasi. Mengusung tema “Build a Professional Legacy: Hargai Proses, Syukuri Hasil”, materi tidak hanya membahas perencanaan masa depan finansial, tetapi juga mengajak mahasiswa membangun karier melalui integritas, inisiatif, inovasi, growth mindset, perencanaan, personal branding, dan kemampuan beradaptasi. Dalam pembahasan mengenai kemandirian finansial, mahasiswa diperkenalkan pada konsep Saving, Reserve, Investment (SRI) serta prinsip Save & Invest, Then Spend. Mahasiswa juga diajak membedakan kebutuhan (need) dari keinginan (want). Sebagai panduan, beliau memaparkan contoh alokasi penghasilan: kebutuhan maksimal 50%, sedangkan proteksi asuransi, tabungan, dana cadangan, gaya hidup, dan investasi masing-masing 10%. Beliau juga menyarankan dana darurat sebesar enam kali pengeluaran bulanan dalam instrumen yang likuid. Kegiatan tersebut turut dihadiri Edi Pujiyanto, Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Dana Pensiun (LSPDP). Melalui kolaborasi ini, FEB Undip dan ADPI berharap literasi dana pensiun semakin berkembang di kalangan sivitas akademika, sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menyiapkan masa depan finansial sejak usia produktif.

Lengkap, Total Delapan Prodi FEB Undip Rampungkan Asesmen LAMEMBA

Rangkaian asesmen lapangan akreditasi LAMEMBA di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) resmi lengkap setelah empat program studi dari Departemen Manajemen dan Departemen Akuntansi menjalani asesmen pada 23–25 September 2026. Asesmen tersebut menjadi pelengkap rangkaian asesmen pada minggu sebelumnya, yang mencakup empat program studi di bidang Ilmu Ekonomi, Sarjana Ekonomi, Sarjana Ekonomi Islam, Magister Ekonomi dan Doktor Ekonomi. Dengan demikian, seluruh delapan program studi FEB Undip telah menuntaskan asesmen lapangan akreditasi LAMEMBA. Pada asesmen minggu ini, evaluasi mencakup Program Studi Sarjana dan Magister Manajemen serta Program Studi Sarjana dan Magister Akuntansi. Sementara itu, empat program studi di bidang Ilmu Ekonomi telah lebih dahulu menjalani asesmen pada minggu sebelumnya. Tim asesor yang terlibat dalam asesmen 23–25 September 2026 terdiri atas : Prof. Dr. Ir. T. Ezni Balqiah, M.E., M.H. (Asesor bidang Manajemen) Prof. Dr. Ahmad Rizki Sridadi, S.H., M.M. (Asesor bidang Manajemen) Prof. Dr. Grahita Chandrarin, M.Si., Ak., CA. (Asesor bidang Akuntansi) Ni Putu Sri Harta Mimba, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CMA. (Asesor bidang Akuntansi) Tuntasnya rangkaian asesmen untuk delapan program studi menandai selesainya proses asesmen lapangan LAMEMBA di FEB Undip. Proses ini menjadi bagian dari evaluasi dan pengembangan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan fakultas. FEB Undip menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim asesor serta sivitas akademika yang telah mendukung pelaksanaan asesmen. Semoga proses yang telah dilalui memberikan hasil terbaik bagi pengembangan dan peningkatan mutu akademik FEB Undip.

Dua Mahasiswa FEB Undip Raih Silver Medal di Japan Design and Invention Expo 2026

Dua mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro, Bintang Timur (FEB, Ekonomi Islam 2023) dan Moch Maulana Zaki (FEB, Ekonomi Islam 2024), berhasil meraih Silver Medal dalam ajang Japan Design and Invention Expo (JDIE) 2026 yang berlangsung pada 3–4 Juli 2026 di Kansai Airport Conference Hall, Osaka, Jepang. Keduanya menjadi bagian dari Tim Insani, yang beranggotakan mahasiswa lintas fakultas Universitas Diponegoro. Tim tersebut membawa inovasi yang memanfaatkan dunia game Roblox sebagai media pembelajaran interaktif, dengan Bintang Timur dan Moch Maulana Zaki menjadi dua mahasiswa FEB Undip dari Program Studi Ekonomi Islam yang terlibat dalam pengembangan inovasi tersebut. JDIE 2026 merupakan pameran inovasi internasional yang diselenggarakan oleh World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA). Ajang ini mempertemukan peneliti, mahasiswa, dan pelajar dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya inovasi. Selain kompetisi, JDIE juga menghadirkan lokakarya, konferensi internasional, serta seminar yang berkaitan dengan hak kekayaan intelektual dan paten. Pada penyelenggaraan tahun ini, JDIE menghadirkan 328 inovasi dari 23 negara. Kontribusi Mahasiswa Ekonomi Islam dalam Inovasi Berbasis Game Bagi Bintang Timur, keterlibatannya dalam Tim Insani menunjukkan bahwa latar belakang keilmuan tidak menjadi batas untuk berkontribusi dalam pengembangan inovasi teknologi. Sebagai mahasiswa Ekonomi Islam FEB Undip, ia mengambil peran pada aspek pendidikan dan pengembangan konten pembelajaran. Bintang terlibat dalam penyusunan modul pendidikan karakter, mulai dari pengembangan materi, kuis, tahapan pembelajaran dengan tingkat kesulitan yang berjenjang, hingga konsep penyampaian pendidikan karakter secara interaktif melalui Roblox. Kontribusi tersebut diarahkan untuk mengemas nilai-nilai pendidikan karakter ke dalam learning-based game, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif. “Latar belakang saya tidak menjadi batasan untuk bisa berkontribusi dalam inovasi teknologi seperti INSANI. Justru, saya berkontribusi dari sisi pendidikan dan pengembangan konten pembelajaran,” ujar Bintang. Keterlibatan dua mahasiswa FEB Undip dalam Tim Insani juga memperlihatkan ruang kontribusi mahasiswa ekonomi dalam proyek inovasi yang bersifat lintas disiplin. Pengembangan inovasi tidak hanya membutuhkan aspek teknologi, tetapi juga pemahaman terhadap substansi, konten, dan cara menyampaikan pembelajaran kepada pengguna. Membawa Inovasi Mahasiswa Indonesia ke Panggung Internasional Bagi Bintang, pengalaman mengikuti JDIE 2026 memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan inovasi dari berbagai negara. Pertemuan dengan para inovator dari Asia, Eropa, dan berbagai negara lainnya memperluas perspektifnya mengenai perkembangan riset dan teknologi di tingkat internasional. Menurutnya, kesempatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman penting karena inovasi yang dikembangkan mahasiswa Universitas Diponegoro dari Indonesia dapat dipresentasikan dan disandingkan dengan berbagai karya dari negara lain. “Hal tersebut justru menjadi motivasi bagi saya bahwa sebagai mahasiswa Indonesia, kita juga memiliki kesempatan untuk bersaing dan membawa inovasi kita ke tingkat internasional,” ungkapnya. Capaian Silver Medal yang diraih Tim Insani menjadi bagian dari pengalaman akademik dan inovasi mahasiswa Undip di tingkat global. Bagi mahasiswa FEB Undip, pengalaman tersebut juga membuka perspektif bahwa kompetensi di bidang ekonomi dan bisnis dapat dipadukan dengan bidang lain dalam menghasilkan inovasi yang memiliki nilai pembelajaran. Mendorong Mahasiswa Berani Melangkah Pengalaman di JDIE 2026 juga menjadi dorongan bagi Bintang untuk mengajak mahasiswa FEB Undip lebih terbuka terhadap berbagai kesempatan pengembangan diri, termasuk mengikuti kompetisi dan ajang internasional. Menurut Bintang, mahasiswa tidak perlu membatasi diri berdasarkan latar belakang atau asal institusinya. Hal yang lebih penting adalah kemampuan untuk menunjukkan nilai dari diri dan karya yang dibawa. “Jangan takut untuk melangkah. Kita semua punya kesempatan untuk berkembang dan kita juga layak untuk mengikuti kompetisi internasional,” pesannya. Partisipasi mahasiswa FEB Undip dalam ajang internasional seperti JDIE menjadi salah satu ruang pembelajaran di luar kelas yang mempertemukan pengetahuan, kreativitas, kerja lintas disiplin, dan pengalaman global. Capaian tersebut sekaligus memperkaya pengalaman mahasiswa dalam membawa gagasan dan inovasi dari lingkungan kampus ke forum internasional.

FEB Undip Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMEMBA untuk Empat Program Studi Ekonomi

Semarang — Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro menyelesaikan rangkaian Asesmen Lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) yang berlangsung selama tiga hari pada 13–17 September 2026. Asesmen tersebut dilaksanakan untuk proses akreditasi Program Studi Sarjana Ekonomi, Sarjana Ekonomi Islam, Magister Ekonomi, dan Doktor Ekonomi. Rangkaian asesmen menjadi bagian dari proses evaluasi mutu akademik dan pengelolaan program studi. Selama pelaksanaannya, Tim Asesor LAMEMBA melakukan penilaian serta memberikan masukan yang menjadi bahan penting bagi FEB Undip dalam melihat capaian sekaligus ruang pengembangan pada empat program studi yang diasesmen. Asesmen menghadirkan empat asesor, yaitu Prof. Dr. Nisful Laila, S.E., M.Comm. dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Amir Machmud, S.E., M.Si. dari Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Lilik Sugiharti, S.E., M.Si. dari Universitas Airlangga, dan Dr. Nurul Badriyah, S.E., M.E. dari Universitas Brawijaya. Bagi FEB Undip, proses asesmen tidak hanya menjadi tahapan dalam akreditasi, tetapi juga ruang evaluasi untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan mutu akademik. Masukan dari asesor menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kualitas program studi sekaligus mengembangkan tata kelola akademik secara berkelanjutan. Atas terselenggaranya rangkaian asesmen tersebut, FEB Undip menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Tim Asesor LAMEMBA atas waktu, perhatian, dan masukan yang diberikan selama proses asesmen. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh sivitas akademika FEB Undip yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan asesmen. Rangkaian Asesmen Lapangan LAMEMBA diharapkan menjadi bagian dari proses berkelanjutan FEB Undip dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, pengelolaan program studi, serta layanan akademik bagi sivitas akademika.  

FEB Undip Bahas Peran Islamic Social Finance dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Islamic Social Finance menjadi salah satu pendekatan yang dapat mempertemukan dimensi sosial dan ekonomi dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Perspektif tersebut menjadi bahasan utama dalam Kuliah Umum “Islamic Social Finance as a Catalyst for Sustainable Economic Development” yang diselenggarakan oleh Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro pada Rabu (9/9/2026) di Hall Pertamina, Lantai 3 Gedung Dekanat FEB Undip. Kuliah umum menghadirkan Prof. Waryono Abdul Ghofur, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia, serta Prof. Raditya Sukmana, Guru Besar Universitas Airlangga, sebagai narasumber. Kehadiran keduanya mempertemukan perspektif kelembagaan dan akademik dalam membahas perkembangan Islamic Social Finance serta relevansinya terhadap pembangunan ekonomi. Pembahasan mengenai Islamic Social Finance menempatkan instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, dan instrumen lainnya dalam perspektif yang lebih luas. Tidak hanya berkaitan dengan penyaluran dana sosial, keuangan sosial Islam memiliki ruang untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih berkelanjutan. Keterkaitan Islamic Social Finance dengan pembangunan berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam diskusi. Integrasi antara sumber daya sosial, penguatan kelembagaan, dan agenda pembangunan membuka peluang bagi instrumen keuangan sosial Islam untuk berkontribusi terhadap pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Bagi mahasiswa FEB Undip, pembahasan tersebut memperluas perspektif mengenai ekonomi Islam yang tidak hanya berada pada ranah keuangan komersial, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan pembangunan. Pemahaman tersebut penting untuk melihat bagaimana instrumen ekonomi dapat ditempatkan dalam konteks persoalan sosial dan kebutuhan pembangunan yang lebih luas. Kuliah umum ini sekaligus memperkuat ruang dialog antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan kajian Islamic Social Finance. Melalui perspektif akademik dan kebijakan yang dipertemukan dalam satu forum, keuangan sosial Islam dapat terus dikaji sebagai bagian dari upaya membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.

FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Pentingnya Literasi Dana Pensiun bagi Mahasiswa

Literasi mengenai dana pensiun menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan kondisi finansial jangka panjang. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kuliah umum hasil kolaborasi FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan yang membahas Literasi Dana Pensiun pada Program Jaminan Pensiun di Indonesia, Senin 07 September 2026 di Hall Gedung C FEB Undip. Kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB Undip, Prof. Harjum Muharam. Dalam sambutannya, Prof. Harjum menyampaikan pengantar mengenai pentingnya mahasiswa memahami berbagai aspek pengelolaan keuangan yang berkaitan dengan perjalanan mereka setelah menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia kerja. Kuliah umum tersebut menghadirkan Dr. Trisna Sonjaya, M.Pd., Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, sebagai narasumber. Kehadiran praktisi dari BPJS Ketenagakerjaan memberikan perspektif mengenai penyelenggaraan jaminan pensiun sekaligus memperluas pemahaman mahasiswa terhadap perlindungan sosial ketenagakerjaan. Bagi mahasiswa bidang ekonomi dan bisnis, pemahaman mengenai dana pensiun tidak berhenti pada pengetahuan tentang program jaminan sosial. Literasi ini berkaitan dengan kemampuan melihat kebutuhan finansial dalam jangka panjang dan mempertimbangkan perlindungan finansial sebagai bagian dari perencanaan kehidupan setelah memasuki dunia profesional. Kolaborasi FEB Undip dan BPJS Ketenagakerjaan melalui kegiatan ini juga mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis di bidang jaminan sosial ketenagakerjaan. Pembahasan mengenai Program Jaminan Pensiun diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus membangun kesadaran bahwa perencanaan finansial perlu dipersiapkan sejak awal perjalanan karier. Bagi FEB Undip, penguatan literasi semacam ini menjadi bagian dari pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan akademik, tetapi juga pada kesiapan mahasiswa menghadapi persoalan nyata dalam kehidupan profesional dan ekonomi.

PPK Ormawa BEM FEB Undip Dorong Legalitas UMKM Desa Bejaten melalui Pendampingan NIB

Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip melalui Pilar Titian Wirausaha menggelar kegiatan Pojok Literasi Bijak Usaha dengan tema “Pembuatan NIB melalui OSS“. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026 ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK Desa Bejaten dan pelaku UMKM rumah tangga, dengan tujuan memberikan pendampingan dalam proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas usaha. Kegiatan ini didukung langsung oleh Diskumperindag Kabupaten Semarang dalam bentuk pemateri dan sosialisasi, serta dukungan perangkat dan kelompok PKK Desa berupa sarana dan prasarana keberlangsungan program. Bertempat di Gedung Balai Desa Bejaten, kegiatan dimulai dengan sambutan dari tim PPK Ormawa BEM FEB Undip sekaligus penyampaian tujuan pelaksanaan kegiatan. Sebelum memasuki sesi utama, peserta mengerjakan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mereka mengenai proses pembuatan NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS). Kegiatan inti berupa praktik “Pembuatan NIB melalui OSS” dipandu oleh narasumber dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan, Moh. Abdur Rozaq dan Jazilah. Para peserta didampingi secara langsung dalam proses pendaftaran akun, pengisian data usaha, hingga pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS. Tim PPK Ormawa juga turut mendampingi setiap tahapan agar peserta dapat mengikuti proses pendaftaran dengan baik. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan peserta. Pada pertanyaan mengenai pengertian dan manfaat NIB, jumlah jawaban benar meningkat dari 17 menjadi 29 peserta. Pemahaman bahwa NIB dapat dibuat secara online melalui sistem OSS juga meningkat dari 17 menjadi 29 peserta. Sementara itu, pemahaman bahwa usaha mikro dan kecil dapat memiliki NIB melonjak dari 15 menjadi 30 peserta. Sebagian besar peserta (85%) terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan, aktif bertanya, dan berbagi pengalaman selama sesi berlangsung. Meskipun beberapa peserta mengalami kesulitan dalam mengakses sistem OSS dan melengkapi data yang diperlukan, tim pelaksana memberikan pendampingan secara langsung pada setiap tahapan pendaftaran serta memfasilitasi sesi tanya jawab untuk mengatasi kendala yang dihadapi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip 2026 dengan tajuk “Transformasi Desa Bejaten Menuju Desa Cerdas, Berdaya, dan Berkelanjutan melalui Pojok Literasi MENITI (Mentari Cendekia, Nawasena Tani, Titian Wirausaha)”. Sebagai tindak lanjut, peserta didorong untuk menyelesaikan proses penerbitan NIB hingga memperoleh legalitas usaha serta memanfaatkannya sebagai dasar untuk mengembangkan usaha dan mengakses berbagai program pembinaan UMKM.

FEB Undip Terima Kunjungan Edukatif 176 Siswa SMK Negeri 1 Sukoharjo

Sebanyak 176 siswa SMK Negeri 1 Sukoharjo mengunjungi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) dalam kunjungan edukatif yang berlangsung pada Kamis, 3 September 2026 di Hall Gedung C Lantai 4 FEB Undip. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan perguruan tinggi, program studi, serta berbagai fasilitas dan pilihan pendidikan yang tersedia di FEB Undip. Kunjungan tersebut diterima oleh Dr. Wahyu Meiranto, S.E., Akt., M.Si., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FEB Undip, yang mewakili FEB Undip. Sementara itu, rombongan SMK Negeri 1 Sukoharjo diwakili oleh Drs. Jumanto, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Pertemuan berlangsung sebagai ruang interaksi antara sivitas akademika FEB Undip dengan para siswa yang tengah mempersiapkan pilihan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang sekolah menengah. Dalam kunjungan tersebut, para siswa memperoleh pengenalan mengenai kehidupan akademik di FEB Undip, termasuk program studi yang tersedia dan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Peserta juga diperkenalkan pada sejumlah fasilitas pembelajaran, salah satunya Bloomberg Financial Market Laboratory, yang mendukung pembelajaran berbasis data dan informasi pasar keuangan. Selain fasilitas akademik, FEB Undip turut memperkenalkan International Undergraduate Program (IUP) sebagai salah satu pilihan pendidikan dengan perspektif internasional. Informasi tersebut memberikan gambaran kepada siswa mengenai alternatif jalur pendidikan yang dapat dipertimbangkan sesuai dengan minat, kemampuan, dan rencana studi mereka di perguruan tinggi. Bagi siswa sekolah menengah, kunjungan langsung ke lingkungan perguruan tinggi dapat memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai suasana belajar, pilihan program studi, serta pengalaman yang dapat diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi. Interaksi semacam ini juga membuka ruang bagi siswa untuk memperoleh informasi secara langsung sebelum menentukan pilihan studi dan merencanakan langkah pendidikan berikutnya. Kunjungan edukatif SMK Negeri 1 Sukoharjo menjadi bagian dari keterbukaan FEB Undip dalam memperkenalkan lingkungan akademik dan pilihan pendidikan tinggi kepada generasi muda. Melalui interaksi dengan sekolah, FEB Undip tidak hanya memperkenalkan program dan fasilitas yang dimiliki, tetapi juga membuka ruang komunikasi dengan calon mahasiswa dari berbagai daerah.

Pajak Bertutur 2026 Bekali Mahasiswa Akuntansi FEB Undip Memahami Peran Pajak dalam Pembangunan

Pajak memiliki posisi penting dalam keberlangsungan pembangunan negara. Tidak hanya sebagai kewajiban warga negara, pajak menjadi salah satu sumber penerimaan yang dikelola melalui APBN untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat. Pemahaman mengenai peran tersebut menjadi bagian dari pembahasan Pajak Bertutur 2026 bertema “Pajak Kita, Energi Sang Juara”, yang diikuti mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB Undip pada Rabu, 2 September 2026 di Ruang Pojok Kemenkeu RI Gedung B FEB Undip. Mengangkat slogan “Pajak Hebat, Negara Maju”, kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan perpajakan sejak dini sekaligus menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai posisi pajak dalam kehidupan bernegara. Mahasiswa dipandang memiliki peran penting sebagai bagian dari generasi yang akan melanjutkan pembangunan Indonesia di masa mendatang. Kegiatan diawali dengan sambutan Deni Tri Satrianto, Kepala KPP Madya 2 Semarang, dan Agung Julianto, S.E., M.Si., Akt., Ph.D., Kadep Akuntansi sekaligus Kaprodi Akuntansi FEB Undip. Materi utama disampaikan oleh Marcellinus Paskaris, S.Ak., Penyuluh Pajak, yang mengajak mahasiswa melihat keterkaitan antara pajak, pengelolaan keuangan negara, dan pembangunan. Pembahasan menempatkan pajak sebagai salah satu sumber utama penerimaan negara yang selanjutnya dikelola melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Melalui APBN, penerimaan negara dialokasikan untuk berbagai kebutuhan publik, antara lain pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ketahanan pangan, hingga pembangunan di daerah. Dengan demikian, pajak memiliki keterkaitan langsung dengan pembiayaan berbagai program yang dirasakan masyarakat. Dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045, mahasiswa juga diajak melihat pembangunan tidak hanya dari perspektif ekonomi, tetapi dari kapasitas generasi mudanya. Penguasaan teknologi dan AI, kemampuan berpikir kritis, penyelesaian masalah kompleks, komunikasi dan kolaborasi global, serta integritas dan etika kerja menjadi kemampuan yang dinilai penting untuk mendukung peran generasi muda dalam pembangunan. Melalui Pajak Bertutur 2026, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep dan mekanisme perpajakan, tetapi juga diajak memahami hubungan antara kontribusi pajak, pengelolaan keuangan negara, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi mahasiswa Akuntansi FEB Undip, pemahaman tersebut menjadi relevan dalam membangun perspektif profesional sekaligus kesadaran sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki peran dalam pembangunan negara.

EduClass FEB Undip Dorong Mahasiswa Lebih Cakap Mengelola Keuangan dan Mempersiapkan Karier

Literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan setelah perguruan tinggi. Kemampuan mengelola keuangan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga dengan kecakapan menilai pilihan, mempertimbangkan risiko, dan mengambil keputusan secara rasional. Hal tersebut menjadi bahasan dalam EduClass bertema “Literasi Keuangan dan Career Preparation” yang diselenggarakan pada 2 September 2026 di Hall Gedung C FEB Undip. Kegiatan ini menghadirkan Eska Setia Kuncara, Analis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK dan EPK di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah, sebagai narasumber. Turut memberikan sambutan Aulia Vidya Almadana, S.E., M.M., Sekretaris Program Studi Manajemen FEB Undip, dan Luthfi Naim, Branch Manager Astra Credit Companies (ACC) Semarang. Dalam pemaparannya, Eska menempatkan literasi keuangan sebagai kemampuan yang berkaitan langsung dengan kualitas pengambilan keputusan. Pengetahuan mengenai keuangan, menurut materi yang disampaikan, perlu diikuti dengan keterampilan dan keyakinan yang membentuk sikap serta perilaku dalam mengelola keuangan. Data SNLIK yang dipaparkan menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen, sementara Jawa Tengah mencapai 73,83 persen. Persoalan tersebut kemudian dikaitkan dengan perencanaan keuangan dan keputusan investasi. Mahasiswa perlu memahami tujuan keuangan, menentukan prioritas, serta memperhitungkan kondisi dan risiko sebelum menentukan pilihan. Sikap kritis juga diperlukan agar keputusan finansial tidak didasarkan pada keinginan memperoleh keuntungan secara cepat, keputusan tanpa analisis, ataupun penggunaan produk yang legalitasnya belum dipastikan. Perubahan lanskap digital turut memperluas tantangan dalam pengelolaan keuangan. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), misalnya, membuka peluang munculnya bentuk penipuan baru melalui deepfake, voice cloning, impersonation, phishing berbasis AI, hingga bukti dan testimoni yang direkayasa. Dalam konteks tersebut, peserta diperkenalkan pada prinsip ” Waspada, Legal, dan Logis ” sebagai dasar dalam menilai tawaran maupun layanan keuangan yang ditemui. Kecakapan mengambil keputusan secara rasional, mengenali risiko, dan menyusun perencanaan menjadi bagian dari kesiapan memasuki kehidupan profesional. Melalui EduClass ini, literasi keuangan ditempatkan sebagai salah satu kompetensi yang mendukung mahasiswa dalam membangun kemandirian serta merencanakan masa depan secara lebih terukur.