FEB Undip Perkuat Kesiapan Mahasiswa Menapaki Karier Akuntan Publik melalui CPA Goes to Campus 2026

Tembalang, 1 Oktober 2026. Memahami jalur karier dan kompetensi yang dibutuhkan sejak di bangku kuliah menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa akuntansi untuk memasuki dunia profesional. Perspektif tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan CPA Goes to Campus 2026 yang diselenggarakan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) bersama Universitas Diponegoro, dengan mengangkat tema “Your Journey to CPA: Explore Your Future in Audit & Assurance”. Program yang berlangsung di Universitas Diponegoro tersebut dirancang untuk memperkenalkan profesi Akuntan Publik sekaligus memberikan gambaran mengenai peluang karier di bidang audit dan assurance. Tidak hanya mengenalkan profesi, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai kompetensi yang perlu dipersiapkan mahasiswa serta jalur dan tahapan untuk memperoleh sertifikasi CPA of Indonesia. Bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi, baik jenjang S1, S2, S3 maupun peserta Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), pertemuan dengan dunia profesi menjadi ruang untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan profesional. Terlebih, perkembangan dunia bisnis dan transformasi digital turut mengubah tuntutan kompetensi di bidang akuntansi, audit, dan assurance, yang kini tidak hanya membutuhkan penguasaan teknis, tetapi juga integritas dan kemampuan beradaptasi. Dalam rangkaian kegiatan, peserta memperoleh career talk bertajuk “Life & Career as a Public Accountant” yang membahas gambaran perjalanan karier sebagai Akuntan Publik. Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi “Your CPA Journey: Mengenal CPA of Indonesia dan Jalur Sertifikasi” yang memberikan informasi mengenai sertifikasi CPA of Indonesia, termasuk jalur dan tahapan yang perlu ditempuh. Rangkaian tersebut dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama narasumber. Kehadiran program ini juga memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia profesional. Melalui kolaborasi dengan IAPI sebagai asosiasi profesi Akuntan Publik di Indonesia, mahasiswa memperoleh akses terhadap wawasan mengenai perkembangan profesi, career pathway, serta kebutuhan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja. Pada saat yang sama, kolaborasi tersebut membuka ruang bagi perguruan tinggi dan organisasi profesi untuk mengembangkan kegiatan edukasi serta pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. CPA Goes to Campus 2026 diharapkan tidak berhenti pada pengenalan profesi, tetapi menjadi bagian dari proses mahasiswa dalam merancang perjalanan profesionalnya sejak dini. Dengan pemahaman yang lebih utuh mengenai profesi Akuntan Publik, peluang karier, kompetensi yang dibutuhkan, serta jalur sertifikasi, mahasiswa diharapkan semakin siap mengembangkan kapasitas dan mengambil peran dalam profesi akuntansi, audit, dan assurance di tengah perubahan lingkungan bisnis.
Pajak Bertutur 2026 Bekali Mahasiswa Akuntansi FEB Undip Memahami Peran Pajak dalam Pembangunan

Pajak memiliki posisi penting dalam keberlangsungan pembangunan negara. Tidak hanya sebagai kewajiban warga negara, pajak menjadi salah satu sumber penerimaan yang dikelola melalui APBN untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat. Pemahaman mengenai peran tersebut menjadi bagian dari pembahasan Pajak Bertutur 2026 bertema “Pajak Kita, Energi Sang Juara”, yang diikuti mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB Undip pada Rabu, 2 September 2026 di Ruang Pojok Kemenkeu RI Gedung B FEB Undip. Mengangkat slogan “Pajak Hebat, Negara Maju”, kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan perpajakan sejak dini sekaligus menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai posisi pajak dalam kehidupan bernegara. Mahasiswa dipandang memiliki peran penting sebagai bagian dari generasi yang akan melanjutkan pembangunan Indonesia di masa mendatang. Kegiatan diawali dengan sambutan Deni Tri Satrianto, Kepala KPP Madya 2 Semarang, dan Agung Julianto, S.E., M.Si., Akt., Ph.D., Kadep Akuntansi sekaligus Kaprodi Akuntansi FEB Undip. Materi utama disampaikan oleh Marcellinus Paskaris, S.Ak., Penyuluh Pajak, yang mengajak mahasiswa melihat keterkaitan antara pajak, pengelolaan keuangan negara, dan pembangunan. Pembahasan menempatkan pajak sebagai salah satu sumber utama penerimaan negara yang selanjutnya dikelola melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Melalui APBN, penerimaan negara dialokasikan untuk berbagai kebutuhan publik, antara lain pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ketahanan pangan, hingga pembangunan di daerah. Dengan demikian, pajak memiliki keterkaitan langsung dengan pembiayaan berbagai program yang dirasakan masyarakat. Dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045, mahasiswa juga diajak melihat pembangunan tidak hanya dari perspektif ekonomi, tetapi dari kapasitas generasi mudanya. Penguasaan teknologi dan AI, kemampuan berpikir kritis, penyelesaian masalah kompleks, komunikasi dan kolaborasi global, serta integritas dan etika kerja menjadi kemampuan yang dinilai penting untuk mendukung peran generasi muda dalam pembangunan. Melalui Pajak Bertutur 2026, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep dan mekanisme perpajakan, tetapi juga diajak memahami hubungan antara kontribusi pajak, pengelolaan keuangan negara, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi mahasiswa Akuntansi FEB Undip, pemahaman tersebut menjadi relevan dalam membangun perspektif profesional sekaligus kesadaran sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki peran dalam pembangunan negara.
Undip Global Classroom 2026 Hadirkan Akademisi dari Inggris, Selandia Baru, Malaysia, hingga Thailand

Sebanyak 10 akademisi dari berbagai universitas terkemuka dunia berkolaborasi dengan Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) dalam program Undip Global Classroom (UGC) 2026 yang berlangsung pada April hingga Juni 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan bersama dosen internasional dan memperoleh perspektif global mengenai perkembangan akuntansi, bisnis, serta praktik profesional di berbagai negara. Melalui skema co-teaching yang dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom dan Microsoft Teams, mahasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan dari dosen FEB Undip, tetapi juga berinteraksi langsung dengan akademisi luar negeri yang memiliki pengalaman mengajar dan meneliti di lingkungan internasional. Kehadiran para dosen tamu tersebut menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih dinamis sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai berbagai isu global yang relevan dengan perkembangan dunia usaha, akuntansi, tata kelola, keberlanjutan, hingga riset kontemporer. Akademisi yang terlibat dalam program ini berasal dari sejumlah perguruan tinggi bereputasi internasional, di antaranya University of Auckland (Selandia Baru), Bangor Business School (Inggris), University of Essex (Inggris), Universiti Malaya, Universiti Sains Malaysia, Universiti Malaysia Sabah, Universiti Tunku Abdul Rahman (Malaysia), serta Prince of Songkla University (Thailand). Keterlibatan para akademisi tersebut memberikan akses bagi mahasiswa FEB Undip untuk memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik profesional dari berbagai perspektif internasional tanpa harus meninggalkan ruang kelas. Bagi mahasiswa, program ini menjadi kesempatan berharga untuk merasakan atmosfer pembelajaran global sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi akademik lintas budaya. Interaksi dengan dosen internasional mendorong mahasiswa untuk lebih aktif berdiskusi, berpikir kritis, dan memahami bagaimana berbagai tantangan ekonomi dan bisnis dipandang dari sudut pandang yang berbeda. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan yang akan berkarier di lingkungan kerja yang semakin terhubung secara global. Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, Undip Global Classroom 2026 juga memperkuat jejaring akademik internasional Departemen Akuntansi FEB Undip. Kolaborasi pengajaran yang terbangun melalui program ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, serta program akademik internasional lainnya. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat posisi FEB Undip dalam jejaring pendidikan tinggi global. Sebagai salah satu program unggulan Universitas Diponegoro dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi, Undip Global Classroom menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pengalaman belajar berstandar internasional bagi mahasiswa. Melalui kolaborasi dengan akademisi dunia, FEB Undip terus memperluas ruang pembelajaran global sekaligus mendukung visi Universitas Diponegoro menuju World Class University yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan kolaborasi internasional.

