Departemen Manajemen Menyelenggarakan Visiting Professor Bahas Academic Entrepreneurship untuk Pengembangan Sosio-Ekonomi

Semarang, 22 Agustus 2024 – Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menggelar acara Visiting Professor bertajuk “Academic Entrepreneurship to Commercialize University Research Output for Socio-Economic Development” pada Kamis, 22 Agustus 2024, di Hall Gedung Kewirausahaan FEB Undip. Acara ini menghadirkan Dr. Dwitya Kirana, B.Sc., M.Sc., Ph.D., seorang akademisi sekaligus entrepreneur, yang juga menjabat sebagai Assistant Professor Innovation and Technology Management di International Digital Laboratory, University of Warwick, Inggris. Dalam sambutannya Dekan FEB Undip yakni, Prof. Faisal, menyampaikan rasa senang dan bangganya akan kegiatan ini. Beliau yakin kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar tidak bagi akademisi yang ada di FEB Undip tetapi dapat meningkatkan reputasi yang baik bagi institusi kami. Dalam kuliahnya, Dr. Dwitya menekankan pentingnya kewirausahaan akademik sebagai jalan untuk mengkomersialisasikan hasil riset universitas demi mendukung pengembangan sosio-ekonomi masyarakat. Ia memaparkan empat agenda utama yang perlu dikuasai peserta untuk menjadi akademisi sekaligus entrepreneur. Pertama, Dr. Dwitya membahas mengenai konsep akademik entrepreneurship. Kedua, ia menyoroti pentingnya inovasi berbasis masyarakat dan bagaimana universitas dapat mewujudkan ide-ide tersebut. Agenda ketiga berfokus pada temuan penelitian terkait inovasi di Indonesia, dan yang terakhir, ia menekankan pentingnya tindakan konkret dalam mengimplementasikan inovasi tersebut. “Dunia industri sangat penting untuk menciptakan dampak nyata dari hasil riset universitas. Enterpreneurship tidak hanya tentang menjadi pebisnis, tetapi juga mencakup proses, pengetahuan, dan keterampilan,” ujar Dr. Dwitya. Ia juga membagikan beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh universitas untuk mendorong kewirausahaan akademik, seperti peningkatan kolaborasi dan penciptaan lingkungan ekosistem yang mendukung. Acara yang dihadiri oleh Dekan FEB Undip, dosen, dan mahasiswa Program Studi Manajemen FEB Undip, turut hadir juga seorang entrepreneur muda yakni Chacha Frederica (Wynne Frederica, S.E., BBA.) hal ini diharapkan dapat menginspirasi akademisi Undip untuk lebih aktif dalam dunia entrepreneurship, sehingga hasil penelitian mereka dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan sosio-ekonomi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Kegiatan ini juga bertujuan memperkaya wawasan dan memperkuat jaringan internasional.  

Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Solusi Praktis Bagi UMKM di Desa Jungkare: Pengenalan dan Pendampingan Aplikasi SIAPIK untuk Mengubah Nasib Bisnis

Jungkare 26 Juli 2024, sebuah langkah inovatif diambil untuk memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jungkare melalui kegiatan “Pengenalan serta Pendampingan Aplikasi Pencatatan Keuangan Digital (menggunakan SIAPIK).” Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang baik dan benar, serta bagaimana aplikasi SIAPIK dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat dalam proses tersebut. Menggali Potensi Besar UMKM di Desa Jungkare Desa Jungkare memiliki potensi yang luar biasa dalam pengembangan UMKM. Sebagian besar pelaku UMKM di desa ini sudah memiliki gadget yang dapat dimanfaatkan untuk membuat laporan keuangan. Meskipun demikian, banyak dari mereka yang belum menyadari betapa pentingnya pencatatan keuangan dalam menunjang kesuksesan usaha mereka. Hal ini seringkali menjadi kendala utama yang menghambat pertumbuhan bisnis UMKM di daerah ini. Nazelia Rahma, penyuluh dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Jurusan Ekonomi, Universitas Diponegoro, memimpin kegiatan ini. Ia menekankan bahwa pencatatan keuangan yang baik merupakan kunci keberhasilan bisnis. “UMKM yang memiliki catatan keuangan yang rapi dan teratur akan lebih mudah dalam mengelola usahanya, memahami kondisi keuangan, serta membuat keputusan yang lebih baik untuk masa depan bisnisnya,” ujar Nazelia. Memperkenalkan SIAPIK: Solusi Tepat untuk Tantangan UMKM SIAPIK, aplikasi pencatatan keuangan digital, dirancang khusus untuk mempermudah pelaku UMKM dalam mencatat setiap transaksi keuangan. Aplikasi ini tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga dilengkapi berbagai fitur bermanfaat, seperti pencatatan pemasukan dan pengeluaran, laporan keuangan otomatis, dan analisis usaha. Nazelia mengunjungi pelaku UMKM di Desa Jungkare secara langsung melalui metode door to door. Dalam sesi pendampingan ini, ia menjelaskan cara penggunaan aplikasi SIAPIK dan memberikan contoh nyata bagaimana aplikasi ini dapat membantu memajukan usaha mereka. “Pendekatan door to door sangat efektif karena kita bisa langsung melihat kendala yang dihadapi pelaku UMKM dan memberikan solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan mereka,” tambah Nazelia. Kegiatan ini menargetkan tiga UMKM utama di Desa Jungkare, yaitu UMKM catering Atin Snack, UMKM JPC stampel dan prasasti, serta UMKM Soto Kandang. Mengatasi Tantangan dalam Pencatatan Keuangan Meskipun aplikasi SIAPIK menawarkan berbagai keuntungan, kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya pencatatan keuangan masih rendah. Banyak dari mereka berpikir bahwa pencatatan keuangan tidak begitu diperlukan atau sulit dilakukan. “Pada awalnya saya merasa tidak perlu mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran secara detail, tetapi setelah mencoba SIAPIK, saya melihat betapa mudahnya mengelola keuangan dan betapa pentingnya informasi ini untuk keberlangsungan usaha saya,” kata Atin, pemilik UMKM Atin Snack. Poster sebagai Media Informasi dan Edukasi Selain pendampingan langsung, kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa poster yang berfungsi sebagai panduan singkat dalam menggunakan aplikasi SIAPIK. Poster ini diharapkan dapat terus menjadi rujukan bagi pelaku UMKM di Desa Jungkare, bahkan setelah kegiatan pendampingan selesai. Dengan adanya pengenalan dan pendampingan ini, diharapkan UMKM di Desa Jungkare dapat lebih maju dan berkembang melalui pencatatan keuangan yang baik dan teratur. Penggunaan aplikasi SIAPIK diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam membangun kesadaran dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan mereka secara efektif. Ini adalah salah satu bentuk dukungan nyata dalam pemberdayaan UMKM di desa yang memiliki potensi besar ini.   penulis : Nazelia Rahma editor : humas feb

Edukasi Keuangan dari KKN Undip: UMKM Di Ngadipiro Naik Tingkat Dalam Mengelola Usaha

Ngadipiro, Wonogiri (29/07/2024) – Desa Ngadipiro terkenal dengan produksi tahunya yang melimpah. Beberapa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa ini berhasil mempertahankan persaingan sehat dengan menawarkan produk olahan tahu yang bervariasi dan menyasar pasar yang berbeda-beda. Selain tahu mentah, mereka juga memproduksi berbagai olahan lain yang menjadi sumber pendapatan tambahan. Meski produksi tahu di desa ini cukup besar, sebagian besar pelaku UMKM memilih untuk tidak menyimpan persediaan bahan baku. Mereka lebih suka menghabiskan seluruh bahan baku setiap kali produksi. Namun, pendekatan ini berdampak pada manajemen keuangan mereka. Banyak pelaku usaha yang tidak membuat laporan transaksi secara berkala, sehingga mereka kesulitan memeriksa kondisi keuangan secara menyeluruh. Kondisi ini dapat mempengaruhi operasional usaha mereka. Menjawab tantangan ini, Sindy Reviana Putri, mahasiswa Manajemen FEB Undip yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata dan tergabung dalam Tim II KKN Undip, mengambil inisiatif memberikan pelatihan pembuatan laporan keuangan sederhana kepada para pelaku UMKM tahu di Desa Ngadipiro. Pelatihan ini dirancang untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menyusun laporan keuangan, sehingga mereka bisa lebih baik dalam memantau dan mengelola keuangan usahanya. Pelatihan yang dilaksanakan secara door-to-door dimulai dengan Sindy melakukan survei terlebih dahulu ke setiap rumah pelaku UMKM untuk memahami sejauh mana pembukuan yang telah mereka lakukan. Pelatihan kemudian dilaksanakan secara private sesuai jadwal yang disepakati dengan para pelaku usaha. Sindy memulai dengan pengenalan dasar laporan keuangan, termasuk poin-poin penting yang harus diperhatikan. Ia juga menjelaskan cara membuat laporan sederhana seperti laporan laba rugi dan neraca beserta komponen pendukungnya. Para pelaku UMKM juga diajarkan cara membaca dan menafsirkan kondisi keuangan dari laporan yang telah dibuat. Sebagai bagian dari pelatihan, Sindy menyediakan prototipe laporan keuangan yang dapat digunakan untuk praktek langsung serta leaflet yang memuat informasi tambahan tentang kegunaan laporan keuangan. Prototipe ini dirancang dengan format yang sederhana dan mudah dipahami, seperti laporan laba rugi dan neraca. Para pelaku UMKM diberi kesempatan untuk membuat laporan keuangan mereka sendiri dan menafsirkannya dengan bantuan informasi yang telah diberikan. Mereka juga dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan Sindy untuk memastikan kebenaran laporan dan mendapatkan analisis lebih mendalam mengenai kondisi keuangan usaha mereka. Program pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pelaku UMKM tahu di Desa Ngadipiro terhadap pentingnya pembukuan yang baik. Dengan pembukuan yang lebih teratur, mereka diharapkan mampu memonitor kondisi keuangan secara lebih efektif, mendukung kelancaran operasional usaha, memperkuat daya saing di pasar, dan membantu dalam pengambilan keputusan bisnis seperti perencanaan produksi, pengelolaan persediaan, dan pengaturan arus kas. penulis :  Sindy Reviana Putri editor : humas feb

301 Dosen dan Tenaga Kependidikan Undip Terima Satyalancana Karya Satya pada Upacara HUT RI ke-79

foto bersama rektor Undip dengan para penerima piagam satyalencana karya satya / dok : humas Undip

Universitas Diponegoro memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 dengan menggelar upacara di Lapangan Widyapuraya pada 17 Agustus 2024. Dalam kesempatan ini, sebanyak 301 Dosen dan Tenaga Kependidikan menerima tanda kehormatan dan piagam penghargaan Satyalancana Karya Satya sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi dan pengabdian luar biasa mereka selama 10, 20, hingga 30 tahun dalam menjalankan tugas negara. Salah satu penerima penghargaan dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip adalah Puji Sutrisno, seorang Tenaga Kependidikan yang telah lama mengabdi di FEB. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Rektor Undip, menjadi simbol pengakuan atas loyalitas dan kontribusi yang signifikan dari para pegawai. Penghargaan Satyalancana Karya Satya ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai di lingkungan Undip, khususnya di FEB, untuk terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi kemajuan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Pengakuan ini juga mencerminkan pentingnya peran aparatur sipil negara dalam memastikan terselenggaranya program-program pemerintah dengan baik, terutama di sektor pendidikan tinggi. Upacara tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh seluruh civitas akademika Undip, mencerminkan kebanggaan dan penghargaan terhadap peran penting PNS dalam mendukung keberhasilan program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan. foto : humas Undip

Rangkaian ODM FEB Undip 2024 Berakhir dengan Meriah, Mahasiswa Baru Antusias Menghadiri Yellow Fest

Semarang (16/08) – Rangkaian kegiatan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro resmi berakhir dengan puncak acara ODM FEB (Yellow Fest). Kegiatan ini dimulai dengan pembentukan mozaik, diikuti oleh orasi dari Ketua BEM, Ketua Senat, dan Ketua Himpunan, serta parade organisasi mahasiswa. Yellow Festival yang menjadi puncak acara memiliki tujuan utama untuk mengenalkan berbagai organisasi mahasiswa yang ada di FEB Undip kepada para mahasiswa baru. Tahun ini, ODM FEB berlangsung dengan suasana yang sama meriah dan menyenangkan seperti tahun-tahun sebelumnya, didukung oleh antusiasme luar biasa dari para mahasiswa baru. Stand-stand organisasi mahasiswa dan UKM juga turut hadir, memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk lebih mengenal dan memahami berbagai pilihan kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di FEB Undip. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB Undip, termasuk Dekan, Wakil Dekan, Ketua Departemen, serta Ketua dan Sekretaris Program Studi. Dalam pidatonya, Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D., menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara studi akademik dan kehidupan sosial. “Untuk meraih kesuksesan, kalian tidak hanya membutuhkan kemampuan akademis atau keterampilan individu, tetapi juga penting untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan pengalaman sosial yang akan membentuk karakter kalian,” ujar Prof. Faisal. Semangat mahasiswa baru tidak surut hingga penghujung acara ODM Festival. Mereka dengan penuh antusias berkumpul di sekitar panggung utama, menyaksikan berbagai penampilan memukau dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti UKM Tari, Economusic, dan Cheerleader. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga berhasil memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diikuti di FEB Undip. Sebagai penutup, seluruh mahasiswa bersama-sama menyanyikan Mars FEB, menciptakan momen kebersamaan yang mempererat kekompakan dan keakraban di antara mereka. Acara ini tidak hanya merayakan langkah awal mereka terjun kedalam dunia akademik, tetapi juga menegaskan bahwa mereka kini menjadi bagian dari keluarga besar FEB Undip.

Mahasiswa KKN Undip Bantu UMKM Desa Kaling Go Digital dengan Google My Business

Dalam era globalisasi dan digitalisasi saat ini, integrasi teknologi digital menjadi sangat penting bagi UMKM yang ingin bertahan dan berkembang. Digitalisasi tidak hanya merubah operasional internal tetapi juga cara UMKM berinteraksi dengan pasar dan pelanggan. Tanpa digitalisasi, UMKM berisiko tertinggal dalam persaingan global yang semakin ketat. Berangkat dari latar belakang tersebut, Mahasiswa KKN Tim II Undip Tahun 2024 melaksanakan pendampingan digitalisasi untuk UMKM di Desa Kaling, Karanganyar, pada Selasa, 30 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa tersebut memanfaatkan Google My Business, layanan gratis dari Google, guna meningkatkan visibilitas dan daya saing bisnis mereka di era digital. Adapun program ini digagas oleh Aisha Nathania mahasiswa Program Studi S1 Manajemen FEB Undip, yang merasa perlu memberikan edukasi terkait transformasi digital di sektor keuangan. Aisha menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2024 kepada masyarakat untuk mendukung peningkatan daya saing usaha melalui teknologi. Melalui pendampingan ini, para pelaku UMKM di Desa Kaling diperkenalkan dengan Google My Business, sebuah alat gratis dari Google yang memungkinkan bisnis lebih mudah ditemukan di pencarian lokal, Google, dan Google Maps. Platform ini membantu pelaku usaha mengelola informasi bisnis seperti alamat, jam operasional, nomor telepon, serta memungkinkan mereka untuk mengunggah foto, merespons ulasan pelanggan, dan memantau interaksi pelanggan secara online. Pendampingan dilakukan secara door-to-door, mencakup penjelasan tentang pengertian, manfaat, tata cara pendaftaran, serta tips dan trik untuk mengoptimalkan penggunaan Google My Business. Upaya ini berhasil menarik perhatian para pelaku UMKM, dan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan UMKM di Desa Kaling, meningkatkan visibilitas, efisiensi, dan potensi bisnis mereka di pasar digital yang semakin kompetitif. Dengan adanya program pendampingan digitalisasi UMKM melalui optimalisasi Google My Business ini, diharapkan dapat terus memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi perkembangan UMKM di Desa Kaling.   penulis : Aisha Nathania editor : humas feb

FEB Undip Sambut Mahasiswa Baru dengan PKKMB 2024/2025 “Selamat Datang di Kampus Terbaik”

Semarang – Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) resmi menyambut kedatangan mahasiswa baru angkatan 2024/2025 melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dilaksanakan pada 12-13 Agustus 2024. Acara ini menjadi langkah awal bagi para mahasiswa untuk mengenal lingkungan kampus serta memahami budaya, etika, dan norma kehidupan di FEB Undip. Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, dalam sambutannya menyampaikan, “Selamat datang bagi mahasiswa baru di salah satu kampus paling keren di universitas ini.” Ucapan ini menggarisbawahi semangat serta rasa bangga terhadap seluruh sivitas akademika FEB Undip terutama para mahasiswa baru bahwa tempat ini merupakan salah satu kampus tebaik. PKKMB tidak hanya memberikan orientasi seputar fasilitas dan lingkungan kampus, tetapi juga membekali mahasiswa dengan berbagai materi penting yang akan menjadi panduan dalam perjalanan akademik mereka. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa baru diperkenalkan pada budaya akademik yang berlaku di Undip, etika dalam pergaulan sehari-hari, revolusi mental, serta norma-norma yang harus dipatuhi selama menempuh pendidikan. Selain itu, PKKMB juga memberikan wawasan tentang berbagai layanan dan kegiatan yang ada di FEB Undip, mulai dari organisasi mahasiswa hingga program-program pendukung akademik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat lebih cepat beradaptasi dan siap menghadapi tantangan dalam dunia perkuliahan. Dengan berakhirnya PKKMB, mahasiswa baru FEB Undip diharapkan telah mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kehidupan kampus dan siap menjalani tahun-tahun perkuliahan dengan semangat yang tinggi. Selamat datang di FEB Undip, dan selamat menikmati masa-masa terindah dalam belajar.

Informasi Terkait Masa Perpanjangan Pembayaran UKT dan Akademik Semester Gasal Tahun 2024/2025

Semarang, 12 Agustus 2024. Dalam rangka memberi kesempatan kepada mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang belum menyelesaikan “Pembayaran UKT dan Pendaftaran Akademik” untuk Semester Gasal tahun akademik 2024/2025. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) memperpanjang masa Pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal) dan pendaftaran akademik untuk Semester Gasal Tahun Akademik 2024/2025. Berdasarkan jadwal terbaru dalam kalender akademik, batas akhir pembayaran UKT kini diperpanjang hingga 25 Agustus 2024. Mahasiswa diharapkan segera melakukan registrasi ulang sebelum batas waktu yang telah ditentukan. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi bagian akademik fakultas. Tetap perhatikan pengumuman resmi untuk pembaruan informasi lainnya. Lampiran :

Go Cashless! Mahasiswa KKN Tim II Undip Gencarkan Sosialisasi dan Pendampingan QRIS bagi UMKM Desa Kendel Boyolali

Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) mengadakan program sosialisasi dan pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 19 Juli 2024 di Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Kegiatan dengan tema “Sosialisasi dan Pendampingan Penggunaan serta Pembuatan QRIS bagi UMKM Desa Kendel dalam Mengoptimalkan Transaksi Digital”  ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama pelaku UMKM dan anggota PKK, tentang QRIS sebagai alat pembayaran digital yang praktis dan aman. Program ini digagas oleh Muhammad Aris Rijalul Hikam, mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi FEB Undip, yang merasa perlu memberikan edukasi terkait transformasi digital di sektor keuangan. Aris menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2024 kepada masyarakat untuk mendukung peningkatan daya saing usaha melalui teknologi. “Sebagai mahasiswa Prodi S1 Ekonomi saya ingin membantu masyarakat, khususnya para pelaku UMKM untuk lebih melek teknologi dan memanfaatkan QRIS sebagai salah satu solusi dalam mempermudah transaksi serta meningkatkan daya saing usaha mereka,” ujar Aris. “Sewaktu saya ikut seminar Bank Indonesia, BI terus mendorong penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran cashless yang praktis dan harus digencarkan di seluruh wilayah termasuk di desa. Oleh karena itu, saya ingin berkontribusi dengan menggencarkan sosialisasi dan pendampingan QRIS di Desa Kendel ini” tambahnya. Kegiatan sosialisasi diawali dengan pemaparan materi mengenai apa itu QRIS, manfaat penggunaannya, serta cara mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian mahasiswa mengadakan pendampingan praktis untuk pembuatan QRIS, dimana para peserta diajak untuk membuat QRIS mereka sendiri dengan panduan dari aris. Salah satu peserta, Ibu Yuni, seorang pemilik usaha catering di Desa Kendel, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Saya tadinya tidak begitu paham apa itu QRIS dan bagaimana cara menggunakan QRIS mas, tapi sekarang saya sudah bisa membuat QRIS sendiri dan siap menggunakannya di usaha saya. Ini sangat memudahkan saya dalam menerima pembayaran dari pelanggan” kata Ibu Yuni dengan senyum bahagia. Selain itu, Aris juga melakukan pendampingan intensif kepada para pelaku UMKM yang membutuhkan bantuan lebih lanjut dalam implementasi QRIS. Para pelaku usaha diberikan arahan mengenai cara mengintegrasikan QRIS dengan sistem pembayaran mereka, serta tips and trick untuk mengoptimalkan penggunaannya dalam meningkatkan penjualan. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Ibu PKK Desa Kendel, Ibu Dian salah satu anggota PKK yang turut hadir memberikan apresiasi kepada mahasiswa Prodi S1 Ekonomi tersebut. “Saya sangat mengapresiasi inisiatif dari Mas Aris. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Kendel, terutama dalam menghadapi era digital yang serba cepat. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi,” ungkapnya. Program sosialisasi dan pendampingan penggunaan serta pembuatan QRIS ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong inklusi keuangan digital di kalangan masyarakat desa, serta memberikan dampak positif dalam pengembangan ekonomi lokal. Mahasiswa S1 Ekonomi dari FEB Undip tersebut berharap setelah kegiatan ini, masyarakat desa dapat lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan usaha dan kesejahteraan mereka. Penulis : Muhammad Aris Rijalul Hikam Editor : humas.feb DPL : Zaki Ainul Fadli., S.S., M.Hum Dr. Ir. Dwi Haryo Ismunarti., Msi