FEB Undip Gelar Workshop Paperpal untuk Tingkatkan Kualitas Publikasi Ilmiah Internasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan Workshop Pelatihan Penggunaan Paperpal pada 8–9 Mei 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas publikasi ilmiah sivitas akademika di tingkat global. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FEB Undip ini diikuti oleh dosen serta mahasiswa program S1 hingga S3 dari berbagai departemen. Workshop menghadirkan Wakil Ketua Bidang Penelitian LPPM Undip, Prof. Firmansyah, dan Country Manager Indonesia Editage, Juventius Jaya, sebagai narasumber. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai optimalisasi penggunaan teknologi berbasis kecerdasan artifisial dalam mendukung proses penulisan akademik dan publikasi ilmiah internasional. Selain sesi pemaparan materi, workshop juga dilengkapi dengan praktik langsung penggunaan Paperpal untuk penulisan dan penyuntingan naskah akademik. Peserta didampingi oleh tim internal FEB Undip dalam proses praktik, sehingga dapat memahami penerapan teknologi secara lebih komprehensif dan aplikatif dalam penyusunan karya ilmiah. Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas riset, serta mendorong produktivitas publikasi ilmiah sivitas akademika. Pemanfaatan teknologi pendukung penulisan akademik dinilai penting untuk membantu peneliti dan mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang lebih sistematis, efektif, dan sesuai standar publikasi internasional. Melalui penyelenggaraan workshop ini, FEB Undip berharap semakin banyak karya ilmiah dosen dan mahasiswa yang mampu bersaing di jurnal bereputasi internasional. Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas komitmen FEB Undip dalam mendukung pengembangan ekosistem riset dan publikasi akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Prodi S1 Manajemen FEB Undip Gelar Sekolah Pasar Modal, Tingkatkan Literasi Investasi Mahasiswa

Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk Sekolah Pasar Modal pada 7 Mei 2026 di Hall Pertamina Gedung Dekanat FEB Undip. Kegiatan yang dipandu oleh Dannes Quirora Octavio, S.E., M.Sc. (Dosen Prodi Manajemen FEB Undip) ini menjadi bagian dari upaya FEB Undip dalam meningkatkan literasi investasi dan pemahaman pasar modal di kalangan mahasiswa melalui kolaborasi antara regulator, otoritas bursa, dan praktisi manajemen aset. Kuliah umum menghadirkan Fanny Rifqi El Fuad selaku Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah 1, Gresia Kusyanto selaku Direktur PT Majoris Asset Management, serta Zulfa Hendri selaku Co-Founder dan CEO PT Majoris Asset Management sebagai narasumber. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai investasi yang aman, strategi pengelolaan aset, serta perkembangan industri keuangan di era digital. Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menekankan pentingnya memahami aspek legalitas dan logika investasi sebelum menanamkan dana pada instrumen keuangan tertentu. Peserta diperkenalkan pada prinsip “Legal dan Logis” sebagai langkah awal untuk menghindari praktik investasi bodong dan penawaran keuntungan tidak realistis yang marak beredar di media sosial. Edukasi tersebut menjadi penting di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi digital dan pasar modal. Selain membahas aspek keamanan investasi, kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa pasar modal kini semakin inklusif bagi generasi muda. Perwakilan BEI Jawa Tengah 1 menjelaskan bahwa investasi saham saat ini dapat dimulai dengan modal yang terjangkau, sehingga mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk mulai membangun aset produktif sejak dini sebagai langkah menghadapi inflasi dan tantangan ekonomi di masa depan. Pada sesi berikutnya, praktisi dari PT Majoris Asset Management memperkenalkan strategi pengelolaan dana melalui instrumen reksa dana. Peserta dikenalkan pada konsep investasi yang dikelola oleh manajer investasi profesional sebagai alternatif bagi pemula yang belum memiliki waktu maupun kemampuan analisis pasar secara mendalam. Melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal ini, Prodi S1 Manajemen FEB Undip berharap mahasiswa tidak hanya memahami investasi sebagai sarana memperoleh keuntungan, tetapi juga memiliki literasi keuangan yang baik, memahami regulasi, serta mampu mengelola portofolio secara bijak dan berkelanjutan.
Alumni FEB Undip Berkiprah di Industri Energi Nasional, Hanny Retno Hapsari Jabat VP Finance & Treasury PT Elnusa Tbk

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menorehkan kiprah alumninya di tingkat nasional melalui perjalanan profesional Hanny Retno Hapsari, alumni Program Studi Akuntansi FEB Undip, yang saat ini menjabat sebagai Vice President Finance & Treasury PT Elnusa Tbk. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang corporate strategy, corporate finance, corporate transaction, dan subsidiaries management, Hanny telah menempati berbagai posisi strategis di lingkungan PT Elnusa Group. Sebelum menjabat sebagai VP Finance & Treasury, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi penting, di antaranya Director of Finance & Administration PT Elnusa Petrofin serta VP Strategic Planning & Corporate Management PT Elnusa Tbk. Perjalanan karier tersebut didukung oleh latar belakang akademik yang kuat. Hanny menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi di Universitas Diponegoro dan melanjutkan studi Magister Finance di Universitas Prasetiya Mulya. Selain itu, ia juga memiliki sertifikasi profesional, di antaranya Certified Risk Professional (CRP) dari BNSP dan Certified Professional in Organization Development (CPOD). Atas kontribusinya di bidang keuangan korporasi, Hanny meraih penghargaan Best CFO dari SWA Media pada tahun 2023. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan organisasi dan mentoring profesional, termasuk keterlibatannya di AIESEC Indonesia. Capaian Hanny Retno Hapsari menjadi representasi kontribusi alumni FEB Undip dalam industri energi dan keuangan nasional sekaligus diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan profesionalisme di tingkat global.
Kiprah Alumni FEB Undip dalam Pemerintahan Daerah: Balqis Diab

Balqis Diab (lahir 22 Juli 1970) adalah politikus Partai Golongan Karya yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Pekalongan masa jabatan 2025–2030. Ia menjabat sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Ia merupakan istri dari Wali Kota Pekalongan Muhammad Basyir Ahmad Syawie. Balqis sempat menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pekalongan. Balqis menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Unikal tahun 1993, kemudian melanjutkan kembali Sarjana Agama Islam di IAIN Walisongo Semarang dan lulus tahun 1996. Tahun 2009, Balqis berhasil meraih gelar Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis di Universitas Diponegoro. Berpasangan dengan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., Balqis berhasil memenangkan pemilu tahun 2024 untuk menjadi pasangan walikota dan wakil walikota Pekalongan. sumber : undip
Hampir 50 Dosen FEB Undip Raih Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Non-APBN Undip TA 2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui keberhasilan dosennya dalam memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dibiayai selain APBN Universitas Diponegoro Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 37 dosen berhasil mendapatkan pendanaan penelitian, sementara 8 dosen lainnya memperoleh pendanaan untuk program pengabdian kepada masyarakat. Capaian ini mencerminkan komitmen kuat sivitas akademika FEB Undip dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pendanaan tersebut tidak hanya mendukung pelaksanaan riset yang berkualitas, tetapi juga memperluas dampak pengabdian yang relevan dengan kebutuhan sosial dan ekonomi. FEB Undip terus mendorong dosen untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai skema pendanaan eksternal guna memperkuat ekosistem riset dan pengabdian yang berkelanjutan. Melalui capaian ini, fakultas optimistis dapat terus meningkatkan reputasi akademik serta memberikan kontribusi strategis dalam pembangunan. Ke depan, FEB Undip berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, baik dari sektor pemerintah, industri, maupun institusi internasional. Download Lampiran: LAMPIRAN-DAFTAR-PENERIMA-PENDANAAN-PENELITIAN-YANG-DIBIAYAI-SELAIN-APBN-UNDIP-TA-2026 LAMPIRAN-DAFTAR-PENERIMA-PENDANAAN-PENGABDIAN-KEPADA-MASYARAKAT-YANG-DIBIAYAI-SELAIN-APBN-UNDIP-TA-2026
Esther Sri Astuti: Dari Alumni Sarjana Ekonomi FEB Undip Menjadi Direktur Eksekutif INDEF

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menunjukkan kontribusinya dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang berkiprah di tingkat nasional. Salah satu sosok inspiratif tersebut adalah Dr. Esther Sri Astuti Soeryaningrum Agustin, S.E., M.S.E., Ph.D., alumni Program Studi Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang saat ini dipercaya menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), salah satu lembaga kajian ekonomi paling berpengaruh di Indonesia. Perjalanan Esther menjadi bukti bahwa lulusan FEB Undip tidak hanya mampu berkarier di dunia bisnis dan pemerintahan, tetapi juga berkontribusi sebagai pemikir dan penggerak kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Berawal dari bangku kuliah Program Studi Sarjana Ekonomi Universitas Diponegoro, Esther mengembangkan ketertarikan yang kuat terhadap isu-isu pembangunan ekonomi, perdagangan internasional, dan kebijakan publik. Fondasi keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FEB Undip menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik dan profesionalnya. Sebagai bagian dari tradisi akademik Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB Undip, ia tumbuh dengan semangat untuk memahami berbagai persoalan ekonomi secara kritis dan berbasis data. Semangat belajar tersebut membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan magister, Esther berhasil meraih gelar doktor dari Maastricht University, Belanda. Pengalaman akademik internasional tersebut memperkaya perspektifnya dalam memahami berbagai tantangan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun global. Karier profesional Esther berkembang melalui perpaduan antara aktivitas akademik, penelitian, dan advokasi kebijakan. Ia dikenal sebagai ekonom yang aktif meneliti berbagai isu strategis seperti pembangunan ekonomi, industri, perdagangan, ketahanan pangan, hingga transformasi ekonomi nasional. Konsistensinya dalam menghasilkan kajian yang relevan dan berbasis bukti menjadikannya salah satu ekonom yang banyak menjadi rujukan dalam diskursus kebijakan publik di Indonesia. Sejak bergabung dengan INDEF pada tahun 2008, Esther terus menunjukkan dedikasi dalam mengembangkan riset ekonomi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional. Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun sebagai peneliti ekonomi, khususnya pada bidang pertanian dan pangan, ia dipercaya memimpin INDEF sebagai Direktur Eksekutif. Amanah tersebut menempatkannya pada posisi strategis untuk mengarahkan berbagai kajian dan rekomendasi kebijakan yang menjadi referensi bagi pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat luas. Perjalanan Esther Sri Astuti menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari posisi di korporasi atau pemerintahan. Menjadi pemikir, peneliti, dan penggerak kebijakan publik juga merupakan bentuk kepemimpinan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.
FEB Undip Hadirkan Visiting Professor Internasional, Kupas Strategi Menaklukkan Generasi Digital

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menghadirkan perspektif global dalam menghadapi tantangan era digital melalui program Visiting Professor bersama akademisi internasional, Prof. Brian Wong Kee Mun. Kegiatan ini mengupas strategi pemasaran efektif untuk menjangkau Generasi Y dan Z yang kini mendominasi lanskap ekonomi digital. Mengangkat tema “Winning the Digital Generation: Marketing Strategies for Gen Y and Gen Z”, kuliah umum yang digelar pada 1 April 2026 di Ruang Hall Pertamina FEB Undip ini menjadi ruang diskusi strategis mengenai perubahan perilaku konsumen di era digital. Prof. Brian, yang merupakan Dekan Faculty of Business, Design & Arts di Swinburne University of Technology Sarawak, Malaysia, menekankan pentingnya transformasi pendekatan pemasaran berbasis data dan teknologi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa generasi digital tidak lagi merespons pendekatan konvensional. “Brand harus mampu membangun engagement yang autentik melalui media sosial dan memanfaatkan data untuk memahami perilaku konsumen secara lebih mendalam,” ungkapnya. Ia juga menyoroti peran penting digital marketing dalam menciptakan koneksi yang relevan dengan karakteristik Gen Y dan Gen Z. Diskusi berlangsung interaktif dengan mahasiswa dan dosen, yang memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menggali lebih dalam strategi branding, penggunaan teknologi, hingga dinamika tren pemasaran global. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan praktis, tetapi juga memperkuat posisi FEB Undip sebagai institusi yang adaptif terhadap perkembangan industri. Memasuki hari kedua, 2 April 2026, program Visiting Professor dilanjutkan melalui workshop yang berfokus pada penguatan kapasitas akademik. Sesi pertama bertajuk “Workshop on Publication: Writing High Quality Business Journal Articles” membahas strategi menulis artikel ilmiah berkualitas untuk publikasi jurnal internasional. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami aspek krusial seperti pemilihan ide, penentuan audiens, hingga metodologi penelitian. Prof. Brian juga membagikan pengalaman langsung dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah, memberikan insight praktis yang relevan bagi dosen dan mahasiswa. Diskusi yang mengulas artikel dari jurnal Tourism Management turut memperkaya pemahaman peserta terkait standar publikasi global. Sesi kedua dilanjutkan dengan “Manuscript Clinic Workshop”, yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempresentasikan karya ilmiah mereka dan memperoleh masukan langsung dari reviewer. Lima presenter dari kalangan dosen dan mahasiswa, yaitu I Made Sukresna, Cahyaningratri, Aji Yudha, Rosana Eri Puspita, dan Mariana Kristiyanti, memaparkan penelitian mereka, yang kemudian didiskusikan secara mendalam untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah mereka. Melalui rangkaian kegiatan ini, FEB Undip tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi era digital, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah di tingkat internasional. Program Visiting Professor ini menjadi bagian dari komitmen FEB Undip dalam menghadirkan pendidikan yang relevan, adaptif, dan berdaya saing global. Penulis : International Office FEB Undip Editor : humas feb undip
Muhammad Fadjar Churniawan : Mengabdi untuk Daerah Berbekal Keilmuan dan Kepemimpinan

Muhammad Fadjar Churniawan adalah seorang pegawai negeri sipil dan administrator publik Indonesia yang menjabat sebagai Bupati Kepulauan Seribu sejak 13 November 2024. Ia menjabat setelah pendahulunya, Junaedi, meninggal dunia. Fadjar telah memegang sejumlah jabatan di pemerintahan daerah Jakarta, termasuk sebagai Camat Pesanggrahan dan Wakil Bupati Kepulauan Seribu. Fadjar Churniawan menyelesaikan studi sarjana ekonomi di Universitas Diponegoro pada tahun 1997 dan memperoleh gelar master dalam ekonomi pembangunan dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2002. Karier Churniawan di bidang pelayanan publik dimulai pada tahun 1998 sebagai staf di Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Selatan. Dari tahun 1998 hingga 2004, beliau menjabat sebagai staf di Sekretariat, sebelum diangkat sebagai kepala rotasi pegawai negeri sipil dari tahun 2004 hingga 2008. Pada tahun 2008, beliau sempat menjabat sebagai Kepala Subbagian Pengembangan Karir dan selanjutnya menjabat sebagai staf di Sekretariat hingga tahun 2009. Pada tahun 2009, Churniawan dipromosikan menjadi sekretaris kecamatan Kebayoran Lama, menjabat hingga tahun 2012. Churniawan kemudian menjadi wakil kepala kecamatan Pesanggrahan selama lima tahun, dari tahun 2012 hingga 2017. Pada tahun 2017, ia diangkat menjadi kepala unit pengadaan tanah Jakarta Selatan sebelum kembali ke Pesanggrahan sebagai kepala dari tahun 2017 hingga 2019. Ia sempat menjabat sebagai kepala badan kepegawaian daerah Jakarta Selatan dari tahun 2019 hingga 2020 sebelum kembali ke jabatan lamanya sebagai kepala kecamatan dari tahun 2020 hingga 2021. Pada tanggal 20 Agustus 2021, Fadjar menjabat jabatan pertamanya di pemerintahan daerah Jakarta, sebagai wakil bupati Kepulauan Seribu di bawah Junaedi. Setelah kematian Junaedi pada 13 November 2024, Fadjar menjadi penjabat bupati Kepulauan Seribu. Dia menjabat sebagai bupati secara definitif pada 7 Mei 2025 setelah lulus uji kelayakan dan kepatutan oleh DPRD Jakarta empat hari sebelumnya. Jabatannya sebagai wakil bupati digantikan oleh Aceng Zaeni. sumber : Universitas Diponegoro
Alumni FEB Undip Berkiprah di LPS, Wening Cahyaningtyas Jabat Treasury Group Director

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali mencatat kiprah alumninya di tingkat nasional melalui perjalanan karier Wening Cahyaningtyas, alumni Program Studi Akuntansi FEB Undip, yang saat ini menjabat sebagai Treasury Group Director di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan pengalaman profesional lebih dari dua dekade, Wening memiliki kompetensi di bidang treasury management, strategic planning, risk management, serta tata kelola keuangan institusi. Dalam perannya di LPS, ia bertanggung jawab terhadap pengelolaan treasury, strategi pendanaan, investasi, serta penguatan ketahanan finansial lembaga. Sebelum menempati posisi tersebut, Wening juga pernah menjabat sebagai Division Head of Corporate Performance and Reporting serta Division Head of Strategic Planning di LPS. Selain itu, ia memiliki pengalaman profesional di Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam pengembangan standar akuntansi dan sertifikasi profesi akuntan. Dalam bidang akademik, Wening menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi di FEB Undip, kemudian melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) in Global Financial Services di Coventry University of London serta Master of Law (MH) in Business Law di Universitas Gadjah Mada. Ia juga merupakan Registered Accountant yang terdaftar di Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Capaian tersebut menjadi representasi kontribusi alumni FEB Undip dalam sektor keuangan nasional sekaligus diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi akademik, profesionalisme, dan daya saing global.
Departemen Akuntansi FEB Undip Jalin Kolaborasi Riset Internasional di Bidang Digital Entrepreneurship

Trang, Thailand — Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) yang diwakili oleh Bapak Adi Firman Ramadhan menjalin kolaborasi riset internasional bersama Prince of Songkla University (Thailand) dan Universiti Malaya (Malaysia) dalam bidang Digital Entrepreneurship. Kegiatan kolaborasi riset ini diselenggarakan di Prince of Songkla University sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik dan riset internasional pada tanggal 25-28 Januari 2026. Kolaborasi riset ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan kewirausahaan digital di kawasan Asia Tenggara, khususnya dari perspektif akuntansi, tata kelola, dan model bisnis digital. Melalui kerja sama lintas negara, para peneliti berupaya menghasilkan kajian ilmiah yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan keilmuan, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi dunia usaha dan pembuat kebijakan. Kegiatan yang berlangsung di Prince of Songkla University ini meliputi diskusi akademik, pemaparan rencana dan hasil riset awal, penyusunan agenda riset bersama, serta perencanaan publikasi ilmiah internasional. Forum ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpeneliti dari Indonesia, Thailand, dan Malaysia terkait pengembangan ekosistem digital entrepreneurship. Departemen Akuntansi FEB Undip memandang kolaborasi riset internasional ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan visibilitas riset dosen di tingkat global. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya pada aspek kerja sama internasional dan publikasi ilmiah bereputasi. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat dihasilkan luaran riset berupa publikasi internasional, rekomendasi kebijakan, serta pengembangan model digital entrepreneurship yang kontekstual dengan karakteristik ekonomi Asia Tenggara. Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk seminar internasional, pertukaran peneliti, serta pengajuan pendanaan riset bersama.

