UNDIP Gelar Sosialisasi Beasiswa LPDP 2026, Dorong Penguatan Talenta Menuju Indonesia Maju 2045

Semarang, 13 Februari 2026 – Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Beasiswa LPDP Tahun 2026 yang diperuntukkan bagi dosen muda dan mahasiswa tingkat akhir di lingkungan UNDIP. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Widya Puraya ini menghadirkan Direktur Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Ir. Dwi Larso, M.SIE., Ph.D., sebagai narasumber utama. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik UNDIP, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta unggul yang mampu bersaing secara global. “UNDIP berkomitmen mendorong dosen dan mahasiswa untuk memanfaatkan peluang beasiswa LPDP sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas akademik dan reputasi internasional universitas,” ujar Wijayanto. Sesi utama sosialisasi disampaikan oleh Ir. Dwi Larso yang memaparkan arah kebijakan dan transformasi LPDP tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa LPDP kini mengusung pendekatan impact-driven, yang menekankan kontribusi nyata penerima beasiswa terhadap pembangunan nasional. “Kami tidak hanya membiayai pendidikan, tetapi juga menyiapkan pemimpin dan profesional yang mampu memberikan dampak strategis bagi Indonesia. LPDP bergerak dari education-centric menuju impact-driven,” tegasnya. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Skema Beasiswa LPDP 2026 mencakup program degree dan non-degree, antara lain Beasiswa STEM Industri Strategis, Beasiswa SHARE (non-STEM), Beasiswa Kemitraan (co-funding), Beasiswa Kerja Sama Khusus, serta program afirmasi dan parsial. Fokus utama LPDP pada tahun 2026 adalah penguatan bidang STEM dan STEM-related. “Target kami, minimal 80 persen penerima beasiswa berada pada bidang STEM dan STEM-related sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri dan inovasi nasional,” jelas Dwi Larso. Selain itu, LPDP juga memberikan perhatian khusus terhadap universitas unggulan dunia. Dalam pemaparannya, ia menyebutkan bahwa kandidat yang diterima di universitas unggulan memiliki nilai strategis dalam proses seleksi. “Pendaftar yang telah diterima pada universitas unggulan akan memperoleh prioritas lebih dalam seleksi, tentu dengan tetap mempertimbangkan kualitas keseluruhan pelamar,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa beasiswa LPDP bersifat pendanaan penuh (fully funded) yang mencakup biaya pendidikan, tunjangan hidup, biaya buku, asuransi kesehatan, hingga biaya pendukung lainnya sesuai ketentuan. Proses seleksi terdiri dari seleksi administrasi, tes bakat skolastik, serta seleksi substansi berupa esai dan wawancara. Kegiatan yang dimoderatori oleh Wakil Direktur Kemitraan dan Konektivitas Global UNDIP, Pulung berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar strategi lolos seleksi, persiapan dokumen, hingga peluang kerja sama dan skema pendanaan parsial. Melalui kegiatan ini, UNDIP berharap semakin banyak dosen dan mahasiswa yang dapat mengakses Beasiswa LPDP serta berkontribusi dalam pembangunan nasional menuju visi Indonesia Maju 2045. Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat konektivitas global dan pengembangan talenta unggul berbasis riset dan inovasi.
FEB Undip Gelar Public Hearing Penyusunan Visi dan Misi 2025–2029

Semarang – Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Public Hearing dalam rangka penyusunan Visi dan Misi serta pembahasan Draf Rencana Strategis FEB Undip 2025–2029 pada Kamis, 30 Oktober 2025, bertempat di Hall Pertamina FEB Undip. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, serta berbagai pemangku kepentingan eksternal. Melalui forum ini, FEB Undip memperkuat komitmennya untuk menghadirkan pendidikan bisnis yang unggul, berdaya saing global, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Dekan FEB Undip menyampaikan bahwa penyusunan visi dan misi baru ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran FEB sebagai salah satu fakultas terbesar di Universitas Diponegoro yang berkontribusi dalam mendukung target World Class University (WCU) Undip menuju peringkat QS Top 500 pada periode 2025–2029. Rencana strategis tersebut juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik (Good University Governance), pengambilan keputusan berbasis data (evidence-based management), serta pengembangan layanan pendidikan dan penelitian yang adaptif terhadap dinamika perubahan global. Melalui forum Public Hearing ini, seluruh civitas akademika FEB Undip diajak untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan dan gagasan yang konstruktif. Partisipasi tersebut diharapkan dapat memperkaya substansi visi, misi, serta arah strategis fakultas dalam lima tahun ke depan. Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi dan keterbukaan FEB Undip dalam proses perumusan kebijakan strategis yang inklusif dan partisipatif, demi mewujudkan pendidikan tinggi yang bermartabat dan bermanfaat.
