Dua mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro, Bintang Timur (FEB, Ekonomi Islam 2023) dan Moch Maulana Zaki (FEB, Ekonomi Islam 2024), berhasil meraih Silver Medal dalam ajang Japan Design and Invention Expo (JDIE) 2026 yang berlangsung pada 3–4 Juli 2026 di Kansai Airport Conference Hall, Osaka, Jepang.
Keduanya menjadi bagian dari Tim Insani, yang beranggotakan mahasiswa lintas fakultas Universitas Diponegoro. Tim tersebut membawa inovasi yang memanfaatkan dunia game Roblox sebagai media pembelajaran interaktif, dengan Bintang Timur dan Moch Maulana Zaki menjadi dua mahasiswa FEB Undip dari Program Studi Ekonomi Islam yang terlibat dalam pengembangan inovasi tersebut.
JDIE 2026 merupakan pameran inovasi internasional yang diselenggarakan oleh World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA). Ajang ini mempertemukan peneliti, mahasiswa, dan pelajar dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya inovasi. Selain kompetisi, JDIE juga menghadirkan lokakarya, konferensi internasional, serta seminar yang berkaitan dengan hak kekayaan intelektual dan paten. Pada penyelenggaraan tahun ini, JDIE menghadirkan 328 inovasi dari 23 negara.
Kontribusi Mahasiswa Ekonomi Islam dalam Inovasi Berbasis Game
Bagi Bintang Timur, keterlibatannya dalam Tim Insani menunjukkan bahwa latar belakang keilmuan tidak menjadi batas untuk berkontribusi dalam pengembangan inovasi teknologi. Sebagai mahasiswa Ekonomi Islam FEB Undip, ia mengambil peran pada aspek pendidikan dan pengembangan konten pembelajaran.
Bintang terlibat dalam penyusunan modul pendidikan karakter, mulai dari pengembangan materi, kuis, tahapan pembelajaran dengan tingkat kesulitan yang berjenjang, hingga konsep penyampaian pendidikan karakter secara interaktif melalui Roblox. Kontribusi tersebut diarahkan untuk mengemas nilai-nilai pendidikan karakter ke dalam learning-based game, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif.
“Latar belakang saya tidak menjadi batasan untuk bisa berkontribusi dalam inovasi teknologi seperti INSANI. Justru, saya berkontribusi dari sisi pendidikan dan pengembangan konten pembelajaran,” ujar Bintang.
Keterlibatan dua mahasiswa FEB Undip dalam Tim Insani juga memperlihatkan ruang kontribusi mahasiswa ekonomi dalam proyek inovasi yang bersifat lintas disiplin. Pengembangan inovasi tidak hanya membutuhkan aspek teknologi, tetapi juga pemahaman terhadap substansi, konten, dan cara menyampaikan pembelajaran kepada pengguna.
Membawa Inovasi Mahasiswa Indonesia ke Panggung Internasional
Bagi Bintang, pengalaman mengikuti JDIE 2026 memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan inovasi dari berbagai negara. Pertemuan dengan para inovator dari Asia, Eropa, dan berbagai negara lainnya memperluas perspektifnya mengenai perkembangan riset dan teknologi di tingkat internasional.
Menurutnya, kesempatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman penting karena inovasi yang dikembangkan mahasiswa Universitas Diponegoro dari Indonesia dapat dipresentasikan dan disandingkan dengan berbagai karya dari negara lain.
“Hal tersebut justru menjadi motivasi bagi saya bahwa sebagai mahasiswa Indonesia, kita juga memiliki kesempatan untuk bersaing dan membawa inovasi kita ke tingkat internasional,” ungkapnya.
Capaian Silver Medal yang diraih Tim Insani menjadi bagian dari pengalaman akademik dan inovasi mahasiswa Undip di tingkat global. Bagi mahasiswa FEB Undip, pengalaman tersebut juga membuka perspektif bahwa kompetensi di bidang ekonomi dan bisnis dapat dipadukan dengan bidang lain dalam menghasilkan inovasi yang memiliki nilai pembelajaran.
Mendorong Mahasiswa Berani Melangkah
Pengalaman di JDIE 2026 juga menjadi dorongan bagi Bintang untuk mengajak mahasiswa FEB Undip lebih terbuka terhadap berbagai kesempatan pengembangan diri, termasuk mengikuti kompetisi dan ajang internasional.
Menurut Bintang, mahasiswa tidak perlu membatasi diri berdasarkan latar belakang atau asal institusinya. Hal yang lebih penting adalah kemampuan untuk menunjukkan nilai dari diri dan karya yang dibawa.
“Jangan takut untuk melangkah. Kita semua punya kesempatan untuk berkembang dan kita juga layak untuk mengikuti kompetisi internasional,” pesannya.
Partisipasi mahasiswa FEB Undip dalam ajang internasional seperti JDIE menjadi salah satu ruang pembelajaran di luar kelas yang mempertemukan pengetahuan, kreativitas, kerja lintas disiplin, dan pengalaman global. Capaian tersebut sekaligus memperkaya pengalaman mahasiswa dalam membawa gagasan dan inovasi dari lingkungan kampus ke forum internasional.



