Mahasiswa FEB UNDIP Raih Prestasi Lewat Inovasi Minuman “Soysu”, Lolos Pendanaan P2MW dan Berkolaborasi dengan Food Truck UNDIP

Semarang – Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang kewirausahaan. Tim pengembang produk minuman berbasis kedelai Soysu berhasil memperoleh pendanaan dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), program nasional yang dirancang untuk mendorong tumbuhnya wirausaha muda inovatif dari perguruan tinggi di Indonesia. Tim Soysu terdiri atas Mohammad Robbany Haidar Amna (Manajemen 2023), Yudhistira Bayu Saputra (Manajemen 2023), Farrel Arkananta Akmal (Manajemen 2023), dan Tyas Anjaza (Teknologi Pangan 2024). Mengusung konsep minuman berbahan dasar kedelai yang sehat, bernutrisi, dan sesuai dengan preferensi konsumen modern, Soysu hadir sebagai alternatif minuman yang tidak hanya lezat tetapi juga memberikan manfaat kesehatan. Keberhasilan lolos pendanaan P2MW menjadi tonggak penting dalam perjalanan bisnis Soysu. Melalui program tersebut, tim memperoleh kesempatan untuk mengembangkan produk, memperkuat model bisnis, serta meningkatkan kapasitas kewirausahaan melalui berbagai program pendampingan dan pembinaan. Salah satu keunggulan pengembangan usaha Soysu adalah kolaborasinya dengan Food Truck UNDIP. Kolaborasi ini menjadi sarana strategis bagi tim untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus menguji respons pasar secara langsung. Kehadiran Soysu di Food Truck UNDIP memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola operasional bisnis, membangun interaksi dengan konsumen, serta menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif. Ketua tim Soysu, Mohammad Robbany Haidar Amna, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh anggota tim yang terus berupaya menghadirkan produk berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pasar. “P2MW menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi kami untuk mengembangkan Soysu secara lebih profesional. Dukungan yang kami terima tidak hanya berupa pendanaan, tetapi juga pembinaan yang membantu kami memahami bagaimana membangun bisnis yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan Food Truck UNDIP juga memberikan pengalaman berharga karena kami dapat berinteraksi langsung dengan konsumen dan memperoleh masukan untuk pengembangan produk,” ujarnya. Dalam proses pengembangannya, tim Soysu mendapatkan pendampingan dari Dr. Idris, S.E., M.Si. selaku dosen pembimbing. Melalui arahan dan bimbingan yang diberikan, tim memperoleh masukan terkait penyusunan model bisnis, strategi pemasaran, validasi produk, serta penguatan aspek kewirausahaan yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan mengikuti P2MW. Dukungan yang diberikan oleh FEB UNDIP juga menjadi faktor penting dalam perjalanan tim Soysu. Lingkungan akademik yang mendorong inovasi, kreativitas, dan pengembangan kewirausahaan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ide bisnis mereka melalui berbagai program kompetisi dan inkubasi usaha. Keberhasilan Soysu dalam memperoleh pendanaan P2MW sekaligus menjalin kolaborasi dengan Food Truck UNDIP menunjukkan pentingnya sinergi antara inovasi mahasiswa, pendampingan dosen, dan dukungan institusi dalam menciptakan usaha yang berkelanjutan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB UNDIP tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi kreatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ke depan, tim Soysu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pasar, dan mengembangkan berbagai inovasi baru yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan semangat kolaborasi dan kewirausahaan yang kuat, Soysu diharapkan mampu tumbuh menjadi salah satu produk unggulan mahasiswa Universitas Diponegoro yang berdaya saing dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi kreatif Indonesia.