Alumni Tebar Benih Ikan di Embung FEB Undip, Dukung Pelestarian Ekosistem Perairan

Tembalang, 5 Juli 2025 — Embung Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menjadi lokasi kegiatan penebaran benih ikan oleh alumni SMP Negeri 2 Semarang. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pelestarian ekosistem perairan. Kegiatan yang ini turut dihadiri oleh Dekan FEB Undip, Prof. Faisal. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif alumni yang tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga memperkuat sinergi antara masyarakat dan institusi pendidikan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Penebaran benih ikan di embung kampus tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup. FEB Undip, sebagai bagian dari institusi pendidikan tinggi, terus mendorong berbagai kegiatan yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan pelibatan aktif masyarakat.

FEB Undip dan Kemenko PM Gelar FGD Sinergi Pengentasan Kemiskinan dan Penguatan UMKM

Tembalang, 4 Juli 2025 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertempat di Ruang Sidang Senat FEB Undip. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung program pengentasan kemiskinan serta peningkatan level Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, menegaskan komitmen institusinya untuk berperan aktif dalam program nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “FEB Undip 100% siap berkontribusi secara aktif dalam mendukung program pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama yang berada di zona kemiskinan. Ini tantangan sekaligus tanggung jawab bagi kami,” ujarnya. Diskusi yang berlangsung di Ruang Sidang Senat FEB Undip ini menyoroti pentingnya pendekatan pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya bergantung pada bantuan langsung, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dan kemandirian. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha dinilai sebagai elemen kunci dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat dan berkelanjutan. Lebih lanjut, forum ini juga membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan pengalaman lintas sektor, dengan harapan bahwa model sinergi yang dikembangkan di Jawa Tengah dapat menjadi prototipe yang direplikasi di daerah lain di Indonesia. FEB Undip, melalui kegiatan ini, menunjukkan peran strategisnya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga turut serta dalam pembangunan sosial-ekonomi masyarakat. (humas feb undip)

SUCCESS STORY : Sasongko Tedjo di Garda Depan Informasi dan Kemanusiaan

Sasongko Tedjo, S.E., M.M., merupakan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) angkatan 1983 yang dikenal luas atas kontribusinya di dunia jurnalistik dan kemanusiaan. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah, sekaligus memiliki rekam jejak panjang sebagai jurnalis dan editor bidang ekonomi di harian Suara Merdeka. Dalam perjalanan akademiknya di Undip, Sasongko Tedjo termasuk salah satu mahasiswa berprestasi. Ia tercatat sebagai salah satu dari tujuh lulusan tercepat, yang berhasil menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun di tengah masa transisi sistem pendidikan dari berbasis paket ke Sistem Kredit Semester (SKS). Ia resmi meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1983, meskipun pada saat itu masih harus menuntaskan kewajiban Kuliah Kerja Nyata (KKN). Bahkan, setelah prosesi wisuda, ia kembali ke sebuah desa di Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, untuk menyelesaikan pengabdian masyarakat tersebut. Sasongko Tedjo mengenang masa kuliahnya sebagai periode yang penuh tantangan sekaligus cerita menarik. Tinggal hanya sekitar 100 meter dari kampus membuatnya dikenal sebagai mahasiswa yang disiplin dan nyaris tidak pernah absen kuliah. Kedekatan tempat tinggal dengan kampus bahkan membuat rekan-rekannya kerap menjemputnya langsung dari rumah sebelum berangkat kuliah, sebuah pengalaman yang ia kenang dengan penuh humor. Dengan prestasi akademik yang menonjol, Sasongko Tedjo sebenarnya memiliki peluang besar untuk meniti karier konvensional di bidang ekonomi. Ia bahkan sempat ditawari bekerja di Bank Indonesia dan direncanakan untuk direkrut sebagai dosen oleh salah satu pengajarnya, Drs. Suratal HW. Namun, di luar ekspektasi banyak pihak, ia justru memilih dunia jurnalisme, sebuah keputusan yang menandai babak penting dalam perjalanan hidupnya. Karier jurnalistik Sasongko Tedjo dimulai di Suara Merdeka, di mana ia langsung dipercaya menangani desk ekonomi, sebuah posisi strategis pada masa kejayaan media cetak. Ia mengenang era tersebut sebagai masa ketika surat kabar menjadi sumber informasi utama masyarakat, dengan ritme kerja yang menuntut wartawan bekerja hingga dini hari demi memenuhi tenggat penerbitan. Dari proses panjang itu, Sasongko Tedjo terus berkembang hingga mencapai posisi Pemimpin Redaksi, puncak karier dalam industri media cetak. Selain kiprahnya di dunia media, dedikasi Sasongko Tedjo terhadap kemanusiaan tercermin melalui perannya di Palang Merah Indonesia Jawa Tengah, memperluas kontribusinya dari ranah informasi publik ke aksi sosial kemasyarakatan. Perjalanan Sasongko Tedjo menegaskan peran FEB Undip dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berani mengambil pilihan hidup yang berdampak luas bagi masyarakat. Kiprahnya menjadi inspirasi bahwa ilmu ekonomi dapat berkontribusi melalui berbagai jalur pengabdian, termasuk jurnalisme dan kemanusiaan.