Perkuat Jejaring Akademik Global: Dosen FEB Undip Bawa Riset Bisnis Keluarga ke IFERA 2025 di Kroasia

Semarang, 24 Juni 2025 — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali menunjukkan eksistensinya dalam jejaring akademik internasional melalui partisipasi dosennya, Lala Irviana, S.Sos., S.E., M.M., dosen Departemen Manajemen FEB Undip, dalam konferensi internasional IFERA (The International Family Enterprise Research Academy) 2025 yang digelar di Zadar, Kroasia, pada 10–13 Juni 2025. Dalam kesempatan ini, Lala Irviana mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Women’s Identity and Legitimacy in Family Business: A Micro-Foundational Perspective on Cultural, Religious and Societal Values” yang terpilih sebagai bagian dari Work in Progress discussion sessions. IFERA merupakan organisasi riset non-profit berskala global yang didirikan pada tahun 2001 dan secara khusus mewadahi para peneliti dalam bidang bisnis keluarga (family business). Tahun ini, IFERA menerima total 505 pengajuan karya ilmiah dari penulis yang mewakili 38 negara, dengan lima negara terbanyak berasal dari Italia, Jerman, Spanyol, Belgia, dan Austria. Konferensi ini terdiri atas tujuh jenis sesi, termasuk plenary session, Full Paper discussion session, Work in Progress discussion session, Practice Session, Special Session, Doctoral Consortium and Social event. Partisipasi Lala Irviana dalam IFERA 2025 menjadi kontribusi kelima secara berturut-turut setelah sebelumnya juga turut hadir dalam IFERA Summer School 2021, serta konferensi IFERA di Spanyol (2022), Polandia (2023), dan Portugal (2024). Keikutsertaan ini didukung penuh oleh Universitas Diponegoro melalui program World Class University (WCU) dalam skema International Academics Networking (IAN). Keterlibatan dosen FEB Undip dalam forum ilmiah sekelas IFERA menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi FEB sebagai bagian dari jejaring akademik global, khususnya dalam bidang family business. Selain memperluas wawasan akademik, partisipasi ini juga berkontribusi dalam memperkuat reputasi FEB Undip sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kolaborasi riset internasional. Melalui keikutsertaan aktif dalam forum-forum seperti IFERA, FEB Undip berharap dapat terus mendorong munculnya peneliti-peneliti baru di bidang bisnis keluarga di Indonesia, serta memperkuat arah pengembangan riset yang berorientasi pada pencapaian standar kelas dunia. sumber: Inews Jateng
Success Story : Dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Menuju Puncak Dunia Bisnis Indonesia

Di antara tokoh-tokoh besar dunia usaha Indonesia, nama Robert Budi Hartono menempati posisi yang istimewa. Kiprahnya dikenal luas bukan semata karena keberhasilan membangun kekuatan bisnis berskala nasional dan global, tetapi juga karena visi jangka panjang, konsistensi, serta integritas yang menjadi fondasi kepemimpinannya. Di balik perjalanan bisnis tersebut, terdapat latar belakang akademik yang berakar dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), tempat nilai-nilai keilmuan dan profesionalisme mulai tertanam. Robert Budi Hartono, yang lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 1941, menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang. Selama masa studinya, ia memperdalam pemahaman mengenai ekonomi dan manajemen, dua disiplin ilmu yang kelak memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan strategis serta pengelolaan usaha berskala besar. Pendidikan di FEB Undip turut membentuk karakter Robert Budi Hartono sebagai pribadi yang disiplin, tekun, dan berpikir sistematis. Bekal akademik tersebut menjadi landasan kuat ketika ia harus menghadapi tantangan nyata di dunia usaha, termasuk dalam memimpin dan mengembangkan perusahaan keluarga di tengah dinamika ekonomi yang tidak selalu mudah. Setelah wafatnya sang ayah, pendiri PT Djarum, pada tahun 1963, Robert Budi Hartono bersama kakaknya, Michael Bambang Hartono, mengambil tanggung jawab besar untuk melanjutkan dan membesarkan perusahaan keluarga. Melalui kepemimpinan yang visioner dan strategi manajerial yang matang, keduanya berhasil membawa Djarum berkembang menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Perjalanan bisnis Robert Budi Hartono tidak berhenti pada industri tembakau. Diversifikasi usaha menjadi ciri khas kepemimpinannya, salah satunya melalui langkah strategis Grup Djarum dalam mengakuisisi Bank Central Asia (BCA) pada masa krisis ekonomi 1997. Di bawah pengelolaan yang profesional dan berorientasi jangka panjang, BCA tumbuh menjadi salah satu institusi perbankan paling kuat dan inovatif di kawasan Asia Tenggara. Selain sektor perbankan, ekspansi juga dilakukan ke bidang properti, teknologi, dan agribisnis, memperkuat posisi Grup Djarum sebagai konglomerasi nasional yang berpengaruh. Nilai-nilai yang tercermin dalam perjalanan Robert Budi Hartono—kerja keras, ketekunan, integritas, dan komitmen terhadap inovasi—selaras dengan semangat yang dijunjung oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Kisahnya menjadi inspirasi bagi sivitas akademika bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar bekal teori, melainkan fondasi untuk menciptakan dampak nyata dan kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan bangsa.
