Menuju Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024, Kerja sama antara Undip dan Kemenko PMK

Semarang, 26/09/2023. Universitas Diponegoro (Undip) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) telah sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, dan pemberian manfaat kepada masyarakat. Kesepakatan ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Undip yang diwakili oleh Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., dengan Kemenko PMK yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono, M.Si., yang dilangsungkan di Hall Gedung KWU FEB Undip. Dalam acara penandatanganan MoU tersebut, juga hadir sebagai saksi Sesmenko PMK Andie Megantara, Kepala Kebijakan TNP2K Elan Satriawan, dan Wakil Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Firmansyah. Mewakili Rektor Undip, Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D. secara resmi membuka acara. Dalam sambutannya Prof Faisal menyebutkan bahwa Undip sejauh ini sudah melakukan berbagai kegiatan dalam upaya untuk penanganan kemiskinan. “Undip sejauh ini sudah berkontribusi dalam penanganan kemiskinan. Kita melakukan pemberdayaan Guru PAUD yang nantinya akan menghasilkan SDM yang baik. Kemudian kita sudah menyiapkan 1400 pack makanan bergizi gratis untuk mahasiswa yang diberikan pada hari Senin sampai dengan Kamis. Serta sudah memberikan beasiswa kepada anak-anak nelayan yang kurang mampu di sekitar pantura untuk kuliah di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK),” jelas Prof Faisal. Lebih lanjut, Prof Faisal berharap dengan adanya kolaborasi antara Undip dengan Kemenko PMK dapat mengoptimalkan upaya dari Undip dan Pemerintah dalam penanganan kemiskinan ekstrem yang ada di Indonesia. “Kami ucapkan terima kasih kepada Kemenko PMK. Undip turut serta berkontribusi dalam program penanggulangan kemiskinan ekstrem 2024. Sumber yang ada di Undip bisa dioptimalkan dan kita bisa saling berkolaborasi,” tambahnya. Mewakili Menteri Kemenko PMK, Sekretaris Kemenko PMK Andie Megantara, S.H., M.M., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas upaya dari Undip dalam penanganan kemiskinan. “Universitas Diponegoro punya inovasi untuk mengurangi kemiskinan ekstrem, dan bisa menjadi pusat dalam penanganan kemiskinan ekstrem,” ucap Andie. Selanjutnya Andie menerangkan presentase angka kemiskinan ekstrem sudah menurun dan membaik setiap tahunnya. Namun, untuk semakin memperkuat penanganan kemiskinan ekstrem perlu keterlibatan aktif kampus dan civitas akademika kampus. “Upaya penurunan presentase kemiskinan sudah dilakukan, namun selama ini ada puzzle yang terlepas, yaitu keterlibatan peran aktif kampus. Kampus punya banyak resource. Kita terus menggandeng banyak kampus untuk membantu menghapus kemiskinan ekstrem,” ujarnya. Lebih lanjut, Andie menegaskan bahwa kemiskinan bukan hanya permasalahan ekonomi. Tetapi multidimensional melibatkan aspek sosiologis, aspek kultur, dan aspek mindset dari masyarakat. Karenanya, dia meminta kampus memiliki kontribusi lebih besar terutama dengan resource akademik yang ada dapat membantu mencarikan solusi untuk penanganan kemiskinan. “Semestinya jika kampus seluruh Indonesia berkontribusi maka penanganan kemiskinan dapat menjadi luar biasa. Kampus punya banyak resource melimpah. Kalau ada program setiap kampus yang membantu penanganan kemiskinan di wilayah sekitar kampus. Membangun mindset malu dianggap miskin, para civitas akademika juga bisa melakukan riset masalah-masalah kemiskinan, dan melalui program KKN serta program kampus merdeka,” imbuhnya. Kegiatan dilanjutkan dengan Kuliah umum yang diadakan secara hybrid baik daring dan luring. Turut hadir sebagai narasumber pada kuliah umum, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Nunung Nuryartono; Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Endi Faiz Effendi; Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda Kementerian Keuangan Yadi Hadian; Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan, FEB Undip Akhmad Syakir, Ph.D. ; Ketua Program Studi Magister Ekonomi FEB Undip Wahyu Widodo, Ph.D. sumber : Humas Undip & Kemenko PMK
Pelayanan Prima di Lingkungan FEB UNDIP melalui Program Service Excellence

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) berkomitmen untuk meningkatkan berbagai pelayanan di lingkungan FEB Undip. Pelayanan prima adalah pelayanan yang memberikan kepuasan bagi masyarakat yang hadir di lingkungan kampus FEB Undip. Pelatihan pelayanan prima ini menghadirkan pemateri Makhmud Kuncahyo, M.Pd. selaku expert dalam bidang pelayanan dari Synergy Performa, dimana telah bersetifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikat Profesi). Kegiatan yang diikuti oleh tenaga pendidik FEB Undip dilaksanakan pada Rabu (27/09) di Ruang Sidang Utama Gedung Dekanat FEB Undip. Warsito Kawedar selaku Wakil Dekan Bidang sumber daya FEB Undip membuka acara dengan berpesan bahwa tugas sebagai institusi pendidikan tidak hanya sekedar mengajar semata, namun juga diperlukan jiwa melayani yang baik, tak hanya kepada mahasiswa semata tapi ke seluruh masyarakat yang hadir ke lingkungan kampus FEB Undip. Makhmud Kuncahyo, dalam paparan materi beliau menyatakan tolok ukur pelayanan prima di lingkungan kampus adalah adanya kesesuaian SOP, sikap akuntabel, terbuka, profesional, dan berorientasi kepada masyarakat. Beliau juga menyampaikan jenis-jenis pelanggan dan macam-macam keluhan, serta standar pelayanan di lingkungan kampus sangat berbeda dengan yang lainnya. “Banyak dari kita mungkin berpendapat bahwa seorang petugas keamanan itu harus berbadan tegap, kokoh serta memiliki tampilan yang garang. Namun hal seperti itu dapat berubah tergantung lingkungan, kita dapat melihat petugas keamanan di Bank-Bank konvesional yang ada. Betapa lemah lembutnya petugas keamanan yang ada disana, tetapi akan berbeda jika melihat ke lingkungan pusat-pusat perbelanjaan besar. Dari hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa pelayanan prima disini harus menempatkan sikap yang sesuai pada tempatnya”, jelasnya. Adapun setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan pemahaman dari tenaga kependidikan tentang arti penting excellence service semakin baik, semakin meningkat sehingga benar-benar bisa menjadi bekal untuk meningkatkan dalam memberikan pelayanan dalam tugas sehari-hari sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Di akhir kegiatan, para peserta memaparkan hasil peubahan yang dapat mereka tingkatkan dalam pelayanan yang telah dilakukan dan akan dilakukan.
